cover
Contact Name
Lilik Hanifah
Contact Email
pppm@stikesmus.ac.id
Phone
+62271-858172
Journal Mail Official
pppm@stikesmus.ac.id
Editorial Address
Jl. Ring Road No.Km 03, Mojosongo, Kec. Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57127
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Indonesia
ISSN : 20865562     EISSN : 25797824     DOI : https://doi.org/10.36419/jkebin.v11i1.320
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Indonesia ISSN 2579-7824 (online) and ISSN 2086-5562 (Printed) is published twice a year in January and July. Contains writing that is lifted from the results of research and conceptual thinking in the field of midewifery. Publishers receive written contributions that have never been published in other media. Posts can be directly inputted into the system of Jurnal Kebidanan Indonesia e-journal on this page by way of registration first. Incoming scripts will be edited for uniformity of formats, terms and other ordinances. Jurnal Kebidanan Indonesia is published by Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mamba’ul ‘Ulum Surakarta.
Articles 367 Documents
GAMBARAN PENGETAHUAN REMAJA PUTERI TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI KELAS XI SMA N 3 SUKOHARJO TAHUN 2010 Anita Dewi Lieskusumastuti; Latifatun Latifatun
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 2, No 1 (2011): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.669 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v2i1.41

Abstract

Latar Belakang : Status Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang rendah akan merusak masa depan remaja, seperti pernikahan, kehamilan, serta seksual aktif sebelum menikah, juga terinfeksi HIV dan penyalahgunaan narkoba. Keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi mempunyai konsekuensi atau akibat jangka panjang dalam perkembangan dan kehidupan sosial remaja. Kehamilan tidak diinginkan (KTD) berdampak pada kesinambungan pendidikan, khususnya remaja puteri. Remaja tertular HIV karena hubungan seksual tidak aman mengakhiri masa depan yang sehat dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja puteri tentang kesehatan reproduksi remaja di kelas XI SMA Negeri 3 Sukoharjo tahun 2010. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswi kelas XI di SMA Negeri 3 Sukoharjo sebanyak 232 siswi. Sampel dalam penelitian ini 70 siswi yang diambil dengan tekhnik simple random atau secara acak. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Analisis datanya menggunakan deskriptif dengan rumus distribusi frekuensi. Pengetahuan Remaja Puteri tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di Kelas XI SMA Negeri 3 Sukoharjo sebagian besar dalam kategori cukup yaitu 40 responden (57,1%), kategori baik sebanyak 24 responden (34,3%) dan kategori kurang sebanyak 6 responden (8,6%). Berdasarkan Karakteristik Sumber Informasi yang berkategori baik, mendapatkan informasi dari internet sebanyak 17 responden (24,2%). Simpulannya gambaran pengetahuan remaja puteri tentang kesehetan reproduksi remaja di Kelas XI SMA Negeri 3 Sukoharjo Tahun 2010 adalah dalam kategori cukup. Kata kunci: Pengetahuan, Remaja Puteri, Kesehatan Reproduksi Remaja
HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN INTRA UTERINE DEVICE (IUD) DENGAN KENYAMANAN SEKSUAL DI PUSKESMAS SIMO KABUPATEN BOYOLALI PERIODE JANUARI -JUNI TAHUN 2011 Ani Nur Fauziah; Bayu Ika Siswati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 3, No 1 (2012): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.752 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v3i1.64

