cover
Contact Name
M. Abi Mahrus Ubaidillah
Contact Email
mahrusabi@gmail.com
Phone
+6285731650471
Journal Mail Official
minhaj@iaibafa.ac.id
Editorial Address
KH. A. Wahab Hasbulloh Street Gg. II No. 120 A Tambakberas Jombang Jawa Timur, Phone. (0321) 855530, Fax. (0321)855530, Email: minhaj@iaibafa.ac.id
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah
ISSN : 27454282     EISSN : 27455246     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Is published on cooperation faculty of sharia and Islamic economics and Journal Publishing Agencies (Lembaga Penerbitan dan Jurnal Ilmiah or LPJI) of Islamic Institute of Bani Fattah Jombang. This journal specializes in sharia studies covering law, economics and other sharia thought
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 130 Documents
Maṣlahaḥ Mursalah Dan Penerapannya Dalam Hukum Keluarga Hidayat, Muh. Adistira Maulidi; Saepullah, Usep
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2233

Abstract

Maṣlahaḥ mursalah is a legal basis used to regulate new issues that are not explicitly mentioned in the Quran and Sunnah. Every regulation established by naṣh or ijma’ is based on the principle of achieving benefits and preventing harm. Therefore, every legal foundation used stems from the interests and benefits of humanity (al-maṣlahah). Maṣlahah relates to the needs of human life, including aspects such as religion, soul, reason, lineage, dignity, and wealth. Therefore, when clear legal rulings are not found in the Quran or Sunah, Islamic law or fiqh can be established by considering maṣlahaḥ. This writing aims to further elaborate on the concept of maṣlahah mursalah, its legal basis, classification, maṣlahah mursalah as a basis for legal legislation, and its application in family law.
Aplikasi Taklid dan Talfîq dalam Implementasi Hukum Keluarga di Indonesia Dzurriyyatus Sa'adah, Isqi; Saepullah, Usep
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.2234

Abstract

Tulisan bertujuan memaparkan bagaimana konsepsi ijthad dalam kurun waktu yang berkelanjutkan dimulai dari periode Imam Mujtahid sampai dengan ulama kontemporer dan terkodifikasi menjadi hukum Nasional mampu mempengaruhi setiap aspek hukum yang berkaitan langsung baik dalam segi ibadah ataupun muamalat. Kompilasi Hukum Islam dalam hal ini memiliki pertalian erat sebagai sebuah aktualisasi hukum taklid dan talfîq dalam sistem hukum keluarga Islam yang lebih konkret. Hasil penelitian menunjukan bahwa keadaan zaman yang terus mengalami perkembangan seolah memaksa hukum fikih untuk terus berjalan elastis beriringan dan realistis untuk dipergunakan semua elemen masyarakat. Polemik yang muncul berkaitan dengan keberadaan taklid dan talfîq tidak serta merta dapat dipisahkan berkenaan hukum menyangkut banyak aspek melahirkan dikotomi antara fikih klasik dan modern yang tidak bisa dielakan menyangkut kemampuan penalaran dalam menafsirkan suatu permasalahan dengan menggali hukum syariat yang sama-sama mengejar pada satu tujuan kemaslahatan yang secara aplikatif tertuang dalam setiap butir KHI sebagai pedoman bagi terlaksananya hukum keluarga di Indonesia baik secara personal ataupun rujukan di Pengadilan Agama.
Implementasi Pengembangan Wakaf Produktif Untuk Pemberdayaan Pendidikan Pesantren Tebuireng Jombang Amarudin, Amin Awal; Febia, Rika Annisa; Widyaningsih, Bekti
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2318

