cover
Contact Name
I Made Juniastra, ST.,MT
Contact Email
juniastra@gmail.com
Phone
+6281236329290
Journal Mail Official
vastuwidya@universitasmahendradatta.ac.id
Editorial Address
Jalan Ken Arok No.10-12, Penguyangan, Denpasar-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Vastuwidya
ISSN : 26203448     EISSN : 27235548     DOI : https://doi.org/10.47532/jiv.v3i2
Core Subject : Engineering,
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Scopes: Logistics and Supply Chain Management, Product Design dan Eco Product, Production System, Productivity Industrial System, Quality Management, Quality Engineering, Lean Manufacturing, Ergonomics, Human Factors Engineering, Performance Measurement Systems, Decision Analysis, Strategic Management, Project Management, Reliability, Industrial Human Resource Management, Marketing Management
Articles 173 Documents
ANALISIS INFRASTRUKTUR SISTEM JARINGAN JALAN DANPEJALAN KAKI PADA JL. LEGIAN, KUTA, BADUNG A.A Gede Trisna Gamana Pratama
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Legian adalah jalan utama yang menghubungkan Kuta dengan Seminyak di Bali. Panjang ruas jalan ini sekitar 1,5 kilometer dengan dipenuhi berbagai toko, bar, hotel, dan club.Jalan Legian termasuk jalan lokal primer dengan lebar jalan sekitar 7,5 meter namun dengan volume kendaraan yang padat terutama di pagi hari dan sore hari mengakibatkan koridor ini rawan kemacetan.Tingkat kualitas sarana infrastruktur, dipengaruhi dari kualitas perencanaan dan pengawasan, salah satu indikator infrastruktur yang kurang baik khususnya jaringan jalan dan pejalan kaki adalah kemacetan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan rasionalistik berdasarkan kenyataan dilapangan dengan data primer diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi yang dipadukan dengan kebijakan Perda Kab Badung, RTRW Kab.Badung. Hasil penelitian menunjukkan masih banyaknya ditemukan ketidaktersediaan kelengkapan sarana ruang pejalan kaki dan alih fungi ruang pejalan kaki yang menyebabkan infrastruktur sistem jaringan koridor jalan ini rawan terjadi kemacetan
PERENCANAAN STRUKTUR KOMPOSIT BAJA-BETON DENGANMETODE LRFD (LOAD AND RESISTANCE FACTOR DESIGN)RUANG KELAS LANTAI III SMK PARIWISATA LABUAN BAJO –FLORES – NTT I Wayan Giatmajaya; I Gede Oka Darmayasa; Ni Ketut Sri Astati Sukawati
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan struktur komposit baja-beton menggunakan metode LRFD (Load and Resistance Factor Design) adalah metode yang memperhitungkan secara jelas keadaan batas, aneka ragam faktor beban, dan faktor resistensi, dimana dalam hal ini faktor resistensi diperlukan untuk menjaga kemungkinan kurangnya kekuatan struktur, sedangkan faktor beban digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kelebihan beban yang dirumuskan. Perencanaan ini menggunakan struktur komposit yang difokuskan pada balok baja profil, pelat dek baja, dan kolom komposit. Beban mati dan beban hidup dihitung berdasarkan peraturan pembebanan Indonesia untuk gedung 1983, sedangkan beban gempa dihitung berdasarkan dengan tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung yang tertuang dalam SNI 1762- 2012. Struktur komposit baja - beton sendiri dihitung berdasarkan spesfikasi untuk perencanaan bangunan struktur baja dengan metode LRFD yang tertuang dalam SNI 03-1729-2002. Analisis struktur berupa besarnya gaya yang bekerja pada bangunan dilakukan menggunakan aplikasi SAP2000 sedangkan analisis kelayakan penggunaan dimensi struktur komposit berdasarkan SNI yang digunakan dilakukan secara manual. Dari hasil perencanaan diperoleh besarnya dimensi penampang balok dan kolom untuk masing-masing pelat lantai 1, 2, dan 3 adalah B1 250/250, B2 250/175, B3 300/150, dan K1 350/350. Penggunaan dek baja pada pelat lantai 1, 2, dan 3 menggunakan shear connector (stud) berdiameter 19 mm dengan masing-masing penghubung geser yang digunakan berjumlah 40 buah, 20 buah, dan 25 buah. Sambungan yang digunakan pada balok induk dan anak masing-masing pada lantai 1, 2, dan 3 menggunakan baut berdiameter 19 mm dengan jumlah baut masing-masing adalah 4 baut, 2 baut, dan 4 baut, sedangkan sambungan pada kolom dan balok menggunakan baut berdiameter 20 mm dengan jumlah bautnya 8 buah
PENERAPAN MANAJEMEN PROYEK PADA TAHAPPENGENDALIAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK SOFTLANDSCAPING JUMEIRAH RESORT PECATU GRAHA BALI Ni Ketut Utami Nilawati; I Gde Eka Dharsika
