cover
Contact Name
Arif Rahman Hikam
Contact Email
bioeksakta@gmail.com
Phone
+6285741954045
Journal Mail Official
bioeksakta@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Jl. dr. Soeparno No. 63 Purwokerto, Kabupaten Banyumas Kode Pos 53122
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed
ISSN : -     EISSN : 27148564     DOI : -
Jurnal BioEksakta menerbitkan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang biologi umum termasuk Ekologi dan konservasi, Taksonomi dan Struktur, Biogeografi, Evolusi, Biodeversitas, Fisiologi dan Reproduksi, Biologi sel, Biologi Molekuler dan Genetika.
Articles 401 Documents
PREFERENSI Apis cerana TERHADAP KONSENTRASI GULA DAN JARAK DARI SUMBER PAKAN Hardiyanti, Heksa; Widhiono, Imam; Setyowati, Endang Ariyani
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 2 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.2.4713

Abstract

Lebah madu Apis cerana merupakan anggota dari Ordo Hymenoptera, Famili Apidae, Sub Famili Apinae dan Genus Apis. Lebah A. cerana membutuhkan pakan berupa nektar dan tepung sari bunga (polen). Saat terjadi musim paceklik membuat ketersediaan sumber pakan alami sulit untuk didapatkan, maka pakan alternatif untuk lebah sangat penting dan diperlukan. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan gula yang disukai oleh lebah A. cerana, mengetahui jarak sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana dan mengetahui arah sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Split-split Plot dengan plot utama adalah arah, sub plot adalah jarak, dan sebagai sub-sub plot yaitu konsentrasi gula. Konsentrasi gula yang digunakan yaitu konsentrasi 0%, 15%, 35%, dan 50%. Jarak yang digunakan yaitu jarak 1 m, 4 m dan 7 m yang terletak dalam 4 arah mata angin dari koloni lebah. Data yang didapatkan di analisis menggunakan metode statistik deskriptif, konservatif non-parametrik Kruskal Wallis (KW) menggunakan software SPSS. Hasil penelitian ini adalah konsentrasi gula yang disukai lebah A. cerana yaitu konsentrasi gula 50 %, jarak sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana dari sarang lebah yaitu jarak 7 m, dan arah sumber pakan yang disukai oleh lebah A. cerana dari sarang lebah yaitu arah timur.
Fitoremediasi Logam Berat Seng (Zn) Dari Limbah Cair Tekstil Menggunakan Kayu Apu (Pistia stratiotes) Shinta, Deyana Rose; Santoso, Slamet; Proklamasiningsih, Elly
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4722

Abstract

Industri tekstil merupakan salah satu industri yang berkembang pesat dan memegang peranan yang cukup penting. Seiring dengan berkembangnya industri tekstil, maka akan dihasilkan pula limbah yang melimpah. Limbah tekstil mengandung sumber pencemar yang sulit terdegradasi secara alami, yaitu bahan anorganik seperti logam Zn, Cu, Pb, Cd, dan Cr yang berbahaya bagi organisme perairan. Oleh karena itu untuk mengurangi dampak negatif dari logam berat perlu dilakukan metode pengolahan limbah, misalnya fitoremediasi. Salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah kayu apu (Pistia stratiotes). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh persen luas penutupan, lama waktu pemaparan, dan interaksi keduanya dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman, serta untuk menentukan persen luas penutupan, lama waktu pemaparan, dan interaksi keduanya yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen luas penutupan dan waktu pemaparan mampu meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman, namun interaksi keduanya hanya mampu meningkatkan jumlah helai daun. Persen luas penutupan 100% merupakan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman. Waktu pemaparan 9 hari merupakan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun dan bobot basah tanaman Interaksi penutupan 75% dengan waktu pemaparan 9 hari merupakan yang terbaik dalam meningkatkan jumlah helai daun.
Keanekaragaman Aglaonema di Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah Alifia, Felia Rima; Sukarsa, Sukarsa; Herawati, Wiwik
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4734

