cover
Contact Name
Nurul Huda
Contact Email
edulab@uin-suka.ac.id
Phone
+628562635571
Journal Mail Official
edulab@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Jl. Laksda Adisucipto, Papringan, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 25277200     DOI : https://doi.org/10.14421/edulab.2020.51-01
Core Subject : Education,
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan e-ISSN: 2527-7200 adalah majalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Pranata Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga. Majalah Ilmiah Edu Lab terbit setiap bulan Juni dan Desember setiap tahun. Majalah Ilmiah Edu Lab mengkhususkan diri pada pengkajian Pengembangan dan Pengelolaan Laboratorium.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2024)" : 10 Documents clear
Analysis of Item Difficulty Levels and Differentiating Power of TOAFL Questions at KH. Abdul Wahab Hasbullah University Jombang: Analisis Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda Butir Soal TOAFL di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang Bustanil Ilmi Agustin; Rikha Ikke Nuriani; Nur Qurrotaa’yun; Baihaqi
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.01

Abstract

Purpose – This study aims to evaluate the quality of the Test of Arabic Foreign Language (TOAFL) items administered at KH. Abdul Wahab Hasbullah University (UNWAHA), Jombang. Since the onset of the COVID-19 pandemic, the standard for TOAFL questions has been lowered, making them easier. Therefore, it is necessary to analyze the item difficulty levels and differentiating power to assess the test's quality Design/methods/approach – This study employed a quantitative descriptive method. Data were obtained from the results of TOAFL Package A, administered to 20 UNWAHA students in 2024. Data collection was conducted through documentation and analyzed using ANATES software. Findings – The findings revealed that among 140 questions, the level of difficulty of UNWAHA TOAFL items was considered good because it had a balanced proportion, namely 13 items (9.3%) easy category, 83 items (59.3%) moderate category and 44 items (31.5%) difficult category. The differentiating power of the test questions is also said to be good (56.4%) because more than 50% of the questions are able to distinguish between upper and lower group students. Only a small proportion had less (12.8%) and negatif (14.3%) differentiating power. Based on these results, the questions can be reused in future test. Research implications/limitations – This research can provide important input for the TOAFL question-compiling team to improve the quality of questions for the better. However, this reaearch is limited to one question package only Originality/value – This research discusses all language skills on the TOAFL test, which is tested on students from various majors and then analyzed using software. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas butir soal Test of Arabic Foreign Language (TOAFL) yang diselenggarakan di Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah (UNWAHA), Jombang. Sejak awal pandemi COVID-19, standar soal TOAFL diturunkan sehingga menjadi lebih mudah. Oleh karena itu, analisis tingkat kesulitan butir soal dan daya pembeda perlu dilakukan untuk menilai kualitas tes tersebut. Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh dari hasil TOAFL Paket A yang diberikan kepada 20 mahasiswa UNWAHA pada tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan dianalisis menggunakan perangkat lunak ANATES. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 140 soal, tingkat kesulitan butir soal TOAFL UNWAHA dinilai baik karena memiliki proporsi yang seimbang, yaitu 13 soal (9,3%) dalam kategori mudah, 83 soal (59,3%) dalam kategori sedang, dan 44 soal (31,5%) dalam kategori sulit. Daya pembeda soal tes juga dianggap baik (56,4%) karena lebih dari 50% soal mampu membedakan antara kelompok mahasiswa atas dan bawah. Hanya sebagian kecil soal yang memiliki daya pembeda kurang (12,8%) dan negatif (14,3%). Berdasarkan hasil ini, soal-soal tersebut dapat digunakan kembali pada tes di masa depan. Implikasi/batasan penelitian – Penelitian ini dapat memberikan masukan penting bagi tim penyusun soal TOAFL untuk meningkatkan kualitas soal menjadi lebih baik. Namun, penelitian ini terbatas pada satu paket soal saja. Orisinalitas/nilai – Penelitian ini membahas semua keterampilan bahasa dalam tes TOAFL yang diujikan pada mahasiswa dari berbagai jurusan, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak.
The Impact of Camtasia-Based Learning Videos on Vocabulary Mastery in Eighth-Grade MTsN 1 Padang Pariaman: Pengaruh Video Pembelajaran Berbasis Camtasia terhadap Penguasaan Mufradat di Kelas VIII MTsN 1 Padang Pariaman Yulva Maya Padilah; Amin Harahap; Haerani Kadar; Raudhatunnur
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.03

