cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 935 Documents
PEMBUATAN DAN KARAKTERISASI TEH HERBAL CELUP ANTIOKSIDAN DARI KAYU SECANG (CAESALPINIA SAPPAN L.) DAN BUNGA ROSELLA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) Eunike Tri Kinasih Widi; Alfa Fida’a Lazzuardi; Khofifah Widarwati; Dyah Ratna Wulan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7990

Abstract

Teh herbal dari kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki potensi sebagai minuman antioksidan, namun kandungan dan aktivitas antioksidannya belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran partikel dan rasio komposisi kayu secang (Caesalpinia sappan L.) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap kualitas fisik, karakteristik organoleptik, kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas antioksidan pada teh herbal celup. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor, yaitu variasi ukuran partikel (18, 29, dan 45 mesh) dan rasio massa kayu secang:rosella (2:1 dan 1:1). Uji yang dilakukan berupa uji kualitas fisik (kadar air, kadar abu total, kadar abu larut air), uji organoleptik, uji fitokimia untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif dan uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (pengukuran IC₅₀). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran mesh yang lebih besar berpengaruh meningkatkan kadar air, tidak mempengaruhi kadar abu total, dan memiliki nilai IC50 lebih besar, sedangkan rasio kayu secang:rosella 1:1 tidak berpengaruh terhadap kadar air, namun menghasilkan kadar abu lebih tinggi dan nilai IC50 yang lebih besar dibandingkan rasio 2:1. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi ukuran partikel 45 mesh dan rasio 2:1 menghasilkan kualitas terbaik, dengan kadar air 7,42%, kadar abu total 6,20%, kadar abu larut air 65,99%, serta nilai IC₅₀ sebesar 91,02 ppm. Teh herbal ini telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam SNI 3836:2013 tentang teh kering dalam kemasan. Formulasi ini berpotensi sebagai minuman fungsional kaya antioksidan.
PEMBUATAN EDIBLE FILM ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK BAWANG PUTIH BERBAHAN BAKU GLUKOMANAN DENGAN KOMBINASI KITOSAN, SORBITOL, DAN GELATIN Almas Salsabilla Maulidya; Reza Dyota Ahmad; Eko Dwi Wahyu Saputro; Mokhamad Abiyyu Bilkhaq; Dyah Ratna Wulan
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.8003

Abstract

Kerusakan bahan pangan akibat pengaruh fisika, kimia, dan biologi dapat diminimalisir melalui penggunaan  kemasan edible film yang terbuat dari tepung glukomanan sehingga aman bagi kesehatan dan juga ramah lingkungan. Namun, edible film dari tepung glukomanan mudah terkontaminasi gas, kurang elastis, dan rawan sobek, sehingga perlu bahan tambahan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh bahan tambahan edible film dari tepung glukomanan untuk memperoleh edible film yang sesuai dengan standar. Penelitian ini pembuatan edible film melalui metode eksperimental yang meliputi tahapan pencampuran seluruh bahan, pemanasan suhu 80 , pencetakan larutan dan pengeringan suhu 60 . Analisis dilakukan dengan menggunakan variabel bebas berupa konsentrasi kitosan (0,5-1,5% (b/v)) dan ekstrak bawang putih (1- 3% (v/v)) serta variabel tetap berupa komposisi tepung glukomanan (2% (b/v)), sorbitol (3% (v/v)), gelatin ayam (4% (b/v)), dan minyak kelapa sawit (1% (v/v)). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kitosan dan ekstrak bawang putih berpengaruh signifikan terhadap ketebalan. Kitosan juga meningkatkan elongasi dan sifat antibakteri edible film. Kitosan sebesar 0,50% (b/v), dan konsentrasi ekstrak bawang putih sebesar 1% (v/v) menghasilkan edible film yang memenuhi standar JIS Z1707, 1975 dengan nilai kuat tarik sebesar 0,5031 kgf/mm2, ketebalan 0,22 mm, elongasi 102,39%, dan laju transmisi uap air 1,03 g/m2/24 jam.
PEMANFAATAN FLY ASH DAN KARBON BIJI SALAK SEBAGAI ADSORBEN UNTUK PENURUNAN COD LIMBAH CAIR MALL DINOYO CITY DENGAN PENDEKATAN ISOTHERM ADSORPSI Aulia Natasya; Mufid Mufid
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.8019

