cover
Contact Name
Wiku Aji Sugiri
Contact Email
wikusugiri@uin-malang.ac.id
Phone
+6282257057944
Journal Mail Official
journal.preschool@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Jalan Gajayana 50 Malang 65144, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Preschool : Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 27153622     DOI : -
Preschool: Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini published twice a year since October 2019. This journal is published by the Department of Early Childhood Studies, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Indonesia. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of early childhood education to publish their researches in our journal. Preschool: Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini is a study about the results of research in the areas of early childhood education. The focus and scope of this journal are (a) Early Childhood Learning and Development. (b) Media for Early Childhood Learning. (c) Caring in Early Childhood. (d) Instructional Technology in Early Childhood Studies. (e) Stimulation of Early Childhood Development. (f) Problems in Early Childhood. (g) Assessment and Evaluation of Early Childhood Development. (h) Management of Organizing Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 60 Documents
IMPLEMENTASI KEGIATAN BELAJAR OUTDOOR MELALUI SENTRA BAHAN ALAM DALAM MENGEMBANGKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK Siti Paridah; Dyah Ageng Pramesty Koenarso
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/preschool.v2i1.10381

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kegiatan belajar outdoor melalui sentra bahan alam dalam mengembangkan kecerdasan naturalis anak yang meliputi kemampuan anak dalam mengenali, membedakan, mengungkapkan dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungannya serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan alat pengumpul data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Miles dan Huberman yang dilakukan secara interaktif dengan tiga proses pengumpulan data berupa proses reduksi data, proses penyajian data, dan proses penarikan kesimpulan data dalam bentuk pengkodean (coding). Adapun tahapan pengumpulan data adalah pengujian keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan perpanjangan keikutsertaan, ketekunan peneliti, dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kegiatan belajar outdoor melalui sentra bahan alam dalam mengembangkan kecerdasan naturalis anak kelompok A sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam implementasi sentra bahan alam dalam mengembangkan kecerdasan naturalis anak meliputi media, metode, materi dan evaluasi dalam kegiatan bermain di sentra bahan alam. Faktor pendukung pembelajaran sentra bahan adalah guru yang berperan sebagai demonstran mampu memahami materi pembelajaran untuk diterapkan kepada anak, peserta didik yang dikelompokkan berdasarkan tahapan usia dan keaktifannya, dan banyaknya jumlah media bahan alam yang dimiliki. Faktor penghambat dalam kegiatan sentra bahan alam adalah jika guru sentra bahan alam berhalangan hadir, bermain sentra bahan alam memelukan waktu yang panjang untuk melaksanakannya, anak-anak berebut memilih ragam main yang dimainkan dan jika hujan turun maka bermain bahan alam akan dilaksanakan di dalam ruangan.
KEGIATAN PEMBELAJARAN MERONCE UNTUK MELATIH KEMAMPUAN KLASIFIKASI BENTUK Siti Rukayah; Ika Irayana
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v2i2.10382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran meronce untuk melatih kemampuan klasifikasi bentuk anak kelompok A2 di PAUD Terpadu Tarbiyatul Athfal Banjarmasin. Subjek dalam penelitian ini adalah 2 orang guru kelas dan anak kelompok A2 terdiri dari 10 anak. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data interaktif Milles dan Hubbermanmelalui reduksi, penyajian penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada kegiatan pembelajaran meronce anak menunjukkan kemampuan klasifikasi yang berbeda beda yaitu 50 persen anak merangkai secara terus menerus, 40 persen merangkai berdasarkan warna, 40 persen berdasarkan warna dan bentuk, 30 persen berdasarkan ukuran. Media yang digunakan berupa manik kayu yang berbentuk geometri dan ditengahnya ada lubang agar anak dapat memasukkan tali atau benang kedalam manik tersebut sesuai bentuk, warna dan ukuran.
DINAMIKA DAN FAKTOR RESILIENSI MENGAJAR PADA GURU SEKOLAH INKLUSI TINGKAT PRASEKOLAH Nasha Syafira Faradina; Aprilia Mega Rosdiana
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v3i2.15913

