cover
Contact Name
Saskiyanto Manggabarani
Contact Email
duniagizi@helvetia.ac.id
Phone
+6285298638639
Journal Mail Official
duniagizi@helvetia.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Sumarsono No. 107, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara 20124.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Dunia Gizi
ISSN : -     EISSN : 26146479     DOI : https://doi.org/10.33085/jdg
Core Subject : Health,
Jurnal Dunia Gizi (JDG) is a national scientific journal that contains research articles in the fields of Nutrition, Food and Health, which are related to aspects of Clinical Nutrition, Community Nutrition, Nutrition of Athletes, Molecular Nutrition, Nutrition Biochemistry, Functional Food, Food and Nutrition Technology, and Nutrition Service and Management. JDG is issued every six months, namely June and December. The World Nutrition Journal is published by the Nutrition Science Study Program, Faculty of Public Health, Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal Dunia Gizi (JDG) makes several changes that are notified in Journal History. Since January 2018, The Journal of Nutrition World is available online and open access, so that writers and researchers can more easily access the results of research that has been published in JDG. Therefore, the JDG also continues to invite writers to contribute articles, especially those which are the results of contemporary research in the fields of Nutrition, Food and Health.
Articles 100 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN KACANG MERAH (PHASEOLUS VILGARIS) TERHADAP SIFAT ORGANOLEPTIK, ZAT GIZI MAKRO, DAN DAYA TERIMA SNACK BAR OKARASERIS Fabrianti, Baiq Ulfah; Sofiyatin, Reni; Sulendri, Ni Ketut Sri
Jurnal Dunia Gizi Vol 7, No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v7i1.6183

Abstract

Pendahuluan: Snack bar salah satu jajanan yang digemari oleh semua kalangan masyarakat. Pengembangan produk ini dibuat dengan menggunakan bahan pangan lokal yang dapat menjadi alternatif makanan selingan yang sehat, salah satunya kacang merah. Kacang merah jenis kacang-kacangan yang mengandung karbohidrat tinggi, kadar lemak yang lebih rendah, dan kandungan serat yang cukup baik. Tujuan: Mengetahui pengaruh penambahan kacang merah (30 %,35 % dan 40 %) terhadap sifat organoleptik,zat gizi makro dan daya terima snack bar “Okaraseris”. Metode: penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 3 cara perlakuan penambahan kacang merah 30%, 35%, dan 40% dari total berat campuran tepung. Uji organoleptik dengan metode hedonik dan analisa nilai gizi kadar air metode termogravimetri, kadar abu metode Drying ash, karbohidrat metode by difference, protein metode kjeldhal, dan lemak metode ekstraksi Soxhlet. Analisis data organoleptik dengan uji Analysis of Varians (ANOVA) uji lanjutan uji Duncan Hasil: Ada pengaruh signifikan parameter aroma, warna, rasa, dan overall pada snack bar okaraseris (p0,05). Perlakuan terbaik T2 (penambahan 35% kacang merah) dan dari 30 panelis daya terima baik 71% dan daya terima kurang 30%. Kandungan gizi 100 gram snack bar okaraseris protein 9,56 g, lemak 18,23 g, karbohidrat 61,44 g, energi 448 kkal. Kesimpulan: Penambahan kacang merah 35 % memiliki pengaruh nyata pada aroma, rasa, warna, dan overall serta dalam 100 gram mengandung protein 9,56 g, lemak 18,23 g, karbohidrat 61,44 g, energi 448 kkal sehingga bisa direkomendasikan sebagai makanan selingan yang sehatKata Kunci: Kacang Merah, Sifat Organoleptik, Snack Bar
PERBEDAAN EDUKASI GIZI MENGGUNAKAN FLASH CARD DAN POWERPOINT TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP KONSUMSI SAYUR DAN BUAH ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SDN 001 SAMBUTAN KOTA SAMARINDA Arryani, Athiyya; Toaha, Aminah; Aina, Ganea Qorry; Mardiana, Nina
Jurnal Dunia Gizi Vol 6, No 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v6i2.6224