Abstract

HUBUNGAN LAMA PENGGUNAAN INTRA UTERINE DEVICE (IUD) DENGAN KENYAMANAN SEKSUAL DI PUSKESMAS SIMO KABUPATEN BOYOLALI . IUD adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan melalui saluran serviks dan dipasang dalam uterus2. Kontrasepsi intrauterin digunakan oleh hampir 100 juta wanita diseluruh dunia. Namun demikian, efek samping pemakaian IUD berkaitan dengan kenyamanan seksual disebabkan dari benang IUD. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama penggunaan intra uterine device (IUD) dengan kenyamanan seksual di Puskesmas Simo Kabupaten Boyolali tahun 2011. Metode penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya semua Akseptor IUD di Puskesmas Simo tahun 2011 bulan Januari -Juni sebanyak 76 . Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik Quota sampling. Jumlah sampel 30. Analisa data menggunakan uji Chi Square SPSS 16 for Windows. Hasil penelitian yang diperoleh lama akseptor yang menggunakan IUD IUD kurang dari 5 tahun sebanyak 16 responden (53,3%), dan yang menggunakan IUD lebih dari 5 tahun sebanyak 14 responden (46,7%). IUD yang merasakan nyaman ketika berhubungan seksual sebanyak 18 responden (60%) dan yang merasakan tidak nyaman sebanyak 12 responden (40%). Nilai chi-square hitung 10,804 lebih besar daripada chi-square tabel(3,481) dengan p value sebesar 0,001(< 0,05). Kesimpulan ada hubungan antara lama penggunaan intra uterine device dengan kenyamanan seksual di Puskesmas Simo tahun 2011. Kata Kunci : Hubungan, Lama Penggunaan, IUD, Kenyamanan Seksual
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA RENGASDENGKLOK SELATAN KABUPATEN KARAWANG Mardianti Mardianti; Yuli Farida
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 11, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.326 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v11i1.322

Abstract

Latar belakang : Upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian pada bayi dan balita salahsatunya adalah dengan imunisasi. Pada awal kehidupan bayi sangat rentan terkena penyakit, apabila bayi terkena penyakit maka akan menyebabkan gangguan fisik, mental, kecacatan, dan menimbulkan kematian. Imunisasi merupakan upaya promotif dan preventif dalam mencegah penularan penyakit pada bayi dan balita. Tujuan : Mengetahui faktor – faktor yang berhubungan dengan status imunisasi dasar pada bayi Metode: Penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional,. Populasi penelitian seluruh ibu bayi sampai dengan usia anak 2 tahun di Desa Rengasdengklok Selatan. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Pengumpul data primer denganwawancara dan kuesioner, serta data sekunder dengan melihat Kartu Menuju Sehat bayi. Analisa data dengan Uji Chisquare. Hasil : Karakteristik responden 82,5% pendidikan rendah dan 91,3% ibu tidak bekerja. Status imunisasi bayi lengkap sebesar 61,3%, dan 50% ibu memiliki pengetahuan baik tentang imunisasi, sebesar 53,8% ibu mendapatkan dukungan keluarga melakukan imunisasi, 75% tradisi keluarga tidak mendukung imunisasi, ibu memiliki sikap positif terhadap imunisasi sebanyak 52,5 %, terdapat 88,8% ibu bayi yang belum mendapatkan informasi imunisasi, 58,8% ibu memiliki motivasi rendah untuk melakukan imunisasi, 90% peran petugas aktif melaksanakan imunisasi, 92,5% sarana kesehatan telah tersedia untuk melaksanakan imunisasi, serta 87,5% ibu bayi menyatakan jarak layanan kesehatan dekat. Faktor pendidikan, pengetahuan, pekerjaaan, dukungan keluarga, tradisi, siakp, informasi, motivasi, sarana kesehatan, peran petugas kesehatan serta jarak layanan kesehatan tidak berhubungan dengan status imunisasi dasar pada bayi. Simpulan: Tidak ada hubungan faktor determinan dengan status imunisasi dasar pada bayi.
PENGARUH PEMBERIAN LEAFLET RAMUAN TRADISIONAL KESEHATAN KULIT WAJAH TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA JURUSAN KEBIDANAN SEMESTER IV POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA Titik Lestari; Indri Kusuma Dewi; Ana Fitrianingrum
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 6, No 1 (2015): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.952 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v6i1.96

