cover
Contact Name
Dr. Hj. Mujizatullah
Contact Email
jeducandum@gmail.com
Phone
+6281343755509
Journal Mail Official
jeducandum@gmail.com
Editorial Address
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar Jl. AP. Pettarani No. 72 Makassar Sulawesi Selatan 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Educandum Jurnal Ilmiah Pendidikan
ISSN : 24771619     EISSN : 26557738     DOI : https://doi.org/10.31969/educandum
Fokus kajian jurnal ini adalah berkaitan dengan penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Lingkup jurnal Lektur Keagamaan meliputi 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Keagamaan
Articles 157 Documents
Narasi Kebangsaan Dalam Bingkai Kebhinekaan Peserta Didik Man 1 Mamuju Israpil Israpil
EDUCANDUM Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan narasi kebangsaan dalam bingkai kebhinekaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) peserta didik di MAN 1 Mamuju. Penelitian menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menemukan bahwa narasi kebangsaan dalam bingkai kebhinekaan peserta didik bersumber dari pengetahuan dan pengalaman mereka baik dalam pembelajaran di kelas maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler dan media sosial. Dari sinilah potensi terciptanya perilaku saling menghormati dan menghargai keberagaman dapat berkembang dengan baik. Di lain sisi, di antara mereka terjadi kontra narasi kebangsaan, masih ada problem kecil soal relasi dengan teman berbeda agama di antara peserta didik, seperti soal pengucapan selamat natal. Hal ini dipengaruhi sumber rujukan dari kajian keagamaan yang mereka ikuti.
Perspektif Tokoh Masyarakat Tentang Pendidikan Moderasi Beragama Di Kabupaten Sidrap La Mansi
EDUCANDUM Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk memahami gagasan persfektif tokoh masyarakat tentang materi dan kebijakan pelaksanaan sistem pembelajaran pendidikan Moderasi Beragama di Kabupaten Sidrap dengan menggunakan metode Kualitatif lewat wawancara, Observasi Tokoh agama, adat, Pendidikan dan Tokoh Pemerintahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan verstehen peneliti berupaya memposisikan diri diluar konteks sosial informan, yang berupaya untuk menggali gagasan tokoh masyarakat tentang pendidikan moderasi beragama. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoretis maupun praktis memperkaya fenomena ilmu kependidikan secara umum, dan ilmu pendidikan agama secara khusus. Hasil penelitian, Perspektif Tokoh Masyarakat tentang Pendidikan Moderasi Beragama diajarkan pada peserta didik untuk bersikap tidak terlalu kekanan dan tidak terlalu kekiri tapi berada di posisi tengah berdasarkan nilai agama, kearifan lokal dan budaya. Materi agama; Aqidah Akhlaq, Qur’an Hadis, SKI, Fiqh, dan Bahasa Arab sebagai dasar yang sama dipahami, dapat dijadikan bahan dalam menyusun kebijakan, sistem pembelajaran yang kompatibel.Materi yang bernuansa tradisi dan budaya lokal: Tradisi Mappadendang ,Maulid Nabi Saw, Isra’ Mi’raj, Buka puasa bubur 10 Muharram ke empat budaya dan Tradisi tersebut menjadi dasar dalam sistem pembelajaran Moderasi Beragama. Kurikulum sebagai pedoman dalam sistem pembelajaran intrakurikuler untuk mengintegrasi setiap mata pelajaran pada ekstrakurikuler dan muatan lokal, penerapan pendidikan nonformal diaplikasikan dengan metode ceramah. Materi agama sebagai strategi sistem pembelajaran untuk mengimplementasikan kearifan Lokal.
