cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PENENTUAN KECUKUPAN PANAS (F0) PADA OLAHAN PANGAN MELALUI UJI SALMONELLA SP Silaturahmi, Ari Yesica; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6247

Abstract

Makanan siap saji sangat praktis dan diminati karena memiliki masa simpan yang lama. Masalah yang sering timbul adalah masa simpan makanan menjadi lebih pendek karena terdapat mikroorganisme yang tidak diinginkan seperti Salmonella sp. Sterilisasi dengan proses termal merupakan alternatif untuk teknik pengolahan pangan dengan menggunakan autoclave. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan nilai kecukupan panas (F0) pada pengawetan olahan pangan menggunakan metode sterilisasi. Tahapan penelitian adalah i) produk olahan pangan (ayam gulai) dikemas dalam retort pouch dengan vakum dan tersegel rapat, ii) sterilisasi menggunakan autoclave pada suhu 121°C dan 130°C dengan waktu sterilisasi 0, 3, 6, 9, 12, dan 15 menit, iii) penentuan kecukupan panas (F0). Karakterisktik mikrobiologinya melalui uji kemampuan bakteri untuk hidup, didapatkan nilai Decimal Reduction Time (D), Temperature Coeffisient of microbial destruction (Z), efek letalitas (LR), kecukupan panas (F0). Dari hasil penelitian diperoleh total F0 parsial pada suhu 121°C dan 130°C masing-masing adalah 13 menit dan 34 menit. Kondisi ini telah memenuhi standar BPOM nomor 27 tahun 2021 dimana nilai F0 sekurang-kurangnya 3 menit. Hal ini menunjukkan nilai sterilisasi komersial yang baik telah dicapai dan kemasan retort pouch dapat diaplikasikan pada pengawetan makanan dengan menggunakan teknologi sterilisasi.
PEMANFAATAN AMPAS TAHU PADA PEMBUATAN BRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Masitah, Nihayatul Devi; Azkiya, Noor Isnaini
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6248

Abstract

Kebutuhan energi semakin meningkat seiring bertambahnya waktu. Akan tetapi, hal ini tidak diimbangi dengan ketersediaan bahan bakar yang semakin berkurang sehingga perlu mencari alternatif bahan bakar yang dapat diperbarui (renewable), ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Salah satu jenis alternatif yang bisa dikembangkan yaitu energi biomassa seperti limbah sisa pengolahan pangan. Dalam penelitian ini limbah ampas tahu dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan mengubahnya menjadi briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi perekat terbaik pembuatan briket dari ampas tahu. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan eksperimen di laboratorium. Variabel yang digunakan yaitu perbandingan massa perekat tepung tapioka dengan persentase 12, 14, dan 16% (w/w). Berdasarkan penelitian didapatkan kesimpulan hasil pengujian briket dengan 12% (w/w) persentase perekat mempunyai kualitas yang paling baik menghasilkan nilai kadar air sebesar 1,48%, nilai kadar abu sebesar 13%, nilai volatile matter sebesar 2,05%, nilai fixed carbon sebesar 83,46%, nilai kalor sebesar 5895 cal/gr, dan kuat tekan sebesar 2,29 kg/cm2 dibandingkan dengan variasi perekat lainnya.
PENGARUH LAJU ALIR GLISERIN TERHADAP EFISIENSI PERTUKARAN PANAS DALAM SHELL AND TUBE HEAT EXCHANGER Zidan, Muhammad Assabil; Chalim, Abdul
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i3.6254

Abstract

Saat ini energi merupakan kebutuhan pokok yang berpengaruh penting dalam kehidupan manusia. Seiring meningkatnya kebutuhan energi terutama di dunia industri kimia, diperlukan suatu usaha untuk melakukan efisiensi pada penggunaan energi tersebut. Oleh karena itu, diibutuhkan suatu alat untuk menyerap sumber panas menggunakan HE (Heat Exchanger) tipe shell and tube. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data konsentrasi fluida gliserin – etanol serta suhu inlet fluida panas dan dingin sehingga didapatkan nilai NTU (Number Transfer Unit) yang optimal. Nilai NTU merupakan tolak ukur perpindahan panas serta menjadi parameter perpindahan panas suatu penukar panas yang tidak berdimensi. Jenis aliran yang digunakan pada penelitian ini adalah counter-current dengan fluida panas pada tube dan fluida dingin pada shell. Variabel yang digunakan adalah suhu fluida panas 30, 35, 40°C, dan suhu fluida dingin 25°C. Penelitian ini akan dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan Shell and tube Heat exchanger 1-1. Untuk menentukan efektifitas dilakukan perhitungan ΔTLMTD (Log Mean Temperature Difference) , U (koefisien perpindahan panas), NTU (Number Transfer Unit), dan efektivitas. Nilai efektivitas dan efisiensi alat semakin besar seiring dengan bertambahnya laju alir fluda dingin. Efektivitas dan efisiensi terbesar diperoleh pada laju alir fluida dingin sebesar 1 L/menit yaitu 0,89 dan 86%.
ANALISIS BIAYA UTILITAS PADA PRARANCANGAN PABRIK DISPROPORTIONATED ROSIN DARI GONDORUKEM GRADE WG DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Sandifa, Muhammad Naufal; Hadiantoro, Sigit
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.5083

