cover
Contact Name
M. Syaifuddin S.
Contact Email
syaifuddin@stkipjb.ac.id
Phone
+6281456060279
Journal Mail Official
corcysseminar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pattimura III/20 Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Conference on Research and Community Services
Published by STKIP PGRI Jombang
ISSN : -     EISSN : 26861259     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
CORCYS merupakan konferensi tahunan bersifat nasional yang diadakan oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STKIP PGRI Jombang yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk prosiding. Fokus artikel hasil penelitian dan pengabdian yang akan diterbitkan adalah artikel penelitian dan pengabdian kepada masyarakakt bersifat umum yang mencakup; 1) Pendidikan 2) Ekonomi dan Bisnis, 3) Sosial Humaniora, 4) Saintek, 5) Kesehatan, dan 6) Hukum
Articles 544 Documents
BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) SEBAGAI FAKTOR RISIKO UTAMA YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA ANAK BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA SUKOREJO KECAMATAN GURAH KABUPATEN KEDIRI Linda Andri Mustofa; Putri Amalia Wahyuningsih
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is a growth failure due to the accumulation of nutritional insufficiency that lasts a long time from pregnancy to 24 months of age and has become a global nutrition problem, especially in poor and developing countries. Indonesia is ranked fifth in the world for the incidence of stunting. The prevalence of children under five with stunting in Kediri Regency is 26.1%. Stunting contributes to infant and toddler morbidity.  The purpose of this study was to find the relationship between LBW history and the incidence of stunting in children aged 24-59 months in the village of Sukorejo.  The study design used correlational analytic with a retrospective cohort approach. In this study, the independent variable was the history of LBW and the dependent variable was the incidence of stunting. The entire population of children aged 24-59 was 106 with a simple random sampling technique.  A sample size of 52 respondents, held on 28-30 July 2020 in Sukorejo Village. The instrument used was secondary data from community reports, and analyzed by using the chi square test. The results showed that a number of 45 (84.6%) had a history of LBW, 6 respondents had a history of LBW stunting. Analysis with the Chi Square test shows that ρvalue = 0.042 <α 0.05, there is a relationship between LBW history and the incidence of stunting in children aged 24-59 months in Sukorejo Village, Gurah District, Kediri Regency. Stunting is a growth failure due to the accumulation of nutritional insufficiency that lasts a long time from pregnancy to 24 months of age. LBW is the dominant factor associated with stunting. Interventions aimed at enhancing the growth and development of children during the early years should consider the factors that trigger LBW.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELESTARIAN CAMPURSARI DAN PENGOLAHAN HASIL PANEN DI DESA WONOKERTO Eny Suryowati; . Ubab; Vivi Dwi Djayanti
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Wononerto dalah sebuah desa memiliki permasalahan mengenai kebudayaan kesenian campursari serta tentang mengolah hasil panen menjadi produk yang berdaya jual tinggi yang belum bisa dikembangkan secara maksimal oleh masyarakat. Permasalahan yang ada di masyarakat berfokus pada kurangnya rasa menyadari adanya potensi di sekitar mereka yang mungkin bisa mereka gunakan sebagai sumber daya tambahan yang mungkin bisa berguna bagi masyarakat desaWonokerto. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong empati mahasiswa, dan dapat memberikan sumbangsih  bagi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat. Interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat, di satu sisi mahasiswa memperoleh pengetahuan dari masyarakat, dan di sisi lain masyarakat belajar dari mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan dalam pembangunan yang berkelanjutan (sustainability development) di wilayahnya. Dalam kaitan ini, secara khusus tujuan kegiatan ini adalah pengembangan kemampuan, kemandirian, keberdayaan, dan produktivitas masyarakat yang bergerak di sektor kebudayaan dan perekonomian. Metode pelaksanaan adalah pendampingan dan penyuluhan dalam bentuk pelatihan pembuatan pelatihan pembuatan cookies dari kopi dan ice cream dari ubi ungu serta pelatihan campursari. Selain itu, juga dilakukan kegiatan pendukung berupa penampilan hasil dari pelatihan Campursari yang dilakukan di Balai desa Wonokerto. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan pendampingan serta kegiatan pendukung pada masyarakat Desa Wonokerto Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang berdampak pada peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan masyarakat Desa Wonokerto.
