cover
Contact Name
Afidhatul Masruroh
Contact Email
jrp@unisma.ac.id
Phone
+6281216108530
Journal Mail Official
afidhatul.m@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
ISSN : 27237451     EISSN : 27237443     DOI : 10.33474
Core Subject : Science, Social,
REKASATWA Jurnal Ilmiah Peternakan adalah jurnal ilmiah bidang peternakan yang diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Jurnal ini sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian terapan dan hasil pemikiran konseptual dalam ilmu dan pengetahuan peternakan. Fokus dan bidang dalam jurnal ini adalah 1) aspek Bioreproduksi, 2)Bioteknologi Pakan, 3) Produksi Ternak, 4) Nutrisi Pakan, 5) Kesehatan Ternak, 6) Teknologi Hasil Ternak dan 7) Sosial Ekonomi Ternak. Tujuan publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan hasil pemikirian konseptual dan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan dunia peternakan.
Articles 97 Documents
KONSENTRASI LARUTAN URIN KELINCI YANG BERBEDA SEBAGAI MEDIA PENYIRAMAN DAN PUPUK ORGANIK TERHADAP JUMLAH DAUN DAN TINGGI TANAMAN HIDROPONIK FODDER JAGUNG (Zea mays) Kustyorini, Tri Ida Wahyu; Krisnaningsih, Aju Tjatur Nugroho; Hadiani, Dimas Pratidina Puriastuti
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.21613

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan urin kelinci yang berbeda terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman jagung pakan ternak hidroponik (zea mays). Materi penelitian adalah jagung, urin, dan air. Metode yang digunakan adalah percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (larutan urine 0%), P1 (larutan urine 5%), P2 (larutan urine 10%), P3 (larutan urine 15%) Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah daun dan tinggi tanaman. Analisis data menggunakan analisis varians, jika terjadi efek, maka dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah daun tertinggi pada perlakuan P2 yakni 2,4 helai, dan tinggi tanaman terbaik pada perlakuan P2 (33,2 cm). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemupukan menggunakan larutan urin 10% memberikan nilai variabel terbaik.
EFEK PENGGUNAAN POLYETHYLEN GLYCOL (PEG) DALAM RANSUM KONSENTRAT MENGANDUNG DAUN KABESAK PUTIH (Acacia leucophloea) TERHADAP PRODUKSI GAS DAN TOTAL VFA IN VITRO Lawa, Emma Dyelim Wie; Lazarus, Edwin J. L.
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.21709

