cover
Contact Name
Yaya Mulyana Abdul Azis
Contact Email
jurnal.kebijakan@unpas.ac.id
Phone
+6285659337884
Journal Mail Official
jurnal.kebijakan@unpas.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumatra No. 41, Bandung Gedung Pascasarjana Lantai 3, Ruang Prodi Administrasi dan Kebijakan Publik Principal Contact Yaya M. Aziz Universitas Pasundan Phone 085659337884 mulyana_yaya@unpas.ac.id Support Contact Asep Risnandi Phone 082128751118 jurnal.kebijakan@unpas.ac.i
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 18295762     EISSN : 26562820     DOI : http://dx.doi.org/10.23969/kebijakan
Core Subject : Social,
Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi adalah Jurnal Ilmiah yang berisi hasil penelitian dan studi literatur tentang: Tata Kelola Pemerintahan Otonomi Daerah Birokrasi Pemerintah Manajemen Sumber Daya Manusia Pelayanan Publik Kebijakan Publik Digital Governance Manajemen Publik Kepemimpinan Reformasi Administrasi Manajemen Strategis
Articles 125 Documents
COLLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA KERTOSARI Rochmatin, Laily; Slamet Muchsin; Sunariyanto
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.16741

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah terkait dengan kondisi Desa Wisata Kertosari setelah pandemi yang eksistensinya masih terjaga meskipun ada indikasi lemahnya kapasitas kelembagaan dan masih dikedepankannya pelaksanaan yang bersifat top down. Selain itu peraturan Bupati Pasuruan No. 66 Tahun 2021 tentang pariwisata yang secara detail menyebutkan adanya tata ruang untuk desa wisata yang belum optimal, padahal fungsi dari tata ruang adalah untuk dasar dalam penyusunan RPJM desa agar desa tidak dihadapkan dengan permasalahan lingkungan dan sumber daya alam nantinya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah (1)Memberikan hasil Analisa dan deskripsi efektivitas dari collaborative governance dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan di Desa Kertosari. (2)Mendeskripsikan peran seluruh stakeholder dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan di Desa Kertosari. (3) Menganalisa strategi sekaligus faktor pendukung keberhasilan tata Kelola pariwisata berkelanjutan melalui collaborative governance di Desa Kertosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang membutuhkan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antara analisis atau konsep secara mendalam mengenai hubungan-hubungan konsep yang dikaji secara empirik. Adapun pengumpulan data menggunakan beberapa metode seperti ; (a) observasi (b) wawancara (c) dokumentasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan tiga Langkah kegiatan yaitu ; reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah ; (1) collaborative governance di Desa Wisata Kertosari dapat dikatakan baik dan efektif karena telah melalui seluruh tahapan collaborative governance yang disebutkan oleh Ansell dan Gash seperti kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi. (2) peran stakeholder yang terlibat dalam Desa Wisata Kertosari sudah sesuai peran dan fungsinya meliputi (a) Pokdarwis Randuwana dengan peranan sebagai koordinator, fasilitator, implementer, akselerator. (b) Masyarakat Desa Kertosari sebagai implementer (c) pemerintah Desa Kertosari sebagai koordinator dan fasilitator (d) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan sebagai policy creator, coordinator, fasilitator, dan implementer. (3) Strategi sekaligus faktor pendukung keberhasilan tata Kelola pariwisata Desa Wisata Kertosari melalui SWOT yaitu (a)Streght-Opportunities (SO) : membangun dan melengkapi kebutuhan pariwisata, meningkatkan even pariwisata, mengembangkan atraksi wisata. (b) Weakness- Opportunities (WO): Menggandeng pihak swasta, meningkatkan promosi wisata. (c) Strenght-Threats (ST) : mengoptimalkan potensi alam dan keunikan Desa Wisata Kertosari, menggelar festival pagelaran budaya. (d) Weakness-Threats (WT) : Peningkatan kualitas sumber daya manusia, melakukan pengawasan dan pemeliharaan fasilitas.
ANALISIS KEBIJAKAN PENATAAN KAWASAN SEMPADAN JURANG DALAM MEWUJUDKAN GREEN INFRASTRUCTURE DI KABUPATEN BANGLI Dede, I Kadek Dede Junaedy; Ni Luh Putu Ening Permini; Sri Sulandari; Nyoman Suargita
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.19447

