cover
Contact Name
Eri Setia Romadhon
Contact Email
ftsp.uj@gmail.com
Phone
+6281280186063
Journal Mail Official
jurnal@ftspjayabaya.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Bogor Km 28,8 Jakarta- Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil-Arsitektur
Published by Universitas Jayabaya
ISSN : 14129299     EISSN : 27454738     DOI : https://doi.org/10.54564/jtsa
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini menerima naskah asli dari penelitian yang original, artikel tentang kebijakan, dengan cakupan penelitian di bidang teknik sipil dan teknik arsitektur. Scope Jurnal ini sebagai berikut: - Traffic Engineering - Water Resources Engineering, - Construction Management - Structural Engineering, - Geotechnical Engineering, - Transportation Engineering, - Architechture Engineering, - Environmental Engineering.
Articles 152 Documents
ANALISIS STABILITAS TANAH SUBGRADE PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL JAKARTA-CIKAMPEK 2 SELATAN PAKET 3 Yoan Hovandinata Sembiring; Doni Haidar Nur
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.137

Abstract

Subgrade soil is the foundation for pavements, both pavements on traffic lanes and shoulders. Thus, the subgrade is the final construction that receives the vehicle load distributed by the pavement. In simple cases, subgrade consists of natural soil without treatment; whereas in other, more common cases, subgrade consists of the original soil in the excavation or the top of the embankment which is compacted. As a land transportation infrastructure, pavement must have a surface that is always flat and rough, so that road users can feel comfortable and safe. Because it is built on subgrade soil, the pavement performance will be greatly influenced by the quality of the subgrade soil. The purpose of this paper is to determine whether the road foundation is sufficiently used with the existing soil, to carry out subgrade improvement and the use of geotextile and geogrid for subgrade improvement The data and information used are primary data from the Jakarta Cikampek 2 Selatan Paket 3 obtained from the results of soil tests in the field. The determination of the geotextile to be used is based on the results of the CBR test and the calculation of the load to be received by the geotextile and will also determine the type of geotextile to be used. The results obtained for the value of T = 23,951 Kn/m, then Geotextile Type GM-150 was used. By using non-woven geotextile as a separator at sta. 35+800 to 36+000 to avoid excessive replacement of soil layer thickness that does not meet specifications (soil with large compression properties), so that in terms of cost and implementation time it is more economical.
PERBANDINGAN METODE ERECTION PIERHEAD SEGMENTAL MENGGUNAKAN BEAM LIFTER DAN CRAWLER CRANE DARI SEGI WAKTU DAN BIAYA Oksi Rahmad Sila; Eri Setia Romadhon
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.138

Abstract

Proyek Toll Jakarta – Cikampek Elevated 2 merupakan salah satu proyek strategis nasional dan salah satu proyek percepatan, maka dari itu pada area PT Acset Indonusa Tbk ini dipilih dan dipakai 2 metode erection pierhead segmental dengan menggunakan beam lifter dan crawler crane secara bersamaan untuk mempercepat waktu selesainya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas metode erection pierhead segmental menggunakan beam lifter dan crawler crane dari segi waktu dan biaya. Data atau informasi yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer yang digunakan yaitu dengan pengamatan langsung di lapangan serta dokumentasi. Sedangkan data sekunder yang digunakan berupa data proyek serta referensidari buku dan jurnal-jurnal terkait erection pierhead segmental. Berdasarkan data yang sudah diolah didapat hasil perhitungan produktivitas pada pekerjaan erection pierhead segmental dari segi waktu menggunakan beam lifter yaitu 358,444 menit sedangkan menggunakan crawler crane yaitu 321,172 menit. Hasil perhitungan produktivitas pada pekerjaan erection pierhead segmental dari segi biaya menggunakan beam lifter sebesar Rp. 23.775.280,- sedangkan menggunakan crawler crane yaitu Rp. 27.518.430,-.
ANALISIS PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN BINA MARGA 2017 DAN METODE AASHTO 1993 PADA JALAN SIMPANG GEDANGAN SIDOARJO Arrasis Sandekala; Doni Haidar Nur
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.139

