Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur
Jurnal ini menerima naskah asli dari penelitian yang original, artikel tentang kebijakan, dengan cakupan penelitian di bidang teknik sipil dan teknik arsitektur. Scope Jurnal ini sebagai berikut: - Traffic Engineering - Water Resources Engineering, - Construction Management - Structural Engineering, - Geotechnical Engineering, - Transportation Engineering, - Architechture Engineering, - Environmental Engineering.
Articles
152 Documents
PENGARUH PEMBANGUNAN APARTEMEN ARANDRA RESIDENCE TERHADAP KINERJA LALU LINTAS DI RUAS JALAN SEKITAR CEMPAKA PUTIH
Ramadhan, Muhammad;
Darmadi
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 23 No. 1 (2024): EDISI BULAN MEI 2024
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v23i1.174
Traffic impact analysis needs to be done to know the traffic volume of the indicator being assessed is the traffic performance. The analysis was conducted with reference to the 1997 Indonesian Road Capacity Manual and the Contram 5 Program. The existing condition has the highest V / C Ratio 0.78 increased to 0.86, the travel time from 77.8 hours to 82 hours, the length of the trip from 3142.6 kend-km to 3307 kend-km, network speed from 40.4 km / h to 40.3 km / h, use of fuel from 305.6 liters to 312.7 liters fuel consumption from 305.6 liters to 312.7 liters, and survival of the queue in the network in the state of 0 vehicles. Related to that need to do handling.
PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL (STUDI KASUS SIMPANG JALAN RAYA PARUNG – JALAN MAD NUR – JALAN RAYA BOJONG GEDE - KEMANG) KABUPATEN BOGOR
Dwi, Herkalita;
Haidar Nur, Doni
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 23 No. 1 (2024): EDISI BULAN MEI 2024
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v23i1.175
Penelitian ini bertujuan (1) untuk memperoleh bagaimana pengaruh penerapan simpang bersinyal terhadap kinerja simpang eksisting. (2) untuk memperoleh seberapa besar dampak kinerja simpang setelah dilaksanakan penerapan simpang bersinyal. (3) Apa saja kelebihan dan kekurangan dari pelaksanaan simpang bersinyal. Simpang yang menjadi studi kasus pada penelitian ini merupakan simpang empat tidak bersinyal dan merupakan simpang prioritas di Kabupaten Bogor karena menjadi jalur utama menuju Kota Depok dan Jakarta. Simpang ini memiliki empat kaki simpang yaitu Jalan Raya Parung (U-S), Jalan Mad Nur (B) dan Jalan Raya Bojonggede – Kemang. Tata guna lahan di sekitar simpang merupakan area perdagangan berupa pertokoan, pedagang kaki lima, sekolahan. Angka-angka dari data analisis terhadap survei langsung terhadap lapangan Kapasitas untuk peak pagi 2514 smp/jam dengan (DS) 075. Untuk peak siang Kapastitas 2800 smp/jam dengan (DS) 0,79. Dan untuk peak sore kapasitas 2732 smp/jam dengan (DS) 0,74. Analisis ini telah memenuhi MKJI, 1997. Dari hasil analisis menunjukan sistem simpang bersinyal sangat berpengaruh menguraikan kepadatan lalulintas.
EVALUASI KERUSAKAN PERKERASAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) PADA RUNWAY DI BANDAR UDARA HANG NADIM BATAM
Husni Thamrin, Muhammad;
Rivai, Indartono
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 23 No. 1 (2024): EDISI BULAN MEI 2024
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v23i1.176
Dalam suatu bandara tedapat komponen-komponen infrastruktur yang mendukung berjalannya transportasi udara diantaranya runway, yang dimana merupakan tempat terjadinya take-off dan landing pesawat yang berupa rigid atau fleksibel. Adapun kegiatan operasi penerbangan dari tahun ketahun tetap berjalan sehingga perlu adanya evalusi terhadap kondisi pekerkerasan runway. Mengevaluasi kondisi runway diperlukan yang bertujuan untuk mengetahui indeks kondisi permukaan melalui survey yang dilakukan secara visual pada permukaan perkerasan, menganalisa tingkat keparahan kondisi perkerasan dan juga menghitung hasil keseluruhan nilai. Dalam pengujian ini menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI).Untuk penentuan data dan penentuan sample mengacu kepada ASTM D5340-98. Hasil Analisa kondisi permukaan perkerasan runway Bandar Udara Hang Nadim menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI) manual diperoleh sebesar 78 dalam kategori “Satisfactory” atau “Memuaskan”. Hal ini disebabkan karena tingkat keakuratan dalam pembacaan grafik DV dan CDV yang dimana pemilihan nilai CDV dipilih nilai CDV terbesar pada setiap segmen atau sampel.