Abstract

Overweight pada anak sekolah dasar (SD) dapat timbul karena kurangnya kegiatan fisik, pola makan yang tidak seimbang, faktor genetik, dan kurangnya pengetahuan tentang pentingnya mengonsumsi sayur dan buah-buahan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui perbedaan edukasi gizi dengan flash card dan powerpoint terhadap pengetahuan dan sikap konsumsi sayur dan buah anak usia 10-12 tahun di SDN 001 Sambutan Kota Samarinda. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif quasy experimental dengan desain two group pre test-post test, dilakukan pada Februari 2024 dengan responden berjumlah 36 siswa/i kelas V. Uji statistik dilaksanakan melalui uji T-Test Paired untuk menguji perbedaan antara kelompok perlakuan dan kontrol. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya edukasi dengan flash card dan powerpoint berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap. Pada kelompok flash card terdapat peningkatan skor pengetahuan (∆Mean = 17,91) dan skor sikap (∆Mean = 9,72). Sedangkan, pada kelompok PowerPoint terdapat peningkatan skor pengetahuan (∆Mean = 9,26) dan skor sikap (∆Mean = 2,73). Terdapat perbedaan signifikan antara kedua metode pada pengetahuan (p = 0,045) dan sikap (p = 0,042). Edukasi gizi mempergunakan flash card dan powerpoint efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap konsumsi sayur dan buah, dengan flash card menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibanding powerpoint.Kata Kunci: Overweight Anak, Edukasi Gizi, Konsumsi Sayur dan Buah, Flash Card, Powerpoint 
Rasio Lingkar Pinggang Panggul, Asupan Serat, Betakaroten dengan Kadar Gula Darah: A Cross Sectional Study Tanuwijaya, Rani Rahmasari; Hutabarat, Setyowati Erineta; Manggabarani, Saskiyanto
Jurnal Dunia Gizi Vol 7, No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v7i1.6250

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus merupakan kondisi dimana tubuh seseorang memiliki kadar gula darah yang melebihi batas normal. Faktor yang mempengaruhi diabetes melitus salah satunya adalah, asupan makan dan kelebihan berat badan. Konsumsi lemak yang tinggi dapat meningkatkan rasio lingkar pinggang panggul yang selanjutnya berhubungan dengan kadar gula darah. Asupan serat dan betakaroten yang baik juga mempengaruhi penurunan kadar gula darah.Tujuan: Menganalisis hubungan antara rasio lingkar pinggang panggul, asupan serat dan asupan betakaroten dengan kadar gula darah pada Guru Sekolah Dasar. Metode dan Sampel; Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel yang digunakan berjumlah 120 guru di wilayah kecamatan Cilandak. Teknik pengambilan menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi adalah guru SD yang bekerja di wilayah kecamatan Cilandak, berusia 25-60 tahun, bersedia menjadi responden dan tidak berpuasa. Adapun kriteria eksklusi yaitu responden tidak menyetujui untuk berpartisipasi, memiliki riwayat penyakit diabetes melitus, serta mengonsumsi obat penurun kadar glukosa darah. Variabel dalam penelitian ini adalah rasio lingkar pinggang panggul, asupan serat dan betakaroten serta kadar gula darah yang diuji menggunakan uji korelasi spearman. Hasil: Sebanyak 68% responden memiliki rasio lingkar pinggang panggul tidak normal. Sebagian besar responden memiliki asupan serat yang kurang kurang yaitu sebesar 88%. Sebanyak 92% responden memiliki asupan betakaroten yang kurang. Sebesar 100% responden memiliki kadar gula darah sewaktu normal. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan rasio lingkar pinggang panggul (p=0,098), asupan serat (p=0,245), asupan betakaroten (p=0,392) dengan kadar gula darah. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara rasio lingkar pinggang panggul, asupan serat, dan betakaroten dengan kadar gula darah.Kata Kunci: Betakaroten, Serat, Kadar Gula Darah, Rasio Lingkar Pinggang Panggul.
NORI IMITASI LEMBARAN BERBASIS EDIBEL FILM PROTEIN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp.) SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL TINGGI PROTEIN UNTUK MENCEGAH STUNTING hidayat, umar; Nur Rarastiti, Chairunisa; Dwi Kirani, Risna
Jurnal Dunia Gizi Vol 7, No 1 (2024): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v7i1.6381

