cover
Contact Name
Rio Fernandez Tamba
Contact Email
rio.fernandez@wbi.ac.id
Phone
+6282223399944
Journal Mail Official
jurnalsemar@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
SEMAR
ISSN : 27454223     EISSN : 23023937     DOI : https://doi.org/10.59966/semar.v3i4.2114
SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society. Articles published in the SEMAR Journal can be in the form of research-based Community Service activities such as Participatory Action Research, Asset-Based Community Development, Community-Based Research, Service Learning and Community Development. SEMAR Journal is a community service journal published and managed by the Institute for Research and Community Service, Sebelas Maret University, Surakarta. This journal is expected to be a tool of information and socialization regarding the results of the dedication of the entire academic community to various kinds of innovations and solutions to multiple problems in society.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 196 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Implementasi 3R dalam Bentuk Pembuatan Totebag Tie Dye, Lilin Aromaterapi, dan Craft Tamanisasi Sari, Septa Kurnia; Damarjati, Lintang; Amalia, Isykarima; Rahmawati, Sri; Syaifullah, Rony
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.64819

Abstract

Sampah merupakan hal tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia. Berdasarkan Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) masih terdapat 35,68% atau setara dengan 10.238.712,15 (ton/tahun) sampah yang tidak terkelola. Sukoharjo sendiri merupakan salah satu daerah yang belakangan ini volume sampah yang dihasilkan meningkat hingga 130 ton/hari. Meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan melakukan sosialisasi pembinaan penerapan sistem 3R (Reduce, reuse, recycle) di Desa Lengking, Bulu, Sukoharjo merupakan tujuan dari dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini. Metode yang dipakai adalah persuasuif, edukatif, dan partisipatif. Hasil dari pelatihan ini adalah untuk menambah pemahaman peserta tentang: Mengapa kita perlu mengurangi sampah, Bagaimana mendaur ulang sampah menjadi produk yang layak pakai dan jual. Kegiatan pengabdian ini difokuskan kepada sosialisasi zero waste dan pelatihan pembuatan tote bag tie dye, lilin aromaterapi, dan craft tamanisasi sebagai salah satu bentuk menghasilkan produk bernilai ekonomis. Berdasarkan hasil kegiatan  ini, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kepedulian terhadap lingkungan yang mencakup pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pembinaan penerapan sistem 3R saat sosialisasi dan proses pengolahan sampah ini sebaiknya dilakukan secara intensif. Kata kunci : craft tamanisasi;  pengabdian; 3R; tote bag tie dye; lilin aromaterapi;
Edukasi Kesehatan Wanita Usia Subur Dalam Mempersiapkan Kehamilan Di Desa Tegorejo Kendal dan Kelurahan Cigugur Cimahi RUM, IRA ADIYATI
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.59742

Abstract

Kehamilan yang sehat membutuhkan persiapan fisik, mental dan pengetahuan, oleh karena itu perencanaan kehamilan harus dilakukan sebelum masa kehamilan oleh wanita usia subur (WUS). Puskesmas Pegandon memiliki jumlah WUS (wanita usia subur) terbesar di desa Tegorejo. Tingkat kehamilan terbesar juga terjadi di desa Tegorejo. Selain itu jumlah ibu hamil dengan resiko tinggi di Puskesmas Pegandon dalam 1 tahun terakhir mencapai 119 kasus. Berdasarkan data tersebut perlu dilakukan upaya edukasi yang berkelanjutan untuk menurunkan prevalensi dan mencegah kegawatdaruratan pada kehamilan dan persalinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah program edukasi pada  pasangan WUS. Kegiatan dilakukan dengan metode talkshow dan webinar melalui metode daring dan luring dengan mitra utama di desa Tegorejo, Pegandon Kendal dan Kelurahan Cigugur Tengah Kota Cimahi
Trapping Lalat Buah berbasis Area Wide Pest Management di Perkebunan Jambu Air desa Menawan Kudus Wisuda, Nova Laili; Ariyanto, Shodiq Eko
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.54350

Abstract

Desa Menawan termasuk wilayah Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, merupakan daerah sentra tanaman hortikultura seperti jambu citra. Faktor pembatas produksi jambu air adalah serangan hama dan penyakit, dengan hama dominan adalah lalat buah dan hama minornya adalah penggerek moncong. Pengendalian hama berbasis AWPM (Area Wide Pest Management) merupakan kegiatan pengendalian hama sekala luas dengan memperhitungkan hamparan ekologis suatu wilayah. Solusi pemecahan masalah mitra dengan menggunakan trapping Lynfield menggunakan atraktan metil eugenol dan berbasis AWPM. Mitra akan berperan aktif selama program berlangsung, metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan pegangan modul bergambar, percontohan dan demo plot pada kebun jambu citra. Hasil dari program adalah mitra puas dan mengharapkan keberlanjutan program lain untuk keberlanjutan penerapan AWPM. Kata kunci: jambu citra; hama; AWPM; trapping Lynfield
Pelatihan Pembuatan Modul Interaktif Berbasis e-Publication Sebagai Suplemen Bahan Ajar MOOC Rumah Vokasi Saputro, Herman; Bugis, Husin; Siswanto, Budi; Rohman, Ngatau
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.56316

