cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2024)" : 44 Documents clear
Pemanfaatan Whatsapp Sebagai Media Telekonsultasi Terhadap Ketidaknyamanan Ibu Hamil, Bersalin, dan Nifas di Puskesmas Dolo Kabupaten Sigi Irnawati, Irnawati; Dyastuti, Nur Eka; Amastasya, Sherin
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024902

Abstract

In 2022, maternal mortality (MMR) in Central Sulawesi reached 67 cases, while infant mortality (IMR) stood at 308 cases. In 2023, these numbers increased to 60 cases for MMR and 417 cases for IMR. WhatsApp, with 83% of users in Indonesia, was utilized in this study as a communication medium to educate pregnant, laboring, and postpartum women through teleconsultation, providing information, motivation, and solutions related to discomforts experienced during these periods. This descriptive study employed a case study approach, examining the discomforts experienced by women from pregnancy through postpartum. The study was conducted at Puskesmas Dolo, Sigi Regency, from March 14 to May 30, 2024, with the subject being Mrs. "W," who was 33 weeks pregnant. During pregnancy, the subject experienced complaints such as frequent urination, back pain, and moderate anemia with an Hb level of 8.6 g/dl, which was managed through a diet rich in iron and Fe tablets, resulting in an Hb increase to 11.6 g/dl. During labor, the subject experienced abdominal pain, a strong urge to push, and pain at the perineal suture site. In the postpartum period, the subject reported lower abdominal pain and pain at the suture site. These complaints were physiological in nature. Through WhatsApp, the researcher provided IEC (Information, Education, and Communication) tailored to the subject's complaints and needs during pregnancy, labor, and postpartum. WhatsApp proved effective as a teleconsultation medium for educating women about the discomforts experienced, even when not conducted directly at healthcare facilities.Abstrak. Pada tahun 2022, Angka Kematian Ibu (AKI) di Sulawesi Tengah mencapai 67 kasus, sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 308 kasus. Pada tahun 2023, angka tersebut meningkat menjadi 60 kasus AKI dan 417 kasus AKB. WhatsApp, dengan 83% pengguna di Indonesia, dimanfaatkan dalam penelitian ini sebagai media komunikasi untuk mengedukasi ibu hamil, bersalin, dan nifas melalui telekonsultasi, memberikan informasi, motivasi, dan solusi terkait ketidaknyamanan yang dialami selama masa tersebut. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu mengkaji ketidaknyamanan yang dialami ibu hamil hingga nifas. Penelitian dilakukan di Puskesmas Dolo, Kabupaten Sigi, pada tanggal 14 Maret sampai dengan 30 Mei 2024, dengan subjek penelitian adalah Ibu “W” yang sedang hamil 33 minggu. Selama masa kehamilan, subjek mengalami keluhan seperti sering buang air kecil, nyeri pinggang, dan anemia sedang dengan kadar Hb 8,6 g/dl yang diatasi dengan diet tinggi zat besi dan tablet Fe sehingga Hb meningkat menjadi 11,6 g/dl. Selama persalinan, subjek mengalami nyeri perut, keinginan mengejan yang kuat, dan nyeri pada tempat jahitan perineum. Pada masa nifas, subjek mengeluh nyeri perut bawah dan nyeri pada tempat jahitan. Keluhan tersebut bersifat fisiologis. Melalui WhatsApp, peneliti memberikan KIE (Informasi, Edukasi, dan Komunikasi) yang disesuaikan dengan keluhan dan kebutuhan subjek selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas. WhatsApp terbukti efektif sebagai media telekonsultasi untuk mengedukasi ibu tentang ketidaknyamanan yang dialami, meskipun tidak dilakukan secara langsung di fasilitas kesehatan.
Prinsip Hygiene Sanitasi Makanan pada Usaha Keripik Tempe Di Desa Koto Agung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dhamasraya Provinsi Sumatera Barat Januariana, Neni Ekowati; Pakpahan, Suzan Fitriana; Jayanti, Hera Satya
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024901

