cover
Contact Name
Irfan Fauzi Rachmat
Contact Email
jendelabunda@umc.ac.id
Phone
+6285294906142
Journal Mail Official
irfan.fauzi@umc.ac.id
Editorial Address
https://e-journal.umc.ac.id/index.php/JJB/editorialboard
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon
ISSN : 23555661     EISSN : 2685564X     DOI : https://doi.org/10.32534/jjb
Naskah berupa diseminasi hasil penelitian yang dihasilkan oleh ahli, ilmuwan, praktisi, dan mahasiswa dan kajian pustaka dalam bidang Pendidikan Anak Usia Dini dengan lingkup: 1. Pendidikan dan Pembelajaran PAUD: 2. Pendidikan Karakter Anak Usia Dini, 3. Media Pembelajaran PAUD 4. Strategi Pembelajaran PAUD 5. Kesehatan Gizi dan Nutrisi PAUD 6. Perawatan, Pelindungan dan Pengasuhan AUD, (Holistik Integratif) 7. Manajemen PAUD 8. Pertumbuhan dan Perkembangan AUD 9. Parenting Islami 10. TIK (Teknologi) untuk AUD Khusus untuk hasil penelitian, metode penelitian yang digunakan dapat menggunakan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, penelitian campuran, penelitian pengembangan, penelitian desain, ataupun jenis penelitian lainnya yang berkaitan dengan topik di atas.
Articles 163 Documents
MODEL OF EARLY CHILDHOOD EDUCATION CURRICULUM IN DEVELOPING COUNTRIES: KURIKULUM PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI DI NEGARA BERKEMBANG Aulia, Izzah
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i2.5693

Abstract

Model kurikulum anak usia dini di negara berkembang bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan dan memberikan landasan bagi anak untuk melihat jenjang pendidikan selanjutnya. Kurikulum ini memuat garis besar kegiatan pokok yang harus dilaksanakan pada setiap lembaga pendidikan, meliputi tujuan pendidikan sebagai sasaran yang harus dicapai atau diwujudkan, materi pokok, bentuk kegiatan, dan standar penilaian. Pendidikan diberikan dalam rangka membantu individu mengembangkan kecerdasan, menjalani kehidupan yang berkualitas, dan mencapai kehidupan yang sejahtera. Upaya untuk menyampaikan pemahaman yang baik kepada seluruh orang tua mengenai komponen pendidikan anak usia dini merupakan suatu hal yang sangat diperlukan. Hal ini perlu dilakukan agar orang tua memahami bagaimana perkembangan anak usia dini yang sesuai dengan usianya. Permasalahan penerapan kurikulum pada anak usia dini masih memerlukan pembaharuan dan perbaikan dari pihak guru, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), sedangkan sistem pendidikan di Indonesia memberikan kebebasan bagi generasi emas yang cerdas moral, unggul kognitif dan psikomotorik produktif. metode penelitian menggunakan jenis penelitian kepustakaan yaitu pengumpulan data atau penulisan ilmiah yang ditujukan pada objek penelitian atau pengumpulan data kepustakaan. Penelitian ini pada dasarnya fokus pada penelaahan kritis dalam pembelajaran, memberikan kesempatan bagi siswa untuk bereksperimen, bekerja sama, dan mengembangkan pengetahuan mereka sendiri. Dengan demikian, model kurikulum di negara berkembang lebih menekankan pada pengembangan keterampilan hidup dan keterampilan berpikir kritis serta keterampilan sosial-emosional selain pengetahuan akademik. Siswa tidak hanya diharapkan memperoleh pengetahuan akademik , tetapi juga diharapkan memperoleh keterampilan dan pengetahuan. Pendidikan di sini tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan akademik, tetapi juga untuk membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan praktis yang diperlukan untuk sukses dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi Penyesuaian Belajar Dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran di PAUD Putri, Junita
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i2.5698

