cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
support@restuwahyuno.web.id
Phone
+6281575435102
Journal Mail Official
jpkcenut@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lingkar Raya Kudus - Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kesehatan
ISSN : 26143593     EISSN : 26143607     DOI : https://doi.org/10.31596/jpk
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Kesehatan merupakan jurnal ilmiah hasil-hasil pengabdian masyarakat didalam pemberdayaan di bidang Kesehatan yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus secara berkala 2 (dua) kali dalam satu tahun.
Articles 243 Documents
Pelayanan Informasi Obat tentang Penggunaan Obat Tetes Mata sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Pasien di Puskesmas X Kudus Setyoningsih, Heni; Yudanti, Gendis Purno; Wijaya, Hasty Martha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.586

Abstract

Penggunaan obat tetes mata merupakan salah satu terapi yang umum diberikan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Namun demikian, masih banyak pasien yang belum memahami cara penggunaan obat tetes mata yang benar, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas terapi dan meningkatkan risiko efek samping maupun infeksi mata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien mengenai penggunaan obat tetes mata melalui pelayanan informasi obat di Puskesmas X Kudus. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif, dengan pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan kelompok, diskusi interaktif, dan demonstrasi cara penggunaan obat tetes mata yang benar. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi, tanya jawab, serta pengisian kuesioner pengetahuan dan kepuasan pasien setelah kegiatan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mampu memahami tujuan penggunaan obat tetes mata, cara penggunaan yang benar, waktu pemakaian, serta cara penyimpanan obat setelah diberikan edukasi. Selain itu, pasien memberikan respon positif terhadap pelayanan informasi obat yang diberikan oleh tenaga kesehatan. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman pasien dan direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari pelayanan kefarmasian di puskesmas.
UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN DENGAN PENYULUHAN PENCEGAHAN STROKE PADA PERTEMUAN KOMITE Novitayanti, Eka; Rahmayanti, Yeni Nur
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.576

Abstract

Salah satu penyebab stroke yaitu hipertensi prevalensi hipertensi cukup menjadi perhatian berlebihan kepada lansia yang menderita hipertensi agar mencegah terjadinya stroke. Karena kejadian stroke meningkat seiring bertambahnya usia terdapat kebutuhan khusus pada orang lanjut usia yang merupakan kelompok berisiko tinggi terkena stroke. Pencegahan terjadinya stroke, diperlukan adanya edukasi deteksi dini penyakit stroke untuk meminimalkan dampak terjadinya stroke. Pengbdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan responden dengan upaya pencegahan stroke melalui penyuluhan. Populasi 24 responden, teknik sampling total sampling jumlah sampel 24 responden, karakteristik responden anggota komte yang hadir dalam pertemuan, waktu September, tempat di salah satu rumah anggota komite, instrumen yang digunakan kuesioner pengetahuan, serta uji analisis statistik distribusi frekuensi. Hasilnya sebagian besar responden berpengetahuan cukup setelah diberikan penyuluhan sebagian besar berpengetahuan. 
PENGUATAN KETAHANAN JIWA REMAJA SEBAGAI STRATEGI PENCEGAHAN NAPZA BERBASIS SEKOLAH DI KATUMBANGAN K, Fredy Akbar; Syamsidar, Syamsidar; Darmiati, Darmiati; Hermawan, Adi; Asyik, Nur
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.540

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan literasi risiko penyalahgunaan NAPZA , memperkuat ketahanan mental remaja, dan membangun model sekolah tangguh anti NAPZA berbasis data di perdesaan. Pelaksanaannya dilaksanakan oleh Dosen Keperawatan Jiwa Institut Hasan Sulur bekerja sama dengan pihak sekolah, BNN Kabupaten Polewali Mandar, Dinas Kesehatan, dan pemerintah desa. Metode yang digunakan antara lain pelatihan instrumen skrining, skrining kesehatan jiwa dengan Strength and Difficulties Questionnaire (SDQ), skrining risiko penyalahgunaan NAPZA menggunakan Alcohol, Smoking and Substance Involvement Screening Test (ASSIST), edukasi kelompok, dan refleksi diri melalui kegiatan malam meditasi dan deklarasi anti NAPZA. Sasaran kegiatan adalah 107 siswa SMP dengan rentang usia 12–15 tahun. Hasil skrining menunjukkan lebih dari seperempat siswa memiliki skor emosional abnormal, dan paparan dini terhadap zat legal dan ilegal ditemukan risiko rendah hingga sedang. Kegiatan ini membuktikan bahwa intervensi skrining ganda terpadu untuk pendidikan ketahanan dapat dilakukan secara kolaboratif di tingkat sekolah. Kendala berupa terbatasnya pendamping profesional dan kurangnya konseling lanjutan menjadi catatan untuk perbaikan di masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di sekolah-sekolah lain melalui penguatan jejaring lintas sektor dan pengembangan modul pembelajaran ketahanan mental secara berkelanjutan.
INISIASI DAN PELAPORAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR (POSBINDU PTM) DI RW VI KELURAHAN BULUSAN Indarjo, Sofwan; Istiklaili, Fifti; Isniyati, Heni; Ardiansyah, Irman Syahrul; Yamini, Ismatul; Fadhil, Azhar Fauzan
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.529

