Ners Muda
Ners Muda is intended to be the university journal for publishing articles reporting the results of research and case study in nursing. Ners Muda invites manuscripts in the areas of medical-surgical nursing, emergency and disaster nursing, critical nursing, pediatric nursing, maternity nursing, mental health nursing, gerontological nursing, community health nursing, management and leadership nursing.
Articles
15 Documents
Search results for
, issue
"vol 6, no 3 (2025)"
:
15 Documents
clear
Penerapan Terapi Balon Terhadap Status Pernapasan Pada Anak Usia 3-12 Tahun dengan Infeksi Saluran Pernapasan Bawah
Syifaa Un Nisaai;
Erna Sulistyawati;
Vivi Yosafianti Pohan
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.19639
Infeksi saluran pernapasan merupakan infeksi yang mempengaruhi semua bagian dalam sistem pernapasan, termasuk saluran pernapasan atas dan saluran pernapasan bawah. Infeksi saluran pernapasan merupakan penyakit umum pada anak, yang menyebabkan morbiditas signifikan dan berdampak negatif pada kesehatan anak. Anak dengan infeksi saluran pernapasan bawah menunjukkan tanda gejala berupa batuk, demam, sesak napas, nyeri dada dan produksi dahak. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan terapi balon pada anak dengan infeksi saluran pernapasan bawah terhadap peningkatan status pernapasan anak. Intervensi ini diawali dengan melakukan pengukuran status pernapasan sebelum tindakan, peneliti kemudian menerapkan intervensi meniup balon selama 3 menit selama 3 hari dimana setiap harinya sebanyak 3 sesi dengan selisih 1 jam. Setelah 3 sesi dalam 1 hari selesai subjek studi dilakukan pengukuran ulang status pernapasan sebagai evaluasi untuk perbandingan selama 3 hari penerapan. Penerapan terapi balon menunjukkan bahwa terjadi penurunan frekuensi napas, berkurangnya suara napas abnormal, adanya peningkatan saturasi oksigen secara bertahap, serta tidak terdapat penggunaan otot bantu pernapasan. Terapi balon dapat dijadikan sebagai terapi nonfarmaklogis pada anak dengan infeksi saluran pernapasan bawah sebagai upaya latihan pernapasan yang mudah, aman dan dapat diterima oleh anak-anak.
Penerapan Terapi Bermain Lego Pada Nyeri Post Operasi Anak
Kedaton, Adinda Kusumaning;
Mariyam, Mariyam;
Alfiyanti, Dera;
Eka, Maharani
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.19486
Nyeri pasca operasi merupakan keluhan umum yang dirasakan anak setelah menjalani tindakan pembedahan dan dapat memengaruhi proses penyembuhan. Penanganan nyeri dapat dilakukan dengan pendekatan farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui terapi bermain. Terapi bermain memberikan stimulus positif yang berfungsi sebagai distraksi, sehingga mampu mengalihkan perhatian anak dari rasa nyeri yang dirasakan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengaplikasikan terapi bermain menggunakan lego pada anak post operasi dalam upaya menurunkan tingkat nyeri. Desain yang digunakan adalah multiple case dengan tiga partisipan anak usia 6–12 tahun yang mengalami nyeri pasca operasi. Intervensi dilakukan selama dua sesi masing-masing 15 menit dengan jeda istirahat, disertai pengukuran skala nyeri menggunakan oucher sebelum dan setelah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan tingkat nyeri pada seluruh subjek studi setelah diberikan terapi bermain lego. Intervensi ini terbukti efektif dalam mengurangi persepsi nyeri melalui mekanisme distraksi, keterlibatan sensorik, serta dukungan emosional dari orang tua. Terapi bermain lego dapat digunakan sebagai salah satu metode keperawatan nonfarmakologis yang menyenangkan dan adaptif dalam pengelolaan nyeri pasca operasi anak.