Abstract

Pembangunan rumah makan, café atau restaurant pada kawasan sempadan jurang di Kintamani semakin marak terjadi, hal ini menjadi permasalahan yang belum dapat diatasi oleh pemerintah sampai saat ini. Pemerintah telah menetapkan Perda RTRW terbaru untuk mengatur penataan/pemanfaatan kawasan sempadan jurang, namun saat ini masih marak terjadi pelanggaran pembangunan di kawasan sempadan jurang.Tujuan dari penelitian ini untuk menlakukan analisis mendalam terhadap pelaksanaan kebijakan penataan kawasan sempadan jurang dalam mewujudkan green infrastruktur di Kabupaten Bangli serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan kebijakan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Luaran yang ditargetkan pada penelitian ini, yaitu strategi dalam pelaksanaan kebijakan penataan kawaswan sempadan jurang dan pengembangan konsep green infrastruktur.
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET Dindin Abdurohim; Nurhayati; Fajar Sidik Muhta; Ferdyansyah Wicaksono
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.27328

Abstract

Usaha kecil Kampoeng Radjoet binong jati telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam perekonomian Kota Bandung. Permasalah pokok yang di hadapi pelaku usaha sebenarnya bukan terletak pada permasala-han modal, pemasaran, tenaga kerja, teknologi, dan pasar saja, akan tetapi permasalahan yang lebih utama terletak pada kompetensi kewirausahaan yang berdampak pada kinerja usahanya, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kompetensi kewirausahaan sebagai penentu kinerja usaha kecil Kampoeng Radjoet kota bandung, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Informan dalam penelitiian informan kunci dan informan tambahan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, Adapun pengolahan data melalui proses menganalisis, merinci, mengonseptualisasikan, dan menyusun data. Hasil penelitian menunjukan, kompetensi kewirausahaan usaha kecil CV. Kampoeng radjoet, menujukan, dalam 1) kompetensi peluang, selalu melakukan kegiatan mengenali dan menciptakan dan memanfaatkan dengan kreativitasnya semaksimal mungkin. 2) Kompetensi organisasi, selalu memantau kegiatan, mengorganisasikan dan mengembangkan sumber daya yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan. 3) Kompetensi Strategi, memahami yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terhadap usahanya, dan kemampuan menetapkan strategi. 4) Kompetensi Hubungan, membangun dan menjalin hubungan dengan konsumen, akademik, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, media dan beberapa investor. 5) kompetensi Konseptual, memiliki kemampuan menggunakan kemampuan analitis, pengambilan keputusan yang cepat, berinovasi, 6) Kompetensi Komitmen, memiliki komitmen yang kuat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan untuk terus bertindak proaktif. Sedangkan Kinerja usaha pada usaha kecil CV. Kampoeng Radjoet Kota Bandung telah sesuai dengan teori yang peneliti rujuk. Hal ini ditunjukan hasil penelitian, menunjukan kinerja usaha usaha kecil kampoeng radjoet, sebagai berikut : 1) pertumbuhan penjualan, meningkat dari tahun ketahun, 2) pertumbuhan keuntungan usaha, menunjukan perkembangan dari tahun ketahun, seperti asset bangunan, tenaga kerja, mesin, reseller, dan hak kekayaan intelektual (HKI), dan Profitabilitas cukup stabil, mampu mengefisiesikan kegiatan produksi dan operasional. Hasil penelitian menunjukan kompetensi kewirausahaan sebagai faktor penentu keberhasilan usaha atau kinerja usaha kecil CV. Kampoeng Radjoet, hal ini di lihat dari pertumbuhan penjualan, dan pertumbuhan keuntungan usaha kecil dari tahun ketahun, Hal ini sesuai dengan teori yang menjadi rujukan dalam penelitian ini. Akan tetapi adanya temuan – temuan yang menghambat kompetensi kewirausahaan pada usaha kecil CV. Kampoeng Radjoet: adanya tenaga kerja yang sulit untuk dilibatkan up-grade skill(peningkatan skill) dalam tuntutan memanfaatkan peluang. kecenderungan mereka untuk tetap berada di zona nyaman dan cara berfikir karyawan yang tidak sesuai dengan visi misi Perusahaan. Dan dalam kompetensi strategi, adanya hambatan dari faktor ekternal seperti : produk yang dihasilkan cenderung homogen atau terlalu banyak produk yang sama, infra-struktur akses jalan yang sempit menghambat operasional dan sulitnya tempat parkir, persaingan terbuka yang semakin ketat dari perusahaan luar negeri. Kata kunci: Kompetensi, Kewirausahaan, Kinerja Usaha, UMKM.
UPAYA PEMULIHAN REPUTASI TIONGKOK TERHADAP INDONESIA MELALUI DIPLOMASI KEBUDAYAAN DALAM GIM “GENSHIN IMPACT” PADA TAHUN 2020-2023 putri, amalya natya
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.27330

