cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 879 Documents
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PRARANCANGAN PABRIK PEMBUATAN PULP DARI PELEPAH PISANG KAPASITAS 69.000 TON/TAHUN Athaariq, Valan; Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6631

Abstract

Pulp adalah serat selulosa dari kayu atau non-kayu yang diproses dengan cara melarutkan lignin sebanyak mungkin. Pelepah pisang merupakan alternatif bahan pembuatan pulp non-kayu. Bahan baku pembuatan pulp memiliki syarat berserat, kadar alpha selulosa lebih dari 40%, kadar lignin kurang dari 25%, dan kadar air maksimal 10%. Tujuan dari studi literatur ini adalah mengidentifikasi kapasitas produksi pulp dari pelepah pisang dan seleksi proses yang dapat digunakan dalam prarancangan pabrik pembuatan pulp dari pelepah pisang. Dalam menentukan kapasitas produksi pulp dari pelepah pisang digunakanlah metode pertumbuhan rata-rata per tahun. Metode penilaian berdasarkan kelebihan dan kekurangan proses digunakan untuk seleksi proses. Pulp diproduksi menggunakan proses acetosolv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pabrik pulp yang akan didirikan pada tahun 2026 memiliki kapasitas 69.000 ton/tahun dan menggunakan proses acetosolv dengan sistem kontinyu yang menghasilkan yield sebesar 80% – 85%.
EVALUASI EFISIENSI PANAS UNIT RAW MILL DI PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) TBK TUBAN Hidayat, Nur Fajar; Hardjono, Hardjono; Setiawan, Muhammad Ebin
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6632

Abstract

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. merupakan holding BUMN yang bergerak dalam produksi semen serta berperan terhadap pembangunan di Indonesia. Semen merupakan bahan baku penting yang digunkan untuk pembangunan atau konstruksi yang terdiri dari bahan baku tanah liat, batu kapur, serta bahan pendukung seperti pasir silika dan pasir besi. Proses produksi di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. meliputi proses penyiapan bahan baku (mining dan crusher), penggilingan dan pengeringan bahan baku (raw mill), pemasakan bahan baku di dalam rotary kiln, dan penggilingan terakhir di finish mill, serta pengemasan di packer. Industri semen membutuhkan energi yang besar dalam proses produksinya, sehingga perlu adanya efisiensi energi guna menakan biaya produksi. Unit raw mill merupakan salah satu peralatan proses yang melibatkan panas cukup tinggi, dimana selama ini belum pernah dilakukan evaluasi. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi panas pada unit raw mill tersebut. Penelitian juga bertujuan untuk mengetahui jumlah panas yang hilang. Perhitungan efisiensi terdiri dari beberapa tahapan yang meliputi tahapan studi literatur, pengumpulan data, pengolahan data dengan cara menghitung neraca massa dan neraca panas umpan masuk dan produk yang keluar, serta menghitung efisiensi panas dan heat lossnya. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa raw mill mempunyai efisiensi panas sebesar 62,25% dan panas yang hilang sebesar 21,721%.
PENGARUH PENAMBAHAN NATRIUM METABISULFIT PADA REAKSI BROWNING TERHADAP KUALITAS GUM ROSIN DI PT INHUTANI V TRENGGALEK Maiyansari, Yanti Noer; Prayitno; Prasetya, Desta Enggar Dwi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6634

Abstract

Gum rosin merupakan hasil proses distilasi dari pengolahan getah pohon pinus PT Inhutani V. Gum rosin digunakan  sebagai perekat, cat pelitur, dan tinta cetak. Parameter utama kualitas gum rosin ialah warna, dimana warna memiliki grade diantaranya extra white (X), water white (WW), window glass (WG), dan nancy (N). Kualitas gum rosin yang dihasilkan di PT Inhutani V masih berada pada grade window glass (WG) berwarna kuning kecoklatan dengan nilai 7-8 scale gardner, sehingga perlu untuk ditingkatkan kualitasnya untuk meningkatkan harga jual. Reaksi browning merupakan proses pembentukan pigmen berwarna coklat dari yang awalnya berwarna jernih. Natrium metabisulfit merupakan senyawa sulfit yang mampu menghambat terjadinya reaksi browning melalui reaksi pemecahan polimer.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan natrium metabisulfit pada reaksi browning terhadap kualitas gum rosin. Variabel penelitian yang digunakan adalah konsentrasi larutan natrium metabisulfit sebesar 0,3%, 0,6%, dan 0,9% (volume) dengan lama waktu perendaman getah pinus 60 menit. Proses pembuatan gum rosin menggunakan metode distilasi selama 3 jam dengan suhu maksimal 175℃. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi natrium metabisulfit, maka semakin rendah kadar warna sehingga warna gum rosin yang dihasilkan semakin jernih. Konsentrasi larutan natrium metabisulfit yang paling optimal yaitu 0,9%, dimana menghasilkan nilai warna sebesar 4,9 scale gardner; bilangan asam 201,8 KOH/gram; Non Volatile 98,8%; Softening Point 79℃ dan tergolong grade extra white (X). Peningkatan kualitas gum rosin menunjukkan bahwa penambahan natrium metabisulfit mampu menghambat pembentukan warna coklat pada gum rosin.
ANALISIS EKONOMI PRA RANCANGAN PABRIK MINYAK ATSIRI DARI BIJI KOPI ROBUSTA DENGAN KAPASITAS 200 TON/TAHUN Sundariyanti, Fiska Annesia; Hardjono
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6637

