cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
EFEKTIVITAS PERPINDAHAN PANAS PADA FLUIDA ASETON (SHELL) – AIR (TUBE) MENGGUNAKAN HEAT EXCHANGER SHELL AND TUBE 1-1 Sugiarto, Vina Maharani; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5077

Abstract

Efektifitas perpindahan panas fluida aseton (shell) – air (tube) menggunakan heat exchanger type shell and tube merupakan salah satu proses produksi aseton sebagai bahan pelarut atau bahan baku industri kimia lainnya. Ditinjau dari beragamnya penggunaan dan kebutuhan akan aseton tersebut, perlu dipelajari secara eksperimen efektifitas penggunaan heat exchanger sebagai alat penukar kalor terutama pada condenser, cooler dan lainnya. Heat exchanger (penukar kalor) merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk proses pertukaran panas antara dua fluida yang memiliki temperatur yang berbeda dengan tujuan menjaga agar kedua fluida tidak bercampur. Alat penukar kalor sangat berpengaruh dalam industri terhadap keberlangsungan proses. Dengan alat penukar kalor yang selalu digunakan dalam prosesnya dapat mengakibatkan penurunan kinerja, kerusakan alat serta ketidakefektivitasan proses. Efektivitas alat penukar kalor merupakan salah satu indikator dalam pemaksimalan perpindahan panas penukar kalor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data pengaruh nilai laju alir, temperature, dan konsentrasi fluida sebagai faktor yang mempengaruhi efektivitas heat exchanger. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah suhu fluida panas 35, 40, 45, 50, dan 55 ℃. Tahap penelitian ini menggunakan metode-metode yang telah ada dengan menggunakan fluida yang digunakan adalah aseton dengan air, dimana air sebagai fluida pendingin dan aseton sebagai fluida yang dipanaskan. Dari hasil penelitin didapatkan niai efektivitas terbaik pada suhu fluida panas masuk 35℃ dan suhu fluida dingin masuk 27℃ sebesar 0,51.
PEMBUATAN BIOBRIKET DARI KAYU JATI DAN BAMBU PETUNG DENGAN MENGGUNAKAN METODE PIROLISIS Aldillah, Ahmad Zaky; Gusniawan, Prayoga Vicky; Rulianah, Sri
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5078

Abstract

Energi Baru Terbarukan (EBT) masih sangat rendah sekitar 9,15% pada tahun 2020. Dimana pada tahun 2022 penggunaan briket hanya sekitar 0,08%. Limbah kayu jati dan bambu petung berpotensi sebagai biobriket karena menghasilkan nilai kalor yang tinggi dan memiliki komponen penyusun selulosa 47,5%, lignin 29,9%, pentosa 14,4%, kadar abu 1,4% serta kadar silika 0,4% pada kayu jati dan hemiselulosa 10,81%, selulosa 45,02 %, serta lignin 28,35% pada bambu petung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio komposisi hasil pirolisis, pengaruh variasi perekat tepung kanji, dan hasil terbaik dari variabel terhadap kualitas produk biobriket yang dihasilkan. Tahapan pembuatan dimulai dari proses pretreatment, proses pirolisis pada suhu 300C selama 2 jam, pengecilan ukuran arang hasil pirolisis, pencampuran serbuk arang dengan perekat, pengepresan biobriket, pengeringan menggunakan oven dengan suhu 40C selama 2 hari dan proses analisis. Variabel bebas penelitian yaitu perbandingan serbuk arang kayu jati dan bambu petung berturut-turut sebesar sebesar 100:0; 75:25; 50:50; 25:75; dan 0:100 serta variasi penambahan perekat tepung kanji sebesar 3%, 6%, dan 9%. Analisis pada penelitian meliputi kadar air, kadar abu, kadar zat menguap, kadar karbon terikat, nilai kalor, kekuatan tekan, dan laju pembakaran. Yield arang kayu jati dan bambu petung dari hasil penelitian ini berturut turut adalah 32,5% dan 21,395%. Biobriket terbaik hasil penelitian ini adalah variasi 100:0 pada perekat 3% dengan nilai kadar air 0,99%, kadar abu 5,62%, kadar zat menguap 22,51%, kadar karbon terikat 70,88%, nilai kalor 6.074 kal/g, kekuatan tekan 0,051 kgf/mm², dan laju pembakaran 0,255 g/menit.
ANALISIS KELAYAKAN PENDIRIAN PABRIK BRIKET SABUT KELAPA DAN SERBUK GERGAJI KAYU SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF DENGAN KAPASITAS 30.000 TON PER TAHUN Octavia, Amalia Dwi; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5081