Moderasi Beragama Sebagai Hidden Curiculum Di Perguruan Tinggi Hendri Purbo Waseso; Anggitiyas Sekarinasih
EDUCANDUM Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhnya radikalisme di perguruan tinggi berdasar hasil survey dalam beberapa tahun terakhir mengalami kenaikan. Artikel ini hendak menawarkan suatu ramuan agar pemikiran radikal di perguruan tinggi tidak menular dan menginfeksi secara sistemik. Melalui literature review dan analisa kualitatif ditemukan bahwa: a) dalam kacamata Apple, tumbuhnya radikalisme di perguruan tinggi berasal dari ideologi yang bekerja dalam sistem pendidikan yang dibangun; b) moderasi beragama perlu dijadikan sebagai tameng atau counter dari tumbuhnya benih-benih radikalisme; c) operasionalisasi moderasi beragama (sikap toleran dan inklusif) sebagai hidden curriculum dapat dilakukan dalam tiga posisi sekaligus yaitu hidden curriculum menjadi instrument, moderasi beragama sebagai nilai yang di-hidden dan moderasi beragama sebagai hidden curriculum direncanakan secara tersembunyi dengan menurunkan CPL menjadi CPMK yang lebih operasional dan dapat diukur.
Best Practice Pengelolaan Madrasah Ibtidaiyah Berbasis Pesantren Di Yogyakarta Aji Sofanudin; Nugroho Eko Atmanto; Rahmawati Prihastuty
EDUCANDUM Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik terbaik pengelolaan madrasah di Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus pada MI Wahid Hasyim Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan pada MI Wahid Hasyim terintegrasi dengan Ponpes Wahid Hasyim. Madrasah ini mengikuti seluruh kebijkaan yang diterapkan dinas pendidikan, kebijakan kantor kementerian agama, serta aturan Pondok Pesantren Wahid Hasyim. Rintisan MI Wahid Hasyim berdiri sejak tahun 1966, dengan nama MI Ma’arif Gaten di bawah pengelolaan LP Ma’arif. Tahun 1995 berubah menjadi MI Wahid Hasyim dibawah pengelolaan pesantren. Sejak tahun 2018 ruang belajar MI Wahid Hasyim berpindah dari pesantren, Jl Wahid Hasyim No 3 ke Gedung MI yang baru di Jl Cendrawasih No 1 Condongcatur menempati tanah desa. Jumlah siswa MI sebanyak 224 anak; sebagian mengikuti pembelajaran full day dan sebagian (sekitar 40 %) adalah mondok. Jumlah SDM pendidik dan tenaga kependidikan secara formal berjumlah 24 guru, tetapi secara faktual jumlahnya lebih banyak karena dibantu oleh para mahasantri PP Wahid Hasyim. Berdasarkan data dokumen diperoleh informasi bahwa pembelajaran pada MI Wahid Hasyim menggunakan STEAM (science, technology, engginering, art and mathematics) pada lintas ilmu yang dapat membentuk pola pikir logis dan sistematis dalam rangka mencapai visi “moslem generation, future leader”.
Urgensi Pemanfaatan Media Pembelajaran PAI Berbasis Information And Comunication Technologies (ICT) Di Masa Pandemi Covid 19 Dias Syahrul Riyadi; Nukhan Anwar; Risqina Putri Nurhidayati; Tanti Julianti; Anaas Tri Ridlo Dina Yuliana
EDUCANDUM Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT) dalam media pembelajaran PAI. Pada saat ini peran ICT perlu dikembangkan dan digali lebih dalam lagi terkait pemanfaatannya. Karena di masa pandemi covid-19 siswa diwajibkan menggunakan pembelajaran berbasis daring. Tujuannya agar siswa termotivasi sehingga belajar mengajar akan tetap efisien meskipun menggunakan metode daring. Dalam sistem pembelajaran PAI sendiri bisa menggunakan media Microsoft Office dan Power Point sebagai media presentasi dan penyampaian materi yang lain dapat menggunakan aplikasi WhatsApp Group (WAG), zoom ataupun google meet. Dengan demikian peran dan pemanfaatan ICT dalam pembelajaran PAI di masa pandemi covid-19 sangatlah penting dan perlu perhatian khusus
Implementasi Kurikulum Darurat Pada Madrasah Negeri Di Kabupaten Pangkep Asnandar Abubakar
EDUCANDUM Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Darurat adalah kurikulum tingkat satuan pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku serta kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat. Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat implementasi kurikulum darurat pada madrasah negeri, dan untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Obyek penelitian adalah guru-guru pada Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Pangkep, Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pangkep, dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pangkep. Hasil penelitian padak aspek pelaksanaan kurikulum darurat, Penerapan Prinsip Pembelajaran, Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran, dan Evaluasi Pembelajaran menunjukkan kategori yang tinggi. Artinya kurikulum darurat sudah tersosialisasi dan terlaksana pada madrasah. begitupun dengan guru yang telah menerapkan aspek-aspek kurikulum darut dalam proses pembelajaran. Kondisi dan situasi geografis tempat tinggal siswa harus menjadi perhatian dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan media internet, karena pada kondisi tertentu jaringan tidak mumpuni untuk dipakai sehingga proses pembelajaran berlangsung tidak maksimal. Dalam proses pembelajaran, guru tetap harus mempertimbangkan kondisi, kebutuhan dan karakteristik masing-masing siswa (terkait kondisi siswa), mengakomidir kondisi siswa yang berbeda, dukungan sarana, gaya belajar dan kebutuhan belajar. Ada beberapa siswa yang terkendala dengan jaringan, perangkat pembelajaran, dan penggunaan media pembelajaran.
