Al-Fath
Al-Fath: published twice a year since 2007 (June and December), is a multilingual (Bahasa, Arabic, and English), peer-reviewed journal, and specializes in Interpretation of the quran. This journal is published by the Alquran and its Interpretation Department, Faculty of Ushuluddin and Adab, Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University of Banten INDONESIA. Al-Fath focused on the Islamic studies, especially the basic sciences of Islam, including the study of the Qur’an, Hadith, and Theology. Editors welcome scholars, researchers and practitioners of Alquran and its Interpretation, Hadith, and Theology around the world to submit scholarly articles to be published through this journal. All articles will be reviewed by experts before accepted for publication
Articles
192 Documents
Kesehatan Mental dalam Perspektif Alquran
Suwanda Suwanda
Al-Fath Vol 12 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v12i2.3176
Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang terdiri dari dua sisi, yaitu jasmani dan rohani. Kedua sisi ini wajib dipenuhi kebutuhannya bagi setiap individu untuk mencapai keseimbangan hidup, tapi manusia kadang melupakan kebutuhan sisi rohani dan selalu memenuhi kebutuhan jasmaninya, sehingga terjadilah ketimpangan. Ketimpangan ini menyebabkan ketidakseimbangan dalam diri seseorang sehingga manusia tidak sadar bahwa dirinya sudah merasa sakit “sakit kejiwaan/mental”. Untuk mengenal dan memahami gejala itu semua, Alquran memberikan gambaran yang jelas bagaimana seseorang dihinggapi penyakit kejiwaan/mental dan Alquran juga memberikan solusi yang harus dijalani oleh setiap manusia untuk menyembuhkan penyakit mental.Pembacaan ayat-ayat Alquran juga berfungsi sebagai pencegahan dan perlindungan, yakni sebagai permohonan (do’a) agar senantiasa dapat terhindar dan terlindungi dari suatu akibat hadirnya musibah, bencana atau ujian yang berat. Yang mana hal itu dapat mengganggu kebutuhan dan eksistensi kejiwaan (mental). Karena dalam kehidupan nyata sehari-hari tidak sedikit orang menjadi stres, depresi dan frustasi, karena keimanan dalam dada tidak kokoh, mental sangat rapuh dan lingkungan jauh dari perlindungan Allah, dan dari orang-orang shalih.
Penafsiran Ayat-Ayat Astronomi Agama
Fitri Purwati
Al-Fath Vol 12 No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v12i1.3024
Tafsir Ilmi Kementerian Agama yang berjudul Manfaat Benda-benda Langit merupakan sebuah kitab tafsir yang bernuansakan paradigma ilmiah dengan teks Alquran. Didalamnya terdapat pendapat para ulama dan ilmuwan yang dirancang dengan sangat apik yang tentunya membahas terkait ayat-ayat kauniyah, khususnya ayat-ayat astronomi. Tafsir Ilmi Kemenag RI dalam mengkaji sebuah ilmu pengetahuan modern terkait ayat-ayat astronomi, menjelaskan bahwa terdapat banyak manfaat yang dimiliki oleh benda langit tesebut. Diantaranya terdapat penjelasan bahwa bintang dapat dijadikan petunjuk saat malam hari didarat maupun di laut yang dapat dimanfaatkan oleh para pejalan kaki saat malam hari, selain itu ia juga dapat dimanfaatkan bagi pelaut untuk menemukan arah mata angin, dengan begitu bintang dapat dijadikan sebagai indikator navigasi.Tafsir Ilmi Kementerian Agama menggunakan metode tafsir tematik dan bercorak tafsir saintifik, sumber penafsirannya Alquran, asbabun nuzul, munasabah ayat, mengambil riwayatriwayat dalam penafsiran, dan disertai penelitian ilmiah. Penafsiran Tafsir Ilmi Kementerian Agama yang digunakan dalam menafsirkan ayat astronomi yaitu Terlebih dahulu menjelaskan beberapa fakta ataupun teori yang berkaitan dengan astronomi, mengumpulkan beberapa ayat-ayat yang berkaitan dengan astronomi, disertakan terjemahan dari beberapa ayat-ayat sains yang berkaitan dengan tema pembahasan, menjelaskan konteks penggalan ayat baik secara etimologi ataupun terminology, menjelaskan asbabun nuzul (turunnya ayat), mengemukakan penafsiran ayat-ayat astronomi yang disertai dengan penjelasan ilmu pengetahuan saintifik, mengambil riwayat-riwayat penafsiran dari ulama-ulama tafsir.
