cover
Contact Name
Dina Elisabeth Latumahina
Contact Email
dina.latumahina@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dina.latumahina@gmail.com
Editorial Address
Jl. Indragiri No. 5, Kota Wisata Batu, Jawa Timur, Indonesia, 65301
Location
Kota batu,
Jawa timur
INDONESIA
Missio Ecclesiae
ISSN : 20865368     EISSN : 27218198     DOI : -
Missio Ecclesiae adalah jurnal open access yang menerbitkan artikel tentang praktek, teori, dan penelitian dalam bidang teologi, misiologi, konseling pastoral, kepemimpinan Kristen, pendidikan Kristen, dan filsafat agama melalui metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Kriteria publikasi jurnal ini didasarkan pada standar etika yang tinggi dan kekakuan metodologi dan kesimpulan yang dilaporkan.
Articles 147 Documents
UPAYA GEREJA DALAM PEMBINAAN USIA REMAJA YANG MELAKUKAN HUBUNGAN “FREE SEKS” Wilianus Illu; Olivia Masihoru
Missio Ecclesiae Vol. 9 No. 1 (2020): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v9i1.120

Abstract

Free Sex dan hamil pranikah menjadi potret buram kehidupan remaja saat ini di Indonesia. Seks bebas (free sex), hamil di luar nikah, aborsi, perkosaan, pelecehan seksual, peredaran VCD porno, pornografi, dan pornoaksi merajalela di kalangan remaja saat ini. Hal ini pada satu sisi dapat merisaukan public pada umumnya, misalnya merisaukan lingkungan masyarakat, dunia pendidikan keluarga, sekolah bahkan pendidikan di gereja. Akan tetapi pada aspek lain terdapat orang-orang yang memiliki dorongan yang berangkat dari hati nuraninya sehingga memiliki kepedulian dan keberpihakan terhadap para remaja yang melakukan hubungan free sex. Tipikal yang demikian memiliki inisiatif sendiri untuk menolong orang-orang yang mengalami dan khususnya bagi remaja. Biasanya perihal yang dilakukan adalah berinisiasi untuk mengumpulkan mereka dan menyampaikan materi-materi yang berkaitan dengan free sex agar mengurangi lajunya pergerakan yang semakin dinamis dalam realiata yang ada. Pada umumnya Etika Kristen tidak membenarkan tentang hubungan seks bebas atau free sex, baik yang dilakukan oleh oknum-oknum yang berkeluarga, orang dewasa dalam hal ini yang belum menikah, ataupun oleh pemuda-pemudi bahkan remaja-remaja. Upaya Kristen dalam menangani kasus-kasus yang terjadi pada remaja tentu mengacu pada beberapa pola yang sesuai standar Alkitab. Pola-pola yang penulis maksudkan adalah upaya melalui tinjauan Alkitab tentang seksualitas, melalui pendidikan gereja, melalui pendidikan keluarga, sekolah, melalui pendekatan kontribusi terhadap budaya, masyarakat, dan melalui kontribusi terhadap pemerintah setempat. Supaya elemen-elemen tersebut saling interdepedensi dalam mengatasi free sex yang belakangan ini marak terjadi di kalangan para remaja di Indonesia. Metode yang digunakan dalam kajian jurnal ini adalah metode deskiptif dengan pendekatan literatur dan fakta data sesuai yang berkorelasi dengan judul utama dan sub-sub judul. Hasil yang ditemukan dalam kajian ini mencakup peran gereja tidak terbatas pada internal gereja melainkan berperan akif juga di luar gereja khususnya peran dalam mengantisipasi lajunya free sex yang signifikan.
PENDAMPINGAN PASTORAL KONSELING BAGI ORANG SAKIT TERMINAL Di KLASIS KUPANG TENGAH – GEREJA MASEHI INJILI DI TIMOR Debertje Setriani Manafe; Risart Pelamonia
Missio Ecclesiae Vol. 9 No. 1 (2020): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v9i1.121

