cover
Contact Name
Asrul Ismail
Contact Email
asrul.ismail@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255912413
Journal Mail Official
jurnal.farmasi@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Kabupaten Gowa Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal farmasi UIN Alauddin Makassar
ISSN : 23559217     EISSN : 27215210     DOI : 10.24252/jfuinam
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Farmasi diterbitkan oleh Jurusan Farmasi UIN Alauddin Makassar. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun dengan tema seputar ilmu kefarmasian, yang mencakup Sains Farmasi, Farmasi Klinik dan Komunitas, serta Manajemen Farmasi.
Articles 220 Documents
UJI EFEK AFRODISIAKA DARI EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) PADA HEWAN COBA MENCIT (Mus musculus) Maulita Indrisari; St. Rahimah; Abd Halim Umar; Ade Putri Allyah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 4 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i4.2250

Abstract

Garlic (Allium sativum) empirically used as a stamina enhancer, potentially as afrodisiaka. The purpose of this study was to determine whether the ethanol extract of the garlic effect as an aphrodisiac in male mice as animals models and used ICC (Introducing, Climbing, and Coitus) as parameters by treated with Garlic extracted Garlic was extracted by maceration with ethanol 70 %. Animal tests were used 15 male mice and 15 famale mice were divided into five treatment groups. Each group consists of 3 males and 3 females. The first group was given with Na.CMC 1 % as a negative control, the second group was given Pasak bumi as a positive control, a group III were given ethanol extract of garlic 150 mg/kgBB, group IV were given ethanol extrac of garlic 200 mg/kgBB and group 5 was given ethanol of the garlic 300 mg/kg BB.As The results showed ethanol extract of the garlic 300 Mg/Kg BB can act as aphrodisiac in experimental animals male mice (Mus musculus).
ANALISIS LOGAM BERAT KADMIUM (Cd) DALAM KERANG YANG BEREDAR DI PASAR TRADISIONAL DI KOTA MAKASSAR Syamsuri Syakri
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 4 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i4.2254

Abstract

Kadmium (Cd) merupakan unsur pencemar lingkungan,.logam kadmium sangat berbahaya jika di konsumsi dalam skala besar. Telah dilakukan Penelitian menggunakan kerang yang beredar dan diperjual belikan di pasar pa’baeng-baeng dan Pasar Katangka telah dilakukan analisis dengan menggunakan  Spektrofotometer  Serapan  Atom (SSA).  Konsentrasi logam kadmium dalam kerang yang berasal dari jalan pasar pa’baeng-baeng dan Pasar katangka masing-masing adalah 0,65 ppm dan 0,30 ppm. Hasil ini belum melampaui baku mutu  berdasarkan  Surat  Keputusan  Direktorat  Jenderal  Pengawasan  Obat  dan  Makanan,  Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 03275/B/SK/1989 sebesar 1 ppm. 
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK KRIM SUSU KUDA SUMBAWA DENGAN EMULGATOR NONIONIK DAN ANIONIK Faridha Yenny Nonci; Nurshalati Tahar; Qoriatul Aini
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 4 No 4 (2016): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v4i4.2256

