cover
Contact Name
Spektrum Sipil
Contact Email
spektrum_sipil@unram.ac.id
Phone
+62370-638436
Journal Mail Official
spektrum_sipil@unram.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Kode Pos: 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Spektrum Sipil
Published by Universitas Mataram
ISSN : 18584896     EISSN : 25812505     DOI : https://doi.org/10.29303/spektrum.v7i1
Core Subject : Engineering,
Spektrum Sipil merupakan Jurnal Teknik Sipil yang bertujuan menjadi wadah komunikasi ilmiah untuk menyebarluaskan informasi, hasil-hasil penelitian, hasil kajian pustaka dan teori, yang mencakup bidang Struktur, Transportasi, Hidro, Geoteknik, Manajemen Konstruksi, dan Lingkungan. Spektrum Sipil diterbitkan dua kali dalam setahun (Maret dan September), dipublikasikan secara online dan akses terbuka dengan Nomor Seri Standar Internasional elektronik e-ISSN 2581-2505.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL" : 10 Documents clear
PEMODELAN PERILAKU LENTUR PANEL SANDWICH HIBRID: Modelling Flexural Behavior of Hybrid Sandwich Panel Fajrin, Jauhar; Muchlis, Muhammad; Anshari, Buan; Eniarti, Miko; Pathurahman, Pathurahman
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.389

Abstract

Artikel ini membahas hasil pemodelan perilaku lentur panel sandwich hibrid menggunakan software ABAQUS student Version. Pemodelan dilakukan dalam dua tahapan, membangun model dan menggunakan model untuk melakukan studi parametrik setelah model dinyatakan valid. Hasil pemodelan menunjukan bahwa: Pertama, software Abaqus CAE 6.14-1 mampu memodelkan hasil eksperimen di laboratorium dengan sangat akurat. Selisih beban maksimum dan lendutan pada eksperimen dan pemodelan adalah sebesar 3,12% dan 12,42%. Dengan selisih antara model dan aktual eksperimen yang kurang dari 15%, maka model yang dibangun dianggap sudah reliable. Kedua, kemampuan panel sandwich hibrid dalam memikul beban berbanding lurus dengan ketebalan kulit nya. Sementara lendutan yang terjadi juga mempunyai pola yang sama, lendutan bertambah seiring meningkatnya ketebalan kulit. Sepertinya lendutan pada panel sandwich dengan ketebalan kulit yang berbeda lebih dipengaruhi oleh besarnya beban yang dipikul dibandingkan dengan pengaruh ketebalan kulitnya. Ketiga, kemampuan memikul beban berbanding lurus dengan ketebalan intermediate sandwich panel, semakin tebal intermediate layer maka beban yang mampu dipikul semakin bertambah. Namun berbeda dengan pola yang ditemukan pada panel dengan ketebalan kulit yang berbeda, lendutan yang terjadi mempunyai pola yang berkebalikan, dimana lendutan berkurang seiring dengan meningkatnya beban yang mampu dipikul oleh panel.
KONTRIBUSI IRIGASI PERFORASI DALAM PENYEDIAAN AIR TANAMAN DENGAN MEDIA TANAM TERBATAS: The Contribution of Perforated Irrigation to Plant Water Supply with Limited Planting Media Jaya Negara, I Dewa Gede; Budianto, M Bagus; Supriyadi, Anid; Adetya, Kukuh
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.392