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efek polyethylene glycol (PEG) sebagai penghambat aktivitas tannin dalam ransum konsentrat mengandung daun kabesak putih terhadap produksi gas in vitro dan produksi total asam lemak terbang (T-VFA). Penelitian menggunakan metoda teknik produksi gas. Perlakuan yang diterapkan adalah level penggunaan daun kabesak putih dalam ransum konsentrat dengan penambahan PEG. Perlakuan dimaksud adalah : R1: 10% daun kabesak putih, R2 :  20% daun kabesak putih, R3 : 30% daun kabesak putih, dan R4: 40% daun kabesak putih. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata terhadap produksi gas dan total VFA ransum. Potensi produksi gas (mL/500 mg BK) dan laju produksi gas fraksi tak larut (mL/jam), dan produksi gas 48 jam (mL/500 mg BK) tidak menunjukkan perbedaan diantara perlakuan. Produksi T-VFA menunjukkan perlakuan R1 dan R2 nyata lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Disimpulkan bahwa Penambahan Polyethylene glycol (PEG) dalam ransum konsentrat mengandung daun kabesak putih meningkatkan produksi gas in vitro dan produksi asam lemak terbang (T-VFA). Keberadaan tannin dalam daun kabesak putih dapat dihambat dengan keberadaan PEG sehingga fermentasi ransum menjadi meningkat.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN WAFER PAKAN KOMPLIT BERBASIS RUMPUT ODOT DAN ISI RUMEN SAPI TERHADAP KANDUNGAN FRAKSI SERAT Rina, Henderina Ara; Hilakore, Maritje A.; Lazarus, Edwin J.L.; Lawa, Emma D. Wie
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.22175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan wafer pakan komplit berbasis rumput odot dan isi rumen sapi terhadap kandungan fraksi serat. Metode yang di gunakan adalah metode eksperimental dengan menggunkanan  rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang di uji yaitu: P0: Penyimpanan 0 hari, P1: Penyimpanan 10 hari, P2:  Penyimpanan 20 hari, P3: Penyimpanan 30 hari. Variabel yang di ukur  adalah kandungan NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Data dianalisis menggunakan analysis  of Varience (ANOVA) dan di lanjutkan dengan  uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata  (P<0,01) terhadap kandungan selulosa, dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan NDF, ADF, lignin, dan hemiselulosa. Disimpulkan bahwa lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap kandungan ADF, NDF, hemiselulosa dan lignin, tetapi menurunkan kandungan selulosa pada wafer pakan komplit.
PENGARUH PERBANDINGAN RUMPUT ODOT DAN ISI RUMEN SAPI PADA SILASE PAKAN KOMPLIT TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR, KANDUNGAN SERAT KASAR, DAN KONSENTRASI VFA, SERTA NH3 IN-VITRO Sindi, Maria Sindi Bria; Hilakore, Maritje A.; Lazarus, Edwin J.L.; Lawa, Emma D. Wie
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.22192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan rumput odot dan isi rumen sapi dalam pembuatan silase pakan komplit terhadap kandungan protein kasar, kandungan serat kasar, konsentrasi asam lemak terbang (VFA) serta NH3 in vitro. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0 = rumput odot 70% + konsentrat 30%, P1 = rumput odot 60% + isi rumen sapi 10% + konsentrat 30%, P2 = rumput odot 50% + isi rumen sapi 20% + konsentrat 30%, P3 = rumput odot 40% + isi rumen sapi 30% + konsentrat 30% . Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan konsentrasi VFA tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsentrasi NH3. Disimpulkan bahwa meningkatnya persentase isi rumen sapi dan menurunnya rumput odot pada pembuatan silase pakan komplit mengakibatkan terjadinya penurunan kandungan PK, dan peningkatan kandungan SK sedangkan konsentrasi VFA mengalami penurunan dan tidak terdapat perbedaan konsentrasi NH3 dengan perlakuan kontrol. Kata kunci: isi rumen sapi, rumput odot, perbandingan silase pakan komplit, in vitro  
PENGARUH BOBOT DAY OLD CHICK YANG BERBEDA TERHADAP PENAMPILAN PRODUKSI, PERSENTASE KARKAS, INDEKS PERFORMA, INCOME OVER FEED COST, DAN NILAI EKONOMIS PAKAN BROILER Yulianti, Dyah Lestari; Sinaga, Ruth Rodearni; Gultom, Ariel Nickholas; Ma’arif, Muhammad Wahyu Agung
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.22408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot Day Old Chick (DOC) yang berbeda terhadap penampilan produksi, persentase karkas, Indeks Performa (IP) Income Over Feed Cost (IOFC), dan nilai ekonomis pakan broiler. Materi penelitian adalah 75 ekor DOC strain Lohmann tidak dibedakan jenis kelamin.  Pakan basal adalah pakan komersial broiler fase starter produksi PT. Charoen Pokphand Indonesia kode BR1. DOC dipelihara secara intensif selama 35 hari pada tipe kandang terbuka. Metode penelitian adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap 3 perlakuan, 5 ulangan. Satu unit percobaan terdiri dari 5 ekor DOC. Perlakuan penelitian adalah bobot DOC; P1=41-43 g, P2=44-46 g, dan P3=47-49 g. Variabel penelitian adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, bobot panen, persentase karkas, persentase potongan karkas, IP, IOFC, dan nilai ekonomis pakan  Data yang diperoleh ditabulasi dan dilakukan menggunakan analisis statistic sidik ragam (ANOVA), jika terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan’s. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh bobot DOC yang berbeda terhadap penampilan produksi (konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan bobot panen), persentase karkas dan persentase potongan karkas, IP, IOFC, dan nilai ekonomis pakan (P>0.05). Bobot DOC dengan rentang 41-49 g pada pemeliharaan di kandang tipe terbuka tidak memberikan pengaruh terhadap penampilan produksi dan parameter ekonomi. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh parameter fisik DOC lain terhadap penampilan produksi broiler.
PENGARUH LETAK BARIS BATERAI KANDANG TERHADAP TINGKAH LAKU DAN KUALITAS TELUR BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica L.) Bakti, Heksa Kharisma; Yulianti, Dyah Lestari; Wadjdi, M. Farid
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.22433