Abstract

Orang sakit terminal adalah tahap akhir dari suatu kondisi tubuh atau pikiran yang tidak sehat. Orang sakit terminal adalah orang yang hampir mati atau disebut dengan keadaan yang tidak dapat diubah, yaitu ketika tidak ada alat-alat medis yang diketahui ada untuk memperbaiki orang yang terluka atau proses penyakit yang membawa kepada kematian. Pastoral konseling merupakan salah satu pelayanan pemulihan untuk melayani manusia seutuhnya. Orang sakit bukan hanya membutuhkan obat bagi tubuh, melainkan membutuhkan pelayanan kasih yang menghadirkan Tuhan Yesus di tengah-tengah penderitaan. Pelayanan kepada orang sakit terminal dengan bentuk pendampingan pastoral konseling merupakan upaya untuk menjawab dan mengatasi pergumulan terakhir, yaitu orang sakit terminal dapat meninggal dunia dengan kekayaan rohani sebagai anak Allah dan dapat menerima panggilan Allah yaitu kematiannya dalam syalom. Tujuan penelitian ini adalah untuk menunjukkan kontribusi pendampingan pastoral konseling bagi orang sakit terminal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian studi kasus dan analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada diri peneliti sebagai alat. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah pertama Gereja Masehi Injili di Timor – Klasis Kupang Tengah masih sangat kurang dalam melakukan pendampingan pastoral konseling bagi orang sakit terminal. Kedua, pendampingan pastoral konseling bagi orang sakit terminal belum dipahami benar sehingga pendeta/gembala tidak melaksanakan tahap-tahap dalam pastoral konseling dan ketiga, orang sakit terminal di Klasis Kupang Tengah – Gereja Masehi Injili di Timor belum mendapat perhatian khusus melalui pendampingan pastoral konseling yang dapat menolong orang sakit terminal mengatasi masalah hidup dan memperteguh iman mereka ketika berada dalam saat-saat menjelang kematian.
Problematika Teks dan Makna Matius 19:9 Adi Putra
Missio Ecclesiae Vol. 9 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v9i2.122

Abstract

Abstract: The problematic text and meaning of Matthew 19: 9 is the focus of this study. Because this verse not only causes polemic in its meaning, it is also needed in the text. Because based on the notes to Nestle Aland 28 (NA28), there are so many variations on this verse. By using qualitative, specifically using analysis and exegesis tools with accuracy in analyzing, it is concluded that the text provided by NA28 is much better (stated or) and suitable to be used as translated text in exegesis studies. In addition, in this study, it was found as a phrase "except for adultery" asking for reasons to justify divorce. However, in this study it was found that even adultery had taken place, divorce was still not permitted. Because Jesus' Teaching Principle is love and forgiveness. Abstraksi: Problematika teks dan makna Matius 19:9 menjadi konsen dari penelitian ini. Oleh karena ayat ini tidak hanya menimbulkan polemik pada maknanya, melainkan juga pada teksnya. Karena berdasarkan catatan kaki pada Nestle Aland 28 (NA28), ada begitu banyak varian terhadap ayat ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, khususnya menggunakan analisis apparatus dan eksegesis dengan ketelitian dalam menganalisis, maka disimpulkan bahwa teks yang diberikan oleh NA28 jauh lebih baik (mendekatai aslinya) dan cocok dijadikan sebagai teks acuan dalam studi eksegesis. Selain itu, dalam penelitian ini, dijumpai bahwa frasa “kecuali karena zina” bukanlah sebuah alasan untuk membenarkan perceraian. Akan tetapi dalam penelitian ini ditemukan bahwa bahkan sekalipun telah terjadi perzinaan, perceraian tetap tidak diperbolehkan. Karena prinsip ajaran Yesus adalah kasih dan pengampunan.
MODEL KEMARTIRAN DALAM PENGINJILAN RASUL PAULUS BERDASARKAN KISAH PARA RASUL TERHADAP KELOMPOK KABAR BAIK DI MALANG Tri Hananto; Erni M.C. Efruan
Missio Ecclesiae Vol. 10 No. 1 (2021): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v10i1.124