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertugas menyiapkan siswa untuk siap bekerja di industri. Agar tugas itu dapat tercapai, proses pembelajarannya harus berbasis kompetensi kebutuhan industri dan KKNI level 2. Modul pembelajaran yang memenuhi syarat itu sangat diperlukan dalam proses pembelajaran, padahal modul tersebut saat ini tidak tersedia di sekolah. Untuk dapat menyusun dan mengembangkan modul tersebut perlu dilakukan pelatihan bagi para guru produktif.Pelatihan penyusunan modul interaktif pembelajaran berbasis KKNI dan kompetensi industri didasarkan pada rumusan indikator pembelajaran setiap KD diselaraskan dengan level kompetensi KKNI level 2 sekaligus juga dengan kompetensi industri. Jika ada perkembangan teknologi baru di industri otomotif, sementara di dalam daftar KD belum ada, bisa dan sebaiknya ditambahkan. Pelatihan diberikan kepada guru-guru SMK mitra di Surakarta, jumlahnya sekitar 10 orang. Modul interaktif berbasis e-publikasi digunakan dengan memanfaatkan MOOC Rumah Vokasi. Dengan demikian proses pembelajaran berbasis teknologi dapat meningkat kualitasnya sehingga kompetensi siswa akan meningkat. Kata kunci : e-publikasi; MOOC;  modul
Aplikasi Lampu Solar Cell Untuk Penerangan Sebagai Inisiasi Pemberdayaan Masyarakat Di Kebakalan Karanggayam Kebumen Hadi, Syamsul; Astirin, Okid Parama; Prasetyo, Ari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.56639

Abstract

Desa Kebakalan adalah salah satu daerah di Kabupaten Kebumen secara geografis terletak di daerah perbukitan. Desa ini memerlukan perhatian khusus dalam peningkatan sarana dan prasarana, terutama adalah untuk penerangan jalan umum (PJU) dan ruang publik, dikarenakan minimnya penerangan jalan umum karena masih ada sebagian wilayah yang belum dilalui oleh jaringan listrik. Ketidaktersediaan jaringan listrik ini memberikan ekses negatif dimana menurut sumber data dari TKP2KDes tahun 2020 jumlah keluarga yang tergolong miskin mencapai 526 atau sekitar 45 % yang tersebar di 3 Rukun Warga (RW). Harapan lainnya lampu PJU juga akan memberikan kenyamanan dan keselamatan warga, menghidupkan kegiatan ekonomi dan menghindari timbulnya kriminalitas jalanan sesudah hari gelap. Program pengabdian masyarakat melalui Program Teknologi yang Didesimasikan ke Masyarakat (PTDM) dilakukan untuk menjadi inisiasi program pemberdayaan masyarakat selanjutnya dilakukan melalui proses survey kebutuhan masyarakat, survey lapangan dan pasar, diskusi dengan mitra, pelaksanaan, evaluasi serta diskusi keberlanjutan program. Dari hasil kegiatan pengabdian telah berhasil diperoleh model lampu penerangan jalan umum yang sesuai dengan kebutuhan warga, sudah diperoleh desain tiang lampu yang sesuai dengan identitas desa, sudah terpasang sebanyak 20 titik lampu yang tersebar di semua RW yang membutuhkan dan sudah diperoleh data untuk pengajuan dan program pengabdian selanjutnya. Kepala Desa Kebakalan telah berkomitmen dan akan terus melakukan pembangunan sarana dan prasarana untuk meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat. Kata kunci: lampu; sel surya; jalan umum; kebakalan; ekonomi
Diversifikasi Tanaman Pekarangan Dengan Tanaman Alpukat Untuk Meningkatkan Gizi Keluarga Hartati, Sri; Yunus, Ahmad; Nandariyah, Nandariyah; Yuniastuti, Endang; Pujiasmanto, Bambang; Purwanto, Edi; Samanhudi, Samanhudi; Sulandjari, Sulandjari; Ratriyanto, Adi; Prastowo, Sigit; Manurung, Ida Rumia; Suryanti, Venty; Susilowati, Ari; Artanti, Anif Nur; Mulyani, Sri; Dirgahayu, Paramasari
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.61199