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kandang terhadap perilaku dan kualitas telur burung puyuh (Coturnix coturnix Japonica). Bahan penelitian adalah 500 ekor burung puyuh strain Peksi umur 28 minggu. Pakan basal merupakan pakan lengkap fase layer yang diproduksi oleh PT Panca Patriot Prima. Metode penelitian adalah eksperimen, 4 perlakuan 5 ulangan. Satu unit percobaan terdiri dari 25 ekor burung (kepadatan stok 125 ekor/m2). Perlakuan penelitian adalah kandang berjenjang, P1 (tingkat pertama), P2 (tingkat kedua), P3 (tingkat ketiga), dan P4 (tingkat keempat). Parameter iklim mikro yang meliputi: suhu (°C), kelembaban (%), kecepatan udara (m/s), dan intensitas cahaya (lux) diamati setiap hari. Data iklim mikro dicatat 3 kali sehari (pagi, siang, dan sore). Variabel yang diamati adalah perilaku puyuh (makan, minum, mobilitas, dan aktivitas istirahat) dan kualitas telur (indeks putih telur, indeks kuning telur, dan haugh unit). Berdasarkan hasil analisis data, posisi kandang yang disusun dalam empat tingkat bingkai V tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap parameter iklim mikro (suhu, kelembaban dan kecepatan) namun berpengaruh (P<0,01) terhadap intensitas cahaya. diterima burung puyuh. Intensitas cahaya yang berbeda-beda pada setiap tingkatan mempengaruhi perilaku burung puyuh meliputi aktivitas makan, minum, istirahat dan mobilitas. Baterai yang terletak di tingkat atas mempunyai pengaruh terbaik terhadap perilaku puyuh dan kualitas telur puyuh termasuk (indeks putih telur, indeks kuning telur, dan HU). Disarankan untuk menempatkan baterai lebih tinggi untuk mencapai intensitas cahaya yang cukup dalam tahap produksi.
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN EKSTRAKSI BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) PADA YOGHURT TERHADAP AKTIFITAS TOTAL MIKROORGANISME DAN ANTIOKSIDAN Chabiburrochman, M. Mas'ud; Kurniawan, M Fuad
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.22434

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi evektifitas penambahan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada yogurt ditinjau dari aktifitas total mikroorganisme, total BAL (bakteri asam laktat) dan aktivitas antioksidan. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah yogurt dengan penambahan ekstrak bunga rosella. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taraf penambahan ekstrak bunga rosella pada yogurt memberikan pengaruh nyata yang tinggi (P<0,01) terhadap total TPC (total plate count), total BAL (bakteri asam laktat) dan aktivitas antioksidan. Nilai rerata total TPC berturut-turut adalah 8,83 ± 0,670, 8,21 ± 0,301, 8,01 ± 0,450, 7,86 ± 0,690 dan 6,40 ± 0,382; Nilai total BAL berturut-turut adalah 8,32 ± 0,252, 8,16 ± 0,377, 7,78 ± 0,251, 7,74 ± 0,404 dan 6,39 ± 0,535 (CFU/ml); dan Aktivitas antioksidan berturut-turut adalah 19,35 ± 0,48, 75,45 ± 0,29, 77,71 ± 0,68, 78,28 ± 0,50 dan 80,59 ± 0,49. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan ekstrak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dengan persentase yogurt yang berbeda mempengaruhi total mikroorganisme, total BAL dan antioksidan. Nilai rataan total mikroorganisme dan total bakteri asam laktat terendah pada P4 dan nilai antioksidan tertinggi pada P4. Persentase penambahan ekstrak bunga rosella pada yoghurt sebanyak 2% (P4) memberikan hasil terbaik dengan rataan aktivitas antioksidan 80,59±0,49, total TPC 6,40±0,382 CFU/ml dan Total BAL 6,31±0,535 CFU/ml. 
POTENSI BAHAN LOKAL DI INDONESIA SEBAGAI PAKAN AYAM BROILER Zumara Rahmatillah; Khairunisak; Firdus; Allaily
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 2 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i2.22770