Abstract

Negara penghasil kopi robusta dengan urutan kedua setelah Vietnam adalah Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, biji kopi robusta yang dihasilkan di Indonesia pada tahun 2021 memiliki angka produksi sebesar 786.200 ton. Terdapat 10-15% kandungan minyak pada biji kopi yang sebagian besar mengandung trigliserol dengan senyawa aromatic. Oleh karena itu, biji kopi robusta berpotensi sebagai minyak atsiri atau essential oil yang memiliki antioksidan tinggi. Menurut Kementrian Perdagangan Republik Indonesia, Indonesia menempati peringkat ke-6 eksportir minyak asiri terbesar di dunia karena Indonesia memiliki kekayaan ragam minyak asiri. Pra rancangan pabrik minyak atsiri dari biji kopi robusta dengan kapasitas 200 ton/tahun diharapkan dapat membantu Indonesia dalam hal ekspor minyak atsiri ke seluruh dunia. Tujuan dari analisis ekonomi pabrik minyak atsiri dari biji kopi robusta ini untuk mengevaluasi dan meninjau kelayakan pendirian pabrik. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa pabrik membutuhkan modal yang dikeluarkan pribadi sebesar Rp12.971.222.985,00 dan modal yang dipinjam dari bank sebesar Rp8.647.481.990,00. Selain itu, perhitungan sesudah pajak didapatkan laju pengembalian modal atau ROR sebesar 2,18% dan lama pengembalian modal atau POT sebesar 0,44 tahun dengan nilai Break Even Point (BEP) sebesar 43% dan Shut Down Rate (SDR) sebesar 41%. Dengan demikian, dapat disimpulkan pra rancangan pabrik minyak atsiri dari biji kopi robusta dengan kapasitas 200 ton/tahun layak didirikan.
SUBSTITUSI TANAH LIAT MENGGUNAKAN CAMPURAN SLUDGE IPAL DAN BOTTOM ASH TERHADAP PREDIKSI KUALITAS CLINKER DENGAN METODE RAW MIX DESIGN Damayanty, Elsa; Zamrudy, Windi; Laksono, Ilham Dirga
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6639

Abstract

Sludge Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang semakin menumpuk di Indonesia. Meskipun dikategorikan sebagai limbah B3, sludge IPAL memiliki kemiripan dengan tanah liat sebesar 45,17%.  Hal tersebut tentu menjadi solusi untuk dapat memanfaatkan sludge IPAL kawasan industri Dumai sebagai pengganti tanah liat pada industri semen khususnya pada PT Semen Gresik Pabrik Rembang melalui unit Alternatif Fuel, Raw Material (AFR) & Waste Management. Dengan adanya unit ini, sludge IPAL akan digunakan sebagai alternatif raw material. Namun, dikarenakan kandungan air yang cukup besar sludge IPAL memerlukan treatment khusus seperti dicampur dengan alternatif raw material yang sudah ada yaitu bottom ash. Hal ini yang mendasari penelitian terkait substitusi tanah liat menggunakan campuran sludge IPAL dan bottom ash terhadap bahan baku utama pembuatan semen yaitu clinker. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis seberapa besar sludge IPAL dan bottom ash dapat menyubstitusi tanah liat ditinjau dari segi prediksi kualitas clinker dengan menggunakan metode raw mix design. Substitusi tanah liat dengan menggunakan campuran sludge IPAL dan bottom ash dilakukan dengan persentase yaitu 10; 20; 30; 40; dan 50%.  Penggunaan campuran sludge IPAL dan bottom ash mulai dari 10 – 50% terjadi penurunan prediksi kualitas clinker yang ditinjau dari C3S; C2S; C3A; dan C4AF, tetapi substitusi hingga 50% tersebut masih memenuhi prediksi kualitas clinker dengan kandungan C3S; C2S; C3A; dan C4AF sebesar 65,471; 9,826; 8,985; dan 10,642%.
PENGARUH KADAR AIR TERHADAP MASA SIMPAN OLAHAN PANGAN DENGAN TEKNOLOGI STERILISASI SUHU TINGGI Sinaga, Retta Uli Yohana Getsemani; Moentamaria, Dwina
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6640

