cover
Contact Name
Ero Haryanto
Contact Email
eroharyanto@poltekestniau.ac.id
Phone
+62895340041177
Journal Mail Official
uppm@poltekestniau.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit, Kec. Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40142
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
ISSN : 24769517     EISSN : 24769525     DOI : https://doi.org/10.58550/jka
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) ini memuat naskah dibidang kesehatan meliputi: Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, serta bidang kesehatan lainnya. Naskah yang diajukan dapat berupa artikel penelitian, artikel penelaahan (review), dan makalah kebijakan yang belum pernah dipublikasikan ditempat lain dan tidak sedang diajukan ketempat lain.
Articles 256 Documents
Analisis Rhodamin B Pada Bumbu Tabur Balado Di Pasar Kecamatan Ulujami Dan Comal Menggunakan Metode Benang Wol Dan KLT Miftakhur Rokhmah; Siska Rusmalina
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.199

Abstract

Bumbu adalah sesuatu yang menambah rasa lezat pada makanan. Bumbu tabur balado merupakan salah satu bumbu yang memiiliki rasa dan warna menarik yang menambah daya tarik tersendiri. Bisa jadi pewarna merah yang digunakan pada bumbu balado berbahaya bagi kesehatan, salah satunya adalah pewarna Rhodamin B. Rhodamin B sering disalahgunakan sebagai pewarna makanan karena harganya relatif lebih murah daripada pewarna alami untuk pangan. Rhodamin B mengandung senyawa klorin (Cl) yang bersifat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. Identifikasi kandungan Rhodamin B dapat dilakukan dengan metode benang wol dan KLT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah bumbu tabur balado di Pasar Kecamatan Ulujami dan Comal mengandung zat pewarna Rhodamin B atau tidak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif observasional, yaitu dengan melakukan penelitian dilaboratorium untuk mengetahui kandungan Rhodamin B pada bumbu tabur dengan metode analisis uji benang wol dan KLT. Sampel yang digunakan adalah bumbu tabur rasa balado berwarna merah yang dijual di Pasar Kecamatan Ulujami dan Comal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 9 sampel yang diteliti tidak ditemukan sampel yang mengandung Rhodamin B karena berdasarkan nilai Rf yang didapat tidak mendekati nilai Rf baku dan kontrol positif, sehingga sampel dinyatakan negatif mengandung Rhodamin B.
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Pemilihan Penolong Persalinan Pada Ibu Hamil Hanny Yuli Andini
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.200

Abstract

Angka kematian ibu (AKI) merupakan salah satu indikator pembangunankesehatan di indinesia. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatn menjadi sangat penting dalam upaya penurunan AKI. Cakupan pemilihan penolong persalinan oleh tenaga keshatan di desa Cihaurkuning belum mencapai 90%. Target desa ciahurkuning 80% tetapi yang tercapai hanya 63%.bTujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan ibu dalam memilih tenaga penolong persalinan di desa Cihaurkuning. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kuantitatif adalah data yang diperoleh dari sampel populasi penelitian di analisis sesuai dengan metode statistik yang digunakan, populasi penelitian ini adalah ibu hamil dan sampel sebanyak 68 orang. Pengumpulan data diperoleh dari data primer. Hasil penelitian yang memilih tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan sebanyak 20 (46,5%) berada pada kelompok yang berpengetahuan kurang, tenaga kesehatan sebagai penolong persalinan dengan status umur tidak berisiko (20- 35 tahun) sebanyak 34 orang (66,7%), tenaga kesehatan berdasarkan pendapatan yang tertinggi yaitu kategori kurang sebanyak 7 orang (41,2%), Disarankan desa cihaurkuning agar meningkatkan cakupan penolong persalinan di tenaga kesehatan dan disetiap desa yang aksesnya jauh dari fasilitas kesehatan agar dibuat rumah tunggu kelahiran.
Uji Aktivitas Antibakteri Infusa Daun Tempuyung (S. Arvensis L.) Terhadap Bakteri E. Coli Dan S. Aureus Asep Edi Sukmayadi; Purnama Lestari; Dinda Ayu Deliana
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.201