Abstract

Peningkatan volume lalu lintas dapat menyebabkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, terutama pada persimpangan Gedangan yang merupakan kawasan industri. Penyebabnya adalah lalu lintas yang padat, terutama pada jam puncak. Untuk mengatasi masalah ini, perlu dibangun jembatan layang (flyover) di persimpangan Gedangan Kabupaten Sidoarjo.Dalam menentukan ketebalan perkerasan lentur terdapat beberapa metode untuk digunakan, termasuk pada penelitian ini mengunakan Metode yang digunakan adalah analisa kuantitatif komparatif hasil perhitungan perkerasan menggunakan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 dan American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) 1993. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan tebal perkerasan hasil analisis dari kedua metode tersebut.Penelitian ini membandingkan parameter tebal perkerasan jalan dibawah simpang tidak sebidang, sehingga akan diketahui perbedaan dan persamaan parameter tersebut. Perencanaan tebal perkerasan dengan kedua metode tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan yang terdapat dari kedua metode tersebut dalam merencanakan tebal perkerasan lentur jalan raya. Berdasarkan perbandingan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tebal perkerasan lentur yang dihitung dengan metode MDP 2017 yaitu untuk tebal lapis permukaan AC-WC 4 cm dan AC-BC 6 cm, lapis AC-Base 16 cm, dan lapis pondasi bawah 30 cm, sedangkan dengan metode AASHTO 1993 antara lain tebal lapis permukaan AC-WC 4 cm dan AC-BC 7 cm, lapis pondasi atas 20 cm, dan lapis pondasi bawah 27 cm.. Hasil lapisan perkerasan dengan metode MDP 2017 didapat lebih efisien untuk digunakan dari pada metode AASHTO 1993. Sedangkan dari segi harga untuk metode AASHTO 1993 di dapat lebih ekonomis.
PENGARUH PERENCANAAN DAN PERILAKU PEKERJA PROYEK TERHADAP IMPLEMENTASI K4 (KEAMANAN, KESELAMATAN, KESEHATAN DAN KEBERLANJUTAN) PADA PEKERJAAN APARTEMEN THE STATURE JAKARTA Mujiman; Darmadi
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.140

Abstract

The number of work accidents and work-related diseases is very detrimental to many parties, especially the workforce concerned so of course the aspects of security, safety, health and sustainability (K4) have an important role so that accidents in the construction of construction projects can be prevented as early as possible so that unwanted things occur in construction work. The objectives of the problem in this study are (1) Does project planning affect K4 in apartment construction. (2) Does workers' knowledge affect K4 in apartment construction. (3) Do workers' attitudes affect K4 in apartment construction. (4) Do workers' actions affect K4 in apartment construction. This research methodology uses descriptive research with a quantitative approach. The number of samples involved in this study were 90 respondents / construction workers with 73 respondents as main contractors, 12 respondents as consultant planners and 5 respondents as project owners. The results of this study explain that planning affects K4 with a path coefficient value of 0.104. Worker's knowledge influences K4 with a path coefficient value of 0.215. Workers' attitudes influence K4 with a path coefficient value of 0.305. Workers' actions affect K4 with a path coefficient value of 0.404.
ANALISIS DAMPAK LALU LINTAS PEMBANGUNAN GUDANG DI KALIMALANG KABUPATEN BEKASI Agung Sopyan Pramono; Sri Yuniarti; Sri Widayati
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.141

Abstract

Perubahan tata guna lahan pada suatu wilayah akan menimbulkan tarikan dan bangkitan perjalanan baru dimana biasanya akan berpotensi menimbulkan permasalahan pada lalu lintas sekitar. Pembangunan Gudang Kali Malang di Kabupaten Bekasi juga merupakan perubahan tata guna lahan dari lahan kosong menjadi pusat kegiatan berupa Gudang. Dengan demikian, dibutuhkan analisis dampak lalu lintas untuk mengetahui dampak – dampak yang berpotensi muncul dan mempengaruhi sistem jaringan jalan di sekitar lokasi pembangunan. Dalam kajian dilakukan beberapa suvei lalu lintas seperti survei inventarisasi jalan dan simpang, pencacahan lalu lintas di jalan dan simpang, perhitungan bangkitan dan tarikan perjalanan, parkir dll. Semua survei tersebut dilakukan untuk mengukur kinerja jaringan jalan pada lokasi kajian. Metode yang dipakai pada saat analisis yakni mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia, Metode Four Step Model, dan beberapa pedoman terkait perparkiran. Setelah dilakukan analisis dalam berbagai tahapan, disimpulkan bahwa Gudang Kali Malang memberikan dampak lalu lintas pada saat proses konstruksi dan operasional dengan menimbulkan bangkitan perjalanan baru sebesar 44 smp/jam dan tarikan perjalanan baru sebesar 45 smp/jam. Dari hal tersebut kemudian membuat kinerja jaringan jalan di sekitar lokasi mengalami penurunan pelayanan ditandai dengan peningkatan V/C rasio dan kepadatan lalu lintas serta penurunan kecepatan. Untuk mengatasi dampak lalu lintas tersebut mitigasi yang direkomendasikan diantaranya adalah pembuatan desain akses masuk dan keluar, penataan parkir, pemasangan fasilitas perlengkapan jalan dll. Dari hasil analisis, mitigasi tersebut cukup mampu menekan dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh Gudang Kali Malang.
PENGENDALIAN BIAYA KONTRAKTOR PT. GREENSTAR ARTEK INDONESIA PADA PROYEK JAKARTA GARDEN CITY Nathaniel Zega Solomasi; Eri Setia Romadhon
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.142