BENTUK PENGULANGAN BAHASA SUNDA PADA MASYARAKAT DESA SAYATI KECAMATAN MARGAHAYU KABUPATEN BANDUNG Suyatno, Suci Trisakti; Sulistyowati, Heny
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi sehari-hari. Bahasa yang digunakan oleh manusia memiliki beberapa bentuk kata, diantaranya adalah reduplikasi yang termasuk dalam kajian morfologi. Reduplikasi tidak hanya menggunakan bahasa Indonesia tetapi bahasa Sunda juga terdapat pengulangan diantaranya dwipurwa dan dwimadya. Penelitian ini memfokuskan pada bentuk pengulangan sebagian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Alasan peneliti menggunakan ini karena dalam penelitian mendeskripsikan kata yang berupa bentuk pengulangan sebagian. Teknik pengumpulan data dalam bentuk transkrip dan dokumentasi. Instrumen penelitian, yaitu peneliti berusaha secara langsung untuk melibatkan diri dan dibantu oleh informan yang akan menghasilkan data. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan dideskripsikan sebagai mana adanya. Hasil dari penelitian ini, ditemukan data pada kata dasar ramah mengalami pengulangan pada salah satu suku kata dari bentuk dasarnya, yaitu ra sebagai bentuk pengulangan sebagian menjadi raramah. Ramah + Rdm à raramah. Jadi, data tersebut termasuk pengulangan sebagian atau dwipurwa. Kata balalageur merupakan bentuk pengulangan penggunaan bahasa Sunda. Kata dasar balageur mengalami pengulangan pada bentuk tengah dari dasarnya, yaitu la menjadi bentuk pengulangan sebagian balalageur. Balalageur + Rdp à balalageur. Jadi, data tersebut termasuk pengulangan sebagian atau dwimadya.
KATA BENTUKAN AFIKSASI DALAM IKLAN LAYANAN MASYARAKAT Fitri Resti Wahyuniarti; . Mindaudah
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa iklan tergolong bahasa persuasif yang bertujuan untuk mengajak penonton agar melakukan apa yang diinginkan pengiklan. Adapun penggunaan bahsanya harus lugas dan mudah dipahami, kata per kata yang digunakan harus mengundang para penikmat yaitusalah satunya penggunaan kata bentukan yang benar. Kata bentukan terbentuk dari proses afiksasi. Afiksasi merupakan salah satu jenis kajian dalam proses morfologis. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk kata bentukan afiksasi dalam iklan layanan masyarakat. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian tersebut yaitu kata bentukan: berdebar, ngelanggar, biarkan, menangis, bertindaklah, mengancam, mencintai, pemanasan, kematian, penyebab, menyebabkan, mengandung, merokok, pembunuh, digunakan, menutup, menghemat, menghargai, menghormati, berlebihan, beribadah, belajar, berdekatan, bersentuhan, dimulai, penyebaran, menggunakan, mencuci, mengalir, penularan, dan mencegah
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA Nining Fitriani
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berpikir kritis merupakan berpikir secara mendalam dengan melibatkan berbagai asumsi dalam proses pemecahan masalah dan membuktikan asumsi yang benar. Kemampuan berpikir kritis merupakan hal penting untuk dimiliki seorang peserta didik dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika. Kurikulum 2013 menuntut siswa mampu  menyelesaikan matematika berbentuk soal cerita(verbal), dibutuhkan kemampuan berpikir kritis untuk memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal cerita menjadi model matematika. Berdasarkan data di sekolah siswa memiliki kemampuan matematika yang berbeda-beda, secara umum dibedakan menjadi kemampuan matematika tinggi, sedang, dan rendah. Sehingga peneliti ingin mengetahui tingkat kemampuan berpikir kritis siswa berdasarkan kemampuan matematikanya dalam menyelesaikan soal cerita. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan soal cerita , (2) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kemampuan matematika sedang dalam menyelesaikan soal cerita, (3) Untuk mendeskripsikan proses berpikir kritis siswa kemampuan matematika rendah dalam menyelesaikan soal cerita . Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang dilaksanakan di SMPN 1 Megaluh Jombang. Setiap kemampuan matematika diwakili 1 siswa, sehingga subjek penelitian ada 3 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan: Pertama, siswa berkemampuan tinggi mampu menyelesaikan soal sesuai dengan tahapan berfikir kritis menurut pendapat Ernis dalam hamdu, dkk yaitu siswa dikatakan mampu berfikir kritis apabila memenuhi tahap- tahap sebagai berikut yaitu mampu memberikan penjelasan sederhana, siswa mampu membuat ketrampilan dasar dan siswa mampu menarik dan membuat kesimpulan. Kedua, Siswa yang berkemampuan sedang mampu menyelesaikan soal cerita namun kurang dalam menguraikan langkah langkah dalam menyelesaikan soal cerita. Siswa yang berkemampuan sedang mampu memberikan penjelasan sederhana dengan menguraikan yang diketahui , siswa berkemampuan sedang mampu membuat ketrampilan dasar dengan dengan membuat model matematika, namun siswa berkemampuan matematika sedang kurang dalam memberikan kesimpulan.Ketiga, Siswa yang berkemampuan rendah berpatokan pada hasil jawaban nya saja, siswa berkemampuan matematika rendah tidak memahami bahwa soal cerita merupakan bentuk soal mencari jawaban yaitu mencari, menentukan atau mendapatkan nilai atau objek tertentu yang tidak diketahui dalam soal dan memenuhi kondisi atau prasyarat. 
