cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 261 Documents
Peningkatan Pengetahuan dan Kesehatan Wanita Premenopause melalui Pendekatan Komunitas dan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) di Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus Eny Pujiati; Ambarwati Ambarwati; Vera Fitriana; Ayu Noor Fatikasari; Rayya Shofichul Najwa; Jamaludin Jamaludin; Alvi Ratna Yuliani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.619

Abstract

Premenopause merupakan fase transisi dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan penurunan hormon estrogen sehingga menimbulkan berbagai perubahan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi kualitas hidup. Permasalahan pada fase ini meliputi rendahnya pengetahuan serta ketidakmampuan dalam mengelola stres, sehingga diperlukan intervensi promotif dan preventif yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan wanita premenopause melalui pendekatan komunitas dan penerapan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) di wilayah kerja Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan MBSR, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Edukasi dilakukan secara interaktif dengan melibatkan kader kesehatan, sedangkan pelatihan MBSR mencakup teknik pernapasan sadar, body scan meditation, relaksasi dan kesadaran diri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kategori baik dari 20% menjadi 73,3% serta penurunan tingkat stres kategori berat dari 26,7% menjadi 6,6%. Intervensi efektif meningkatkan pemahaman dan kemampuan mengelola stres, didukung pendekatan komunitas yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup wanita premenopause.   
Health Digital Literacy: Edukasi Kesehatan Remaja Dengan Media Digital Interaktif Ervi Rachma Dewi; Risna Endah Budiati; Eko Prasetyo; M. Maulana Yusuf; Ulya Lathifah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.620

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat meningkatkan akses internet di kalangan remaja, namun juga diiringi dengan risiko rendahnya literasi digital kesehatan yang dapat berdampak pada kesalahan pengambilan keputusan terkait kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam memahami, menilai, serta memanfaatkan informasi kesehatan secara aman, efektif, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan selama satu pekan (21–28 Januari 2026) di SMP Negeri 1 Mejobo Kudus dengan sasaran 40 siswa kelas VIII. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui edukasi, workshop penyusunan media digital kesehatan, serta pendampingan edukasi teman sebaya. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta penilaian keterampilan penyusunan media.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditunjukkan dari perubahan kategori pengetahuan dari mayoritas kurang (62,5%) sebelum intervensi menjadi mayoritas baik (87,5%) setelah intervensi. Peserta juga mampu menyusun media edukasi kesehatan digital seperti poster dan menyampaikan informasi kesehatan kepada teman sebaya melalui kegiatan pameran. Selain itu, terbentuk agen edukator sebaya yang berperan dalam memperluas edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital kesehatan remaja serta menghasilkan media edukasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, integrasi program literasi digital kesehatan dalam kegiatan rutin sekolah sangat direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif di kalangan remaja.
Efektivitas Optimalisasi Manajemen Sumber Daya Manusia sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Gondangrejo Anggi Putri Aria Gita; Nella Tri Surya; Olivia Virvizat Prasastin; Frieda Ani Noor; Aulia Siti Nur Rahmah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i2.546

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Pengelolaan SDM yang optimal diperlukan untuk menjamin efektivitas dan kualitas pelayanan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai manajemen sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja mereka di Puskesmas Gondangrejo. Kegiatan optimalisasi manajemen sumber daya kesehatan dilakukan kepada 58 tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas tersebut. Metode yang digunakan adalah pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest terhadap 58 tenaga kesehatan. Intervensi dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi menggunakan media buku manajemen SDM kesehatan. Analisis data menggunakan uji Paired T-Test. Hasil analisis menunjukkan terdapat peningkatan signifikan dalam pengetahuan tenaga kesehatan mengenai manajemen sumber daya kesehatan setelah diberikan sosialisasi (nilai p 0,001). Rata-rata skor pengetahuan sebelum sosialisasi adalah 40,0 dan meningkat menjadi 68,0 setelah intervensi. Dengan demikian, optimalisasi manajemen sumber daya kesehatan terbukti berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan, yang pada akhirnya mendukung perbaikan kinerja mereka di Puskesmas Gondangrejo. Optimalisasi manajemen SDM terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan yang berpotensi berdampak pada peningkatan kinerja.
Kolaborasi Universitas Baiturrahmah dan Masyarakat Sungai Kunyit Barat untuk Ketersediaan Air Bersih pada Musim Kemarau Yahdian Rasyadi; Edi Suandi; Fitri Wahyuni; Eka Desnita; Ully Chairunisa; Elsa Marsellinda; Reza Hartamevia; Zakiatul Zahra; Selvi Merwanta
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.567