Penerapan Senam Ergonomik terhadap Kadar Asam Urat pada Lansia dengan Gout Arthritis
Ma'ruf Aji Nugroho;
Tri Nurhidayati;
Mohammad Fatkhul Mubin
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.17638
Asam urat atau gout arthritis terjadi karena peningkatan kadar asam urat atau hiperurisemia sehingga kristal di persendian menumpuk. Senam ergonomik adalah teknik untuk mengembalikan saraf dan aliran darah dan sistem pembakaran asam urat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penerapan senam ergonomik terhadap kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Metode pada penelitian ini yaitu studi kasus atau case study dengan subjek penelitian adalah lansia dengan gout arthritis di Ruang Rawat Inap RSUP Dr. Kariadi Semarang. Variabel dependen penelitian ini adalah kadar asam urat, sedangkan variabel independen adalah senam ergonomik. Instrumen penelitian ini adalah nilai kadar asam urat dari World Health Organization (WHO) dan Kemenkes. Pengelolaan data yang diperoleh dianalisis untuk mengetahui penurunan kadar asam urat. Rata-rata kadar asam urat sebelum dan setelah intervensi senam ergonomik menunjukan bahwa terdapat penurunan kadar asam urat dari ketiga subjek. Rerata asam urat menunjukan penurunan sebesar 6,3 mg/dL atau sebesar 55%. Rata-rata kadar asam urat sebelum senam ergonomik sebesar 11,6 mg/dL dan setelah senam errgonomik selama 3 kali pertemuan menjadi 6,3 mg/dL. Senam ergonomik yang diberikan selama 3 kali dengan durasi 15 menit setiap pertemuan efektif menurunkan kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis. Diharapkan penelitian ini dapat dijadikan sebagai sumber penelitian senam ergonomik selanjutnya, serta menambah informasi khususnya lansia agar mencegah tingginya kadar asam urat.
Implementasi Pemberian Terapi Murottal Al-Quran terhadap Kecemasan pada Ibu Hamil Primigravida Trimester III di Sendangmulyo RW 25
Alfina Rahmawati Dewi;
Sri Rejeki;
Machmudah Machmudah
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.17551
Kecemasan pada ibu hamil trimester III merupakan kondisi psikologis yang dapat berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin. Intervensi non- farmakologis, seperti murottal Al-Qur'an, berpotensi memberikan efek terapeutik dalam menurunkan kecemasan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas murottal Al-Qur'an dalam menurunkan tingkat kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Studi kasus dilakukan di RW 25 Sendangmulyo dengan tiga subjek studi yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi diberikan selama tujuh hari berturut-turut, dengan durasi 30 menit per sesi pada pagi hari, menggunakan murottal Surat Maryam. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS) sebelum dan sesudah intervensi pada setiap pertemuan.Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam skor kecemasan pada seluruh subjek studi. Subjek yang awalnya mengalami kecemasan berat (skor ≥41) mengalami penurunan bertahap hingga mencapai kategori kecemasan ringan (21–26) atau tidak cemas (≤20) pada hari terakhir intervensi. Penurunan ini mengindikasikan bahwa murottal Al- Qur'an memberikan efek relaksasi dan stabilisasi emosi, yang berkontribusi dalam mengurangi kecemasan selama kehamilan. Intervensi murottal Al- Qur'an terbukti efektif sebagai strategi non-farmakologis untuk menurunkan kecemasan pada ibu hamil primigravida trimester III. Studi ini mendukung penerapan murottal sebagai pendekatan yang sederhana, aman, dan berbasis spiritual dalam pengelolaan kecemasan perinatal.