Abstract

Alpukat (Persea americana) merupakan buah yang sudah sangat dikenal dan digemari oleh masyarakat. Alpukat diketahui memiliki khasiat sebagai antioksidan, antidiabetik dan efek hipolipidemik. Nutrisi yang terkandung dalam buah alpukat mampu membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian tubuh. Namun, cara budidaya tanaman Alpukat  sangat berpengaruh pada khasiat atau kualitas dan kuantitas dari produk yang dihasilkan. Sehingga diperlukan pemahaman tentang cara budidaya tanaman Alpukat kepada masyarakat. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah agar masyarakat lebih memahami cara budidaya tanaman alpukat sebagai tanaman pekarangan dan mengetahui manfaat buah Alpukat dalam meningkatkan gizi keluarga. Kegiatan pengabdian sudah dilaksanakan dengan metode penyuluhan dengan penyampaian materi tentang budidaya tanaman Alpukat, manfaat Alpukat, serta berbagai olahan Alpukat sedangkan pada akhir sesi dilakukan pemberian bibit Alpukat serta pupuk pada masing-masing peserta. Kegiatan yang sudah terlaksana ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya masyarakat Kelurahan Wonokarto tentang budidaya tanaman Alpukat dan keanekaragaman manfaat Alpukat untuk kesehatan.Kata Kunci: alpukat; budidaya; penyuluhan; pupuk
Efektivitas Promosi Kesehatan Menggunakan Leaflet Nyeri Punggung Bawah untuk Mengurangi Keluhan Nyeri Punggung di Masa Pandemik Mirawati, Diah Kurnia; Prabaningtyas, Hanindia Riani; Budianto, Pepi; Subandi, Subandi; Danuaji, Rivan; Hamidi, Baarid Luqman
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 11, No 2 (2022): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i2.56217

Abstract

Nyeri punggung  bawah  (NPB) adalah  suatu keadaan  tidak  nyaman  atau  rasa  nyeri  yang  akut  pada  di  daerah  ruas lumbalis  kelima  dan  sakralis pertama (L5-S1). Kebijakan social distancing pada masa pandemi COVID-19 diberlakukan untuk menurunkan angka infeksi COVID-19, namun hal ini memunculkan masalah baru seperti nyeri musculoskeletal yang terjadi karena kurangnya aktivitas fisik individu. Pandemi COVID-19 juga secara signifikan mengurangi akses pasien untuk mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan untuk mengatasi nyeri punggung yang dialami. Hal ini mendorong peneliti untuk mengembangkan media edukasi untuk tatalaksana mandiri untuk pasien dengan NPB. Pada pengabdian masyarakat ini, peneliti menyusun materi edukasi mengenai rehabilitasi NPB yang dapat dilakukan di rumah. Kami mengukur skala nyeri dan kualitas hidup pasien sebelum dan sesudah edukasi. Skala nyeri pasien diukur dengan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan kualitas hidup pasien dinilai dengan The World Health Organization Quality of Life – BREF (WHOQOL-BREF). Uji T-test dependen menunjukkan terdapat penurunan intensitas nyeri (p=0.000) dan perbaikan kualitas hidup peserta (p=0.000) setelah edukasi. Kata kunci: nyeri punggung bawah; pengabdian masyarakat; pendidikan
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk Mendukung Pemenuhan Persyaratan SNI 01-2907-2008 bagi Kelompok Tani Kopi Prohutani Kalisoro Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Sutopo, Wahyudi; Fahma, Fakhrina; Zakaria, Roni; Hisjam, Muhammad; Priyandari, Yusuf; Rochani, Renny; Yuniaristanto, Yuniaristanto
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.64417