Abstract

Musim kemarau pada bulan Juli 2025 menyebabkan kekeringan di Nagari Sungai Kunyit Barat, Solok Selatan (wilayah dataran tinggi). Menyikapi kondisi ini,KKN–USR Universitas Baiturrahmah berkolaborasi dengan perangkat nagari dan masyarakat untuk Sungai Kunyit Barat pendalaman sumur PAMSIMAS guna meningkatkan ketersediaan air bersih. Kegiatan mencakup asesmen cepat, musyawarah warga, pendalaman sumur, penyetelan pompa, uji alir awal, dan edukasi operasi–pemeliharaan. Hasil awal menunjukkan sarana air bersih berfungsi, akses menjadi lebih mudah dan cepat, serta kesadaran menjaga kebersihan sumber meningkat. Kontinuitas pasokan air bersih dan praktik higiene yang baik meningkatkan keberlanjutan layanan dan berpotensi menurunkan risiko penyakit terkait air. Dengan adanya partisipasi kolaboratif ini telah berhasil mendapatkan air bersih dengan kegiatan memperdalam pipa, yang dapat dimanfaatkan masyarakat Sungai Kunyit Barat.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembuatan Mini Garden Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan dan Pengobatan Mandiri Hardiyani Presticasari; Adrian Faisal Yogatama; Salma Putri Rosyida; Kukuh Ravinanda Hafid; Melany Putri Nur Aizah; Dino Putra Amanda; Mauli Kirana Garnis; Alif Sholahudin Wahid; Putri Narwati; Rhami Ahmad Maulana Ibrahim; Firliana Ayu Febrina
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.648

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya lokal yang berperan dalam upaya promotif, preventif, dan pengobatan mandiri di keluarga. Namun, pemanfaatan TOGA masih belum optimal karena rendahnya pengetahuan mengenai jenis tanaman obat, teknik budidaya, pengolahan, dan penggunaan yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat dalam membudidayakan dan memanfaatkan TOGA melalui pembuatan mini garden dan pengolahan herbal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif meliputi survei awal, koordinasi dengan tokoh masyarakat, penyuluhan, demonstrasi, praktik pembuatan mini garden, dan pelatihan pembuatan wedang uwuh. Evaluasi dilakukan menggunakan desain one-group pretest-posttest terhadap 26 ibu rumah tangga di Kelurahan Karangayu, Kota Semarang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bahwa peserta berpartisipasi aktif pada seluruh tahapan program. Program ini berhasil meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat dari 48% menjadi 78%. Selain itu, masyarakat mampu menerapkan teknik budidaya TOGA secara mandiri, memanfaatkan pekarangan, serta memahami penggunaan tanaman obat secara tepat, aman, dan rasional. Mini garden juga memberikan manfaat lingkungan melalui optimalisasi lahan pekarangan lebih hijau dan produktif. Mini garden yang dibuat juga berpotensi menjadi media pembelajaran berkelanjutan dan membuka peluang pengembangan produk herbal yang bernilai ekonomi, seperti wedang uwuh. Secara keseluruhan, program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, pembuatan mini garden, dan pelatihan pengelolahan herbal terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian masyarakat dalam memanfaatkan tanaman obat sehingga berpotensi mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Peningkatan Pertumbuhan Balita Melalui Optimalisasi Layanan Kesehatan dan Pemberdayaan Kader Annif Munjidah; Elly Dwi Masita; Uke Maharani Dewi; Hinda Novianti; Machmudah Machmudah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.650

Abstract

Masalah gizi pada balita seperti wasting dan underweight masih menjadi tantangan serius di Desa Wage, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Kurangnya pengetahuan keluarga, terbatasnya keterampilan kader dalam memberikan konseling ASI dan PMBA, serta belum adanya layanan konsultasi anak memperparah situasi ini. Program pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari roadmap tiga tahun, dengan fokus tahun kedua pada peningkatan kesehatan balita dan kemandirian kader. Kegiatan meliputi pelatihan kader tentang identifikasi status gizi, konseling ASI eksklusif dan PMBA, pengembangan media edukasi, serta pembentukan layanan konsultasi gizi anak. Metode pendekatan berbasis asset-based community development dengan partisipasi aktif keluarga, kader, dan pemangku kepentingan lokal. Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, observasi keterampilan kader, dan indikator capaian keberlanjutan. Program ini diharapkan menciptakan kemandirian komunitas dalam memberikanlayanan konsultasi pertumbuhan anak dan meningkatkan akses layanan gizi balita secara berkelanjutan. Seluruh pendaan kegiatan ini dari LPPM Unusa
Edukasi Pentingnya Kesejahteraan Psikologis Melalui Webinar Pada Perawat Intensive Care (ICU) Unit Di Kalimantan Selatan Yulia Hairina; Nurul Hartini; Nursalam Nursalam
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.441

