cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
jiberdaya@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiberdaya@gmail.com
Editorial Address
Lucky Arya Residence 2 No 18 RT/RW 003/001 Fajar Agung Barat Kecamatan Pringsewu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Indonesia Berdaya
Published by Utan Kayu Institute
ISSN : 27163822     EISSN : 27210669     DOI : https://doi.org/10.47679/ib
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Indonesia Berdaya particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: - Community Services, People and Health; - Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; - Community Empowerment, Social Access; - Student Community Services; - Border Region, Less Developed Region; - Education for Sustainable Development.
Articles 747 Documents
Estimasi Penerima Alat Bantu Penyandang Disabilitas Di Dinas Sosial Kota Medan Menggunakan Metode Regresi Linier Berganda Rahmat Darmawan; Shelly Kilan Cahaya Pulungan; Reni Puspita; Jeni Yulinda; Sarif Muda Pasaribu; Hendra Cipta
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023450

Abstract

Dinas Sosial Kota Medan merupakan salah satu tempat penyaluran Bantuan Sosial bagi masyarakat kota Medan. Salah satu Bantuan Sosial yang disalurkan kepada masyarakat kota Medan ialah Alat Bantu Penyandang Disabilitas. Alat Bantu Penyandang Disabilitas adalah benda yang berfungsi membantu kemandirian Penyandang Disabilitas dalam melakukan kegiatan sehari-hari yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penyandang disabilitas dalam pemenuhan hak dasar mereka di masyarakat, dan penyaluran tersebut dijalankan setiap tahunnya. Sehingga Dinas Sosial harus dapat memprediksi tingkat estimasi penerima Bantuan Sosial Alat Bantu Disabilitas dengan menggunakan metode regresi linier berganda dapat mengestimasi penerima Bantuan Sosial Alat Bantu Disabilitas di tahun mendatang.
Problematika Perumusan Unsur Tindak Pidana Perkawinan Semu dalam Pasal 135 Undang Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Sugianto Sugianto; Ufran Ufran
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023438

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk perbuatan yang dapat dikenakan sanksi pidana apabila dilakukan oleh pejabat imigrasi dan bagaimana pemberlakuan ketentuan pidana terhadap pejabat imigrasi berdasarkan UndangUndang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian. Artikel ini membahas tentang tindak pidana perkawinan semu dalam perspektif hukum Islam. Perkawinan semu adalah perkawinan seorang warga negara Indonesia atau seorang asing pemegang izin tinggal dengan seorang asing lain dan perkawinan tersebut bukan merupakan perkawinan yang sesungguhnya, tetapi dengan maksud untuk memperoleh izin tinggal atau Dokumen Perjalanan Republik Indonesia. Dari sisi hukum, perkawinan itu merupakan bentuk penyelundupan hukum. Berdasarkan Pasal 135 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, pelaku perkawinan semu dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
Pelatihan Literasi pada Masyarakat Desa Renah Jelmu: Kampung Literasi Anak Negeri Diana Oktavia; Cenby Rosella Elbas; KMS Ade Irwansyah; Rahayu Sartika; Eldini Chania
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023422

Abstract

Pelatihan Literasi pada masyarakat desa Renah Jelmu dilaksanakan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kemampuan literasi. Program ini dilaksanakan dalam bentuk pengajaran membaca dan berhitung bagi anak-anak dan pemuda setempat. Kegiatan pengajaran dilaksanakan sekali dalam setiap minggu dengan menggunakan media-media menarik. Selain itu, program ini juga dikemas dalam bentuk sosialisasi kepada orang tua di desa Renah Jelmu mengenai pentingnya pendidikan, pernikahan dini serta pelatihan pembuatan kreativitas seperti pembuatan keripik tebu. Guna mendukung program peningkatan literasi ini, tim pengabdian juga membuat pojok baca yang dapat diakses oleh semua warga desa Renah Jelmu. Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh warga sekitar.
Pelatihan Pembuatan Soal Numerasi Berbasis Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Bagi Guru SD Di Kota Ternate Ahmad Afandi; In Hi Abdullah; Marwia Tamrin Bakar; Ariyanti Jalal; Ardiana Ardiana
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023451