Abstract

Pembentukan Posbindu PTM sebagai upaya preventif dan promotif dari Puskesmas Bulusan dalam penganggulangan krisis kesehatan penyakit tidak menular. Hal ini memiliki dampak positif, namun ada beberapa permasalahan yang dapat dihadapi dalam proses pembentukannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk inisiasi dan pelaporan Posbindu PTM di RW VI Kelurahan Bulusan. Metode pelaksanaan pengabdian teridiri dari identifikasi potensi, penentuan pihak-pihak yang terlibat, pembentukan tim koordinasi kader kesehatan, penentuan program dan kegiatan Posbindu PTM, peningkatan kapasitas SDM, pelaporan, serta evaluasi dan pemantauan. Pengabdian dilakukan pada bulan Juni-September tahun 2024. Kegiatan pengabdian ini terlaksana dengan masyarakat, kader, pihak kelurahan dan puskesmas Bulusan yang antusias berpartisipasi. Pobsindu PTM dilaksakan dengan 5 langkah berupa layanan deteksi dini dan tindak lanjut sederhana, pemantauan pada faktor risiko penyakit tidak menular, serta rujukan. Dalam rangkaian kegiatan ini, Posbindu PTM terlaksana tiga kali. Hasil pemeriksaan kesehatan dapat digunakan untuk deteksi risiko penyakit atau membantu diagnosis dini. Pelaksanaan kegiatan ini mendapatkan respon yang positif.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM SALING SILANG BARANG DAN DAUR ULANG DI KOMUNITAS PEREMPUAN NASYIATUL AISYIYAH Budiati, Risna Endah; Ma'rifah, Destri Ratna; Briliyanti, Novi
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.592

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan, kohesi sosial, dan manfaat ekonomi melalui program saling silang atau barter barang daur ulang berbasis komunitas perempuan. Kegiatan dilaksanakan di Nasyiatul Aisyiyah Cabang Mayong menggunakan pendekatan partisipatif melalui pengorganisasian komunitas, edukasi pemilahan sampah, lokakarya upcycling, pembentukan pusat pertukaran, dan pelaksanaan kegiatan barter berkala. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap positif terhadap pengelolaan sampah, meningkatnya partisipasi anggota, serta penurunan volume sampah rumah tangga. Selain berdampak lingkungan, program ini memperkuat kohesi sosial dan membuka peluang ekonomi kreatif berbasis daur ulang. Simpulan kegiatan menunjukkan bahwa program saling silang barang daur ulang efektif sebagai model pemberdayaan masyarakat berkelanjutan dan berpotensi direplikasi.
EDUKASI PERAWATAN HIPERTENSI DENGAN “PATUH DAN CERDIK” DI KELURAHAN PARE TEMANGGUNG Wulandari, Tri Suraning; Kurniawati, Ratna; Asriyanto, Luthfi Fauzy
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.577