Abstract

Artikel ini merupakan artikel yang mengkaji konsep penyesuaian belajar pada tahap perkembangan anak usia dini, dengan fokus pada proses peningkatan pembelajaran. Penelitian ini menekankan pentingnya penyesuaian belajar yang dilakukan oleh guru sebagai pengajar dan pendidik, khususnya dalam konteks usia anak. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode studi pustaka, yang melibatkan analisis teoritis dan mengacu pada sumber ilmiah yang relevan. Sumber data yang digunakan dalam artikel ini berasal dari literatur terkait, termasuk buku, majalah, dan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan topik yang dipilih. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman teoritis yang mendalam tentang bagaimana menyesuaikan belajar anak usia dini, khususnya dalam peran seorang guru PAUD. Artikel ini juga bertujuan untuk menyediakan strategi pembelajaran interaktif yang dapat diterapkan oleh guru untuk anak usia dini, dengan harapan bahwa strategi ini dapat meningkatkan motivasi anak untuk belajar dan memberikan tanggapan yang positif di kelas. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan panduan praktis bagi guru PAUD dalam menerapkan penyesuaian belajar yang efektif. Dengan demikian, artikel ini bertujuan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di PAUD, sehingga anak usia dini dapat mengembangkan kemampuan dan pengetahuan mereka secara optimal. Dengan demikian, artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur yang ada tentang penyesuaian belajar di PAUD, serta memberikan wawasan dan panduan praktis bagi guru PAUD dalam menerapkan strategi pembelajaran yang efektif untuk anak usia dini.
Telaah Gagasan Kurikulum dan Pendekatan Maria Montessori Pada Pembelajaran PAUD Hanida, Fahiratullaila
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i2.5731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pondasi penting dalam pengembangan potensi individu. Artikel ini membahas penerapan kurikulum dan pendekatan Montessori sebagai salah satu metode efektif dalam mendukung pertumbuhan dan pembelajaran pada anak usia dini. Pendekatan Montessori, yang dirancang oleh Maria Montessori, menekankan pada pembelajaran yang terpusat pada anak, di mana anak diberi kebebasan untuk mengeksplorasi dan berinteraksi dengan lingkungan belajar yang telah disiapkan. Melalui kajian literatur yang mendalam, artikel ini menggali bagaimana kurikulum Montessori dapat memfasilitasi perkembangan kognitif, bahasa, sosial-emosional, sensorimotor, serta nilai-nilai agama dan moral pada anak. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan Montessori tidak hanya mendukung kemandirian dan kebebasan anak, tetapi juga mendorong keteraturan dan disiplin. Dengan demikian, artikel ini memberikan wawasan tentang bagaimana pendekatan Montessori dapat diintegrasikan ke dalam program pendidikan anak usia dini untuk menghasilkan individu yang berani, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pengaruh Kegiatan Senam Sorak Hore Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Anak Kelompok B di TKIT Al-Islam Sine Yoni Martiana, Dwi
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i2.5774

Abstract

This study aims to determine the effect of cheerleading activities ("senam sorak hore") on the development of gross motor skills and how significant this influence is on the gross motor development of Group B children at TKIT Al-Islam Sine. The population in this study consisted of Group B children aged 5-6 years at TKIT Al-Islam Sine in the Sine District of Ngawi Regency for the Academic Year 2023/2024, with a total of 34 students. The sample used in this study was Group B for the academic year 2023/2024, consisting of 34 students, considering that the gross motor skills of students in this group were still relatively low. The results showed that the average score of gross motor skills of Group B children at TKIT Al-Islam Sine before and after being given treatment, namely from the average score before treatment of 44.11, while the average score after treatment showed an increase to 65.92. Furthermore, by examining the results of the t-test formula for small interrelated samples in this study, it showed that the sig. value (2-tailed) was 0.00 because the significance value of the 2-tailed test was less than 0.05, thus the data can be stated that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning the alternative hypothesis is accepted, and the null hypothesis is rejected. It can be concluded that there is a significant effect of cheerleading activities on the gross motor skills of Group B children at TKIT Al-Islam Sine.
Kegiatan Bermain Pasir Sebagai Sarana Pengembangan Kecerdasan Naturalis Pada Anak Usia Dini Siregar, Inayah Ramadhani
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i2.5946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara meningkatkan kecerdasan naturalis melalui kegiatan bermain pasir. Dalam penelitian ini, penulis mendapati berbagai informasi seputar tentang judul yang akan kami bahas. Tujuannya agar pembaca dapat mengetahui lebih lanjut tentang kecerdasa naturalis. Jenis metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi Pustaka. Kecerdasan naturalis membantu manusia untuk mengenali pola dan perubahan pada lingkungan mereka sehingga mereka bisa beradaptasi dan bertahan hidup ,Karena itu stimulasi pada kecerdasan naturalis anak sama pentingnya dengan stimulasi kecerdasan majemuk lainnya. Kecerdasan naturalis dapat diperoleh melalui kegiatan bermain dengan hal-hal di alam sekitar kita seperti bermain pasir. Melalui kegiatan bermain pasir dengan kegiatan main secara konstruktif, dimana anak mampu memanipulasi pasir dengan daya imajinasi, pikiran, ide dan gagasan anak, dengan sebuah karya nyata yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan kecerdasan naturalis. Kegiatan bermain pasir sangat bermanfaat untuk meningkatkatkan kecerdasan naturalis pada anak usia 4-5 tahun. Melalui artikel ini kita dapat memperoleh gambaran proses aktivitas kecerdasan naturalis pada anak usia 4-5 tahun yang di peroleh melalui kegiatan bermain pasir yang sangat bermanfaat bagi kehidupan anak.
UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI SENI TARI Tanjung, Linda Rakhmadani Fitria R.
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i2.5947