Abstract

Tempuyung (S. arvensis L) merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki potensi menghambat pertumbuhan bakteri. Secara umum, pada daun tempuyung mengandung golongan senyawa flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri daun tempuyung (S. arvensis L.) yang diekstrak secara infudasi terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus. Uji aktivitas antibakteri infusa daun tempuyung (S. arvensis L.) menggunakan metode cakram kertas melalui pengukuran zona hambat di sekitar kertas cakram. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi infusa yang diujikan yaitu 1 g/ml, 2 g/ml, 3 g/ml, 4 g/ml, dan 5 g/ml terhadap bakteri E. coli memiliki rata-rata diameter zona hambat secara berturut-turut sebesar 2,16 mm; 4,00 mm; 5,81 mm; 7,26 mm; dan 7,63 mm, serta terhadap bakteri S. aureus secara berturut-turut sebesar 2,45 mm; 4,06 mm; 5,53 mm; 7,31 mm; dan 7,88 mm. Zona hambat yang diperoleh didukung oleh keberadaan metabolit sekunder hasil skrining fitokimia yaitu flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji One Way Anova dan Uji Tukey HSD menunjukkan terdapat perbedaan bermakna pada konsentrasi yang diujikan terhadap kontrol negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa infusa daun tempuyung (S. arvensis L.) dengan konsentrasi yang diujikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus.
Pengetahuan Perawat Tentang Code Blue Pada Pasien Gawat Darurat Di Rumah Sakit TNI AU Dr. M. Salamun Bandung Tuti Herawati; Zustantria Agustin; Diana Farida Fitri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.203

Abstract

Pasien kritis adalah pasien dengan perburukan patofisiologi yang cepat yang dapat menyebabkan kematian tujuan mengidentifikasi gambaran pengetahuan perawat tentang code blue pada pasien gawat darurat, pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimiliki. Code blue didefinisikan sebagai suatu kode aktivasi sistem untuk kondisi gawat darurat yang terjadi dirumah sakit dan perlu penanganan segera mungkin. perawat adalah seseorang yang mampu dan berwenang dalam melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan. Desain penelitian ini deskriftif kuantitatif populasi 153 perawat , sampel 111 menggunakan teknik purposive sampling, instrumen penelitian berupa kuesioner sebanyak 20 hasil uji validitas 0,493-0,776 dan uji reliabilitas 0,940 hasil penelitian secara umum termasuk kategori baik sebesar 46,8% dan secara khusus perawat memiliki pengetahuan baik pada pengertian 54,1% dan tujuan sebanyak 49,5% dan juga memiliki pengetahuan cukup pada pelaksanaan code blue sebanyak 45.0%, saran kepada RSAU dr.M.Salamun untuk mengadakan pelatihan dan simulasi bagi perawat.
Gangguan Mental Emosional Dan Gangguan Fisik Remaja Penyintas Covid-19 Di RT 09 Ciumbuleuit Bandung Rina Kartikasari; Ero Haryanto; Mutiara Basri
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.204

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan efek luar biasa terhadap kesehatan mental, baik pada aspek fisik dan aspek psikologis. Tujuan penelitian mengetahui gambaran gangguan mental emosional dan gangguan fisik remaja penyintas Covid-19 di RT 09 Ciumbuleuit Bandung. Gangguan mental emosional adalah keadaan seseorang yang mengalami suatu perubahan emosional sedangkan gangguan fisik adalah gangguan yang penyebabnya diperparah oleh kondisi psikologis. Remaja adalah individu berusia 10-24 tahun dan belum menikah. Penyintas Covid-19 adalah seseorang yang telah sembuh Covid-19. Desain penelitian adalah deskriptif, populasi 30 responden dengan teknik Total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner (SRQ-29) sebanyak 29 pertanyaan dan kuesioner (PCS) sebanyak 30 pernyataan. Hasil Uji validitas gangguan mental emosional yaitu r hitung 0.560-0.902, reliabilitas Cronbach’s Alpha 0.796, hasil uji validitas gangguan fisik yaitu r hitung 0.571-0.794 dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha 0.971. Dapat disimpulkan dari hasil penelitian remaja di RT 09 rentang mengalami gangguan mental baik secara emosional maupun fisik. Disarankan remaja penyintas Covid-19 dapat memperbaiki kesehatan mentalnya dengan membuat komunitas diskusi dan berolahraga.
Pengetahuan Orangtua Tentang Stunting Pada Anak Balita Di RW 004 Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Sussanty Cahyaning Nurdyantary; Desi Sundari Utami; Annisa Nur Sa’Adah Catamaran
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.206