Abstract

Kualitas produk pangan Ready To Eat (RTE) sangat dipengaruhi oleh kadar air yang berpotensi untuk ditumbuhi mikroorganisme yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pangan. Teknologi sterilisasi suhu tinggi dengan autoclave diharapkan mampu untuk mematikan mikroorganisme, sehingga bahan pangan aman dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air produk ayam gulai yang disterilisasi menggunakan autoclave terhadap masa simpannya. Kondisi sterilisasi dilakukan pada suhu 121°C dan 130°C, dengan waktu pemanasan selama 3, 6, 9, 12, dan 15 menit. Kemasan retort pouch digunakan untuk sterilisasi pada suhu tinggi. Hasil produk sterilisasi disimpan pada suhu ruang selama 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, dan 8 minggu. Uji dilakukan pada produk yang disterilisasi melalui analisa total bakteri dan kadar air dengan metode Association of Official Analytical Chemists (AOAC) 2005. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk RTE ayam gulai yang telah disterilisasi pada suhu tinggi 121°C dan 130°C, dengan waktu penyimpanan hingga 8 minggu, mempunyai kadar air masing-masing 29% dan 36,5% serta semua produk tidak ditumbuhi mikroorganisme. Produk RTE yang tidak ditumbuhi mikroorganisme mengindikasikan proses sterilisasi pada suhu tinggi sangat tepat dilakukan untuk olahan pangan dengan masa simpan relatif lama tanpa menurunkan nilai gizinya.
EFEKTIVITAS INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DI SEAMEO BIOTROP Ulya, Nisauz Zakiyatul; Dewajani, Heny; Ambarwati, Santi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6647

Abstract

SEAMEO BIOTROP (Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology) adalah salah satu Regional Centre di Indonesia yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Mandat yang dimiliki SEAMEO BIOTROP antara lain yaitu  penelitian, peningkatan kapasitas, dan diseminasi informasi di bidang Biologi Tropika.  SEAMEO BIOTROP memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengelola limbah yang dihasilkan laboratorium sebelum dialirkan ke badan air terdekat. Kualitas air limbah pada IPAL SEAMEO BIOTROP secara berkala dipantau untuk memastikan bahwa kualitas air limbah telah memenuhi baku mutu air limbah sebelum dialirkan ke badan air permukaan (sungai). Bahan kimia seperti dikromat, asam sulfat, mangan sulfat, dan alkali-iodida-azida yang digunakan dalam pengujian COD dan BOD sangat berbahaya karena sifatnya yang toksik, korosif, dan reaktif. Pelarut-pelarut organik dan anorganik sisa pekerjaan laboratorium, serta air bekas cucian peralatan laboratorium harus dikelola dengan baik karena jika dibuang langsung ke lingkungan, akan menyebabkan pencemaran serius dan berdampak buruk pada makhluk hidup. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas sistem pengolahan air limbah di SEAMEO BIOTROP melalui pengujian beberapa parameter utama meliputi Chemical Oxygen Demand (COD), Biological Oxygen Demand (BOD), dan Total Suspended Solid (TSS). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan hasil evaluasi parameter dengan baku mutu air limbah yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai %efektivitas IPAL untuk parameter COD 71,55%, BOD 74,53%, dan TSS 73,44%. Tingginya %efektivitas penurunan kadar dari beberapa parameter menandakan jika IPAL SEAMEO BIOTROP dapat bekerja dengan baik.
HIGH-ENERGY MILLING OF MAGNESIUM WITH ZEOLITE FOR HYDROGEN STORAGE Pratama, Adhira Satria; Manggada, Gumawa Windu; Elsayed, Magdy Abdelghany; Zhou, Shixue
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 10 No. 4 (2024): December 2024
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v10i4.6651