Abstract

Diplomasi budaya, sebagai bagian dari strategi soft power, menjadi semakin relevan di era globalisasi. Tiongkok, melalui industri video game seperti Genshin Impact, berhasil memadukan elemen hiburan dan budaya untuk memperkenalkan nilai-nilai tradisional dan modern ke audiens global, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Genshin Impact dalam mempromosikan budaya Tiongkok serta dampaknya terhadap persepsi masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan metode campuran, penelitian ini melibatkan kajian literatur, analisis konten, survei pemain, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa Genshin Impact memperkenalkan elemen budaya Tiongkok seperti mitologi, seni, arsitektur, dan musik tradisional yang diapresiasi oleh mayoritas pemain Indonesia. Meski demikian, pengaruh terhadap persepsi politik masih kompleks dan bervariasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa video game dapat menjadi alat efektif diplomasi budaya, yang berpotensi memperkuat hubungan internasional melalui soft power. Kata Kunci: Diplomasi Budaya, Soft Power, Genshin Impact, Tiongkok, Indonesia.
SINERGITAS KELEMBAGAAN ANTAR UPTD DALAM PENANGANAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH KOTORAN HEWAN : STUDI KASUS DI KELURAHAN CIPARI, KABUPATEN KUNINGAN NR.Ruyani; Ellya Susilowati; Lia Muliawaty; Cecep Nana Nasuha; Restu Wigati
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.29226

Abstract

Permasalahan pengelolaan limbah Kotoran Hewan (Kohe) menjadi isu strategis dalam pembangunan peternakan berkelanjutan, khususnya di kawasan dengan konsentrasi populasi ternak yang tinggi, seperti Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergitas kelembagaan antar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dalam penanganan dan pengelolaan limbah Kotoran Hewan (Kohe) di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan untuk menggali interaksi, koordinasi dan kolaborasi antara UPTD Peternakan dan UPTD Lingkungan Hidup dalam menjalankan kebijakan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sinergitas kelembagaan belum berjalan secara optimal akibat lemahnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan sumber daya manusia dan minimnya mekanisme pembiayaan bersama (cost-sharing). Meskipun terdapat upaya sporadis dalam membangun komunikasi antarlembaga, namun belum terintegrasi dalam sistem tata kelola kelembagaan yang holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam kajian tata kelola lingkungan lokal dengan menekankan pentingnya sinergi antarlembaga operasional pemerintah dalam mengatasi tantangan pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

Page 13 of 13 | Total Record : 125