cover
Contact Name
Anis Hidayatul Imtihanah
Contact Email
jurnalelwasathiya@gmail.com
Phone
+682136673531
Journal Mail Official
jurnalelwasathiya@gmail.com
Editorial Address
STAINU MADIUN JL. JEND. SUDIRMAN, NO. 08 MADIUN
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama
ISSN : 23389648     EISSN : 2527631X     DOI : -
El-Wasathiya: Journal of Religious Studies is a scientific journal which contains articles and working papers that discuss about religious studies in a portrait of the contemporary problems of the Ummah. The El-Wasathiya Journal was published by the Research and Community Service Center (P3M) of the Nahdlatul Ulama Islamic High School (STAINU) Madiun. The El-Wasathiya Journal is published once a semester or two editions in one year.
Articles 181 Documents
EKONOMI ISLAM PERSPEKTIF ABU YUSUF Muh. Maksum
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1705.103 KB)

Abstract

Kecenderungan kajian ekonomi Islam belakangan ini masih terjebak pada kajian yang bersifat normatif. Kajian tersebut masih berkisar pada penjelasan filosofis maupun normatifitas satu kegiatan ekonomi. Oleh karenanya menarik untuk dibicarakan satu tokoh ekonomi yang brilian di masanya, yaitu Abu Yusuf, yang terkenal dengan kitab Kharaj-nya (Manual on Land Tax). Beliau hidup masa Khalifah Harun al-Rasyid. Tulisan ini bertujuan untuk  untuk menemukan kembali jejak-jejak pemikiran munculnya konsep ekonomi Islam secara teoritis dalam bentuk rumusan yang mampu diaplikasikan sebagai pedoman tindakan yang berujung pada rambu halal-haram atau berprinsip syariat Islam. Pembahasan ini akan diawali dengan biografi Abu Yusuf, pemikiran ekonomi Abu Yusuf mengenai negara dan aktifitas ekonomi, teori perpajakan, mekanisme pasar dan diakhiri dengan kesimpulan sebagai kontekstualisasi pemikirannya pada zaman sekarang. Kata Kunci: Ekonomi Islam, Abu Yusuf
METODE IQRA' K.H. AS‘AD HUMAM PERSPEKTIF BEHAVIORISTIK Kuswoyo Kuswoyo Kuswoyo
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1943.728 KB)

Abstract

Buku Iqra’ merupakan buku yang diperuntukkan bagi anak-anak guna mencapai kemahiran membaca al-Qur’an. Dengan mempelajari buku tersebut diharapkan anak-anak dapat membaca al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai kaidah ilmu tajwid, baik dari segi makharij al-hurūf, mad, idgam, maupun hukum-hukum yang lainnya. Dalam kaitannya dengan belajar, ada beberapa teori yang sangat berpengaruh di dalamnya. Diantara teori yang sangat populer dan berpengaruh adalah teori behavioristik. Teori yang popular dengan istilah teori S-R (Stimulus-Respon) ini mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam dunia pendidikan. Bahkan apabila kita amati dalam proses pembelajaran pada kitab Iqra’, teori ini mempunyai pengaruh yang kuat didalamnya, bahkan secara lebih ekstrim bisa dikatakan bahwa teori behavioristik mendominasi pada metode pembelajaran kitab Iqra’tersebut. Secara lebih jelas, akan dibahas teori behavioristik, karakteristik, metode Iqra’, dan kecondongan pada teori behavioristik. Kata Kunci: Behavioristik, Al-Qur’an, Iqra’, Metode.
PEMIKIRAN ASY-SYATIBI TENTANG MAQASHID SYARI’AH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP TEORI PERILAKU EKONOMI MODERN Ririn Tri Puspita Ningrum
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1731.998 KB)

