cover
Contact Name
Chairunisa Ayu Saputri
Contact Email
jurnalmedfarm@gmail.com
Phone
+6287859041641
Journal Mail Official
jurnalmedfarm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 23548487     EISSN : 27159957     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal MEDFARM merupakan terbitan dari lembaga jurnal dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Akademi Analis Farmasi dan Makanan Sunan Giri Ponorogo. Topik atau pembahasan dari Jurnal MEDFARM lebih terfokus pada bidang Farmasi, Obat Tradisional, Makanan, Minuman dan Kesehatan
Articles 154 Documents
UJI FISIKOKIMIA SEDIAAN EMULSI, GEL, EMULGEL EKSTRAK ETANOL GOJI BERRY (Lycium barbarum L.) Devina Chandra; Rahmah Rahmah
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v11i2.142

Abstract

Tanaman goji berry (Lycium barbarum L.) kaya akan flavanoid sebagai antioksidan, sehingga membangkitkan minat penelitian pada bidang fitokosmetik karena dapat menon-aktifkan Reactive Oxygen Species (ROS), memulihkan homeostasis kulit sehingga mencegah eritema dan penuaan dini pada kulit. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak goji berry menjadi sediaan emulsi, gel, dan emulgel yang selanjutnya dilakukan evaluasi mutu fisikokimia sediaan. Goji beery diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Selanjutnya, ekstrak kental goji berry diformulasikan menjadi sediaan gel, emulsi dan emulgel. Hasil penelitian ekstrak etanol goji berry 2% yang diformulasi dalam bentuk sediaan gel, emulsi, emulgel yang selanjutnya dilakukan evaluasi mutu fisikokimia. Pengujian organoleptik menunjukkan warna merah kecoklatan (gel) dan merah muda kecoklatan (emulsi dan emulgel), lembut, tidak terjadi pemisahan; nilai pH 6,25±0,1539-7,21±0,3350; nilai daya sebar 5,60±0,10-6,70±0,10 cm; nilai viskositas 3,733±0,1222-6,826±0,1222 cPs; memiliki tipe minyak dalam air (emulsi dan emulgel); dan memiliki kestabilan yang bagus selama 30 hari.
HUBUNGAN PEMBERIAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER DENGAN KEJADIAN INFEKSI COVID-19 Octaviana Simbolon; Habel Roy Sulo
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v11i2.143

Abstract

Coronavirus disease-2019 (COVID-19) telah menyebabkan pandemi global. COVID-19 merupakan salah satu patogen yang menyebabkan gangguan sistem pernapasan sejak akhir Desember 2019 di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Permasalahannya adalah pasien kanker lebih rentan terhadap infeksi COVID-19 sedangkan pasien memerlukan pengobatan yang rutin. Salah satu pengobatan penyakit kanker adalah kemoterapi. Efek samping kemoterapi berpengaruh terhadap menurunnya sistem imunitas tubuh pasien. Penurunan sistem imun mengakibatkan penurunan respons imunitas tubuh terkhususnya dalam mengatasi badai sitokin dan macrophage-activation syndrome yang disebabkan oleh SARS- CoV2. Penelitian terkait hubungan kemoterapi dengan kejadian infeksi COVID-19 belum pernah dilakukan di Indonesia. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara pemberian kemoterapi pada pasien kanker dengan kejadian infeksi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian kohort prospektif dimana pasien diteliti selama satu siklus kemoterapi. Sampel penelitian adalah seluruh pasien kanker yang menjalani kemoterapi di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda selama bulan Oktober 2021 hingga Desember 2021. Jumlah sampel penelitian berdasarkan perhitungan besar sampel adalah sebesar 307 sampel penelitian. Sampel penelitian dipilih secara consecutive sampling yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitian dimulai dengan mendokumentasikan hasil pemeriksaan antigen COVID rapid test sebelum kemoterapi dan sesudah kemoterapi dalam satu siklus kemoterapi. Jika ditemukan hasil deteksi antigen COVID rapid test positif sesudah kemoterapi dalam satu siklus kemoterapi, dilakukan wawancara terkait gejala-gejala klinis COVID-19. Analisis data meliputi analisis deskriptif, uji normalitas serta uji beda menggunakan Program SPSS. Berdasarkan uji statistik, didapatkan p value <0,0001. Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian kemoterapi dengan kejadian infeksi COVID-19 di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda pada tahun 2021.
KAJIAN PUSTAKA: TINJAUAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MINYAK ATSIRI SEBAGAI AROMATERAPI Ineke Rossa Caroline
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 11 No 2 (2022): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v11i2.101

