cover
Contact Name
Yaya Mulyana Abdul Azis
Contact Email
jurnal.kebijakan@unpas.ac.id
Phone
+6285659337884
Journal Mail Official
jurnal.kebijakan@unpas.ac.id
Editorial Address
Jalan Sumatra No. 41, Bandung Gedung Pascasarjana Lantai 3, Ruang Prodi Administrasi dan Kebijakan Publik Principal Contact Yaya M. Aziz Universitas Pasundan Phone 085659337884 mulyana_yaya@unpas.ac.id Support Contact Asep Risnandi Phone 082128751118 jurnal.kebijakan@unpas.ac.i
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi
Published by Universitas Pasundan
ISSN : 18295762     EISSN : 26562820     DOI : http://dx.doi.org/10.23969/kebijakan
Core Subject : Social,
Kebijakan: Jurnal Ilmu Administrasi adalah Jurnal Ilmiah yang berisi hasil penelitian dan studi literatur tentang: Tata Kelola Pemerintahan Otonomi Daerah Birokrasi Pemerintah Manajemen Sumber Daya Manusia Pelayanan Publik Kebijakan Publik Digital Governance Manajemen Publik Kepemimpinan Reformasi Administrasi Manajemen Strategis
Articles 138 Documents
COLLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM TATA KELOLA PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA KERTOSARI Rochmatin, Laily; Slamet Muchsin; Sunariyanto
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.16741

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini adalah terkait dengan kondisi Desa Wisata Kertosari setelah pandemi yang eksistensinya masih terjaga meskipun ada indikasi lemahnya kapasitas kelembagaan dan masih dikedepankannya pelaksanaan yang bersifat top down. Selain itu peraturan Bupati Pasuruan No. 66 Tahun 2021 tentang pariwisata yang secara detail menyebutkan adanya tata ruang untuk desa wisata yang belum optimal, padahal fungsi dari tata ruang adalah untuk dasar dalam penyusunan RPJM desa agar desa tidak dihadapkan dengan permasalahan lingkungan dan sumber daya alam nantinya. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah (1)Memberikan hasil Analisa dan deskripsi efektivitas dari collaborative governance dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan di Desa Kertosari. (2)Mendeskripsikan peran seluruh stakeholder dalam tata kelola pariwisata berkelanjutan di Desa Kertosari. (3) Menganalisa strategi sekaligus faktor pendukung keberhasilan tata Kelola pariwisata berkelanjutan melalui collaborative governance di Desa Kertosari. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang membutuhkan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antara analisis atau konsep secara mendalam mengenai hubungan-hubungan konsep yang dikaji secara empirik. Adapun pengumpulan data menggunakan beberapa metode seperti ; (a) observasi (b) wawancara (c) dokumentasi. Teknik analisis data penelitian menggunakan tiga Langkah kegiatan yaitu ; reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini adalah ; (1) collaborative governance di Desa Wisata Kertosari dapat dikatakan baik dan efektif karena telah melalui seluruh tahapan collaborative governance yang disebutkan oleh Ansell dan Gash seperti kondisi awal, kepemimpinan fasilitatif, desain kelembagaan, dan proses kolaborasi. (2) peran stakeholder yang terlibat dalam Desa Wisata Kertosari sudah sesuai peran dan fungsinya meliputi (a) Pokdarwis Randuwana dengan peranan sebagai koordinator, fasilitator, implementer, akselerator. (b) Masyarakat Desa Kertosari sebagai implementer (c) pemerintah Desa Kertosari sebagai koordinator dan fasilitator (d) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan sebagai policy creator, coordinator, fasilitator, dan implementer. (3) Strategi sekaligus faktor pendukung keberhasilan tata Kelola pariwisata Desa Wisata Kertosari melalui SWOT yaitu (a)Streght-Opportunities (SO) : membangun dan melengkapi kebutuhan pariwisata, meningkatkan even pariwisata, mengembangkan atraksi wisata. (b) Weakness- Opportunities (WO): Menggandeng pihak swasta, meningkatkan promosi wisata. (c) Strenght-Threats (ST) : mengoptimalkan potensi alam dan keunikan Desa Wisata Kertosari, menggelar festival pagelaran budaya. (d) Weakness-Threats (WT) : Peningkatan kualitas sumber daya manusia, melakukan pengawasan dan pemeliharaan fasilitas.
ANALISIS KEBIJAKAN PENATAAN KAWASAN SEMPADAN JURANG DALAM MEWUJUDKAN GREEN INFRASTRUCTURE DI KABUPATEN BANGLI Dede, I Kadek Dede Junaedy; Ni Luh Putu Ening Permini; Sri Sulandari; Nyoman Suargita
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.19447