BAHASA INDONESIA’S INTERFERENCE INTO ENGLISH WRITING SKILL BY EFL STUDENTS Rafita Sari; Muh Fajar
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena transfer Bahasa dari sumber Bahasa pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya ke dalam Bahasa lain atau yang disebut dengan interferensi menjadi suatu perhatian untuk dikaji dalam bidang kebahasaan. Indonesia adalah negara yang berkembang, dan untuk mendapatkan predikat sebagai negara maju maka masyarakatnya setidaknya mampu menguasai Bahasainggris sebagai Bahasa internasional. Oleh karenanya, Bahasa inggris sebagai Bahasa asing dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah guna mendukung penguasaan Bahasa inggris untuk seluruh masyarakat di Indonesia. Namun, seringnya siswa di sekolah merasa sulit untuk mengaplikasikan struktur Bahasa inggris dengan benar, dan lebih memilih untuk mentransfer struktur Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi: (1) bentuk-bentuk interferensi leksikal dan gramatikal dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris, dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi interferensi. Penelitian ini menggunakan kualitatif yang berlokasi di SMA Negeri Ngoro, khususnya siswa X IPS 3, terdapat 25 responden yang dipilih sesuai dengan kriteria penelitian. Serta, kuisioner yang digunakan untuk menggali informasi lebih dalam terkait dengan faktor-faktor yang menyebabkan siswa menginterferensi Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris menunjukkan bahwa beberapa faktor menjadi pemicu adanya interferensi, antara lain adalah faktor sosial, faktor perkembangan siswa, markedness, dan prototypicality. Kesimpulannya, interferensi dari Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Inggris masih terjadi dengan jumlah yang besar, khususnya dalam penggunaan kata dan struktur Bahasa Indonesia yang diterjemahkan secara langsung. Namun, interferensi dapat saja diatasi dengan membiasakan penggunaan Bahasa Inggris selama kelas berlangsung dengan dampingan guru, guna membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris dalam segi penulisan dengan menggunakan leksikal dan struktur Bahasa yang sesuai dengan tata aturan Bahasa Inggris. 
PENGUATAN FUNGSI OPERASIONAL UD. BATIK “LESTARI ARTS” DALAM USAHA MENINGKATKAN OPTIMASI PROSES PRODUKSI Muslichah Erma Widiana; Nova Retnowati; Agus Slamet; Tri Sagirani
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik telah ditetapkan UNESCO  sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Kota Tuban merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang menghasilkan produk unggulan berupa batik gedog. Melalui Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) ingin dilakukan sebuah program pemberdayaan pengrajin batik gedog di Tuban. Program ini memberikan alternatif solusi berupa penguatan fungsi operasional pada UD. Batik “Lestari Arts”. Program penguatan fungsi operasional yang dilakukan berfokus pada tiga hal utama yaitu peningkatan kemampuan sumberdaya manusia, perbaikan fungsi manajemen operasional keuangan dan pajak melalui penyusunan standar operasional prosedur dan yang terakhir analisis dan mitigasi resiko, Dengan dilaksanakannya program ini diharapkan UD. Batik “Lestari Arts” mampu meningkatkan kapasitas dan optimasi proses produksi batik tulis berbahan dari primis maupun tenun gedog
PELATIHAN PENGELOLAHAN ENCENG GONDOK UNTUK PEMBUATAN BRIKET SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIVE DI DESA BANJARDOWO KEC. JOMBANG Novita Nur Synthiawati; Rahayu Prasetiyo; Arsika Yunarta