Abstract

Upaya untuk meningkatkan nilai ekonomis gondorukem salah satunya adalah mengubah bentuknya menjadi disproportionated rosin. Untuk produksi skala industri diperlukan berbagai peralatan yang dapat mendukung prosesnya. Agar proses dapat berjalan dengan lancar diperlukan sarana pendukung yaitu utilitas. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis biaya pengadaan utilitas yang selanjutnya digunakan untuk analisis ekonomi pabrik disproportionated rosin. Metode analisis biaya yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kuantitatif. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh besaran analisis yaitu unit penyedia steam berupa boiler dengan tipe water tube dengan biaya bahan bakar per hari sebesar Rp 20.736,00/hari atau Rp. 6.842.880,00/tahun (US$ 459,649.00/tahun). Sumber unit penyedia air berasal dari sungai terdekat lokasi prarancangan pabrik dengan biaya untuk treatment air per hari sebesar Rp. 14.919.434,07/hari atau Rp. 4.923.413.242,656/tahun (US$ 330.715.514/tahun). Unit penyedia listrik berasal dari PLN dengan total biaya listrik sebesar Rp. 4.521.493.683,78/tahun atau Rp. 3.617.194.947,00/tahun (US$ 242.974,219/tahun) dengan efisiensi listrik sebesar 80%.
PENGARUH WAKTU PEMANASAN TERHADAP KARAKTERISTIK PULP DARI PELEPAH PISANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE ACETOSOLV Tiara, Greenastya Febrianis; Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6233

Abstract

Pulp adalah material yang digunakan untuk membuat kertas. Bahan baku yang biasa digunakan dalam industri pulp dan kertas adalah kayu. Eksploitasi hutan yang terus menerus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri tersebut akan berdampak terhadap ketersediaan kayu dan mengakibatkan banyak permasalahan global. Alternatif bahan baku pembuatan pulp dan kertas sangat diperlukan, salah satunya adalah pelepah pisang. Pembuatan pulp dari pelepah pisang dapat dilakukan melalui metode acetosolv, yaitu metode yang menggunakan asam asetat sebagai pelarut organik. Kualitas pulp yang dihasilkan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu waktu pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu pemanasan terbaik dan mengetahui pengaruh waktu pemanasan terhadap karakteristik pulp. Waktu pemanasan yang digunakan adalah 30 menit, 45 menit, dan 60 menit. Proses pembuatan pulp meliputi size reduction dan pengeringan pelepah pisang, pencampuran dan pemanasan serbuk pelepah pisang dengan asam asetat, dan pembilasan campuran menggunakan etanol dan air. Pulp yang dihasilkan selanjutnya dilakukan pengujian karakteristik berupa nilai yield, kadar air, kadar abu, kadar lignin, dan kadar selulosa. Dari hasil penelitian, diperoleh nilai yield tertinggi sebesar 71% pada waktu pemanasan 60 menit, kadar air terendah sebesar 3% pada waktu pemanasan 60 menit, kadar abu terendah sebesar 2% pada waktu 60 menit, kadar lignin terendah sebesar 13%  pada waktu 30 menit, dan kadar selulosa tertinggi sebesar 87% pada waktu 30 menit. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa waktu pemanasan terbaik adalah 60 menit dan semakin lama waktu pemanasan akan menurunkan yield, kadar air, kadar abu, dan kadar lignin serta meningkatkan kadar selulosa pulp yang dihasilkan.
PENGARUH PERBANDINGAN MASSA AMPAS TAHU DAN SEKAM PADI TERHADAP KARAKTERISTIK BRIKET Tsabitah, Amani Muflihah Tsabitah; Azkiya, Noor Isnaini
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6246