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara yang menghasilkan limbah sabut kelapa dan serbuk kayu berlimpah. Kedua bahan ini potensial untuk diolah menjadi briket arang dengan nilai jual yang tinggi. Penelitian ini memanfaatkan peluang besar dengan melakukan pengolahan limbah, yang berpotensi mencemari lingkungan. Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui kelayakan didirikannya pabrik pembuatan briket sabut kelapa dan serbuk gergaji kayu pada kapasitas produksi yang besar. Beberapa aspek penting yang perlu diamati untuk analisis kelayakan pabrik berupa: profit penjualan, ROI (Rate Of Return), POT (Pay Out Time), BEP (Break Even Point), SDP (Shut Down Point), IRR (Internal Rate Of Return), dan beberapa aspek pendukung lainnya. Hasil dari perhitungan didapatkan harga jual pokok produk Rp. 4.000 per kotak berisi 8 biji briket dengan berat keseluruhan kurang lebih 1 kg, Profit yang didapatkan (bersih) sebesar Rp. 18.619.547.663 per tahun, hasil perhitungan ROI sebelum dikenakan pajak sebesar 48% dan ROI setelah perhitungan pajak didapatkan sebesar 25,64%, hasil perhitungan POT sebelum dikenakan pajak dihasilkan selama 2,4 tahun dan POT setelah dikenakan pajak dihasilkan selama 2,8 tahun,  persentase BEP sebesar 37,7%, SDP 32,15% dan IRR sebesar 63%. Berdasarkan data perhitungan analisis ekonomi hasil perhitungan nilai ROI dan nilai IRR melebihi ilai suku bunga pinjaman sebesar (12%) maka pabrik memenuhi syarat pendirian dan dikatakan layak untuk didirikan.
PENGARUH DAYA MICROWAVE TERHADAP KADAR TANIN PADA BUBUK PEWARNA ALAMI DARI SERBUK GERGAJI KAYU ULIN Setyowati, Sekar Ayu; Arifin, Zainal; Kusyanto, Kusyanto; Prayogo, Wempi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5110

Abstract

Serbuk kayu ulin merupakan salah satu sisa hasil samping dari proses pengolahan kayu ulin. Warna coklat hingga kehitaman yang dihasilkan dari tanin dalam serbuk kayu ulin memiliki potensi sebagai bahan pewarna alami. Penelitian ini ditujukan untuk membuat bubuk pewarna alami dari serbuk kayu ulin menggunakan metode foam mat drying dengan bantuan microwave dan untuk mengetahui pengaruh microwave terhadap waktu pengeringan dan kadar tanin bubuk pewarna alami. Serbuk gergaji kayu ulin diekstrak dengan akuades menggunakan metode maserasi selama 48 jam. Ekstrak disaring dan disentifugasi dan dilanjutkan dengan mengeringkan menggunakan microwave. Pada metode ini, bahan pembusa tween 80 dengan variasi konsentrasi 0,5% (v/v) dan 1% (v/v) serta  bahan pengisi maltodekstrin dengan konsentrasi 5% (b/v) dari ekstrak kayu ulin ditambahkan. Ekstrak kayu ulin dikeringkan dengan bantuan microwave dengan variasi daya (180, 300, 450, 600, dan 800 Watt) hingga memiliki kadar air sekitar 4-6% (b/b). Ekstrak pewarna alami dikeringkan menjadi bubuk lebih cepat ketika daya microwave semakin tinggi, dimana pada daya 800 Watt pengeringan ekstrak membutuhkan 65 menit. Kadar air bubuk pewarna alami yang diperoleh antara 4,89% (b/b) hingga 5,78% (b/b) dan kelarutan tertinggi sebesar 97,82% dengan penambahan Tween 80 pada konsentrasi 0,5% (b/v). Uji kualitatif tanin pada bubuk pewarna alami menunjukkan bahwa terdapat kandungan tanin pada serbuk pewarna alami. Kadar tanin tertinggi diperoleh sebesar 3,04 ppm pada bubuk pewarna yang dihasilkan dari variasi tween 80 dengan konsentrasi 1% dan pada daya microwave 180 Watt.
ANALISIS PERHITUNGAN LUAS PEMANASAN JUICE HEATER I PADA STASIUN PEMURNIAN Aurora, Aliyatus Diva; Bratastuti, Faarisa Nurjihaan; Mufid, Mufid; Ramadhan, Pandu Jatir
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5212