Abstract

Minimum Competency Assessment (AKM) is an activity that is routinely carried out every year.  The question used in AKM activities is the Numeracy Problem. However, the ability and skills of elementary school teachers in Ternate city in making numeracy questions are still low. The purpose of the service activity is to improve the ability and skills of teachers in Ternate city in making AKM-based numeracy questions. The partners of this activity are UPTD Ternate Selatan, UPTD Ternate Tengah, and UPTD Ternate Utara. The number of participants in this activity is 50 teachers. The method carried out lectures, discussions, assignments, and questions and answers with data retrieval techniques using questionnaires. The result of the service activity is an increase in the ability and skills of teachers in Ternate city in making AKM-based numeracy questions. Making AKM-based numeracy questions is effectively carried out by training methods.
Perspektif Sosiologi Hukum Islam terhadap Tradisi Wi’i Nggahi pada Pernikahan Suku Donggo Desa Rora Kecamatan Donggo Kabupaten Bima Salahuddin Salahuddin; Ufran Ufran
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023439

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif sosiologi hukum Islam terhadap tradisi Wi’i Nggahi pada pernikahan masyarakat Desa Rora. Latar belakang masyarakat menerapakan penggunaan W’i’i Nggahi dalam prosesi pernikahan dalam masyarakat Desa Rora Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. Adapun jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan empiris, yaitu dalam menghadapi permasalahan yang dibahas berdasarkan peraturan yang berlaku dan dihubungkan dengan kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat. Metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian bahwa orang tua menjodohkan anaknya tanpa bermusyawarah terlebih dahulu, namun dalam adat ini mengharuskan untuk tunduk dan patuh terhadap pilihan orang tua. Adapun alasan-alasan penyebab praktik penggunaan Wi’i Nggahi adalah menjaga harta benda, sebagai bentuk ketaatan kepada orang tua, mempertahankan adat. Islam memandang tidak menyalahkannya, namun hanya saja di dalam pelaksanaanya sesuai ketentuan tidak memberatkan salah satu pihak dan harus ada persetujuannya seperti yang tertuang pada pasal 6 (1) UU No. 1 tahun 1974, karena dalam pasal 28 KUH Perdata. Secara tegas tidak menyebutkan hukum adat dalam batang tubuh UUD 1945, bahkan menurut Imam Sudiyat, tidak ada satu pasal pun yang memuat dasar berlakunya hukum adat. kecuali dalam pasal 18B 1945 menyebutkan, telah membuktikan semangat negara untuk tetap mempertahankan dan menghormati pengakuan terhadap hak-hak masyarakat adatnya.
Upaya Meningkatkan Minat Membaca Dengan Menggunakan Media Pembelajaran Buku Cerita Bergambar Pada Anak Paud Kasih Ibu Ayuda Nia Agustina; Retno Ayu Yuliastuti; Dian Safitri; Syafruddin Syafruddin; Afif Alfiyanto
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023416