Abstract

Hadirnya pendidikan inklusi tidak luput dari peranan seorang guru sebagai pendidik.  Pendidikan inklusi menjadi tantangan guru dalam mengajar, terutama guru di tingkat pendidikan prasekolah. Guru sekolah inklusi tingkat prasekolah bertugas tidak hanya mengajar siswa prasekolah saja namun juga mendampingi siswa prasekolah berkebutuhan khusus pula. Tantangan inilah yang juga dialami oleh guru di TK Kartika IV-6 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika resiliensi yang terjadi pada guru dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi guru yang mengajar di sekolah inklusi tingkat prasekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek yang digunakan adalah dua orang guru yang mengajar di TK Kartika IV-6 Malang. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kedua subjek memiliki kemampuan resiliensi yang berbeda. Berdasarkan tujuh aspek resiliensi yang digunakan yakni,  regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, empati, efikasi diri, analisis penyebab masalah, reaching out, kedua subjek memiliki kemampuan yang relatif baik akan tetapi dengan cara penanganannya yang berbeda. Kecuali pada satu aspek yakni reaching out, kedua subjek memiliki kepuasan mengajar yang berbeda, subjek pertama merasa puas dengan hasil mengajarnya sedangkan subjek kedua merasa masih belum puas dengan hasil mengajar yang diberikan kepada siswa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi subjek adalah faktor resiko dan protektif.  Faktor resiko yang dari kedua subjek adalah kesulitan mengajar selama pandemi COVID-19. Sedangkan faktor protektif dari kedua subjek memiliki sedikit perbedaan yaitu, hubungan interpersonal subjek pertama lebih baik dibanding subjek kedua, dan dalam pengembangan kompetensi diri subjek pertama lebih bersemangat dibanding subjek kedua. Namun, kedua subjek sama-sama mendapatkan dukungan dari keluarga terutama suami untuk menjadi guru TK di sekolah inklusi.
STUDI KASUS PERILAKU TEMPER TANTRUM ANAK DALAM BERSOSIALISASI DI TK DHARMA WANITA KEMPLENG II Siti Fatimah; Tomas Iriyanto; Nur Anisa
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/preschool.v2i1.9507

Abstract

Tantrum tempering is a common behavioral problem experienced by preschoolers by expressing anger by sleeping on the floor, thrashing, screaming. Tantrum temperatures usually occur in children who are active and have abundant energy. This arises because at the age of 4-5 years children are still easily provoked by emotions that can be caused by not fulfilling the physical needs of children in terms of eating patterns and resting children. Factors causing children to experience temper tantrum is actually one form of emotional development of children that cannot be controlled. Based on preliminary observations of case studies that have been conducted by researchers found that there is one child who has a unique behavior on Dharma Wanita Kempleng II Kindergarten, Kediri Regency with the initials AFN. AFN is a 5-year-old child who studies in kindergarten group A. AFN tends to be angry, does not care when reprimanded by people around AFN, and shows a cool face towards friends. The behavior exhibited from AFN is quite common when at school or at home. AFN when he feels he does not like what others do to him and feels not according to expectations AFN will show a cool face, hit, say rude, the child sometimes even laughs when he sees his friend crying, if AFN's desire is not fulfilled AFN will scream and ruffle things those around it will cry. At this exposure if a child who has not been able to control his emotions will automatically inhibit the child's emotional social development. This can have an impact on social skills. Socialization in learning in PAUD is an interaction that occurs between children, parents or adults, and educators in a particular environment. Based on the results of the reduction carried out by researchers. Children who experience temper tantrums experience some obstacles in socializing because children can behave aggressively to friends or others who make it become shunned by friends for fear of the child hurting friends or others around him.
GANGGUAN KETERLAMBATAN BERBICARA (SPEECH DELAY) PADA ANAK USIA 6 TAHUN Alfani Nurul Istiqlal
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v2i2.12026