KESIAPAN MADRASAH MENGHADAPI PEMBELAJARAN TATAP MUKA TAHUN 2021 DI MASA PANDEMI COVID-19 Amiruddin Amiruddin
EDUCANDUM Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian mengenai Kesiapan Madrasah Menghadapi Pembelajaran tatap muka di masa Pandemi Covid-19 Tahun 2021. Penelitian ini adalah penelitian fact finding untuk menelusuri fakta lapangan terkait SKB 4 Menteri tentang pedoman pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Masalah penelitian bagaimana kesiapan madrasah menghadapi pembelajaran tatap muka tahun 2021 di masa pandemi covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan Observasi terhadap pengelola madrasah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa walaupun secara legal formal dalam konteks Kota Makassar belum terbit surat edaran secara resmi, namun lembaga pendidikantermasuk madrasah telah meresponi dengan melakukan berbagai persiapan. Dari tiga (3) Madrasah Aliyah Negeri sebagai Lokus penelitian ini yaitu MAN 1, 2, dan 3 Kota Makassar, semuanya telah melakukan persiapan dengan melengkapi semua sarana dan prasarana yang menjadi kewajiban protokol kesehatan mulai dari penyediaan wastafel (tempat cuci tangan) di halaman sekolah dan di setiap ruang kelas, alat pengukur suhu, hand sanitizer, disinfektan, dan masker kesehatan. Begitupun dengan kesiapan dalam proses pembelajaran tatap muka pihak madrasah juga telah melakukan inovasi dan strategi pada masing-masing madrasah. Pada umumnya madrasah untuk kepentingan protokol kesehatan dengan menjaga jarak maka setiap kelas akan di bagi menjadi dua kelas dengan jumlah siswa juga di bagi dua. Dan proses pembelajaran di bagi menjadi dua sesi. Keterlibatan komite madrasah juga ikut andil dan berkontribusi dalam penyediaan sarana yang di butuhkan oleh madrasah. Wujud kontribusi yang diberikan dengan menyediakan wastafel (tempat cucitangan). Komite madrasah juga berpartisipasi dalam membangun komunikasi dengan orang tua siswa, mendata dan memberikan pemahaman tentang rencana pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19.
IMPLEMENTASI KURIKULUM DARURAT DI MADRASAH KABUPATEN BANTAENG Abd. Rahman Arsyad
EDUCANDUM Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan tujuan untuk Menemukan cara madrasah menentukan materi, metode, media, sumber belajar, dan mengelola kelas; merencanakan, melaksanakan, dan menilai hasil belajar siswa dalam menerapkan kurikulum darurat, serta menemukan kendala madrasah dalam mengimplementasikan kurikulum darurat. Adapun permasalahannya adalah Bagaimana Implementasi Kurikulum darurat Di Madrasah (MIN, MTsN, dan MAN) Dampang Kabupaten Bantaeng.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket atau kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah Guru madrasah memahami kurikulum darurat lewat media, teman, dan dari kegiatan pengembangan serta pengimplementasian pembelajaran mengacu pada kurikulum darurat. Proses belajar mengajar menggunakan tiga system pembelajaran, yaitu Daring, Luring, dan Guling, sedangkan dari empat aplikasi (E-Learning, Zoom, Google Clasroom, dan Whatsapp), tidak semuanya efektif digunakan, dikarenakan faktor jaringan dan anggaran yang terbatas. Sehingga, proses belajar mengajar lebih dominan menggunakan aplikasi Whatsapp dan Google Clasroom. Penerapan pembelajaran lewat luring mengutamakan protokol kesehatan, memodifikasi jadwal pembelajaran berdasarkan beban mengajar dan menekankan guru untuk menyusun RPP secara sederhana serta menerapkan pembelajaran seperti saat norman, yaitu: Pendahuluan, Inti, dan penutup pembelajaran. Kemudian diakhiri dengan mengevaluasi atau menilai hasil belajar dengan mempertimbangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa.