Abstract

Tulisan ini hendak mengkaji pemikiran Asy-Syatibi yang berkaitan dengan teori ekonomi baik pada aspek produk, konsumsi dan distribusi. Argumen dasar yang dikembangkan dalam tulisan ini adalah bahwa konsep maqashid syari’ah yang dikemukakan oleh Asy-Syatibi patutnya menjadi acuan dalam setiap proses analisis terkait perilaku ekonomi (produksi, konsumsi dan distribusi), sehingga sistem dan ilmu yang kini tengah diformulasiakan dapat memberi kemaslahatan dan mampu menjadi solusi terhadap komplek ekonomi kekinian yang kian akut. Maqashid Syari’ah dalam dataran idealnya juga harus berimplikasi pada perilaku ekonomi individu muslim, baik dalam posisinya sebagai konsumen maupun produsen. Kesemua aktivitas ekonomi tersebut harus menuju kepada kemaslahatan sehingga dapat memelihara maqashid syari’ah. Kebutuhan dasar (al-kuliyyah al-khamsah) pada dasarnya masih dapat diekstensifikasikan dengan mengusulkan nilai-nilai yang dapat dimasukkan dalam maqashid syari’ah, seperti egalitarianism, toleransi, hak asasi manusia, perdamaian, keadilan dan sebagainya. Selanjutnya juga harus diklasifikasikan tingkatan masing-masing nilai tersebut, apakah dalam kategori dharuriyah, hajjiyah ataukah tahsiniyah. Nilai-nilai yang terkandung dalam maqashid syari’ah mungkin semuanya adalah dharuriyah, namun operasionalisasi perilaku ekonomi (baik pada apek produksi, konsumsi dan distribusi), nilai-nilai tersebut perlu diberikan skala prioritas sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Kata Kunci: Asy-Syatibi, Maqashid Sayri’ah, Perilaku Ekonomi Modern.
ZAKAT NABI-NABI TERDAHULU DALAM AL-QUR’AN (Telaah Historis Syari’at Zakat) Ade Nurdiyanto
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.293 KB)

Abstract

Islam sebagai rahmat bagi alam semesta, datang tidak hanya sebuah agama ritual saja, tetapi juga memperhatikan dinamisasi sosial demi keberlangsungan hidup manusia di muka bumi ini. Salah satu contohnya adalah zakat. Perlu untuk ditegaskan bahwa bukan hanya agama Islam saja yang terdapat di dalamnya syari’at zakat, tetapi nabi-nabi yang diutus kepada umat-umat yang terdahulu ternyata juga diperintahkan oleh Allah untuk menyerukan kepada umat mereka guna membayar zakat. Seperti yang dikisahkan di dalam ayat-ayat al-Qur’an. Maka hal ini akan menjadi sangat menarik karena mengidentifikasikan bahwasannya terdapat benang merah antara syariat nabi-nabi terdahulu dengan nabi akhir zaman yaitu nabi Muhammad saw. Kata Kunci: Zakat, Syari’at, Al-Qur’an
PENGARUH TRADISI ARAB PRA-ISLAM TERHADAP PERKEMBANGAN HUKUM ISLAM; SEBUAH KAJIAN ANTROPOSENTRIS Anis Hidayatul Imtihanah
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1434.072 KB)

Abstract

Hukum Islam yang ada saat ini merupakan produk dari sebuah proses panjang, karena dalam perkembangannya, hukum Islam akan senantiasa mengalami perubahan- perubahan baru. Hal ini disebabkan karena kondisi sosio-historis yang melatarbelakangi perkembangan hukum Islam tersebut berbeda pada setiap masanya. Berdasarkan fakta sejarah, perkembangan hukum Islam terbagi menjadi tiga periode. Periode pertama yang disebut dengan era awal pembentukan (formative era) hukum Islam; periode kedua yang ditandai dengan muncul dan berkembangnya empat aliran imam madzhab yaitu Maliki, Hanafi, Syafi’i, dan Hanbali; kemudian periode ketiga yang juga disebut dengan era modern perkembangan hukum Islam dan masih terus berkembang hingga saat ini. Dengan pendekatan empiris-historis/insaniyyah-antroposentris menunjukkan bahwa tradisi Arab pra-Islam banyak memberi pengaruh terhadap perkembangan hukum Islam. Hal ini tampak pada kebiasaan serta adat masyarakat Arab pra Islam yang diadopsi menjadi hukum Islam, seperti dalam konsep hukum keluarga, seperti perkawinan (poligami), perceraian (talak), waris (ashabah, kalalah).  Kata Kunci: Tradisi Arab pra-Islam, Hukum Islam
ILMU TAFSIR DALAM MEMAHAMI KANDUNGAN AL-QUR’AN Muh. Maksum
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1338.89 KB)

