cover
Contact Name
Raharjo, S.Pd., M.Sc.
Contact Email
raharjoppkn@staff.uns.ac.id
Phone
+6281914133246
Journal Mail Official
jurnalpknprogresif@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung C FKP UNS, Jl. Ir. Sutami No 36 A, Surakarta
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan
ISSN : 19075332     EISSN : 26211904     DOI : https://doi.org/10.20961/pknp.v15i1.44897
The scope of Jurnal PKn Progresif are about education, civics, citizenship, Pancasila, and social humaniora
Articles 77 Documents
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PPKn DALAM MEMILIH MATERI PEMBELAJARAN YANG TERKAIT DENGAN TUJUAN PEMBELAJARAN DAN PENGALAMAN BELAJAR (Studi di SMP Negeri 20 Purworejo) Siswantoko, Herawang Dwi; Rasyid, Machmud Al; Wijianto, Wijianto
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42447

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui : 1) kompetensi pedagogik guru PPKn dalam memilih materi pembelajaran KD 3.3 “memahami tata urutan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum nasional di Indonesia” yang terkait dengan tujuan pembelajaran; dan 2) kompetensi pedagogik guru PPKn dalam memilih materi pembelajaran KD 3.3 “memahami tata urutan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum nasional di Indonesia” yang terkait dengan pengalaman belajar.Merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pengujian validitas data menggunakan model analisis triangulasi data dan metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.Simpulan hasil penelitian: 1) Guru PPKn di SMP Negeri 20 Purworejo belum memiliki kompetensi pedagogik dalam memilih materi pembelajaran KD 3.3 “memahami tata urutan peraturan perundang-undangan dalam sistem hukum nasional di Indonesia” yang terkait dengan tujuan pembelajaran, dikarenakan : a) Indikator pembelajaran yang dibuat tidak sesuai dengan tuntutan KD 3.3. b) Pengidentifikasian jenis materi pembelajaran tidak sesuai dengan kebutuhan KD 3.3, dikarenakan guru belum mampu menempatkan jenis materi konseptual sesuai dengan kebutuhan pengetahuan prasyarat, inti dan pengayaan, dan c) Belum memiliki kemampuan menyeleksi materi pembelajaran yang sesuai kebutuhannya. 2) Guru juga belum memiliki kompetensi pedagogik dalam memilih materi pembelajaran dari KD 3.3tersebut terkait dengan pengalaman belajar, dikarenakan guru belum mampu membedakan jenis pengalaman belajar yang sesuai terhadap materi bertujuan meretensi pengetahuan dan materi bertujuan mentrasfer pengetahuan. Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik, Memilih materi, Pengalaman belajar, dan Tujuan pembelajaran 
HUBUNGAN PEMBELAJARAN PKn DENGAN PENGAMALAN SILA PERSATUAN INDONESIA PESERTA DIDIK SMP KEMBARAN 1 BANYUMAS Taniredja, Tukiran; Abduh, Muhammad
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal PKn Progresif, Vol. 13 No. 1 Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v13i1.22472