Abstract

The majority of Indonesians have long been familiar with chips as a snack item. Apart from that, improper processing of chips might result in food risks arising from chemical, biological, and physical aspects. This study aimed to determine the relationship between knowledge and attitudes with the principles of food sanitation hygiene. Cross-sectional research design is used in this observational study, the population consisted of 53 individuals who worked for the tempeh chip company in Koto Agung Village, Sitiung District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province. The chi-square test was used for univariate and bivariate data analysis. The results of chi-square test obtained the relationship between knowledge and the principles of food sanitation hygiene in tempeh chips business with p = 0.000, there was a relationship between attitude and the principles of food sanitation hygiene in the tempeh chips business with p = 0.007. The study's findings indicate a connection between attitudes and understanding of the fundamentals of food sanitary hygiene in the tempeh chip industry. All employees of the Koto Agung Village, Sitiung District, Dharmasraya Regency, West Sumatra Province tempeh Chip Company are advised to be knowledgeable about and adopt a positive attitude toward food sanitation hygiene by the year 2023. Abstrak. Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah lama mengenal keripik sebagai makanan ringan. Selain itu, pengolahan keripik yang tidak tepat dapat mengakibatkan risiko pangan yang timbul dari aspek kimia, biologi, dan fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan prinsip higiene sanitasi pangan. Penelitian observasional ini menggunakan desain penelitian cross-sectional, populasi sebanyak 53 orang yang bekerja pada perusahaan keripik tempe di Desa Koto Agung, Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square diperoleh hubungan pengetahuan dengan prinsip higiene sanitasi pangan pada usaha keripik tempe dengan p = 0,000, terdapat hubungan sikap dengan prinsip higiene sanitasi pangan pada usaha keripik tempe dengan p = 0,007. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara sikap dengan pemahaman tentang dasar-dasar higiene sanitasi pangan pada industri keripik tempe. Seluruh karyawan di Desa Koto Agung Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat dihimbau untuk memiliki pengetahuan dan bersikap positif terhadap higiene sanitasi pangan pada tahun 2023.
Systematic Literature Review: Tourism Development Factors in the Global Era Anwar, Muhammad Khairul; Aprilianisa, Nathya Kyra
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024927

Abstract

This research attempts to produce a determinant model of Tourism Development that is novel and observable for future empirical research on tourism development in Indonesia. Furthermore, this study aims to inform stakeholders to identify strategies to combat tourism sustainability challenges in the global era. This study uses a literature review study with variable mining, a systematic literature review (RSL) using RStudio, bibliometric and VOSViewer software. The data used is the minimum limit of English-language journal articles available in the Scopus electronic database from the last 5 years, i.e. 2019 - 2023, and selected based on the title created by the author. Nowadays, the publication of articles in journals is growing rapidly and can be found on the Internet. Exploring variables to explore and identify variables that drive tourism development through Traditional Literature Review (TLR) or Narrative Literature Review (NLR) is inefficient and ineffective. A possible solution is to use the concept of big data, namely Systematic Literature Review (SLR). The author found 3791 articles on Tourism Development in Scopus. Research on the topic of tourism development can be carried out in different countries and the developments on this topic are very good. The author took 6 tourism development models with specific characteristics: people, economy and social impacts, tourism industry, ecotourism, tourist destination and tourism management.
Evaluasi dan pengembangan program untuk pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan Baihaqi, Mohammad Daffa Okta; Ohney, Ohney; Ambarwati, Nila; Sari, Desy Fatika; Adinugroho, Mukhtar; Budury, Syiddatul
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024899

Abstract

Desa Menunggal merupakan sebuah desa di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur. Desa ini mempunyai kode wilayah desa bernomor 3525082010. Desa Menunggal terdiri dari 26 RT, 6 RW, dan 2 Dusun. Tim kami yang ditempatkan di Desa Menunggal, Kecamatan Kedamean untuk membantu mengatasi menangani permasalahan-permasalahan yang ada disana. Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan, permasalahan yang ada di Desa Menunggal, yaitu meningkatnya angka stunting dan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan hasil bumi yang dimiliki. Masyarakat belum menemukan solusi yang efektif untuk permasalahan-permasalah yang ada di desa mereka. Melalui program kerja juga telah kami siapkan, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi dan manajemen, pengolahan sistem informasi serta penerapan dalam hal kesehatan. Dimana dalam kegiatan ini tim KKN akan berupaya sebaik mungkin dan berkontribusi dengan melaksanakan beberapa program pendidikan, kesehatan, ekonomi dan informasi pada masyarakat Kecamatan Kedamean, Desa Menunggal untuk mewujudkan perubahan yang signifikan dan dapat berkelanjutan. Mahasiswa diberikan keterampilan sosial yaitu pengalaman program KKN (Kuliah Kerja Nyata) ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi serta informasi. Mahasiswa akan terus berupaya untuk memberikan inovasi dan motivasi penggerak agent of change dalam pembangunan masyarakat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama masyarakat, mengingat pentingnya pemberdayaan masyarakat yang harus terus dikembangkan dalam hal meningkatkan rasa optimisme masyarakat desa guna menuju desa mandiri.
PKM Bagi Bank Sampah Kemuning Melalui Inovasi Produk Daur Ulang Limbah Plastik dan Pengelolaan Manajemen Usaha Dwiaji, Yudhi Chandra; Sulistyowati, Niken; Nurato, Nurato; Latudi, Wahyu Hasan; Arvisyah, Diar
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024936

