cover
Contact Name
Fatma Siti Fatimah
Contact Email
fatmasitifatimah@almaata.ac.id
Phone
+6285643752595
Journal Mail Official
ijhaa@almaata.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.almaata.ac.id/index.php/IJHAA/about/editorialTeam
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Hospital Administration
ISSN : 2621265X     EISSN : 26212668     DOI : -
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Hospital Administration (IJHAA) is the journal which will publish scientific article about research in health and hospital management. The focus of this journal is in Occupational Health and safety, Financial Management, Health Regulation and Policy, Human Resources Management, Medical Record Management, Quality Management of Health Services, Public Health Management, Hospital Accreditation, infection control management and patient safety. These article is analyzed by quantitaticely and qualitatively.
Articles 101 Documents
Pengaruh Efektivitas Sistem Pendaftaran Online Pasien Rawat Jalan terhadap Kepuasan Pasien di Rumah Sakit Ayunda Putri Dewi; Silvia Intan Wardani; Putu Ratna Suprima Dewi
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2025.8(2).139-156

Abstract

Pelayanan administratif memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan karena berpengaruh langsung terhadap pengalaman dan kepuasan pasien. Rumah Sakit Tk.II Udayana telah menerapkan sistem pendaftaran online untuk layanan rawat jalan dengan tujuan mempermudah proses administrasi dan mempercepat waktu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sistem pendaftaran online serta pengaruhnya terhadap kepuasan pasien rawat jalan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 100 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang menilai beberapa aspek efektivitas sistem, meliputi reliabilitas, fleksibilitas, integrasi, aksesibilitas, dan kecepatan tanggapan, serta indikator kepuasan pasien menggunakan dimensi EUCS yaitu konten, ketepatan, tampilan, kemudahan penggunaan, dan ketepatan waktu. Analisis data mencakup uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas sistem pendaftaran online berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 80%, demikian pula tingkat kepuasan pasien yang mencapai nilai sama. Analisis univariat menggambarkan bahwa responden didominasi kelompok usia ≥30 tahun (77%), laki-laki (53%), berpendidikan tinggi (S1–S2 sebesar 52%), serta mayoritas bekerja sebagai pegawai swasta (28%) dan wiraswasta (22%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara durasi pelayanan dan kepuasan pasien (p=0,000), di mana pelayanan cepat (≤10 menit) menghasilkan tingkat kepuasan lebih tinggi. Rata-rata kepuasan EUCS mencapai 82,6%, dengan ketepatan waktu sebagai aspek tertinggi. Uji chi square menunjukkan pengaruh positif signifikan dengan kontribusi 93,2% terhadap kepuasan pasien. Dengan demikian, sistem pendaftaran online terbukti efektif dan berperan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan rawat jalan.
Efektivitas Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terhadap Manajemen Pencegahan Malaria pada Masyarakat Kampung Skow Yambe, Papua. Desain: Studi Kuasi-Eksperimental Elen R.V. Purba; Frans Manangsang; Ester Rumaseb; Lilys Irianty Natalia Purba
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2025.8(2).130-138

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Papua, dengan angka kejadian yang jauh lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia dan menjadi kontributor utama kasus nasional setiap tahunnya. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh terhadap produktivitas masyarakat dan beban ekonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan berbasis perilaku melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi PHBS terhadap peningkatan manajemen pencegahan malaria pada masyarakat Kampung Skow Yambe, Papua. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol, melibatkan 28 responden yang dipilih secara purposive. Instrumen penelitian berupa kuesioner manajemen pencegahan malaria yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui expert judgement. Intervensi berupa edukasi PHBS dilaksanakan satu kali pertemuan tatap muka oleh petugas Puskesmas menggunakan metode ceramah interaktif dan pembagian leaflet. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test karena data tidak berdistribusi normal berdasarkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata perilaku pencegahan malaria dari 23,04 (SD = 7,97) pada pre-test menjadi 40,68 (SD = 1,98) pada post-test, dan uji Wilcoxon menghasilkan nilai Z = -4,292 dengan p-value = 0,000 yang menunjukan perbedaan signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi PHBS efektif meningkatkan manajemen pencegahan malaria pada masyarakat Kampung Skow Yambe, sehingga edukasi kesehatan berbasis komunitas direkomendasikan dalam program pencegahan malaria di wilayah endemis.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICACY DENGAN KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS X, BANTUL, YOGYAKARTA Tia Amestiasih; Januar Rizqi; Ririn Wahyu Widayati; Nurasia Nurasia
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2025.8(2).157-168

