cover
Contact Name
Muhammad Ridwan Lubis
Contact Email
lppm.ypiti@gmail.com
Phone
+6287877390007
Journal Mail Official
lppm.ypiti@gmail.com
Editorial Address
Jalan Ampera Pasar 6 Batang Jambu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah METADATA
ISSN : -     EISSN : 27237737     DOI : 10.10101
for aims to serve as a medium of information and exchange of scientific articles between teaching staff, alumni, students, practitioners and observers of science in education, Sains, Social, Technology and Humaniora. Focus ans Scope : Education, Management, Law, Sains, Social, Technology and Humaniora. Jurnal Ilmiah Metadata editor receives scientific articles of empirical research and theoretical studies related to Education, Management, Law, Sains, Social, Technology and Humaniora sciences
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
PERANAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT (LSM) TERHADAP PENANGANAN KASUS TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK Sudarto Sudarto
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 3 No. 2 (2021): Edisi Bulan Mei 2021
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terhadap penanganan kasus tindak pidana kekerasan seksual pada anak sangat penting. Peranan LSM dalam melakukan advokasi dan pelayanan lainnya terhadap korban kekerasan seksual pada anak bertujuan untuk memenuhi hak-hak anak sebagaimana diamanatkan dalam undang-undang perlindungan anak. Perkembangan teknologi juga membuat maraknya berbagai jenis tindak kejahatan yang dapat terjadi kepada setiap orang termasuk anak. Kejahatan kekerasan seksual pada anak yang terus meningkat setiap tahunnya merupakan bukti bahwa pemberlakuan hukuman bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak masih belum dapat dikatakan sebagai hukuman yang membuat efek jera bagi pelaku ataupun seseorang yang ingin melakukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif. Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang dilakukan penulis yakni peranan lembaga swadaya masyarakat terhadap penanganan kasus tindak pidana kekerasan seksual pada anak yaitu melakukan advokasi hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual untuk memenuhi hak-haknya, selain itu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melaksanakan pendampingan kepada korban seperti pelayanan konseling untuk menguatkan dan memberikan rasa aman bagi korban pemerkosaan yang menderita trauma dan berakibat pada mental dan psikisnya sehingga adanya konseling sangat membantu untuk memulihkan mental dan mengembalikan rasa percaya diri korban.
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN NIAS SELATAN Jannus Timbo Halomoan Siahaan; Tumajur Sianipar
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 3 No. 3 (2021): Edisi bulan September 2021
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi organisasi merupakan wadah yang memungkinkan organisasi dapat meraih hasil yang sebelumnya tidak dapat dicapai oleh individu-individu secara sendiri-sendiri. Dengan demikian dapat dipahami bahwa tanpa adanya kerjasama dari individu-individu yang ada dalam organisasi tidak akan tercapai suatu tujuan organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik maka kinerja pegawai juga akan menjadi lebih baik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan antara komunikasi organisasi terhadap kinerja pegawai Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias Selatan.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran komunikasi organisasi dalam peningkatan prestasi kerja pegawai pada Kantor Kementerian Agama di Kabupaten Nias Selatan. Sumber data dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh secara langsung mengenai objek penelitian melalui observasi dan wawancara oleh para informan kunci, diantaranya Kepala Kantor Kementrian Agama di Kabupaten Nias Selatan, dan para kepala seksi bagian, informan utama adalah para Pegawai kelompok fungsional. Metode analisa dilakukan dengan reduksi data yaitu memilah hal-hal yang penting, penyajian data, kemudian verifikasi yaitu penarikan kesimpulan.Dari penelitian yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa komunikasi organisasi sangat berperan terhadap peningkatan kinerja pegawai pada Kementrian Agama Kecamatan Nias Selatan. Adanya komunikasi organisasi yang baik akan menimbulkan kerja sama yang baik sehingga tercapainya kinerja yang lebih baik. Namun, perlu ditingkatkan lagi komunikasi yang baik kepada pemimpin, menganalisis setiap perintah, dan keterbukaan kepada pimpinan tentang masalah yang dihadapi, agar apa yang menjadi rencana dan kegiatan lancar dan bisa terealasi antar pegawai.