Abstract

Tanaman Aglaonema atau yang sering disebut sri rejeki merupakan salah satu jenis tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan hubungan kemiripan Aglaonema berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini menggunakan metode survei dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling, dengan Variabel pengamatannya adalah karakter morfologi batang dan daun, parameter yang diukur meliputi, panjang batang, diameter batang, panjang helaian daun, lebar helaian daun, panjang pelepah daun, dan diameter tangkai daun, sedangkan parameter yang diamati meliputi, warna batang, jumlah batang dalam satu rumpun, bentuk batang, permukaan batang, jumlah helaian daun per rumpun, warna helaian daun, warna corak daun, bentuk helaian daun, tepi helaian daun, warna pelepah daun, tulang daun, warna urat daun, ujung daun, pangkal daun, warna tangkai daun, jumlah tangkai daun per rumpun. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan untuk mengetahui hubungan kemiripan, data dianalisis dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method Arithmatic Mean) menggunakan software MEGA 6.0. Aglaonema yang ditemukan setelah diidentifikasi terdapat 14 varian, yaitu 2 Aglaonema spesies, meliputi Aglaonema costatum var. albovariegatum (Snow White) dan Aglaonema modestum ‘Red Evergreen’, serta 12 Aglaonema hibrid, meliputi Aglaonema ‘Butterfly’, Aglaonema ‘Donna Carmen’, Aglaonema ‘Esmeralda’, Aglaonema ‘Happiness’, Aglaonema ‘Lady Valentine’, Aglaonema ‘Luilaiwan’, Aglaonema ‘Red Kochin’, Aglaonema ‘Ruay Ummata’, Aglaonema ‘Ruby Soft’, Aglaonema ‘Siam Aurora’ , Aglaonema ‘Srikandi’, dan Aglaonema ‘Venus’. Hubungan kemiripan dari jenis Aglaonema yang ditemukan paling dekat dengan indeks dissimilaritas 0,045, terdapat pada Aglaonema modestum ‘Red Evergreen’ dengan Aglaonema ‘Luilaiwan’, serta Aglaonema ‘Luilaiwan’ dengan Aglaonema ‘Siam Aurora’. Sedangkan hubungan kemiripan terjauh jauh dengan indeks dissimilaritas 0,455 antara Aglaonema ‘Butterfly’ dan Aglaonema ‘Esmeralda’.
Pengaruh Kadar Garam terhadap Karakter Anatomi Daun Kedelai [Glycine max (L.) Merr.] Kultivar Grobogan Setiana, Devi Vira; Juwarno, Juwarno; Purwati, Endang Sri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4735

Abstract

Kedelai [Glycine max (L.) Merr.] saat ini kebutuhannya semakin meningkat namun tidak diimbangi oleh produksinya. Kegagalan produksi tersebut salah satunya akibat kurangnya lahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar garam terhadap karakter anatomi daun kedelai kultivar Grobogan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati meliputi tebal epidermis adaksial dan abaksial, tebal kutikula adaksial dan abaksial, tebal mesofil, panjang stomata, lebar stomata, kerapatan stomata, kerapatan trikomata. Data dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA), dengan tingkat kesalahan 5%. Perlakuan yang memberikan pengaruh nyata, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan Standar Kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan kadar garam 100 mM dapat meningkatkan ukuran tebal epidermis adaksial dan epidermis abaksial. Kadar garam 0 mM meningkatkan panjang stomata abaksial dan kerapatan stomata adaksial.
Potensi Ekstrak Etanol Coprinus comatus Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Pada Tikus Putih Model Diabetes Zahra, Jauza Ulya; Ratnaningtyas, Nuniek Ina; Hernayanti, Hernayanti
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4739

Abstract

Jamur Coprinus comatus merupakan salah satu jamur yang dapat berkhasiat sebagai obat. Tubuh buah jamur C. comatus mengandung antioksidan seperti flavonoid, total fenol, tokoferol dan polisakarida, serta beberapa senyawa aktif yang berpotensi sebagai antioksidan, imunomodulator, antikanker, antitumor, hipolipidemik dan hipoglikemik. Flavonoid sebagai antioksidan dapat menangkal radikal bebas dengan cara mendonorkan H+ dan menghentikan peroksidasi lipid, sehingga dapat menurunkan kadar Serum Glutamat Oksaloasetat Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamat Piruvat Transaminase (SGPT) dalam darah. Hal ini terjadi karena peningkatan produksi radikal bebas seperti reactive oxygen species (ROS) yang dipicu oleh kondisi hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol C. comatus terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih model diabetes serta mengetahui konsentrasi dosis ekstrak etanol C. comatus yang efektif terhadap kadar SGOT dan SGPT darah tikus putih model diabetes. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan, yaitu Kontrol Positif (K+), Kontrol Negatif (K-), Kontrol Pembanding (KP), Perlakuan 1 (P1), Perlakuan 2 (P2) dan Perlakuan 3 (P3). Penelitian ini menggunakan tikus putih (Ratus norvegicus) jantan berumur 2-3 bulan dengan berat badan 200 gram. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Varians (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5%, apabila perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan yang diberi ekstrak etanol C. comatus menunjukkan kadar SGOT dan SGPT yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus kontrol negatif. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol C. comatus efektif dalam mengobati diabetes melitus. Ekstrak etanol C. comatus dosis 500 mg/kg BB diketahui merupakan dosis yang paling efektif diantara ketiga dosis perlakuan untuk menurunkan kadar SGOT dan SGPT.
Prevalensi, Intensitas, dan Faktor Resiko Tungau Debu Rumah pada Penderita Alergi di Purwokerto, Kab. Banyumas Wijaya, Rheza Paleva; Budianto, Bambang Heru; Wibowo, Heri
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.4994