Abstract

Dalam suatu pekerjaan konstruksi manajemen proyek sangat diperlukan untuk dapat menaksir berapa kira-kira keuntungan dalam pekerjaan proyek konstruksi tersebut. Agar keuntungan yang diinginkan tidak jauh dari keuntungan yang ditaksir dalam rencana anggaran pelaksanaan, maka perlunya pengendalian biaya di proyek konstruksi tersebut. Sebelum pengendalian proyek dilakukan, perlunya data-data proyek ruko dianalisis untuk mengambil langkah-langkah strategis. Data yang dianalisis tersebut pada saat proyek sedang berjalan hingga minggu ke-27 (progres fisik lapangan 74,04 %). PT. Greenstar Artek Indonesia yang mengerjakan satu paket pekerjaan dari PT. Mitra Sindo Makmur yang terdiri dari 6 unit ruko atau rumah toko di Kawasan Jakarta Garden City dengan nilai paket pekerjaan Rp. 4.140.000.000. Data-data proyek dianalisis menggunakan metode nilai hasil (earned value). Hasil dari analisis data-data proyek ruko, yaitu selisih nilai kontrak dengan biaya aktual di lapangan hingga minggu ke-27 sebesar Rp. 1.827.210.814 dan selisih biaya perkiraan biaya penyelesaian akhir dengan biaya aktual (perkiraan profit) sebesar Rp. 1.016.083.267.
ANALISIS BETON SELF COMPACTED MENGGUNAKAN SEMEN PCC Muhammad Imany Romadhon; Indartono Rivai
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 22 No. 1 (2023): EDISI BULAN MEI 2023
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v22i1.143

Abstract

Abstrak Self Compacting Concrete (SCC) merupakan hasil riset di Jepang pada awal tahun 80- an. Beton SCC merupakan beton yang inovatif yang tidak memerlukan getaran ataupun alat pemadat karna baton SCC dapat memadat sendiri. Tujuan penelitian ini yaitu (1) memperoleh kekuatan tekan beton self compacted pada beberapa umur yaitu 3 hari, 7 hari, 14 hari dan 28 hari, (2) memperoleh kekuatan tekan beton self compacted pada beberapa kadar fly ash yaitu 0, 15, 30 dan 45%, 3) memperoleh besaran kuat tarik beton self compacted. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan antara lain yaitu penentuan komposisi beton scc melalui tinjauan pustaka. Kemudian pembuatan model uji menggunakan silinder 100 x 200 mm untuk dilakukan pengujian tekan dan tarik beton SCC. Tahapan terakhir yaitu pembuatan model dengan regresi power untuk melihat hubungan kuat tarik belah dengan kuat tekan beton self compacted. Hasil perhitungan menunjukkan beton SCC memiliki nilai kuat tekan tertinggi yaitu sebesar 25,8 KN dengan kenaikan mutu rata sebesar 2,37 KN. Komposisi fly ash 15% memiliki nilai mutu beton yang paling tinggi yaitu sebesar 25,8 KN. Nilai kuat tarik belah pada beton SCC yaitu berikisar dari 2. 10 – 2.80 KN. Beton SCC memiliki keterkaitan yang kuat antara nilai kuat tekan dan kuat tarik belah.
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL PADA JL. PANJANG ARTERI KELAPA DUA RAYA-JL. RAYA POS PENGUMBEN JAKARTA BARAT Sri Hartati Turnip; Sudarwati; Tri Rahmat Utama
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 18 No. 2 (2019): EDISI BULAN NOVEMBER 2019
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v18i2.147

Abstract

Simpang bersinyal raya pos pengumben merupakan suatu wilayah di kota Jakarta barat, dengan tingginya volume lalu lintas akan menyebabkan berbagai macam masalah lalu-lintas antara lain: panjangnya antrian, tundaan lalu lintas yang tinggi dan juga kecelakaan lalu lintas. studi ini bertujuan untuk menganalisa kinerja simpang bersinyal raya pos pengumben dan memberikan alternatif pemecahan masalah berdasarkan kapasitas, derajat kejenuhan,dan tingkat pelayanan (Level of Service). Data yang diperlukan dalam proses Analisa simpang pos pengumben adalah data primer yaitu berupa data volume lalu lintas, waktu siklus dan geometrik simpang. Serta data sekunder berupa peta lokasi dan jumlah penduduk dan menggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997. Hasil analisis simpang bersinyal pos pengumben tingkat pelayanan nya pada pagi E (40), siang D (31) dan sore F (116) dengan derajat kejenuhan S=0.61, T=0.80, B=0.94, U=0.59 tingkat pelayanan pada simpang pos pengumben termasuk dalam buruk sekali pada sore, buruk pagi dan kurang pada siang.
PERANCANGAN STRUKTUR MENARA TRANSMISI SALURAN UDARA TEGANGAN EKSTRA TINGGI KOMBINASI BEBAN 150 kV & 500 kV Salma ST Zakiah; Fatmawati Oemar; Sri Widayatie
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 18 No. 2 (2019): EDISI BULAN NOVEMBER 2019
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v18i2.148