Abstract

The main objective of this study is to explain efforts to increase interest in reading by using picture story books as learning media for Kasih Ibu PAUD children. The research method used is qualitative, with data collection techniques, namely observation techniques, interviews, and documentation. The results showed that the medium of picture story books could increase interest in reading in children. The process or steps for carrying out teaching and learning activities using the press of picture story books, namely, the teacher shows the picture story books that will be delivered to children that day according to the theme. The teacher invites children to have a conversation by providing stimulation through a few questions about picture stories. The teacher also introduces new vocabulary accompanied by meaning or understanding, not forgetting that the teacher offers encouragement and motivation in the form of encouragement or praise. The children in PAUD Kasih Ibu are also very enthusiastic about learning to read picture storybooks. It is essential to teach children an interest in reading and introduce letters from a young age, and it is recommended that schools and each school have a reading corner so that children's interest in reading is very high. Abstrak: Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya meningkatkan minat membaca dengan menggunakan media pembelajaran buku cerita bergambar pada anak PAUD Kasih Ibu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui media buku cerita bergambar dapat meningkatkan minat membaca pada anak.  Proses atau langkah-langkah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar menggunakan media buku cerita bergambar yaitu guru menunjukkan buku cerita bergambar yang akan disampaikan kepada anak pada hari itu sesuai dengan tema, guru mengajak anak-anak untuk bercakap-cakap dengan memberikan rangsangan melalui beberapa pertanyaan mengenai cerita bergambar, guru juga memperkenalkan kosa kata baru yang disertai arti atau pengertiannya, tidak lupa guru memberikan dorongan dan motivasi berupa ungkapan penyemangat atau pujiandan anak-anak di PAUD Kasih Ibu juga sangat antusias melakukan kegiatan belajar membaca buku cerita bergambar. Pentingnya untuk mengajari anak dalam minat membaca dan mengenalkan huruf-huruf dari usia anak sejak dini, dan dusarankan untuk pihak sekolah dan tiap sekolah harus memiliki pojok baca supaya minat anak dalam membaca sangat tinggi.
Perlindungan Hukum Asisten Rumah Tangga (ART) dalam Sistem Hukum Ketenagakerjaan di Indonesia Reni Yusmita; Ufran Ufran
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023445

Abstract

Asisten rumah tangga (ART) merupakan salah satu pekerjaan saat dilakoni oleh sebagian masyarakat, yamg jasanya itu dibutuhkan dalam menata dan menangani urusan rumah tangga. Tetapi sampai saat ini juga belum ada undang – undang yang mengatur mengenai hak Pekerja Rumah Tangga. Dalam Undang-undang ketenagakerjaan belum dapat menjamin secara penuh dalam memberikan perlindungan hukum dan memberikan pemenuhan atas hak-hak para pekerja Asisten Rumah Tangga (ART). Undang-undang N0. 11 Tahun 2020 juga tidak memasukan ART dalam kategori pekerja buruh secara formal sehingga Asisten Rumah Tangga tidak dapat diberikan perlindungan hukum seperti para pekerja lainya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif. Tujuan dari pembuatan jurnal ini untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum bagi Asisten Rumah Tangga(ART) dalam sistem hukum ketenagakerjaan Indonesia. Hasil yang diperoleh yaitu Undang-undang Ketenagakerjaan tidak dapat memberi perlindungan hukum bagi (ART) karna bukan pekerja yang masuk dalam ketentuan Undang-Undang Ketenagakerjaan. Adapun bentuk perlindungan hukum yang diberikan bagi  (ART) ), dengan melakukan pembaharuan hukum yang diformulasikan dalam berbagai kebijakan berbasis keberpihakan terhadap (ART), mengangkat ke permukaan kasus-kasus ART agar memperoleh respon banyak pihak guna menjadi agenda dalam upaya perubahan ke arah yang lebih baik serta memberikan akses dan responsif  yang cepat jika ada oknum yang melaukakan intimidasi agar dapat melindungi dari berbagai tekanan sang pemberi kerja.
Pelatihan Kader Pembentukan Posyandu Remaja sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja di Desa Loru Kabupaten Sigi Irnawati Irnawati; Nurasmi Nurasmi; Evi Setyawati
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023443