PELAYANAN PENDIDIKAN AGAMA BAGI ANAK DIFABEL PADA MADRASAH DAN SEKOLAH DI KABUPATEN TAKALAR Mujizatullah Mujizatullah
EDUCANDUM Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelayanan pendidikan agama pada anak difabel di Madrasah dan Sekolah yang meliputi penyelenggaraan Kesiswaan, Kurikulum, Tenaga Pendidik, Sarana dan Prasarana, Layanan Keuangan, Lingkungan, kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler, Muatan Lokal. Faktor pendukung dan penghambat pelayanan pendidikan agama pada anak difabel dan penyelenggaraan pendidikan inklusif di Kabupaten Takalar. Metode Kwalitatif, Hasil penelitian : Penerimaan Siswa difabel belum berdasarkan S.K. Kementerian Agama, belum dilaksanakan Asesmen jenis dan level ketunaan ,pelayanan pendidikan agama menggunakan Kurikulum 2013 , belum ada kurikulum khusus (RPP dan Silabus) ,.Hal ini terlihat pada kegiatan proses belajar mengajar mulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup bahkan sampai pada kegiatan evaluasi. metode dan strategi pembelajaran disesuaikan dengan jenis ketunaan siswa. Pada kegiatan muatan lokal keagamaan Guru menggunakan strategi remedial . Bentuk layanan pembelajaran agama dengan strategi pendekatan personal dengan mengunjungi rumah dan melibatkan orang tua siswa, layanan khusus ini dilakukan oleh guru agama bekerja sama dengan guru bimbingan konseling dengan kemampuan yang sangat terbatas karena belum pernah mengikuti pelatihan atau pendidikan khusus. Faktor pendukung, Didukung oleh regulasi Kementerian Agama dan Kemendiknas, siswa regular melihat siswa difabel bagian dari komunitasnya untuk belajar menerima perbedaan psychis. Pada level kalangan siswa dibentuk agen perubahan anti bullying. Faktor penghambat, Penerimaan siswa difabel belum dilakukan asesesmen, belum ada sarana dan prasarana dan Guru pendamping khusus. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 kurang disosialisasikan sehingga masih terdapat madrasah yang tidak menerima siswa difabel.
PENGARUH KECANDUAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA UIN ALAUDDIN MAKASSAR M.Ichsan Nawawi; Nurwahidah Nurwahidah; Dea Dwi Anggarini; Asriani Nur; Ryaas Rasyid Febrianto; Sulfiyah Sulfiyah; Fita Fita; Syahrul Alam Syah
EDUCANDUM Vol 7 No 2 (2021): Jurnal Educandum
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan narasi kebangsaan dalam bingkai kebhinekaan suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) peserta didik di MAN 1 Mamuju. Penelitian menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menemukan bahwa narasi kebangsaan dalam bingkai kebhinekaan peserta didik bersumber dari pengetahuan dan pengalaman mereka baik dalam pembelajaran di kelas maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler dan media sosial. Dari sinilah potensi terciptanya perilaku saling menghormati dan menghargai keberagaman serta dapat berkembang dengan baik. Di lain sisi, di antara mereka terjadi kontra narasi kebangsaan, masih ada problem kecil soal relasi dengan teman berbeda agama di antara peserta didik, seperti soal pengucapan selamat natal. Hal ini dipengaruhi sumber rujukan dari kajian keagamaan yang mereka ikuti.

Page 8 of 16 | Total Record : 157