Abstract

The amount of irrigation received by the plant media significantly influences the irrigation network system used. Furthermore, to determine the irrigation reach at a given head provided by the irrigation network, it is necessary to understand the irrigation distribution pattern in each pipe in the network, both the flow pattern and the irrigation quantity provided. The impact of irrigation on the land also needs to be tested to determine the characteristics of flow, distribution, and storage in the growing media. This test aims to determine the characteristics of irrigation distribution in perforated pipes and the contribution of soil moisture, its changes, and the relationship between the analyzed parameters. The irrigation test was conducted at three water level variations: 3.5 m, 3.6 m, 3.7 m, and 3.8 m. Data analysis was performed on the irrigation distribution in each perforated pipe, its quantity, and the regression relationship between the parameters. The distribution of perforated irrigation flow remained fluctuating at h1 and h3, while at h2, the flow was almost evenly distributed across the three networks. The difference in irrigation distribution relative to the average value occurred in perforation pipes 2 and 3 at h1, while the flow at perforation 1 was close to the average irrigation value. Soil moisture of 3% to 0.34% at a depth of 20 cm is estimated to be too low to support plant growth, so the duration needs to be increased. The regression relationship between w and soil moisture changes is more suitable following polynomial regression.
PERFORMA HIDRAULIKA AMBANG DAN PINTU KLEP UNTUK SKENARIO REWETTING: KAJIAN PEMODELAN AWAL KANAL SUKA PINDAH SUAKA MARGASATWA PADANG SUGIHAN: Hydraulic Performance of Overflow Weirs and Flap Gates for Peatland Rewetting: A Preliminary Modeling Study of Suka Pindah Canal Padang Sugihan Wildlife Reserve Santoso, Kurniawan Putra; Wignyosukarto, Budi Santoso; Jayadi, Rachmad
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.403

Abstract

The Padang Sugihan Wildlife Reserve is facing the threat of fires, which have a detrimental impact on the ecosystem of the Sumatran Elephant habitat. To mitigate this risk, this research aims to evaluate the hydraulic efficiency of overflow weir and flap gates as interventions for peatland restoration in the Suka Pindah Canal. 1D HEC-RAS modeling indicates that without control structures, tidal fluctuations at the estuary are ineffective in maintaining soil moisture. The scenario with a flap gate at the Suka Pindah Canal estuary can increase the volume of water by up to 115% compared to the existing condition, but this water structure requires well maintenance. In contrast, an overflow weir that is 1.5 times wider than the flap gate scenario proves to be more efficient, with a 72% better increase in water volume than the flap gate, as well as a simpler design. Further analysis shows that the upstream area of the canal, consisting of low-elevation land (natural ponds), has the potential to double the water retention capacity in the canal and land. These findings indicate that control structures are effective for rewetting efforts.
PEMETAAN SARANA PERALATAN KHUSUS UNTUK PEMELIHARAAN BALAS PADA JALUR KERETA API DI INDONESIA: Mapping the Railway Maintenance Fleet for Ballast Maintenance in Indonesia Dhaniswara, Aryadhatu; Muthohar, Imam; Sektiaji, Hutama
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.406

Abstract

Ballast maintenance is a crucial activity to ensure the reliability of railway tracks in Indonesia. This study aims to map the demand for special equipment required in ballast maintenance based on track length, maintenance frequency, and equipment productivity. The methodology involves calculating the average productivity of several types of ballast maintenance machines, such as tamping machines, ballast regulators & profiling, and ballast stabilization & consolidation, and comparing the results with the availability of equipment owned by the Directorate General of Railways, PT Kereta Api Indonesia, and private operators. The results indicate that although the availability of tamping machines is relatively sufficient, there is a significant shortage of ballast regulators & profiling as well as ballast stabilization machines across almost all railway networks in Indonesia. This shortage becomes more severe when only equipment manufactured after the year 2000 is considered, highlighting the need for additional procurement and redistribution of equipment to ensure optimal ballast maintenance.
ANALISIS VARIASI SUHU RENDAMAN CAMPURAN ASPAL BETON MENGGUNAKAN GRADASI FAA DAN BBA UNTUK PERKERASAN RUNWAY: Analysis of Soaking Temperature Variation of Asphalt Concrete Mixture using FAA and BBA Gradations for Runway Pavement Efendy, Anwar; Novianti, Intan
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.408