Menyelami Makna Dunia Bagi Kehidupan Manusia (Kajian Tafsir Maudhu’i)
Septiawadi Septiawadi
Al-Fath Vol 5 No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v5i2.3258
Petunjuk Allah dalam Alquran mengenai dunia tempat manusia menjalani kehidupan menuju kehidupan akhirat bisa dikatakan sebagai informasi dan juga dapat dianggap sebagai konfirmasi. Kajian ini menyorot penggambaran Alquran tentang dunia serta bentuk prilaku manusia ketika menjalani hidup di dunia dengan merujuk pada kronologi ayat. Isyarat Alquran dapat menjadi konfirmasi bila manusia tidak terperdaya dengan kehidupan dunia yang melalaikan, sebaliknya petunjuk Alquran ini bisa berupa informasi penting bagi mereka yang sering mengabaikan aturan Allah karena sibuk melayani urusan dunia.
Hadis Menurut Musthafa Al-Siba’i dan Ahmad Amin (Suatu Kajian Komparatif)
Masrukhin Muhsin
Al-Fath Vol 6 No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v6i1.3208
Keyakinan umat Islam terhadap posisi dan oten-sitas Hadis atau sunnah pada masa Nabi SAW tidak terdapat persoalan, karena jika mereka menemukan sesuatu yang meragukan atau yang belum jelas bisa langsung melakukan konfirmasi kepada Nabi SAW. Lain halnya pasca wafatnya beliau sampai sekarang, prob-lematika Hadis sudah sedemikian rupa, yang berujung kepada terbukanya tabir untuk melihat keberadaannya sebagai otoritas keagamaan. Seperti halnya dilakukan oleh Ahmad Amin dalam bukunya Fajr al-Islam, yang melakukan kritik terhadap beberapa hal tentang Hadis. Menurutnya, orisinalitas Hadis pasca wafatnya Nabi SAW patut dipertanyakan. Sementara Musthafa al-Siba’i melakukan counter terhadap pemikiran Ahmad Amin dengan mengemukakan bukti-bukti historis orisinalitas Hadis. Dalam pandangan Musthafa al-Siba’i, kiritk Ahmad Amin terhadap Hadis kurang didasari oleh argu-mentasi yang kuat, bahkan argumentasi yang dibangun lebih bersifat asumtif, generalisasi dan tekstual.
Kaidah-Kaidah al-Qasam dalam al-Qur'an
Nurul Huda
Al-Fath Vol 10 No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v10i1.3088
Manna>’ Khali>l al-Qat}t}a>n membagi faidah qasam berdasarkan mukha>t}ab-nya menjadi tiga kategori; mukha>t}ab kha>li al-dhihn, mukha>t}ab mutaraddid, dan mukha>t}ab munkir. Bagi mukha>t}ab jenis pertama (kha>li al-dhihn), yaitu orang yang hatinya masih netral (tidak yakin dan tidak mengingkari), maka al-qasam tidak terlalu dibutuhkan, karena padanya cukup diajukan kalam ibtida>’i> (berita tanpa taukid atau sumpah). Untuk mukha>t}ab kategori kedua (mutaraddid), yang hatinya diselimuti keragu-raguan terhadap ada tidaknya kebenaran, maka padanya perlu diajukan penguat (taukid atau sumpah) yang biasa disebut t}alabi> (kalimat bertaukid) untuk mensirnakan keraguraguannya. Dan mukha>t}ab kategori ketiga (munkir), yang menolak berita kebenaran, maka padanya wajib diberi penguat atau sumpah, supaya keingkarannya lenyap. Penguat ini disesuaikan dengan kadar keingkarannya, baik lemah maupun kuat. Biasanya, model penguat seperti ini disebut inka>ri> (berita yang diperkuat sesuai kadar keingkarannya).
Ide-ide Pembaharuan Muhammad Iqbal
Nana Jumhana
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3273
Sebagai seorang pemikir orisinil, kebesaran Iqbal sesungguhnya terletak pada sikapnya yang bebas kritis dalam menghadapi alam pemikiran Timur dan Barat, baik yang ada kaitannya dengan Islam maupun tidak, yang Klasik maupun yang modern. Serta berusaha untuk mensintesakan unsur-unsur yang paling menonjol dari keduanya sehingga melahirkan suatu oksidasi vital yang digerakkan jiwa dan aktifitas. Walaupun Iqbal produk dua macam sistem pendidikan, Timur dan Barat, namun amanatnya tidak hanya ditujukan kepada dunia Timur dan Barat saja. Namun ditujukan kepada seluruh kemanusiaan, yang mengisyaratkan keuniversalannya. Makalah ini berusaha untuk mengenalkan pemikiran-pemikiran Iqbal, perjalanan hidupnya, karya-karyanya. Pemikiran-pemikiran pembaharuan Iqbal yang berusaha membangunkan “tidur lelapnya” ummat Islam akan menjadi tema utama makalah ini.