Abstract

Pembangunan rumah makan, café atau restaurant pada kawasan sempadan jurang di Kintamani semakin marak terjadi, hal ini menjadi permasalahan yang belum dapat diatasi oleh pemerintah sampai saat ini. Pemerintah telah menetapkan Perda RTRW terbaru untuk mengatur penataan/pemanfaatan kawasan sempadan jurang, namun saat ini masih marak terjadi pelanggaran pembangunan di kawasan sempadan jurang.Tujuan dari penelitian ini untuk menlakukan analisis mendalam terhadap pelaksanaan kebijakan penataan kawasan sempadan jurang dalam mewujudkan green infrastruktur di Kabupaten Bangli serta untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan kebijakan tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Luaran yang ditargetkan pada penelitian ini, yaitu strategi dalam pelaksanaan kebijakan penataan kawaswan sempadan jurang dan pengembangan konsep green infrastruktur.
KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN SEBAGAI FAKTOR PENENTU KINERJA USAHA KECIL KAMPOENG RADJOET Dindin Abdurohim; Nurhayati; Fajar Sidik Muhta; Ferdyansyah Wicaksono
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.27328

Abstract

Usaha kecil Kampoeng Radjoet binong jati telah memberikan kontribusi dan berperan penting dalam perekonomian Kota Bandung. Permasalah pokok yang di hadapi pelaku usaha sebenarnya bukan terletak pada permasala-han modal, pemasaran, tenaga kerja, teknologi, dan pasar saja, akan tetapi permasalahan yang lebih utama terletak pada kompetensi kewirausahaan yang berdampak pada kinerja usahanya, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kompetensi kewirausahaan sebagai penentu kinerja usaha kecil Kampoeng Radjoet kota bandung, Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental tunggal. Informan dalam penelitiian informan kunci dan informan tambahan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, Adapun pengolahan data melalui proses menganalisis, merinci, mengonseptualisasikan, dan menyusun data. Hasil penelitian menunjukan, kompetensi kewirausahaan usaha kecil CV. Kampoeng radjoet, menujukan, dalam 1) kompetensi peluang, selalu melakukan kegiatan mengenali dan menciptakan dan memanfaatkan dengan kreativitasnya semaksimal mungkin. 2) Kompetensi organisasi, selalu memantau kegiatan, mengorganisasikan dan mengembangkan sumber daya yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan. 3) Kompetensi Strategi, memahami yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman terhadap usahanya, dan kemampuan menetapkan strategi. 4) Kompetensi Hubungan, membangun dan menjalin hubungan dengan konsumen, akademik, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, media dan beberapa investor. 5) kompetensi Konseptual, memiliki kemampuan menggunakan kemampuan analitis, pengambilan keputusan yang cepat, berinovasi, 6) Kompetensi Komitmen, memiliki komitmen yang kuat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dan untuk terus bertindak proaktif. Sedangkan Kinerja usaha pada usaha kecil CV. Kampoeng Radjoet Kota Bandung telah sesuai dengan teori yang peneliti rujuk. Hal ini ditunjukan hasil penelitian, menunjukan kinerja usaha usaha kecil kampoeng radjoet, sebagai berikut : 1) pertumbuhan penjualan, meningkat dari tahun ketahun, 2) pertumbuhan keuntungan usaha, menunjukan perkembangan dari tahun ketahun, seperti asset bangunan, tenaga kerja, mesin, reseller, dan hak kekayaan intelektual (HKI), dan Profitabilitas cukup stabil, mampu mengefisiesikan kegiatan produksi dan operasional. Hasil penelitian menunjukan kompetensi kewirausahaan sebagai faktor penentu keberhasilan usaha atau kinerja usaha kecil CV. Kampoeng Radjoet, hal ini di lihat dari pertumbuhan penjualan, dan pertumbuhan keuntungan usaha kecil dari tahun ketahun, Hal ini sesuai dengan teori yang menjadi rujukan dalam penelitian ini. Akan tetapi adanya temuan – temuan yang menghambat kompetensi kewirausahaan pada usaha kecil CV. Kampoeng Radjoet: adanya tenaga kerja yang sulit untuk dilibatkan up-grade skill(peningkatan skill) dalam tuntutan memanfaatkan peluang. kecenderungan mereka untuk tetap berada di zona nyaman dan cara berfikir karyawan yang tidak sesuai dengan visi misi Perusahaan. Dan dalam kompetensi strategi, adanya hambatan dari faktor ekternal seperti : produk yang dihasilkan cenderung homogen atau terlalu banyak produk yang sama, infra-struktur akses jalan yang sempit menghambat operasional dan sulitnya tempat parkir, persaingan terbuka yang semakin ketat dari perusahaan luar negeri. Kata kunci: Kompetensi, Kewirausahaan, Kinerja Usaha, UMKM.
UPAYA PEMULIHAN REPUTASI TIONGKOK TERHADAP INDONESIA MELALUI DIPLOMASI KEBUDAYAAN DALAM GIM “GENSHIN IMPACT” PADA TAHUN 2020-2023 putri, amalya natya
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.27330