Abstract

Wakaf memiliki peran penting dan kontribusi positif dalam berbagai bidang khususnya dalam pengembangan pendidikan pesantren. Berdasar urgensi tema tersebut, penelitian ini berfokus pada pengimplementasian pengembangan wakaf produktif untuk pemberdayaan pendidikan Pesantren Tebuireng, terutama dari segi strategi pengembangan wakaf, mekanismenya, dan peran pengambangan wakaf produktif. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini dilakukan pada bulan Juni 2023, dimana data-datanya diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan pengecekan data dilakukan dengan triangulasi data. Hasil riset menunjukkan: Pertama, strategi pengembangan wakaf produktif dalam pemberdayaan pendidikan Pesantren Tebuireng Jombang bertujuan memandirikan pesantren dan mengembangkan sumberdaya manusia sebagai pelaku usaha dengan berbagai aset dan program yang dijalankan dibawah manajemen Badan Wakaf Pesantren Tebuireng. Kedua, mekanisme wakaf produktif dilakukan dengan tahapan yang sistematis, legal dan terstruktur. Ketiga, pengembangan wakaf produktif berperan penting dalam pengembangan dan pensejahteraan pendidikan santri Pesantren Tebuireng. Bentuknya adalah alokasi pemanfaatan wakaf produktif yang diperioritaskan pada pemberdayaan pesantren dan support pendidikan baik pengadaan logistik, penyediaan gedung, sarana prasarana, dan operasional pesantren yang sebagian berasal dari hasil surplus aset-aset wakaf produktif.
Tradisi Larangan Melangsungkan Perkawinan Di Bulan-Bulan Tertentu Perspektif Tokoh Masyarakat: Studi Kasus di Desa Cangaan, Ujungpangkah, Gresik aminah, siti; Aulia, Nur; Fitri, Abd. Basit Misbachul
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2363

Abstract

Karya ini ditulis untuk menjawab dua pertanyaan yang diajukan dalam rumusan masalah, yaitu: Bagaimana tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan- bulan tertentu di Desa Cangaan Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik? Dan bagaimana pandangan tokoh masyarakat Desa Cangaan Kecamatan Ujungpangkah Kabupaten Gresik terkait tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan- bulan tertentu? Melalui teknik wawancara dan dokumentasi, informasi dikumpulkan dan dianalisis menggunakan metode deskriptif, hasil penelitian menyatakan bahwa tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan-bulan tertentu adalah untuk menghindari akibat yang ditimbulkan dari melanggar pantangan tersebut yaitu kerusakan dalam rumah tangga. Menurut pandangan beberapa tokoh masyarakat bahwa tradisi larangan melangsungkan perkawinan di bulan-bulan tertentu merupakan ajaran kejawen yang masih dipertahankan dan dianut oleh masyarakat.
Konsep Pemikiran Ekonomi Al-Ghazali: Relevansinya Dengan Perekonomian Di Era Modernisasi Anggryani, Lisa; Buhari, Ulfah Luthfiyah; Husain, Hukmiah; Kamiruddin, Kamiruddin
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2364

Abstract

This research aims to determine and analyze the concept of al-Gazali's economic thought and its relevance to the economy in the current era of modernization. The analytical method used is library research, which involves collecting data from various sources of information, such as previous scientific journals, books, and websites that discuss and present information regarding the concept of economic thought, according to Al-Ghazali. The results of this research show that in the context of modernization, al-Ghazali's principles extend to financial planning, a moderate lifestyle, voluntary trade, and market evolution. Additionally, his teachings influenced the development of the global halal industry, emphasizing the importance of halal production in accordance with Islamic principles. Al-Ghazali's views on the evolution of money and the role of the state in protecting basic needs remain relevant, encouraging countries like Indonesia to adapt and implement practices such as zakat and waqf for the welfare of society, despite facing challenges of aligning financial structures with Islamic principles.
Ihktilaf Mujtahid: Analisis Faktor, Filosofis dan Cara Menyikapi Al-Asror, Mahdum Kholit
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i1.2368

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi realitas keberadaan ikhtilaf dalam fikih, sehingga memunculkan mazhab empat dan mazhab lain di luar itu. Bahkan keberadaan ikhtilaf sendiri didukung oleh legitimasi hadis sekaligus kenyataan sejarah Islam sejak zaman Rasulullah. Ikhtilaf tersebut berakar dari perbedaan cara pandang terhadap teks dan konteks sebuah nash. Ikhtilaf adalah sebuah keniscayaan yang pada akhirnya menjadi warisan khazanah intelektual muslim. Peneliti kemudian tertarik untuk mengkaji apa saja aspek yang melatarbelakangi ikhtilaf tersebut, apa saja sisi filosofis dan bagaimana cara menyikapinya. Penelitin ini adalah penelitian pustaka (library reseach) dengan data primer, sekunder dan pendukung. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam faktor yang melatarbelakangi terjadinya ikhtilaf para mujtahid, yaitu: faktor semantik, riwayat, epistemologi, kaidah ushuliyah, qiyas dan tarjih. Selanjutnya, dari perspektif filosofis keberadaan ikhtilaf memberikan kemudahan bagi para muqallid untuk mengikuti pendapat yang paling maslahat dan relevan, mengajarkan untuk berpikir independen dan menghargai pendapat orang lain, sekaligus menjadi motor terhadap kajian-kajian fikih komparatif. Kemudian cara menyikapi perbedaan setidaknya ada tiga, yaitu: tidak memaksakan mazhab kepada orang lain, bersikap toleran dan bersikap ilmiah yang membuka peluang dialog bagi antar pihak untuk menghasilkan formulasi fikih yang solutif.
Pemilihan Umum Serentak, Pemilih Muda dan Fikih Good Governance: Kontestasi dan Dinamika Pemilihan Umum dalam Negara Demokratis Solikhudin, Muhammad; Aziz, A. Fauzi; Rifqi, Muhammad Jazil; Rohman, Moh. Faizur
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.2506