Abstract

Pandemi Covid-19 telah turut serta dalam memberikan dampak pada industri kopi di Indonesia. Namun, prospek kopi tetap menjanjikan karena didukung oleh produksi dan konsumsi dalam negeri, serta hasil nilai ekspor yang tinggi.  Industri ini juga masih berpeluang sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional. Di beberapa kota besar seperti Solo, bisnis coffee shop memang tak seramai masa sebelum pandemi. Besarnya permintaan kopi menjadi daya tarik bagi petani untuk menanam kopi tak terkecuali petani di desa Kalisoro kecamatan Tawangmangu kabupaten Karanganyar yang menjadi mitra pada kegiatan PKM ini.   Untuk itu pada kegiatan pengabdian ini dilakukan pembuatan teknologi tepat guna teknologi tepat guna berupa  rancang bangun mesin sortasi biji kopi untuk memenuhi persyaratan mutu SNI 01-2907-2008.  Dari kegiatan ini dihasilkan mesin sortasi yang dibuat terbukti memiliki performansi multifungsi yaitu memisahkan biji kopi dari kotoran, ranting, serangga, dll sekaligus mensortasi (gradding) biji kopi berdasarkan ukurannya.  Pelatihan penggunaan mesin juga telah dilakukan pada mitra POKTAN PROHUTANI.  Selain itu juga telah dilakukan sosialisasi terkait teknik pemanenan dan teknologi pasca panen biji kopi. Kata kunci: Kopi; Industri Kecil dan Mikro (IKM); SNI 01-2907-2008; Mesin Sortir
Optimalisasi Sampah Anorganik Menjadi Produk Cinderamata Desa Wisata Ponggok Kusumawardhani, Arinta; Imaniar, Dewi Sita; Usman, Ilona Larasati; Pangestuti, Rahma Galuh; Prayoga, Pramudhita Restilianingrum
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v12i1.70854

Abstract

Desa Ponggok di Kabupaten Klaten memiliki beberapa lokasi wisata yang terkenal. Salah satunya yaitu Umbul Ponggok yang mendatangkan lebih dari 70 orang pengunjung setiap harinya. Hal ini menjadi permasalahan baru bagi Desa Ponggok dalam mengelola sampah yang dihasilkan pengunjung. Sampah anorganik berupa plastik merupakan jenis sampah yang paling sulit dikelola. Desa Ponggok memiliki bank sampah yang terdapat 50 hingga 60 penyetor, apabila sampah terkumpul tanpa diolah maka nilai jualnya tidak optimal. Tujuan pelatihan pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk cinderamata yaitu untuk meningkatkan nilai jual sampah. Pelatihan pemanfaatan sampah anorganik menjadi  produk cinderamata dilakukan pada bulan Oktober – Desember tahun 2022 melalui 4 tahapan, yaitu 1) sosialisasi program melalui penyampaian materi pengelolaan sampah anorganik di Desa Ponggok; 2) Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan produk cinderamata sampai packaging dan yang terakhir yaitu 3) monitoring program  4) terakhir, yaitu kegiatan Focus Group Discussion. Peserta pelatihan merupakan pengurus Bank Sampah Berkah Alam dan masyarakat Desa Ponggok. Hasil dari pelatihan didapatkan produk cinderamata berupa vas bunga rustic dari bahan baku sampah plastik dan peningkatan pemahaman dalam pengelolaan sampah anorganik. Kata kunci: Pengolahan; Bank Sampah; Pelatihan
Pengabdian Kepada Masyarakat Penerapan Teori Kaizen untuk Meningkatan Kualitas Usaha Keripik Talas di UKM Asyifa Oleh-Oleh budaraga, I Ketut; Devi, Wellas Sri
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 12, No 1 (2023): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v11i1.57375

Abstract

Talas merupakan bahan pangan lokal di Sumatera Barat mempunyai peranan penting untuk menjaga ketahanan pangan. Talas banyak dimanfaatkan sebagai makanan olahan di daerah-daerah. Permasalahan dijumpai pada UKM  Asyifa oleh-oleh perlu adanya peningkatan kualitas dan penerapan manajemen yang baik. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan tambahan informasi penerapan teori KAIZEN untuk peningkatan kualitas produksi kepada UKM  Asyifa Oleh-Oleh. Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah kunjungan lapangan disertai dengan ceramah secara timbal balik dilakukan secara langsung dan daring. Dalam diskusi tidak bersifat menggurui agar pesan inovasi yang ingin disampaikan sampai kepada UKM. Materi diskusi yang disampaikan masalah penerapan teori KAIZEN yaitu UKM perlu adanya perencanaan produksi, proses produksi pengolahan talas yang baik, adanya control terhadap mutu produksi serta kegiatan aktivitas selanjutnya, artinya ada usaha  peningkatan mutu secara terus menerus (continuous improvement).   Hasil yang diperoleh UKM menyambut baik masukan tersebut, dan kedepan akan dilaksanakan secara bertahap, disesuaikan dengan kemampuan SDM yang dimiliki oleh UKM Asyifa Oleh-Oleh.  Saat ini prospek pemasaran kripik talas cukup bagus, pemasaran sudah dilaksanakan di wilayah Sumatera Barat dan luar Sumatera Barat. Keripik UKM Asyifa oleh-oleh belum dikemas dengan baik. Adanya UKM ini sangat membantu peningkatan pendapatan masyarakat disekitarnya.       Kata kunci: Produksi, Keripik Talas, Kaizen, Kualitas

Page 6 of 20 | Total Record : 196