Abstract

Minyak atsiri merupakan zat berbau dan memberikan bau yang khas pada tanaman. Indonesia menjadi negara pengekspor terbesar dalam perdagangan sejumlah minyak atsiri. Selain mengekspor, Indonesia seringkali mengimpor minyak atsiri kedalam negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya wawasan tentang minyak atsiri dan cara pengolahannya. Sedangkan penggunaan minyak atsiri di Indonesia sangat beragam, salah satunya sebagai aromaterapi. Aromaterapi merupakan suatu teknik pengobatan yang menggunakan aroma minyak esensial yang berasal dari proses penyulingan berbagai bagian tanaman, bunga, maupun pohon yang masing-masing mengandung sifat terapi yang berbeda. Biasanya aromaterapi digunakan untuk meningkatkan mood, mengubah area kognitif, dan digunakan sebagai obat tambahan. Tujuan dari tinjauan ini adalah untuk menganalisis (mengkaji) efektivitas penggunaan minyak atsiri sebagai aromaterapi. Dalam menyusun tinjauan artikel ini, teknik yang digunakan yaitu teknik studi pustaka dengan mencari sumber atau literatur dalam bentuk data primer berupa jurnal internasional berbahasa Inggris yang terbit selama 10 tahun terakhir (2012-2022). Selain itu, jurnal yang relevan dengan topik didapatkan melalui pencarian pada database PubMed. Dengan banyaknya manfaat yang didapatkan dari aromaterapi dari minyak atsiri, maka dapat dijadikan pertimbangan bagi Indonesia untuk mengembangkan potensi pengolahan minyak atsiri lebih lanjut untuk dijadikan aromaterapi.
PENETAPAN KADAR ASAM LEMAK BEBAS PADA BERBAGAI MINYAK GORENG SETELAH DAN SEBELUM PENGGORENGAN DENGAN METODE TITRASI ALKALIMETRI Iswandi Iswandi; Eva Widhia Saprini Sipa; Endang Sri Rejeki
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.145

Abstract

Food is needed to develop individual actual knowledge so that food must be of good quality and nutritious. One of them is cooking oil which is used to fry food. Heating when frying causes an increase in free fatty acids. This study aims to determine the levels of free fatty acids in various cooking oils after and before frying with a variation of one time to meet government quality raw material standards. Free fatty acid content test in bulk cooking oil of palm oil, sunflower seed oil, soybean oil after and before frying using the alkalimetric titration method. The One Way Anova test was carried out to see if there was a difference in the increase in free fatty acid levels of the three cooking oils, and continued with the Tukey test. The government quality standard for palm oil and sunflower seed oil is a maximum of 0.30%. The results showed that palm cooking oil before frying was 0.44% and after one time frying was 0.61%, sunflower seed cooking oil before frying was 0.32% and after one frying time was 0.76%. Soybean oil at the time of research before frying 0.31% and after one frying 0.59%, this shows that it meets government quality standards with a maximum of 2.00%.
RASIONALITAS PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETES PADA PASIEN DM TIPE 2 PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Kusumaningtyas Siwi Artini; Tiara Ajeng Listyani; Galuh Puspitasari
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.160