Abstract

Mitra bank sampah Kemuning adalah tim pembuatan kompos takakura yang terdiri dari 10 orang dan tim bank sampah yang memiliki 8 nasabah yang akhirnya bergabung bersama-sama memfokuskan pada kegiatan daur ulang organik. Bank sampah ini memiliki konsep pengelolaan sampah yang bersifat sosial dan kebersamaan. Permasalahan mitra berada pada kegiatan rutin yang hanya sebatas pada penumpulan, penimbangan dan penjualan, tanpa melalui program daur ulang yang dilakukan sendiri atau melakukan suatu inovasi dari limbah sampah anorganik. Padahal jumlah sampah anorganik yang dikumpulkan mencapai berat 100 kg/siklus. Permasalahan kedua adalah pengelolaan bank sampah yang berjalan saat ini masih bersifat manual. Termasuk manajemen pemasaran produk yang hanya dalam lingkup komunitas dan wilayah sekitarnya. Tujuan PKM adalah transfer iptek dan meningkatkan pengetahuan dalam pengolahan sampah plastik menggunakan mesin pencacah plastik dan mesin injeksi plastik, kemudian memasarkannya di marketplace dan media sosial. Metode pemberdayaan yang digunakan adalah melalui sosialisasi, pelatihan, evaluasi dan pendampingan. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan PKM adalah pengetahuan teknologi terhadap mesin teknologi tepat guna dan manajemen pemasaran mitra meningkat. Mitra juga dapat memperoleh produk yang bernilai jual lebih yaitu cacahan plastik dan produk daur ulang berupa tatakan/alas gelas.
Strategi pemasaran melalui media sosial bagi mitra nawaina tours 'Ilmi, Zujajatul; Meutia, Nur Shabrina; Irhamni, Firly
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024937

Abstract

Di tengah perkembangan era digital, penggunaan media sosial sebaga sarana pemasaran menjadi strategi yang efektif pada berbagai usaha termasuk travel umrah. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dalam penyedia layanan umrah termasuk Nawaina Tours. Terlepas dari potensi yang ditawarkan media sosial saat ini, mitra dari Nawaina tours belum sepenuhnya memahami cara memanfaatkannya secara efektif. Penguasaan media sosial sebagai alat pemasaran kini menjadi kunci dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan memperluas jangkauan pasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini meliputi sosialisasi mellaui cerama efektif, pelatihan dan pendampingan pembuatan konten pada platform seperti Youtube, Facebook Reels, WhatsApp Business, Tiktok, Indtagram Reels dan instastory. Tim pengabdian juga memberikan contoh kalender konten yang dapat digunakan oleh mitra untuk strategi pemasaran yang konsisten. Hasil kegiatan yang didapat mitra dari Nawaina Tours memahami lebih dalam lagi potensi media sosial dalam meningkatkan visual untuk audiens yang lebih luas dan dapat membuat konten-konten dengan menggunakan editing vidio seperti CapCut, mengedit langsung di Tiktok ataupun instagram dengan dipadukan musik yang sedang tren agar lebih menarik untuk diunggah pada media soialnya. Selain itu mereka dapat memposting ulang konten yang telah diunggah oleh travel Nawaina ke akun media sosialnya sendiri.Abstract. In the midst of the development of the digital era, the use of social media as a marketing tool has become an effective strategy for various businesses, including Umrah travel. As a country with the largest Muslim population, Indonesia has a large market potential for Umrah service providers, including Nawaina Tours. Despite the potential that social media currently offers, Nawaina tours partners do not yet fully understand how to utilize it effectively. Mastering social media as a marketing tool is now the key to building long-term relationships with customers and expanding market reach. The methods used in this service activity include socialization through effective lectures, training and assistance in creating content on platforms such as YouTube, Facebook Reels, WhatsApp Business, Tiktok, Instagram Reels and Instastory. The service team also provides an example of a content calendar that partners can use for a consistent marketing strategy. The results of the activities obtained by partners from Nawaina Tours understand more deeply the potential of social media in enhancing visuals for a wider audience and can create content using video editing such as CapCut, editing directly on Tiktok or Instagram combined with trending music to make it more interesting to upload on social media. Apart from that, they can repost content that has been uploaded by Nawaina travel to their own social media accounts.
Jus Wortel Dapat Menurunkan Hipertensi Pada Ibu Hamil : Literatur Review Katili, Dwi Nur Octaviani; Mulyaningsih, Sri; Wirono, Maryani Eka
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024920

