cover
Contact Name
Setria Utama Rizal
Contact Email
setria.utama.rizal@iain-palangkaraya.ac.id
Phone
+6285714177754
Journal Mail Official
jurnal.al-mudarris@iain-palangkaraya.ac.id
Editorial Address
Jurusan Tarbiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya Jalan George Obos Komplek Islamic Centre, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, 73111
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Al-Mudarris : Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam
ISSN : 26221993     EISSN : 26221586     DOI : https://doi.org/10.23971/mdr
Core Subject : Religion, Education,
Al-Mudarris is a scientific journal of Islamic education managed and published by Tarbiyah Department, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, IAIN Palangka Raya. This journal publishes research articles about Islamic education and education in general. This journal is formally published twice annually. It covers articles in the fields of Islamic Education, Islamic Education Management, Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education, Early Childhood Islamic Education, Education and Teacher Training, Outside School Education, Curriculum Development, Science Education, Social Studies Education, Basic Education, Educational Management, Counseling Guidance, Learning Evaluation, Learning Strategies, Learning Models and Methods, Educational Psychology, and Learning Media.
Articles 143 Documents
Pembelajaran Modern: Membekali Peserta Didik Keterampilan Abad Ke-21 Mashudi Mashudi
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.3187

Abstract

 Kemunculan era globalisasi menjadi pemantik semangat bagi dunia pendidikan untuk memformulasikan model pembelajaran baru di abad ke-21. Untuk mengembangkan keterampilan tingkat tinggi, individu harus melakukan proses pembelajaran bermakna melalui pembelajaran inkuiri (pembelajaran melalui pengamatan langsung). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran yang mampu memberikan kontribusi kepada peserta didiknya dalam menjawab kebutuhan kompetensi dan keahlian pada perkembangan abad ke-21. Penelitian ini merupakan penelitian library research. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, yaitu mengumpulkan, membaca, dan membuat catatan yang berkaitan dengan pembelajaran yang membekali peserta didik keterampilan abad ke-21 dari buku, jurnal ilmiah, dokumen, dan literatul-literatur lainnya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan content analysis. Hasil penelitian ini yaitu kemampuan yang harus dimiliki peserta didik agar mampu menghadapi tantangan abad ke-21 yaitu: kemampuan berpikir kritis dan kreatif, kemampuan berkomunikasi secara efektif, kemampuan melakukan inovasi, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan melakukan kolaborasi. Pembelajaran modern harus mampu kebutuhan atau kompetensi yang diperlukan peserta didik untuk kehidupannya.    
Implementasi Merdeka Belajar untuk Membekali Kompetensi Generasi Muda dalam Menghadapi Era Society 5.0 Angga Hadiapurwa; Putri Riani; Mega Fitria Yulianti; Endah Kurnia Yuningsih
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.3140

Abstract

Society 5.0 merupakan era yang dicetuskan oleh pemerintahan Jepang dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology-based). Pada era ini, masyarakat khususnya peserta didik perlu meningkatkan soft skill sehingga mampu meningkatkan kecakapan dan keterampilan untuk belajar sehingga mampu menjadi modal untuk menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas pada masa yang akan datang. Siswa maupun mahasiswa tengah dihadapkan oleh adanya perubahan akibat dari perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. Oleh sebab itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim meluncurkan program belajar dengan konsep Pendidikan Merdeka, konsep yang digagas mengarah pada kebebasan peserta didik dalam berpikir kritis dan cerdas. Artikel ini berusaha mengeksplorasi bagaimana implementasi merdeka belajar di lingkungan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia dalam menghadapi Era Society 5.0. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan survey pada lima belas siswa dan tiga puluh tujuh mahasiswa di beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini memaparkan bahwasanya hadirnya program merdeka belajar, didukung oleh empat kompetensi dasar yang wajib dimiliki pada era digital dan globalisasi, siswa dan mahasiswa dapat berkembang untuk menempuh era society 5.0 serta menjadi sumber daya yang lebih mumpuni di masa depan.Kata kunci: Era Society 5.0; merdeka belajar; pengembangan sumber daya manusia ABSTRACTSociety 5.0 is an era initiated by the Japanese government with the concept of a human-centered and technology-based society. In this current era, the community, especially students, needs to improve their soft skills to improve their skills and learning skills so that they can become more qualified human resources in the future. Students and students are faced with changes due to current technological developments. Therefore, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia, Nadiem Makarim, launched a learning program with the concept of Merdeka Education, a concept that leads to the freedom of students to think critically and intelligently. This article seeks to explore how the implementation of independence in high schools and universities in Indonesia is facing the Era of Society 5.0. The method used in this research is descriptive quantitative by surveying fifteen high school students and thirty seven college students in some district in West Java. The results of this study explain that with an independent learning program that is supported by four basic competencies that must be possessed in the digital era and globalization, students can develop to pass the era of society 5.0, and become more capable resources in the future.
Perbedaan Tingkat Pengenalan Huruf Hijaiyyah melalui Metode Iqro pada Anak Kelas A Taman Kanak-Kanak Imroatun Imroatun; Hunainah Hunainah; Yayah Rukhiyah; Ipah Apipah
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.2975