Abstract

Latar Belakang: Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antara lempeng bumi, patahan aktif, aktivitas gunung api, runtuhan batuan. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan untuk mengantisipasi bencana secara terorganisir melalui langkah yang tepat dan memiliki daya guna. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok rentan. Ibu hamil yang tinggal di daerah rawan bencana diharapkan memiliki kesiapsiagaan bencana yang baik.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self efficacy dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas X.Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non eksperimental dengan desai cross sectional. Sampel berjumlah 77 ibu hamil yang di ambil melalui teknik purposive sampling. Data diambil melalui pembagian kuesioner kemudian di analisis menggunakan uji fisher exactHasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat self efficacy tinggi dan kesiapsiagaan bencana dalam kategori siap  hasil uji Fisher Exact di dapat p value = 0,000 (p value < 0,005).Kesimpulan: Ada hubungan antara self efficacy dengan kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas X. 
Implementation of Standard Inpatient Class (KRIS) and Hospital Bed Readiness Wahyu Rizky; Sely Aprianda Syah Putri; Budi Prasetyo; Rolando Rahardjoputro; Airin Muyasaroh
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2026.9(1).1-11

Abstract

Penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan kesiapan tempat tidur di rumah sakit merupakan aspek yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia, dengan adanya proyeksi peningkatan jumlah pasien dan tantangan dalam pengelolaan sumber daya, rumah sakit perlu melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap sistem yang ada untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memenuhi kebutuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk melihat penerapan kebijakan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) di rumah sakit, terutama dalam hal pemenuhan standar pelayanan dan fasilitas sesuai regulasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan deskriptif. Informan penelitian dipilih secara purposive sampling dengan 3 informan yang terdiri dari manajemen rumah sakit, bagian bidang pelayanan, dan bagian sarana dan prasarana dengan wawancara mendalam dan observasi, analisis data dilakukan menggunakan model interaktif dari miles dan huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RSUD Kartini Karanganyar telah memenuhi standar KRIS. Kesiapan sarana dan prasarana cukup baik, meliputi sistem ventilasi, pencahayaan, pengaturan suhu, serta penggunaan teknologi layanan seperti nurse call system dan aerocom. Kendala utama ditemukan pada aspek teknis, seperti gangguan AC dan keterbatasan ruang bangunan eksisting yang belum sepenuhnya sesuai dengan standar jarak tempat tidur dan aksesibilitas kamar mandi. Rumah sakit telah menyiapkan strategi jangka menengah berupa rencana pembangunan gedung baru khusus pelayanan infeksius. Secara keseluruhan, RSUD Kartini Karanganyar dinilai siap secara struktural dan fungsional dalam mendukung implementasi KRIS. Komitmen manajerial, perencanaan strategis, serta respons adaptif terhadap regulasi menjadi faktor penting dalam kesiapan tersebut. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar penguatan kebijakan dan strategi rumah sakit dalam meningkatkan mutu, efisiensi, dan keadilan pelayanan kesehatan.
(SUATU TINJAUAN DARI UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF TECHNOLOGY MODEL Dipia Pebrianti Pebrianti; Tezza Adriansyah Anwar; Artarina Dewi Asri Samoedra; Imram Radne Rima Putri
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2026.9(1).12-28

Abstract

Permasalahan pendaftaran online dialami oleh RSUD dr. Slamet Garut Jawa Barat. Hal ini dilihat dari data pra-survei, google review, dan wawancara dengan pasien rawat jalan yang diwajibkan untuk menggunakan pendaftaran online. Namun, pasien merasakan kurang yakin terhadap penggunaan teknologi tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil kajian terkait penggunaan pendaftaran online melalui Mobile JKN apakah pengguna teknologi tersebut menerima, menggunakan, atau bahkan menolak suatu teknologi yang diukur menggunakan model UTAUT. Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner, wawancara, dan observasi kepada 130 responden. Analisis jalur digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa effort expectancy, facilitating conditions, dan social influence berdampak positif terhadap performance expectancy. Begitu juga dengan self-efficacy dan facilitating conditions berdampak positif terhadap effort expectancy. Namun, pada social influence tidak berdampak terhadap effort expectancy. Begitu pula dengan performance expectancy dan social influence terhadap actual use. Berbeda dengan effort expectancy dan facilitating conditions yang berdampak positif terhadap actual use. Performance expectancy, social influence, dan facilitating conditions berdampak positif terhadap satisfaction. Namun, effort expectancy, actual influence, dan self-efficacy tidak berdampak terhadap satisfaction. Membantu pasien yang mengalami kesulitan dalam menggunakan Mobile JKN untuk pendaftaran dapat dilakukan melalui ketersediaan wifi yang memadai dan staf yang siap membantu. Selanjutnya, promosi yang lebih aktif dilakukan melalui media sosial Rumah Sakit.
Analisis Waktu Tunggu Farmasi Rawat Jalan Menggunakan Lean-DMAIC Andy Susanto; Yanuar Jak; Achda Ferdians
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2026.9(1).41-61