EVALUASI DAMPAK RUBBER DEPOSIT DI PERKERASAN RIGID PADA RUNWAY SELATAN 07R/25L DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA
Bahri, Muhammad;
Oemar, Fatmawati;
Rachmat, Tri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 23 No. 1 (2024): EDISI BULAN MEI 2024
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v23i1.177
Rubber deposit is a layer of rubber that forms on runway pavement as a result of the friction of aircraft wheels during landing and takeoff. Rubber eroded from aircraft tires will stick to the pavement and over time, can form a thick layer of rubber that can affect runway performance. As a result of the very busy number of flights at Soekarno-Hatta International Airport, this has resulted in a buildup of aircraft tire rubber residue on the runway and has become a problem for flight safety. The aim of this research is to evaluate the impact of rubber deposits on rigid pavement on the 07R/25L South Runway at Soekarno-Hatta International Airport. The aim of this research is to evaluate the impact of rubber deposits on rigid pavement on the 07R/25L South Runway at Soekarno-Hatta International Airport. The data or information used is secondary data obtained from the airfield unit in Angkasapura II Soekarno-Hatta Airport, Tangerang. The data processing method uses quantitative processing to obtain the average thickness of the rubber deposit. The results of this research are to show the height of rubber deposits resulting from aircraft movements on Runway 07L/25R, where the highest values are for Boeing 737- 800 type aircraft and Airbus A320 aircraft. This is influenced by the number of aircraft movements which tend to be dominant compared to other types of aircraft. The solution for cleaning rubber deposits is done using water blasting.
EVALUASI PANJANG LANDAS PACU KETIGA BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA UNTUK PENGOPERASIAN PESAWAT JENIS BOEING 747-8
Radifan Abdurahman, Bimo;
Rivai, Indartono;
Rachmat, Tri
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 23 No. 1 (2024): EDISI BULAN MEI 2024
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v23i1.178
Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilakukan pengembangan melalui pembangunan landas pacu (runway) ketiga, dengan panjang 3.000 meter dan lebar 60 meter, yang dilakukan untuk peningkatan kapasitas pergerakan pesawat per jam. Dalam kurun waktu 20 tahun terakhir, pabrikan pesawat ternama di dunia mulai memproduksi berbagai pesawat jenis terbaru. Sehingga, perlu dilakukan evaluasi terhadap bandara eksisting untuk dapat melayani pesawat jenis baru tersebut. Dalam hal evaluasi panjang runway, untuk mengakomodir pesawat jenis Boeing 747-8 di Bandara Soekarno-Hatta, maka dilakukan studi evaluasi panjang landas pacu ketiga yang merupakan runway yang terbaru. Studi ini dilakukan untuk menganalisis panjang runway yang ada apakah dapat digunakan untuk take-off pesawat Boeing 747-8 dengan muatan Maximum Take-off Weight (MTOW). Penelitian ini dilakukan dengan metode perhitungan Aeroplane Reference Field Length (ARFL). Data yang digunakan dalam analisis ARFL di antaranya kurva performa pesawat dari pabrikan, serta data elevasi, suhu dan kemiringan runway untuk faktor koreksi. Hasil analisis data menunjukkan kebutuhan panjang runway untuk take-off terkoreksi ARFL di runway ketiga adalah 3.723,77 meter. Dengan demikian, panjang runway ketiga eksisting secara teori belum mempu digunakan untuk take-off Boeing 747-8 dalam kondisi MTOW. Rekayasa yang dapat dilakukan di antaranya penambahan panjang runway sepanjang 800 meter atau pembatasan beban pesawat menjadi 402.000 kg.
ANALISIS KEKUATAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN FILLER ABU SEKAM
Romadhon, Eri Setia
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.189
Penggunaan abu sekam sebagai bahan limbah diharapkan dapat mengurangipencemaran disamping dapat menghasilkan campuran beton yang semakin padat dengandemikian bisa meningkatkan kekuatan beton dan mengurangi pemakian semen portland.penelitian ini dilakukan dilaboratorium beton FTSP Jayabaya untuk mengetahui pengaruhpemakaian filler abu sekam dalam adukan beton dan pengaruhnya terhadap kekuatan tekanbeton. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa abu sekam dapat mengurangi nilaislump dan untuk campuran beton dengan fas 0,5 pemakaian abu sekam 10% dapatmeningkatkan kekuatan beton sampai 42,7%
CBR, MUTU BETON DAN TEBAL LANTAI BETON MINIMUM PADA PERKERASAN KAKU
Romadhon, Eri Setia
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.190