Abstract

Penguasaan bahasa anak usia 4-5 tahun  bisa beragam teratama dalam menghafal huruf hijaiyah yang menjadi huruf Arab sebagai bahasa kedua di Indonesia. Dalam praktik belum mengenal atau belum bisa memisahkan antara huruf satu dengan huruf yang lainya adapula yang masih bingung memisahkan bentuk huruf hijaiyah. Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh data tentang kemampuan mengenal huruf hijaiyah anak usia 4-5 tahun di RA Al-Jauharotunnaqiyyah Kota Serang melalui pembelajaran Iqro yang sedang berjalan dan peran orang tua untuk menunjang penguasaan bahasa melalui metode pembelajran tersebut. Penelitian studi kasus ini menghasilkan temuan murid yang bisa mengenali huruf hijaiyah secara urut sudah baik dan benar. Pengenalan huruf beracak masiha hanya menyisakan 1 anak yang sudah berkembang sesuai harapan. Hal yang sama ditemukan ketika pengujian  dalam penguasaan kemammpuan untuk mengenali perbedaan bentuk huruf yang hampir sama. Hasil demikian juga dipengaruhi dengan frekuensi keterlibatan dalam orang tua di dalamnya ternyata sejajar dengan hasil penilaian tersebut. Mereka yang aktif mendampingi dalam pembiasaan Iqro di rumah mendapatkan hasil yang maksimal selama pembelajaran di sekolah.
Implementasi Merdeka Belajar untuk Membekali Kompetensi Generasi Muda dalam Menghadapi Era Society 5.0 Angga Hadiapurwa; Putri Riani; Mega Fitria Yulianti; Endah Kurnia Yuningsih
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.3140

Abstract

Society 5.0 merupakan era yang dicetuskan oleh pemerintahan Jepang dengan konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (human-centered) dan berbasis teknologi (technology-based). Pada era ini, masyarakat khususnya peserta didik perlu meningkatkan soft skill sehingga mampu meningkatkan kecakapan dan keterampilan untuk belajar sehingga mampu menjadi modal untuk menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas pada masa yang akan datang. Siswa maupun mahasiswa tengah dihadapkan oleh adanya perubahan akibat dari perkembangan teknologi yang ada pada saat ini. Oleh sebab itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Makarim meluncurkan program belajar dengan konsep Pendidikan Merdeka, konsep yang digagas mengarah pada kebebasan peserta didik dalam berpikir kritis dan cerdas. Artikel ini berusaha mengeksplorasi bagaimana implementasi merdeka belajar di lingkungan sekolah menengah atas dan perguruan tinggi yang ada di Indonesia dalam menghadapi Era Society 5.0. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan survey pada lima belas siswa dan tiga puluh tujuh mahasiswa di beberapa daerah di Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian ini memaparkan bahwasanya hadirnya program merdeka belajar, didukung oleh empat kompetensi dasar yang wajib dimiliki pada era digital dan globalisasi, siswa dan mahasiswa dapat berkembang untuk menempuh era society 5.0 serta menjadi sumber daya yang lebih mumpuni di masa depan.Kata kunci: Era Society 5.0; merdeka belajar; pengembangan sumber daya manusia ABSTRACTSociety 5.0 is an era initiated by the Japanese government with the concept of a human-centered and technology-based society. In this current era, the community, especially students, needs to improve their soft skills to improve their skills and learning skills so that they can become more qualified human resources in the future. Students and students are faced with changes due to current technological developments. Therefore, the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia, Nadiem Makarim, launched a learning program with the concept of Merdeka Education, a concept that leads to the freedom of students to think critically and intelligently. This article seeks to explore how the implementation of independence in high schools and universities in Indonesia is facing the Era of Society 5.0. The method used in this research is descriptive quantitative by surveying fifteen high school students and thirty seven college students in some district in West Java. The results of this study explain that with an independent learning program that is supported by four basic competencies that must be possessed in the digital era and globalization, students can develop to pass the era of society 5.0, and become more capable resources in the future.
Dampak Covid-19 terhadap Implementasi Pembelajaran Jarak Jauh di MI/SD Filzah Nur Amalia; Lu’luil Maknun
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.2412