Abstract

Pendahuluan; Sumber pangan perairan seperti ikan merupakan pangan kaya nilai gizi protein, vitamin, dan mineral. Ikan dengan kandungan vitamin dan mineral tinggi adalah ikan kembung (Rastrelliger sp.). Ikan kembung segar memiliki kandungan gizi 76% air, 22 g protein, 1 g lemak, 20 mg kalsium, 200 mg fosfor, 1 g besi, 30 SI vitamin A, dan 0,05 mg vitamin B1. Ikan kembung dengan segala manfaat belum dioptimalkan dalam pengolahan, sehingga peneliti tertarik untuk memanfaatkan ikan kembung sebagai bahan baku nori. Nori secara umum digunakan sebagai penyedap makanan, makanan ringan, dan penghias makanan. Tujuan; Mengembangkan nori ikan kembung sebagai inovasi pangan fungsional tinggi protein untuk mencegah stunting. Bahan dan Metode; Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan berbagai variasi komposisi ikan kembung untuk mengetahui kadar protein, kadar lemak, kadar air, dan energi total nori ikan kembung.  Hasil; Hasil uji kadar protein sampel nori ikan kembung dari ketiga sampel nori yaitu sampel A 6,89%; B 6,56%; C 7,13% menurun dibandingkan kadar protein adonan sebesar 16,41%. Kadar lemak sampel nori ikan kembung menunjukkan hasil yaitu sampel A 6,59%; B 5,41%; C 5,18%, dan 13,55% pada adonan ikan kembung. Kadar lemak yang menurun dapat memperpanjang umur simpan nori ikan kembung sehingga sampel nori tidak cepat rusak. Kesimpulan; Produk nori ikan kembung mempunyai kadar protein sampel A 6,89%; B 6,56%; C 7,13% dan kadar lemak sebesar sampel A 6,59%; B 5,41%; C 5,18%, sehingga nori ikan kembung tidak hanya dapat dikonsumsi sebagai campuranlauk, tetapi juga dapat dikonsumsi sebagai kudapan. Kebiasaan makan kudapan nori ikan kembung diharapkan dapat meningkatkan frekuensi asupan protein pada anak diluar jam makan.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA SMK BATIK 2 SURAKARTA Nabila Nur Farestiana; Siti Zulaekah; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Dunia Gizi Vol 9, No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v9i1.6924

Abstract

Pendahuluan; Kualitas tidur yang baik penting bagi kesehatan dan perkembangan remaja. Namun, prevalensi kualitas tidur buruk pada remaja masih cukup tinggi. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kualitas tidur adalah asupan protein karena mengandung asam amino triptofan yang berperan dalam pembentukan serotonin dan melatonin sebagai pengatur siklus tidur. Tujuan; untuk menganalisis hubungan antara asupan protein dengan kualitas tidur pada remaja di SMK Batik 2 Surakarta. Bahan dan Metode; penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 146 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian diawali dengan penentuan populasi dan seleksi responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data asupan protein menggunakan Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) selama tiga bulan terakhir, sedangkan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis hubungan antara asupan protein dan kualitas tidur dilakukan menggunakan uji Pearson Product Moment, sedangkan hubungan dengan komponen kualitas tidur dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil; penelitian diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara asupan protein dengan kualitas tidur dengan nilai p (0,236) maupun dengan komponen kualitas tidur (kualitas tidur subjektif p=0,341; latensi tidur p=0,420; durasi tidur p=0,348; efisiensi tidur p=0,700; gangguan tidur p=0,428; penggunaan obat tidur p=0,721; disfungsi aktivitas siang hari p=0,888). Kesimpulan; Asupan protein tidak berhubungan dengan kualitas tidur dan komponen kualitas tidur pada remaja, sehingga peningkatan kualitas tidur perlu mempertimbangkan faktor lain seperti gaya hidup, perilaku tidur, dan kondisi psikologisKata Kunci : Asupan protein, kualitas tidur, remaja, PSQI
HUBUNGAN KEBIASAAN ORANG TUA DENGAN PREFERENSI MAKANAN BERGIZI PADA SISWA/I di MIN 1 BANTUL Nurul Afifah; Khairunisa Ramadhani; Muhammad Ridwan Ansari; Cita Eri Ayuningtyas
Jurnal Dunia Gizi Vol 9, No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v9i1.6946

Abstract

Pendahuluan; Berdasarkan data Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa 95,4% penduduk usia berusia ≥5 tahun di Indonesia mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dibawah anjuran, dimana rekomendasi konsumsi buah dan sayuran untuk balita dan anak-anak adalah 300-400 gram. Selain itu, konsumsi lauk hewani pada anak-anak juga dibawah anjuran yaitu sebesar 11,6%, sedangkan anjuran yang ditetapkan adalah 12%. Kurangnya konsumsi makanan bergizi dapat dipengaruhi oleh preferensi makanan. Food Preference atau preferensi makanan merupakan tingkat ketidaksukaan atau kesukaan seseorang terhadap jenis makanan tertentu. Preferensi makanan pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: pengetahuan gizi, jenis kelamin, usia, kebiasaan orang tua, keberadaan makanan, pengaruh komunitas lokal, dsb.  Tujuan; Untuk mengetahui hubungan kebiasaan orang tua dengan preferensi makanan bergizi pada anak. Bahan dan Metode; Jenis penelitian yang digunakan observasional dengan menggunakan desain cross-sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di MIN 1 Bantul, DIY. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 2 usia 7-8 tahun dengan pengamilan sampel secara simple random sampling dengan jumlah 52. Hasil; Penelitian diperoleh bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan orang tua dengan preferensi makanan bergizi dengan nilai p (0,044). Kesimpulan; Diperoleh bahwa ada hubungan bermakna antara kebiasaan orang tua dengan preferensi makanan bergizi.
PENGEMBANGAN FORMULA ENTERAL BERBASIS TEPUNG KACANG KEDELAI (Glicine max (L.) Merril) DAN TEPUNG UMBI GARUT (Maranta arundinacea L.) UNTUK PASIEN PENYAKIT Celiac (Free Gluten) Esty Sukartini; Sephira Retri Pramudy; Sudrajah Warajati Kisnawaty
Jurnal Dunia Gizi Vol 9, No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v9i1.6847