Abstract

Diplomasi budaya, sebagai bagian dari strategi soft power, menjadi semakin relevan di era globalisasi. Tiongkok, melalui industri video game seperti Genshin Impact, berhasil memadukan elemen hiburan dan budaya untuk memperkenalkan nilai-nilai tradisional dan modern ke audiens global, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Genshin Impact dalam mempromosikan budaya Tiongkok serta dampaknya terhadap persepsi masyarakat Indonesia. Dengan pendekatan metode campuran, penelitian ini melibatkan kajian literatur, analisis konten, survei pemain, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan bahwa Genshin Impact memperkenalkan elemen budaya Tiongkok seperti mitologi, seni, arsitektur, dan musik tradisional yang diapresiasi oleh mayoritas pemain Indonesia. Meski demikian, pengaruh terhadap persepsi politik masih kompleks dan bervariasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa video game dapat menjadi alat efektif diplomasi budaya, yang berpotensi memperkuat hubungan internasional melalui soft power. Kata Kunci: Diplomasi Budaya, Soft Power, Genshin Impact, Tiongkok, Indonesia.
SINERGITAS KELEMBAGAAN ANTAR UPTD DALAM PENANGANAN DAN PENGELOLAAN LIMBAH KOTORAN HEWAN : STUDI KASUS DI KELURAHAN CIPARI, KABUPATEN KUNINGAN NR.Ruyani; Ellya Susilowati; Lia Muliawaty; Cecep Nana Nasuha; Restu Wigati
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 16 No. 02 (2025): Volume 16 No. 2 Juni 2025
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v16i02.29226