Abstract

Hypertension in pregnancy is is hypertension that occurs during pregnancy and usually in the last month of pregnancy or more after 20 weeks of gestation in women who were previously normotensive, blood pressure values 120/80 mmHg, or an increase in systolic pressure of 30 mmHg and diastolic pressure of 15 mmHg above the normal value. This literature study aims to identify the influence of carrot juice that decrease hypertension. The method used Literature study that was conducted by searching articles which is published on Google Scholar, IOS, and Garuda Portal. In keywords: carrot juice can reduce hypertension in pregnant women. Searching the literature was published in the last 10 years from 2009 to 2019 with full text in Indonesian language relevant to the topic of research. The results based in a review on 5 articles, it was found that carrot juice had an influence on maternal blood pressure where there are differences in pressure values before and after being given carrot juice itself. Based on the research results, it can be concluded that carrot juice is an alternative non-pharmacological treatment for hypertension.
Pemberdayaan Desa Manurung Sebagai Sentra Tenun Kaliman Selatan menggunakan ATBM Hadi, Samsul; Setiawan, Deni; Ramadani, Rizka Aulia; Rahmadina, Nazwa; Febriani, Noor Rahmi; Khadijah, Nor; Sukma, M. Laily Qadry; Yusri, Yusri
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024946

Abstract

Tenun merupakan karya manusia bernilai estetika dan memuat simbol dengan berbagai makna yang dituangkan ke dalam bentuk helaian kain berbahan dasar benang, dibuat dengan proses yang lama melalui cara menyatukan benang pakan melintang secara berulang-ulang. Salah satu sentra desa tenun di Kalimantan Selatan adalah Desa Manurung. Tehnik tenun yang dilakukan di Desa ini menggunakan tehnik gedog. Salah satu kelemahan tehnik gedog yaitu untuk memproduksi 1 kain dengan ukuran 2 meter diperlukan waktu satu bulan. Sehingga diperlukan tehnik lain untuk mempercepat produksi kain tenun. Salah satu tehnik tenun yang sederhana adalah menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin.  Metode pengabdian yang dilakukan dimulai dengan Identifikasi Kebutuhan dan Potensi Masyarakat; Perencanaan Program Pelatihan ATBM; Pelaksanaan Pelatihan; Pelatihan Managerial. Hasil dari kegiatan ini adalah ketertarikan generasi muda berjumlah dua belas orang untuk mempelajari menenun menggunakan ATBM, dari dua belas orang yang terampil menggunakan ATBM lima orang, sehingga di Desa manurung yang terampil menggunakan ATBM delapan orang. Berdasarkan pelatihan managerial terdata aset Mitra 1 sebesar Rp 159.500.000,- dan Mitra II sebesar Rp 15.900.000,-. Kesimpulan Kegiatan Pengabdian berupa pelatihan penggunaan Alat Tenun Bukan Mesin dan managerial terhadap Mitra 1 dan Mitra 2 dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mitra dalam hal tehnik menenun dan managerial dapat menjadi peluang pekerjaanAbstract. Tenun is a human work that has aesthetic value and contains symbols with various meanings that are poured into the form of strands of cloth made from yarn, made with a long process by repeatedly uniting the weft threads across. One of the centers of weaving villages in South Kalimantan is Manurung Village. The Tenun technique used in this village uses the gedog technique. One of the weaknesses of the gedog technique is that it takes one month to produce 1 cloth measuring 2 meters. So other techniques are needed to speed up the production of woven fabrics. One of the simple Tenun techniques is using Alat Tenun Bukan Mesin. The community service method used begins with Identifying Community Needs and Potential; ATBM Training Program Planning; Training Implementation; Managerial Training. The result of this activity is the interest of the young generation totaling twelve people to learn to weave using ATBM, of the twelve people who are skilled at using ATBM five people, so that in Manurung Village eight people are skilled at using ATBM. Based on the managerial training, the assets of Partner 1 were recorded at IDR 159,500,000 and Partner II at IDR 15,900,000. Conclusion Community Service Activities in the form of training on the use of Alat Tenun Bukan Mesin and managerial for Partners 1 and 2 can improve the knowledge and skills of partners in terms of tenun techniques and managerial can be a job opportunity
Pola Asuh Ayah Dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Usia Dini Shari, Destita; Rihlah, Jauharotur; Munawaroh, Risalatul; Asmaiyah, Nur
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024868