Abstract

Penginjilan merupakan tindakan pelaksanaan Amanat Agung. Penginjilan selalu berkaitan erat dengan kemartiran. Setiap anak-anak Tuhan yang terlibat dalam penginjilan harus selalu siap dengan dampak yang diterima baik itu kesulitan, tantangan, penderitaan ataupun kematian. Martir identik dengan saksi. Martir Kristus berkaitan dengan tindakan dalam menjadi saksi Kristus baik dalam pewartaan maupun dalam sikap sehari-hari. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif mengenai kemartiran yang dialami oleh Rasul Paulus. Paulus bukan hanya berbicara tentang berita Injil kasih karunia, tetapi juga mengalami dampak dari pemberitaan Injil itu sendiri, masuk penjara, dianiaya bahkan sampai mati. Jadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kemartiran penginjilan Rasul Paulus.
Model Business For Kingdom Berdasarkan Kisah Para Rasul 18:1-4 Dalam Mengembangkan Sinode Gereja Kristen Parousia Hendra Rey; Gunaryo Sudarmanto
Missio Ecclesiae Vol. 9 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v9i2.125

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memahami secara obyektif mengenai hamba-hamba Tuhan yang mengabdi dan melayani Tuhan melalui pelayanan gerejawi, namun juga melakukan bisnis berdasarkan Kisah 18: 1-4 di Sinode Gereja Kristen Parousia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif naturalistik dengan menggunakan studi pustaka-eksplanatori. Dari penelitian literatur tentang Business for Kingdom Model, peneliti membaca dan menginterpretasikan buku tekstual tentang topik ini untuk mendapatkan makna dari teks Kisah Para Rasul 18:1-4. Dan analisis data penelitian lapangan Model "Business for Kingdom" di Sinode Gereja Kristen Parousia dengan menggunakan paradigma kualitatif naturalistik, ditemukan bahwa semua informan memiliki komitmen yang kuat untuk mengabdi kepada Tuhan dan menjalankan bisnis untuk menunjang kebutuhan finansial dan memberdayakan dan melestarikan jemaat yang dilayani tetapi kurang memahami tentang manajemen bisnis sambil tetap mengabdi kepada Tuhan. Namun, ada juga kendala dan hal negatif yang muncul seperti; tidak memiliki pengalaman bisnis, kesulitan membagi waktu, fokus pada prioritas pelayanan yang berubah dan sebagainya. Peneliti menyarankan kepada Sinode Gereja Kristen Parousia untuk memberikan pendidikan, pelatihan dan pendampingan yang memadai bagi para hamba Tuhan yang akan dikirim ke lokasi-lokasi perintis agar dapat menjalankan usaha kecil dengan baik dan sukses sebagai strategi penanaman dan pengembangan gereja. Hal ini penting untuk visitasi, komunikasi dan pendampingan agar terlaksana dengan baik dan memberikan bantuan pelayanan agar hamba-hamba Tuhan tidak bergumul sendiri.
MODEL KEPEMIMPINAN YESUS KRISTUS SEBAGAI PEMBAWA DAMAI BAGI RESOLUSI KONFLIK DI KOTA SURAKARTA Irawan Budi Lukmono; Gunaryo Sudarmanto
Missio Ecclesiae Vol. 9 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v9i2.126

Abstract

Obyek dari penelitian ini adalah kepemimpinan pembawa damai bagi resolusi konflik. Penelitian ini menggunakan paradigm naturalistik dengan pendekatan kualitatif dan metode fenomenologi. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan dan menemukan: (1) kepemimpinan pembawa damai, (2) kepemimpinan Yesus Kristus sebagi pembawa damai, (3) model kepemimpinan Yesus Kristus sebagai pembawa damai bagi resolusi konflik di kota Surakarta. Pengumpulan data melalui pengamatan, wawancara, dan penelaahan dokumen tertulis. Analisis data dengan menggunakan analisis domain, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Hasil dari penelitian adalah model kepemimpian pembawa damai bagi resolusi konflik di kota Surakarta yang memiliki tiga komponen: (1) kepemimpinan pembawa damai yang mencakup prinsip, upaya, dan karakter, (2) resolusi konflik, (3) dampak. Hasil penelitian ini dapat diterapkan para pemimpin Kristen dalam membangun perdamaian dan resolusi konflik di kota Surakarta.
HARMONISASI POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PENGAJARAN SEKOLAH MINGGU TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI BERDASARKAN NILAI-NILAI SPIRITUAL DI GKPB JEMAAT GALANG NING SABDA CICA BALI Judith Wangania; Jammes Juneidy Takaliuang
Missio Ecclesiae Vol. 10 No. 1 (2021): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v10i1.127