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jasa konstruksi semakin dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek terutama adanya pelayanan jasa yang dapat mengendalikan tuntutan utama mengenai ketepatan kualitas, efisiensi pembiayaan dan keakuratan waktu sangat diperlukan. Dalam pelaksanaan Proyek Pembangunan Jumeirah Resort Pecatu Graha Bali peneliti memfokuskan penelitian pada pekerjaan soft landscaping. Peranan manajemen proyek dalam pengendalian waktu pelaksanaan adalah untuk memperoleh suatu cara atau teknik yang baik untuk diterapkan agar sumber-sumber yang terbatas dapat diatur sehingga memperoleh hasil yang efektif dan efisien karena pengaturan yang tertata dengan baik. Kurva “S” merupakan salah satu teknik pengendalian kemajuan proyek dengan memakai kombinasi Kurva “S” dan tonggak kemajuan (milestone). Setelah meli hat jadwal rencana dan membandingkan dengan progress di lapangan, terdapat keterlambatan pekerjaan yang sangat signifikan pada pekerjaan: (a) Pekerjaan Groundcover, jika dilihat dari time schedule bulan februari 2019 pekerjaan groundcover seharusnya sudah selesai dikerjakan, tetapi data progress di lapangan pada bulan tersebut baru mencapai 30,92%; (b) Pekerjaan Shrubs, jika dilihat dari time schedule bulan maret 2019 pekerjaan shrubs seharusnya sudah selesai dikerjakan, tetapi data progress di lapangan pad a bulan tersebut baru mencapai 35,86%; (c) Pekerjaan Palms, jika dilihat dari time schedule bulan april 2019 pekerjaan palms seharusnya sudah mencapai tahap akhir pekerjaan, tetapi data progress di lapangan pada bulan tersebut baru mencapai 43,69%. Faktor -Faktor penyebab keterlambatan pekerjaan berdasarkan laporan harian diantaranya : (a) Belum siapnya lahan untuk penanaman karena masih menunggu pekerjaan sipil selesai; (b) Keterlambatan pasokan tanaman jenis : groundcover, shrubs dan palms, karena tanaman didatangkan dari Pulau Jawa, khususnya daerah malang.
ANALISIS PERILAKU MASYARAKAT PERKOTAAN PADA RUANGPUBLIK DI PERUMAHAN KOTA DENPASAR A.A Gede Trisna Gamana Pratama
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Denpasar sebagai Ibu Kota Provinsi Bali dan sekaligus sebagai Pusat Pertumbuhan Bali, mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan kota menjadi sangat pesat. Kendati Pemerintah Kota Denpasar telah berusaha mengarahkan dan menata lingkungan melalui penataan ruang, namum arah perkembangan dan pertumbuhan bangunan-bangunan belum terarah dan berkembang sangat sporadis ke arah seluruh bagian kota. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan rasionalistik berdasarkan kenyataan dilapangan dengan data primer diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi berupa image perilaku masyrakat terhadap ruang publik di perumahan kota. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan ruang publik sebagai area private pada lingkungan perumahan didominasi karena faktor terbatasnya lahan rumah terhadap kebutuhan pemilik rumah seperti memiliki kendaraan melebihi kapasitas garase rumah
Exploration of Spatial Design Issues at Backpacker Hostels inBudapest’s Historic Center; Sebuah Review Terhadap Informalitydan Adaptasi Desain di Kawasan Budapest, Hungaria Ni Putu Suda Nurjani
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan merupakan sebuah hal yang tidak bisa dihindarkan oleh setiap orang. Begitupun dengan perubahan sebuah kawasan sebagai sebuah fenomena yang tidak bisa dihindarkan oleh negara manapun yang ada di dunia. Banyak peneliti yang mencoba mengulas lebih jauh tentang fenomena perubahan sebagai sebuah bentuk adaptasi atau penyesuaian diri terhadap lingkungan yang baru. Namun, dalam mengembangkan sebuah kawasan banyak faktor yang harus dipertimbangkan. Ketika sebuah kawasan sebelumnya memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi, perubahan menjadi sebuah hal teknis yang memerlukan kajian secara menyeluruh. Seperti penelitian yang dilakukan Gergely Horryn dkk (2017) ini. Dalam penelitian ini, Gergely Horryn dkk mencoba membuat sebuah alternative desain hostels untuk pengembangan kawasan Budapest, Hungaria. Mengingat tingginya nilai sejarah dari kota ini, maka penulis mempergunakan metoda komparasi literature dengan feedback desain dari hasil observasi lapangan. Rancangan perubahan dibuat berdasarkan pertimbangan nilai sejarah kota, interior ruangan, dan wujud bangunan yang akan ditampilkan. Dari beberapa fedbcak desain dibuat sebuah kesimpulan desain hostels cube yang kemudian diistilahkan dengan Hc.