Terapi Isometric Quadricep untuk Menurunkan Nyeri Sendi pada Lansia yang Mengalami Osteo Arthritis di Wilayah Desa Sumberejo
Mahfudhatul Hasanah;
Dewi Setyawati;
Ernawati Ernawati;
Muhammad Nurkharistna Al Jihad
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.13156
Osteoarthritis yang merupakan penyakit tulang dan sendi yang sering terjadi karena proses menua. Salah satu terapi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri sendi pada subjek osteoarthritis adalah terapi Isometric Quadriceps. Terapi tersebut merupakan terapi statis otot quadricep tanpa menimbulkan gerakan yang bisa menimbulkan nyeri sendi. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi isometric quadricep guna untuk menurunkan nyeri sendi pada pasien osteoarthritis pada lansia di desa Sumberejo. kec. Mranggen, kab. Demak. Metode yang digunakan pada studi kasus ini adalah pendekatan pre-test dan post-test melalui asuhan keperawatan. Subyek 2 lansia yang mengalami nyeri sendi karena osteoarthritis. Pengkajian nyeri menggunakan Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan terapi isometric quadricep selama 5 hari berturut-turut dengan frekuensi 1x sehari selama 10 menit, kemudian dilakukan evaluasi dengan mengukur tingkat nyeri. Hasil pengukuran terdapat penurunan skala nyeri sendi yang dibuktikan ke dua subjek sebelum diberikan terapi skala nyeri 6 dan 5 setelah diberikan terapi kedua subjek skala nyeri menurun menjadi 4. Hal tersebut membuktikan bahwa terapi isometric quadricep dapat menurunkan nyeri pada penderita osteoarthritis. Berdasarkan hasil studi kasus dapat disimpulkan bahwa terapi isometric quadricep dapat menurunkan skala nyeri pada penderita Osteoarthritis.
Pendekatan Emotion Coaching Dalam Terapi Kelompok Terapeutik Pada Proses Perkembangan Emosi Anak Usia Prasekolah: Case Report
Nurhalimah Nurhalimah;
Rofi Syahrizal;
Fandy Yoduke
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.20434
Anak-anak usia ini merupakan generasi penerus bangsa yang sedang berkembangan fase inisiatif vs rasa bersalah. Terapi Kelompok Teraupetik (TKT) sebagai upaya pembinaan yang tepat dan berkualitas sehingga memberikan dampak baik pada pertumbuhan dan perkembangan anak agar lebih sehat dan bahagia. Hasil pengkajian menunjukkan Anak S (3 tahun) telah mampu menjalankan 7 dari 10 tugas perkembangannya. Masalah yang ditemukan berupa kesiapan peningkatan perkembangan anak prasekolah. Inervensi yang diberikan adalah 6 sesi TKT dengan fokus hasil pada aspek emosi anak. Penerapan konsep emotion coaching dilakukan pada sesi TKT. Hasil yang ditunjukkan kemampuan ibu dalam memfasilitasi perkembangan anak mengalami peningkatan. Tugas perkembangan anak meningkat menjadi 10 dan kemampuan anak dalam meregulasikan emosi dapat dilakukan dengan baik. Sesi TKT dengan menerapkan konsep emotion coaching dapat meningkatkan tugas dan aspek perkembangan emosi anak prasekolah.
Penerapan Pemberian Kapsul Ekstrak Daun Kelor Untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Dengan Anemia
Audia Pebriani;
Siti Aisah;
Edy Soesanto
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.17530
Latar Belakang : Anemia adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi pengangkut oksigen dalam darah (hemoglobin) tidak mencukupi kebutuhan fisiologis. Masa pubertas sangat berisiko mengalami anemia gizi besi, hal ini disebabkan banyaknya zat besi yang hilang selama menstruasi. Cara untuk menanggulangi atau mencegah terjadinya anemia defisiensi besi yaitu dengan farmakologi (pemberian tablet tambah darah) dan non farmakologi, dan intervensi yang diberikan ialah pemberian ekstrak kapsul daun kelor 500mg, 2x1 yang dikonsumsi selama 14 hari. Tujuan : Pemberian ekstrak kapsul daun kelor ini bertujuan untuk meningkatkan HB dan menangani anemia. Metode : Desain studi ini menggunakan desain studi kasus singlecase dengan pendekatan studi pre and post test yang dilakukan dengan rangkaian proses asuhan keperawatan. Kriteria dalam subjek studi kasus ini adalah remaja putri yang berusia 16-18 tahun. Hasil : Pemberian ekstrak kapsul daun kelor efektif dalam meningkatkan kadar HB pada remaja putri yang mengalami anemia, dengan Δ rerata 1.4 g/dl. Kesimpulan : Pemberian kapsul ekstrak daun kelor yang diberikan dua kali sehari selama 14 hari dan konsumsi tablet tambah darah 1x/minggu, disertai pola makan yang baik dengan kualitas makanan yang mengandung banyak sumber gizi dan protein terbukti dapat meningkatkan kadar hemoglobin (HB).