Abstract

The parenting seminar aims to enhance fathers' understanding of parenting styles to improve prosocial behavior and encourage better collaboration between fathers and mothers in early childhood parenting. The background of this community service implementation is the low knowledge of fathers regarding various parenting concepts and their impact on all aspects of child development. This community service activity took place in RT 009, Taman Pondok Legi Housing, Pepelegi Waru Sidoarjo, with the target participants being 20 married couples who are residents of RW 009. The community service was carried out using a seminar method, which included QA sessions and mentoring for married couples to apply the appropriate parenting styles. The activities began with coordination and preparation with the partners, material development, seminar implementation, mentoring, and evaluation. The seminar was attended by 20 married couples, totaling 40 participants.The results of the seminar, based on pre-test and post-test evaluations, showed the following improvements: in terms of knowledge enhancement, the average score for questions about parenting styles increased from 3.2 to 4.8; in terms of involvement enhancement, the average score for involvement in parenting increased from 2.5 to 4.2; in terms of understanding the father's role, the average score for understanding the father's role in parenting increased from 3.0 to 4.7; and in terms of enhancing prosocial behavior, the average score for teaching prosocial behavior increased from 2.8 to 4.5. The evaluation was conducted through pre-test and post-test, showing increased participants' understanding. The conclusion of this community service is that it can significantly contribute to increasing fathers' awareness and ability to nurture early childhood children. The suggestion from this community service is that with an interactive seminar approach and continuous mentoring, the role of fathers in parenting can be more optimal, allowing children to develop prosocial behavior that is appropriate and in line with contemporary developments.Abstrak. Seminar parenting ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ayah tentang pola asuh dalam meningkatkan perilaku prososial dan juga mendorong kolaborasi yang lebih baik antara ayah dan ibu dalam pengasuhan anak usia dini. Latar belakang dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah oleh rendahnya pengetahuan ayah mengenai konsep pola asuh yang beragam dan pengaruhnya terhadap seluruh aspek perkembangan anak. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertempat di RT 009 Perumahan Taman Pondok Legi, Pepelegi Waru Sidoarjo. Dengan sasaran peserta adalah 20 pasangan suami istri warga RW 009. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode seminar dan mencakup sesi tanya jawab dan pendampingan pasangan suami istri untuk mengaplikasikan pola asuh yang sesuai. Dimulai dari kegiatan koordinasi persiapan dengan mitra, pengembangan materi, pelaksanaan seminar, pendampingan dan evauasi. Seminar ini dihadiri oleh 20 pasangan suami istri sehingga total peserta 40 orang. Hasil dari seminar ini pada saat pre test dan post test dalam hal peningkatan pengetahuan skor rata-rata pertanyaan tentang jenis pola asuh meningkat dari 3.2 menjadi 4.8, dalam hal peningkatan keterlibatan skor rata-rata untuk keterlibatan dalam pengasuhan meningkat dari 2.5 menjadi 4.2., lalu dalam hal peningkatan pemahaman peran ayah skor rata-rata untuk pemahaman tentang peran ayah dalam pengasuhan meningkat dari 3.0 menjadi 4.7, kemudian dalam hal peningkatan perilaku prososisal skor rata-rata untuk mengajarkan perilaku prososial meningkat dari 2.8 menjadi 4.5 Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta. Kesimpulan dari Pengabdian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan kemampuan ayah dalam mengasuh anak usia dini. Saran dalam pengabdian ini adalah dengan pendekatan seminar yang interaktif dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan peran ayah dalam pengasuhan dapat lebih optimal, sehingga anak-anak dapat berkembang dengan perilaku prososial yang baik dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Gambaran Pengetahuan Siswa SMK YPKK 1 Sleman Terhadap Penggunaan Obat Tradisional Nugrahini, Febrina; Setiawati, Rini
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024915

Abstract

This study aims to evaluate the knowledge level of students at SMK YPKK 1 Sleman regarding the use of traditional medicine. The study employs a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design, involving 113 students from grades X, XI, and XII, who were purposively selected as the sample. Data were collected through a questionnaire that covered respondent characteristics, sources of information on traditional medicine, methods of obtaining it, forms of preparation, as well as knowledge and use of traditional medicine. The results indicate that the majority of students have good knowledge about traditional medicine (60%); however, the use of traditional medicine among students is relatively low, with 50% having a low level of usage. This study underscores the importance of increasing adolescent interest in traditional medicine to preserve cultural heritage and promote health.