PERANAN APARATUR SIPIL NEGARA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI MELALUI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN SERTA RETRIBUSI DAERAH (Studi Di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Nias Selatan) Pin Pin; Dominar Dominika Siallagan
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 3 No. 3 (2021): Edisi bulan September 2021
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus penerimaan pajak bumi dan bangunan yang ada di Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan masing-masing kelurahan dan desa-desa di Kabupaten Nias Selatan masih belum dapat memenuhi target maksimal dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan hingga akhir tahun 2016. Berdasarkan pajak bumi dan bangunan yang ada di Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan memiliki rata-rata 35%-40% dalam penarikannya. masih banyak pajak bumi dan bangunan yang belum dilunasi oleh masyarakat bahkan data disetiap kecamatan dan kelurahan/desa di Kabupaten Nias Selatan pun menunjukkan bahwa pembayaran wajib pajak bumi dan bangunan yang dilakukan masyarakat belum dapat maksimal. Dengan adanya data yang sudah di dapat maka dapat diperhatikan bahwa masih banyak wajib pajak yang belum membayar Pajak Bumi dan Bangunan walau sudah lewat jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan yang sudah ditentukan oleh pemerintah.Jenis penelitian ini merupakan penelitian diskriptitf kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan dalam bentuk kata-kata dan gambar, kata-kata disusun dalam kalimat, misalnya kalimat hasil wawancara antara peneliti dan informan. Penelitian kualitatif bertolak asumsi bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertukaran pengalaman sosial yang diinterpretasikan oleh individu-individu. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial dari sudut perspektif partisipan. Partisipan adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan data, pendapat, pemikiran, persepsinya.Kendala juga dialami oleh wajib pajak sesuai wawancara yang dilakukan oleh peneliti didapat bahwa kendala yang dihadapi oleh wajib pajak yaitu ketika wajib pajak membayar Pajak Bumi dan Bangunan di Kantor Pos ataupun ditempat-tempat pembayarn Pajak Bumi dan Bangunan yang telah tercantum di SPPT data-data tentang wajib pajak tidak keluar segingga sangat menyulitkan wajib pajak dan harus di urus di kantor pajak. Selain kendala didalam membayar pajak kendala yang di alami wajib pajak yaitu SPPT yang terselip atau terbawa ke RT lain atau alamat lain sehingga membuat wajib pajak harus menunggu kejelasan SPPT. Kendala-kendala ini sangat mempengaruhi tingkat kesadaran dalam membayar pajak karena menghalangi wajib pajak untuk membayar pajak. Dan terkadang dari kendala- kendala tersebut membuat mereka harus telat dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM MENUNJANG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DESA ( Studi Pada Desa Sisarahili Ewo Kecamatan Ulu Idanotae Kabupaten Nias Selatan ) Arifin Sihombing; Madin Silalahi
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 3 No. 3 (2021): Edisi bulan September 2021
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang banyak dan sering terjadi hingga saat ini adalah kurangnya keaktifan dan peran BPD dalam merancang dan mengawasi kinerja kepala desa. Keberadaan dan kehadiran BPD dianggap sebagai formalitas semata yang tidak memiliki kinerja dan pengaruh dalam roda pemerintahan desa dan hanya mengacu dan berpedoman pada kebijakan kepala desa saja. Selain itu, dukungan dan juga dorongan dari masyarakat untuk mengefektifkan peran dan fungsii BPD juga masih rendah dan tingkat kepedulian yang masih rendah.Konsep dan defenisi efektivitas merupakan hal yang mendukung tentang pemecahan permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya. Selain itu, peneliti juga menambahkan teori tentang indikator atau ukuran tentang langkah-langkah yang efektif serta suatu program yang dikatakan efektif. Landasan toeri atau tinjauan pustaka sebagai pendukung dan pedoman dalam melakukan penelitian untuk mencari solusi dan jawaban dalam penyelesaaian permasalahan penelitian. pembangunan infrastruktur adalah suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan yang dilakukan secara terencana untuk membangun prasarana atau segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses pembangunan, (Ginanjar Kartasas­mita, 1994 : 68). Selanjutnya, membahas tentang konsep tata cara dalam melakukan penelitian serta bentuk/metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian guna memantapkan si peneliti mencari jawaban yang konkrit di lapangan. Selain itu, penentuan informan juga sangat diperlukan guna memperoleh informasi dan data yang akurat guna memperdalam pembahasan dalam penelitian. Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode penelitian kaulitatif dan dengan informan berjumlah (20) orang.Kesimpulan, bahwasanya peran dan fungsi Badan Permusyawratan Desa dalam menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, mengajukan usulan kebijakan atau usulan peraturan desa kepada kepala desa dan mengawasi kinerja kepala desa telah dijamin dan diatur oleh Undang-Undang, sehingga BPD wajib melakukan tugas dan fungsi serta kewenangannya di desa.