Surga dalam Perspektif Alquran
Iis Juhaeriah
Al-Fath Vol 11 No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v11i2.897
Surga adalah ganjaran yang luar biasa yang disediakan Allah Swt. untuk hamba-hamba yang dicintai-Nya dan yang taat kepada-Nya. Surga adalah tempat yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan tanpa ada yang dapat mengurangi dan mengusik kesuciannya. Hamka menerangkan makna-makna yang dimaksud dalam Alquran dengan bahasa indah dan menghubungkan ayat dengan realita sosial dan sistem budaya yang ada. Hamka memiliki pandangan yang menarik tentang surga. Ia mengemukakan bahwa surga merupakan ladang kenikmatan bagi orang-orang yang patuh akan perintah-Nya dengan meneguhkan iman dan diiringi oleh amal yang shaleh yang di dalamnya telah disediakan berbagai macam kenikmatan yang bersifat material maupun immaterial yang tiada batasnya, yang belum pernah dirasakan ketika hidup di dunia. Gambaran mengenai surga bahwasanya menurut Hamka surga merupakan tempat kembali bagi orangorang yang bertakwa, ladang kenikmatan bagi orang-orang yang patuh akan perintah-Nya dengan meneguhkan iman dan diiringi oleh amal yang shaleh. Yaitu kenikmatan yang belum pernah dilihat, dirasakan serta dikhayalkan oleh manusia. Dalam surga terdapat kenikmatan material dan kenikmatan immaterial, yang hanya di dapat oleh orang-orang yang shaleh dengan kemuliaan, ketakwaan, dan mendapatkan rahmat serta keridhaan dari Allah Swt.
Problematika Terjemah dan Pemahaman Al-Qur’an
Udi Mufradi Mawardi;
Siti Nurul Fadilah
Al-Fath Vol 13 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v13i2.2897
Dalam penerjemahan Al-Quran Depag RI tahun 1989 surah al-Baqarah terdapat beberapa kesalahan dari segi gaya bahasa Indonesia yang benar di antaranya: mengandung pleonasme yaitu dua kata sinonim dan penggunaan kata ‘daripada’ yang tidak tepat. Adapun tim penerjemah Al-Qur’an Departemen Agama RI dalam menerjemahkan Al-Qur’an menggunakan dua metode (harfiyah dan tafsiriyah). Dalam proses penerjemahan, tim Depag RI menggunakan metode terjemah harfiyah lebih dulu. Setelah terjemah kata perkata jadi dan dirasa ada hal yang perlu dijelaskan lebih jauh, diberi catatan kaki atau dalam kurung untuk menjelaskan lebih lanjut.
Tela’ah Terhadap Kitab Tafsir Al-Munir Karya Wahbah al-Zuhayli
Endang Saeful Anwar
Al-Fath Vol 5 No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v5i1.3251
Studi terhadap al-Qur’an dan tafsir berikut metodologinya sebenarnya selalu mengalami perkembangan yang cukup signifikan, seiring dengan akselerasi perkembangan kondisi sosial budaya dan peradaban manusia, sejak turunnya al-Qur’an hingga sekarang. Fenomena tersebut merupakan konsekuensi logis dari adanya keinginan umat Islam untuk selalu mendialogkan antara al-Qur’an sebagai teks (nas) yang terbatas, dengan perkembangan problem sosial kemanusiaan yang dihadapi manusia sebagai konteks (waqa’i) yang tak terbatas. Hal itu juga merupakan salah satu implikasi dari pandangan teologis umat Islam bahwa al-Qur’an itu salih li kulli zaman wa makan. Karenanya, al-Qur’an harus selalu ditafsirkan sesuai dengan tuntutan era kontemporer yang dihadapi umat manusia. Kebutuhan manusia akan solusi terhadap berbagai problem yang dihadapi oleh manusia mengharuskan mereka untuk menguak lebih dalam jawaban yang disediakan oleh al-Qur’an.
Kosmologi Komputasionalistik
Helmy Faizi Bahrul Ulumi
Al-Fath Vol 2 No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : Department of Ilmu al-Qur'an dan Tafsir, Faculty of Ushuluddin and Adab, State Islamic University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32678/alfath.v2i1.3203
Pandangan manusia tentang alam mempunyai sejarahnya yang panjang. Bentuk dan isinya berkembang mulai dari mitos (kosmogoni), pandangan filosofis, doktrin penciptaan dari agama, hingga penjelasan melalui jalan ilmiah yang disebut sains.Tulisan ini mencoba mendeskripsikan perkembangan mutakhir dalam bidang kosmologi yang didasarkan pada teori dan sistem komputer. Anggapan dasar para ilmuwan komputer atau cyberis tentang alam semesta adalah bahwa alam semesta adalah komputer dan dapat disimulasikan hukum-hukumnya dalam komputer. Pandangan kosmologinya dibangun berdasarkan kesamaan alam semesta dengan komputer. Alam semesta dipandang hanyalah terdiri dari lalu lintas bit-bit informasi yang saling terhubung. Atom semesta adalah bit, sedangkan materi adalah bit-bit informasi yang bergerak berdasarkan proses komputasi. Hukum alam adalah algoritma. Maka, susunan dan hukum-hukum yang berlaku dialam semesta berlaku juga bagi komputer. Dengan kata lain, dari susunan dan hukum-hukum yang berlaku di komputer bisa diterapkan atau dipakai untuk menjelaskan alam semesta.