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit degeneratif yang terjadi karena adanya gangguan produksi insulin sehingga terjadi peningkatan kadar insulin. Prevalensi kejadian Diabetes mellitus terus meningkat karena gaya hidup yang kurang baik. Pasien dengan penyakit diabetes mellitus harus menjalani pengobatan seumur hidup dan membutuhkan obat yang tepat dan rasional agar tujuan terapi tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil penggunaan antidiabetes dan rasionalitas penggunaan obat antidiabetes melitus pada pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode cross sectional dan pengambilan data dilaksanakan dengan cara retrospektif. Hasil dari penelitian ini adalah obat antidiabetes diberikan secara kombinasi dengan antiabetes oral atapun dengan insulin. Rasionalitas tepat penggunaan obat didapatkan hasil tepat diagnosis sebesar 100%, tepat indikasi 100%, tepat obat 100%, tepat dosis 100%, dan tepat interval waktu pemberian 100%. Kata kunci: antidiabetes, diabetes mellitus tipe 2, rasional, rsud dr. moewardi ABSTRACT Diabetes mellitus is a degenerative disease that occurs due to impaired insulin production resulting in increased insulin levels. The prevalence of diabetes mellitus continues to increase due to unfavorable lifestyles. Patients with diabetes mellitus must undergo lifelong treatment and need appropriate and rational drugs so that therapeutic goals are achieved. The purpose of this study was to determine the profile of antidiabetic use and the rationality of antidiabetic drug use in type 2 diabetes mellitus patients undergoing outpatient care at RSUD Dr. Moewardi Surakarta. This research was conducted using the method cross sectional and data collection was carried out retrospectively. The results of this study are anti-diabetic drugs given in combination with oral anti-diabetics or with insulin. Rationality for the right drug use results in the right diagnosis of 100%, the right indication 100%, the right drug 100%, the right dose 100%, and the right time interval for giving 100%. Keywords: antidiabetic, diabetes mellitus type 2, rational, rsud dr. moewardi
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI NATRIUM HIDROKSIDA TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN SABUN PADAT EKSTRAK DAUN NANGKA (Artocarpus heterophyllus Lam.) Mikhania Christiningtyas Eryani; Hadi Barru Hakam Fajar Siddiq; Asa Falahi; Noer Layla Fitri Ani
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.161

Abstract

The aim of this study was to determine the variataion concentration effect of sodium hydroxide (NaOH) on the physical properties of jackfruit leaf extract solid soap (Artocarpus heterophyllus Lam.). The concentration of NaOH used were 2.5% (F1); 5% (F2) and 7.5% (F3). The physical evaluation was carried out in the form of an organoleptic test, homogeneity test, pH test, water content test, and foam height test. The results showed that variations in NaOH concentration had no effect on the organoleptic physical properties (odor, shape, color) and homogeneity of solid soap but had an effect on the physical properties of pH, water content, and foam height of solid soap
UJI ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DAN DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) METODE DPPH DAN FRAP Dollince Doumau Douw; Tatiana Siska Wardani
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.165

Abstract

Radikal bebas (radikal bebas) adalah suatu senyawa atau molekul yang mengandung satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan pada orbital luarnya. Semua bentuk gangguan tersebut dapat memicu munculnya berbagai penyakit seperti penyakit degeneratif hingga kanker. Oleh karena itu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol 96% daun alpukat (Persea americana Mill.) dan daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai antioksidan ditinjau dari kapasitas peredaman radikal bebas pada dua ekstrak tersebut dibandingkan dengan larutan standar Vitamin C dengan konsentrasi seri secara kombinasi kedua ekstrak etanol 96% manggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan FRAP ( FreecReducing antioxidant power) secara Spektrofotometri UV/Visibel. Hasil uji antioksidan dari kombinasi ekstrak daun alpukat dan daun jambu biji menunjukkan pada metode DPPH nilai IC50 89,282 ppm mempunyai antioksidan aktif, FRAP IC50 47,795 ppm mempunyai antioksidan sangat aktif. Kata kunci: Daun alpukat, Daun jambu biji, Uji antioksidan, DPPH, FRAP
Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi n-Heksan, Etil Asetat, Air Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L) Terhadap Bakteri Escherichia coli ATCC 25922 ana berlinda kayogop
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.167