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui proses pembelajaran PKn, pengamalan sila Persatuan Indonesia, dan   hubungan pembelajaran PKn dengan pengamalan sila Persatuan Indonesia. Populasi penelitian seluruh peserta didik kelas 8F SMP Kembaran 1 Banyumas yang berjumlah 32. Seluruh populasi dijadikan sampel penelitian, sehingga merupakan sensus/sampel jenuh. Pengumpulan data dengan kuesioner tertutup. Analisis data dengan persentase dan  korelasi product moment. Hasil analisis data menunjukkan proses pembelajaran PKn kuat (78%), pengamalan Sila Persatuan Indonesia sangat kuat (82%) dan  tidak ada korelasi yang signifikan antara proses pembelajaran PKn dengan pengamalan  sila Persatuan Indonesia , rxy (0,21). Kata Kunci:  pembelajaran PKn, peserta didik,  Sila Persatuan Indonesia
PENGUATAN KESADARAN BERKONSTITUSI MELALUI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER “LCC 4 PILAR” (STUDI PADA SMA NEGERI 1 SIMO, KABUPATEN BOYOLALI) Murniasih, Esti; Muchtarom, Mohammad; Triyanto, Triyanto
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) penguatan kesadaran berkonstitusi di SMA Negeri 1 Simo melalui kegiatan ekstrakurikuler “LCC 4 Pilar”; 2)  faktor pendukung dan faktor penghambat dalam menguatkan kesadaran berkonstitusi pada siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler “LCC 4 Pilar”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pengujian validitas data menggunakan model analisis triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.Kesimpulan hasil penelitian: 1) Penguatan kesadaran berkonstitusi di SMA Negeri Simo melalui ekstrakurikuler “LCC 4 Pilar” dilakukan dengan kegiatan a) Menghafal  Pasal-pasal dalam UUD NRI tahun 1945 sebagai sarana untuk memahami norma-norma dasar dalam konstitusi dan mengimplementasikan isi dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. b) Musyawarah untuk menetapkan target hafalan sebagai sarana untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan Ekstrakurikuler. c) Outbond dan Mengikuti kompetisi sebagai sarana dalam rangka berpartisipasi mengisi kemerdekaan sesuai dengan kapasitasnya sebagai seorang siswa. 2) Faktor pendukung dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah a) motivasi atau dorongan yang kuat dalam diri siswa, b) Komitmen dan rasa kekeluargaan yang sudah ditanamkan sejak pertama kalimasuk ekstrakurikuler, c) dukungan finansial ketika akan menghadapi lomba, d) sarana dan prasarana yang memadai, e) buku-buku materi yang memadai, f) dukungan motivasi yang didatangkan dari para alumni, mentor/pelatih yang kompeten. Faktor penghambat dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah a) kegiatan yang cenderung membosankan, b) pengelolaan kegiatan cenderung kurang terkoordinir dan belum memiliki dokumentasi yang sistemasis, c) waktu ekstrakurikuler yang cenderung pendek Kata Kunci:  kesadaran berkonstitusi, Ekstrakurikuler “LCC 4 Pilar”
PERSEPSI MASYARAKAT ADAT KAMPUNG CIKONDANG DAN CIREUNDEU DALAM MEMAKNAI NILAI-NILAI KARAKTER BAGI SEORANG PEMIMPIN Sukmayadi, Trisna
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal PKn Progresif, Vol. 13, No. 2 Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v13i2.26588

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap persepsi masyarakat adat Kampung Cireundeu Kota Cimahi dan Cikondang Kabupaten Bandung dalam memaknai nilai-nilai karakter yang harus dipunyai oleh seorang pemimpin. Pendektan penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik analisis data melalui studi liratur, wawancara mendalam, dan observasi, setelah dianalisis, kemudian dicocokan kebenarannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukan secara umum masyarakat adat berpersepsi bahwa nilai-nilai karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin di masyarakat adat Kampung Cireundeu dan Cikondang adalah nilai karakter religius, taat kepada adat dan tradisi leluhur, dan taat pada falsafah sunda, yakni silih asih, silih asah, dan silih asuh. Makna nilai-nilai karakter tersebut bagi masyarakat adat kampung Cireundeu dan Cikondang, yakni sebagai fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat sesuai adat dan tradisi leluhurKata kunci: Persepsi, Masyarakat adat, Nilai Karakter
PERAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM BIMBINGAN KONSELING Hidayanto, Nova Eko
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal PKn Progresif, Vol. 13 No. 1 Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v13i1.35785

Abstract

We know that how important BK (Counseling Guidance) in campus and secondary  school until senior high school. Remember that now is globalization or modern era which is how heavy information from foreign country that do not bring fine cases which accordance with our country personality that is Pancasila. Lately, many decadence moral like student or society fighting, drug and alcohol drinking, et cetera. Even especially many victim of alcohol drinking are student of very young people and this is become central of attention from our state, Indonesia, not only now but forever. Because of that, alcohol drinking which is easy gotten and identical with appearance of discotiques which is come from foreign country. Of course drug and alcohol drinking can cause death accordance with medical science and destroy  of education world. In one side, BK role is helping and pushing service to all student for to speed their study with giving advices so that can filter  negative acts which can not accordance with Pancasila and religion. In this, BK role must join with religion and PPKN teacher for helping better student in Indonesia.Kata Kunci : Role, Pancasila and Civic, Counseling Guide
AKTUALISASI KETELADANAN GURU SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKARAKTER DI SEKOLAH DASAR Suyahman, Suyahman
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal PKn Progresif, Vol. 13 No. 1 Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v13i1.23266