Tol Pekanbaru-Dumai adalah jalan tol yang menghubungkan Kota Pekanbarudengan Kota Dumai dan merupakan salah satu ruas dari Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS).Jalan tol ini memiliki panjang 131 km yang terdiri dari 6 (enam) seksi. Penelitian iniberfokus pada kemampuan membayar (ATP) dan kemauan membayar (WTP) penggunaJalan Tol Pekanbaru – Dumai yang tentunya bervariasi untuk setiap orang karenaperbedaan karakteristik latar belakang ekonomi dan perbedaan sudut pandang terhadapkeuntungan yang akan diperoleh pengguna jasa tol berdasarkan waktu tempuh, jaraktempuh, keamanan dan kenyamanan dan untuk mengetahui nilai tarif yang sesuai denganATP dan WTP masyarakat untuk tarif jalan Tol Pekanbaru – Dumai. Data atau informasiyang digunakan adalah data yang diperoleh dari survei langsung di lapangan denganwawancara menggunakan kuisioner. Metode pengolahan data menggunakan perhitungansecara manual sesuaidengan metode perhitungan ATP dan WTP hingga diperoleh hasilberupa perhitungan nilai tarif dan kesimpulan. Dari hasil analisa tarif jalan tol Pekanbaru– Dumai didapat harga berdasarkan WTP adalah Rp. 88.300/knd berselisih Rp.30.200/knd dari tarif yang berlaku dan hasil analisa tarif jalan tol Pekanbaru – Dumaididapat harga berdasarkan ATP adalah Rp. 67.000/knd dan ditambahkan dengan pajak(11% dari tarif) dan asuransi didapat hasil Rp. 75.370/knd berselisih Rp. 43.130 /knd.Diketahui hubungan nilai ATP < WTP dan nilai tarif yang sesuai dengan ATP dan WTPadalah Rp. 77.650,-. Kondisi ini menunjukkan bahwa keinginan pengguna untukmembayar jasa lebih besar dari kemampuan membayarnya. Ini terjadi apabila penggunamempunyai pengahasilan yang relatif rendah, tetapi ketergantungan terhadap jasa tersebutsangat tinggi.
EVALUASI JEMBATAN KOMPOSIT ANTAJAYA DI DESA TANJUNGRASA TANJUNGSARI BOGOR
Romadhon, Eri Setia
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 2 (2023): EDISI BULAN NOVEMBER 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v22i2.191
Evaluasi kekuatan jembatan Antajaya meliputi test terhadap tegangan leleh pada tengah bentang, tegangan geser propil pada tepi bentang, dan lendutan maksimum pada tengah bentang. Evaluasi ini didasarkan atas peraturan pembebanan jembatan PPJJR 1987 dan Tata cara perencanaan struktur baja SNI 03-1729-2002, Dari hasil menunjukan pemakaian WF 1000x300x16x28 pada jembatan Antaja dengan cover plate 12mm kuat untuk menahan beban sesuai persyaratan PPJJR 1987 dan Tata cara perencanaan struktur baja SNI 03-1729-2002,.
ANALISIS FAKTOR AIR SEMEN DAN KEKUATAN BETON DENGAN AGGREGATE LIMBAH PLASTIK
Romadhon, Eri Setia
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 2 (2023): EDISI BULAN NOVEMBER 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v22i2.192
Beton merupakan bahan bangunan yang terdiri dari campuran antara semen Portland, air, aggregate halus, aggregate kasar dengan atau tanpa bahan tambah. Penggunan aggregate kasar alternatif merupakan suatu pilihan mengingat pada suatu saat nanti jumlah aggregate kasar yang berupa batu pecah yang sekarang digunakan akan mulai menyusut persediaaanya. Penelitian ini mencoba untuk mengetahui hubungan antara faktor air semen dengan kekuatan beton rata rata dengan menggunakan aggregate kasar limbah plastik.
ANALISIS BETON SELF COMPACTED MENGGUNAKAN SEMEN PCC
Romadhon, Muhammad Imany;
Romadhon, Eri Setia
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.193
Self Compacting Concrete (SCC) merupakan hasil riset di Jepang pada awal tahun 80-an.Beton SCC merupakan beton yang inovatif yang tidak memerlukan getaran ataupun alatpemadat karna baton SCC dapat memadat sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu (1) memperolehkekuatan tekan beton self compacted pada beberapa umur yaitu 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28hari, (2) memperoleh kekuatan tekan beton self compacted pada beberapa kadar fly ash yaitu 0,15, 30 dan 45%, 3) memperoleh besaran kuat tarik beton self compacted. Penelitian dilakukanmelalui beberapa tahapan antara lain yaitu penentuan komposisi beton scc melalui tinjauanpustaka. Kemudian pembuatan model uji menggunakan silinder 100 x 200 mm untuk dilakukanpengujian tekan dan tarik beton SCC. Tahapan terakhir yaitu pembuatan model dengan regresipower untuk melihat hubungan kuat tarik belah dengan kuat tekan beton self compacted.Hasil perhitungan menunjukkan beton SCC memiliki nilai kuat tekan tertinggi yaitu sebesar 25,8KN dengan kenaikan mutu rata sebesar 2,37 KN. Komposisi fly ash 15% memiliki nilai mutu betonyang paling tinggi yaitu sebesar 25,8 KN. Nilai kuat tarik belah pada beton SCC yaitu berikisardari 2. 10 – 2.80 KN. Beton SCC memiliki keterkaitan yang kuat antara nilai kuat tekan dan kuattarik belah