Abstract

Stasiun pemurnian adalah suatu proses pemisahan dan pengendapan kotoran hingga diperoleh nira dengan kemurnian yang cukup tinggi dan dapat mempengaruhi mutu gula yang dihasilkan sesuai dengan mutu yang telah ditetapkan. Dalam stasiun pemurnian di pabrik gula untuk memanaskan nira mentah menggunakan alat yang bernama juice heater. Fungsi alat tersebut yaitu meningkatkan suhu nira mentah dan meningkatkan konsentrasi gula serta memperbaiki kualitas sebelum dilanjutkan pada tahap pemurnian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai luas permukaan pemanas secara optimal pada alat pemurnian juice heater karena pengaktifan alat yang berlebih dapat meningkatkan pengeluaran energi yang berlebih dan menambah biaya produksi.  Analisis perhitungan dilakukan dengan cara observasi secara langsung di industri dan dilakukan perhitungan menggunakan MS-EXCEL. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan perhitungan secara teoritis data masih memenuhi untuk 4 unit juice heater dengan 2 unit sebagai cadangan dan kebutuhan luas pemanas pada Juice heater I yaitu sebesar 198,1367 m2.
PROSES AKTIVASI ARANG DARI TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN AKTIVASI FISIKA DENGAN MICROWAVE DAN VARIASI WAKTU Fajri, Diana Putri Febriyani; Takwanto, Anang
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5216

Abstract

Karbon aktif ialah suatu arang yang telah melalui proses aktivasi dengan menggunakan uap air ,gas CO2, atau bahan-bahan kimia sehingga pori-porinya terbuka, dan dengan demikian daya absorpsinya menjadi lebih tinggi terhadap zat warna dan bau. Dari berbagai macam banyaknya bahan baku karbon aktif, tempurung kelapa menjadi salah satu bahan terbaik yang dapat dibuat menjadi karbon aktif dikarenakan memiliki mikropori yang banyak, kadar abu yang rendah, reaktivitas yang tinggi, dan kelarutan dalam air yang tinggi. Pada Penelitian ini peneliti menggunakan metode aktivasi fisika yaitu dengan pemanasan microwave yang bertujuan menghasilkan karbon aktif yang sesuai dengan SNI 06-3730-1995 serta mengetahui pengaruh waktu aktivasi terhadap kualitas karbon aktif yang dihasilkan melalui uji kadar air, kadar abu, bilangan iodin,dan volatile matter. Arang tempurung Kelapa berupa serbuk yang sudah dihaluskan diayak terlebih dahulu menggunakan ayakan 40 mesh kemudian diaktivasi secara fisik menggunakan microwave selama 5, 10, dan 15 menit. Hasil arang aktif yang sudah diaktivasi fisik kemudian dilakukan analisa melalui uji kadar air, kadar abu, bilangan iodin, volatile matter. Kualitas arang aktif yang diinginkan yaitu yang memenuhi syarat SNI 06-3730-1995.
PEMANFAATAN AIR LINDI UNTUK PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DENGAN BIOAKTIVATOR EM4 DAN PSEUDOMONAS FLUORESCENS PADA TPA SUPIT URANG Permono, Haryo; Mustain, Asalil; Pratiwi, May Kurnia
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i2.5225