Abstract

Purpose – This research aims to determine the impact of Camtasia-based learning videos on vocabulary mastery among eighth-grade students at MTsN 1 Padang Pariaman Design/methods/approach – This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental design and a Non-Equivalent Control Group Design. The population consisted of 168 eighth-grade students from MTsN 1 Padang Pariaman, with a sample of 56 students selected non-randomly. Class VIII.6 (28 students) was the experimental group, while Class VIII.5 (28 students) was the control group. Data were collected through pre-tests, post-tests, observations, and documentation. Analysis included descriptive statistics, normality testing (Shapiro-Wilk), and homogeneity testing (Levene’s test). A paired-sample t-test in SPSS version 29 was used to assess the significance of vocabulary mastery differences. Findings – Findings show significant improvement in the experimental group's vocabulary mastery, with pre-test scores averaging 60.178 and post-test scores increasing to 83.035. The t-test analysis revealed a calculated "T" value of 13.487, exceeding the table "T" value of 1.70329, with a Sig. (2-tailed) result of 0.00, confirming statistical significance. These results indicate a substantial positive effect of Camtasia-based learning videos on students' vocabulary mastery. Research implications/limitations – The research's implications suggest the potential of such technological approaches in enhancing language education outcomes. Limitations include the focus on a single grade level and institution. Future research could explore long-term vocabulary retention and application to other language skills. Originality/value – This research contributes to technology-assisted language learning by providing empirical evidence on the effectiveness of Camtasia-based videos for vocabulary mastery. It offers insights for educators and curriculum developers in language education, potentially informing local educational strategies and broader technological applications in language learning. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh video pembelajaran berbasis Camtasia terhadap penguasaan kosakata siswa kelas VIII di MTsN 1 Padang Pariaman. Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen dan Non-Equivalent Control Group Design. Populasi terdiri dari 168 siswa kelas VIII di MTsN 1 Padang Pariaman, dengan sampel sebanyak 56 siswa yang dipilih secara non-acak. Kelas VIII.6 (28 siswa) menjadi kelompok eksperimen, sedangkan Kelas VIII.5 (28 siswa) menjadi kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas (Shapiro-Wilk), dan uji homogenitas (Levene's test). Uji t sampel berpasangan pada SPSS versi 29 digunakan untuk mengukur signifikansi perbedaan penguasaan kosakata. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata kelompok eksperimen, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 60,178 dan meningkat menjadi 83,035 pada post-test. Analisis uji t mengungkapkan nilai "T" hitung sebesar 13,487, melebihi nilai "T" tabel sebesar 1,70329, dengan hasil Sig. (2-tailed) sebesar 0,00, yang mengonfirmasi signifikansi statistik. Hasil ini menunjukkan dampak positif yang substansial dari video pembelajaran berbasis Camtasia terhadap penguasaan kosakata siswa. Implikasi/batasan penelitian – Implikasi penelitian ini menunjukkan potensi pendekatan berbasis teknologi dalam meningkatkan hasil pembelajaran bahasa. Keterbatasan penelitian meliputi fokus pada satu tingkat kelas dan institusi. Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi retensi kosakata jangka panjang dan penerapannya pada keterampilan bahasa lainnya. Orisinalitas/nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi pada pembelajaran bahasa berbantuan teknologi dengan menyediakan bukti empiris tentang efektivitas video berbasis Camtasia untuk penguasaan kosakata. Penelitian ini menawarkan wawasan bagi pendidik dan pengembang kurikulum dalam pendidikan bahasa, serta berpotensi menginformasikan strategi pendidikan lokal dan aplikasi teknologi yang lebih luas dalam pembelajaran bahasa.
Development of Android-Based Learning Media Using iSpring Suite to Improve Arabic Vocabulary Mastery Among Students: Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Android Menggunakan iSpring Suite untuk Meningkatkan Penguasaan Kosakata Bahasa Arab Siswa Ibnu Rawandhy N. Hula; Loni, Jabbar; Suharia Sarif
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.04