Abstract

Landasan pacu (runway) adalah jalur pesawat untuk mendarat dan lepas landas. Kerusakan pada perkerasan runway, seperti deformasi yang dipicu oleh faktor cuaca panas dan hujan di Indonesia, menyebabkan permukaan mengelupas dan retak. Pemilihan agregat dan aspal sangat penting untuk menciptakan lapisan aspal beton yang fleksibel, tahan terhadap temperatur tinggi, dan stabilitas Marshall terjaga. Penelitian ini menggunakan gradasi FAA (Federal Aviation Adiminstration) dengan KAO (Kadar Aspal Optimum) sebesar 5,13% dan gradasi BBA (Beton Bitumineux pour chaus’ees A’eronautiques) dengan KAO sebesar 6,10%. Variasi suhu rendaman dari 40°C hingga 60°C dilakukan untuk mengevaluasi karakteristik campuran. Hasil menunjukkan suhu 40°C memberikan nilai tertinggi untuk karakteristik Marshall pada gradasi FAA, dengan stabilitas 2429,63 kg/mm, sedangkan gradasi BBA menghasilkan stabilitas 2153,21 kg/mm. Hanya pada gradasi FAA di suhu 60°C yang tidak memenuhi spesifikasi FAA dengan nilai flow 4,07 mm.
- STUDI EFEKTIVITAS ALAT BERAT I-CONSTRUCTION DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS PEKERJAAN TANAH DI TAKANERIKI, JEPANG: Study of i-Construction Heavy Equipment Effectiveness on Productivity for the Land Clearing Project in Takaneriki, Japan Sugian, Ahmad; Sideman, Ida Ayu Oka Suwati; Wiradarma, Lalu Wirahman
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.409

Abstract

Industri konstruksi saat ini mengalami transformasi digital melalui pemanfaatan i-construction yang mengintegrasikan Building Information Modeling (BIM), pemetaan UAV, serta sistem otomatisasi pada alat berat. Studi ini menganalisis efektivitas i-construction yang mengintegrasikan machine control dan machine guidance di bandingkan metode konvensional pada pekerjaan tanah di Takaneriki, Kota Taketa, Prefektur Oita, Jepang. Dengan parameter: produktivitas, tenaga kerja, biaya sewa alat dan kualitas presisi. Hasil menunjukkan peningkatan produktivitas signifikan: excavator naik 26,9% dan bulldozer naik 28,2%. Meski biaya sewa alat i-construction lebih tinggi (excavator +179,18% dan bulldozer +171,18%), efisiensi dicapai melalui pengurangan tenaga kerja dari tiga menjadi satu orang dan percepatan waktu kerja. Hal ini menurunkan biaya tenaga kerja lebih dari 60% dan menghemat total biaya proyek sebesar 19,11%. Dari aspek kualitas presisi, deviasi pekerjaan sangat rendah (6,0 cm pada tanggul dan 2,4 cm pada perataan ladang), jauh di bawah toleransi, sehingga meminimalkan rework. Temuan menegaskan i-construction meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan presisi.
ANALISIS KAPASITAS DAN KINERJA BAGIAN JALINAN BUNDARAN METRO KOTA MATARAM MENGUNAKAN PKJI 2023: Analysis of the Capacity and Performance of the Mataram City Metro Roundabout using PKJI 2023 Fikri, M. Ali; Efendy, Anwar; Adiman Fariyadin; Wahyuningsih, Titik
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.405