Abstract

Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah di atas batas normal. Angka kejadian hipertensi terus meningkat setiap tahunnya didunia, sehingga menjadi masalah kesehatan global yang membutuhkan perhatian dalam mengatasinya, karena menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial, gangguan sirkulasi serebral dan sel-sel otak mengalami kematian. Tindakan yang bersifat promotif dan preventif yaitu melalui edukasi kesehatan tentang perawatan hipertensi menjadi solusi untuk meningkatkan pengetahuan, sehingga akan mempengaruhi sikap dan perilaku penderita hipertensi dalam mengatasi hipertensi yang dialami. Perawatan hipertensi ini dengan cara mengendalikan dengan PATUH (P: periksa kesehatan secara rutin, A: atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur, T: tetap diet dengan gizi seimbang, U: Upayakan aktifitas fisik dengan aman, H: Hindari asap rokok. alcohol dan zat karsinogenik lainnya) dan mengontrolnya dengan CERDIK (C: cek kesehatan secara rutin, E: Enyahkan asap rokok, R: Rajin aktivitas fisik, D: Diet seimbang, I: Istirahat cukup, K: Kelola stress). Tujuan pengabdian kepada Masyarakat membantu penderita hipertensi atau yang beresiko hipertensi agar mampu berperilaku hidup sehat dan terhindar dari komplikasi. Metode kegiatan adalah melakukan pengkajian/tes awal tingkat pengetahuan, pengukuran tekanan darah dan memberikan edukasi kesehatan dengan membentuk kelompok kecil secara langsung dengan menggunakan media leaflet kepada 45 orang yang menderita hipertensi dan beresiko hipertensi dan melakukan tes akhir untuk mengetahui tingkat pengetahuan setelah dilakukan edukasi. Hasil edukasi terjadi peningkatan pengetahuan tentang perawatan hipertensi, dimana 41 peserta (91%) berpengetahuan baik dan 4 orang (9%) berpengetahuan sangat baik. Kesimpulan pengabdian kepada Masyarakat ini sangat efektif meningkatkan pengetahuan Masyarakat di Perumahan Pare terhadap penyakit hipertensi terutama perawatannya.
EDUKASI DIET BERBASIS HEALTH BELIEF MODEL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKAMBUHAN PADA PENDERITA GASTRITIS Selvia, Akub; K, Sri Puguh; Putu A, Ni Luh; Arwinda, Sherly
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.604

Abstract

Gastritis merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai di masyarakat dan memiliki angka kekambuhan yang tinggi, terutama akibat pola makan yang tidak teratur dan pemilihan makanan yang tidak sesuai. Upaya pencegahan kekambuhan gastritis memerlukan pendekatan edukasi yang tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan diet gastritis melalui edukasi diet berbasis Health Belief Model sebagai upaya pencegahan kekambuhan gastritis. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan dengan pendekatan perilaku yang mencakup persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak, dan efikasi diri. Kegiatan dilaksanakan pada anggota PKK di Kecamatan Mijen dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang. Pengukuran kepatuhan diet dilakukan menggunakan kuesioner kepatuhan diet gastritis berbasis Health Belief Model. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berada pada kategori kepatuhan diet sedang hingga tinggi setelah mengikuti edukasi. Peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap risiko kekambuhan gastritis serta manfaat penerapan pola makan yang teratur dan pemilihan makanan yang aman bagi lambung. Hambatan dalam penerapan diet masih ditemukan, terutama terkait kebiasaan konsumsi makanan pedas dan keterbatasan waktu makan, namun peserta menunjukkan efikasi diri yang baik untuk melakukan perubahan perilaku. Edukasi berbasis Health Belief Model terbukti mampu meningkatkan motivasi dan komitmen peserta dalam menerapkan diet gastritis secara lebih konsisten. Simpulan dari kegiatan ini adalah edukasi diet berbasis Health Belief Model efektif dalam meningkatkan kepatuhan diet sebagai upaya pencegahan kekambuhan gastritis di tingkat komunitas dan berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan melalui peran kader kesehatan.
Penerapan Edukasi Relaksasi Benson terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Mellitus Cahyanti, Luluk; Pujiati, Eny; Ambarwati, Ambarwati; Jamaludin, Jamaludin; Pramudaningsih, Icca Narayani; Fitriana, Vera; Nur, Hirza Ainin; Yuliana, Alvi Ratna
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 9, No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v9i1.601