Abstract

Kreativitas merupakan hal penting yang harus dikembangkan sejak dini, karena kreativitas membantu anak dalam mengembangkan imajinasi serta ide-idenya dalam mengungkapkan sesuatu dan menjadikan anak individu yang kreatif dalam melakukan gerakan tari. Pengembangan kreativitas dapat dilakukan oleh guru melalui pembelajaran seni tari. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kreativitas anak dengan pelaksanaan dari kegiatan seni tari tersebut. Penelitian kali ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang mencakup metode wawancara serta juga pengamatan langsung. Hasil dari kegiatan seni tari yang diterapkan oleh guru kepada peserta didik mencakup beberapa upaya yaitu guru 1) Guru memberikan kesempatan pada anak untuk bereksplorasi, 2) Guru selalu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan juga nyaman untuk anak, 3) Selalu memusatkan anak pada pembelajaran seni tari, 4) Guru juga tidak lupa melibatkan orang tua untuk berkolaborasi dalam hasil dari pembelajaran tari pada setiap anak, 5) Guru juga selalu memberikan dukungan dan motivasi kepada anak serta memberikan apresiasi ataupun umpan balik kepada semua anak. Hasil dari penelitian yang didapat dikatakan baik karena upaya yang dilakukan guru dalam mengembangkan kreativitas anak melalui kegiatan seni tari sejalan dengan perkembangan dan kemampuan yang dimiliki anak, sehingga melahirkan jiwa kreatif yang tinggi pada setiap anak.
Persepsi Masyarakat Balikpapan terhadap Gerakan Transisi Paud ke SD yang menyenangkan Purwanti, Sri; Wardhana, Mada Aditiya; Vitriana, Bety
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i2.5985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja program transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) yang menyenangkan di Kota Balikpapan melalui persepsi Masyarakat khususnya orang tua. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, serta analisis data. Hasil survei menunjukkan bahwa persepsi orang tua siswa PAUD dan orang tua siswa kelas rendah SD di Balikpapan terhadap kinerja program transisi PAUD ke SD adalah baik. Hasil tersebut didukung oleh sembilan indikator kinerja, di mana tiga indikator memiliki mutu A, tiga indikator mutu B, dua indikator mutu C, dan dua indikator mutu D. Rekomendasi perbaikan berkelanjutan termasuk mempertahankan dan mengoptimalkan indikator dengan mutu A dan B, serta memprioritaskan perbaikan pada indikator dengan mutu C dan D. Analisis kinerja program transisi PAUD ke SD juga dilakukan untuk wilayah Balikpapan Kota, Balikpapan Barat, Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah, dan Balikpapan Selatan. Hasilnya menunjukkan variasi dalam capaian kinerja di antara wilayah-wilayah tersebut, dengan rekomendasi khusus untuk setiap wilayah guna meningkatkan capaian kinerja indikator yang masih di bawah rata-rata Kota Balikpapan.
ANALISIS KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI PERMAINAN ESTAFET KARDUS DI TK KARYA BUNDA MANDIRI Zahra, Sofia; Sari, Sinta Affrilliana; Rambe, Aisyah Putri; Sit, Masganti
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 2 (2024): Mei-Agustus 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i2.5986

Abstract

Setiap bayi yang baru lahir diberkahi dengan tingkat kecerdasan yang unik. Menurut Gardner, kecerdasan adalah bakat atau keterampilan yang dimiliki seseorang atau yang dikenal dengan sebutan “Kecerdasan Majemuk”. Salah satu kecerdasan yang utama adalah kecerdasan interpersonal. Gardner menegaskan bahwa kecerdasan dapat ditumbuhkan melalui pendidikan dan hal itu juga memerlukan bimbingan, dukungan, dan dorongan yang tepat. Adapun cara yang dapat menstimulasi anak untuk meningkatkan kecerdasan interpersonalnya yaitu dengan permainan estafet kardus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kecerdasan interpersonal pada anak-anak di TK Karya Bunda Mandiri melalui permainan estafet kardus. Permainan ini diukur berdasarkan tiga indikator utama yaitu: kemampuan bekerja sama, kemampuan berempati, dan kemampuan berkomunikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kecerdasan interpersonal anak melalui permainan estafet kardus di TK Karya Bunda Mandiri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek dalam penelitian adalah anak usia 5-6 tahun berjumlah 15 anak, 4 laki-laki dan 11 perempuan di TK Karya Bunda Mandiri. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa permainan estafet kardus ini efektif dalam mengembangkan kecerdasaran interpersonal anak. Sebab melalui permainan ini dapat memfasilitasi kerjasama anak, anak juga belajar menunjukkan empati dengan orang lain serta merencanakan strategi secara bersama sama. Secara keseluruhan permainan estafet kardus ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan kemampuan interpersonal anak-anak di TK Karya Bunda Mandiri.
Peran Orang Tua Dalam Tumbuh Kembang Anak Down Syndrome Ummah, Rohmatul
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 3 (2024): September-Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i3.5701