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim dari Prodi Pendidikan Jasmani STKIP PGRI Jombang yang dilaksanakan pada awal Agustus tanggal 07 - 08 Agustus 2019, bertempat di Desa Banjardowo kabupaten Jombang ini telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi warga masyarakat khususnya diwilayah desa Banjardowo kabupaten Jombang mendapat sambutan yang sangat baik dan antusiasme yang tinggi. Sosialisasi pelatihan pembuatan briket dari eceng gondok yang dilaksanakan di Kabupaten Jombang ini merupakan salah satu cara untuk mencegah terjadinya populasi udara serta Alasan yang mendasari kegiatan ini adalah karena kami melihat banyaknya tumbuhan enceng gondok yang ada dan dianggap sebagai tumbuhan pengganggu. dibiarkan sampai memenuhi tepian sungai tanpa dimanfaatkan menjadi suatu produk yang bernilai ekonomis, maka dari itu kami ingin membuat suatu produk yang akan menghasilkan suatu keluaran yang akan memberi profit atau keuntungan bagi kami selaku pelaksana kegiatan ini, bentuk atau keluaran yang kami inginkan dari bahan baku enceng gondok berupa briket. Produk ini adalah pengembangan dari pengolahan eceng gondok. Keunggulan yang dimiliki produk ini adalah memanfaatkan eceng gondok sebagai pengganti bahan bakar minyak, keperluan industri selain untuk keperluan rumah tangga, juga untuk pengolahan, pengeringan, pembakaran dan pemanasan.
GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Sri Utami Ady; Viviet Hidayati; Alvy Mulyaningtyas; Ilya Farida; Aries Widya Gunawan
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018. Menggunakan 36 perusahaan perbankan yang sebagai sampel, teknik analisis data yang digunakan adalah kuantitatif, dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Good Corporate Governance berpengaruh positif dan signifikan  secara simultan terhadap kinerja keuangan Perusahaan Perbankan. Dan secara Parsial Dewan Komisari dan Dewan Direksi berpengaruh positif signifikan, komite Audit dan kepemilikan institusional, berpengaruh  positif tidak signifikan. Kepemilikan Manajerial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Perbankan.
HUBUNGAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH PURIN PADA PENDERITA PENYAKIT ARTHRITIS GOUT DI WILAYAH PUSKESMAS PETERONGAN KABUPATEN JOMBANG Maria Hedgwina Goy Djami; Elly Rustanti
Prosiding Conference on Research and Community Services Vol 2, No 1 (2020): Second Prosiding Conference on Research and Community Services
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Arthritis gout terjadi karena banyak mengkonsumsi makanan tinggi purin dan biasanya penderita Arthritis gout seringkali mengabaikan asam urat sehingga menyebabkan diet rendah purin tidak tercapai. Tidak terlaksananya diet rendah purin menyebabkan penumpukan kadar asam urat dalam darah.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan  sikap dengan kepatuhan diet rendah purin pada penderita penyakit arthritis gout di Wilayah Puskesmas Peterongan Kabupaten Jombang.  Desain penelitian yaitu analitik korelasional  dengan pendekatan  cross sectional. Populasi Seluruh penderita arthritis gout di wilayah puskesmas peterongan jombang yaitu 86 responden Teknik sampling accidental Sampling. Sehingga didapatkan Sampel sebanyak 20 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data yang digunakan chi square. Hasil penelitian diketahui bahwa banyak responden yang memiliki sikap  negatif sebanyak 11 responden (55,0%) dan kepatuhan diet  rendah purin yang patuh sebanyak 10 responden  (50,0) dan yang tidak patuh sebanyak 10 responden (50,0%). Hasil analisa uji Chi Square diperoleh nilai p = 0,002 dan taraf kesalahan atau  = 0,05, jadi p < (0,002 < 0,05) sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan sikap dengan kepatuhan diet rendah purin pada penderita penyakit arthritis gout. Berdasarkan hasil penelitian yang di dapatkan maka disimpulkan bhawa  ada hubungan sikap dengan kepatuhan diet rendah purin pada penderita arthritis gout, sehingga dengan penelitian ini masyarakat khususnya penderita diharapkan lebih patuh dalam  membatasi atau mengkonsumsi makanan yang tinggi purin, rajin berolahraga, selalu mengontrol kadar asam urat, mengikuti anjuran diet yang diberikan oleh petugas kesehatan dengan menjaga gaya hidup dan pola makan dengan baik agar kesembuhan dapat tercapai.