TINJAUAN TEORITIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKHASIL INDUSTRI DENGAN METODE STATISTIK L. Virginayoga Hignasari
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengendalian kualitas suatu produk industri dengan metode statistik secara teoritis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari beberapa penelitian yang mengambil sampel pada bidang industri barang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dijabarkan secara deskriptif. Kualitas suatu produk adalah salah satu dasar keputusan konsumen akan kepuasan pada produk yang mereka beli sesuai dengan keinginan dan harapannya. Pengendalian kualitas statistik merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan sebagai pemonitor, pengendali, penganalisis, pengelola dan memperbaiki proses dengan menggunakan metode metode statistik. Adapun proses pengendalian kualitas suatu produk industri dengan metode statistik adalah sebagai berikut : 1) Membuat Chech Sheet, 2) Membuat Diagram Pareto, 3) Membuat Control Chart, 4) Membuat Diagram Sebab Akibat, 5) Membuat tabel Failure Mode Effect Anlaysis (FMEA).
ANALISIS KOORDINASI OVER CURRENT RELAY DAN GROUNDFAULT RELAY TERHADAP KEANDALAN SISTEM I Nengah Sunaya; I Gede Suputra Widharma
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan studi kasus di feeder Gardu Induk 20 kV Jababeka. Data existing menunjukkan kondisi yang sesuai dengan perbedaan yang tidak terlalu jauh, secara keseluruhan setting pada Overcurrent Relay (OCR) – Ground Fault Relay (GFR) yang ada di lapangan dalam kondisi baik. Dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa besarnya arus gangguan hubung singkat dipengaruhi oleh jarak titik gangguan. Penggunaan relay arus lebih atau over current relay mempunyai peran yang sangat penting dalam memproteksi system tenaga listrik. Penyetelan waktu minimum dari relay arus lebih di penyulang tidak lebih kecil dari 0.3 detik. Pertimbangan ini diambil agar relay tidak sampai trip lagi in rush current dari transformator distribusi yang memang sudah tersambung di jaringan distribusi sewaktu PMT penyulang tersebut dioperasikan. Waktu kerja relai pada penyulang lebih cepat jika dibandingkan dengan waktu kerja pada sisi incoming dengan selisih waktu rata-rata sebesar 0.4 detik untuk sisi gangguan satu fasa. Namun untuk sisi gangguan tiga fasa dan dua fasa, waktu kerja relai memiliki selisih waktu 0,4 detik dan berangsur meningkat dengan rata-rata kenaikan 0,1 detik ketika panjang kabel semakin jauh (ditinjau pada jarak 0%, 25%, 50%, 75% dan 100%)
PERANCANGAN PENINGKATAN FUNGSI HUNIAN MASYARAKAT DILINGKUNGAN PARIWISATA UNTUK MENUNJANGPEREKONOMIAN DI TAMPAKSIRING I Made Juniastra
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan jaman dewasa ini menuntut manusia untuk lebih kreatif dalam melihat potensi sebagai sumber pendapatan. Untuk rumah yang berada di lokasi pariwisata, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tapi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu bisa disewakan dan dikombinasikan dengan usaha lain sehingga memaksimalkan fungsi dari rumah tersebut. Mancingan adalah salah satu daerah di Tampaksiring yang mempunyai potensi wisata alam yang sangat besar. Wisatawan dari domestik sampai mancanegara banyak yang berwisata ke Tampaksiring, karena menawarkan wisata alam berbasis kearifan lokal yang menjadi ciri khas tersendiri. Potensi ini merupakan hal yang sangat potensial untuk dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk meningkatkan taraf perekonomian keluarga dengan tetap melestarikan tradisi Bali. Di Tampaksiring masih belum banyak ada sarana akomodasi, sehingga merupakan peluang yang sangat besar bagi masyarakat lokal untuk memanfaatkan kondisi tersebut. Umumnya tanah dari rumah masyarakat setempat sangat luas dan banyak space kosong, hal ini karena masih kental dengan penerapan konsep Arsitektur Tradisional Bali yang memang bercirikan hal tersebut. Hunian-hunian tempat tinggal bisa dimanfaatkan dengan perencanaan khusus untuk dijadikan tempat tinggal sekaligus difungsikan sebagai kamar sewa. Perencanaan sirkulasi mutlak harus menjadi pertimbangan yang utama untuk menentukan penzoningan ruang-ruang di dalamnya agar memiliki privasi dan kenyamanan yang optimal. Posisi ruang tidur baik untuk digunakan keluarga ataupun yang di sewakan mutlak harus mendapat pemandangan yang positif, sekaligus juga pencahayaan dan penghawaan alami untuk memaksimalkan potensi site ke dalam bangunan. Demikian juga untuk konsep Arsitektur Tradisional Bali berupa natah sebagai open space yang merupakan pusat orientasi bangunan tetap diterapkan dalam hunian ini, karena merupakan sumber kekuatan dari lingkungan itu sendiri. Dalam merancang tampilan bangunan juga tetap mengacu pada Arsitektur Tradisonal Bali, yaitu konsep Tri Angga yang membagi bangunan secara imajener menjadi Kaki, Badan, dan Kepala. Dalam penerapannya tetap dikombinasikan dengan Arsitektur Tropis Modern untuk menunjang fungsi bangunan yang lebih komplek.