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kejadian stunting pada anak balita di RW 004 Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi Kota Bandung, yaitu lima orang balita yang mengalami stunting. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan orangtua tentang stunting pada anak balita di RW 004 Kelurahan Sukawarna Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Metode Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, populasi 134 orangtua dengan teknik proposional random sampling dan jumlah sampel yang diambil 100 responden. Instrumen yang digunakan kuesioner dengan hasil uji validitas 0,4863-0,8531 dan reliabilitas 0,888. Hasil penelitian secara umum dalam kategori kurang dengan jumlah responden (47.5%) sebanyak 48 responden. Rekomendasi untuk warga RW 004 Kelurahan Sukawarna agar rajin untuk mengikuti kegiatan posyandu untuk melakukan pemeriksaan pertumbuhan pada balitanya.
Kualitas Tidur Pada Pengguna Narkotika Psikotropika Dan Zat Adiktif (NAPZA) Yang Sedang Direhabilitasi Di Yayasan Grapiks Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung Zustantria Agustin; Tuti Herawati; Ahsyan Alba Azizan
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.207

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh semakin tingginya penyalahgunaan narkoba di indonesia sebanyak 3,8 juta-4,1 juta pengguna dengan gejala psikis paling banyak kedua yaitu perubahan kualitas tidur pada pengguna napza di indonesia sebanyak 51,7%, bertujuan untuk mengetahui Gambaran Kualitas Tidur Pada Pengguna Napza di Yayasan Grapiks, Kualitas tidur adalah kepuasan seseorang terhadap tidur, sehingga seseorang tersebut tidak memperlihatkan perasaan lelah, lesu, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk. Jenis penelitian deskriptif, pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 34 orang dari 34 populasi. Dari hasil penelitin ini menunjukan bahwa kualitas tidur pada pengguna napza pada kategori baik 11 responden (32,4%), kategori sedang 15 responden (44,1%) dan kategori buruk 8 responden (23,5%). Kesimpulan hasil penelitian ini tentang Gambaran Kualitas Tidur Pada Pengguna Napza di Yayasan Grapiks mayoritas kualitas tidur berada pada kategori sedang (44,1%). Saran untuk Yayasan Grapiks agar memperhatikan kegiatan dari mulai bangun tidur sampai dengan tidur kembali, dengan memperbanyak kegiatan disiang hari atau sore hari sehingga memberikan para rehabilitasi kelelahan yang dapat menyebabkan para rehabilitasi cepat tidur dan memiliki kualitas tidur yang baik untuk menunjang keberhasilan saat rehabilitasi.
Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Ispa Pada Anak Balita Usia 1-5 Tahun Desi Sundari Utami; Eli Rusmita; Sheva Laila Chomisah
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i1.209

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh angka kejadian ISPA di UPT Puskesmas Garuda tahun 2020 sebanyak 661 kasus dan mengalami peningkatan pada tahun 2021 sebanyak 770 kasus hingga menempati peringkat pertama penyakit terbanyak diderita oleh balita. Penelitian ini dilakukan pada 24 Maret hingga 10 April 2022. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah yang menular, disebabkan oleh agen infeksius dan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya status gizi, status imunisasi, polusi udara dalam ruang, BBLR, ASI eksklusif, dan kebiasaan keluarga merokok. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah orang tua balita dengan ISPA sebanyak 770 orang. Dengan teknik Accidental Sampling diperoleh sampel sebanyak 89 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan kuisioner dari penelitian milik Timbang tahun 2016 dengan r hasil 0.452 dan α = 0.696. Pertanyaan dalam kuisioner berjumlah 11 butir. Hasil penelitian didapatkan hasil ISPA berdasarkan status gizi (28.09%), status imunisasi (28.09%), ASI eksklusif (59.55%), pemberian vitamin A (79.78%), BBLR (13.48%), kepadatan hunian (59.55%), ventilasi rumah (37.08%), kebiasaan keluarga merokok (84.27%). Simpulan faktor yang sangat mempengaruhi kejadian ISPA pada anak balita usia 1-5 tahun di UPT Puskesmas Garuda adalah ASI eksklusif, pemberian vitamin A, kepadatan hunian dan kebiasaan keluarga merokok. Disarankan kepada UPT Puskesmas Garuda untuk meningkatkan penyuluhan yang berkaitan dengan penyakit ISPA serta bahaya asap rokok terhadap bayi dan balita secara rutin sesuai dengan program kerja Puskesmas.
Terapi ROM Terhadap Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Pada Pasien Stroke Diruang Wijaya Kusuma RSUD Tugurejo Semarang rimanan, Beni; Hartanti, Rita Dwi; widayanto, Doto
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i2.210