Abstract

Anak dengan syndrome down adalah individu yang dapat dikenali dari fenotipnya dan mempunyai kecerdasan yang terbatas, yang terjadi akibat adanya jumlah kromosom 21 yang berlebih. Apalagi down syndrom ini juga memiliki beberapa penyakit bawaan seperti yang di alami oleh “D” dengan penyakit bawaan hipotiroid konginital, yang menyebabkan tidak berfungsnya alat pencernaan. Karena kelainannya dan penyakit bawaannya ini anak down syndrom mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya dan juga membutuhkan bantuan dari orangtua dalam melakukan kegiatanya, maka dari itu melalui penelitian kami mengenai peran orang dalam tumbuh kembang anak down syndrome. Mulai dari bagaimana untuk mengembangkan sosial emosional, bahasa, komunikasi dengan lingkungannya, penanganan saat anak tantrum, dan bagaiman pemberian media untuk meningkatkan tumbuhkembangnya. Selain itu tidak hanya metode yang harus diperhatikan melainkan juga bagaiman proses pengasuhannya. Karena proses pengasuhan atau pendampingan yang harus di berikan pada anak down syndrom adalah pengasuhan yang mampu mengajarkan kemandirian dan percaya diri pada anak. Agar nantinya anak mampu menjadi individi mandiri walau dengan kekurangan yang dimilikinya. . Melalui artikel ini kita akan banyak belajar cara pengasuhan yang baik dan media apa saja yang dapat di gunakan oleh orang tua agar tumbuh kembang anak down syndrome dapat mengalami pertuimbuhan yang baik. Karena manamungkin ada orang tua yang mau memiliki anak yang bisa dikatakan tidak seperti anak pada umumnya karena sejatinya semua orang pasti berharap yang terbaik. Dan sejatinya kelainan ini mampu di hadapi dan tangani dengan pengasuhan kemandirian daro orang tua, linglkungan sekitar. Karena sejatinya anak adalah perhiasan dunia yang harus di jaga dengan baik sebagai amanah Allah kepada hambanya. Kata Kunci : Peran orang tua, tumbuh kembang, down syndrome Abstract Children with Down syndrome are individuals who can be identified by their phenotype and have limited intelligence, which occurs due to the presence of an excess number of chromosome 21. Moreover, Down syndrome also has several congenital diseases, such as that experienced by "D" with congenital hypothyroidism, which causes the digestive system to malfunction. Because of their abnormalities and congenital diseases, children with Down syndrome experience delays in their growth and development and also need help from parents in carrying out their activities, therefore, through our research regarding the role of people in the growth and development of children with Down syndrome. They are starting from how to develop social emotions, language, communication with the environment, handling when children have tantrums, and how to provide media to increase their growth and development. Apart from that, it is not only the method that must be considered but also the care process because the care or assistance process that must be given to children with Down syndrome is care that can teach children independence and self-confidence. So that later children will be able to become independent individuals despite their shortcomings. Through this article, we will learn a lot about good parenting methods and what media parents can use so that children with Down syndrome can experience good growth and development. How could there be parents who want to have children who can be said to be not like children in general because, in reality, everyone hopes for the best? And in fact, this disorder can be faced and handled with independent nurturing from parents and the surrounding environment. Because in reality, children are jewels of the world that must be looked after properly as a trust from Allah to His servants. Keywords: The role of parents, growth and development, Down syndrome
ASESSMEN PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM KURIKULUM MERDEKA DI TK WITRI KOTA BENGKULU Husna, Nasratul
Jurnal Jendela Bunda Program Studi PG-PAUD Universitas Muhammadiyah Cirebon Vol. 12 No. 3 (2024): September-Desember 2024
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jjb.v12i3.5956

Abstract

The Strengthening of Student Pancasila Profile Project is one of the most crucial elements in the Merdeka Curriculum. This project involves a planning process consisting of several steps, including the appointment of facilitator teams, evaluation of the readiness level of educational units, designing dimensions, themes, and time allocation, compiling project modules, and designing strategies for reporting project results. The aim of this research is to investigate the implementation of the Strengthening of Student Pancasila Profile Project in Early Childhood Education (ECE) institutions. This research adopts a qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation to elucidate how this project is implemented as part of the Merdeka Curriculum in ECE institutions. The data analysis method employed is the interactive model by Miles and Huberman, comprising data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that educational units have followed the established planning process and adapted it to their circumstances, including selecting one theme from P5. In conclusion, ECE institutions in Serang City have successfully implemented P5 by designing its themes and topics, creating project modules, and implementing them in their institutions