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktualisasi keteladanan guru sebagai upaya mewujudkan pendidikan berkarakter di Sekolah Dasar Negeri Pucangan 3 Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo.  Subjek penelitiannya : guru dan siswa SD Negeri pucangan 3, objeknya keteladanan guru dan pendidikan berkarakter. Jenis penelitian ini , penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan datanya: observasi, wawancara dan dokumentasi. Guna mengetahui validitas data digunakan triangulasi data dan metode. Teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif mengalir yang terdiri dari 3 langkah yaitu reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian : berdasarkan hasil observasi dan wawancara ditemukan bahwa sikap, perilaku, dan perbuatan nyata guru menjadi contoh bagi para siswa di SD negeri pucangan 3. Karena itu guru diharuskan untuk bersikap, berperilaku dan berbuat yang baik terlebih dahulu sebelum memberikan saran dan nasehat bagi para siswa dalam bersikap, berperilaku dan berbuat baik di lingkungan sekolah, masyarakat maupun lingkungan keluarga. Khusus dalam lingkungan sekolah sikap, perilaku dan perbuatan guru harus dapat dicontoh oleh para siswa, misalnya cara berpakaian, cara minum, cara bicara/berkomunikasi, cara makan, dan lain-lain. Kesimpulannya bahwa keteladanan guru memiliki peran penting dalam mewujudkan pendidikan berkarakter di SD negeri Pucangan 3, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Kata- Kunci: Aktualisasi Keteladanan  Guru dan Pendidikan Berkarakter
PENGUATAN ECOLOGICAL CITIZENSHIP SEBAGAI UPAYA MENGUBAH PERILAKU MASYARAKAT SADAR AKAN LINGKUNGAN MELALUI PROGRAM KAMPUNG SELO BERAKSI Fatmalasari, Hesti; Yuliandari, Erna; Gunawati, Dewi
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 1 Juni 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i1.34785

Abstract

This study aims to find out: (1) Strengthening ecological citizenship in changing the behavior of people aware of the environment through the Kampung Selo Beraksi program; (2) Obstacles faced in realizing the Kampung Selo Beraksi program. This study uses qualitative research methods and descriptive research approaches. The research technique used was purposive sampling. Data collection uses interviews, observation and document analysis. Testing data validity using data triangulation and methods. Data analysis uses an interactive analysis model which includes: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Stages of research include: (1) Preparation; (2) Data collection; (3) Analysis of data; (4) Preparation of research reports. The results of this study include: (1) Strengthening ecological citizenship is needed to arouse community awareness through environmental activities, namely the Kampung Selo Beraksi program. Insightful activities in the Kampung Selo Beraksi program include garbage banks, hydroponic parks, vertical gardens, craft galleries, and outbound. Strengthening ecological citizenship in the Kampung Selo Beraksi program is a bottom up approach that is realized through the formation of environmental knowledge, environmental skills, environmental attitudes, environmental participation. (2) The obstacles faced in realizing the Kampung Selo Beraksi program come from internal and external. The barriers to the Kampung Selo Beraksi program originating from the internal include: a) limited human resources due to lack of activeness and participation of the Kampung Selo community members; b) limited sources of funds in the development of the Kampung Selo Beraksi program. Barriers to the Kampung Selo Beraksi program originating from the external include: a) obstacles from the community, namely the existence of counter-attitudes from the community and a lack of community participation; b) obstacles from the government, namely lack of attention and participation of the local government; c) obstacles from the environment, namely the location of Kampung Selo Beraksi far from the city and the maximum arrangement of the village. Keywords: Strengthening, ecological citizenship, Kampung Selo
STRATEGI PEMERINTAHAN DESA SEGARAN KECAMATAN DELANGGU KABUPATEN KLATEN DALAM PEMENUHAN HAK ANAK MENUJU DESA LAYAK ANAK Dwi Paksi, Octavia Monalisa Bela; Triyanto, Triyanto; Hartanto, Rima Vien Permata
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal PKn Progresif, Vol. 13 No. 1 Juni 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v13i1.22478