Abstract

Permasalahan pengelolaan limbah Kotoran Hewan (Kohe) menjadi isu strategis dalam pembangunan peternakan berkelanjutan, khususnya di kawasan dengan konsentrasi populasi ternak yang tinggi, seperti Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergitas kelembagaan antar Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dalam penanganan dan pengelolaan limbah Kotoran Hewan (Kohe) di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan untuk menggali interaksi, koordinasi dan kolaborasi antara UPTD Peternakan dan UPTD Lingkungan Hidup dalam menjalankan kebijakan pengelolaan limbah. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sinergitas kelembagaan belum berjalan secara optimal akibat lemahnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan sumber daya manusia dan minimnya mekanisme pembiayaan bersama (cost-sharing). Meskipun terdapat upaya sporadis dalam membangun komunikasi antarlembaga, namun belum terintegrasi dalam sistem tata kelola kelembagaan yang holistik. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dalam kajian tata kelola lingkungan lokal dengan menekankan pentingnya sinergi antarlembaga operasional pemerintah dalam mengatasi tantangan pengelolaan limbah secara berkelanjutan.
ANALISIS SYSTEM USABILITY APLIKASI MOBILE JKN DALAM PELAYANAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI PROVINSI DKI JAKARTA Simanjuntak, Jeremia Gom Gom Parulian; Harun, Jason
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 17 No. 01 (2026): Volume 17 No. 01 Januari 2026
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v17i01.19319

Abstract

This study aims to evaluate the usability of the JKN mobile application in BPJS Health services using the System Usability Scale (SUS), focusing on three variables: effectiveness, efficiency, and user satisfaction, including both users and the application provider. The JKN mobile application has received several negative reviews regarding issues such as difficulty logging in, black screens, sudden application crashes, and other problems. Therefore, an evaluation is needed to gain a deeper understanding of the application’s usability. This research employs a quantitative approach with a descriptive survey method. Data collection was conducted through a questionnaire distributed to 384 users of the application and interviews with the application provider. The study uses the SUS theory developed by John Brooke (1986), consisting of 10 questionnaire items across the three variables. The results show that respondents perceive the JKN mobile application as effective, efficient, and satisfying for both users and the provider. This is indicated by the ease and benefits experienced by respondents in quickly understanding how to use the application, as well as its straightforward and uncomplicated nature. However, efforts are still needed to further improve the JKN mobile application, such as organizing seminars or webinars to educate the public on how to use the app and developing notification features to inform users about new features or usage tips. Improving the application’s usability is expected not only to enhance the user experience but also to contribute to the success and sustainability of the JKN program itself.
INTERGOVERNMENTAL RELATIONS DALAM PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA CIREBON Danial Ahza Pramudito; Susanti, Elisa
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 17 No. 01 (2026): Volume 17 No. 01 Januari 2026
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v17i01.22493

Abstract

Kawasan permukiman yang baik dan sehat sudah menjadi amanat dari UUD 1945, tetapi masih terdapat kawasan kumuh di Indonesia, salah satunya di Provinsi Jawa Barat. Sebagai salah satu Kota di Provinsi Jawa Barat, Kota Cirebon berkontribusi memberikan luas kawasan kumuh di Provinsi Jawa Barat. Ditemukan beberapa indikasi masalah, yaitu kegiatan setiap OPD masih sektoral, belum terjalinnya sinergi di antara OPD dalam Pokja PKP, dan kurangnya komunikasi berkala antara Pokja PKP Kota Cirebon dengan Pokja PKP Provinsi Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan intergovernmental relations dalam penanganan kawasan permukiman kumuh di Kota Cirebon. Teori yang digunakan adalah teori lima ciri-ciri khusus intergovernmental relations dari Wright, yaitu All Units, Interactions of Officials, Continuous and Cumulative, All Public Officials, dan Policy Emphasis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi literatur. Berdasarkan hasil penelitian, intergovernmental relations dalam penanganan kawasan permukiman kumuh di Kota Cirebon telah berjalan dengan baik, namun masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya, seperti kurang rutinnya komunikasi di Pokja PKP Kota Cirebon, pelaksanaan kegiatan OPD di Kota Cirebon masih bersifat sektoral, dan minimnya hubungan langsung antara Pokja PKP Provinsi Jawa Barat dengan Pokja PKP Kota Cirebon. Kata kunci: Intergovernmental Relations, Kawasan Permukiman Kumuh, Kota Cirebon
SINERGITAS PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA GOMBANG KECAMATAN SAWIT KABUPATEN BOYOLALI Farida Novianti; Budi Puspo Priyadi
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 17 No. 01 (2026): Volume 17 No. 01 Januari 2026
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v17i01.24075