Abstract

Purpose – This research aims to develop an Android-based Arabic learning media using iSpring Suite to enhance the Arabic vocabulary mastery of 5th-grade students at MI Terpadu Al Ishlah, Gorontalo. Design/methods/approach – The research applied the 4D Thiagarajan model for Research and Development, involving stages of definition, design, development, and dissemination. Data were collected using expert validation, questionnaires and pre-test-post-test results. Findings – The expert validation scores from language, material, and media experts were 84%, 96%, and 82% respectively, indicating the "Very Feasible" category. The overall validation from the three experts reached 86%, confirming the media as "Very Feasible." Descriptive analysis showed an increase in students' vocabulary mastery, with the pre-test average score of 28.27 rising to 39.86 in the post-test, highlighting a significant improvement. Research implications/limitations – Despite its success, the study's limitations include a narrow focus on vocabulary without broader language skills. Originality/value – This research provides an innovative approach to integrating mobile learning into Arabic language education, particularly through interactive digital tools like iSpring Suite, offering valuable insights for future development in educational media. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran bahasa Arab berbasis Android menggunakan iSpring Suite untuk meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Arab siswa kelas V di MI Terpadu Al Ishlah, Gorontalo. Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan model 4D Thiagarajan untuk Penelitian dan Pengembangan (R&D), yang mencakup tahap pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket, serta hasil pre-test dan post-test. Temuan – Skor validasi ahli dari ahli bahasa, materi, dan media masing-masing adalah 84%, 96%, dan 82%, yang termasuk dalam kategori "Sangat Layak". Validasi keseluruhan dari ketiga ahli mencapai 86%, mengonfirmasi media pembelajaran ini sebagai "Sangat Layak". Analisis deskriptif menunjukkan peningkatan penguasaan kosakata siswa, dengan skor rata-rata pre-test 28,27 meningkat menjadi 39,86 pada post-test, yang menyoroti peningkatan yang signifikan. Implikasi/batasan penelitian – Meskipun berhasil, penelitian ini memiliki keterbatasan berupa fokus yang sempit pada penguasaan kosakata tanpa mencakup keterampilan bahasa yang lebih luas. Keaslian/nilai – Penelitian ini memberikan pendekatan inovatif dalam mengintegrasikan pembelajaran mobile ke dalam pendidikan bahasa Arab, khususnya melalui alat digital interaktif seperti iSpring Suite, serta menawarkan wawasan berharga untuk pengembangan media pendidikan di masa depan.  
Analysis of User Satisfaction Levels to Improve the Quality of Services in Nursing Education Laboratory: Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan Laboratorium Pendidikan Keperawatan Hidayatul Ikhsan; Mery Lingga
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.02

Abstract

Purpose - The purpose of this research is to analyze user satisfaction levels, specifically those of lecturers and students, regarding the services provided by the Nursing Laboratory at the Padang Department of Nursing, Ministry of Health Polytechnic, Padang. Design/method/approach - This research employs a qualitative research approach with a descriptive quantitative method. It is an exploratory study that utilizes a questionnaire as the primary data collection instrument. The questionnaire is based on a Likert scale and encompasses five dimensions of satisfaction: Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy Findings - The research results indicate gaps in respondent satisfaction frequencies in the dimensions of Responsiveness and Reliability, with scores of 86.7% and 87.6%, respectively. These scores are slightly lower compared to the other three dimensions: Tangibles (88.5%), Assurance (88.6%), and Empathy (88.4%). The overall average user satisfaction level is 87.9%, which falls within the 80.1%-100% interval, indicating a "very satisfactory" rating. Research implications/limitations - Measuring user satisfaction levels in laboratory serves as an essential method for improving service quality and management in educational laboratory. These findings can provide a benchmark for future service policy directions in the laboratory. A limitation of this research is the relatively small sample size. Originality/value - Based on the findings and analysis, laboratory management must focus on improving services in the dimensions of Responsiveness and Reliability to achieve a more balanced level of service quality. Abstrak Tujuan – Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepuasan pengguna, khususnya dosen dan mahasiswa, terhadap layanan yang disediakan oleh Laboratorium Keperawatan di Jurusan Keperawatan Padang, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Padang. Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini bersifat eksploratif dan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data. Kuesioner ini berbasis skala Likert dan mencakup lima dimensi kepuasan: Keberwujudan (Tangibles), Keandalan (Reliability), Daya Tanggap (Responsiveness), Jaminan (Assurance), dan Empati (Empathy). Temuan – Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan frekuensi kepuasan responden pada dimensi Daya Tanggap (Responsiveness) dan Keandalan (Reliability), dengan skor masing-masing 86,7% dan 87,6%. Skor ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan tiga dimensi lainnya, yaitu Keberwujudan (88,5%), Jaminan (88,6%), dan Empati (88,4%). Rata-rata keseluruhan tingkat kepuasan pengguna adalah 87,9%, yang berada dalam interval 80,1%-100%, menunjukkan tingkat kepuasan "sangat memuaskan". Implikasi/batasan penelitian – Pengukuran tingkat kepuasan pengguna di laboratorium menjadi metode penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan manajemen di laboratorium pendidikan. Temuan ini dapat memberikan tolok ukur bagi arah kebijakan layanan di masa depan. Keterbatasan penelitian ini adalah ukuran sampel yang relatif kecil. Orisinalitas/nilai – Berdasarkan temuan dan analisis, manajemen laboratorium perlu berfokus pada peningkatan layanan dalam dimensi Daya Tanggap (Responsiveness) dan Keandalan (Reliability) untuk mencapai tingkat kualitas layanan yang lebih seimbang.
Detection of Potential Occupational Health and Safety Risks (K3) in Nursing Education Laboratories: Deteksi Potensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Laboratorium Pendidikan Keperawatan Ajeng Titah Normawati; Cipto, Cipto; Vina Aditya Astuti
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.05