Abstract

Al-Quran diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril dalam bahasa Arab dengan segala macam kekayaan bahasanya. Di dalamnya terdapat penjelasan mengenai dasar-dasar aqidah, kaidah-kaidah syariat, asas-asas perilaku dan beramal. Namun, Allah swt tidak menjamin perincian-perincian dalam masalah-masalah itu, sehingga banyak lafadz al-Quran yang membutuhkan tafsir, apalagi sering digunakan susunan kalimat yang singkat namun luas pengertiannya. Dalam lafadz yang sedikit saja dapat terhimpun sekian banyak makna. Untuk itulah, diperlukan sebuah ilmu untuk menguak makna al-Quran yang dikenal dengan tafsir. Tafsir al-Quran adalah ilmu pengetahuan untuk memahami dan menafsirkan yang bersangkutan dengan al-Quran dan isinya. Ia menjelaskan arti dan kandungan al-Quran, khususnya menyangkut ayat-ayat yang tidak dipahami dan samar artinya. Dalam menafsirkan al-Quran tidak cukup hanya paham bahasa arab tetapi juga berbagai macam ilmu pengetahuan yang menyangkut al-Quran dan isinya. Ada dua bentuk penafsiran al-Quran, yaitu: tafsir  bil ma’tsur dan tafsir birra’yi, dengan empat metode, yaitu: ijmali, tahlili, muqarin dan maudhu’i. Sejarah tafsir al-Quran sudah ada sejak masa Rasulullah SAW. Pada saat Rasulullah masih hidup ketika ada perbedaan tentang makna ayat al-Quran langsung ditanyakan kepada beliau. Secara garis besar ada tiga sumber utama yang dirujuk sahabat dalam menafsirkan al-Quran, yaitu al-Quran itu sendiri, Rasulullah dan ijtihad. Perkembangan pesat mengenai tafsir al-Quran yaitu ketika awal Dinasti Abbasiyah, karena pada saat itu banyak pembukuan terhadap kitab-kitab tafsir. Kata Kunci: Al-Quran, Tafsir dan Ijtihad. 
HAKIKAT PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN BARAT Arif Shaifudin
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2466.58 KB)

Abstract

Seluruh umat manusia di berbagai belahan dunia meyakini bahwa pendidikan adalah cara terbaik dalam rangka mencetak generasi bangsa yang unggul dalam berbagai bidang. Dengan pendidikan nilai luhur budaya bangsa akan dapat diwariskan bagi para generasinya. Namun, dalam memilih model pendidikan, suatu bangsa harus memperhatikan budaya yang telah melekat menjadi karakter bangsa tersebut. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam memiliki budaya ke-Timur-an yang tertuang dalam sistem pendidikan Islam yang tentunya berbeda dengan pendidikan Barat dengan corak sekulernya. Pendidikan Islam dengan orientasi dunia-akhirat; dimensi teosentris (ketuhanan), antroposentris (kemanusiaan), dan kosmosentris (kealaman) harus kembali diberikan peran yang besar dalam melahirkan individu-individu yang cakap secara utuh di negara ini. Sementara pendidikan Barat hanya berorientasi pada antroposentris atau antroposentris-kosmosentris saja. Wajar jika produk dari pendidikannya adalah individu-individu yang mapan secara duniawi, namun tidak diimbangi dengan kemapanan aspek moral-spiritual yang merupakan ciri khas pendidikan Islam.  Kata Kunci: Pendidikan Islam, Pendidikan Barat
BASA WALIKAN “SLANG JAWA” Nur Fadly Hermawan
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2121.017 KB)