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Ide Bunuh Diri Pada Remaja
I Dewa Ayu Noviari Eka Putri;
Ni Ketut Ayu Mirayanti;
Ni Made Nopita Wati;
Anak Agung Sri Sanjiwani
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.20018
Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami tekanan psikologis akibat perubahan emosi, tuntutan sosial, dan faktor lingkungan. Ketidakmampuan dalam menghadapi tekanan tersebut dapat memengaruhi mekanisme koping yang digunakan sehingga berpotensi memunculkan ide bunuh diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan hubungan antara mekanisme koping dan ide bunuh diri pada remaja di SMA Negeri 1 Kintamani. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian terdiri atas 273 remaja berusia 14-18 tahun yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi The Brief Cope Inventory untuk menilai mekanisme koping dan Adult Suicidal Ideation Questionnaire untuk menilai ide bunuh diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki mekanisme koping adaptif dan sebagian besar tidak memiliki ide bunuh diri. Secara umum terdapat kecenderungan bahwa remaja dengan mekanisme koping yang lebih adaptif memiliki tingkat ide bunuh diri yang lebih rendah dibandingkan remaja dengan mekanisme koping yang kurang adaptif. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan mekanisme koping adaptif pada remaja melalui dukungan keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan guna mencegah munculnya ide bunuh diri.
Pengaruh E-Booklet SADARI terhadap Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)
Ni Wayan Wiwik Pratiwi;
Ni Made Nopita Wati;
Mohammad Adreng Pamungkas
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.20023
Kanker payudara merupakan salah satu penyebab utama kematian pada wanita, sehingga deteksi dini melalui Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) menjadi sangat penting. Namun, tingkat pengetahuan remaja putri mengenai SADARI masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian e-booklet terhadap tingkat pengetahuan remaja putri tentang SADARI. Desain penelitian menggunakan pre-eksperimental one group pre-test–post-test pada 22 siswi kelas X SMA Negeri 1 Susut yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan tentang SADARI. Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Setelah pemberian e-booklet, mayoritas responden mengalami peningkatan pengetahuan hingga berada pada kategori baik. Temuan ini menunjukkan bahwa media e-booklet efektif digunakan sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI. E-booklet juga berpotensi menjadi media pembelajaran yang fleksibel, menarik, dan mudah diakses guna mendukung upaya deteksi dini kanker payudara pada kelompok usia remaja.
Asuhan Keperawatan pada Pasien Fraktur Ekstermitas Bawah Post ORIF di RS X
Alvin Juliero Sinurat;
Fitriana Suprapti
Ners Muda Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26714/nm.v6i3.18302
Fraktur ekstremitas bawah merupakan kasus muskuloskeletal yang banyak terjadi dan sering kali membutuhkan tindakan pembedahan seperti Open Reduction Internal Fixation (ORIF). Penanganan kasus ini penting karena berpotensi menyebabkan gangguan mobilitas fisik, nyeri akut, serta penurunan kemandirian pasien. Laporan kasus ini membahas dua pasien dengan fraktur ekstremitas bawah post ORIF di RS X. Pasien pertama merupakan lansia dengan riwayat penanganan fraktur yang terlambat akibat memilih pengobatan alternatif, sedangkan pasien kedua adalah seorang anak yang datang dengan keluhan nyeri hebat dan keterbatasan gerak pasca jatuh. Kedua pasien didiagnosis dengan fraktur femur, menjalani operasi ORIF, dan mendapatkan intervensi keperawatan berupa kombinasi terapi nonfarmakologis seperti kompres dingin, relaksasi napas dalam, serta latihan mobilisasi bertahap. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan intensitas nyeri dan peningkatan kemampuan mobilitas secara bertahap pada kedua pasien. Dari kasus ini, dapat disimpulkan bahwa intervensi keperawatan yang tepat dan edukasi kepada pasien serta keluarga sangat penting dalam mempercepat proses pemulihan pasca ORIF, terutama dalam mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.