Abstract

Pertumbuhanan dan perkembangan karakter anak tidak terlepas dari tanggunjgawab orang tua dalam menerapkan pola asuh dalam keluarga dan juga pengajaran yang diberikan disekolah, termasuk sekolah minggu. Orang tua sebagai penanggungjawab utama dari pertumbuhan dan karakter anak, maupun guru-guru sekolah minggu, sama berperan penting dalam pembentukan karakter anak. Tetapi kenyataan yang terjadi adalah tidak adanya harmoni (Dishamorni) antara orang tua dan guru sekolah minggu. Tidak adanya harmoni ini terlihat dari sikap acuhnya orang tua terhadap pengajaran sekolah minggu yang diterima oleh anak-anak mereka. Disisi lain, kurangnya komunikasi guru-guru sekolah minggu dengan orang tua juga menjadi salah satu satu penyebab disharmoni. Tujuan penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola asuh orang tua dengan pengajaran sekolah minggu, menentukan karakter anak usia dini berdasarkan nilai-nilai spiritual, menghasilkan model harmonisasi pola asuh orang tua dengan pembelajaran sekolah minggu pada pembentukan karakter anak usia dini berdasarkan nilai-nilai spiritual yang ada di GKPB Jemaat Galang Ning Sabda Cica Bali. Metode penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas dan mendalam tentang Model Harmonisasi Pola Asuh Orang Tua dan Pengajaran Sekolah Minggu Terhadap Pembentukan Karakter Anak Usia Dini Berdasarkan Nilai Spiritual di GKPB Galang Ning Jemaat Sabda Cica Bali. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa Model Harmonisasi antara Pola Asuh Orang Tua di rumah dengan Pengajaran sekolah minggu yang dapat diterapkan adalah model komunikasi, model kerja sama, model sharing of life dan model pertemuan rutin.
Integrasi Kristologi dan Misiologi Berdasarkan Lukas 24:44-49 Bagi Pelayanan Misi di Gereja Persekutuan Oikoumene Umat Kristen (POUK) ICHTHUS Bumi Dirgantara Permai - Bekasi Galuh Pandandari; Erni M.C. Efruan
Missio Ecclesiae Vol. 9 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v9i2.129

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengemukakan sebuah model dari integrasi Kristologi dan Misiologi berdasarkan Lukas 24:44-49, yang memberi pengaruh terhadap keterlibatan jemaat dalam pelayanan misi di Gereja POUK ICHTHUS BDP, dengan menggunakan kombinasi model atau desain sequential explanatory yang menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif secara berurutan. Beberapa prinsip yang terdapat dalam model tersebut adalah : (1) Kristologi dan Misiologi yang dibangun di atas dasar penggalian Alkitab, (2) Kristologi yang misiologis dan Misiologi yang kristologis. (3) Kristologi tanpa Misiologi menjadi Kristologi tanpa sasaran, Misiologi tanpa Kristologi menjadi Misiologi tanpa dasar, (4) Integrasi Kristologi dan Misiologi meningkatkan mutu pelayanan misi, (5) Integrasi Kristologi dan Misiologi yang diajarkan secara maksimal menghasilkan keterlibatan dalam misi global, (6) Kristologi dan Misiologi yang terintegrasi melalui ketaatan menjadi Saksi Kristus, dan (7) Efektivitas Integrasi Kristologi dan Misiologi bergantung pada kuasa Roh Kudus. Rekomendasi diberikan kepada Gembala Jemaat, Para Pengajar Kelas Pembinaan Jemaat dan Penggiat Misi di Gereja POUK ICHTHUS Bumi Dirgantara Permai dan di gereja-gereja mitra misi, dalam mengemban misi Allah sampai Parousia.
Evaluasi Kinerja Dosen dalam Melaksanakan Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah Tinggi Alkitab Jember Dengan Metode 360 Derajat Nelly Nelly; Dina Elisabeth Latumahina
Missio Ecclesiae Vol. 9 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v9i2.130