Abstract

Indonesia merupakan salah satu penghasil sampah terbesar di dunia. Sampah yang dihasilkan oleh Indonesia sebanyak 67,8 juta ton dengan sumber sampah sebanyak 37,3% berasal dari aktivitas rumah tangga. Dampak dari kegiatan rumah tangga yang menghasilkan sampah dapat merugikan manusia maupun lingkungan. Akibatnya, pembuangan sampah tanpa pengolahan lanjutan akan menyebabkan polusi udara dan polusi visual. Air lindi merupakan air rembesan yang didapat dari komponen–komponen sampah baik sampah organik maupun anorganik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan air lindi sebagai produk  daya guna tinggi yaitu dalam pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Metode yang dilakukan dalam pembuatan POC ini adalah Metode fermentasi anaerobik dengan bioaktivator EM4 sebanyak 60 mL dan Pseudomonas Fluorescens sebanyak 40 mL, 50 mL dan 60 mL pada basis volume bahan baku lindi sebanyak 5 L. POC yang terbentuk di analisa nilai pH dan kandungan N, P dan K. Dari hasil analisa yang dilakukan terlihat bahwa bioaktivator Pseudomonas Fluorescens sebanyak 60 mL menghasilkan pupuk cair yang sesuai dengan baku mutu standart permentan RI Nomor 216/KPTS/SR.310/M/4/2019 dengan kadar N sebesar 2.22% , P sebesar 2.85% dan K sebesar 2.37%.
PENINGKATAN EFISIENSI INHIBISI EKSTRAK KULIT BUAH PISANG KEPOK (MUSA PARADISIACA F) SEBAGAI GREEN CORROSION INHIBITOR MENGGUNAKAN PELARUT POLAR Simamora, Lorenz Octavia; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.5407

Abstract

Salah satu jenis tumbuhan yang dapat dikembangkan pemanfaatannya sebagai Green Corrosion Inhibitor adalah kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca F). Kulit buah pisang kepok dapat dijadikan sebagai Green Corrosion Inhibitor (GCI) karena mengandung antioksidan tanin yang dapat menghambat laju korosi. Pengolahan kulit buah pisang kepok menjadi GCI dapat dilakukan dengan beberapa metode ekstraksi, yaitu ekstraksi maserasi, ekstraksi soxhlet, dan UAE (Ultrasonic Assisted Extraction) dengan menggunakan pelarut polar yaitu aseton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode ekstraksi dan pengaruh massa kulit buah pisang kepok (Musa paradisiaca F) yang menghasilkan kadar tanin terbaik untuk digunakan sebagai GCI. Uji kuantitatif kadar tanin hasil ekstrak dilakukan menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada masing-masing sampel yang telah diekstraksi. Setelah itu, semua sampel akan melalui proses distilasi untuk menghilangkan kandungan pelarut polar yang sebelumnya didapatkan dari beberapa proses metode ekstraksi. Tahap berikutnya adalah uji korosi larutan hasil ekstraksi pada lempengan baja karbon berukuran 2 x 3 x 1 cm menggunakan larutan NaCl selama 24 jam dalam waktu 14 hari. Kehilangan berat (weight loss) pada masing-masing lempengan baja karbon digunakan untuk menentukan efisiensi inhibisi pada masing-masing sampel. Hasil penelitian terbaik diperoleh dari metode ekstraksi soxhlet dengan variabel massa 20 gram yang menghasilkan kadar tanin sebesar 181,70 ppm dan menghasilkan efisiensi inhibisi tertinggi sebesar 30,68%.  Kata kunci: aseton, tanin, ekstraksi maserasi, ekstraksi soxhlet, ultrasonic assisted extraction (UAE)
ANALISIS KELAYAKAN PRARANCANGAN PABRIK MINUMAN KOMBUCHA DARI TEH HIJAU DENGAN KAPASITAS 2000 TON/TAHUN BERDASARKAN EVALUASI EKONOMI Wulandari, Desy Fitria; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6217

