cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PERBANDINGAN KUALITAS PRODUK SODIUM HYPOCHLORITE MONOPOLAR ELECTROLYZER DENGAN BIPOLAR ELECTROLYZER PADA INDUSTRI KLOR-ALKALI Tsabita, Agatha Rifda; Santosa, Sandra; Wahjoedi, Ryan Ayub
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6220

Abstract

Industri klor-alkali merupakan salah satu jenis industri yang menggunakan proses elektrolisis dengan produk samping berupa excess gas Cl2. Lepasnya gas Cl2 sangatlah berbahaya, sehingga pemanfaatan excess gas Cl2 dapat membantu untuk mengurangi tingkat bahaya tersebut. NaOCl atau Sodium Hypochlorite merupakan salah satu bahan kimia yang didapatkan dari pereaksian antara NaOH atau Natrium Hidroksida dengan gas Cl2. Terdapat dua jenis alat proses elektrolisis, yaitu Monopolar Electrolyzer dan Bipolar Electrolyzer untuk memproduksi bahan baku dari pembuatan NaOCl atau sodium hypochlorite. Selain kadar klor aktif sebagai Cl2 dan pengujian kadar alkali bebas sebagai NaOH yang sesuai dengan SNI, tingkat kejernihan juga menjadi salah satu pertimbangan pelanggan. Berdasarkan dua jenis alat tersebut, terdapat perbedaan kejernihan produk NaOCl atau sodium hypochlorite. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab adanya perbedaan kualitas produk antara Monopolar Electrolyzer dengan bipolar Electrolyzer. Analisis yang dilakukan adalah pengujian kadar klor aktif dan pengujian kadar alkali bebas dengan titrasi, serta pengecekan tingkat kejernihan produk dengan pengamatan fisik. Berdasarkan hasil analisis, terdapat perbedaan tingkat kejernihan produk yang disebabkan karena perbedaan proses treatment brine sebelum masuk Electrolyzer, treatment gas Cl2 keluaran Electrolyzer, treatment dalam penurunan konsentrasi NaOH, dan perancangan alat serta utilitasnya.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN MINYAK ESTER DARI MINYAK KELAPA SAWIT BERKAPASITAS 4000 TON/TAHUN Attaliya, Yusica Radya; Sa'diyah, Khalimatus
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6222

Abstract

Pendirian pabrik minyak ester berbahan baku minyak kelapa sawit memberikan dampak yang positif bagi pengguna mesin transformator baik di dalam maupun luar negeri. Berdirinya pabrik minyak ester yang direncanakan berlokasi di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan memiliki 377 orang pekerja akan membuka peluang kerja baru bagi penduduk sekitar. Dari segi pembuatannya, minyak ester akan dihasilkan melalui proses transesterifikasi yang dinilai menghasilkan dengan konsentrasi lebih tinggi yaitu 97,69% dan waktu reaksi yang cepat yaitu 60 menit. Minyak ester dimanfaatkan oleh industri yang bergerak dibidang kosmetik, makanan, tekstil dan lainya, serta dapat digunakan menjadi bahan bakar pada mesin diesel dan pelumas. Analisis ekonomi pabrik minyak ester dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan berdirinya pabrik suatu pabrik. Analisis ekonomi dilakukan dengan menghitung analisis kelayakan dengan parameter seperti Total Capital Investment, Fixed Capital Investment, Working Capital Investmet,  dan Total Production Cost serta analisis profitabilitas. Analisis kelayakan terdiri dari Total Capital Investment sebesar Rp 168.511.817.192,47; Fixed Capital Investment sebesar Rp 143.235.044.613,60; Working Capital Investmet sebesar Rp 25.276.772.578,87; Total Production Cost sebesar Rp 161.111.907.495,60. Analisis profitabilitas terdiri dari, nilai Return On Investment sebelum pajak sebesar 14% dan sesudah pajak sebesar 12%. Sedangkan nilai Minimum Pay Out Time sebelum pajak sebesar 3,85 tahun dan sesudah pajak sebesar 4,24 tahun. Break Event Point yang didapatkan 23,53% dan nilai Shut Down Point yang didapatkan sebesar 9%, sehingga diperoleh Internal Rate of Return sebesar 17%. Hasil analisis ekonomi menunjukkan kelayakan finansial pembangunan pabrik minyak ester dengan kapasitas 4000 ton/tahun.
ANALISIS PENGGUNAAN KOAGULAN PADA PENGOLAHAN HARD WATER DENGAN METODE KOAGULASI FLOKULASI DI PT PETROKIMIA GRESIK Putri, Erika Amalia; Rahayu, Rizmaya Dwilia; Maryanty, Yanty; Hidayat, Very
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6228