Abstract

Ayam broiler merupakan ayam pedaging dengan tingkat pertumbuhannya sangat cepat dibandingkan ayam lainnya. perkembangan peternakan ayam broiler semakin meningkat, namun biaya yang dibutuhkan dalam usaha peternakan sehingga mendorong peternak mencari cara untuk meningkatkan performa ayam broiler. Penambahan bahan lokal kedalam pakan ayam broiler dapat secara signifikan meningkatkan kinerja pertumbuhan dan kesehatan ayam broiler secara keseluruhan. Komponen yang bersumber secara lokal ini tidak hanya menyediakan nutrisi yang baik dan penting, namun juga mampu meningkatkan efisiensi pakan serta mengurangi biaya yang terkait dengan pakan komersial maupun pakan impor. Literatur review ini mengkaji tentang potensi bahan lokal yang dapat digunakan dalam pakan maupun air minum ayam broiler untuk meningkatkan performa ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung daun Caliandra calothyrsus, Tepung Daun Katuk (Saoropus androgynus), Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.), ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia Ten. Steenis), tepung keong mas (Pomacea Spp), dekok daun kersen, tepung tanaman meniran (Phyllanthus niluri, L), tepung murbei (limbah wortel), air buah mengkudu, campuran probiotik dan herbal , tepung daun kelor dan jeruk nipis, fermentasi daun katuk dalam ampas tahu berpotensi sebagai pakan ayam broiler.
PENGARUH PEMBERIAN COOKIES PAKAN MENGANDUNG DAUN AFRIKA (Vernonia amygdalina) TERHADAP PRESENTASE ORGAN DALAM KELINCI NEW ZEALAND Gita Anggraeni Aprilianti; Wadjdi, M. Farid; Pratama Mahardhika, Brahmadhita
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 2 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i2.22835

Abstract

Penggunaan daun Afrika saat ini banyak digunakan untuk pengobatan alternatif salah satunya untuk penyembuhan luka. Senyawa aktif yang ada pada daun afrika (Vernonnia Amigdalina) berupa senyawa tannin, saponin dan Flavanoid. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pakan tersuplementasi daun afrika dalam bentuk Cookies dan Mash.  Metode pengujuan yang dilakukan dalam penelitian ini dengan menggunakan kelinci jenis New Zealand yang diberikan perlakuan pakan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari 2 Faktor dengan 3 Perlakuan dan 3 kali pengulangan. Praparasi sampel dilakukan dengan cara menyembelih kelinci terlebih hingga kelinci dipastikan benar benar mati lalu dilakukan pembedahan dan proses pengangkatan organ dalam serta penimbangan. Hasil penelitian ini menujukan bahwa penggunaan daun afrika pada kelinci dalam bentu Cookies tidak berpengaruh secara nyata (P<0.05). Hal ini menujukan bahwa suplementasi daun afrika pada pakan dalam bentuk Cookies  tidak menunjukan hasil yang berbeda secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa fungsi senyawa yang ada di dalam kandungan daun afrika dapat digunakan untuk Imunodulator yang dapat menjaga imunitas tubuh.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN WAFER RANSUM BERBASIS SILASE ISI RUMEN SAPI TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR, SERAT KASAR SERTA KONSENTRASI VFA DAN NH3 SECARA IN-VITRO Balang, Dance M.; Lazarus, Edwin J. L.; Hilakore, Maritje A.
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 2 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i2.22251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan wafer berbasis silase isi rumen sapi terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, konsentrasi VFA dan amonia (NH3) secara in-vitro. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu: P0: Penyimpanan 0 hari, P1: Penyimpanan 10 hari, P2:  Penyimpanan 20 hari, P3: Penyimpanan 30 hari. Variabel yang di-ukur  adalah kandungan protein kasar, serat kasar, konsentrasi VFA dan konsentrasi NH3 secara in-vitro.. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kasar dan konsentrasi amonia (NH3) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan serat kasar dan konsentrasi VFA. Disimpulkan bahwa semakin lama penyimpanan wafer ransum  maka kandungan serat kasar dan produksi VFA akan semakin menurun namun kandungan protein kasar dan amonia (NH3) semakin meningkat. Kandungan protein, serat kasar,VFATotal dan NH3 berada pada kondisi optimal dan mempunyai kualitas yang baik pada penyimpanan 20 hari.

Page 9 of 10 | Total Record : 97