Abstract

Kabupaten Boyolali menjadi salah satu daerah yang hingga kini masih dihadapkan dengan permasalahan sampah. Desa Gombang menjadi salah satu desa di Kabupaten Boyolali yang melakukan pengelolaan sampahnya sendiri dan masih menghadapi persoalan dalam pengelolaanya, yakni Tempat Pembuangan Sementara Desa Gombang diprediksi akan tidak mampu menampung sampah yang setiap hari ditimbulkan oleh masyarakat Desa Gombang sendiri, ditambah dengan pembuangan sampah liar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis sinergi pemerintah dan masyarakat serta faktor penghambat dalam pengelolaan sampah di Desa Gombang, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara pemerintah desa dengan masyarakat dalam pengelolaan sampah di Desa Gombang belum sepenuhnya berjalan dengan baik. Komunikasi dan koordinasi belum sepenuhnya berjalan dengan baik, yakni masih terdapat tantangan, terutama dalam kesadaran masyarakat dan masyarakat belum memberikan feedback yang baik atas himbauan terkait pembuangan sampah di TPS. Beberapa masyarakat telah menunjukkan partisipasi aktif melalui program bank sampah, tetapi masih terdapat yang belum melakukan pemilahan sampah dan membuang sampah sembarangan. Faktor penghambat utama adalah adanya dominasi peran pemerintah desa, yang mengurangi partisipasi masyarakat lainnya sehingga perlu upaya meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat serta menciptakan kesetaraan peran.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KETAHANAN KELUARGA MELALUI PROGRAM MOTIVATOR KETAHANAN KELUARGA (MOTEKAR) DI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2023 Irawan, Ade; Linda Mariana
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 17 No. 01 (2026): Volume 17 No. 01 Januari 2026
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v17i01.27324

Abstract

ABSTAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebijakan pembangunan ketahanan keluarga melalui peran Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) yang menjadi tanggung jawab Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat. Era globalisasi telah memberikan dampak signifikan terhadap tatanan kehidupan keluarga dalam aspek sosial, ekonomi, budaya, dan teknologi informasi, yang turut memicu kerapuhan keluarga. Oleh karena itu, diperlukan peran MOTEKAR dalam memperkuat ketahanan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan mengacu pada model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn, yang menekankan enam variabel utama: ukuran dan tujuan kebijakan, sumber daya, karakteristik instansi pelaksana, komunikasi antarlembaga, sikap pelaksana, serta lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ketahanan keluarga oleh MOTEKAR telah dilakukan berdasarkan regulasi daerah dan program DP3AKB, khususnya dalam pengasuhan anak dan penanganan kekerasan dalam rumah tangga. Namun, proses implementasi belum optimal karena masih terdapat berbagai faktor penghambat. Kesimpulannya, meskipun telah terdapat dasar regulasi dan upaya pelaksanaan program, keberhasilan implementasi kebijakan ketahanan keluarga melalui MOTEKAR di Jawa Barat masih memerlukan penguatan dalam berbagai aspek. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pembangunan Ketahanan Keluarga, dan Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR).
INOVASI KEWIRAUSAHAAN KPM PROKUS DI CILILIN KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT Noorfarizal, Mohammad Erlan; Nurwati, Nunung; Wibowo, Hery
Kebijakan : Jurnal Ilmu Administrasi Vol. 17 No. 01 (2026): Volume 17 No. 01 Januari 2026
Publisher : Program Magister Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik, Pascasarjana, Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/kebijakan.v17i01.28882

Abstract

Technological developments have made many changes throughout the world. Developments such as trends in fashion, food, or services have grown rapidly or can be known quickly through existing technology as it is today with the development of this technology can contribute to markets or markets that have not been reached. To be able to support ProKUS, KPM ProKUS is also faced with technological developments that can develop their business even better. This study used a qualitative approach by taking purposive sampling of 3 informants. The data collection methods used in this study were in-depth interviews of informants as well as observations. The results of this study are beneficiary families take advantage of technological developments that can help them make an innovation in their business so that they can develop more.