Abstract

Waktu tunggu pelayanan farmasi rawat jalan merupakan indikator mutu rumah sakit yang berpengaruh terhadap kepuasan dan keselamatan pasien. Ketidaksesuaian waktu tunggu dengan standar mencerminkan adanya variasi dan inefisiensi dalam alur pelayanan yang berdampak pada persepsi kualitas dan kinerja pelayanan farmasi. Rumah Sakit Umum (RSU) X Pontianak menghadapi proporsi pelayanan yang belum memenuhi standar waktu tunggu sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan waktu tunggu pelayanan farmasi rawat jalan, mengidentifikasi aktivitas non-value added, serta menentukan akar penyebab lamanya waktu tunggu menggunakan pendekatan Lean Management dengan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif statistik melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi pada Juni–Agustus 2025. Untuk mencapai tujuan penelitian, analisis difokuskan pada tahap Analyze, menggunakan alat bantu Suppliers-Inputs-Process-Outputs-Customers (SIPOC), check sheet, histogram, diagram Pareto, fishbone diagram, dan 5 Why Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian pelayanan farmasi rawat jalan belum memenuhi standar waktu tunggu. Proporsi pelayanan yang tidak sesuai standar sebesar 12,8–14,2% pada obat racikan dan 15,2–41,1% pada obat non-racikan. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya variasi proses dan aktivitas non-value added yang berkontribusi terhadap lamanya waktu tunggu pelayanan. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi alur pelayanan yang panjang dan manual akibat kendala Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) pembagian tugas yang jelas, serta tidak adanya pemisahan antrian obat racikan dan non-racikan. Penelitian menyimpulkan bahwa pendekatan Lean Management dengan metode DMAIC pada tahap Analyze mampu mengidentifikasi pemborosan proses dan akar penyebab utama keterlambatan pelayanan farmasi rawat jalan
Hubungan Budaya Organisasi Berdasarkan Mckinsey 7S Framework dengan Kinerja Karyawan Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan Zahrah Nuraliyah; Sumarni; Vivi Filia Elvira; Eka Putri Rahayu; Chaerunnisa AR
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2026.9(1).62-73

Abstract

Unit Rekam Medis merupakan unit strategis yang mengelola dokumentasi medis dan sistem informasi kesehatan rumah sakit. Studi pendahuluan di Unit Rekam Medis Rumah Sakit Pertamina Balikpapan menemukan fenomena kontradiktif dimana tingkat multitasking mencapai 81% (kategori tinggi) namun beban kerja hanya 33,4% (kategori rendah hingga sedang). Kondisi ini berbeda dengan kondisi umum di pelayanan kesehatan dimana multitasking tinggi umumnya diikuti peningkatan beban kerja yang signifikan. Gap ini mengindikasikan peran budaya organisasi yang perlu dikaji. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan budaya organisasi berdasarkan McKinsey 7S Framework dengan kinerja karyawan Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh karyawan Unit Rekam Medis berjumlah 47 orang dengan sampel 47 karyawan melalui teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Fisher's Exact Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan dari tujuh dimensi budaya organisasi, dimensi system (p-value = 0,043) dan shared value (p-value = 0,021) memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan, sedangkan dimensi structure, skill, style, staff, dan strategy tidak menunjukkan hubungan signifikan (p-value > 0,05). Disimpulkan bahwa dimensi system dan shared value memiliki hubungan signifikan dengan kinerja karyawan. Disarankan kepada manajemen untuk memperkuat sistem kerja dan nilai bersama guna meningkatkan kinerja Unit Rekam Medis.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Keperawatan terhadap Kepuasan Pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Meitha Nur Anggraini; I Putu Juni Andika; Ditya Yankusuma Setiani; Hendra Dwi Kurniawan
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2026.9(1).74-89

