cover
Contact Name
Muhammad Shidiq
Contact Email
shidiqmuhammad17393@gmail.com
Phone
+6281222979930
Journal Mail Official
jurnalatrat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Buah Batu No.212, Cijagra, Kec. Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, kode pos: 40265
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Atrat: Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23391642     EISSN : 27227200     DOI : http://dx.doi.org/10.26742
Atrat is a Journal of Visual Arts containing scientific papers which includes Fine Art and Design, publisher by Jurusan Seni Rupa STSI Bandung (p-ISSN 2339-1642 & e-issn 2722-7200). Jurnal Atrat also embodies the results of various forms of scientific research as well as the creation of artworks, which can become new knowledge published in scientific articles, so it is worthy to be read and understood by readers. Atrat aims to give land to Artists, Designers, Art Students, Teachers/ Lecturers, and Fine Arts Society to exchange insights.
Articles 404 Documents
PENGGAMBARAN EKSPRESI PANTAI TANJUNG TINGGI MELALUI PERANCANGAN MOTIF Astridia Priska Adissa; Aldi Hendrawan
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v5i3.342

Abstract

Beach is one of the favorite tourist destinations in Indonesia because Indonesia has a variety of coastal areas that can be explored. Based on TripAdvisor, Tanjung Tinggi beach, located in Bangka Belitung archipelago, is among 2016’s top ten beaches in Indonesia. The beach has the potential beauty and numerous natural forms. It is a prospective popular destination that has not been widely recognized by the public. Its potential is used as inspiration in the design of textile craft by exploring the diversity of its natural form. This research uses qualitative and experimental approaches by observing the phenomenon and collecting data through studying related sources as writing references. Then experiment is done by exploring motif design inspired by Tanjung Tinggi beach. The result of this research is motif design that expresses the beauty and diversity of natural forms of Tanjung Tinggi beach. Keywords: Variety Forms, Motif, Tanjung Tinggi Beach, Potential, Marine Tourism___________________________________________________________ Pantai merupakan salah satu tujuan wisata yang diminati di Indonesia sebab Indonesia memiliki beragam pesisir yang dapat dijelajahi. Berdasarkan TripAdvisor Indonesia, diperoleh data yakni Wisata Terbaik tahun 2016 dipilih oleh Jutaan Wisatawan dengan kategori pantai ada sepuluh pantai, salah satunya adalah pantai Tanjung Tinggi yang terletak di Kepulauan Bangka Belitung. Pantai tersebut memiliki potensi keindahan dan keragaman bentuk alam dan berpotensi menjadi destinasi populer, namun belum banyak dikenali oleh masyarakat. Potensi tersebut dijadikan inspirasi dalam perancangan karya di bidang kriya tekstil dengan mengeskplorasi keragaman bentuk alamnya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dan eksperimen, yakni dengan observasi yaitu mengamati fenomena yang terjadi serta mengumpulkan data dengan mempelajari sumber-sumber yang berkaitan untuk dijadikan sebagai acuan penulisan, kemudian dilakukan eksperimen yakni eksplorasi perancangan motif dengan inspirasi dari pantai Tanjung Tinggi. Hasil penelitian ini adalah rancangan motif yang mengekspresikan keindahan dan keragaman bentuk alam pantai Tanjung Tinggi.Kata Kunci: Keragaman Bentuk, Motif, Pantai Tanjung Tinggi, Potensi, Wisata Bahari
PENYIKAPAN ARSITEKTUR TROPIS DALAM MEMPERTAHANKAN LOKALITAS ARSITEKTUR KOLONIAL YANG BERALIH FUNGSI MENJADI KEDAI KOPI Muhammad Fikrissalim; Setiamurti Rahardjo; Dea Aulia Widyaevan; Ivan Joshua
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v7i2.934