Abstract

Masyarakat pada saat ini sering berkomunikasi dengan menggunakan bahasa gaul. Bahasa gaul sebenarnya bukanlah bahasa yang dilarang penggunaannya. Jika dikategorikan, salah satu varian bahasa gaul dapat dikategorikan sebagai bahasa slang yang menambah khazanah kekayaan bahasa di Indonesia. Adalah Basa Walikan, yang merupakan salah satu ragam bahasa slang yang dipakai oleh remaja di daerah Jawa khususnya Yogyakarta dan Malang. Bahasa ini merupakan bukti kreativitas remaja yang menginginkan adanya perubahan bahasa yang lebih baru dan segar dengan tujuan untuk mengintimkan percakapan dan menghindari kebosanan. Adapun rumus baku dari basa walikan ini, antara Yogyakarta dan Malang berbeda, yang menonjol karena memang persamaannya hanya terletak pada nama. Basa walikan gaya Jogja merupakan basa walikan yang dirumuskan dari aksara Jawa yang dibolak-balik yaitu baris pertama (ha na ca ra ka) diganti baris ketiga (pa dha ja ya nya), baris kedua (da ta sa wa la) diganti baris keempat (ma ga ba tha nga) dan begitu pula sebaliknya. Sedangkan basa Walikan Malang hanya bentuk kata yang dibalik pengucapannya saja, meskipun ada beberapa kriteria khusus dalam membalikan model atau bentuk katanya. Kata Kunci: Basa Walikan, Slang, Variasi Bahasa
PENGGUNAAN VARIASI BAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Jepri Nugrawiyati
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 2 No. 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2280.258 KB)

Abstract

Variasi bahasa adalah keberagaman bahasa yang digunakan oleh penutur yang beragam dan dalam situasi yang beragam pula. Variasi bahasa disebabkan oleh interferensi, integrasi, alih kode campur kode dan bahasa gaul. Variasi bahasa dari segi penggunaannya adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi dan bidang tertentu. Tujuan dari mempelajari variasi bahasa Arab ini adalah untuk mengetahui makna yang tepat dan penggunaan bahasa Arab yang benar sesuai dengan konteks nya. Selain itu juga agar terhindar dari kesalahpahaman dalam berkomunikasi dengan lawan bicara yang beragam latar belakang sosial maupun pendidikannya. Variasi bahasa disebabkan oleh adanya kegiatan interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat atau kelompok yang sangat beragam dan dikarenakan oleh para penuturnya yang tidak homogen. Kata Kunci: Variasi Bahasa, Media Pembelajaran Bahasa Arab.
MUAMALAH MUSLIM DENGAN NON MUSLIM DALAM AL-QUR’AN Ade Nurdiyanto
El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.546 KB)

Abstract

Keragaman Indonesia yang terbingkai indah dalam wujud Bhinneka Tunggal Ika, akhir-akhir ini terusik dengan terjadinya peristiwa bentrokan fisik atas nama agama, sehingga persatuan bangsa patut dipertanyakan kembali. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ada gejala yang sudah menggurita dan melunturkan sendi-sendi kehidupan antar umat beragama di wilayah Indonesia. Bisa jadi itu semua disebabkan oleh ketidakdewasaan sebagian orang dalam menyikapai realitas perbedaan di Indonesia, baik perbedaan keyakinan maupun pendapat. Padahal, perbedaan adalah bagian dari realitas kehidupan umat manusia yang tidak dapat dihindari oleh seseorang atau masyarakat manapun, lebih-lebih dalam era globalisasi saat ini. Sehingga diperlukan suatu upaya untuk memperbaiki keadaan di atas sebagai solusi untuk menjaga harmonisasi kehidupan antar umat beragama. Kata Kunci: Muamalah, Muslim, non-Muslim.

Page 2 of 19 | Total Record : 181