Abstract

Latar belakang: Stroke merupakan gangguan fungsi otak secara fokal atau global yang dapat menimbulkan kematian atau kelainan yang menetap lebih dari 24 jam, tanpa penyebab lain kecuali gangguan vaskular. Sehingga latihan ROM aktif dan ROM pasif perlu dilakukan supaya aliran darah ke otak tidak terhenti, selain itu ROM aktif dan ROM pasif juga meningkatkan kekuatan otot yang dilakukan secara mandiri maupun dibantu.Tujuan Penulis ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi range of motion (ROM) Terhadap Kekuatan Otot Ekstermitas Atas Pada Pasien Stroke. Metode: Penulis ini mengakses database PubMed, MEDLINE, dan pencarian luas pada googlescholar untuk artikel berbahasa Indonesia. Pencarian dilakukan dengan mengkombinasi kata kunci: “Neuromuscular patient,” “ therapy range of motion ,” “group activity therapy,” and “Stroke”. Partisipan pada studi ini adalah pasien dengan Stroke Hasil: Hasil dari implementasi yang telah di terapkan menunjukkan bahwa terapi latihan Range Of Motion (ROM) terhadap peningkatan kekuatan otot pada pasien stroke disimpulkan bahwa latihan ROM efektif dalam meningkatkan kekuatan otot yang sebelumnya Skala 3 Dapat menggerakkan otot dengan tahanan minimal misalnya dapat menggerakkan tapak tangan dan jari, menjadi Skala 4 Pada skala ini dapat bergerak dan dapat melawan hambatan yang ringan, dengan memberikan latihan yaitu 2 kali sehari setiap pagi dan sore dengan waktu 10-15 menit dan dilakukan 4 kali pengulangan setiap gerakan. Simpulan: studi ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan reverensi dan informasi dalam pemberian intervensi keperawatan yang mandiri serta dilakukan 2 kali sehari dilakukan minimal 4 kali pengulangan disetiap gerakan untuk melakukan pemberian Range Of Motion (ROM) aktif dalam Meninggkatkan kekuatan otot pasien stroke.
Penerapan Teknik Mobilisasi Dini Pada Ibu Post Sectio Caesarea Terhadap Penyembuhan Luka Tahap Awal Di RSUD Tugurejo Semarang : Case Study Fahira, Friska; Ratnawati, Ratnawati; Yogastina, Theresia Dian
Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika) Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika)
Publisher : Politeknik Kesehatan TNI AU Ciumbuleuit Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58550/jka.v9i2.213

Abstract

Introduction (Pendahuluan) Sectio caesaria merupakan suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim. Masalah yang timbul pada pasien post sc salah satunya yaitu adanya hambatan mobilitas fisik. Hambatan mobilitas fisik ini dipengaruhi karena adanya luka post sc yang menyebabkan luka pada bekas sayatan di daerah abdomen (kulit dan otot perut) dan dinding uterus. Munculnya rasa nyeri dapat memperpanjang masa pemulihan sehingga menyebabkan penyembuhan luka lama. Salah satu upaya untuk mempercepat penyembuhan luka post sectio caesarea dapat dilakukan mobilisasi dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan teknik mobilisasi dini pada Ibu Post Sectio Caesarea terhadap penyembuhan luka di RSUD Tugurejo Semarang. Method (Metode) Penelitian ini menggunakan desain studi kasus atau case study yaitu dengan penerapan Evidance Based Practice Nursing, variabel yang digunakan yaitu ibu post sc. Penelitian ini menggunakan sampel ibu post sc di Ruang Bougenville RSUD Tugurejo Semarang sebanyak 1 orang. Results (Hasil) & Analisis Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mobilisasi selama 3 hari luka post sc tidak ada tanda infeksi, ibu mampu menyusui dengan dengan benar. Discussion (Diskusi atau Simpulan) Studi ini diharapkan dapat menjadi referensi pihak rumah sakit untuk mengaplikasikan ke pasien untuk meningkatkan mobilisasi dini post sectio caesarea sebagai upaya untuk penyembuhan luka sayat post sc.