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan berkesinambungan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu faktor yang berperan dalam ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien DM adalah stres psikologis. Stres dapat memicu aktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan sekresi hormon kortisol, yang berdampak pada peningkatan kadar glukosa darah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang mampu membantu pasien dalam mengelola stres secara efektif. Relaksasi Benson merupakan salah satu intervensi keperawatan komplementer yang bertujuan menurunkan respon stres dan meningkatkan respon relaksasi tubuh melalui pengaturan pernapasan dan pemusatan perhatian.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pasien Diabetes Mellitus dalam melakukan relaksasi Benson melalui metode edukasi kesehatan, serta mengevaluasi perubahan kadar glukosa darah setelah intervensi diberikan. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Ngembal Kulon dengan pemberian edukasi kesehatan, demonstrasi, dan pendampingan praktik relaksasi Benson. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran kadar glukosa darah sebelum dan setelah penerapan relaksasi Benson serta penilaian pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai manajemen stres serta kecenderungan penurunan kadar glukosa darah setelah relaksasi Benson dilakukan secara mandiri. Edukasi relaksasi Benson dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam pengelolaan Diabetes Mellitus di pelayanan kesehatan primer.Kata kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi Kesehatan, Relaksasi Benson
PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU IBU DALAM PENYEDIAAN MAKANAN SEHAT KREATIF BALITA STUNTING Winarsih, Biyanti Dwi; Lestari, Fuji; Pujiati, Eny; Widyaningsih, Heriyanti; Hartini, Sri; Faidah, Noor; Yusianto, Wahyu
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.594

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang dialami balita di Indonesia. Pemenuhan kebutuhan nutrisi pada anak diperlukan adanya peran orang tua, terutama peran ibu. Peran ibu sangat diperlukan dalam mencegah maupun menangani masalah gizi atau nutrisi pada anak. Kurangnya gizi pada anak dapat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam memilih bahan makanan maupun menyajikan makanan yang tidak tepat. Salah satu upaya pencegahannya adalah melalui penyediaan makanan sehat dan kreatif oleh ibu. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu memiliki peran penting dalam penyediaan makanan tersebut. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dalam penyediaan makanan sehat kreatif balita stunting Peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan pemberian edukasi kepada 45 ibu yang memiliki balita stunting. Pengetahuan, sikap dan perilaku ibu sebagian besar dalam kategori kurang. Setelah dilakukan edukasi terjadi peningkatan pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 91,1%, Sikap ibu dalam kategori baik sebanyak 28 responden (62,2%), dan Perilaku ibu dalam kategori baik sebanyak 60%. Mayoritas ibu terjadi peningkatan baik pengetahuan, sikap dan perilaku dalam penyediaan makanan sehat kreatif.
PENYULUHAN BAHAYA HIPERTENSI BAGI LANSIA Putri, Devi Setya; Listyarini, Anita Dyah; Arsy, Gardha Rias; Cahyanti, Luluk; Purwandari, Nila Putri
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol 8, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jpk.v8i4.584

Abstract

Peningkatan usia penduduk menimbulkan tantangan besar di bidang kesehatan, terutama karena kelompok lansia (? 60 tahun) cenderung mengalami berbagai perubahan fisiologis yang mempengaruhi sistem kardiovaskular. Salah satu kondisi yang sangat umum dijumpai pada lansia adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi pada lansia memiliki karakteristik berbeda dibandingkan pada populasi muda karena didasari oleh perubahan struktural dan fungsional pembuluh darah, serta komorbiditas yang lebih banyak. Faktor?faktor seperti usia yang terus bertambah, riwayat keluarga, obesitas, riwayat merokok, konsumsi garam tinggi, kurang aktivitas fisik, dan penyakit penyerta (komorbiditas) ikut memperkuat risiko hipertensi pada lansia. Selain itu, penanganannya pun lebih kompleks karena lansia sering memiliki penurunan fungsi ginjal, gangguan vaskular dan frailty yang memerlukan pendekatan individual dalam pengobatan. Dengan demikian, upaya skrining, edukasi, modifikasi gaya hidup, dan terapi yang sesuai sangat penting dilakukan untuk kelompok lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah pada kelompok lansia sebagai upaya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Sebelum kegiatan dimulai, peserta diberikan kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal tentang hipertensi. Hasil pre- test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta (sekitar 68%) belum memahami secara mendalam mengenai faktor risiko, tanda dan gejala, serta cara pencegahan hipertensi. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan tekanan darah, peserta diberikan post test sebagai bentuk evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan sebesar 30% dibandingkan sebelum kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman lansia mengenai pentingnya deteksi dini dan pengendalian tekanan darah. Hasil ini sejalan dengan penelitian (Wijaya et al.,2025) yang menyatakan bahwa pemberian edukasi kesehatan secara langsung mampu meningkatkan perilaku pencegahan hipertensi pada kelompok lansia. Selain itu, kegiatan ini berpotensi menjadi model program berkelanjutan yang dapat dilakukan oleh kader Posyandu Lansia dan tenaga kesehatan des