Abstract

Telah dilakukan formulasi, uji stabilitas fisik, dan aktivitas sediaan krim susu kuda Sumbawa dengan emulgator nonionik (kombinasi tween 60 dan span 60) dan anionik (kombinasi asam stearat dan TEA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan konsentrasi emulgator yang baik terhadap kestabilan fisik krim susu kuda Sumbawa. Uji stabilitas sediaan krim ditentukan berdasarkan pengamatan organoleptik, tipe emulsi, volume kriming, viskositas, tetes terdispersi, daya sebar dan pHpada kondisi sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat pada suhu 5ºC dan 35ºC. uji aktivitas pada krim susu kuda Sumbawa dengan emulgator anionik konsentrasi 2%, 3% dan 4% dan nonionik konsentrasi  2%, 3% dan 4%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula krim susu kuda Sumbawa yang menggunakan emulgator nonionik mengalami pemisahan fase setelah penyimpanan dipercepat. Kondisi penyimpanan dipercepat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap viskositas tiap krim.Emulgator anionik dengan konsentrasi 2%, 3%, dan 4% dapat membentuk krim dengan stabilitas fisik yang baik, dan diamati ketiga konsentrasi diperoleh stabilitas fisik yang baik pada emulgator anionik dengan konsentrasi 4% pada uji stabilitas fisik, organoleptik, pengenceran, dispersi zat warna, volume kriming, daya sebar, dan viskositas.
FORMULASI KRIM ANTI JERAWAT DARI NANOPARTIKEL KITOSAN CANGKANG UDANG WINDU (PENAEUSMONODON) Radhia Riski; Fitriyanti Jumaetri Sami
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 3 No 4 (2015): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v3i4.2261

Abstract

Chitosan has the potential to be used as an antimicrobial agent, as it contains the enzyme lysozyme and aminopolisakarida groups which can inhibit the growth of microbes. Physical modification of chitosan in the form of nanoparticles add value to chitosan as an antimicrobial material. In this research, anti-acne cream was formulated by using nanoparticles chitosan with variations emulsifier  that are Novemer®, Span-Tween, and Viscolam®. The cream  then evaluated for physical stability include kriming volume, the thickness (viscosity), drops dispersed, and phase inversion before and after accelerated storage conditions. Then, test of antibacterial activity against Propionibacterium acne was performed. The results showed that the three creams were physically stable during storage. Formula cream with tween span emulsifier (FII) showed the greatest inhibition against Propionibacterium acne with a diameter of 13.46 mm zone of inhibition. 
UJI PERBANDINGAN SIFAT FISIK OBAT CETIRIZINE GENERIK ANTARA PRODUKSI PABRIK A, B, DAN C Reski Yalatri Wirastuty
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i1.2371

Abstract

Cetirizine adalah antagonis selektif reseptor HI tanpa efek yang berarti terhadap reseptor lainnya.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ada perbedaan sifat fisik obatcetirizine generik antara produksi pabrik A, B, dan C. Jenis penelitian ini adalah eksperimen laboraturium yang merupakan penelitian pada laboratorium yakni untuk mengetahui uji perbandingan sifat fisik obat cetirizine generik antara produksi pabrik A, B, dan C. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu pada uji keseragaman bobot menghasilkan berat rata-rata untuk produk A yaitu 121,9 mg, produk B yaitu 146, mg, dan produk C 185,9 mg. Pada uji kekerasan didapatkan hasil pada produk A yaitu 9 kgf, produk B yaitu 4,1 kgf, produk C yaitu 12,1 kgf. Pada uji kerapuhan ketiga produk mendapatkan hasil yang sama yaitu 0,04 %. Pada diameter dan ketebalan produk A berdiameter 0,7 cm dan ketebalan 0,235 cm, produk B berdiamater 0,7 cm dan ketebalan 0,305 cm, produk C berdiameter 0,8 cm dan ketebalan 0,305 cm. Selanjutnya pada uji waktu hancur ketiga produk ini tidak melebihi dari waktu 15 menit. Maka dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa uji keseragaman bobot, kerapuhan, diameter/ketebalan dan waktu hancur memenuhi syarat penyimpangan tablet. Pada uji kekerasan, hanya tablet B yang memenuhi syarat tablet, namun produk A dan produk C tidak memenuhi syarat karena menghasilkan kekerasan tablet 9 kgf dan 12 kgf.
ANALISIS KANDUNGAN RHODAMIN B SEBAGAI PEWARNA PADA SEDIAAN LIPSTIK IMPOR YANG BEREDAR DI KOTA MAKASSAR Syamsuri Syakri
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i1.2375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kuantitas rhodamin dalam lipstik impor yang beredar di Kota Makassar. Telah dilakukan penelitian Pemeriksaan Rhodamin B pada Lipstik yang diperjualbelikan di Kota Makassar, yang dilaksanakan di Laboratorium Fitokimia Universitas Muslim Indonesia, analisa dilakukan dengan menggunakan eksperimen laboratorium dengan Kromatografi Lapis Tipis. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2015. Secara umum tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pewarna sintetik yang terdapat dalam lipstik  yang  diperjual  belikan  dipasar  Sentral Makasar. .Dari  hasil  penelitian  terhadap  enam sampel lipstik impor, didapat satu sampel lipstik positif Rhodamin B dengan ciri-ciri yang sama dengan  Standar  baku  Rhodamin  B  yang  digunakan,  yaitu  dilihat  tanpa  menggunakan penampak   bercak,   sampel   tersebut   berwarna   merah,   dan   kemudian   dilihat   Dengan menggunakan  UV  254,  bercak  nampak  berfluoresensi  kuning,  serta  dengan  harga  Rf 0,65.Lipstik dikatakan layak untuk digunakan jika tidak mengandung Rhodamin B, seperti yang    tertulis    dalam    Peraturan    Menteri    Kesehatan    Republik    Indonesia    Nomor 239/Men.Kes/Per/V/1985. Disarankan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan membeli lipstik, karena ada kemungkinan zat pewarna yang digunakan adalah pewarna yang tidak diizinkan.
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN JARAK PAGAR (Jatropha curcas .Linn) TERHADAP JAMUR PENYEBAB KUTU AIR Surya Ningsi; Rezky Nurul Fadhilah
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i1.2791