Abstract

The increasing number of coffee shops in Bandung is an impact of today’s lifestyle of youth.Entrepreneurs see their lifestyle as business opportunities. As its consequences, many former residential buildings in colonial era have shifted into coffee shops. The competition is so tight that each coffeeshop tried every way possible to attract the customers, especially by offering a pleasant atmosphere through modern-style interior design favored by the youth. Such exploration of style in architectural design may become a threat to the city’s local identity, especially to heritage buildings. Therefore, the study of applying local identity in  typology of houses that had been transformed into coffeeshops is urgently required to preserve local values. It uses qualitative method through purposive sampling on two popular coffeeshops in Bandung, namely Mimiti Coffee and Space and One Eighty Coffee and Music. The result shows that the conversion of coffeeshops in Bandung still follow the latest style by applying tropical architecture that helps to preserve local identity in the contemporary design era.Keywords: Local Identity, Colonial Architecture, Design Approach, Coffeeshop Design________________________________________________________________ Pertumbuhan kedai kopi di Bandung meningkat pesat sebagai dampak dari gaya hidup generasi muda masa kini. Hal ini dibaca sebagai peluang bisnis yang membuat bangunan rumah tinggal peninggalan era kolonalisme beralih fungsi menjadi kedai kopi. Dengan tingkat persaingan yang tinggi, setiap kedai kopi berupaya sedemikian rupa untuk menarik minat pasar terutama dengan menyodorkan pengalaman ruang yang menarik melalui desain ruang dengan gaya terkini yang digemari anak muda. Pembaharuan gaya ini dapat mengancam identitas lokal yang ada terutama jika bangunan yang digunakan merupakan bangunan peninggalan sejarah. Dengan demikian, ulasan mengenai penerapan identitas lokal pada tipologi rumah tinggal yang telah beralih fungsi menjadi kedai kopi di era kontemporer menjadi sesuatu yang penting dibahas demi upaya pelestarian nilai lokalitas. Jurnal ini bersifat kualitatif melalui puposive sampling pada dua kedai kopi populer di Bandung, yakni Mimiti Coffee and Space dan One Eighty Coffee and Music. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedai kopi alih fungsi yang populer di Bandung tetap mengikuti gaya terkini dengan melakukan penerapan arsitektur tropis yang mampu membantu melestarikan identitas lokal di era desain kontemporer ini.Kata Kunci: Indentitas Lokal, Arsitektur Kolonial, Pendekatan Desain, Desain Kedai Kopi
REPRESENTASI ISLAM: PAMERAN SENI RUPA ISLAM INDONESIA KONTEMPORER “BAYANG” Zaenudin Ramli
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v5i1.359

Abstract

In this paper the writer explores the capacity of Islamic identity and ummah to promote cross cultural understanding through displays of Islamic art and culture. The exhibition of contemporary Indonesian Islamic art entitled "Bayang", held by ITB alumni and INISAF Foundation at Galeri Nasional, 27 July-14 August 2011, was curated by Rizki A. Zaelani and A. Rikrik Kusmara. In the exhibition, there were more than 200 works in the form of two-dimensional works, three-dimensional works, installation or artworks done through digital technology. They represent the faces of contemporary Islamic art in Indonesia. Islam is the human belief system that keeps relevant life from past to present. The development of Islamic art today can be understood in the context of a culture change that is getting more visual. Keywords: Contemporary Islamic Art, Islamic Identitiy, Visual Culture________________________________________________________________Dalam tulisan ini saya mengeksplorasi kapasitas identitas Islam dan ummah untuk mempromosikan pemahaman lintas budaya melalui pertunjukkan seni dan budaya Islam. Pameran seni rupa Islam Indonesia kontemporer bertajuk “Bayang”, yang diselenggarakan alumni ITB dan Yayasan INISAF di Galeri Nasional, 27 Juli-14 Agustus 2011, dikuratori Rizki A. Zaelani dan A. Rikrik Kusmara. Dalam pameran digelar sebanyak lebih dari 200 karya berupa karya dua dimensi, tiga dimensi, instalasi ataupun karya yang dikerjakan melalui teknologi digital. Mereka mewakili wajah-wajah seni rupa Islam kontemporer yang ada di Indonesia. Islam adalah sistem kepercayaan manusia yang menjaga kehidupan yang relevan dari masa lalu sampai sekarang. Perkembangan seni rupa Islam saat ini dapat dipahami dalam konteks perubahan budaya yang semakin visual.Kata Kunci: Seni Rupa Islam Kontemporer, Identitas Islam, Budaya Visual
“TOLAK BALA”: REPRESENTASI BEROKAN SEBAGAI GAGASAN KARYA SENI GAMBAR Hartono Hartono; Supriatna Supriatna; Nandang Gumelar
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v8i1.1196