Abstract

Pemilu serentak merupakan gabungan antara pemilu legislatif dan pemilu Presiden yang dilaksanakan secara serentak, hal ini merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 14/PUU-XI/2013. Dalam kenyataannya, pemilih pada Pemilu 2024 berasal dari Generasi Z dan Milenial, sekitar 55%. Untuk itu, generasi muda penting tidak hanya mengenali, menganalisis, memeriksa visi dan misi serta program yang ditawarkan peserta pemilu, termasuk partai politik, caleg, calon presiden dan wakil presiden, namun juga ikut membantu Komisi Pemilihan Umum dalam proses pelaksanaan Pemilu 2024. Pemilih muda dalam pemilu diharapkan menjadi pemilih yang cerdas, hal ini memiliki korelasi dengan fikih good governance. Fikih good governance merupakan bagian dari fiqh siyāsah, karena semua kebijakan yang diambil oleh pemerintah bersumber dari hasil pemikiran manusia untuk merealisasikan kesejahteraan rakyat, penegakan hukum dan agar dijauhkan dari kerusakan. Cara pandang pemilih muda dalam memilih pemimpin yang jujur, anti korupsi dan memperjuangkan negara utama atau bahagia seperti disampaikan oleh Abū Naṣr al-Farābi. Negara utama merupakan negara yang pelembagaannya membutuhkan kerjasama dari semua warganya dan kepemimpinan yang kuat dari seorang penguasa berbudi luhur yang pengetahuannya telah membimbingnya dan penduduknya tolong menolong untuk memperoleh kebahagiaan yang diibaratkan seperti badan yang sehat. Negara utama tersusun dari bagian-bagian yang berbeda yang saling memenuhi. Adapun kontestasi dan dinamika pemilu 2024 dapat dipahami adanya persaingan dan perebutan suara, baik dari calon Presiden maupun legislatif. Kontestasi ini harus dilakukan dengan sportif. Dalam hal dinamika, ada pembaruan pemilu yang dulu secara terpisah sekarang secara langsung dan serentak. Adanya kebaruan ini merupakan keniscayaan dalam negara demokratis. Simultaneous elections is a combination of legislative and presidential election held simultaneously, This is a follow-up to the Constitutional Court Decision Number 14/PUU-XI/2013. In reality, voters in the 2024 Election come from Generation Z and Millennials, around 55%. For this reason, it is important for the younger generation not only to recognize, analyze, examine the vision and mission and programs offered by election participants, including political parties, legislative candidates, presidential and vice presidential candidates, but also to help the General Election Commission in the process of implementing the 2024 elections. Young voters in elections are expected to be intelligent voters, this has a correlation with good governance fiqh. Good governance fiqh is part of siyāsah fiqh, because all policies taken by the government originate from the results of human thought to realize people's welfare, enforce the law and prevent damage. The perspective of young voters in choosing leaders who are honest, anti-corruption and strive for a premier or happy country as conveyed by Abū Naṣr al-Farābi. The main country is a country whose institution requires the cooperation of all its citizens and the strong leadership of a virtuous ruler whose knowledge has guided him and his people to help them achieve happiness which is likened to a healthy body. The main state is composed of different parts that fulfill each other. As for the contestation and dynamics of the 2024 election, it can be understood that there will be competition and competition for votes, both from presidential and legislative candidates. This contest must be carried out with sportsmanship. In terms of dynamics, there is a renewal of elections which used to be separate now directly and simultaneously. This newness is a necessity in a democratic country.
Perspektif Maqasid al-Shari'ah Terhadap Ahli Waris Pengganti: Studi Putusan Nomor 0478/Pdt.G/2014/PA.Mr. di PA Mojokerto Muhibbulloh, Muhammad Za'im; Majid, Abdul
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 3 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v3i2.2609