Abstract

Briket adalah bahan bakar padat yang berbentuk gumpalan-gumpalan arang yang terbuat dari biomassa (bahan lunak). Namun, biomassa tersebut perlu diolah terlebih dahulu agar menjadi bahan bakar yang memiliki kadar panas lebih tinggi dari arang biasa.  Selain itu, keunggulan briket adalah residu atau sisa hasil pembakaran yang lebih sedikit, asap yang dihasilkan lebih sedikit, ekonomis, dan tidak beracun. Dalam penelitian ini limbah dari ampas tahu dan sekam padi dimanfaatkan sebagai bahan bakar dengan cara mengubahnya menjadi briket. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan komposisi bahan baku dan persentase perekat tepung tapioka terhadap kualitas briket yang dihasilkan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif berdasarkan eksperimen di laboratorium untuk mendapatkan data yang relevan. Variabel bebas yang digunakan yaitu perbandingan massa bahan baku sekam padi dan ampas tahu dengan perbandingan 25:75, 50:50, 75:25 (%b/b). Perekat yang digunakan yaitu tepung tapioka dengan persentase 10% (b/b). Tahapan pembuatan briket dimulai dengan persiapan bahan baku, proses pirolisis, pendinginan, penggilingan dan pengayakan, pencampuran bahan dengan perekat, pencetakan briket, pengovenan dan proses analisis berupa kadar air, kadar abu, vollatile matter, fixed carbon, nilai kalor, dan kuat tekan. Berdasarkan penelitian didapatkan kesimpulan hasil pengujian briket dengan komposisi 25% sekam padi:75% ampas tahu dan 10% persentase perekat mempunyai kualitas yang paling baik menghasilkan nilai kadar air sebesar 0,97284%, nilai kadar abu sebesar 17%, nilai volatille matter sebesar 1,12613%, nilai fixed carbon sebesar 80,9010%, nilai kalor sebesar 5478 kal/g, dan nilai kuat tekan sebesar 2,44375 kg/cm2.
STUDI LITERATUR PENGARUH BERBAGAI KOAGULAN TERHADAP PENGOLAHAN LIMBAH CAIR TAHU Ariefianti, Adinda Resti; Rexita, Maura Krisan Hayu; Budiono, Arief
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6325

Abstract

Limbah cair tahu memiliki kadar polutan di atas baku mutu yang telah ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia sehingga menyebabkan pencemaran air, padahal air bersih merupakan sumber daya alam yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis, dosis dan kecepatan pengadukan koagulan kimia dan alami beserta efektivitasnya untuk menurunkan kadar polutan dalam limbah cair tahu. Fokus pada studi literatur ini yaitu pengolahan limbah cair tahu menggunakan metode jar test dengan proses koagulasi flokulasi. Variabel bebas yaitu jenis dan dosis koagulan serta kecepatan pengadukan, dan variabel terikat adalah nilai COD, nilai BOD, dan kadar Total Suspended Solid. Jenis koagulan kimia yang dianalisis yaitu PAC, tawas, dan ferri klorida. Koagulan alami yang dianalisis yaitu koagulan-flokulan yang berasal dari biji kelor (4- Alfa-4--rhamnosyloxy-benzyl-isothiocyanate), biji asam jawa (tanin), kitosan (gugus amino) dan biji trembesi (tanin). Semua koagulan tersebut dapat menurunkan kadar polutan, namun koagulan terbaik yang dapat menurunkan ketiga parameter polutan, sesuai dengan standar yang ditentukan oleh pemerintah dan mempunyai ketersediaan yang banyaj serta dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah adalah koagulan biji kelor dimana dengan dosis 2000 mg/L koagulan ini dapat menurunkan COD hingga 91%, BOD 91,67% dan TSS 86%.
EFEKTIFITAS KARBON AKTIF LIMBAH KULIT KACANG TERMODIFIKASI DENGAN METODE KOPRESIPITASI SEBAGAI ADSORBEN TEMBAGA DAN BESI PADA LIMBAH CAIR ELEKTROPLATING ARTIFICIAL Putri, Shabrina Adani; Hanavia, Millenina Sulung; Chrisnandari, Rosita Dwi; Ningsih, Wahyuni; Azkiya, Noor Isnaini
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6402