Abstract

PT Petrokimia Gresik membutuhkan soft water dalam proses produksi. Amonia, pupuk Urea, dan air umpan boiler dengan mengubah hard water dari Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas (pH 7-8,5 dan total hardness maksimal 220) menjadi soft water (pH 9 – 10 dan total hardness maksimal 80 ppm). Treatment yang dilakukan yaitu dengan penambahan koagulan untuk mengendapkan partikel dengan cara mengikat kotoran atau partikel di dalam air. Koagulan yang digunakan pada penelitian ini adalah kapur, polyelectrolyte, dan Poly Aluminium Chloride (PAC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jenis koagulan, konsentrasi koagulan, dan waktu pengadukan lambat yang efektif pada pengolahan hard water. Penelitian ini dilakukan dengan pengadukan cepat 100 rpm selama 1 menit, pengadukan lambat 30 rpm selama 20; 40; 60 (menit). Variabel yang digunakan yaitu konsentrasi koagulan kapur 80; 86,8; 90 (ppm), polyelectrolyte 0,73; 0,83; 0,93 (ppm), PAC 25; 31; 37 (ppm), serta waktu pengadukan lambat 20, 40, dan 60 menit. Analisis yang digunakan meliputi SS, turbidity, pH, total hardness, COD, dan BOD. Kualitas soft water yang dihasilkan sudah memenuhi standar yang diharapkan yaitu pada konsentrasi polyelectrolyte 0,83 ppm dan kapur 86,8 ppm. Berdasarkan penelitian diperoleh konsentrasi optimum koagulan polyelectrolyte 0,73 ppm dan kapur 80 ppm dengan waktu pengadukan lambat 60 menit.
PERHITUNGAN DESAIN PREHEATER CRUDE PHTHALIC ANHYDRIDE DI PT PETROWIDADA Yustikaningrum, Denise Ayu; Maryanty, Yanty; Laufe, Muhammad Nur; Setiawan, Frederika Lydia Stefani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6231

Abstract

PT Petrowidada merupakan satu-satunya pabrik produsen Phthalic Anhydride di Indonesia. Phthalic Anhydride merupakan hasil reaksi oksidasi antara Ortho-Xylene dan Oksigen. Phthalic Anhydride yang belum murni disebut sebagai Crude Phthalic Anhydride. Crude Phthalic Anhydride perlu melalui Ageing Tank (RE-3310) untuk proses evaporasi dan peningkatan temperatur dari 150°C menjadi 280°C dengan bantuan TH-Oil sebagai media pemanas. Proses pemanasan Crude Phthalic Anhydride menggunakan Ageing Tank (RE-3310) membutuhkan energi yang tinggi. Tujuan penulisan artikel ini adalah menghitung desain Preheater Phthalic Anhydride dengan spesifikasi alat yang sesuai untuk memanaskan Crude Phthalic Anhydride dari 150°C menjadi 210°C sebelum menuju Ageing Tank (RE-3310) menggunakan steam 30 bar. Preheater Phthalic Anhydride diharapkan dapat membantu penghematan energi yang diperlukan Ageing Tank (RE-3310). Berdasarkan hasil perhitungan, didapatkan spesifikasi preheater tipe Shell and Tube Heat Exchanger dengan panjang tube 1,6 meter, diameter luar 1,5 inch, diameter dalam 1,4 inch, berjumlah 62 buah pipa. Shell berdiameter dalam 21,25 inch yang dilengkapi dengan 5 buah baffle dengan baffle space berukuran 12 inch
EFEKTIVITAS TEPUNG TEH DAN TEPUNG AMPAS TEH SEBAGAI FILLER PHENOL-FORMALDEHYDE RESIN TERHADAP KUALITAS PLYWOOD Afrillia, Ellysa Rahma; Sulha, Balgis; Santosa, Sandra; Prayitno, Prayitno; Sulistio, Any
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6235