Abstract

ABSTRAK Studi pendahuluan tentang ramuantradisional untuk perawatan kulit wajah yang dilakukan oleh peneliti di JurusanKebidanan Semester IV Poltekkes Kemenkes Surakarta, dari 10 mahasiswadidapatkan sebanyak 7 (70%) mahasiswa masih menggunakan kosmetik bahankimia dan 3 (30%) mahasiswa sudah mulai menggunakan bahan tradisionaluntuk perawatan kulit wajah, maka dibutuhkan adanya leaflet untuk mengenalkankepada mahasiswa supaya mengetahui dan mengaplikasikan cara perawatan kulitwajah dengan ramuan tradisional. Jenis penelitian adalah pre eksperiment. Desain penelitianone group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalahmahasiswa Jurusan Kebidanan Semester IV Poltekkes Kemenkes Surakartasejumlah 112 mahasiswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposivesampling sejumlah 34 responden. Alat pengumpulan data berupa lembarkuesioner tentang ramuan tradisional untuk kesehatan kulit wajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian leaflet tentang ramuan tradisional kesehatan kulitwajah dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa Jurusan Kebidanan SemesterIV Poltekkes Kemenkes Surakarta, dengan adanya perbedaan rata-rata nilai sebelum dan sesudah diberi leaflet. Rata-rata nilai pretest mahasiswasebelum diberikan leaflet 68,50 dan rata-rata nilai posttest sesudah diberi leaflet80,50. Jadi, ada pengaruh yang signifikan pemberian leaflet tentang ramuantradisional untuk kesehatan kulit wajah terhadap peningkatan pengetahuanmahasiswa sebelum dan sesudah diberikan leaflet dengan nilai p hitung = 0,000 (p
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA Ina Kuswanti
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 9, No 1 (2018): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.402 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v9i1.128

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyebab dari tingginya tingkat kematian karena penyakit ini dapat menyerang seluruh tubuh. Pada tahun 2012, sekitar 8,7 juta kematian disebabkan oleh kanker. Kanker payudara termasuk dalam penyebab kematian terbesar di Indonesia.Kematian akibat kanker payudara yang cukup tinggi tersebut dikarenakan terlambatnya masyarakat melakukan deteksi dini kanker payudara, sehingga saat masyarakat menyadari hadirnya penyakit tersebut, penyakit tersebut telah memasuki stadium lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadappengetahuan dan sikap dalam melakukan deteksidini kanker payudara.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen dengan pendekatan praeksperimen dan dengan rancangan one group pretest-posttest. Populasi adalah remaja putri kelas X dengan jumlah 230 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan dilakukan analisis dengan menggunakan uji non parametric wilcoxon test. Hasil penelitian ini antara lain sebelum diberikan penyuluhan, sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang kurang tentang deteksi dini kanker payudara dan memiliki sikap yang negatif dalam melakukan deteksi dini kanker payudara. Setelah dilakukan diberikan penyuluhan, sebagian besar remaja putri memiliki pengetahuan yang cukup tentang deteksi dini kanker payudara dan sikap yang positif dalam melakukan deteksi dini kanker payudara.Ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam melakukan deteksi dini kanker payudara.Setelah dilakukan penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian penyuluhan tentang deteksi dini kanker payudara berpengaruh terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam melakukan deteksi dini kanker payudara. Kata Kunci : Penyuluhan, deteksi dini kanker payudara
HUBUNGAN PENDIDIKAN DENGAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KONTRASEPSI HORMONAL TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) Lilik Hanifah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2016): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.491 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v7i2.31