Abstract

Keterlambatan berbicara (speech delay) merupakan salah satu gangguan pekembangan pada anak. Berdasarkan hasil studi pendahuluan terhadap seorang anak TK B di PAUD Aisyiyah Assalam ditemukan beberapa anak yang masih mengalami speech delay. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) gambaran speech delay, (2) faktor-faktor penyebab speech delay (3) upaya penanganan yang dilakukan oleh guru dan orang tua untuk meningkatkan kemampuan anak yang mengalami speech delay. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan model analisis data yang digunakan yaitu Miles and Huberman Models. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak dengan keterlambatan berbicara mengalami pengucapan yang kurang sempurna pada kata-kata tertentu, kecenderungan anak hanya memberikan respon non-verbal terhadap stimulus yang diberikan. Faktor penyebab gangguan keterlambatan berbicara yang dialami anak yaitu anak tidak mendapatkan model yang baik untuk ditiru dalam berbicara dengan menggunakan kata yang tepat, anak tidak memiliki motivasi yang kuat untuk berbicara, serta kesempatan berbicara yang kurang kuat bagi anak. Sementara cara penanganan yang dilakukan oleh guru yaitu memberikan stimulus untuk berbicara dengan porsi yang lebih banyak dari teman lainnya. Anak akan mampu mengekspresikan keinginannya menggunakan bahasa verbal serta senantiasa bekerjasama dengan pihak orang tua agar penanganan lebih optimal.
STORY TELLING MELALUI DARING UNTUK PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Eko Setiawan; Mutiara Sari Dewi; Salimatul Ummah
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/preschool.v2i1.10851

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kegiatan story telling melalui daring untuk perkembangan kognitif anak usia dini yang pembelajarannya dilakukan pada masa pandemi covid-19 (coronavirus disease 2019). Penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memperoleh pemahaman tentang kegiatan story telling dalam pendidikan anak usia dini yang menggunakan media internet. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya penulis menganalisis data yang terkumpul menggunakan interaktif model dengan langkah-langkah analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kegiatan pembelajaran mengalami perubahan karena adanya pandemi covid-19, yaitu pelaksanaan kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan memanfaatkan IPTEK dan jaringan internet, orang tua sebagai pelaksana kegiatan pembelajaran yang dilakukan di rumah, sedangkan pendidik PAUD bertugas sebagai perencana dan penilai hasil pembelajaran yang sudah diberikan. (2) kegiatan story telling yang dilakukan melalui daring untuk meningkatkan perkembangan kognitif, diantaranya yaitu orang tua mengajak anak menyaksikan video story telling dan memahami isi materi yang diberikan pada story telling tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan berdiskusi dan demonstrasi. Dari kegiatan tersebut meningkatnya perkembangan kognitif anak bisa dilihat, bagaimana anak belajar dan memecahkan masalah yaitu anak mampu menyelesaikan tugas yang diberikan dengan baik, berfikir logis yaitu anak mampu mengurutkan benda sesuai pola, dan berfikir simbolik yaitu anak mampu menyebutkan benda sesuai fungsinya.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI CHANNEL YOUTUBE YUFID KIDS SAAT PANDEMI COVID-19 PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Aghnia Nur Fadilah; Mila Karmila; Purwadi Purwadi
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v3i2.15871

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan anak usia 5-6 tahun yang ada di lingkungan RW 05 Kelurahan Brebes. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan anak dalam mengenal huruf, (2) mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan anak dalam mengenal angka, (3) mendeskripsikan dan menganalisis kemampuan anak dalam menghubungkan bunyi. Penelitian  ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwaanak dapat mengenal huruf alfabet, kemampuan anak usia 5-6 tahun di RW 05 Kelurahan Brebes dalam aspek ini berada pada kemampuan Masih Berkembang (MB). Hal ini terlihat ketika anak sudah bisa mengenal 1-5 huruf alfabet dan membedakan huruf alfabet yang ada di namanya. Anak dapat mengenal angka, dalam aspek ini anak usia 5-6 tahun di RW 05 Kelurahan Brebes mampu mengenal dan mengurutkan angka 1-10 dengan konsisten. Anak dapat menghubungkan bunyi, dalam aspek ini beberapa anak sudah mampu membaca suku kata, kata dan memahami kalimat sederhana. Kemampuan membaca anak masih dengan cara mengeja.
IMPLEMENTASI METODE QIRO’ATI DALAM PEMBELAJARAN AL-QUR’AN PADA ANAK TUNAGRAHITA Dina Novita Amaliyah; Abdul Ghafur
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v2i2.11468