STRATEGI REKRUTMEN KADER DAN PENETAPAN CALON ANGGOTA LEGISLATIF TERHADAP KINERJA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH (Studi DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Sumatera Utara) Bertha Nellya; Benny Syuhada
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 3 No. 3 (2021): Edisi bulan September 2021
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai agen demokrasi, partai politik mempunyai tugas yang tidak ringan. Penyaluran aspirasi konsituen dan merubahnya menjadi kebijakna public yang bertanggung jawab menjadi tugas utama para pemegang kekuasaan. Selain itu tugas yang tak akalah penting yang harus diemban oleh partai politik yaitu melakukan kaderisasi setelah melalui rekruitmen politik. Kaderisasi di partai politik manapun merupakan urat nadi bagi sebuah partai politik, karena system kaderisasi adalah sebuah proses yang sangat penting untuk dilakukan menjaga kesinambungan kepemimpinan dari satu generasi ke generasi lain. Untuk memperoleh hasil regenerasi yang baik, maka dibutuhkan proses kaderisasi yang sistematis dan penanganan yang khusu. Setiap partai politik memiliki pola rekrutmen yang berbeda dimana pola perekrutan anggota partai disesuaikan dengan sistem politik yang dianutnya. Dalam melakukan perekrutan calon anggota legislative DPD partai Golkar Sumatera Utara menggunakan system rekrutmen terbuka, yaitu dengan menyediakan dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga Negara untuk ikut bersaing dalam proses penyeleksian calon anggota legislatif dari partai Golkar provinsi Sumatera Utara.Penelitian ini menggunakan perspektif pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah strategi rekrutmen kader dan penetapan calon legislatif terhadap kinerja Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan latar penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah pertimbangan yang diambil DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Utara dalam memilih dan menentukan calon anggota legislatif tahun 2014 adalah faktor ketokohan yang memiliki basis massa yang banyak dengan harapan akan mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk meraih dukungan suara dari masyarakat.
PERSEPSI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DANA DESA TAHUN AGGARAN 2017 (Studi Pada Desa Hilimboe Kecamatan Susua Kabupaten Nias Selatan) Matius Bangun; Berkat Gowasa
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 3 No. 3 (2021): Edisi bulan September 2021
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui persepsi masyarakat dalam pengelolan dana desa tahun anggaran 2017 dan pemnafaatannya dalam pembangunan infrastruktur di Desa Hilimboe Kec. Susua Kab. Nias Selatan. (2) Untuk mengetahui hambatan apa saja yang dialami dalam proses pembangunan infrastruktur di Desa Hilimboe Kec. Susua Kab. Nias Selatan.Penelitian ini menggunakan perspektif pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah persepsi masyarakat dalam pengelolan dana desa tahun anggaran 2017 dan pemnafaatannya dalam pembangunan infrastruktur di Desa Hilimboe Kec. Susua Kab. Nias Selatan. Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan latar penelitian. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Pembangunan merupakan proses perubahan yang dilakukan secara sengaja untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat atau proses perbaikan yang berkesinambungan dari suatu masyarakat dalam sistem sosial secara keseluruhan guna kehidupan yang lebih baik atau lebih manusiawi, karenanya lingkup pembangunan meliputi mengadakan, membuat atau mengatur suatu yang belum ada. (2) Kinerja dan kemampuan kepala desa dalam menunjang pembangunan infrastruktur di desa Hilimboe belum maksimal karena banyaknya pembangunan yang dilaksanakan oleh kepala desa masih banyak yang tidak tepat sasaran dan tidk berfungsi. (3) Pembangunan yang ada di desa Hilimboe hingga saat ini masih belum cukup dan perlu pembenahan yang lebih baik lagi terutama dalam hal memulihkan fungsi bangunan yang selama ini sudah tidak dapat dipergunakan oleh masyarakat umum.