Abstract

Purpose – This research was conducted with the aim of minimizing various hazard risks to students, educators, and staff in nursing education laboratories through the implementation of HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Design/methods/approach – This research adopts a descriptive-analytic approach focusing on Occupational Health and Safety (K3) in nursing education laboratories. The HIRARC method is used to analyze hazard risks through the processes of hazard identification, risk assessment, and risk control. Data from hazard identification and risk assessment serve as the basis for determining risk control measures. Findings – Based on the analysis of occupational health and safety risk, it was found that the Nursing Laboratory at Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang, has a low-risk hazard potential of 45%, a moderate-risk potential of 40%, and a high-risk potential of 15%. These risks stem from electrical equipment, sharp instruments, corrosive materials, and other laboratory environmental factors. The majority of the risks are low-level, and the results indicate that the Blora Nursing Laboratory is relatively safe for users to conduct activities. Research implications/limitations – This research illustrates the remaining potential for moderate and high risks in the laboratory, highlighting the need for hazard controls such as understanding Standard Operating Procedures (SOPs), provision of Personal Protective Equipment (PPE), and the safe use of laboratory facilities and equipment. Originality/value – The occupational safety and health risks in the Nursing Education Laboratory need to be regularly assessed as a basis for establishing hazard control measures in the laboratory. Abstrak Tujuan – Penelitian ini dilakukan dengan tujuan meminimalkan berbagai risiko bahaya bagi siswa, pendidik, dan staf di laboratorium pendidikan keperawatan melalui penerapan HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitik yang berfokus pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium pendidikan keperawatan. Metode HIRARC digunakan untuk menganalisis risiko bahaya melalui proses identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko. Data hasil identifikasi bahaya dan penilaian risiko menjadi dasar dalam menentukan langkah pengendalian risiko. Temuan – Berdasarkan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja, ditemukan bahwa Laboratorium Keperawatan Blora, Poltekkes Kemenkes Semarang, memiliki potensi bahaya risiko rendah sebesar 45%, potensi risiko sedang sebesar 40%, dan potensi risiko tinggi sebesar 15%. Risiko ini berasal dari peralatan listrik, instrumen tajam, bahan korosif, serta faktor lingkungan laboratorium lainnya. Sebagian besar risiko berada pada tingkat rendah, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa Laboratorium Keperawatan Blora relatif aman untuk kegiatan pengguna. Implikasi/batasan penelitian – Penelitian ini mengilustrasikan adanya potensi risiko sedang dan tinggi yang tersisa di laboratorium, sehingga menyoroti perlunya pengendalian bahaya, seperti pemahaman terhadap Prosedur Operasional Standar (POS), penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), serta penggunaan fasilitas dan peralatan laboratorium secara aman. Keaslian/nilai – Risiko keselamatan dan kesehatan kerja di Laboratorium Pendidikan Keperawatan perlu dinilai secara rutin sebagai dasar untuk menetapkan langkah pengendalian bahaya di laboratorium.
The Integration of Eco-Theology in Sekolah Alam Yogyakarta: A Living Quran: Integrasi Eco-Theology di Sekolah Alam Yogyakarta: Sebuah Living Quran Dwi Ratnasari; Luqyana Azmiya Putri; Febri Widiandari; Adhi Setiyawan
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.08