Abstract

Limbah dari elektroplating yang mengandung tembaga (Cu) dan besi (Fe) sangat beracun dan dapat menyebabkan gejala keracunan logam berat pada manusia jika masuk ke dalam organ pada konsentrasi yang cukup tinggi. Karbon aktif yang dimodifikasi dari limbah kulit kacang tanah dapat digunakan untuk mengatasi masalah limbah elektroplating melalui proses adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas karbon aktif dari limbah kulit kacang yang dimodifikasi menggunakan metode kopresipitasi sebagai adsorben logam Cu dan Fe dalam limbah elektroplating artificial, dengan variasi massa karbon aktif dan waktu kontak adsorpsi. Pirolisis pada suhu 350 °C dilakukan selama 120 menit, kemudian diikuti dengan proses aktivasi selama 2 jam menggunakan NaOH 20% untuk menghasilkan arang aktif. Kopresipitasi dalam larutan garam besi 90°C dilakukan untuk memodifikasi karbon aktif. Kualitas karbon aktif untuk mengurangi logam berat dalam limbah elektroplating buatan ditentukan oleh variasi massa karbon aktif yang dimodifikasi sebesar 5%, 10%, dan 15% b/v dan durasi waktu kontak selama 30, 60, 90 menit. Hasil menunjukkan bahwa penurunan kadar logam berat Cu dalam limbah Cu adalah 94,51%, kadar logam Fe dalam limbah Fe adalah 83,52%, dan kadar logam Cu dalam campuran limbah Cu Fe adalah 92,67%, menurut pemeriksaan kapasitas absorpsi.
KARAKTERISTIK PRODUK MINUMAN KOMBUCHA BERDASARKAN KOMPOSISI BAHAN BAKU DAN WAKTU FERMENTASI Khasanah, Dewi Umi; Dewi, Ernia Novika
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6593

Abstract

Kombucha adalah minuman hasil fermentasi yang mengandung berbagai vitamin, mineral, enzim, serta asam organik. Teh kombucha belum banyak dikenal di masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat digunakan membantu dalam pengembangan produksi kombucha secara besar, sehingga minuman teh kombucha yang kaya manfaat ini semakin banyak dikenal dan dikonsumsi masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik produk kombucha berdasarkan komposisi bahan baku dan waktu fermentasi. Teh kombucha dibuat secara konvensional melalui proses fermentasi larutan teh hijau yang sudah ditambahkan gula dengan bakteri SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Pada penelitian ini, dilakukan pembuatan teh kombucha dengan variabel komposisi gula : teh hijau sebesar 10:1; 10:1,5; 10:2 dan waktu fermentasi selama 7, 10, 14 hari. Pengujian yang dilakukan yakni uji pH, densitas, viskositas, kadar asam laktat, dan organoleptik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan hasil terbaik teh kombucha pada variabel komposisi gula : teh hijau sebesar 10:2 dan waktu fermentasi 7 hari yang menghasilkan pH 3; densitas 1,4061 g/ml ; viskositas 1,3368 cP ; kadar asam laktat 3,76 % dan warna 94 % cinnamon. Berdasrkan uji rasa dan aroma oleh responden didapatkan hasil terbaik pada pada komposisi gula:teh hijau sebesar 10:2 dengan waktu fermentasi selama 7 hari.
STUDI LITERATUR PERBANDINGAN METODE IDENTIFIKASI NATRIUM SIKLAMAT PADA MAKANAN DAN MINUMAN Nasution, Siti Khodijah; Suharti, Profiyanti Hermien
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6594

Abstract

Natrium siklamat adalah pemanis buatan yang umum digunakan di masyarakat. Kelebihannya adalah tingkat kemanisan yang lebih tinggi sekitar 30 kali dibandingkan gula tebu atau sukrosa dan lebih ekonomis dari pada pemanis alami. Namun, pemakaian siklamat dalam jumlah berlebihan menimbulkan masalah kesehatan. Jumlah maksimum pemakaian siklamat diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 772/Menkes/Per/IX/88, yaitu tidak lebih dari 3 g/L untuk makanan dan minuman. Studi literatur ini meninjau berbagai metode identifikasi natrium siklamat yang digunakan dalam makanan dan minuman. Metode yang dibahas mencakup teknik gravimetri, kromatografi, spektrofotometri UV-Vis, dan lainnya. Evaluasi dilakukan untuk menilai keunggulan, keterbatasan, serta aplikasi praktis masing-masing metode dalam mendeteksi natrium siklamat guna memastikan keamanan pangan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Pemilihan metode terbaik harus mempertimbangkan konteks spesifik analisis, ketersediaan sumber daya, serta tujuan kajian. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan menganalisis berbagai metode identifikasi natrium siklamat pada makanan dan minuman yang telah dilakukan oleh para peneliti.