Abstract

Hasil polimerisasi kondensasi antara phenol dengan formaldehyde disebut phenol-formaldehyde resin yang diaplikasikan untuk merekatkan lapisan veneer pada kayu lapis kelas eksterior. Bahan pengisi atau filler ditambahkan pada phenol-formaldehyde resin untuk meningkatkan keteguhan rekatnya. Bahan ini biasanya mengandung selulosa. Ditinjau dari kandungan selulosa yang cukup besar pada teh 34%  dan ampas teh 43,87%, maka digunakan kedua bahan tersebut sebagai alternatif bahan pengisi (filler). Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi  pengaruh kadar filler tepung teh dan tepung ampas teh terhadap viskositas phenol-formaldehyde resin serta pengaruhnya terhadap kualitas plywood. Penelitian dilakukan menggunakan metode pengempaan dingin selama 30 menit dan pengempaan panas dengan suhu 125°C selama 330 detik. Variabel tetap yang digunakan yaitu jenis veneer berupa kayu meranti, phenol-formaldehyde resin sebagai perekat, dan waktu pengadukan selama 5 menit. Sedangkan, variabel bebas yang digunakan adalah tepung ampas teh dan tepung teh sebagai filler dengan kadar 12,5% dan 6%. Efektivitas penambahan filler dinilai dari hasil analisis bonding strength dan delaminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar filler yang ditambahkan dapat meningkatkan viskositas campuran. Hasil bonding strength dan delaminasi menunjukkan bahwa tepung ampas teh dan tepung teh telah memenuhi JAS dengan nilai rata-rata tepung ampas teh yang lebih besar baik pada range viskositas 20-30 Poise (kadar filler 12,5%) dan 6-10 Poise (kadar filler 6%). Sehingga, tepung teh dan tepung ampas teh dapat dijadikan sebagi filler phenol-formalehyde resin.
PERHITUNGAN NERACA MASSA PADA STASIUN PENGUAPAN DENGAN KAPASITAS 12500 TCD DI PG KEBON AGUNG Marcelina, Imelda; Santosa, Sandra; Hidayati, Mutia Devi; Rosidin, Mohammad Faiz
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6236

Abstract

Salah salah satu komoditas perkebunan paling banyak yang ditanam di Indonesia adalah tanaman tebu (Saccharum officinarum). PG Kebon Agung merupakan perusahaan di bidang industri gula yang terletak di Kabupaten Malang. Proses pengolahan tebu menjadi gula kristal putih melalui serangkaian tahapan yaitu ekstraksi tebu, pemurnian, penguapan, kristalisasi, dan sentrifugasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai laju aliran input dan output, %brix dan %pol yang masuk dan keluar evaporator dengan tekanan uap bekas 1,7 kg/cm2. Metode perhitungan dilakukan menggunakan konsep neraca massa untuk memekatkan nira jernih dari brix 11,5% hingga mencapai sasaran sebesar 60% dengan kapasitas 12500 TCD (Ton Cane per Day). Hasil perhitungan pada tekanan uap bekas 1,7 kg/cm2 dengan kapasitas 12500 TCD massa yang masuk sama dengan massa yang keluar sebesar 520,8333 ton/jam. massa brix dan pol antara input dan output nilainya sama yaitu brix sebesar 59,8958 ton/jam dan pol sebesar 45,2014 ton/jam. Hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa untuk memekatkan nira jernih dari brix awal sebesar 11,5% hingga mencapai sasaran sebesar 60% pada kapasitas tersebut tidak ada massa yang hilang pada sistem dan sesuai dengan hukum kekalan massa.
ANALISIS PROSES KIMIA DALAM SIKLUS UAP AIR DI PLTU PAITON UNIT 1 DAN 2 Rahmawati, Amelia Umi; Wikendi, Lika; Maryanty, Yanty; Yusuf, Novan Kurnia
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6238