Abstract

Purpose – This study aims to explore the integration of eco-theology in the Natural School of Yogyakarta, also known as Nurul Islam Integrated Islamic Elementary School. The research investigates how eco-theology is incorporated into the school’s activities, particularly those related to environmental awareness. Design/methods/approach – The study employs the concept of "Living Quran" which examines the Quran not merely as a textual entity but as a social phenomenon connected to its presence in specific contexts, focusing on a particular Natural School in Yogyakarta within a defined timeframe. Observations were conducted on activities directly related to the research theme, with respondents and informants unaware that they were being observed. Findings – The results indicate that Nurul Islam Natural School plays a significant role in fostering a generation that understands the interconnectedness between humans and nature. One of its programs, Outing, introduces students to nature through direct experiences. Another initiative, Family Conservation Day, encourages families to take ownership and responsibility for their surrounding environment. The Parent Market Day program allows students and their parents or guardians to participate in selling goods, with participants bringing their own products for sale. Lastly, the school organizes environmental care activities to instill a sense of responsibility toward nature. Research implications/limitations – This study demonstrates how Islamic education can integrate eco-theology through practical programs to enhance environmental awareness, transform students into agents of change, and promote a family-based collaborative approach. Originality/value – The findings provide a unique perspective on the direct implementation of Quranic values in environmental conservation within a Natural School setting, offering a novel contribution to the study of Islamic eco-theology. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi eco-theologhy di sekolah alam Yogyakarta atau dikenal juga sebagai Sekolah Dasar Islam Terpadu Nurul Islam. Penelitian ini mengeksplorasi integrasi eco-theology di sekolah alam dengan berfokus pada kegiatan-kegiatan sekolah yang berkenaan dengan kesadaran akan lingkungan hidup.  Desain/metode/pendekatan – Living Quran yang merupakan studi tentang al-Quran, tetapi tidak bertumpu pada eksistensi tekstual melainkan pada studi tentang sosial yang berhubungan dengan kehadiran al-Quran yang berfokus pada sekolah alam Yogyakarta tertentu dan mungkin masa tertentu pula. Kegiatan diamati terkhusus berhubungan dengan tema penelitian. Aktivitas ini dapat dilihat responden, informan tidak merasa bila diamati. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Alam Nurul Islam dapat memainkan peran penting dalam membentuk generasi yang memahami keterkaitan antara manusia dan alam. Outing merupakan salah satu program sekolah alam yang bertujuan untuk mengenalkan siswa dengan alam. Kemudian, Family Conservation Day yang memberikan kesempatan kepada keluarga untuk mengambil kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lingkungan di sekitar mereka. Marketday Orang Tua merupakan sebuah program berjualan yang pesertanya ialah siswa dan orang tua atau wali siswa itu sendiri. Para peserta marketday diperkenankan untuk membawa produk yang akan diperjual belikan. Terakhir ialah, aksi kepedulian lingkungan. Implikasi/batasan penelitian – Penelitian ini menunjukkan bagaimana pendidikan Islam dapat mengintegrasikan eco-theology melalui program praktis untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, menjadikan siswa agen perubahan, dan mendorong pendekatan kolaboratif berbasis keluarga. Orisinalitas/nilai – Temuan penelitian menawarkan perspektif unik tentang implementasi langsung nilai Al-Quran dalam konservasi lingkungan di Sekolah Alam, memberikan kontribusi baru pada studi eco-theology Islam.
Non-English Students’ Perception of Lecturer’s CBT (Code Mixing, Body Moving, and Translating) Strategy of English Teaching: Persepsi Mahasiswa Non-Inggris terhadap Strategi CBT (Code Mixing, Body Movements, dan Translating) Dosen dalam Pengajaran Bahasa Inggris Arsyad Sultan, Arni
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.07