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang dampak Covid-19 terhadap implementasi pembelajaran jarak jauh di MI/SD. Penulisan artikel ini dilakukan dengan menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review). Teknik pengumpulan data dengan cara menelusuri berbagai referensi di jurnal nasional dan internasional yang berkaitan dengan pembelajaran jarak jauh di MI/SD pada masa pandemi Covid-19. Setelah mencari berbagai referensi, penulis menyeleksi, menganalisis, dan menyajikan secara sistematis di dalam artikel ini. Hasil artikel ilmiah ini menyajikan enam topik bahasan, yaitu: 1) dampak Covid-19, 2) pengertian pembelajaran jarak jauh, 3) implementasi pembelajaran jarak jauh, 4) dampak terhadap peserta didik, 5) dampak terhadap pendidik, dan 6) dampak terhadap orang tua. Berdasarkan hasil kajian ini, penulis menyimpulkan bahwa dampak Covid-19 terhadap implementasi pembelajaran jarak jauh di MI/SD memiliki berbagai kekurangan dan keterbatasan pada prosesnya. Tetapi, keterbatasan pembelajaran jarak jauh tersebut dapat terlaksana dengan baik, apabila dalam proses pembelajaran ada kerjasama yang bagus antara siswa, orang tua, dan guru dalam melaksanakan belajar di rumah. Kebaruan yang didapat dari hasil penelitian ini adalah implementasi pembelajaran jarak jauh akan menjadi efektif jika segala kebutuhan untuk menunjang proses pembelajaran tersebut terpenuhi. Kemahiran peserta didik, pendidik dan orang tua dalam menggunakan teknologi menjadi aspek penting terlaksananya implementsi pembelajaran jarak jauh yang baik.
Implementasi Pembelajaran Berbasis Harmonisasi Ilmu Agama dan Saintek di MAN Insan Cendekia Pekalongan Mohammad Syaifuddin
Al-Mudarris Vol 4, No 2 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i2.3759

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang selama ini berjalan masih monoton terkait materi pelajaran/keilmuan sesuai mata pelajarannya saja. Guru belum mampu mengajak siswa untuk berfikir kritis komprehensif dengan memberikan wawasan yang lebih luas kepada peserta didik melalui sumber-sumber keilmuan lainnya. Permasalahan ini direspon oleh pengelola dan segenap guru MAN Insan Cendekia Pekalongan dengan menerapkan model pembelajaran yang integratif, melalui harmonisasi keilmuan agama dan saintek guna meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah bagaimana implementasi pembelajaran berbasis harmonisasi ilmu agama, sains dan teknologi (Saintek) di MAN Insan Cendekia Pekalongan. Penelitian ini berbentuk penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini meliputi: Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, Waka Kesiswaan, Waka Keasramaan, guru mata pelajaran al-Qur’an Hadis, Fiqih, Geografi dan Fisika, serta delapan siswa kelas X. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber data, pengamat, teori yang selanjutnya dianalisis dengan cara mereduksi, mendisplay dan menverifikasi data.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi pembelajaran berbasis harmonisasi ilmu agama dan Saintek di MAN Insan Cendekia Pekalongan meliputi kegiatan; 1). Penyusunan silabus dan RPP dengan model Harmonisasi Verb (HV), 2). Penyusunan materi ajar dengan model Harmonisasi Konten Materi (HKM), 3). Kegiatan pembelajaran dengan model Harmonisasi Justifikasi Dialogis (HJD), 4). Kegiatan evaluasi pembelajaran dengan teknik refleksi pembelajaran. 
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Melalui Pola Pendekatan Pembelajaran Tematik Integralistik Muchamad Fauyan; Kadar Wati
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.2862

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik pada kelas IV SDN Cempereng Batang. Permasalahan dikotomi atau membedakan dan memisahkan antara mata pelajaran yang berbasis agama (akhlak) dan mata pelajaran sains yang terjadi di banyak sekolah saat ini menjadi alasan untuk mengungkap praktik pendidikan karakter yang tidak hanya menjadi tanggung jawab mata pelajaran Agama atau Pendidikan Kewarganegaraan (PKn). Metode penelitiannya lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan datanya dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dari guru, Kepala Sekolah, dan Siswa. Analisisnya dilakukan dengan teknik analisis Miles and Huberman. Hasil penelitiannya: (1) internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik, terdiri dari lima komponen, yaitu kesiapan, perencanaan, upaya, pelaksanaan, dan evaluasi; (2) nilai-nilai pendidikan karakter yang diinternalisasikan melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik lengkap ada 18 nilai sebagaimana dalam Kemdikbud, yaitu nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. (3) faktor pendukung internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter melalui pola pendekatan pembelajaran tematik integralistik ada tiga yaitu sarana dan prasarana yang memadai, guru, dan ekstrakurikuler, sedangkan faktor penghambat ada dua yaitu lingkungan tempat tinggal siswa dan media massa. Hasil penelitian ini sangat relevan bagi yang ingin mendalami contoh-contoh internalisasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Media Boneka Tangan untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Siswa Dyah Ayu Anbarwati; Fitri Hilmiyati; Oman Farhurohman
Al-Mudarris Vol 4, No 2 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i2.3608