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antimikroba ekstrak daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) terhadap jamur penyebab kutu air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba ekstrak daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) yang dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab kutu air. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) dengan menggunakan pelarut n-heksan dan Etanol 70%. Penelitian pendahuluan dilakukan dengan uji skrining menggunakan mikroba  uji terhadap ekstrak n-heksan dan etanol 70% daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn), dengan menggunakan konsentrasi 6%, 8%, 10%, dan 12% (v/v) serta kontrol positif (Ketokonazol) dan kontrol negatif (Air suling steril ). Hasil skrining aktivitas antimikroba menunjukkan bahwa ekstrak n-Heksan daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) tidak dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab kutu air sedangkan ekstrak etanol 70% daun Jarak Pagar (Jatropha curcas .Linn) dapat menghambat pertumbuhan jamur penyebab kutu air. Pengujian lanjutan yaitu uji daya hambat dengan metode difusi agar terhadap jamur penyebab kutu air yang menghambat pada hasil skrining yaitu ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 12%.  Hasil uji ini menunjukkan bahwa diameter zona hambatan terbesar terhadap Probandus I, probandus II, dan Probandus III berturut-turut adalah 1,21 mm; 1,35mm; dan 1,20 mm sedangkan dengan konsentrasi optimum 6 %. Hasil uji ini menunjukkan bahwa diameter zona hambatan terkecil terhadap Probandus I, probandus II, dan Probandus III berturut-turut adalah 0,77 mm; 0,74 mm; dan 0,50 mm
KADAR KOLESTEROL MENCIT (MUS MUSCULUS) SETELAH PEMBERIAN KEPITING CANGKANG LUNAK (SCYLLA OLIVACEAE) Muhammad Rusdi; Hasnaeni Hasnaeni; Yushinta Fujaya
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3268