Abstract

Upaya deteksi dini kanker payudara adalah upaya untuk mendeteksi atau mengidentifikasi secara dini adanya kanker payudara, upaya ini sangat penting sebab apabila kanker payudara dapat dideteksi pada stadium dini dan diobati dengan tepat maka tingkat kesembuhannya cukup tinggi (80 – 90%). Keterlambatan deteksi dini kanker payudara dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang SADARI. Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (over behavior). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan dengan pengetahuan akseptor kontrasepsi hormonal tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Metode Penelitian ini mengguanakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua akseptor kontrasepsi hormonal di BPM Tugi Rahayu Surakarta pada Minggu I – II Bulan Mei 2016 dengan jumlah 50 responden, teknik sampling yang digunakan adalah Accidental Sampling dimana saat penelitian dijumpai responden sebanyak 35 responden. Data diambil menggunakan data primer dan data sekunder. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan korelasi Kendall Tau. Hasil penelitian ini adalah mayoritas pendidikan akseptor kontrasepsi hormonal adalah Pendidikan Menengah sebanyak 16 responden (45,7%) dan pengetahuan akseptor kontrasepsi hormonal tentang SADARI dalam kategori baik yaitu 21 responden (60%). Hasil uji statistik dengan menggunakan Kendall Tau dapat diketahui sig 0,000 < 0,05 dan z hitung 6,33 > z tabel (1,96) berarti terdapat hubungan pendidikan dengan pengetahuan ibu akseptor kontrasepsi hormonal tentang SADARI. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan pendidikan dengan pengetahuan akseptor kontrasepsi hormonal tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Kata Kunci: Pendidikan, Pengetahuan, SADARI
HUBUNGAN POLA MENSTRUASI DAN TINGKAT KONSUMSI ZAT BESI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI Herlinadiyaningsih Herlinadiyaningsih; Rahel Pambuding Susilo
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 1 (2019): Januari
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.494 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v10i1.239

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan permasalahan utama yang dialami oleh remaja, khususnya remaja putri di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Laporan berbagai studi di Indonesia memperlihatkan masih tingginya prevalensi kejadian anemia deisiensi zat besi pada remaja putri yang berkisaran antara 20-50%. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pola menstruasi (lama dan siklus menstruasi) dan tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 4 Palangka Raya. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional (potong lintang). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan jenis purposive sampling. Besar sampel yang digunakan sebanyak 147 remaja putri. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji laboratorium secara point of care testing (POCT), kuesioner pola menstruasi, dan kuesioner Semiquantitative Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hasil : Dari 147 responden terdapat 66 (44,9%) siswi yang mengalami anemia. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value 0,000 ada hubungan antara kejadian anemia dengan lama menstruasi, siklus menstruasi dan tingkat konsumsi zat besi. Simpulan : Ada hubungan antara pola menstruasi (lama dan siklus menstruasi) dan tingkat konsumsi zat besi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 4 Palangka Raya.
HUBUNGAN USIA MENARCHE DENGAN KEJADIAN SINDROM PRAMENSTRUASI DI SMP NEGERI 1 SRAGI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 Nina Zuhana; Suparni Suparni
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 8, No 1 (2017): JANUARI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.998 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v8i1.55

Abstract

Masa remaja awal adalah saat-saat terjadinya kematangan seksual yang sesungguhnya, bersamaan dengan terjadinya perkembangan fisiologis yang berhubungan dengan kematangan kelenjar endokrin. Terjadinya kematangan jasmani bagi wanita biasanya ditandai dengan adanya menstruasi pertama (menarche). Usia menarche juga merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan PMS. Mekanisme antara usia menarche dengan kejadian sindrom premenstruasi sebenarnya masih belum jelas. Namun ada kemungkinan bahwa proses pematangan dari sisi fisiologis dan psikologis yang belum sepenuhnya sempurna pada awal fungsi ovariumlah yang mungkin bertanggung jawab atas hubungan tersebut. Metode Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah semua semua remaja putri di SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan dengan jumlah siswa ada 517 siswi. Cara pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling, yaitu peneliti mengambil secara acak 20% (5 kelas) dari 25 kelas yang ada di SMP N 1 Sragi. Jumlah siswa di 5 kelas tersebut ada 99 remaja putri. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria penelitian yaitu remaja putri usia 12-15 tahun yang sudah mengalami menstruasi ada 94 responden. Data diambil menggunakan data primer dan data sekunder. Alat pengumpulan data berupa kuesioner. Analisa data univariat dan bivariat dengan menggunakan korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini adalah lebih dari separuh responden mengalami menarche pada usia yang normal yaitu usia 12 sampai dengan 13 tahun sebanyak 57 orang (60,6%) dan sebagian besar responden mengalami sindrom pramenstruasi ringan yaitu 67 orang (71,3%). Hasil uji statistik dengan menggunakan spearman rank dapat diketahui sig 0,000 (
EVALUASI PENCATATAN KOHORT BAYI DI WILAYAH KABUPATEN PEKALONGAN Rini Kristiyanti; Pujiati Setyaningsih; Nuniek Nizmah Fajriyah
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 10, No 2 (2019): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.227 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v10i2.282