Abstract

In this final assignment, the writer brings up the art in the Indramayu region since the myths and values contained in the art aroused the writer’s interest to present the Berokan art in a drawing. From the studies, the writer has learned that Berokan is considered a medium to ward off misfortune. Strong beliefs held by Indramayu community in the power governing the world have encouraged them to create a kind of art that is not only entertaining, but also spiritual which functions as an intermediary between men and God to convey men’s prayer for protection from calamities, illnes, and disasters. Therefore, in this work which departed from the meaning of “ward off misfortunes”, the writer aims to include and communicate that meaning through the drawing by elaborating symbols, colors, contrasts between light and dark, and composition.Keywords: Berokan, Warding off misfortune, Drawing, Symbols________________________________________________________________ Pada pengkaryaan tugas akhir kali ini penulis mengangkat tentang kesenian yang ada di daerah Indramayu, mitos dan juga nila-nilai yang terkandung dalam kesenian ini menggugah minat penulis untuk mengangkat kesenian Berokan kedalam karya drawing. Dari apa yang sudah penulis dapat tentang Berokan, yang mana Berokan dianggap sebagai media penolak bala. Keyakinan masyarakat di Indramayu yang kuat terhadap kekuatan yang mengatur dunia membuat mereka menciptakan suatu kesenian yang tak hanya sebagai kesenian hiburan semata, kesenian sebagai perantara doa kepada yang Maha Kuasa agar dihindarkan dari segala macam musibah, penyakit, bencana. Oleh karena itu pada pengkaryaan ini berangkat dari makna “tolak bala” tersebut penulis mencoba memasukan dan mengkomunikasikan makna itu melalui media karya drawing dengan simbol-simbol, warna, gelap terang, komposisi.Kata Kunci: Berokan, Tolak Bala, Drawing, Simbol
INTERNALISASI NILAI KETELADANAN PADA ANAK MELALUI BUKU CERITA BERGAMBAR Nia Emilda
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v3i3.375

Abstract

Children are subjects of education who still depend on other people. Therefore, adults’ attempts to educate children to choose right from wrong are needed. There are many methods that can be used to educate children, among them is to instill positive values in children through picture-storybooks. The study of children’s internalization of positive values through picture-storybooks is carried out by using content analysis method, that is analyzing picture-storybooks full of positive values. This study elaborates positive values, children’s characteristics, and picture-storybooks that can be used as media to instill positive values in children. To support the process of children’s internalization of positive values through picture-storybooks, parents or educators must be selective in choosing the appropriate books because not all picture story books can be used as educational media for children. By doing so, children are expected to be able to adopt positive behaviors and practice them in their daily life.Keywords: Positive Values, Children, Picture-Storybooks___________________________________________________________________Anak merupakan subyek pendidikan yang masih bergantung kepada orang lain, untuk itu diperlukan upaya yang dilakukan oleh orang dewasa untuk mendidik anak ke arah yang lebih baik. Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk mendidik anak, salah satunya ialah dengan menginternalisasikan nilai keteladanan pada anak melalui buku cerita bergambar. Pembahasan mengenai internalisasi nilai keteladanan pada anak melalui cerita bergambar ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis isi, yaitu dengan menganalisis buku cerita bergambar yang sarat dengan nilai-nilai keteladanan. Kajian ini memuat penjelasan tentang keteladanan, hakikat anak, serta penjelasan mengenai buku cerita bergambar yang dapat dijadikan sebagai media internalisasi nilai keteladanan pada anak. Proses internalisasi keteladanan melalui buku cerita bergambar menuntut orangtua atau pendidik bisa memilih buku cerita bergambar yang sarat nilai, karena tidak semua buku cerita bergambar bisa dijadikan sebagai media pendidikan bagi anak. Dengan upaya yang dilakukan orangtua dan pendidik dalam memfasilitasi buku cerita bergambar yang sarat nilai diharapkan anak bisa meneladani pola laku yang baik dan bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Keteladanan, Anak, Buku Cerita Bergambar
SPORA ONCOM MERAH (NEUROSPORA SITOPHILA) DAN ONCOM HITAM (RHIZOPUS OLIGOSPORUS) SEBAGAI BENTUK DASAR EKSPLORASI MOTIF BATIK LANGGAM INDRAMAYU Didik Desanto
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v1i3.391