Abstract

Pelayanan keperawatan yang berkualitas merupakan pelayanan yang diberikan sesuai standar yang ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan keperawatan pasien. Pelayanan keperawatan di IGD Rumah Sakit Umum Jati Husada Karanganyar masih memiliki kendala dalam pelaksanaannya yaitu adanya keluhan pasien terkait sikap perawat, kecepatan pelayanan yang diberikan, kejelasan informasi, dan ketepatan tindakan keperawatan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien di IGD Rumah Sakit Umum Jati Husada Karanganyar. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional untuk mengetahui kualitas pelayanan keperawatan sebagai variabel bebas terhadap kepuasan pasien sebagai variabel terikat. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Populasi penelitian ini pasien adalah pasien di IGD Rumah Sakit Umum Jati Husada Karanganyar dengan sampel sebanyak 85 pasien. Analisis data dalam penelitian ini yaitu analisis bivariat dengan uji Chi-square. Kualitas pelayanan keperawatan berada dalam kategori baik (63,5%), sedangkan kepuasan pasien berada dalam kategori tinggi (56,5%). Penelitian ini menemukan adanya pengaruh signifikan antara kualitas pelayanan keperawatan terhadap kepuasan pasien di IGD Rumah Sakit Umum Jati Husada Karanganyar (p= 0,000 ; OR: 10,813; CI95%: 3,792– 30,835). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan keperawatan yang baik berpengaruh terhadap peningkatan kepuasan pasien di IGD Rumah Sakit Umum Jati Husada Karanganyar. Semakin baik pelayanan keperawatan yang diberikan, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien yang diperoleh.
Hubungan Kepatuhan Hand Hygiene terhadap Mutu Pelayanan (Dimensi Keselamatan) di Puskesmas Koni Kota Jambi Aulia, Sarah Nasywa Aulia ZY; Yeyen Gustina Irawan; Anvika Adha Taufik
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2026.9(1).29-40

Abstract

Healthcare Associated Infections (HAIs) masih menjadi salah satu tantangan utama dalam sistem pelayanan kesehatan di negara berkembang. Infeksi yang didapat selama proses pelayanan kesehatan ini dapat meningkatkan angka morbiditas, mortalitas, serta memperpanjang lama perawatan pasien. Salah satu upaya paling efektif dalam pencegahan dan pengendalian infeksi adalah penerapan hand hygiene yang konsisten oleh tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan hand hygiene dengan mutu pelayanan di Puskesmas Koni Kota Jambi. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 41 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat kepatuhan hand hygiene dalam kategori baik (83%), dan mutu pelayanan pada dimensi keselamatan juga berada pada kategori baik. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan hand hygiene dan mutu pelayanan (p = 0,000) dengan nilai koefisien korelasi ρ = 0,630 yang termasuk dalam kategori hubungan kuat dan positif. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kepatuhan tenaga kesehatan dalam menerapkan hand hygiene, maka semakin baik mutu pelayanan kesehatan pada dimensi keselamatan pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kepatuhan hand hygiene sebagai strategi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien di fasilitas pelayanan kesehatan.
Evaluasi Metode Pembelian Obat di Rumah Sakit terkait Efisiensi dan Ketersediaan Obat: Tinjauan Kepustakaan Wizurai Hakim; Asri; Mochamad Mochklas
Indonesian Journal of Hospital Administration Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijhaa.2026.9(1).101-113

Abstract

Pengadaan obat merupakan komponen strategis dalam sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berpengaruh langsung terhadap efisiensi biaya operasional dan ketersediaan obat. Penelitian ini bertujuan mensintesis berbagai metode pengadaan obat serta menganalisis dampaknya terhadap efisiensi dan ketersediaan melalui pendekatan systematic literature review. Sebanyak 20 artikel jurnal peer-reviewed periode 2020–2025 dianalisis secara komprehensif. Fokus kajian meliputi centralized procurement, volume-based procurement, dan e-procurement. Hasil menunjukkan bahwa centralized dan volume-based procurement efektif menurunkan harga obat melalui skala ekonomi dan daya tawar, sehingga meningkatkan efisiensi biaya. Penerapan e- procurement mempercepat proses, meningkatkan transparansi, serta mengurangi kesalahan administratif dan risiko stock-out melalui pemantauan stok real-time. Namun, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur teknologi, kapasitas sumber daya manusia, dukungan kebijakan, dan integrasi sistem manajemen rumah sakit. Tantangan utama meliputi birokrasi kompleks, resistensi organisasi, keterbatasan teknologi, serta gangguan rantai pasok global. Secara keseluruhan, tidak ada satu metode yang sepenuhnya unggul dalam semua konteks. Pendekatan adaptif, terintegrasi, dan berbasis data diperlukan untuk menjamin efisiensi dan keberlanjutan ketersediaan obat. Studi ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan kebijakan serta praktik pengadaan obat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan. Temuan ini memperkuat pentingnya evaluasi berkelanjutan dan inovasi kebijakan dalam sistem pengadaan farmasi rumah sakit di berbagai negara berkembang dan maju. Kata kunci: Pengadaan Obat, Efisiensi, Ketersediaan Obat

Page 10 of 11 | Total Record : 101