Abstract

Peningkatan aktivitas masyarakat di kawasan pusat perbelanjaan seperti Mall Dinoyo City menghasilkan limbah cair domestik dengan kadar Chemical oxygen demdan (COD) tinggi, yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas kombinasi fly ash dan karbon biji salak sebagai adsorben dalam menurunkan kadar COD dari limbah cair tersebut, serta menganalisis kesesuaian data dengan model isotherm adsorpsi Langmuir dan Freundlich. Proses adsorpsi dilakukan secara batch dengan variasi rasio massa fly ash dan karbon biji salak (1:3, 1:4, dan 1:5) serta waktu adsorpsi (30, 45, 60, 75, dan 90 menit). Hasil menunjukkan bahwa variabel terbaik terdapat pada rasio 1:5 dengan waktu adsorpsi 90 menit, yang menghasilkan penurunan COD sebesar 84,74%. Karakterisasi adsorben melalui Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan permukaan berpori dan tidak rata yang mendukung proses adsorpsi. Analisis isotherm menunjukkan bahwa data lebih sesuai dengan model Langmuir dengan nilai koefisien korelasi (R²) sebesar 0,986. Hasil ini menunjukkan potensi besar kombinasi fly ash dan karbon biji salak sebagai adsorben murah dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair domestik.
PENGARUH TEKANAN OPERASI SEA WATER REVERSE OSMOSIS TERHADAP KUALITAS PRODUK MELALUI SIMULASI VEOLIA DAN DATA OPERASIONAL DI PLTU PACITAN Rama Devana Putra Putra; Ariani Ariani; Jati Kamajaya
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.8020

Abstract

Analisis efisiensi membran Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) pada Water Treatment Plant di PLTU Pacitan penting dilakukan untuk memastikan kinerja optimal sistem desalinasi dalam menyediakan air umpan berkualitas tinggi bagi proses pembangkitan listrik serta menekan biaya operasional dan meningkatan keandalan sistem. Penelitian ini menganalisis pengaruh tekanan operasi pada sistem SWRO terhadap konduktivitas produk yang dihasilkan. Analisis dilakukan dengan membandingkan data operasional aktual dengan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak bawaan dari pemasok membran, yaitu software Veolia. Data primer berupa konduktivitas diambil pada rentang tekanan 25–47 bar melalui pengukuran permeat kumulatif selama periode September hingga November 2024. Hasil menunjukkan adanya korelasi negatif antara tekanan dan konduktivitas: peningkatan tekanan cenderung menurunkan konduktivitas produk (contoh: pada 47 bar → 754–914 μS/cm; pada 25 bar → 4794–9567 μS/cm). Namun demikian, ditemukan penyimpangan rata-rata sebesar 66% antara data aktual dan simulasi, yang mengindikasikan adanya penurunan kinerja membran akibat proses penuaan (aging), faktor pengotor (fouling), serta karena sudah mendekati masa akhir penggunaan (lifetime). Temuan ini menekankan pentingnya pemeliharaan membran secara berkala dan membuka peluang peningkatan efisiensi sistem SWRO secara rutin dan berkelanjutan.
PEMURNIAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA DENGAN BERBAGAI JENIS ADSORBEN DAN TINGKAT PENGENCERAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BIOPESTISIDA ALAMI Guntur Putra Wibawa; Khalimatus Sa’diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.9022

Abstract

Asap cair tempurung kelapa berpotensi digunakan sebagai biopestisida alami karena mengandung senyawa fenol, asam organik, dan karbonil yang bersifat antimikroba serta insektisida. Namun, keberadaan tar dan senyawa pengotor pada asap cair mentah menurunkan efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas fisikokimia dan efektivitas biopestisida asap cair melalui pemurnian dengan berbagai jenis adsorben dan variasi konsentrasi pengenceran. Proses pemurnian dilakukan dengan aktivasi adsorben (karbon aktif, batu apung, dan zeolit) menggunakan HCl 0,5 N, diikuti adsorpsi, distilasi pada suhu 100–125 °C, serta pengenceran pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6%. Hasil menunjukkan bahwa asap cair yang dimurnikan dengan karbon aktif menghasilkan kadar asam tertinggi (72,06%), viskositas terendah (0,840 cP), dan pH 1,14, dengan tingkat mortalitas hama mencapai 100% pada konsentrasi 4% di hari ketiga. Zeolit memberikan kadar fenolik total tertinggi (1,577%) namun tidak diikuti peningkatan mortalitas, sedangkan batu apung menunjukkan viskositas tertinggi dengan hasil mortalitas yang tidak konsisten. Kombinasi karbon aktif dan konsentrasi pengenceran 4% diidentifikasi sebagai kondisi optimum. Hasil penelitian ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan biopestisida asap cair yang efektif, ramah lingkungan, dan aplikatif dalam pertanian berkelanjutan.

Filter by Year

2019 2026