Abstract

Red oncom and black oncom are West Java traditional fermente food products. These are fermentation products by mold named neurospora sitophila dan rhizopus oligosporus. Both species of mold are visually exotic when viewed under a microscope. The lines in neurospora sitophila look like decorative background in a motif. Tendrils-like sporangiophore and flower-like sporangium in rhizopus oligosporus are similar to elements usually found in ornament. Applying these two microorganisms to elements of batik is an effort to create something new that can enrich the treasury of Indramayu batik motifs. Indramayu batik motif style is used as a rhythmic stylization medium because it is more dynamic and open to foreign influence than batik motifs from other regions.Keywords: Oncom, West Java, Batik Style, Indramayu________________________________________________________________Oncom Merah dan oncom hitam adalah makanan olahan khas Jawa Barat. Makanan ini adalah produk fermentasi yang dilakukan oleh sejenis kapang. Kapang tersebut dalam biological name disebut neurospora sitophila dan rhizopus oligosporus. Kedua jamur tersebut punya daya tarik eksotik jika dilihat melalui miskroskop, guratan-guratan dalam spora neurospora sitophila mirip isen-isen pengisi dalam sebuah motif. Sporangiophore yang mirip sulur-suluran, serta sporangium mirip bunga-bungaan yang ada pada rhizopus oligosporus mempunyai kemiripan sering kita dijumpai dalam unsur-unsur ornamen. Pengaplikasian kedua jasad renik ke dalam unsur batik merupakan salah satu usaha kreasi untuk menciptakan sesuatu yang baru dengan demikian akan memperkaya khazanah motif batik Indramayu dari beragam motif batik yang sudah ada. Penggunaan langgam batik Indramayu dimaksudkan sebagai wadah stilisasi ritmik. Ini dimungkinkan batik Indramayu lebih dinamis dan terbuka dalam menerima pengaruh (open Influence) di banding dengan motif batik dari daerah lain.Kata Kunci: Oncom, Jawa Barat, Langgam Batik, Indramayu
PAMALI DALAM KEBUDAYAAN MASYARAKAT ADAT SUNDA Ai Juju Rohaeni; Wanda Listiani
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v1i2.407

Abstract

Pamali sebagai salah satu sistem pengetahuan masyarakat adat Sunda. Pamali masih dipertahankan dalam kebudayaan masyarakat adat Sunda. Masyarakat adat adalah masyarakat yang masih menyandarkan tatanan kehidupannya pada tradisi atau adat-istiadat yang telah berlangsung turun temurun atau diwariskan dari generasi ke generasi selanjutnya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 9 kampung adat Sunda yang masih mempertahankan pamali secara turun temurun.Kata Kunci: Pamali, Kebudayaan Sunda, Masyarakat Adat
PERANCANGAN BATIK TERINSPIRASI OLEH KISAH KETHEK OGLENG Briliana, Nadia; Herdiana, Wyna; Waluyo, Prayogo Widyastoto
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v8i3.1600

Abstract

PERANCANGAN ARTISTIK PANGGUNG PERTUNJUKAN TEATER NASKAH “MUSUH MASYARAKAT” KARYA HENRIK IBSEN Kurniawan, Fajar; Sriwardani, Nani; Emilda, Nia
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i1.1664