Abstract

AbstrakPendahuluan; Penderita celiac disease harus menjalani diet bebas gluten untuk mencegah kerusakan vili usus dan gangguan penyerapan nutrisi. Pemanfaatan tepung umbi garutndan tepung kedelai sebagai bahan pangan lokal bebas gluten berpotensi menghasilkan formula enteral fungsional yang aman bagi penderita celiac disease, mudah dicerna, bernilai gizi tinggi, serta lebih terjangkau dibandingkan formula enteral komersial. Tujuan; penelitian ini bertujuan untuk merancang formula enteral berbahan dasar tepung kacang kedelai dan tepung umbi garut sebagai alternatif nutrisi bagi penderita celiac disease. Bahan dan Metode; penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan tiga variasi formula berdasarkan rasio tepung kacang kedelai dan tepung umbi garut (F1=35:7.5; F2=30:12.5; F3=25:17.5). Uji organoleptik, viskositas, osmolalitas, daya alir, kadar air, dan warna dilakukan untuk menilai kualitas formula. Hasil; penelitian diperoleh bahwa aroma dan rasa formula memiliki perbedaan signifikan (p0,05), sedangkan warna, tekstur, dan keseluruhan tidak berbeda secara signifikan. Viskositas formula berada pada rentang 34.7–38.1 mPa•s, osmolalitas sebesar 417 mOsm/kg, dan daya alir 2.15 ml/detik. Nilai warna formula adalah L=43.63; a=2.20; b=9.83. Kesimpulan; formula terbaik diperoleh pada rasio tepung kacang kedelai dan umbi garut 25:17.5 dengan karakteristik sensorik dan fisikokimia yang mendekati produk enteral bebas gluten komersial. Kata Kunci: Celiac Disease, Formula Enteral, Kacang Kedelai, Umbi Garut
Hubungan konsumsi makanan dan minuman manis dengan status gizi remaja di SMA Batik Surakarta Nur Baiti Rahmawati; Farida Nur Isnaeni
Jurnal Dunia Gizi Vol 9, No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v9i1.6947

Abstract

Latar Belakang: Para remaja menghadapi tiga masalah gizi yang berbeda, yaitu kurang gizi, kekurangan mikronutrien, dan berat badan berlebih. Di Indonesia, 8,3% remaja berusia 16 hingga 18 tahun mengalami kekurangan berat badan, sedangkan 12,1% mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, dengan angka yang lebih tinggi di daerah perkotaan. Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, konsumsi makanan dan minuman manis di kalangan remaja masih sangat tinggi, dan kebiasaan ini kemungkinan mempengaruhi status gizi mereka dengan meningkatkan asupan kalori tanpa diimbangi dengan zat gizi penting. Namun, temuan dari penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Sebuah studi awal di SMA Batik 1 Surakarta menemukan bahwa 28% dari 25 siswa mengalami kelebihan gizi, sehingga penelitian ini menjadi penting untuk dilakukan. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan antara konsumsi makanan dan minuman manis dengan status gizi remaja di SMA Batik 1 Surakarta. Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional yang melibatkan 76 siswa berusia 15 hingga 18 tahun, yang dipilih secara acak menggunakan teknik random sampling dan dihitung menggunakan rumus Lameshow (1997). Data mengenai konsumsi makanan dan minuman manis diambil menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan dikategorikan berdasarkan skor median, sementara status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil: Dari 76 responden, 47,3% mengalami kelebihan gizi (18,4% overweight; 28,9% obesitas). Distribusi konsumsi terbagi sama antara kategori jarang (50%) dan sering (50%). Uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara konsumsi makanan dan minuman manis dengan status gizi (p = 0,168). Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara konsumsi makanan dan minuman manis dengan status gizi pada remaja di SMA Batik 1 Surakarta.
KELAYAKAN MEDIA EDUKASI AKTIVITAS FISIK BERBASIS AUGMENTED REALITY: STUDI VALIDASI AHLI Ghalda Nabilla Rachsy; Risti Rosmiati; Juliarti Juliarti; Dr. Esi Emilia, M.Si; Caca Pratiwi; Nila Reswari Haryana; Nur Azlina Mohamed Mokmin; Izmi Arisa Putri Lubis
Jurnal Dunia Gizi Vol 9, No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v9i1.6916