Abstract

Kesehatan telah menjadi fokus utama masyarakat modern yang mempengaruhi pilihan konsumsi mereka secara signifikan. Salah satu tren yang menonjol adalah minat yang meningkat terhadap minuman sehat seperti minuman kombucha yang berasal dari teh hijau. Oleh karena itu, prarancangan pabrik minuman kombucha dilakukan dengan tahapan awal melakukan analisis evaluasi ekonomi untuk menentukan kelayakan berdirinya suatu pabrik. Pendirian pabrik minuman kombucha dari teh hijau direncanakan pada tahun 2026 dengan kapasitas 2000 ton/tahun. Perhitungan dimulai dari penaksiran indeks harga tahun 2026 untuk menghitung harga peralatan dengan persamaan linier. Didapatkan total harga peralatan dengan faktor keamanan 20% sebesar Rp 9.300.201.195. Laba kotor didapatkan sebesar Rp 5.719.690.514 dan laba bersih sebesar Rp 3.717.798.834. Nilai Return On Investment (ROI) sebesar 38% dengan Pay Out Time (POT) selama 2,1 tahun. Break Even Point (BEP) dihasilkan 57% pada kapasitas 1143 ton/tahun dan titik Shut Down Point (SDP) sebesar 36%. Perhitungan Internal Rate of Return (IRR) menggunakan metode cashflow didapatkan nilai 19% yang berada diatas nilai suku bunga bank sebesar 12%. Dari perhitungan menggunakan beberapa parameter untuk analisis ekonomi dapat dinyatakan bahwa pabrik minuman kombucha dari teh hijau dengan kapasitas 2000 ton/tahun layak untuk didirikan.
PERBANDINGAN METODE GRAVIMETRI DAN DISTILASI UNTUK ANALISIS KAPORIT POWDER 60% PADA INDUSTRI PENGHASIL KAPORIT Ibrahim, Balqis Zeniva; Santosa, Sandra; Wahjoedi, Ryan Ayub
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6219

Abstract

Salah satu parameter kualitas produk kaporit powder 60% yang dianalisis adalah kadar air atau moisture yaitu harus berkisar antara 3-5%. Awalnya, analisis kadar air ini menggunakan metode gravimetri. Namun seiring berjalannya waktu, oven yang digunakan untuk analisis rusak akibat gas klorin yang korosif. Oleh karena itu, dilakukan penggantian metode gravimetri menjadi metode distilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan antara metode gravimetri dan metode distilasi sehingga dapat diketahui metode yang lebih baik untuk analisis. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 hari menggunakan sampel kaporit powder 60% yang dihasilkan pada hari tersebut. Waktu untuk metode gravimetri cukup singkat dan efisien untuk proses produksi. Hasil kadar air pada metode gravimetri cukup rendah, yaitu 2,67%; 3,19%; dan 1,64% yang menandakan kurang akuratnya metode ini. Sedangkan hasil kadar air pada metode distilasi, yaitu 4,0%; 4,5%; dan 2,5% yang menandakan hasil kadar air kaporit powder 60% yang dianalisis dengan metode ini sesuai dengan spesifikasi standar produk yang telah ditentukan. Namun, waktu analisis menggunakan metode distilasi ini cukup lama sehingga tidak efisien. Berdasarkan data hasil kadar air serta kelebihan dan kekurangannya, metode distilasi lebih disarankan untuk digunakan sebagai metode analisis kadar air kaporit powder 60%.