Abstract

Masalah kesehatan remaja sangatlah kompleks karena berada pada masa peralihan dari anak-anak ke dewasa. Sehingga, jika permasalahan tersebut tidak tertangani, maka dapat berdampak terhadap masa depan bahkan kesehatan psikologisnya. Masa remaja merupakan masa storm and stress, karena remaja mengalami banyak tantangan baik yang datangnya dari diri mereka sendiri (biopsychosocial factors) ataupun dari lingkungan (environmental factors). Perkembangan yang dialami pada masa remaja (fisik, psikologis, dan emosi) dapat teratasi apabila remaja dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya dengan baik. Menurut  World Health Organization (WHO) pada tahun 2017, proporsi remaja yang melakukan hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan di negara berkembang yaitu 40% dan terdapat 1,7 juta Kehamilan Tidak di inginkan (KTD) pada remaja setiap tahun. Faktor risiko kematian pada bayi 30% lebih tinggi pada ibu dengan usia muda. Pada kehamilan usia muda meningkatkan faktor risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan usia 20 tahun keatas. Terdapat 300 ribu kasus baru pada perempuan usia 15- 24 tahun yang terinfeksi HIV dan lebih dari 200 ribu kasus baru laki-laki usia 15- 24 tahun yang terinfeksi HIV. Begitu besarnya penerimaan dari lingkungan, baik dari teman sebaya maupun masyarakat, sehigga remaja diharapkan mampu bertanggungjawab secara sosial, mengembangkan kemampuan intelektual dan sikap secara mandiri. Remaja yang dapat menyesuaikan diri dengan baik maka diharapkan mampu menjalani masa remaja dengan baik dan diterima oleh lingkungannya. Posyandu remaja merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan bagi remaja.
Training on Separation of Organic and Inorganic Waste in Blimbing Village, Paciran Lamongan District Rofiatun Solekha; Nynda Ayu Nadira Savitri; Karin Alifia Rachmadani; Badriatul Musyarofah; aisyah hadi ramadani
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023455

Abstract

Waste problems are becoming increasingly complex due to the lack of waste processing facilities, low public knowledge about waste management, and the rapid population growth in Paciran District, Lamongan Regency. This activity is carried out with the aim of utilizing it by sorting waste and processing it so that it can produce products. Trash that is scattered on the road is generally due to the low awareness of the surrounding community to dispose of waste in its place. Community service activities are carried out by socialization and training. The socialization carried out is to provide counseling to the community about how to dispose of waste and sorting household waste. Training was conducted for TPS3R officers on how to sort and use them. Organic waste obtained from food scraps is used as maggot feed, while inorganic waste is sold to collectors so that it can increase people's income in the Blimbing village. Apart from that, this activity also produced a BSF (Black Soldier Fly) installation, which is a place for maggot cultivation. It is hoped that in the future this community service activity can be carried out in a sustainable manner, so that the waste in the Blimbing sub-district can be utilized into something of economic value.
Penuntutan Tindak Pidana Kepabeanan Pada Daerah Perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Republik Demokratic Timor Leste (RDTL) (Studi di Kejaksaan Negeri Belu NTT) M. Ikhwanul Fiaturrahman
Indonesia Berdaya Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023460

Abstract

Perdagangan nasional maupun internasional mengalami perkembangan pesat. Terlihat dari semakin berkembangnya arus peredaran barang, jasa, modal, dan tenaga kerja antar negara. Hukum kepabeanan menjadi salah satu sarana hukum untuk mengendalikan kestabilan dan kaidah-kaidah yang semestinya dijalankan dalam transaksi perdagangan khususnya dalam bentuk ekspor dan impor. Dalam hal ini Kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam penegakan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegak hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hambatan dan solusi yang dapat dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Belu terhadap tindak pidana kepabeanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normative-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam melakukan penegakan hukum terhadap tindak pidana kepabean barang impor-ekspor tidak sedikit dari segi masyarakat khususnya yaitu masyarakat masih belum dapat menerima aturan tersebut dan tidak menganggap hal tersebut suatu kejahatan atau pelanggaran hukum dan upaya yang telah dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Belu terhadap tindak pidana kepabeanan adalah merekrut atau menambah jumlah team dalam penanganan tindak pidana kepabean barang impor-ekspor serta melengkapi fasilitas sarana dan prasarana. Mengadakan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang teknologi dan meningkatkan kesadaran masyarakat dengan mengadakan penyuluhan dan sosialisasi hukum kepada masyarakat terkait larangan tindak pidana kepabean.