Abstract

Berdasarkan data Kementrian ESDM, konsumsi listrik di Indonesia tahun 2017 mencapai 1.012 Kilowatt per hour(KWH)/ kapita, naik 5,9% dari tahun sebelumnya, itu berarti tugas pemerintah ditahun ini untuk melaksanakan pembangunan dibidang kelistrikan harus ditingkatkan. Indonesia yang merupakan negara yang terdiri dari rangkaian beberapa pulau pun, menjadi tantangan sendiri pemerintah untuk memasok jaringan listrik hingga ke penjuru daerah. Input data: Clearance Diagram Loading Tree SNI 1729-2015, Memodelkan struktur menara pada MS Tower, Run analysis struktur menara, Mengeluarkan gaya-gaya dalam, reaksi, displacement, dan berat menara, Mengecek kapasitas penampang sesuai SNI 1729 2015, Menggambar outline drawing menara transmisi. Hasil perencanaan menara transmisi dengan beban kombinasi 500 kV dan 150 Kv dengan 4 sirkuit didapat tinggi menara yaitu 91.25 m dengan lebar atas 2.6 m dan lebar bawah 18 m berdasarkan gambar diagram clearance yang telah dibuat. Berat menara berdasarkan data MS Tower yaitu 173865.22 kg atau 173.865 ton. Reaksi akibat beban sendiri menara yaitu FX (beban aksial) sebesar 418.574 ton. Nilai displacement memenuhi persayarat d? h/120 yaitu 0.749 m. Salah satu rasio hasil MS Tower pada member 5853 yaitu pada bagian horizontal member sebesar 0.96 dan hasil perhitungan manual sebesar 0.159, denganpersyaratan rasio ? 1 maka penampang tersebut memenuhi dan aman untuk digunakan
EVALUASI DESAIN DERMAGA KLOTOK DI KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Yurika Septiani; Fatmawati Oemar
JURNAL TEKNIK SIPIL-ARSITEKTUR Vol. 19 No. 2 (2020): EDISI BULAN NOVEMBER 2020
Publisher : FTSP Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54564/jtsa.v19i2.149

Abstract

Dermaga klotok di Kabupaten Penajam Paser Utara merupakan dermaga tradisional yang berperan penting sebagai penghubung antara Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara yang dipisahkan oleh Teluk Balikpapan. Pada dermaga ini jenis kapal yang beroperasi adalah kapal klotok yang dapat mengangkut penumpang dan sepeda motor. Pada kondisi eksisting, dermaga tetap yang dibangun tidak selaras dengan tunggang pasang yang terjadi, penumpang dan sepeda motor mengalami kesulitan untuk proses naik turun dan bongkar muat dari kapal ke dermaga atau sebaliknya. Sepeda motor harus diangkut terlebih dahulu untuk keluar masuk kapal. Selain itu, jika dalam kondisi hujan lantai dermaga sangat licin. Hal ini dapat membahayakan penumpang dan memperlambat prosesnya bongkar muat di dermaga tersebut.  Data yang digunakan dalam analisa adalah data produktivitas kapal yang digunakan dalam menganalisis jumlah kedatangan dan keberangkatan kapal, data naik turun penumpang untuk menganalisis tingkat pemakaian dermaga dan data karakteristik kapal digunakan untuk dimensi dermaga yang direncanakan. Berdasarkan analisa yang telah dilakukan, maka dermaga klotok yang direncanakan adalah dermaga ponton dengan panjang dermaga sebesar 8,34 m, lebar dermaga sebesar 4,52 m, freeboard dermaga sebesar 0,57 m. Dan pada fasilitas dermaganya terdapat 6 buah bolder, 12 unit ban mobil bekas untuk fender, panjang jembatan gerak 9,6 m, jarak dermaga ke trestle 8,66 m, panjang rel jembatan gerak 0,72 m dan lebar jembatan gerak 2,47 m.

Page 9 of 16 | Total Record : 152