Abstract

Al-Qur’an merupakan pedoman bagi umat Islam di dunia dan diwajibkan bagi kita untuk mempelajarinya. Sebaiknya mendidik anak untuk belajar Al-Qur’an bisa dimulai sejak dini guna untuk memahami Al-Qur’an, khususnya pada anak yang berkebutuhan khusus seperti anak Tunagrahita, mereka harus mendapatkan pendidikan akademik dan keagamannya. Namun banyak anak yang tidak bisa membaca Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Proses Impelementasi Metode Qiro’ati dalam pembelajaran Al-Qur’an pada anak Tunagrahita di TPQ Darul Hamdi Malang, Sistem Evaluasi dalam Implementasi Metode Qiro’ati dalam pembelajaran Al-Qur’an pada anak Tunagrahita di TPQ Darul Hamdi Malang, Implikasi penerapan Metode Qiro’ati dalam pembelajaran Al-Qur’an pada anak Tunagrahita di TPQ Darul Hamdi Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-kualitatif dan memakai metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Proses implementasi Metode Qiro’ati dalam pembelajaran Al-Qur’an pada anak tunagrahita di TPQ Darul Hamdi dijadikan dalam satu kelas dengan anak yang normal, akan tetapi dibedakan dalam cara mengajarnya. Pembelajaran bagi Anak Tunagrahita ini membutuhkan waktu yang cukup lama, pada pembelajaran ini menggunakan rmetodologi klasikal dan individual. Sistem evaluasi dalam implementasi Metode Qiro’ati yaitu evaluasi pembelajaran setiap hari dan evaluasi pada kenaikan jilid. Implikasi penerapan Metode Qiro’ati dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, sesuai ilmu tajwid, makhorijul khuruf, menghafal surat pendek dan do’a sehari-hari.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM PASCA PANDEMI COVID-19 DI RAUDHATUL ATFAL Febbi Shafa; Mustika Finanda Sachun
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v3i2.15685

Abstract

Semakin tingginya kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan terutama jenjang anak usia dini khususnya yang berbasis islam membuat banyak bermunculan sekolah PAUD yang berlandaskan islam. Akan tetapi kenyataannya saat ini masih kurang sekali edukasi tentang manajemen pendidikan islam yang baik sehingga beberapa sekolah ada yang melaksanakan manajemen ini asal menerapkannya saja tanpa tahu konsep dari manajemen itu sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahuai dan menganalisis manajemen pendidikan islam di PAUD khsusunya di RA Asy-Syahriyah. Pendektan yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan jenis penelitian wawancara terpusat (focused intervews). Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan islam telah di terapkan di RA Asy-Syahriyah. Penerapan manajemen pendidikan islam berdasarkan pandangan peneliti bahwa masih belum begitu terstruktur dan maksimal dalam pelaksanaannya. Hal ini disebabkan karena kurangnya personel guru dan staf yang ada di RA Asy-Syahriyah. Jumlah guru di RA Asy-Syahriyah hanya berjumlah 6 orang, sehingga staf bidang administrasi perkantoran dikerjakan oleh guru yang ada atau biasanya rangkap jabatan. Selain itu, keadaan pandemi membuat mobilitas para guru terhambat dan kegiatan pembelajaran terbatas. Meskipun begitu, pihak sekolah tetap berusaha memberikan manajemen pendidikan islam yang terbaik.
PERUBAHAN PERILAKU NOMOPHOBIA MELALUI PENDEKATAN INTERAKSI SOSIAL: SINGLE CASE RESEARCH (SCR) Mutiara Arlisyah Putri Utami; Syaiful Syamsuddin
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/preschool.v2i1.10307

Abstract

Pengguna smartphone yang semakin banyak merupakan wujud dari perkembangan teknologi yang semakin maju dan cepat. Manfaat dari smartphone sangat dirasakan oleh penggunanya karena mampu memberikan kemudahan dan kelancaran dalam beraktivitas. Meskipun demikian, tidak sedikit dari pengguna smartphone menjadi kecanduan dan mengalami gangguan kesehatan atau dikenal dengan istilah nomophobia. Penggunaan smartphone yang tidak dapat terhindarkan, oleh karenanya diperlukan pendekatan yang dapat mencengah agar terhindar dari nomophobia, dalam hal ini yaitu pendekatan interaksi sosial. Penelitian ini merupakan Single Case Research dengan desain ABA yang bertujuan untuk mengetahui perubahan tingkah laku bagi anak nomophobia dengan pendekatan interaksi sosial. Subjek penelitian adalah seorang anak dengan nomophobia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan interaksi sosial memberikan pengaruh positif terhadap anak nomophobia dalam menggunakan smartphone.