PENERAPAN UNDANG UNDANG NOMOR 13 TAHUN 2003 PADASISTEM UPAH DI INDONESIA Ni Putu Decy Arwini
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upah merupakan salah satu alasan terpenting bagi karyawan dalam melaksanakan pekerjaan meskipun hal ini tidak berarti bahwa tingkat upah merupakan pendorong utama karyawan dalam menyelesaikan segala kewajibannya bagi perusahaan. Secara umum, ada 3 pihak yang terlibat dalam sistem upah yang berlaku di Indonesia yaitu perusahaan, tenaga kerja dan pemerintah. Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan, atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun negara yang mempekerjakan pekerja/buruh dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain. Sedangkan tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Sedangkan pemerintah dalam hal ini lebih sebagai regulator dan pengawas pelaksanaan kegiatan. Dalam kenyataan dilapangan ternyata ada beberapa sistem upah yang sering dilakukan oleh pemberi kerja. Sistem upah ini tergantung pada jenis pekerjaan, besar kecilnya perusahaan, keadaan ekonomi dan lain sebagainya. Sistem ini yaitu sistem upah menurut hasil, sistem upah menurut waktu, sistem upah borongan, sistem bonus dan sistem mitra usaha. Dalam perhitungan upah, harus memperhatikan upah minimum yang ditetapkan di suatu wilayah. Selain itu, perhitungan upah lembur juga harus diperhatikan. Perhitungan upah lembur dihitung per jam dan memiliki perbedaan perhitungan antara pekerja dengan 5 hari kerja atau 6 hari kerja. Namun pada dasarnya, perhitungan upah haruslah layak untuk kemanusiaan dan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikan oleh pekerja
TENUN GRINGSINGTEKNIK PRODUKSI, MOTIF DAN MAKNA SIMBOLIK Ni Ketut Sri Astati Sukawati
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah bahwa Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali penghasil Tenun Ikat terbaik di Indonesia. Salah satu Tenun Ikat tersebut adalah Tenun Gringsing yang diproduksi oleh masyarakat di Desa Tenganan Pagringsingan, Kabupaten Karangasem Bali. Desa ini merupakan salah satu desa yang berpenghuni orang Bali Mula atau Bali Aga (Bali Asli) alias Bali yang bukan berasal dari Jawa ketika terjadinya ekspedisi Kerajaan Majapahit ke Bali. Tenun merupakan proses perjalinan antara benang pakan dan benang lungsi. Benang lungsi (benang yang dikaitkan pada alat tenun) dan benang pakan (benang yang dikaitkan pada benang lungsi) yang kalau keduanya dikaitkan akan menghasilkan motif. Proses karya seni kerajinan yang sederhana inilah yang sekarang berkembang menjadi beberapa tekhnik dalam menenun tergantung dari kreatifitas manusianya masing – masing sehingga menghasilkan ciptaan – ciptaan motif tenun yang menarik. Dalam perkembangan tenun selanjutnya terlihat bahwa kain tenun yang dihasilkan bukan lagi sebagai bahan penutup tubuh melainkan kain tenun ini memiliki fungsi lebih dari penutup tubuh, misalnya kain tenun ini memiliki fungsi sebagai pakaian adat atau sebagai identitas daerah pembuatnya. Selain itu, kain tenun dapat dijadikan karya seni yang muncul sesuai dengan kehidupan masyarakat setempat. Tenun gringsing ini menggambarkan tentang sistem keseimbangan yaitu tentang hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan. Dewa indra yang selalu dipuja oleh masyarakat Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali di hormati dengan sebuah ritus perang pandan, rasa sakit seolah sirna oleh gringsing yang selalu membalut tubuh. Gringsing dipercaya dapat terhindar dari penyakit.Lebih kompleks lagi gringsing adalah penolak mara bahaya. Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam penelitian ini di fokuskan pada proses, bentuk motif dan makna simbolik tenun gringsing di Desa Tenganan Pagringsingan Karangasem Bali