Abstract

Bundaran Metro Kota Mataram merupakan titik penting karena terletak di jalur utama yang menghubungkan Kota Mataram dengan Kabupaten Lombok Barat. Kondisi lalu lintas di Bundaran Mtero Kota Mataran dapat berubah tergantung pada waktu dan hari tertentu, tetapi karena merupakan titik penting dalam sistem transportasi bundaran ini sering kali padat dengan banyaknya kendaraan yang melintas, terutama pada jam sibuk seperti pulang pergi kerja dan akhir pekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kapasitas bagian jalinan dan kinerja pada Bundaran Metro Kota Mataram, Serta memberikan alternatif untuk meningkatkan kinerja bundaran dengan perhitungan PKJI 2023. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan langsung di lokasi penelitian selama 3 hari yaitu pada hari sabtu, senin dan kamis lalu perharinya dibagi menjadi 3 sesi pagi (06.00-10.00), sesi siang (11.00-14.00) dan sesi sore (15.00-18.00). selanjutnya data-data tersebut di analisa menggunakan PKJI 2023 untuk mencari alternatif kapasitas bagian jalinan dan kinerja terbaik Bundaran Metro Kota Mataram. Dari hasil analisa menggunakan PKJI 2023 menunjukan arus terbesar terjadi pada hari senin 16 juni 2023 jam 07.00-08.00 dengan nilai kapasitas (C) jalinan AB = 5986 SMP/jam, jalinan BC = 3805 SMP/jam, jalinan CD = 5507 SMP/jam, jalinan DE = 4815 SMP/jam, jalinan EA = 5103 SMP/jam. Dan didapatkan nilai derajat kejenuhan (DJ) jalinan AB = 0,751, jalinan BC = 0,970, jalinan CD = 0,593, jalinan DE = 0,791, jalinan EA = 0,748, tundaan lalu lintas bundaran (TLL) sebesar 11,68 detik/SMP dan tundaan bundaran rata-rata sebesar 15,68 detik/SMP dan peluang antrean bundaran (Pa) tertinggi antara 35,11-72,60 %. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan penerapan sistem prioritas untuk mengatur pergerakan lalu lintas yang masuk dan keluar bundaran agar lebih aman dan efisien.
DURABILITAS CAMPURAN LASTON AC-WC MENGGUNAKAN FILLER SERBUK SERAT DAUN NANAS: Durability of Asphalt Concrete Wearing Course Mixture using Pineapple Leaf Fiber Powder Filler Widianty, Desi; Karyawan, I Dewa Made Alit; Firmansyah, Wahyu Tegar
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.414

Abstract

Filler berbahan serat selulosa memiliki kemampuan untuk memperbaiki stabilitas campuran laston. Serat daun nanas yang kaya akan selulosa, dapat menjadi alternatif bahan filler pada lapis aus campuran beraspal. Pengujian dalam penelitian ini meliputi uji sifat volumetrik dan mekanis campuran aspal menggunakan metode Marshall standar serta uji rendaman (immersion). Benda uji campuran laston AC-WC menggunakan lima variasi proporsi filler abu batu dan serbuk serat daun nanas yaitu persentase (100 : 0), (97 : 3), (94 : 6), (91 : 9), dan (88 : 12) dengan kadar aspal optimum sebesar 5,92%. Hasil penelitian memberikan data berupa nilai VMA, VIM, VFB, stabilitas, flow, Marshall Quotient (MQ), serta Indeks Kekuatan Sisa (IKS). Dari analisis yang dilakukan, diketahui penggunaan serbuk serat daun nanas sebagai filler berpengaruh terhadap peningkatan persentase VFB, sementara persentase VMA dan VIM cenderung menurun. Semua variasi campuran filler antara abu batu dan serbuk serat daun nanas menunjukkan hasil stabilitas, flow, dan MQ yang masih berada dalam batas spesifikasi yang ditetapkan. Nilai IKS tertinggi, yaitu 92,555%, diperoleh pada campuran dengan penambahan 3% serbuk serat daun nanas, yang menandakan bahwa pada komposisi tersebut campuran aspal menunjukkan performa durabilitas yang paling optimal.
EVALUASI DEBIT PUNCAK BANJIR RANCANGAN DENGAN METODE WEDUWEN, HASPERS, MELCHIOR, HSS NAKAYASU DAN HSS GAMA-1 PADA DAS CABANG: Evaluation of Design Flood Peak Discharge using the Weduwen, Haspers, Melchior, Nakayasu and Gama-1 Methods in Cabang Watershed Akbari, Gilang Zulfa; Yasa, I Wayan; Saidah, Humairo
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.391