Abstract

Magnesium has received great attention as a potential material for hydrogen storage due to its environmental friendliness, high gravimetric hydrogen storage capacity, and low cost. However, the material's effectiveness is limited by its high thermodynamic stability, which makes hydrogen desorption challenging, and low reaction kinetics, which slows the rate of hydrogen absorption and desorption. To enhance the performance of magnesium as a hydrogen storage material, this work innovatively aims to examine the impact of time and high energy milling speed on particle size as well as the milling aid effect of zeolite 5A. Experiment results showed that after ball milling with 4 h milling time and 270 r/min milling speed, the size of magnesium crystallites calculated from XRD data is in the range of 32.8-49.3 nm, while the size before ball milling was 72.7 nm. The kinetic measurement results showed that the Mg+10 wt.% zeolite 5A+10 wt.% Ni sample with 4 h milling time and 270 r/min milling speed at 330°C and 2.5 MPa had the best absorption and desorption capacity of 4.14 wt.% and 3.91 wt.%, respectively, in less than 25 min. The synergistic effect of milling time, milling speed, and the addition of zeolite 5A with Ni has a significant role in reducing the size of Mg particles, which affects the absorption and desorption performance of magnesium.
PENGKAJIAN PRODUKSI LYSINE UNTUK MENGOPTIMASI PENGGUNAAN STEAM EVAPORATOR, DRYER DAN METODE CO-FIRING Fardian, Irmayani Dwi; Zamrudy, Windy
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6311

Abstract

Penilaian daur hidup proses produksi industri di Indonesia menunjukkan keberhasilannya dalam mendorong industri untuk melakukan pengelolaan lingkungan. LCA menjadi syarat yang secara teknis harus dipenuhi oleh perusahaan. Berdasarkan informasi di website Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN), kajian LCA Indonesia saat ini masih dalam tahap pengembangan dan diketahui publikasi ilmiah tentang LCA di Indonesia relatif sedikit dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya, khususnya di bidang industri manufaktur. Oleh karena itu, untuk mengetahui dan dan mengevaluasi sejauh mana dampak lingkungan yang dihasilkan dari proses produksi Lysine sehingga perlu dilakukan kajian secara ilmiah. Tujuan dari penelitian yaitu, untuk mengkaji dampak dari proses produksi Lysine dan dapat mengidentifikasi peluang perbaikan pada proses produksi. Metode LCA dilakukan melalui empat tahap yaitu goal and scope, Life Cycle Inventory (LCI), Life Cycle Impact Assessment (LCIA) dan interpretasi hasil dengan menggunakan software open LCA. Metode yang digunakan dalam software adalah CML IA Baseline. Jenis dampak yang dilakukan penilaian, yaitu Global Warming Potential (GWP), eutrofication, dan photochemical oxidation. Dari analisa LCA, dampak terbesar dari produksi Lysine adalah global warming potential dengan kontribusi 89%. Hal ini dapat terjadi karena dalam prosesnya dibutuhkan steam yang dihasilkan dari pembakaran batubara, sehingga dihasilkan gas rumah kaca yang dilepas ke atmosfer. Dalam upaya penurunan dampak lingkungan yang dihasilkan, perusahaan dapat mengoptimasi penggunaan steam pada evaporator dan dryer serta menggunakan metode Co-Firing dalam penggunaan bahan bakar untuk menghasilkan steam.
ENHANCING ZEOLITE PERFORMANCE THROUGH AMINO MODIFICATION: A REVIEW OF METHODS AND CHARACTERIZATION Permanaputri, Salvira; Lusiani, Cucuk Evi
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i1.6629

Abstract

The increase in CO2 emissions in Indonesia is primarily attributed to the expansion of the economy and ongoing industrialization, primarily driven by the operation of fossil fuel power plants. It is imperative to implement strategies aimed at reducing CO2 emissions in the industrial sector in order to effectively address Indonesia's pollution problems. An effective method involves utilizing adsorbents, specifically zeolites, to capture and convert CO2 into valuable fuels. In order to improve the adsorption of CO2, the zeolite is chemically modified by adding amine groups. The objective of this literature study is to examine the impact of adding amine groups into zeolite on CO2 adsorption. We collected various theories and data methods to compare the CO2 adsorption and characterization of modified zeolites. The characterization of the zeolites was determined using XRD, BET, and FTIR techniques. In general, the modification of zeolite with amines has a substantial effect on its properties, particularly on the surface area and volume porosity.