Abstract

Latar belakang: Keberhasilan upaya pelayanan kesehatan pada bayi dapat diketahui melalui cakupan pelayanan kesehatan bayi, yang didalamnya menggambarkan kinerja bidan dalam memberikan pelayanan kepada bayi. Kohort bayi merupakan salah satu instrumen kesehatan ibu dan anak yang merupakan sumber data tentang bayi di suatu wilayah kerja bidan. Evaluasi pencatatan kohort perlu dilakukan agar dapat mengetahui sejauh mana instrumen tersebut bermanfaat dan untuk menentukan program ke depan berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak. Tujuan: Menggambarkan evaluasi pencatatan kohort bayi di wilayah Kabupaten Pekalongan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh bidan di wilayah kabupaten Pekalongan sejumlah 339 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan purposive sampling didapatkan 6 puskesmas dengan subyek penelitian sejumlah 57 orang. Pada penelitian ini menggunakan checklist yang diisi sesuai dengan hasil kohort bayi masing-masing subyek penelitian. Analisa data menggunakan analisis univariat. Hasil: Item dalam kohort bayi diisi dengan lengkap sebesar 16,7% (No.urut, nama bayi, jenis kelamin, jenis kelamin, alamat, dan kondisi saat lahir), sedangkan item yang lain diisi tidak lengkap. Hasil tidak lengkap paling sering ditemui pada item NIK (93%), kematian (98,2%), masuk balita (75,4%), dan keterangan (82,5%) Simpulan: Sebagian besar (83,3%) item dalam kohort bayi belum diisi dengan lengkap oleh bidan
DEPRESI POSTPARTUM DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN PERAN PADA IBU NIFAS Dewi Susilowati
Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 5, No 2 (2014): JULI
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.259 KB) | DOI: 10.36419/jkebin.v5i2.87

Abstract

Proses penyesuaian menjadi ibu sangat rentan terhadap gangguan emosi terutama selama kehamilan, persalinan dan postpartum. Beberapa penyesuaian dibutuhkan oleh seorang wanita dalam mengahadapi aktivitas dan peran barunya sebagai ibu pada beberapa minggu atau bulan pertama setelah melahirkan, baik dari segi fisik maupun psikis. Sebagian wanita berhasil menyesuaikan diri dengan baik, tetapi ada sebagian lainnya yang tidak berhasil menyesuaikan diri dan mengalami gangguan-gangguan psikologis dengan berbagai gejala atau sindrom. Sistem dukungan yang kuat dan konsisten merupakan faktor utama keberhasilan melakukan penyesuaian bagi ibu. ibu membutuhkan bantuan dalam menyelesaikan tugas-tugas rumah tangganya seperti menyiapkan makanan, mencuci pakaian dan berbelanja, dan juga ibu membutuhkan dorongan, penghargaan dan pernyataan bahwa ia adalah ibu yang baik. Bantuan atau dukungan yang paling efektif didapat dari suami. Suami merupakan social support yang paling utama selain anggota keluarga lain juga petugas kesehatan. Bila pasangan kurang memberikan dukungan saat ibu memasuki masa postpartum, hal ini bisa menjadi pemicu munculnya kejadian depresi postpartum, karena ibu postpartum merasa kurang dicintai dan dihargai. Masa nifas akan menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada organ reproduksi. Begitupun halnya dengan kondisi kejiwaan (psikologis) ibu, juga mengalami perubahan. Salah satu gangguan psikologi tersebut adalah depresi postpartum yang dialami ibu pada hari ketujuh sampai 8 minggu setelah melahirkan, dan dalam kasus yang lebih parah, bisa berlanjut selama setahun (Mansur, 2009:157). Depresi postpartum merupakan salah satu bagian integral dari permasalahan gangguan jiwa yang terjadi pada ibu yang melahirkan.