Abstract

Analisis debit puncak banjir sangat diperlukan dalam perencanan bangunan air. Penentuan debit puncak banjir yang tepat akan menghasilkan dimensi bangunan air yang lebih efektif dan ekonomis. Studi ini menguji keakuratan metode Weduwen, Haspers, Melchior, Nakayasu, dan Gama 1 dalam menghasilkan debit banjir rancangan yang sesuai untuk DAS Cabang. Data karakteristik DAS dibutuhkan untuk memperkirakan besarnya debit puncak banjir rancangan yang kemudian akan dibandingkan terhadap debit banjir observasi data debit. Berdasarkan hasil analisis didapatkan besar debit banjir rancangan yang beragam dengan metode Weduwen, Melchior, Haspers, Nakayasu dan Gama 1 menghasilkan debit puncak banjir periode ulang 100 tahun yakni : Weduwen = 451,073 m³/dtk, Haspers = 160,964 m³/dtk, Melchior = 990,711 m³/dtk, Nakayassu = 512,631 m³/dtk, dan Gama 1 = 633,333 m3/dtk. sedangkan debit banjir observasi adalah 156,921 m³/dtk. Berdasarkan evaluasi kelima metode, Haspers menghasilkan debit banjir rancangan yang paling mendekati debit banjir observasi segabai nilai yang menjadi acuan. Dengan nilai statistik terkecil yakni : VE = 31,581 %, RE = 6,161 %, dan RMS = 12,260. Adapun metode Melchior dan metode Hidrograf Gama 1 kurang andal jika digunakan pada DAS Cabang.
VALIDASI EKSPERIMENTAL LABORATORIUM PERILAKU LENTUR STRUKTUR BALOK BETON SANDWICH TERHADAP PENGARUH TEMPERATUR TINGGI: Experimental Laboratory Validation Flexural Behavior of Sandwich Concrete Beams Under High Temperature Exposure Affiano, Vembri; Murtiadi, Suryawan; Taufik, Syahril; Akmaluddin, Akmaluddin
Spektrum Sipil Vol 12 No 2 (2025): SPEKTRUM SIPIL
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/spektrum.v12i2.412

Abstract

Concrete is a primary material widely used in structural elements due to its high compressive strength. However, concrete experiences a significant reduction in compressive strength when exposed to elevated temperatures. This study investigates the flexural behavior of normal and sandwich concrete beams subjected to high temperatures. Numerical modeling using ANSYS software was performed to validate laboratory experimental results. The analysis includes load-bearing capacity, stress distribution based on von Mises criteria, and beam deflection. The models consist of normal concrete and sandwich concrete beams with dimensions of 200×300×4000 mm. The compressive strength of normal concrete is 25 MPa, while the lightweight core concrete in the sandwich beam is 15 MPa, with a concrete cover of 20 mm. Reinforcement consists of 3Ø12 mm tensile bars and 2Ø12 mm compressive bars with a yield strength of 300 MPa. Two-point loads were applied symmetrically at one-third of the span from the supports. The results show that the load capacity of normal concrete beams at 20°C, 200°C, 400°C, 600°C, and 800°C are 18.982 kN, 10.899 kN, 8.361 kN, 5.059 kN, and 2.348 kN, respectively, whereas sandwich beams achieve 25.327 kN, 12.101 kN, 7.349 kN, 5.436 kN, and 3.354 kN. It can be concluded that sandwich concrete beams exhibit superior load-bearing stability at elevated temperatures compared to normal concrete beams. Keywords: Concrete beam, Sandwich, Temperature, Stress, Load Capacity

Page 1 of 1 | Total Record : 10