Abstract

Purpose – This inquiry attempts to investigate non-English students’ perception of lecturer’s particular strategy in English teaching namely CBT standing for code mixing, body moving, and translating. Design/methods/approach – The study is designed qualitatively. Data are collected through questionnaire by using purposive sampling. Findings – Based on the questionnaire, three findings have been resulted. Firstly, CBT strategy is necessary because students can practice their listening and speaking of certain vocabulary directly. If they hear the mixing words between English and Indonesian regularly, so it is possible for them to achieve good communication skill, and improve their knowledge of English vocabulary as well as its literal meaning. Second, CBT is important affectively because it keeps them enthusiastic in which they can imitate English pronunciation. Third, in the most effective way, non-English students prefer “complexity” in which lecturer performs word verbally and nonverbally. Lecturer says, translates, and demonstrates body language at that time lecturer says the mixing words.    Research implications/limitations – This strategy could be recommended in teaching English for non-English students at basic or beginner level in school or university. However, this current research only focuses on non-English department students at this level of proficiency in which it still needs further research for the implication of CBT in intermediate and higher level or students with non-English department background. Originality/value - This research facilitates one specific strategy in English teaching for non-English students at beginner or basic level of knowledge. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi mahasiswa non-Inggris terhadap strategi tertentu yang digunakan dosen dalam pengajaran bahasa Inggris, yaitu CBT yang meliputi code mixing, gerakan tubuh (body moving), dan penerjemahan (translating). Desain/metode/pendekatan – Penelitian ini dirancang secara kualitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menggunakan teknik purposive sampling. Temuan – Berdasarkan hasil kuesioner, terdapat tiga temuan utama. Pertama, strategi CBT dianggap penting karena memungkinkan mahasiswa untuk melatih keterampilan mendengar (listening) dan berbicara (speaking) kosakata tertentu secara langsung. Dengan mendengar campuran kata antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia secara teratur, mereka berpotensi mencapai keterampilan komunikasi yang baik dan meningkatkan pengetahuan tentang kosakata bahasa Inggris beserta makna literalnya. Kedua, CBT dianggap penting secara afektif karena strategi ini menjaga antusiasme mahasiswa, di mana mereka dapat meniru pelafalan bahasa Inggris. Ketiga, dalam pendekatan yang paling efektif, mahasiswa non-Inggris lebih menyukai "kompleksitas," di mana dosen mengucapkan kata secara verbal dan non-verbal. Dosen berbicara, menerjemahkan, dan menunjukkan bahasa tubuh pada saat yang sama ketika dosen mengucapkan kata-kata campuran. Implikasi/batasan penelitian – Strategi ini dapat direkomendasikan untuk pengajaran bahasa Inggris kepada mahasiswa non-Inggris pada tingkat dasar atau pemula di sekolah atau universitas. Namun, penelitian ini hanya berfokus pada mahasiswa non-jurusan Inggris pada tingkat pemahaman ini, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai penerapan strategi CBT pada tingkat menengah dan lanjutan, atau pada mahasiswa dengan latar belakang non-jurusan Inggris. Orisinalitas/nilai – Penelitian ini memberikan kontribusi pada strategi khusus dalam pengajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa non-Inggris pada tingkat dasar atau pemula.
Kahoot Application as an Interactive Medium in the Learning of “Qur'anic Teaching Methods and Tafsir”: Aplikasi Kahoot Sebagai Media Interaktif dalam Pembalajaran “Metode Pembelajaran Al-Qur’an dan Tafsir” Muslim, Yunita; Yulia Rakhma Salsabila; Zunus Arifin; Miftahul Janah
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.06

Abstract

Purpose – This study aims to explore the implementation of the Kahoot application as an interactive learning medium in the course “Methods of Qur'anic Teaching and Tafsir” among students of the Qur'anic Studies and Tafsir (IAT) program at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Design/methods/approach – This study employs a descriptive qualitative approach to gain an in-depth understanding of students' experiences and perceptions in using Kahoot. Data were collected through in-depth interviews with several students who participated in learning activities using the Kahoot application and direct observations during the learning process. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques to identify students' responses and perceptions regarding the effectiveness of Kahoot.  Findings – The research findings reveal that the use of Kahoot significantly enhances student participation and creates a more interactive classroom environment. Students become more actively involved in classroom learning, not merely as passive listeners to the lecturer's explanations but as active participants in answering questions, engaging in discussions, and competing with their peers. The competitive and interactive game format helps students remain focused and more motivated to participate in the learning process. Additionally, it fosters students' creativity by allowing them to independently explore various aspects of the application, including question design, answers, and available methods.  Research implications/limitations – This study provides practical value in enhancing technology-based teaching methods, particularly in the Methods of Qur'anic Teaching and Tafsir course. It contributes to expanding the range of interactive learning approaches that align with technological advancements and the needs of students in the digital era. However, the study also highlights several limitations, such as reliance on a stable internet connection and varying levels of student adaptation in utilizing the application. These limitations impact the consistency of Kahoot's implementation and its effectiveness across different sessions. Originality/value  - The implementation of the Kahoot application as an interactive media in the Al-Qur'an and Tafsir learning process among IAT students at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta has made a significant contribution. In simple terms, this study demonstrates that the use of Kahoot makes learning more engaging and interactive. The application also assists lecturers in evaluating students' understanding of the material in a more enjoyable and effective way. Abstrak Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan aplikasi Kahoot sebagai media pembelajaran interaktif pada mata kuliah Metode Pengajaran Al-Qur'an dan Tafsir di kalangan mahasiswa Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Desain/metode/pendekatan - Penelitian ini mengguanakan kualitatif deskriptif untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang pengalaman dan persepsi mahasiswa dalam menggunakan Kahoot. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sejumlah mahasiswa yang telah mengikuti pembelajaran menggunakan aplikasi Kahoot serta observasi langsung selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tema untuk mengetahui tanggapan dan persepsi siswa terhadap efektivitas Kahoot. Temuan - Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot secara signifikan meningkatkan partisipasi mahasiswa dan menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif. Data ini dibutktikan dengan adanya penerapan aplikasi Kahoot mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembelajaran di kelas. Mereka tidak hanya pasif mendengarkan penjelasan dosen, tetapi juga terlibat aktif dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan berkompetisi dengan teman-temannya. Format permainan yang kompetitif dan interaktif membuat mahasiswa lebih fokus dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Selain itu mahasiswa juga dapat meningkatkan kreativitas dengan memberikan kesempatan untuk memproses sendiri penggunaan aplikasi, baik dalam segi soal, jawaban, ataupun metode yang disediakan. Implikasi/batasan penelitian - Penelitian ini memberikan nilai praktis dalam meningkatkan metode pengajaran berbasis teknologi, khususnya pada mata kuliah tafsir dan pengajaran Alquran. Temuan ini juga dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan teknologi dalam pendidikan Islam. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pilihan metode pembelajaran interaktif yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan mahasiswa era digital. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa keterbatasan, seperti ketergantungan pada jaringan internet yang stabil serta adaptasi yang bervariasi di antara mahasiswa dalam memanfaatkan aplikasi ini. Keterbatasan ini mempengaruhi konsistensi implementasi dan efektivitas Kahoot di setiap pertemuan. Orisinalitas/nilai - Penerapan aplikasi Kahoot sebagai media interaktif dalam pembelajaran Alquran Tafsir di kalangan mahasiswa IAT UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Secara sederhana, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Penggunaan Kahoot juga dapat membantu dosen dalam mengevaluasi pemahaman mahasiswa terhadap materi yang telah diajarkan secara lebih menyenangkan.
Teachers' Perceptions of the Implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta: Persepsi Guru Terhadap Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta Kusuma, Ica Lalitya; Hasanah, Enung; Sukirman, Sukirman
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.09