Abstract

Kepiting cangkang lunak dikonsumsi bersama kulitnya yang mengandung kitosan.  Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh pemberian kepiting cangkang lunak (scylla olivaceae) terhadap kadar kolesterol total mencit (Mus musculus). Penelitian ini terdiri atas empat perlakuan, yakni: I pemberian kulit kepiting cangkang lunak, II pemberian kepiting cangkang lunak utuh, III pemberian daging kepiting cangkang lunak dan IV pemberian daging kepiting cangkang keras. Dosis perlakuan adalah 1.67 mg/g berat diberikan selama tiga hari.   Kadar kolesterol diukur dari sampel darah menggunakan alat serial meter. Data hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mencit dari kelompok I mengalami  penurunan kolesterol total sebesar 8,019 %, kelompok II,III,IV masing-masing mengalami peningkatan kadar kolesterol total sebesar 5,027 %, 7,723 %, dan 32,608 %. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kulit kepiting cangkang lunak dapat menurunkan kolesterol dan bila dimakan bersama dagingnya akan meningkatkan kadar kolesterol jauh lebih rendah dibandingkan bila memakan daging dari kepiting berkulit keras. Disarankan memakan kepiting dengan cangkangnya untuk mengurangi kadar kolesterol
UJI TOKSISITAS FRAKSI EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN KAPULAGA (Amomum Compactum Soland) TEHADAP LARVA UDANG (Artemia salina LEACH) DENGAN MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST (BSLT) Faridha Yenny Nonci; Nurshalati Tahar; Mulyanti Mulyanti
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3293

Abstract

A researched has been done about Toxicity Test Fraction of Ethyl Acetat Extract Kapulaga leaves (Amomum Compactum Soland) against larvae of Artemia Salina Leach by Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Method. This research aimed do determine the effect of the toxicity of extractsand fractions result of Kapulaga leaves (Amomum Compactum Soland) by Brine Shrimp Lethality Test Method against larvae of Artemia salina Leach. The research begins with the selection of the sample, the sample drying and extraction by maceration using solvent ethanol 96%. Extract concentrated by rotary evaporator. The extract obtained further partitioned in advance using the ethyl solvent and later obtained ethyl soluble extract and ethyl insoluble extracts. Then extract the ethanol, soluble ethyl extract and insoluble ethyl extract toxicity first tested with the method of Brine Shrimp Lethality Test. The results showed extracts have high levels of toxic substances against larvae of Artemia salina Leach with LC50 values of 93,32 μg/ml. Sample were fractionated on a column of liquid chromatography in vacuo to give five fractions, namely the combined fractions A, B, C, D and E. Each fraction was tested for toxicity and fraction D has achieved results that have high toxic levels the other fraction compared with LC50 values of 74,13 μg / ml. Part of the identification results showed the presence of steroids, flavonoids and compounds of the class of phenol.
UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA HASIL FRAKSI EKSTRAK RIMPANG JERINGAU (Acorus Calamus L.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN Mukhriani Mukhriani; Andi Armisman Edy Paturusi; Ayu Setiawati Irwan
Jurnal Farmasi UIN Alauddin Makassar Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurfar.v5i2.3294

Abstract

Telah dilakukan penelitian Uji Aktivitas Antimikroba Hasil Fraksinasi Ekstrak Rimpang Jeringau (Acorus calamus L.) Terhadap Bakteri Patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui komponen kimia dan aktivitas antimikroba dari ekstrak teraktif rimpang jeringau terhadap bakteri Escherchia coli, Pseudomonas aeroginosa, Salmonella thypi, Vibrio colera, Bacillus subtilis, Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, dan jamur Candida albicans. Ekstrak Rimpang Jeringau diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan etanol 96%. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak etil asetat memberikan efek teraktif dan selanjutnya  fraksinasi dan menghasilkan 5 fraksi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Fraksi C ekstrak etil asetat memberikan hambatan yang baik pada konsentrasi 1000 ppm dengan luas zona hambat 0,74 cm untuk Escherchia coli, 0,76 cm untuk Bacillus subtilis, 0,86 cm untuk Streptococcus mutans, 0,79 untuk Salmonella thyposa, 0,77 cm untuk Staphylococcus epidermidis, 0,80 cm untuk Staphylococcus aureus, 0,74 cm untuk  Vibrio colera, 0,70 cm untuk Pseudomonas aeroginosa. Setelah diidentifikasi komponen kimia menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat rimpang jeringau mengandung senyawa flavonoid, fenolik, dan alkaloid .