Abstract

The artistic design of the stage that uses the script of the enemy of society as a reference has a common thread that helps in the visualization process, namely: the setting of the place and the atmosphere of the script story is in the 1810-1954 era which is the Victorian era, this era is famous for its luxurious atmosphere because it focuses on the aesthetics of the shape in the building , fashion and space layout. This era also has a characteristic form of ornament, non-flat shape and tassels that symbolize luxury. This stage artistic design method is carried out through 3 processes: design, visualization and presentation. This stage artistic design has a purpose: adapting stage arts in free interpretation, creating an impression of symbolic interpretation in stage visuals and properties and giving new references in stage artistic design.The results of the artistic design of the theater stage for the enemy of society's script are presented in the form of a multilevel stage and supporting properties that add to the symbolic impression and can add to the vocabulary in the field of stage layout. Keywords: Manuscript, Victorian Era, Luxury, Symbolic, Performance Stage.------------------------------------------------------------------------------------------Perancangan artistik panggung yang menggunakan naskah musuh masyarakat sebagai acuan memiliki benang merah yang membantu dalam proses visualisasi yaitu : latar tempat dan suasana cerita naskah terdapat diera 1810-1954 yang merupakan era Victoria, era ini terkenal dengan suasana mewahnya karena menitik utamakan kepada estetik bentuk dalam bangunan, fashion dan tata letak ruang. Era ini juga memiliki ciri khas yang berupa ornament, bentuk yang tidak flat dan rumbai-rumbai yang menyimbolkan kemewahan. Metode perancangan artistik panggung ini dilakukan melalui 3 proses: perancangan, visualisasi dan penyajian. Perancangan artsitik panggung ini memiliki tujuan : pengadaptasian artsitik panggung dalam tafsir bebas, menimbulkan kesan tafsir simbolis dalam visual panggung dan property dan memberi referensi baru dalam perancangan artistik panggung.  Hasil perancangan artistic panggung teater naskah musuh masyarakat ini disajikan dalam bentuk panggung bertingkat dan property pendukung yang menambah kesan simbolis dan dapat menambah perbendaharaan dibidang tata pentas. Kata kunci: Naskah, Era Victoria, Mewah, Simbolis, Tata Pentas. 
PERANCANGAN BONEKA KAYU KARAKTER PAKAIAN ADAT TRADISIONAL JAWA BARAT Adenin, Sarah Diliani; Desanto, Didik; Rohaeni, Ai Juju
ATRAT: Jurnal Seni Rupa Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI
Publisher : Jurusan Seni Rupa ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/atrat.v9i1.1659

Abstract

The idea of making Wooden Dolls Characters of Traditional West Java Traditional Clothing originated from the desire to develop souvenirs typical of West Java which is currently lacking in terms of innovation and in terms of product form development. The process of the creation method will go through several stages which include: 1) interview, 2) design making, 3) sketching, 4) realization. In the data collection method used in the design of this final project, a literature study was carried out by collecting data about existing similar products from reference books, journals, internet. The main medium of this work is the manufacture of wooden dolls with characters from traditional West Javanese clothes designed for souvenirs typical of West Java. The manufacturing process is carried out through the exploration of patterns, shapes, techniques, and materials. This final work still requires a thorough trial and exploration of various factors that must be considered in the design of this wooden doll. Keywords: Wooden Doll, West Java Traditional Traditional Clothes------------------------------------------------------------------------------------------Gagasan membuat Boneka Kayu Karakter Pakaian Adat Tradisional Jawa Barat berawal dari keinginan mengembangkan produk cendramata khas Jawa Barat yang saat ini kurang dalam segi inovasi dan dalam segi pengembangan bentuk produknya. Proses metode pengkaryaan akan melalui beberapa tahap yang meliputi: 1) wawancara, 2) membuat desain, 3) membuat sketsa, 4) realisasi. Dalam metode penelusuran data yang digunakan dalam perancangan tugas akhir ini adalah Studi literatur dilakukan dengan pengambilan data mengenai produk sejenis yang sudah ada sebelumnya baik yang bersumber dari buku acuan, jurnal, internet. Media utama karya ini berupa pembuatan boneka kayu karakter pakaian adat tradisional Jawa Barat yang dirancang untuk produk cendramata khas Jawa Barat. Proses pembuatan dikerjakan melalui eskplorasi pola, bentuk, teknik, dan bahan. Karya akhir ini masih memerlukan uji coba dan eksplorasi secara menyeluruh terkait berbagai faktor yang harus diperhatikan dalam perancangan boneka kayu ini. Kata Kunci: Boneka Kayu, Pakaian Adat Tradisional Jawa Barat