Abstract

Energi listrik merupakan pilar utama dalam mendorong perkembangan berbagai sektor kehidupan manusia. PLTU merupakan pembangkit listrik tenaga uap yang memanfaatkan tenaga kinetik yang berasal dari uap air untuk menghasilkan energi listrik. Pada proses pembuatan uap, air harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu untuk menghindari pembentukan kerak dan korosi pada peralatan yang dapat mengganggu produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter analisis proses kimia pada siklus uap air serta untuk mempelajari cara mengontrol parameter siklus uap air dan bahan bakar. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini meliputi analisis daya hantar listrik (konduktivitas), uji kadar klorida, uji kadar fosfat, serta uji kadar hydrazine dengan variabel yaitu jenis air yang dihasilkan dari proses yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa kondisi air selama bulan Januari di PT PLN Nusantara Power relatif aman, pada condensat water nilai pH>9,5; sepesific conductivity>9, serta cation conductivity<0,3 us/cm. Namun, pada air boiler terdapat satu hari dengan kadar silika tinggi (200 ppb), yang memerlukan tindak lanjut perbaikan kualitas air. Dari penelitian yang sudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa parameter analisis yang digunakan berguna untuk mengontol parameter kualitas air di PT PLN Nusantara Power, dari hasil analisis yang didapatkan dapat diketahui informasi mengenai kerusakan alat dan kelayakan air dalam siklus uap air
ANALISIS EKONOMI DAN KELAYAKAN PRARANCANGAN PABRIK KIMIA PEMBUATAN PULP DARI PELEPAH PISANG DENGAN KAPASITAS 69.000 TON/TAHUN Uthami, Ersa Wahyu; Hardjono, Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6239

Abstract

Kebutuhan kertas di Indonesia semakin meningkat, semakin meningkat juga pemanfaatan kayu sehingga dapat menimbulkan dampak buruk untuk lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan bahan alternatif nonkayu dalam pembuatan pulp dan kertas yang lebih ramah terhadap lingkungan seperti pelepah pisang. Pada pra rancangan pabrik kimia pembuatan pulp dari pelepah pisang dengan kapasitas 69.000 ton/tahun diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar dan membantu dalam pengolahan limbah organik. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah analisis ekonomi untuk mengetahui kelayakan pabrik dan memperoleh perkiraan investasi modal dalam kegiatan produksi suatu pabrik. Analisis ekonomi yang perlu dipertimbangkan meliputi perhitungan modal yang terdiri dari Total Capital Investment (TCI), Fixed Capital Investment (FCI), Working Capital Investment (WCI), Direct Producion Cost (TPC), Fixed Changes (FC), Plant Overhead Cost, General Expenses, Total Production Cost (TPC), dan profitability. Hasil analisis ekonomi pabrik ini diperoleh nilai Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp 129.708.003.000, Total Production Cost (TPC) sebesar Rp 66.572.208.308, Laba Kotor sebesar Rp 53.948.711.691, Laba Bersih Rp 38.843.072.417, ROI sebelum pajak sebesar 42%, ROI setelah pajak sebesar 30%, POT sebelum pajak selama 1,9 tahun, POT setelah pajak selama 2,5 tahun, BEP sebesar 46,96%, dan SDP sebesar 19,81%. Berdasarkan hasil perhitungan, maka prarancangan pabrik kimia pembuatan pulp dari pelepah pisang dengan kapasitas 69.000 ton/tahun layak untuk didirikan karena telah memenuhi persyaratan kelayakan pabrik
PENENTUAN SELEKSI PROSES DAN KAPASITAS PRODUKSI PRARANCANGAN PABRIK KIMIA MINYAK ATSIRI DARI BIJI KOPI ROBUSTA Romadhon, Marsanda Sahila; Hardjono, Hardjono; Rubianto, Luchis
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6240