Abstract

The aims of this research were: (1) to identify the strategies of Segaran Village Goverment to fulfill the children’s right in order to be children proper village, (2) the reveal the obstacles of Segaran Village Government to fulfill the children’s right in order to be children proper village, (3) to find out the solutions to handle the obstacles of fulfilling the children’s rights in order to be children proper village by Segaran Village Government. This research applied a descriptive qualitative research. The sources of the data were informants, events, and documents. The sample was chosen by purposive sampling technique. The data were obtained through interview, observation, and document analysis.  The researcher triangulated the data obtained and the method used in order to have the valid data. On the other hand, the data were analyzed using interactive model, i.e.: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data display, and (4) drawing conclusion. Meanwhile, the research was done through some procedures, namely: (1) pre-research, (2) data collection, (3) data analysis, and (4) research report writing.According to the results of the research, it can be summed up that: (1) the strategies of Segaran Village Goverment to fulfill the children’s right in order to be children proper village are by activating BKB cadres, cooperating with some village institutions, upgrading the village infrastructure, enhancing society awarness, applying sekolah sungai programs, applying jemput bola strategy, giving the birth certificate, and allocating the fund estimation of children proper village, (2) the obstacles of the government were the lack of the society awarness about the significance of children proper programs, the lack of the society participation, and the obstruction of the fund estimation, thus, the  implementation of some programs were not done well. In addtition, some obstacles come from the dense of the society bussiness, the lack of communnication of the society and the government, and the inferiority of the society to respond the programs. The last conclusion deals with the soulution of the problems. The solution applied by the government was continous approaching to the society and arranging the priority according to its importance level. Additionally, the society keep increasing their participation to be actively involved and be open minded, critical, and smart to implement the programs of the governments.  Keywords: strategies,Segaran Village government, children right, children proper village.
RELEVANSI PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH PADA KOMPETENSI DASAR MENELAAH PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA DAN PANDANGAN HIDUP BANGSA (Studi pada mata pelajaran PKn Kelas VIII di SMP N 1 Polanharjo, Kabupaten Klaten) Dewayani, Dita; Rasyid, Machmud Al; Nuryadi, Muhammad Hendri
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal PKn Progresif, Vol. 14 No. 2 Desember 2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v14i2.42442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Relevansi model pembelajaran kooperatif tipe make a match yang digunakan guru pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa; 2) Kendala yang ditemukan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe make a match yang digunakan guru pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengujian validitas data menggunakan triangulasi data dan triangulasi metode. Analisis data menggunakan model analisis interaktif.Simpulan hasil penelitian: 1) Model pembelajaran yang digunakan guru pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa adalah model pembelajaran kooperatif tipe make a match, model pembelajaran yang digunakan guru “relevan marginal” apabila digunakan pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dikarenakan hanya memenuhi dua persyaratan untuk dapat dikatakan relevan , 2) Kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match pada kompetensi dasar menelaah Pancasila sebagai dasar negara dan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa menurut guru yaitu memerlukan banyak waktu pada pembentukan kelompok dan pelaksanaannya serta sulit membuat siswa berkonsentrasi karena ketakutan siswa jika terkena hukuman, sedangkan kendalanya menurut siswa yaitu takut apabila terkena hukuman ketika salah menjawab. Kata Kunci: Relevansi, pembelajaran, kooperatif tipe make a match.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PPKN MELALUI KETELADANAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA (STUDI DI SMP NEGERI 1 MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO) Susanti, Nur Indah Dwi; Hartanto, Rima Vien Permata; Muchtarom, Mohammad
PKn Progresif : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal PKn Progresif, Vol. 13, No. 2 Desember 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/pknp.v13i2.26590

Abstract

The objectives of research were (1) to find out the forms of modelling in Personality Competency of Civic Education teacher in SMP Negeri 1 Mojolaban, and (2) to find out the implication of Civic Education teacher’s modelling to creating the students’ discipline character in SMP Negeri 1 Mojolaban. This research employed a qualitative research approach, with descriptive qualitative research type. Data source derived from informant, place, event, and document. The sampling technique used was purposive sampling one. Techniques of collecting data used were interview, observation, and document analysis. Data validation was carried out using data and method triangulations. Data analysis was conducted using an interactive model of analysis.  Considering the result of research, the following conclusions could be drawn. (1) The forms of role model in personality competency of Civic Education teacher were as follows: The personality of a disciplined teacher, democratic, patient, tolerant, broad-insight teacher personalities. (2) The implication of Civic Education teachers to the creation of students’ discipline character was as follows: the students could receive and imitate one of Civic Education teachers’  modelling, indicated with their coming early to classroom when the lesson began, students completing school attribute and uniform, students attending the lesson in the classroom and no truancy, students always attending flag ceremony, and maintaining the cleanliness at school. However, role model is the most decisive factor in creating the students’ discipline; it could be seen from the students showing the discipline character only in the classroom Civic Education teachers class VII while the other teacher’s class had not shown the discipline character yet.    Keywords: Personality Competency, Civic Education, Modelling, Discipline                                      Chara