Abstract

Pendahuluan; Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran remaja, namun rendahnya pemahaman dan minat terhadap aktivitas fisik menyebabkan banyak remaja tidak melakukan aktivitas fisik sesuai kebutuhan. Pemanfaatan media edukasi berbasis teknologi khususnya Augmented Reality (AR) yang valid, berpotensi meningkatkan kualitas penyampaian informasi pentingnya aktivitas fisik pada remaja melalui visualisasi yang interaktif dan kontekstual. Tujuan; menilai kelayakan media edukasi aktivitas fisik berbasis AR bagi remaja melalui studi validasi ahli media, ahli materi dan penilaian pengguna. Bahan dan Metode; Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (RD) pada tahap evaluasi produk untuk menilai kelayakan media edukasi aktivitas fisik berbasis AR. Validasi dilakukan oleh ahli media dan ahli materi, serta uji pengguna pada 30 responden remaja. Instrumen mencakup aspek kesesuaian dan kualitas materi, kebahasaan, tampilan visual, pengoperasian media, keefektifan program, dan kemudahan penggunaan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase kelayakan. Hasil; Validasi ahli media menunjukkan tingkat kelayakan sebesar 91,5%, sedangkan validasi ahli materi sebesar 88%, keduanya dalam kategori “Sangat Layak”. Uji pengguna menunjukkan 85,91% respons positif (Setuju–Sangat Setuju) dengan tingkat respons negatif yang rendah (8,33%). Indikator kepuasan pengguna memperoleh proporsi tertinggi pada kategori Sangat Setuju. Kesimpulan; Media edukasi aktivitas fisik berbasis AR dinyatakan sangat layak menurut ahli media dan materi dan memiliki tingkat penerimaan yang sangat tinggi di kalangan pengguna serta berpotensi meningkatkan pemahaman serta keterlibatan dalam melakukan aktivitas fisik.Kata kunci: aktivitas fisik, augmented reality; validasi
ANALISIS HUBUNGAN ASUPAN LEMAK DENGAN KUALITAS TIDUR PADA REMAJA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Aulia Arina Salwa; Siti Zulaekah; Nur Lathifah Mardiyati
Jurnal Dunia Gizi Vol 9, No 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdg.v9i1.6929

Abstract

Pendahuluan; Masalah kualitas tidur pada remaja menunjukkan pola yang berbeda dari kelompok usia lainnya. Pola makan yang tinggi lemak juga diduga mempengaruhi struktur dan kontinuitas tidur melalui mekanisme inflamasi sistemik, perubahan hormon yang mengatur tidur yaitu leptin dan ghrelin serta dampak gastrointestinal seperti refluks, ketidaknyamanan malam hari yang mengganggu tidur . Tujuan; untuk mengetahui hubungan antara asupan lemak dengan kualitas tidur dan komponen kualitas tidur yang meliputi kualitas tidur subjektif, latensi tidur, durasi tidur, efisiensi durasi tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur dan disfungsi aktivitas pada siang hari pada remaja di SMK Batik 2 Surakarta Tahun 2026 . Metode; Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik observasional, menggunakan rancangan cross-sectional, jumlah sampel sebanyak 146 remaja dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu antara Siswa lain/I SMK Batik 2 Surakarta, Berusia 14 – 18 tahun dan Tidak dalam kondisi sakit, selain itu, untuk kriteria eksklusi antara siswa lain yang sedang melakukan diet khusus, siswa vegetarian, dan siswa yang memiliki alergi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) untuk menganalisis konsumsi lemak, dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menghasilkan kualitas tidur. Hasil; penelitian menunjukkan bahwa tidak ada korelasi antara konsumsi lemak dan kualitas tidur dengan nilai P= 0,560 ( 0,05). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi lemak dengan semua komponen kualitas tidur, dengan nilai p untuk masing-masing komponen secara berurutan. Kesimpulan; diperoleh bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan lemak dengan kualitas tidur dan komponen komponen kualitas tidur.Kata Kunci: Asupan Lemak, Kualitas Tidur, Komponen Kualitas Tidur

Page 10 of 10 | Total Record : 100