cover
Contact Name
Nurul Frasiska, M.Si.
Contact Email
jec@unper.ac.id
Phone
+6281322958700
Journal Mail Official
nurulfrasiska@unper.ac.id
Editorial Address
Jalan Pembela Tanah Air (PETA) No. 177 Kota Tasikmalaya, Kode Pos 46115 Telepon (0265) 326058, laman: http://www.unper.ac.id
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Empowerment Community
ISSN : 26864444     EISSN : 26864436     DOI : 10.36423
a) Pelayanan pada masyarakat, b) Ketahanan Pangan Lokal; c) Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain; d) Pemberdayaan Masyarakat; e) Layanan Komunitas Mahasiswa; f) Wilayah Perbatasan dan Wilayah Kurang Dikembangkan; g) Pengembangan wilayah terpadu h) Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan i) Pengembangan UMKM j) Iptek bagi masyarakat (IbM), k) Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa, l) Pengembangan hasil penelitian yang diterapkan ke masyarakat
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 118 Documents
PENERAPAN ALAT PEMBELAH BUAH PINANG MANUAL YANG ERGONOMIS DI DESA KAYU RAJA-KABUPATEN INHIL-RIAU Anwardi Anwar Anwardi
Journal of Empowerment Community Vol. 1 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.807 KB) | DOI: 10.36423/jec.v1i2.248

Abstract

Untuk dapat menjual buah pinang kepada pengumpul, salah satu proses pengolahan yang harus dilalui adalah proses pembelahan. Proses pembelahan dilakukan dengan menggunakan alat pembelah. Jenis alat pembelah yang digunakan saat ini belum memenuhi kriteria ergonomi yang menyebabkan pekerja merasakan keluhan kelelahan dan keluhan muskuloskeletal setalah melakukan aktivitas pembelahan buah pinang. Kemudian pekerja juga sering mengalami kecelakaan kerja berupa luka pada tangan. Untuk itu dilakukan rancangan ulang alat pembelah pinang yang dapat  meminimalisir tingkat kecelakaan kerja, menurunkan keluhan kelelahan dan muskuloskeletal serta meningkatkan produktivitas kerja melalui pendekatan ergonomi. Hasil rancangan memilki dimensi tinggi tempat duduk 37 cm, lebar 54 cm, diameter pegangan pisau 2 cm, panjang pegangan  peniumbuk  21 cm, tinggi penumbuk 35 cm. Sementara teknik kerja pisau pembelah dalam keadaan diam.  implementasi menunjukkan bahwa terjadi penurunan keluhan kelelahan sebesar 24,12%, keluhan muskuloskeletal 15,83% dan terjadi peningkatan produktivitas sebesar 12,76%.
BIMBINGAN KONSELING KLINIS PADA SISWA SMA DI KOTA BEKASI Sara Sahrazad; Maria Cleopatra
Journal of Empowerment Community Vol. 1 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1155.824 KB) | DOI: 10.36423/jec.v1i2.315

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan bimbingan konseling pada siswa yang mengalam kendala belajar dan beberapa permasalahan yang dijumpai dalam keluarga. Metode yang akan dilakukan dalam Kegiatan ini adalah melalui beberapa tahap. Tahap pertama tatap muka, dan demonstrasi. Tahap selanjutnya para peserta diberikan bimbingan belajar dan cara mengatasi masalah yang timbul di kelas dan dirumah. Kegiatan diikuti oleh 37 siswa dari 2 SMA. Hasil kegiatan ini para siswa  menjadi lebih nyaman dalam menyampaikan informasi kendala dan hamatan belajar,Guru merasa terbantu, dengan adanya penerapan metode yang dapat meningkatkan hasil belajar disekolah,,bimbingan yang baik dapat memotivasi siswa untuk mengatasi masalah belajar dan para guru dapat memperbaiki pembelajaran dan meningkatkan kompetensi mereka dengan metode yang baik.Kata Kunci : Bimbingan , Klinis, Siswa SMA                                                                 AbstractThis community service activity aims to provide counseling guidance to students who experience learning constraints and some problems encountered in the family. The method that will be carried out in this activity is through several stages. The first stage is face to face, and demonstration. The next stage the participants were given tutoring and how to overcome problems that arise in the classroom and at home. The activity was attended by 37 students from 2 high schools. The results of this activity students become more comfortable in conveying information about obstacles and learning constraints, the teacher feels helped, by the application of methods that can improve learning outcomes at school ,, good guidance can motivate students to overcome learning problems and teachers can improve learning and improve their competency with good methods.Keywords: Guidance, Clinical, High School Students 
PENERAPAN KEAMANAN PANGAN ASAL TERNAK DAN PEMANFAATAN HERBAL SEBAGAI GREEN ANTIBIOTIC DI DESA GURANTENG, KECAMATAN PAGERAGEUNG KABUPATEN TASIKMALAYA Frasiska, Nurul; Wijayanti, Dwi
Journal of Empowerment Community Vol 1, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Perjuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18.094 KB) | DOI: 10.36423/jec.v1i1.244

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan yang muncul di tingkat peternak rakyat dan memberikan alternatif serta edukasi tentang produk pangan asal ternak yang aman. Permasalahan yang dialami peternak sapi perah di Desa Guranteng Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya adalah banyaknya susu yang ditolak ditingkat koperasi karena susu tidak lolos uji Antibiotik. Hal ini disebabkan pengetahuan peternak terhadap residu obat akibat pengobatan penyakit mastitis masih sangat rendah.  Untuk membantu mengatasi hal tersebut, maka telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Desa Guranteng dengan mengedukasi para peternak tentang keamanan pangan asal ternak yang bebas dari residu obat-obatan serta memanfaatkan antibiotik alami (Green Antibiotic) sebagai terapi pencegahan penyakit sehingga meminimalisir penggunaan obat kimia yang meninggalkan residu pada produk ternak. Metode yang digunakan adalah penyuluhan edukatif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan peningkatan pemahaman  peternak sapi perah di desa Guranteng dan tumbuhnya kesadaran akan pentingnya memperhatikan keamanan pangan produk ternak.  Selain itu, hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa peternak juga menerapkan tatalaksana pemeliharaan yang lebih baik dengan penerapan dalam penggunaan Green Antibiotic sebagai pencegahan penyakit.
PENDAMPINGAN ANAK USIA DINI BERBASIS PETENAKAN ITIK MAGELANG DI DESA NGADIROJO, KECAMATAN SECANG, KABUPATEN MAGELANG Ayu Rahayu
Journal of Empowerment Community Vol. 1 No. 2 (2019): September 2019
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1144.931 KB) | DOI: 10.36423/jec.v1i2.216

Abstract

Pengabdian “Pendampingan Anak Usia Dini Berbasis Peternakan Itik Magelang di Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang” merupakan salah satu program pengabdian rutin dosen Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Tidar Magelang yaitu Ayu Rahayu, S.Pt., M.Sc. Pengabdian ini dilakukan kepada masyarakat di Desa Ngadirojo, Secang, Magelang yang dibantu oleh  satu dosen Agroteknologi, tiga dosen Peternakan, dan 10 orang mahasiswa. Pengabdian ini ditujukan kepada anak-anak Madrasah Ibtidaiyah Arrosyidin kelas 4, 5 dan 6. Hal ini dimaksudkan untuk mengenalkan jenis jenis itik di Indonesia yang banyak dipelihara oleh para peternak sejak dini. Karena sebagian masyarakat hanya mengetahui beberapa jenis itik selain itik Magelang. Untuk memudahkan pengenalan jenis-jenis itik terhadap anak-anak. Diapliasikan melalui permainan yaitu monopoly. Banyak yang beranggapan kalau permainan monopoly terdapat unsur uang. Namun permainan ini sangat berbeda dari permainan yang biasanya. Tidak terdapat unsur uang karena bertujuan untuk pendidikan. Permainan monopoly itik mengandalakan kekompakan tim. Sebelum permainan dimulai, untuk memudahkan pemahaman anak-anak terhadap ciri-ciri dan karakter setiap itik diberikan penjelasan terlebih dahulu melalui sosialisasi, sehingga lebih memudahkan dalam permainan yang akan dilakukan. Selain itu, Dr. Sri Hidayati (dosen Agroteknologi) juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya gemar makan daging untuk menambah wawasan anak dan guru di MI Arrosyidin. Kata kunci: Desa Ngadirojo, Itik Magelang, Pengembangan Peternakan
PELATIHAN MENYUSUN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU SEKOLAH DASAR GUGUS II KECAMATAN SINGAPARNA Riga Zahara Nurani; Winarti Dwi Febriani; Agus Ahmad Wakih
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.546 KB) | DOI: 10.36423/jec.v2i1.350

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya guru yang belum mampu menyusun Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Kegiatan ini memberikan pelatihan kepada guru Sekolah Dasar di Gugus II Kecamatan Singaparna. Berdasarkan observasi lapangan yang telah dilakukan oleh tim pelaksana, masih banyak guru sekolah dasar yang kebingungan dalam menyusun PTK. Pada kegiatan ini, tim pelaksana memberikan pelatihan kepada guru SD Gugus II Kecamatan Singaparna dalam menyusun PTK yang baik dan benar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak 1 kali pertemuan dengan total peserta 20 orang guru yang berasal dari 10 sekolah. Pada kegiatan ini peserta diberikan materi oleh narasumber dalam 2 sesi. Pada sesi pertama, peserta diberi materi tentang teori PTK, langkah-langkah menyusun PTK, dan manfaat dari PTK. Pada sesi kedua, peserta diberi materi tentang cara merumuskan masalah dan rencana solusi dari masalah yang ditemukan. Dengan adanya kegiatan ini, peserta lebih memahami tentang cara penyusunan PTK yang baik dan benar dari mulai merumuskan tujuan, merencanakan solusi, dan langkah-langkah pelaksanaan PTK.
ADOPSI TEKNOLOGI VERTIKULTUR SKALA RUMAH TANGGA PADA BEBERAPA JENIS SAYURAN DI DESA PARAKANNYASAG, TASIKMALAYA Selvy Isnaeni; Roza Yunita
Journal of Empowerment Community Vol. 1 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.729 KB) | DOI: 10.36423/jec.v1i1.179

Abstract

Budidaya tanaman hortikultura merupakan sektor yang cukup banyak dalam bidang pertanian. Desa parakannyasag memiliki kelompok wanita tani (kwt) yang bernama KWT Zahra, dan berkonsetrasi dalam bidang budidaya cabai dan beberapa jenis sayuran, seperti seledri, selada dan beberapa lainnya. Kelompok wanita tani Zahra ini memiliki potensi untuk maju dalam bidang budiayanya, namun keterbatasan lahan kwt dan keterbatasan pemasarannya menjadi kendala dalam proses budidaya dan produksi komoditinya, sehingga perlu diberikan sedikit arahan dari stakeholder perguruan tinggi untuk dapat mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, melalui penerapan teknologi tepat guna. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini diantaranya adalah transfer teknologi, pelatihan, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini para peserta pengabdian melakukan budidaya secara vertikultur dan mengaplikasikannya di rumah masing-masing dan mengevaluasi tanggapan para anggota terhadap ketertarikan budidaya vertikultur. 
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI Yadi heryadi; Betty Rofatin
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.354

Abstract

The problem of poverty alleviation of the population is remains a big homework for the Tasikmalaya District Government with 189,350 poor population in 2017 or around 10.84% of the total population of 1,806,775 people. Poverty requires real empowerment. In rural areas empowerment can be done at the Farmers Women's Group (KWT) which is a forum for women to take part in advancing the agricultural sector. KWT Sri Rahayu is a group that has long been a producer of salak fruit processing, but its business has not developed well because of various things including monotonous products, packaging and brands that are still simple so that marketing access is limited. Methods for agreed upon solutions include counseling, product diversification, packaging / brand handling training and assistance so that the products become a product that can be proud of and can increase the income and welfare of farmers' households in the region. The results of activities have been able to increase competitiveness, value added products and alternative processed Salak products and improvement of community values. The conclusion is that the problems faced by KWT Sri Rahayu can be overcome well, although not yet optimal.  
PENGENDALIAN HAMA HORTIKULTURA DI PERTANAMAN KELOMPOK MAWAR BODAS KOTA TASIKMALAYA Efrin Firmansyah; Siti Nurhidayah
Journal of Empowerment Community Vol. 3 No. 1 (2021): MARET 2021
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v3i1.393

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan padakelompok wanita tani Mawar Bodas Kota Tasikmalaya dalam hal perlindungantanaman. Kegiatan dilaksanakan melalui dua metode kegiatan yaitu penyuluhan danpelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini diantaranya adalah kelompok dapatmembuat perangkap sederhana berupa perangkap lalat buah dan perangkap kuning.Pada kegiatan ini dilakukan pula penanaman tanaman refugia berupa kenikir danbunga matahari sebagai upaya pelestarian musuh alami hama
PENGEMBANGAN PETERNAKAN ITIK MAGELANG BERBASIS MASYARAKAT MANDIRI DI DESA NGADIROJO, KECAMATAN SECANG, KABUPATEN MAGELANG Ayu Rahayu; Tri Puji Rahayu
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.407

Abstract

Duck population in Magelang area, especially Ngadirojo Village, Secang Subdistrict has decreased. The total population of ducks in Secang District is 9,980 tails while the total duck population for 2015 in Magelang Regency according to the Department of Animal Husbandry and Fisheries of Magelang Regency is 186,736. The main problem of Ngadirojo Village, Secang Subdistrict is the origin of Magelang Ducks, but now the population is decreasing. The lack of knowledge of the community about the maintenance management of Magelang ducks is one of the causes of the reduced duck population in the village. So it is offered a solution that is solutive to overcome this problem, namely by growing the interest of farmers to want to raise ducks as a main and sideline business, especially for young people who have not worked, and increase the knowledge and skills of farmers about Magelang duck cultivation techniques. After that the expected output target is to produce skilled farmers in Magelang duck maintenance management and produce young entrepreneurs through Magelang duck. The method that is carried out is the holding of socialization and counseling regarding the maintenance management of Magelang Duck and its marketing.Keywords: Ngadirojo Village, Magelang Duck, Livestock Development 
BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN DI KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MAWAR BODAS SECARA VERTIKULTUR Selvy Isnaeni; Efrin Firmansyah
Journal of Empowerment Community Vol. 2 No. 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jec.v2i2.517

Abstract

Budidaya tanaman sayuran merupakan sektor yang cukup banyak dalam bidang pertanian. Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang  memiliki kelompok wanita tani (kwt) yang bernama KWT Mawar Bodas, dan berkonsetrasi dalam bidang budidaya sayuran dan produk olahannya seperti keripik bayam dan keripik bawang. Kelompok wanita tani mawar bodas ini memiliki potensi untuk maju dalam bidang budiayanya, namun keterbatasan pengetahuan budidaya dan kontinuitas budidaya juga keterbatasan pemasarannya menjadi kendala dalam proses budidaya dan produksi komoditinya, sehingga perlu diberikan sedikit arahan dari stakeholder perguruan tinggi untuk dapat mengabdikan ilmunya kepada masyarakat, melalui pengembangan masyarakat desa binaan. Tujuan jangka panjang dari program ini adalah : (1)  Mendorong tumbuhnya motivasi dan kreativitas kwt Mawar Bodas dalam proses budidaya tanaman sehingga meningkatkan produksi, (2) Membantu potensi kwt Mawar Bodas dalam mengembangkan budidaya dengan produksi yang maksimal, dan (3) Membantu kwt Zahra dalam menyelesaikan permasalahan dalam budidaya, agar dapat membangun kecamatan tawang lebih baik. Adapun target khusus yang ingin dicapai adalah dihasilkannya produksi beberapa jenis sayuran dan olahan berkualitas untuk Kecamatan Tawang. Pelatihan dan pendampingan mengenai pentingnya teknologi budidaya yaitu secara vertikultur. Kata kunci : budidaya, kelompok wanita tani, vertikultur, sayuran.

Page 2 of 12 | Total Record : 118