Abstract

Alergi adalah penyakit imunitas yang diderita hampir seluruh populasi manusia didunia. Penyakit alergi seperti rinitis alergi dan asma dapat diperantarai tungau debu rumah (TDR). Spesies TDR yang sering kali menjadi sumber alergen adalah Dermatophagoides pteronyssinus dan Dermatophagoides fariane. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui prevalensi TDR pada rumah subjek alergi dan non-alergi, mengetahui intensitas TDR pada rumah subjek alergi dan non-alergi serta mengetahui resiko kehadiran TDR pada kejadian alergi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan desain cross-sectional yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu, kelompok alergi dan kelompok non-alergi. Analisis data yang menggunakan uji Chi-square dengan bantuan program SPSS versi 22. Parameter yang diamati yaitu debu, jumlah tungau, dan populasi spesies tungau terbesar. Potensi alergen terhadap individu diperiksa degan skin prick test (SPT). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai prevalensi total seluruh rumah adalah 46,4% dengan masing-masing subjek alergi dan non-alergi sebesar 71,4% dan 21,4%. Intensitas TDR rata-rata pada rumah subjek alergi secara keseluruhan adalah 1 sedangkan pada subjek non-alergi hanya beberapa spesies memiliki nilai 1 sedangkan yang lainnya 0. Rumah subjek alergi memiliki Prevalence Ratio (PR) sebesar 3,333 (95%CI 1,159-9,586) terdapat TDR. Spesies TDR Dermatophagoides pteronyssinus, Euroglyphus maynei, dan Blomia tropicalis, cenderung lebih sering ditemukan dibandingkan spesies lainnya.
Komposisi Lalat pada Bangkai Mencit (Mus musculus) Setelah 10 Hari Kematian di Darat dan di Air Nirwani, Shintya Nitra; Ambarningrum, Trisnowati Budi; Budianto, Bambang Heru
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 2 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.2.5101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komposisi lalat yang meliputi keragaman dan kemerataan pada bangkai mencit (Mus musculus) yang diletakkan di darat dan di air serta perbedaan proses dekomposisi pada kedua lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lalat pada bangkai mencit yang diletakkan di darat ditemukan sebanyak 135 individu yang terdiri dari tiga spesies yaitu Sarcophaga sp., Chrysomya megacephala, dan Musca domestica, sedangkan lalat yang ditemukan pada bangkai yang diletakkan di air sebanyak 9 individu terdiri dari tiga spesies yaitu Sarcophaga sp., Musca domestica, dan Fanniia sp. Hasil perhitungan indeks Shannon-Wienner komposisi lalat pada bangkai yang diletakkan di darat sebesar 0,44 dan pada bangkai yang diletakkan di air sebesar 0,68, sehingga dapat disimpulkan bahwa keragaman dan kelimpahan spesies lalat pada kedua lokasi bangkai tergolong rendah. Nilai indeks Eveness komposisi lalat pada bangkai yang diletakkan di darat sebesar 0,40 dan bangkai di air sebesar 0,62 maka dapat disimpulkan bahwa sebaran lalat pada bangkai di air lebih merata dan seragam dibandingkan dengan sebaran lalat pada bangkai di darat. Hasil paired t test menunjukkan bahwa peran lalat sebagai fragmenter bangkai mencit pada kedua lokasi sama baik dan menunjukkan bahwa tidak ada korelasi jumlah lalat di antara dua kondisi lingkungan tersebut (P>0,05), serta hasil analisis korelasi kedua komposisi lalat menunjukkan bahwa peran lalat sebagai fragmenter mencapai 47,4%. Proses dekomposisi bangkai di darat lebih cepat mencapai tahap akhir yaitu skeletal stage yang mulai terjadi pada hari kesepuluh pengamatan, sedangkan proses dekomposisi di air membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai tahap akhir yaitu sunken remains.
KUALITAS SPERMATOZOA DAN STRUKTUR HISTOLOGIS GONAD JANTAN TIGA SPESIES IKAN FAMILI CYPRINIDAE DI SUNGAI BANJARAN Al Gifari, Habibulah Ahmad; Susatyo, Priyo; Atang, Atang; Sugiharto, Sugiharto
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 1 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.1.5203