Abstract

Purpose – This study explores teachers' perceptions of the Implementation of the Merdeka Curriculum at SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. It aims to identify challenges and conveniences faced by teachers during its application, focusing on how the curriculum's core principles align with modern educational needs. Design/methods/approach – A qualitative descriptive approach was used, collecting data through semi-structured questionnaires completed by 21 teachers from various disciplines. The responses were analyzed thematically to highlight significant themes related to curriculum adaptation and execution. Findings – Key conveniences identified include enhanced teacher collaboration (33% of teachers reported positive experiences), relevance of teaching materials to students' real lives (19% of teachers appreciated this aspect), effective facilitation of the “Proyek Penguatan Profil Pancasila” (P5) (29% highlighted the benefits), and streamlined instructional content (19% acknowledged its positive impact). Conversely, challenges include implementing differentiated learning (24% of teachers found this particularly challenging), preparing for P5 (19% of teachers reported difficulties), developing the Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) (14% of teachers faced difficulties in developing ATP), and understanding students' individual characteristics (24% of teachers faced faced challenges in this area). These findings present areas requiring further support and emphasize the curriculum's transformative potential. Research implications/limitations – The study is limited to one institution with a relatively small sample size. Findings suggest successful curriculum implementation requires improved teacher training, resources, and structured guidance, especially for differentiated learning and P5 management. Originality/value – This research contributes to the limited literature on Kurikulum Merdeka in Indonesia. It provides insights for policymakers and practitioners to optimize teacher readiness and resource allocation, enhancing the curriculum’s impact on teaching efficacy and student outcomes. Abstrak Tujuan – Penelitian ini mengeksplorasi persepsi guru terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan kemudahan yang dihadapi guru selama penerapan kurikulum, dengan fokus pada kesesuaian prinsip-prinsip inti kurikulum dengan kebutuhan pendidikan modern. Desain/Metode/Pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner semi-terstruktur yang diisi oleh 21 guru dari berbagai disiplin ilmu. Data yang diperoleh dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait adaptasi dan pelaksanaan kurikulum. Temuan – Kemudahan utama yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi peningkatan kolaborasi antar guru (33% guru melaporkan pengalaman positif), relevansi materi ajar dengan kehidupan nyata siswa (19% guru mengapresiasi aspek ini), efektivitas fasilitasi “Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila” (P5) (29% menyoroti manfaatnya), serta penyederhanaan konten pembelajaran (19% mengakui dampak positifnya). Sebaliknya, tantangan yang dihadapi meliputi penerapan pembelajaran berdiferensiasi (24% guru mengalami kesulitan dalam aspek ini), persiapan P5 (19% guru melaporkan kendala), pengembangan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) (14% guru mengalami kesulitan dalam menyusun ATP), dan pemahaman terhadap karakteristik individu siswa (24% guru menghadapi tantangan dalam hal ini). Temuan ini menunjukkan area yang membutuhkan dukungan lebih lanjut serta menyoroti potensi transformatif kurikulum. Implikasi/batasan Penelitian – Penelitian ini terbatas pada satu institusi dengan jumlah sampel yang relatif kecil. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kurikulum memerlukan peningkatan pelatihan guru, penyediaan sumber daya, serta panduan yang lebih terstruktur, khususnya dalam pembelajaran berdiferensiasi dan pengelolaan P5. Orisinalitas/Nilai – Penelitian ini berkontribusi pada literatur yang masih terbatas mengenai Kurikulum Merdeka di Indonesia. Studi ini memberikan wawasan bagi para pembuat kebijakan dan praktisi pendidikan untuk mengoptimalkan kesiapan guru dan alokasi sumber daya guna meningkatkan efektivitas pengajaran serta hasil belajar siswa.
Exploring the Implementation of Modern Physics Practicum to Enhance the Science Process Skills of Indonesian Physics Education Students: Eksplorasi Pelaksanaan Praktikum Fisika Modern dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa Pendidikan Fisika di Indonesia Sintiya, Lutfi Elma; Putranta, Himawan
Edulab : Majalah Ilmiah Laboratorium Pendidikan Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Laboratorium Pendidikan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Colaboration with Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia Tingkat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/edulab.2024.92.10