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah kemampuan berbicara pada siswa kelas IV SDN Kedaung Wetan 6 yang sangat rendah. Siswa kesulitan untuk menyampaikan pendapatnya dan akibatnya adalah siswa kurang fokus saat menyimak penjelasan guru. Tujuan pada penelitian ini untuk 1) mengetahui kelayakan produk media boneka tangan, 2) mengetahui kemampuan berbicara peserta didik setelah diterapkan pembelajaran menggunakan media boneka tangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode RD (Reasearch and Development) tipe 4D. Pada penelitian ini teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data ialah teknik observasi, wawancara, dan angket validasi ahli materi dan media. Boneka tangan ini dikembangkan menjadi sebuah boneka dengan karakter benda mati yang dapat berbicara seperti makhluk hidup menggunakan mulut yang dapat digerakan oleh tangan. Validasi dilakukan kepada ahli media dan ahli materi dengan perolehan skor 94 dan 97,setelah dilakukan perhitungan dapat disimpulkan skor yang diperoleh sangat baik, jadi media boneka tangan sangat layak untuk digunakan. Hal ini selaras dengan hasil uji coba dengan siswa yang memperoleh skor rata-rata 93 dengan kategori sangat baik. Demikian pula dengan respons peserta didik sangat aktif dalam pembelajaran menggunakan media boneka tangan, terlihat antusias, dan peningkatan rasa ingin tahu.
Penerapan Metode Muyassar Dalam Peningkatan Pemahaman Pembelajaran Al-Qur’an Pada Anak Miftah Syarif; Ida Windi Wahyuni; Alucyana Alucyana; Raihana Raihan
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.2924

Abstract

Muyassar is a method that is arranged in an applicable and effective manner, to make it easier for students to be able to read the Qur'an well in a short time, including for early childhood. The purpose of this study is to describe the application of the muyassar method in learning the Qur'an and to determine the application of the muyassar method in improving the understanding of learning the Qur'an in children. The classroom action research method (CAR) in this study used two cycles with indicators of success reaching above 75%. The research subjects were MDTA students, Nurul Ikhlas, Sungai Pagar Village, Kampar Kiri Hilir District, Kampar Regency with a total of 15 children (6 boys and 9 girls). The instrument used is the teacher and student activity observation sheet. Data collection techniques through observation, and documentation. The data analysis technique used descriptive qualitative data analysis. The application of the muyassar method has increased in understanding the learning of the Qur'an in children. The results of this study indicate that the Al-Qur'an learning activities through the Muyassar Method have been successful and there has been an increase so that students can independently learn the Qur'an through the Muyassar Method.
Kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pendidikan Agama Islam Farid Setiawan; Annisa Septarea Hutami; Dias Syahrul Riyadi; Virandra Adhe Arista; Yoga Handis Al Dani
Al-Mudarris Vol 4, No 1 (2021): Al-Mudarris
Publisher : Jurusan Tarbiyah,IAIN PALANGKARAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/mdr.v4i1.2809

Abstract

Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yaitu suatu aksi pendidikan yang merupakan tanggung jawab dari sistem pendidikan guna menguatkan karakter pada peserta didik. Adapun posisi Pendidikan Agama Islam menjadi mata pelajaran yang paling utama untuk menguatkan pendidikan karakter anak bangsa. Ikut sertanya mata pelajaran PAI dalam penguatan pendidikan karakter menjadi sangat strategis dan kuat. Penerapan penguatan pendidikan karakter melalui mata pelajaran PAI menyebabkan kebiasaan baru yang diterima oleh peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan pemerintah tentang penguatan pendidikan karakter dengan menggunakan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research atau bisa disebut dengan penelitian pustaka yang merupakan objek kajian penelitian dengan menggabungkan berbagai informasi yang berhubungan dengan tema maupun problema yang sedang dibahas. Hasil yang didapatkan yaitu, 1) pengertian pendidikan karakter; 2) relevansi pembelajaran PAI dengan penguatan pendidikan karakter; 3) pentingnya penguatan pendidikan karakter untuk peserta didik; dan 4) peran guru PAI dalam melakukan penguatan pendidikan karakter terhadap peserta didik.

Page 5 of 15 | Total Record : 143