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan aspek penting yang sering kali terabaikan dalam dunia kesehatan, terutama bagi para perawat yang bekerja di unit perawatan intensif (ICU). Perawat ICU adalah garda terdepan dalam penanganan pasien dengan kondisi kritis yang menuntut perhatian penuh, ketelitian, dan ketangguhan mental. Program edukasi mengenai kesejahteraan psikologis diinisiasi untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola stres kepada perawat ICU di Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dilakukan melalui webinar dengan melibatkan Himpunan Perawat Critical Care (HIPERCCI) wilayah Kalimantan Selatan dalam proses perencanaan dan pelaksanaannya. Webinar ini diikuti oleh 40 perawat ICU dari berbagai rumah sakit di Kalimantan Selatan. Materi yang disampaikan meliputi faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kinerja perawat ICU dan strategi meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta merasa materi yang disampaikan sangat relevan dan bermanfaat. Diharapkan melalui kegiatan ini, perawat ICU dapat memperoleh dukungan yang diperlukan untuk menjaga kesejahteraan psikologis mereka, sehingga dapat terus memberikan perawatan terbaik bagi pasien. Dengan demikian, program edukasi ini berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas hidup perawat ICU dan secara tidak langsung meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kalimantan Selatan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Green Exercise dan Urban Farming dalam Pencegahan Diabetes Melitus Roma Sitio; Putro Simeulu; Asniah Syamsuddin; Muliya Sari; Erlangga Galih Zulva Nugroho
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.632

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat akibat perubahan gaya hidup masyarakat, seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan rendahnya kesadaran dalam pencegahan penyakit. Upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat dalam pencegahan DM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat melalui edukasi kesehatan dan urban farming dalam pencegahan Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Banda Raya Kota Banda Aceh. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui edukasi kesehatan, demonstrasi senam diabetes, senam kaki, pelatihan urban farming, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 28–29 April 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 52 orang. Pengetahuan peserta diukur menggunakan Diabetes Knowledge Test (DKT), sedangkan perilaku self-management dinilai menggunakan Diabetes Self-Management Assessment (DSMA). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kategori baik dari 19,23% menjadi 57,69%, sedangkan perilaku self-management kategori baik meningkat dari 15,38% menjadi 51,92%. Selain itu, masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik rutin, pengaturan pola makan, dan pemanfaatan pekarangan rumah untuk urban farming. Program ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan DM sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Green exercise dan urban farming dapat menjadi strategi promotif dan preventif berbasis komunitas dalam pencegahan Diabetes Melitus secara berkelanjutan.
Implementasi Chair Yoga Sebagai Upaya Mengatasi Hipertensi Dan Nyeri Sendi Pada Lansia Di Desa Kalang Anyar Yoga Kertapati; Dini Mei Widayanti; Ayu Citra Mayasari
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.530

Abstract

Hipertensi dan nyeri sendi merupakan dua permasalahan kesehatan yang sering dialami lansia dan berkontribusi terhadap penurunan kualitas hidup. Chair Yoga, sebagai bentuk latihan fisik ringan, dinilai efektif dan aman untuk meningkatkan kondisi fisik serta psikologis lansia. Meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam mengatasi hipertensi dan nyeri sendi melalui edukasi dan pelatihan Chair Yoga di Desa Kalang Anyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dilakukan dalam bentuk ceramah, demonstrasi, dan diskusi interaktif. Sebanyak 120 lansia berpartisipasi dalam program ini. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Terdapat peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 60,4 (pre-test) menjadi 85,1 (post-test). Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap manfaat Chair Yoga serta keterampilan dalam melakukan gerakan dengan benar. Responden juga melaporkan berkurangnya rasa nyeri dan merasa lebih rileks setelah melakukan latihan. Implementasi Chair Yoga terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia secara fisik dan mental. Intervensi ini layak dikembangkan lebih luas dalam program kesehatan komunitas lansia.
Penguatan Peran Keluarga dalam Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak melalui Pendekatan Family-Centered Care Annif Munjidah; Elly Dwi Masita; Uke Maharani Dewi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i3.652

Abstract

Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang belum optimal masih menjadi salah satu penyebab masalah gizi pada bayi dan balita. Edukasi PMBA selama ini lebih berfokus pada ibu, padahal keberhasilan praktik PMBA juga dipengaruhi oleh keterlibatan ayah dan anggota keluarga lainnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran keluarga dalam praktik PMBA melalui pendekatan Family-Centered Care. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Juli 2026 di Kecamatan Wonokromo, Surabaya, serta dilanjutkan dengan edukasi dan pendampingan masyarakat di Desa Wage, Sidoarjo. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan mitra, penyuluhan interaktif, kelas keluarga, diskusi partisipatif, dan penggunaan Family-Based PMBA Monitoring Tools sebagai media edukasi dan pemantauan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi, meningkatnya keterlibatan keluarga dalam edukasi PMBA, serta respons positif kader terhadap media monitoring sebagai sarana pendampingan yang praktis dan berpotensi mendukung keberlanjutan program. Pendekatan berbasis keluarga ini berpotensi memperkuat praktik PMBA dan mendukung pencegahan masalah gizi pada bayi dan balita. Seluruh kegiatan ini didanai oleh Direktorat riset, inovasi dan pengabdian kepada masyarakat (DRIPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).