Abstract

Para peneliti perikanan mengungkapkan bahwa banyak jenis ikan asli perairan liar terancam punah akibat penangkapan yang tidak terkendali hal dapat mengancam keberadaan mereka di alam salah satunya di Sungai Banjaran. Tujuan penelitian ini yaitu: mengetahui kualitas spermatozoa ikan, mengetahui Indeks kematangan gonad (IKG), mengetahui Tingkat Kematangan Gonad (TKG), dan mengetahui gambaran histologis gonad jantan agar didapati data untuk kepentingan konservasi. Penelitian dilakukan dengan metode survei, sampel diambil dengan teknik purposive random sampling. Hasil penelitian selama periode Maret-Mei menunjukkan kualitas spermatozoa Ikan Nilem yang terbaik adalah pada bulan Mei yakni memiliki volume milt 0,21 ml, konsentrasi spermatozoa 2,3454 x109 sel/ml, Motilitas 3, dan viabilitas 82,55%. Pada Ikan Brek jumlah volume milt yang tertinggi terdapat pada bulan Mei yakni 0,25 ml, konsentrasi spermatozoa tertinggi terdapat pada bulan April 34,465 x109 sel/ml, dengan viabilitas 88,62%, dan motilitas 2,9. Kualitas sperma Ikan Lunjar terbaik dijumpai pada bulan Mei yakni memiliki volume milt 0,02 ml, konsentrasi spermatozoa 22,435 x109 sel/ml, viabilitas 80%, dan motilitas 3. Semua sampel sperma berwarna putih dengan pH 7-8. Berdasarkan TKG dan IKG dapat diketahui bahwa Ikan Nilem banyak ditemukan memijah pada bulan April dan Mei, Ikan Brek dan Lunjar banyak ditemukan memijah pada tiap bulannya. Struktur histologis gonad jantan pada Ikan Nilem, Brek dan Lunjar memiliki komposisi yang sama, pada ikan yang belum matang gonad komposisi sel spermatogenik yang teramati lebih di-dominasi oleh spermatosit, spermatid, dan spermatogonium, pada ikan yang matang gonad di-dominasi oleh sel spermatozoa dan spermatid, sedangkan pada ikan pasca memijah lebih banyak dijumpai spermatozoa dan spermatogonium.
Truss Morphometrics dan Hubungan Panjang Berat Moonfish Mene maculata Bloch & Schneider (1801) Nurhayati, Defi; Sukmaningrum, Sri; Suryaningsih, Suhestri; Sugiharto, Sugiharto
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 2 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.2.5284

Abstract

Mene maculata has high economic value and does not have sexual dimorphism. Therefore, in order for the population to be sustainable, information on the biology of male and female M. maculata fish is needed as a basis for management. The aim of the study was to determine the morphological performance, truss morphometrics, and lenght-weight relationship of male and female M. maculata. The research method is a survey and purposive random sampling in TPI PPS Cilacap. The observed variables were morphological performance, truss morphometrics and the lenght-weight relationship. The parameters measured are the truss distance in a ratio of the standard length. Truss morphometrics measured is the ratio between the truss distance of 15 points. Morphological performance was analyzed descriptively, truss morphometrics measurements were analyzed by t-test and the length-weight relationship was analyzed by correlation and regression tests. The results showed that morphological performance could not be used as a differentiator, while truss morphometrics could be used as a differentiator, namely at the base of the front of the anal fin to the base of the back of the anal fin, the male M. maculata was longer than the female. The results of the correlation test for the length and weight of male and female M. maculata both showed a closeness of 0.505 and 0.648; R values ​​for males 25.5% and females 42% and growth types of male and female M. maculata were allometric negative with b values ​​1.445 and 1.764.
Carbon Stock of Australian pine (Casuarina equisetifolia) in Cemara Sewu Beach Jetis Cilacap Ayuningtyas, Fitria Ramadhani; Yani, Edi; Sudiana, Eming
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 5 No 2 (2023): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2023.5.2.5366

Abstract

Beach is home to the richest ecosystems in the world and many components of the vegetation that store large amounts of carbon stock. Carbon compounds in the atmosphere are absorbed and metabolized. The metabolic products are stored in tree biomass. Cemara Sewu Beach is one of the beach that has a relatively large amount of stored carbon potential. The purpose of this study was to determine the carbon stored in several types of trees at Cemara Sewu Beach. The method used in this study is a survey method with purposive sampling using without destroying. The sampling of Australian pine tree stands is grouped into certain diameter class. The coastal area was made into three research stations and each study was made into 5 replicated plots measuring 20 m x 20 m and placed on a transect line with a distance of 5 meters each. All of the Australian pine were plotted as samples. The main parameters observed were tree density, trunk diameter and the number of individuals for each tree species were calculated. The results of the research on the diameter class of Australian pine greatly affect the presence of biomass and carbon stock. The results obtained that carbon stocks in diameter class 15-20 store 74,914 ton.ha-1, diameter class 21-25 as many as 164,599 ton.ha-1, diameter class 26-30 as many as 270,372 ton.ha-1, diameter class 31-35 store stocks carbon 462,478 ton.ha- 1 and in the diameter class 36-40 store as much as 462,478 ton.ha-1. The larger the class diameter, the greater the carbon stock produced. The diameter class of Australian pine stands has a relationship between biomass and carbon stock, and has an exponential relationship