Abstract

Dosen merupakan salah satu komponen esensial dalam suatu sistem pendidikan di perguruan tinggi. Dalam Tridharma Perguruan Tinggi, dosen harus melakukan dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan dua belas SKS dan paling banyak enam belas SKS pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademik. Pelaksanaan tugas utama dosen ini perlu dievaluasi dan dilaporkan secara periodik sebagai bentuk akuntabilitas kinerja dosen kepada para pemangku kepentingan. Penilaian kinerja dosen dipandang perlu dalam kaitannya dengan tercapainya Tridharma Perguruan Tinggi. Evaluasi kinerja adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Untuk mengetahui kinerja dosen dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi di STA Jember maka penelitian ini menggunakan penelitian evaluasi, secara khusus evaluasi kinerja. Dalam penelitian evaluasi kinerja ini, model yang digunakan adalah evaluasi kinerja 360 derajat. Secara umum model evaluasi ini bertujuan untuk mengukur apakah kinerja dosen sesuai dengan standar atau kriteria kinerja yang sudah ditentukan. Penilaian kinerja dosen tersebut dilakukan oleh multi penilai atau penilaian dilakukan oleh beberapa orang. Data yang didapat dianalisis dan dicari hubungannya, dibandingkan, kemudian menemukan pola dasar dari data aslinya. Berdasarkan rekapan persentase rata-rata skor ketercapaian dari 17 orang dosen menunjukkan kinerja dalam melaksanakan pendidikan dan pengajaran adalah baik. The lecturer is one of the essential components in the education system in higher education. In the Tridharma of Higher Education, lecturers must carry out a workload of at least twelve credits and a maximum of sixteen credits in each semester according to their academic qualifications. The implementation of this lecturer's main task needs to be evaluated and reported periodically as a form of accountability for lecturer performance to stakeholders. Performance appraisal is deemed necessary in its assessment by achieving the Tridharma of Higher Education. Company assessments are carried out systematically to see the results of employee work and organizational performance. To see the performance of lecturers in the Tridharma of Higher Education at Jember Bible College to evaluate and evaluate performance. In this performance evaluation research, the model used is a 360-degree performance evaluation. In general, this evaluation model aims to measure whether the lecturer's performance is in accordance with the specified performance standards or criteria. The performance appraisal is carried out by multiple appraisers or the service is carried out by several people. The data obtained were analyzed and searched, compared, then found the basic pattern of the data built. Based on the recapitulation of the average proportion of achievement of 17 people who show good performance in carrying out education and completing it.
YUDAISME IBU KEKRISTENAN: STUDI ANALISIS LITERATUR TERHADAP PENGAJARAN YUDAISME, PENGAJARAN YESUS DAN KITAB-KITAB YUDAISME Rully M. Simorangki; Erastus Sabdono; Sugeng Santoso; Benaditus Siowardjaja
Missio Ecclesiae Vol. 10 No. 1 (2021): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v10i1.131

Abstract

Pengajaran Yudaisme sering dipandang sebelah mata, seolah-olah sebagai suatu pengajaran yang tidak memiliki nilai-nilai yang baik sama sekali. Sedangkan pengajaran Yesus yang hari ini dikenal sebagai kekristenan menganggap dirinya sebagai pengajaran yang jauh lebih mulia daripada pengajaran Yudaisme. Sikap yang seperti itu adalah sikap intoleran, bahkan sombong. Sikap seperti itu membutakan mata banyak orang Kristen sehingga mereka tidak menyadari bahwa sesungguhnya Yudaisme mewariskan banyak kebenaran yang menjadi fondasi yang kuat bagi kekristenan. Bahkan sesungguhnya yang diajarkan oleh Yesus adalah Yudaisme. Kitab-kitab Yudaismelah yang memberikan pengharapan kepada orang Kristen hari ini tentang akan datangnya hari kemenangan Allah. Di mana nantinya setelah kemenangan itu, orang Kristen akan tinggal bersama dengan Allah. Kitab-kitab mereka pula yang pada akhirnya akan memperkenalkan kepada orang Kristen bahwa Yesus adalah Mesias, Yang Diurapi, yang penuh dengan Roh dan kerajaanNya akan berlangsung selamanya. Kajian ini menjawab pertanyaan : “Apakah memang benar bahwa pengajaran Yudaisme pasti berbeda dengan pengajaran Yesus? Apa saja kitab-kitab Yudaisme dan ajaran apa yang diwariskan?”

Page 9 of 15 | Total Record : 147