Page 11 of 41 | Total Record : 404


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): PERANAN SENI TRADISI DALAM PERKEMBANGAN KARYA VISUAL Vol 13 No 1 (2025): INOVASI DAN KREATIVITAS DALAM KARYA DESAIN Vol 12 No 2 (2024): KREATIVITAS DAN INOVASI SENI VISUAL DALAM KARYA DESAIN Vol 12, No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 12 No 1 (2024): TRADISI KARYA RUPA DESAIN Vol 11, No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 3 (2023): KARYA RUPA DALAM BINGKAI TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11, No 2 (2023): KARAKTERISTIK RUPA DALAM TRADISI DAN BUDAYA Vol 11 No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 11, No 1 (2023): INOVASI DAN APLIKASI PADA KARYA VISUAL Vol 10, No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 3 (2022): EKSISTENSI SENI DAN BUDAYA DALAM INTERPRETASI VISUAL Vol 10 No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10, No 2 (2022): ESTETIKA DALAM MAKNA, MEDIA, DAN TEKNIK VISUAL Vol 10 No 1 (2022): MEDIA PENERAPAN KARYA RUPA DALAM TEKNIK DAN TEKNOLOGI Vol 10, No 1 (2022): TEKNIK DAN TEKNOLOGI MEDIA KARYA VISUAL Vol 9, No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9 No 3 (2021): EKSPLORASI DAN IMPLEMENTASI POTENSI RUPA Vol 9, No 2 (2021): VISUAL ARTISTIK DALAM TEKNIK DAN POLA RUPA Vol 9, No 1 (2021): KARYA RUPA DALAM PERSPEKTIF MAKNA, FUNGSI, DAN IMPLEMENTASI Vol 8, No 3 (2020): MOTIF, MAKNA, DAN MEDIA DALAM TEKNIK KARYA RUPA Vol 8, No 2 (2020): ANALISIS MAKNA KARYA VISUAL DALAM SENI PUBLIK Vol 8, No 1 (2020): REPRESENTASI, PARTISIPASI, DAN GERAKAN SENI Vol 7, No 3 (2019): IMPLEMENTASI IDENTITAS BUDAYA LOKAL Vol 7, No 2 (2019): POTENSI TRADISI DALAM BUDAYA KONTEMPORER Vol 7, No 1 (2019): IDENTITAS BUDAYA VISUAL: APRESIASI DAN EKSPLORASI Vol 6, No 3 (2018): IMPLEMENTASI MEDIA DAN TEKNIK DALAM KARYA RUPA Vol 6, No 2 (2018): REFLEKSI TRADISI DALAM ESTETIKA RUPA Vol 6, No 1 (2018): APLIKASI, STRATEGI, DAN ORIENTASI SENI DALAM RUPA, MEDIA, DAN WACANA Vol 5, No 3 (2017): EKSPLORASI RAGAM HIAS DAN BUSANA KONTEMPORER Vol 5, No 1 (2017): EKSPLORASI SENI DALAM PANGGUNG DAN RUPA Vol 4, No 3 (2016): KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI VISUAL Vol 3, No 3 (2015): DIALEKTIKA RUPA DALAM KEBUDAYAAN KONTEMPORER Vol 3, No 1 (2015): REALITAS TRADISI DALAM PERSEPSI VISUAL Vol 1, No 3 (2013): REPRESENTASI POTENSI DAN ESTETIKA SENI RUPA Vol 1, No 2 (2013): JERAT TRADISI DALAM KONTEMPORER Vol 1, No 1 (2013): MEDIA DALAM BUDAYA RUPA More Issue