Abstract

Ahli waris pengganti adalah ahli waris yang menggantikan kedudukan ahli waris yang sesungguhnya karena ahli waris sesungguhnya meninggal terlebih dahulu dari pewaris. Hal tersebut diatur dalam kompilasi Hukum Islam serta sebelumnya sudah tercantum dalam BW yang mana menjadikan sebuah kesenjangan dengan hukum Islam dalam bab hukum kewarisan yang diasumsikan paten dan tidak bisa ditambah. Dalam hukum Islam tidak disebutkan secara jelas perihal ahli waris pengganti Sedangkan di Indonesia khususnya di Pengadilan Agama, para Hakim dalam mmutuskan perkara berdasarkan pada Kompilasi Hukum Islam sebagai acuan dalam persidangan tanpa menafikan pertimbangan pendapat para ulama’ terdahulu maupun yang kontemporer serta berdasarkan bahwa keputusan hakim Pengadilan Agama bisa menghilangkan perbedaan pendapat hukum sehingga bisa memutuskan untuk memberi bagian waris kepada ahli waris pengganti. Dengan pertimbangan-pertimbangan yang berdasarkan hukum Islam dengan mempertimbangkan unsur  normatif serta berdasarkan nash yang sharih dan ditinjau maqasid syari’ah dan Kompilasi Hukum Islam perihal diatas dikaji dan diulas sehingga menghasilkan hukum yang sesuai dengan tujuan-tujuan pensyari’atan dan juga mencapai kemaslahatan bersama.
Prevention of Child Marriage to Create a Family Problem Badriyah Fayumi's Perspective Hikmiyah, Hawa' Hidayatul
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.2691

Abstract

Early childhood marriage has many negative impacts, especially for girls. For girls aged 10 to 14 years. With the high school dropout rate, there are fewer job opportunities for women. Apart from being a wife, sexual partner or taking care of children, quite a few women still want to have a career at work. Psychological and mental problems also cannot be underestimated. At an immature age, quarrels will often occur and often lead to violence, both physical and verbal. This researcher uses a juridical analysis approach because the study or research context uses cases in the field and is analyzed using legislation. If you look at this research based on its type, this research uses a type of library research. The data used are books about child marriage and the mashlahah family. Men and women must be able to work together and live in harmony. One form of cooperation and the embodiment of harmonious living is marriage. Humans marry and build households. In fact, it's not just humans who marry or pair up, all creatures have partners. As stated in QS.Adz-Dzariyat 51: 49 which means "we have created everything in pairs so that you remember" and also in QS.Yasin 36:36 which says truly! "Glorified is He who created all pairs, both from what the earth grows and from themselves (humans) and from (creatures) that they do not know." A marriage must form family functions.
Analisis Pemikiran Ekonomi Islam Mazhab Alternatif Kritis Timur Kuran Azis, Toriqul; Ashlihah, Ashlihah
Minhaj: Jurnal Ilmu Syariah Vol. 5 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penerbitan Jurnal Ilmiah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/minhaj.v5i2.2705

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran ekonomi islam kontemporer mazhab alternative kritis dan perbandingannya dengan pemikiran ekonomi islam mazhab iqtishaduna sebagai mazhab pertama pada ekonomi islam kontemporer. Peneilitan ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. . Sebuah metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif, yang dapat berupa tulisan ataupun ucapan dan perilaku yang bisa di amati dan ditelaah dari orang - orang (subyek) itu sendiri. Penelitian ini bersifat kajian kepustakaan (library research). Peneliti mengumpulkan berbagai referensi berupa buku dan jurnal serta hasil laporan penelitian terdahulu yang memiliki kaitan dengan Pemikiran Ekonomi Islam Kontemporer Mazhab Alternatif Kritis. Penulis menggunakan pendekatan kontekstual. Penelitian ini menggunakan teknik analysis data berupa analisi isi (content analysis). Sebuah teknik analysis data yang bertujuan untuk menghasilkan sebuah gambaran yang objektif dan sistematik. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan perbandingan yang signifikan antara mazhab alterntif kritis dan mazhab iqtishaduna baik dari konsep zakat dan konsep riba.

Page 11 of 13 | Total Record : 130