Abstract

Kopi merupakan salah satu tanaman di Indonesia. Kopi terdiri dari berbagai jenis, seperti robusta, arabika, gayo dan lain sebagainya. Kopi robusta mengandung kafein tinggi yang baik sebagai antioksidan untuk tubuh manusia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan proses yang efektif dalam pembuatan minyak atsiri dari biji kopi robusta dan kapasitas produksi pada prarancangan pabrik minyak atsiri biji kopi robusta tahun 2026. Penentuan seleksi proses dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti metode ekstraksi, waktu produksi, yield dan temperatur. Terdapat tiga metode yang dapat digunakan dalam produksi minyak atsiri, seperti metode ekstraksi padat-cair, maserasi dan distilasi uap langsung. Dalam menentukan kapasitas produksi perlu didukung dengan beberapa data, meliputi data pertumbuhan produksi per tahun, konsumsi, impor dan ekspor biji kopi. Metode yang digunakan untuk mengetahui kapasitas produksi minyak atsiri biji kopi robusta adalah metode linier dan metode discounted. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, berdasarkan perbandingan dari beberapa metode ekstraksi, didapatkan seleksi proses menggunakan metode ekstraksi padat-cair karena proses ekstraksi padat-cair lebih efektif digunakan untuk produksi minyak atsiri biji kopi robusta. Berdasarkan perhitungan kapasitas produksi dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti ketersediaan bahan baku dan konsumsi masyarakat maka didapatkan kapasitas produksi minyak atsiri biji kopi robusta sebesar 200 ton/tahun. Kapasitas produksi juga ditentukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
EVALUASI KINERJA ALAT LOW PRESSURE HEATER PT PLN NUSANTARA POWER UP TANJUNG AWAR-AWAR Rizaldi, Salsabila Putri; Naryono , Eko; Effendi , Rizqi Rajiv
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6241

Abstract

PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar – Awar merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2 × 350 MW di Indonesia yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar utamanya. Proses pada PLTU melibatkan penggunaan steam untuk memutar sudu turbin guna menghasilkan gerakan mekanik yang kemudian dikonversi menjadi listrik melalui generator. Steam yang digunakan berasal dari pemanasan air di dalam boiler untuk di ubah fasenya menjadi uap kering melalui panas hasil pembakaran batubara. Guna meningkatkan efisiensi produksi pabrik, serta meringankan beban boiler dan konsumsi batubara maka diperlukan evaluasi alat low pressure heater. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui kinerja low pressure heater (LPH) apakah alat tersebut masih layak atau perlu dilakukan perbaikan. Metode yang digunakan untuk menghitung kinerja low pressure heater menggunakan The American Society of Mechanical Engineers Performance Test Codes (ASME PTC) 12.1, dengan menghitung variabel nilai Terminal Temperature Difference (TTD), Drain Cooler Approach (DCA), dan Temperature Rise (TR). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa kinerja low pressure heater di PLTU Tanjung Awar – Awar masih berfungsi dengan baik. Kesimpulan dari evaluasi ini adalah bahwa alat low pressure heater masih layak digunakan dan tidak memerlukan perbaikan saat ini.