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the perceptions of Indonesian physics education students in the implementation of modern physics practicums on students' science process skills. Design/methods/approach – The type of research used is descriptive research with a quantitative approach. The method used is a questionnaire survey to obtain data. Respondents in this research amounted to 34 respondents, with a purposive sampling technique. The data were analyzed using descriptive statistical techniques by classifying data in class intervals and frequencies, with each interval calculated to determine the distribution of data and converted into percentage form. Findings – The results of the study showed that Indonesian physics education students have a positive perception of modern physics practicums with 80% agreeing. The level of self-confidence in implementing SPS is still not stable with 41% of students feeling hesitant. For changes in knowledge and skills, 32% of students gave a negative response to the change. This shows that there is still doubt among students about the effectiveness of practicums in improving SPS. Research implications/limitations – Modern physics practicum provides a fairly good experience in improving students' understanding and confidence in SPS, but there are still challenges such as instability of confidence and doubts about its effectiveness. Therefore, evaluation of learning methods and further research are needed to explore the application of SPS in various institutions and analyze the factors that influence low student confidence. Originality/value – These findings suggest that although physics education students have positive perceptions of the lab, the instability of their confidence in science process skills indicates the need for more effective learning strategies to improve practical competence. The uncertainty in changes in students' knowledge and skills highlights the need for further evaluation of the design and implementation of the lab in order to truly strengthen science process skills optimally. Abstrak Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa pendidikan fisika di Indonesia terhadap pelaksanaan praktikum fisika modern terhadap keterampilan proses sains mahasiswa. Desain/Metode/Pendekatan – Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan adalah survei kuesioner untuk memperoleh data. Responden dalam penelitian ini berjumlah 34 orang, dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dengan mengklasifikasikan data ke dalam interval kelas dan frekuensi, kemudian setiap interval dihitung untuk menentukan distribusi data dan dikonversi ke dalam bentuk persentase. Temuan – Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan fisika di Indonesia memiliki persepsi positif terhadap praktikum fisika modern, dengan 80% menyatakan setuju. Tingkat kepercayaan diri dalam menerapkan keterampilan proses sains (KPS) masih belum stabil, di mana 41% mahasiswa merasa ragu. Adapun perubahan dalam pengetahuan dan keterampilan, 32% mahasiswa memberikan respons negatif terhadap perubahan tersebut. Hal ini menunjukkan masih adanya keraguan di kalangan mahasiswa mengenai efektivitas praktikum dalam meningkatkan KPS. Implikasi/batasan Penelitian – Praktikum fisika modern memberikan pengalaman yang cukup baik dalam meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri mahasiswa terhadap KPS, namun masih terdapat tantangan seperti ketidakstabilan kepercayaan diri dan keraguan terhadap efektivitasnya. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap metode pembelajaran serta penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi penerapan KPS di berbagai institusi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kepercayaan diri mahasiswa. Orisinalitas/Nilai – Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa pendidikan fisika memiliki persepsi positif terhadap praktikum, ketidakstabilan kepercayaan diri mereka dalam keterampilan proses sains mengindikasikan perlunya strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan kompetensi praktis. Ketidakpastian dalam perubahan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa menyoroti perlunya evaluasi lebih lanjut terhadap desain dan implementasi praktikum agar benar-benar dapat memperkuat keterampilan proses sains secara optimal.

Page 1 of 1 | Total Record : 10