ANALISIS TINGKAT OPTIMASI PRODUKSI USAHATANI KENTANG (Solanumtuberosum L.) DI KABUPATEN SAMOSIR Fransiskus Gultom; Hernawaty Hernawaty; Selamat Karo-karo
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 3 No. 3 (2021): Edisi bulan September 2021
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat optimasi penggunaan faktor produksi, 2) mengetahui pengaruh penggunaan input produksi (luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, pestisida, dan peralatan) terhadap jumlah produksi kentang, 3) mengetahui tingkat pendapatan usahatani kentang di daerah penelitian, 4) mengetahui kelayakan usahatani kentang di Kabupaten Samosir. Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang mengusahakan tanaman kentang sepanjang tahun. Jumlah sampel pada penelitian ini sebesar 28 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat optimasi penggunaan faktor produksi belum optimal dimana hasil NPMX/PX > 1 artinya untuk mencapai optimal input x harus ditambah. Luas lahan, bibit, pupuk, pestisida, peralatan, dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kentang. Tingkat pendapatan petani kentang tergolong tinggi. Dimana pendapatan bersih per petani Rp.17.801.146 per bulan sebesar Rp.3.617.053,14 dan per hektar sebesar 23.238.440 bila dibandingkan dengan UMK sebesar Rp.1.113.025,00, maka pendapatan usahatani kentang di daerah penelitian tergolong tinggi. Nilai R/C usahatani kentang adalah sebesar 1,65 per petani dan 4,01 per hektar hal ini menunjukan bahwa rasio R/C > 1 dari satu sehingga usahatani kentang tersebut layak diusahakan (menguntungkan secara ekonomi).
ANALISIS PROSES REKRUTMEN CALON LEGISLATIF PEREMPUAN DI DPD PARTAI NASDEM PADA PEMILU TAHUN 2014 (STUDI DI KANTOR DPD PARTAI NASDEM KOTA MEDAN) Sutarto Sutarto; adi Pradana
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi bulan Januari 2022
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

utama bagi pengembangan dan bekerjanya demokrasi. Rekrutmen politik tidak lepas dari partai politik keterwakilan perempuan dan kualitas wakil rakyat tergantung dari sistem rekrutmen yang dilakukan partai politik. Partai politik juga berperan sebagai penghubung antara pemerintah dan rakyat serta sebagai lembaga yang berusaha mewakili kepentingan rakyat.Kouta 30% yang diberlakukan tidak meningkatkan keterwakilan perempuan secara signifikan. Ini dapat disimpulkan dengan jumlah anggota DPRD Sumatera Utara Periode 1999-2004 yang hanya 3 orang menjadi 6 orang di periode 2004-2009. Dan di tahun 2014 partai Nasdem memenuhi kouta 30% calon legislatif perempuan yang telah terdaftar di Daftar Calon Tetap (DCT). Rekrutmen kepemimpinan partai politik harus dilakukan secara baik dengan berdasarkan kinerja dan prestasi, dan seorang calon legislatif juga harus mempunyai kapabilitas, kredibilitas, dan popularitas.Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. DPD Partai Nasdem Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu institusi politik yang berfungsi sebagai wadah kegiatan politik masyarakat, diantaranya adalah mengadakan fungsi rekrutmen terhadap terhadap calon legislatif DPRD Sumatera Utara termasuk juga calon legislatif perempuan yang akan menjadi wakil rakyat yang menampung dan membuat kebijakan publik yang memihak kepada masyarakat Sumatera Utara
HUBUNGAN PENERAPAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN SIKAP NASIONALISME DENGAN KOMITMEN MEWUJUDKAN PERSATUAN DAN KESATUAN DI SMA MUHAMMADIYAH KOTA DEPOK Ria Rosalina
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi Bulan Mei 2022
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterhubungan antara Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah Kota Depok dengan kemampuan siswa terhadap penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Sikap Nasionalisme. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2022 sampai Mei 2022. Metode penelitian ini yang digunakan adalah metode kuantitatif korelasional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 75 responden yakni siswa SMA Muhammadiyah di Kota Depok.Dalam penelitian ini ada 3 variabel yaitu 1 variabel terikat Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan (Y) dan 2 variabel bebas yakni Penerapan Profil Pelajar Pancasila (X1) dan Sikap nasionalisme (X2). Berdasarkan riset di lapangan latar belakang penelitian ini karena adanya fenomena yang terjadi di SMA Muhammadiyah di Kota Depok, seperti terdapat siswa yang belum khidmat saat mengikuti kegiatan upacara pengibaran bendera merah putih, datang terlambat masuk sekolah, tidak berseragam sekolah lengkap, perilaku bullying, dan perilaku tidak disiplin lainnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan polemik dan dapat menghambat komitmen siswa dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan. Adapun hasil pengujian hipotesis tentang hubungan antara Penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Sikap nasionalisme dengan Komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan berpola linear, mempunyai arah positif dan sangat signifikan, memiliki koefisien korelasi antara variable X1 dengan Y sebesar (r x₁y) = 0,854 dan memiliki koefisien korelasi antara variable X2 dengan Y sebesar (r x₂y) = 0,895, serta koefisien korelasi ganda (R yx₁x₂) = 0,827. Hal ini berarti Pemahaman NKRI dan Sikap Nasionalisme memberikan kontribusi sebesar 80,79% kepada meningkatnya atau menurunnya komitmen mewujudkan persatuan dan kesatuan pada siswa SMA Muhammadiyah di kota Depok.Dengan demikian terdapat hubungan signifikan antara Penerapan Profil Pelajar Pancasila dan Sikap Nasionalisme dengan Komitmen Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan di SMA Muhammadiyah Kota Depok.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA DI DESA CITAMAN JERNIH KECAMATAN PERBAUNGAN KABUPATEN SERDANG BEDAGAI Pin Pin; Muhammad Afri Rizki Lubis
Jurnal Ilmiah METADATA Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi bulan Januari 2022
Publisher : LPPM YPITI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan suatu program pembangunan bukan hanya berdasar pada kemampuan pemerintah, tetapi juga berkaitan dengan partisipasi masyarakat dalam menjalankan program pembangunan. Penelitian ini bertujuan: (1)Mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan desa di Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai. (2) Menguraikan perencanaan Pembangunan dalam dokumen RPJMDes, RKPDes dan APBDes di Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat Desa Citaman Jernih kecamatan Perbaungan dalam perencanaan pembangunan desa. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah perspektif dengan pendekatan kualitatif. Informan adalah orang-orang yang membantu memberikan data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian. Untuk mendapatkan mendapatkan informasi dalam penelitian ini peneliti menetapkan dua informan yaitu informan kunci dan informan utama. Informan kunci adalah mereka yang dianggap paling mengetahui dan memiliki berbagai informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian. Informan kunci pada penelitian ini adalah orang-orang yang memiliki peran penting pada Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan diantaranya Kepala Desa, Prangkat Desa, anggota Badan Permusyawarahan Desa, atau anggota Lembaga Kemasyarakatan Desa. Informan utama adalah mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial yang diteliti. Informasi utama pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Citaman Jernih Kecamatan Perbaungan.Hasil Penelitian: 1) Partisipasi masyarakat desa Citaman Jernih belumlah optimal, hal ini disebabkan karena kesempatan yang gterbatas dalam mengikuti Musrenbang desa serta banyaknya usulan warga yang belum sepenuhnya direalisasikan sehingga mengakibatkan warga enggan berpartisipasi. 2)Proses Perencanaan Pembangunan desa disusun berdasarkan hasil kesepakatan dalam musyawarah Desa (Musdes). Pelaksanaan Musdes penyusunan RPJM Desa dilakukan setelah kepala desa terpilih ditetapkan agar RPJM Desa dapat disahkan dalam bentuk Peraturan Desa (Perdes) paling lambat tiga bulan setelah kepala desa dilantik. Berikut adalah tahapan penyusunan RPJM Desa. Sedangkan RKP Desa disusun dengan mengacu kepada RPJM Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun yang ditetapkan melalui Perdes. RKP Desa menjadi acuan dalam penyusunan APB Desa. Penetapanprioritas program/kegiatan yang didanai oleh APBDDesa, swadaya masyarakat, dan/atau APBD dirumuskan berdasarkan penilaian terhadap kebutuhan masyarakat desa. 3) Partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan desa akan terwujud sebagai suatu kegiatan nyata apabila terpenuhi adanya tiga faktor utama yang mendukungnya, yaitu (1) kemauan, (2) kemampuan, dan (3) kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi.