cover
Contact Name
Cucuk Evi Lusiani
Contact Email
lusiani1891@polinema.ac.id
Phone
+6282140565353
Journal Mail Official
lusiani1891@polinema.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta No. 9, Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang 65141
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi
ISSN : 19788789     EISSN : 27147649     DOI : http://dx.doi.org/10.33795/distilat
Core Subject : Engineering,
Distilat: Jurnal Teknologi Separasi is an Open Access Journal with manuscripts in the form of research articles, literature review, or case reports that have not been accepted for publication or even published in other scientific journals.
Articles 935 Documents
STUDI LITERATUR: POTENSI SINTESIS Na2CO3 MELALUI ABSORBSI CO2 MENGGUNAKAN NaOH PADA GAS HASIL PIROLISIS SAMPAH PLASTIK Faskaria Siburian; Eko Naryono; Cucuk Evi Lusiani
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7362

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu jenis limbah domestik yang jumlahnya terus meningkat dan mendominasi timbulan sampah masyarakat. Namun, pengelolaannya masih belum sebanding dengan laju akumulasinya. Salah satu pendekatan teknologi yang menjanjikan untuk mengolah limbah plastik adalah metode pirolisis, yaitu proses termal yang memecah rantai karbon panjang menjadi senyawa yang lebih sederhana melalui pemanasan tanpa atau dengan sedikit oksigen. Proses ini menghasilkan tiga jenis produk: fraksi padat, cair, dan gas, yang seluruhnya berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif. Namun demikian, fraksi gas hasil pirolisis masih mengandung karbon dioksida (CO₂) yang bersifat sebagai kontaminan, sehingga menurunkan efisiensi energi sekaligus berdampak terhadap lingkungan jika dilepaskan langsung ke atmosfer. Untuk mengatasi hal tersebut, teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) menawarkan solusi dengan memanfaatkan CO₂ sebagai bahan baku dalam sintesis senyawa kimia seperti natrium karbonat (Na₂CO₃), melalui mekanisme absorpsi menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH). Artikel ini disusun berdasarkan studi literatur, yang terdiri dari identifikasi jenis plastik penghasil CO₂ tertinggi, efektivitas katalis dalam meningkatkan fraksi gas hasil pirolisis, dan penentuan kondisi pH dan konsentrasi NaOH yang optimal untuk pembentukan Na₂CO₃. Hasil studi literatur menunjukkan bahwa untuk mengoptimalkan sintesis Na2CO3, dapat dicapai melalui pirolisis plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET) yang menghasilkan fraksi gas lebih banyak, penggunaan katalis ZSM-5 untuk mempercepat degradasi, serta penyerapan CO2 oleh NaOH berkonsentrasi lebih tinggi (pH > 10) dalam jumlah berlebih.
ANALISIS PERHITUNGAN KEBUTUHAN LUAS PERMUKAAN PEMANAS EVAPORATOR PADA STASIUN PENGUAPAN PT PG KREBET BARU II MALANG Naufal Fadhila; Ariani; Cucuk Evi Lusiani; Handhika Yudistira Putra
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7365

Abstract

Evaporator merupakan sebuah perangkat yang sangat krusial dalam proses produksi gula pasir, alat ini digunakan untuk memekatkan nira dengan cara menguapkan kandungan air di dalamnya. Pada PT Krebet Baru II, terdapat lima buah evaporator dengan konfigurasi feed forward dimana media pemanas masuk pada Badan Pemanas pertama bersamaan dengan nira mentah. PT PG Krebet Baru II menggunakan media pemanas berupa uap bekas yang telah digunakan untuk memutar turbin pada proses co-generation. Uap bekas masuk pada Badan Pemanas mengalir pada bagian tube evaporator untuk menukarkan panasnya pada nira sehingga sebagian kandungan air dalam nira akan mengalami penguapan. Uap yang terbentuk pada proses di Badan Pemanas pertama dilakukan proses bleeding untuk digunakan sebagai media pemanas juice heater dan vacuum pan, sisa dari uap yang tidak dilakukan proses bleeding akan dialirkan menuju ke Badan Pemanas berikutnya untuk melanjutkan proses pemekatan nira. Proses ini berlangsung hingga ke Badan Pemanas V dimana uap yang terbentuk akan dikondensasi menggunakan jet condenser. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis  kecukupan luas permukaan Badan Pemanas pada stasiun penguapan  yang terpasang apabila dibandingkan dengan hasil perhitungan secara teoretis pada kapasitas giling 5.800 TCD. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dengan metode trial-error hingga mencapai deviasi relatif kurang dari 5%. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan temuan bahwa untuk kapasitas giling 5.800 TCD, luas permukaan Badan Pemanas terpasang sudah mencukupi untuk memekatkan nira mentah dari 13°Brix menjadi 62°Brix. Luas permukaan total terpasang sebesar 8.550 m2 sudah berada di atas  luas permukaan total teoretis sebesar 7.325 m2 dengan sisa luas permukaan panas tersisa sebesar 1.225 m2.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES PABRIK HIGH FRUCTOSE SYRUP DARI PATI BIJI NANGKA Aliya Cholifah; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7452

Abstract

Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor gula menunjukkan bahwa produksi pemanis dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan alternatif pemanis berbasis bahan baku lokal yang efisien dan berkelanjutan. High Fructose Syrup (HFS) merupakan salah satu alternatif yang berpotensi dikembangkan, namun penentuan kapasitas produksi dan pemilihan proses yang tepat menjadi aspek penting untuk menjamin kelayakan teknis dan ekonomis industri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas produksi serta melakukan seleksi proses pabrik HFS berbasis pati biji nangka. Perhitungan kapasitas produksi dilakukan berdasarkan proyeksi data konsumsi, produksi, impor, dan ekspor, sedangkan seleksi proses dilakukan melalui evaluasi beberapa alternatif metode hidrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas produksi yang layak adalah sekitar 10.000 ton/tahun. Proses hidrolisis enzimatik dan isomerisasi enzimatik dipilih sebagai metode terbaik karena memiliki tingkat konversi tinggi, kondisi operasi yang moderat, serta lebih ramah lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa biji nangka berpotensi sebagai bahan baku lokal dalam pengembangan industri HFS yang berkelanjutan. 
PEMANFAATAN PASIR OTTAWA REJECT DENGAN PENGUJIAN KUAT TEKAN MENGGUNAKAN STANDAR ASTM DAN ISO Aulia Priya Amanda; Ari Susanti
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7455

Abstract

Pasir Ottawa standar banyak digunakan sebagai material acuan dalam pengujian kuat tekan mortar semen karena memiliki kestabilan sifat fisik dan kimia yang tinggi. Namun, ketergantungan terhadap impor pasir tersebut menimbulkan kendala dalam aspek logistik dan biaya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menilai kelayakan teknis dan ekonomis pemanfaatan pasir Ottawa reject sebagai alternatif material dalam pengujian kuat tekan mortar semen. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental kuantitatif antara pasir Ottawa standar dan pasir Ottawa reject pada tujuh jenis semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3, 7, dan 28 hari mengacu pada standar ASTM C109 dan ISO 679, sementara analisis kandungan kimia dilakukan dengan metode X-Ray Fluorescence (XRF). Hasil menunjukkan bahwa pasir Ottawa reject memiliki kadar SiO₂ sebesar 96,14% dan persentase lolos ayakan 600 μm sebesar 96,53%, yang memenuhi kriteria ASTM C778. Nilai kuat tekan mortar yang menggunakan pasir Ottawa reject berada pada kisaran rating 4–5 terhadap nilai assigned value, menunjukkan hasil yang presisi dan dapat diterima. Selain itu, pemanfaatan pasir reject juga berpotensi memberikan efisiensi biaya hingga sekitar Rp 54.000.000. Oleh karena itu, pasir Ottawa reject dinilai layak digunakan sebagai alternatif agregat halus untuk uji kuat tekan mortar secara teknis maupun ekonomis.
PERANCANGAN KONDENSOR STHE PADA TAHAP EVAPORASI PRARANCANGAN PABRIK ASAM SITRAT DARI MOLASE DENGAN KAPASITAS 25000 TON/TAHUN Nadia Chafsoh Faradilla; Zakijah Irfin; Rosita Dwi Chrisnandari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7483

Abstract

Asam sitrat dapat diproduksi melalui fermentasi molase menggunakan Aspergillus niger. Setelah tahap fermentasi, larutan hasil proses akan melalui tahap evaporasi yang menghasilkan uap air dalam jumlah besar. Uap ini perlu dikondensasikan agar tidak terbuang sia-sia dan menjaga kestabilan sistem. Tujuan studi ini adalah menghitung desain kondensor tipe Shell and Tube Heat Exchanger (STHE) pada prarancangan pabrik asam sitrat kapasitas 25.000 ton/tahun. Uap air sebagai fluida panas akan dikondensasikan menggunakan air pendingin. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh kebutuhan luas perpindahan panas sebesar 317 ft². Spesifikasi alat terdiri dari 80 pipa dengan diameter luar 1 in, panjang 6 ft, dan ketebalan BWG 15. Pipa disusun dalam pola pitch segitiga 1¼ in. Shell memiliki diameter dalam 15,25 in dan dilengkapi empat baffle dengan jarak antar baffle 3,81 in. Hasil evaluasi menunjukkan nilai ∆T LMTD sebesar 91,75°F, koefisien perpindahan panas total (Uc) sebesar 97,34 BTU/jam.ft².°F, serta pressure drop masih dalam batas aman. Fouling factor juga menunjukkan nilai yang dapat diterima. Kondensor yang dirancang dinyatakan layak digunakan dan dapat meningkatkan efisiensi energi serta kestabilan operasi evaporasi.
KAJIAN EFISIENSI ISENTROPIK TURBIN UAP PADA PT PLN NUSANTARA POWER UP TANJUNG AWAR-AWAR Hilda Inayah Maulidayanti; Ernia Novika Dewi; Arif Eko Prasetyo
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7535

Abstract

PT. PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar bergerak di bidang pembangkitan listrik dengan memanfaatkan air laut menjadi uap. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) merupakan salah satu sumber utama energi listrik di Indonesia, di mana turbin uap menjadi komponen sentral dalam proses konversi energi panas menjadi energi mekanik. Oleh karena itu, efisiensi turbin menjadi faktor krusial dalam menentukan kinerja keseluruhan pembangkit. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi isentropik turbin uap di PT PLN Nusantara Power UP Tanjung Awar-Awar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan melibatkan perhitungan efisiensi isentropik berdasarkan data operasional aktual turbin, seperti tekanan dan suhu uap masuk serta keluaran pada setiap tingkat turin (tekanan tinggi, menengah, dan rendah), dengan pendekatan siklus Rankine termodinamika dan analisis entalpi-entropi. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa efisiensi isentropik turbin uap di PLTU Tanjung Awar-Awar mencapai 71,15%. Dari Kajian ini dapat disimpulkan bahwa nilai dari efisiensi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor meliputi kondisi operasi turbin (fluktuasi beban), parameter uap (tekanan, suhu uap masuk utama, dan pemanasan ulang), kualitas uap keluar turbin, kevakuman kondensor, kinerja feedwater heater, serta kondisi mekanis turbin. Upaya peningkatan efisiensi dapat dilakukan melalui pemeliharaan rutin, optimalisasi tekanan dan suhu uap, serta penerapan sistem pengendalian kehilangan energi yang lebih baik. Optimasi parameter operasi dan perawatan komponen turbin dapat meningkatkan efisiensi sistem pembangkit listrik, sehingga mendukung keberlanjutan operasional PLTU dan ketahanan energi nasional.
ANALISIS KONSUMSI STEAM MENGGUNAKAN PINCH TECHNOLOGY PADA PROCESS HOUSE DI PABRIK GULA MODJOPANGGOONG Erico Saputra Immanuel; Eko Naryono; Rizki Dwi Nanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7554

Abstract

Pemakaian steam (uap panas) pada industri gula relatif besar, khususnya pada unit process house yang terdiri dari proses pemurnian, penguapan, kristalisasi, dan puteran. Pemakaian steam yang berlebihan menyebabkan inefisiensi energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsumsi steam di PG Modjopanggoong dengan metode pinch technology untuk meningkatkan efisiensi energi. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap yaitu pengumpulan data dari unit process house, perhitungan, dan analisis data. Pengumpulan data meliputi suhu, kapasitas aliran bahan, dan perhitungan entalpi dari aliran panas dan dingin. Data dianalisis menggunakan pendekatan composite curve untuk menentukan pinch point dan kebutuhan minimum energi (Qmin). Penerapan pinch technology efektif untuk mengidentifikasi kondisi optimum penggunaan energi panas, layak diterapkan untuk teknik evaluasi peningkatan efisiensi energi di pabrik gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pinch point berada pada suhu 115°C, dengan nilai heat recovery mencapai 72,714 MW dari potensi maksimum 75,211 MW. Kebutuhan utilitas pemanas eksternal sebesar 0 MW, dan kebutuhan utilitas pendingin minimum sebesar 2,497 MW. Nilai Steam on Cane (SOC) sebesar 43% menunjukkan bahwa konsumsi steam berada di bawah ambang batas efisiensi industri, yang menandakan efisiensi energi yang baik tanpa kebutuhan bahan bakar tambahan selain bagasse.
ANALISIS EFISIENSI TERMAL BOILER A DAN B MENGGUNAKAN METODE LANGSUNG DI PGT REJOWINANGUN Izzatul Aulia Azahra; Mufid Mufid; Andik Iswarayudha
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7661

Abstract

Boiler merupakan salah satu komponen penting dalam sistem utilitas industri karena berfungsi menghasilkan uap untuk keperluan proses produksi. Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Rejowinangun memiliki dua unit boiler, yaitu Boiler A berbahan bakar CNG dan Boiler B berbahan bakar MFO. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kedua boiler dengan menghitung efisiensinya menggunakan metode langsung. Metode ini membandingkan antara energi panas yang dibawa oleh uap hasil pembakaran dengan energi yang diberikan oleh bahan bakar. Variabel yang diamati meliputi suhu dan tekanan uap, debit bahan bakar, serta nilai kalor bahan bakar (Gross Calorific Value). Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi Boiler A mencapai 81,58%, sedangkan Boiler B memiliki efisiensi sebesar 79,62%. Efisiensi Boiler A lebih tinggi dibandingkan Boiler B karena bahan bakar CNG memiliki karakteristik pembakaran yang lebih bersih dan efisien. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan CNG sebagai bahan bakar pada Boiler A memberikan kinerja yang lebih optimal dalam hal efisiensi energi dibandingkan dengan penggunaan MFO pada Boiler B. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam upaya optimalisasi sistem energi pada industri pengolahan hasil hutan.
PENGARUH VARIASI DOSIS PAC TERHADAP PENURUNAN KADAR TSS DAN TURBIDITY PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR PABRIK GULA SECARA KOAGULASI DAN FLOKULASI Hani Dwi Setyowinanti; Luchis Rubianto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7977

Abstract

Pelepasan limbah cair industri gula secara langsung ke lingkungan tanpa pengolahan yang memadai dapat menyebabkan dampak kerusakan yang cukup serius. Metode koagulasi flokulasi sering digunakan untuk mengatasi masalah ini, dan dosis koagulan yang tepat sangat penting dalam efisiensi prosesnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana berbagai dosis dari Poly Aluminium Chloride (PAC) memengaruhi pengurangan nilai total suspended solid (TSS) dan kekeruhan (turbidity) pada limbah cair tersebut, serta menemukan dosis PAC yang paling efektif sebagai alternatif pengganti koagulan ACME Chemical Z1393. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan eksperimen dalam skala laboratorium menggunakan jar test kit dengan variabel utama yang diuji adalah dosis PAC yaitu mulai dari 1000 ppm hingga 8000 ppm. Sampel limbah cair yang digunakan diambil dari kolam adjustment pond salah satu pabrik gula di Indonesia. Proses koagulasi flokulasi meliputi pengadukan cepat (120 rpm selama 15 menit), pengadukan lambat (30 rpm selama 5 menit), serta proses pengendapan selama 30 menit sebelum dilakukan analisis turbidity dan TSS. Peningkatan dosis PAC dalam penelitian ini secara signifikan menurunkan kadar turbidity dan TSS pada limbah cair dengan efisiensi tertinggi pada dosis 8000 ppm, yaitu 85,17% untuk turbidity dan 81,72% untuk TSS. Dibandingkan dengan koagulan ACME Chemical Z1393 yang memiliki efisiensi penurunan turbidity sebesar 84,80% dan TSS sebesar 76,53%, PAC pada dosis 8000 ppm tersebut dapat digunakan sebagai alternatif pengganti yang lebih efektif dari koagulan ACME Chemical Z1393 namun perlu adanya pertimbangan dari aspek ekonomi karena dosis PAC yang tinggi dapat meningkatkan biaya operasional.
ANALISIS KEBUTUHAN LUAS PERMUKAAN PEMANAS QUADRUPLE EFFECT EVAPORATOR PADA STASIUN PENGUAPAN PABRIK GULA MODJOPANGGOONG TULUNGAGUNG Moh Raffi Erina Mauludian; Arief Rahmatulloh; Rizki Dwi Nanto
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 2 (2026): June 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i2.7979

Abstract

Proses evaporasi merupakan salah satu tahap penting dalam industri pengolahan gula, di mana efisiensi energi menjadi faktor penentu utama keberhasilan operasional. PG Modjopanggoong Tulungagung menerapkan sistem Quadruple effect evaporator untuk meningkatkan efisiensi termal dan menurunkan konsumsi energi. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kebutuhan luas permukaan pemanas pada masing-masing efek evaporator dan mengevaluasi kesesuaian antara hasil perhitungan dengan data aktual di lapangan. Metode pengolahan data dilakukan dengan pendekatan neraca massa, neraca energi, serta perhitungan koefisien perpindahan panas secara teoritis. Hasil menunjukkan bahwa kebutuhan luas permukaan pemanas untuk masing-masing efek adalah A1 sebesar 629,06 m², A2 sebesar 614,20 m², A3 sebesar 672,57 m², dan A4 sebesar 572,19 m², yang seluruhnya masih berada dalam batas spesifikasi peralatan pabrik. Nilai steam economy sebesar 3,93 menunjukkan efisiensi yang baik. Penelitian ini dapat menjadi dasar evaluasi dan perawatan sistem evaporator secara berkala untuk menjamin performa optimal.

Filter by Year

2019 2026