Abstract

Salah satu obat tradisional dari tanaman yang sering digunakan adalah daun rambutan (Nephelium lappaceum L). yang secara tradisional masyarakat menggunakan daun rambutan sebagai alternatif pengobatan sebagai antibakteri.. Bakteri yang menjadi penyebab diare salah satunya adalah Escherichia coli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah aktivitas antibakteri fraksi n-heksan, etil asetat, air daun rambutan (Nephelium lappaceum L) terhadap pertumbuhan bakteri uji Escherichia coli ATCC 25922 dengan menggunakan metode dilusi dan difusi dengan konsentrasi 2,5%, 5%, 10%, 20%, 40% serta dengan kontrol positifnya adalah Ciprofloxacin dan kontrol negatifnya adalah DMSO 1%. Hasil dari pengujian ini yaitu Zona hambat fraksi daun rambutan (Nephelium lappaceum L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli ATCC 25922 fraksi n-heksan konsentrasi tertinggi 40% replikasi III yaitu 9,4, fraksi etil asetat konsentrasi tertinggi konsentrasi 40% replikasi III yaitu 14,3 dan fraksi air konsentrasi tinggi 40% replikasi II yaitu 17,0. Konsentrasi hambat minimum (KBM) dari fraksi air daun rambutan (Nephelium lappaceum L) terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli ATCC 25922 pada konsentrasi 1,25%. Kata Kunci: Escherichia coli ATCC 25922, Nephelium lappaceum L, Difusi, Dilusi
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, KADAR FENOL TOTAL, DAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK DAUN DURIAN (Durio zibethinus L.) MUDA DAN TUA Fransiska Leviana; Luvi Nurharisna; Zani Mariastuti; Hally Fazah Iyah
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.169

Abstract

Daun durian mengandung senyawa fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak daun muda dan tua durian dan membandingkan kadar fenol total dan flavonoid total ekstrak daun muda dan tua durian. Ekstraksi daun durian muda dan tua dilakukan secara maserasi dengan pelarut etanol 70%. Ekstrak daun durian diuji aktivitas antioksidannya terhadap radikal DPPH dengan mengukur absorbansi dengan spektrofotometer UV-Vis, kemudian dihitung persen peredaman dan nilai IC50. Rutin digunakan sebagai kontrol positif. Penetapan kadar fenol total dengan metode Folin-Ciocalteu dan kadar flavonoid total dengan pereaksi aluminium klorida menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Data IC50 dan kadar total fenol daun tua dan daun muda dianalisis menggunakan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun durian tua lebih tinggi dibandingkan daun muda. Hal ini disebabkan kadar fenol total dan flavonoid total daun durian tua signifikan lebih tinggi dibandingkan daun muda.
PERBANDINGAN KADAR FLAVONOID DAN FENOLIK EKSTRAK ETANOL KULIT DAN BIJI MANGGA (Mangifera indica L.) VARIETAS ARUMMANIS DAN MANALAGI Erika Indah Safitri; Sismawati Anggraeni; Arif Nugroho Utomo; Devi Nisa Hidayati
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.172

Abstract

Kulit dan biji mangga mengandung senyawa flavonoid dan fenolik. Senyawa ini memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, dan analgetik. Kandungan senyawa aktif dapat berbeda-beda berdasarkan varietas dan kematangan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar flavonoid dan fenolik total pada ekstrak etanol kulit dan biji mangga varietas arummanis dan manalagi. Simplisia diekstraksi dengan metode maserasi dengan etanol 70%. Ekstrak dilakukan pengukuran kadar flavonoid dan fenolik total dengan metode kolorimetri dengan spektrofotometer UV-Vis. Data penelitian dianalisis secara statatistik uji t-test independent. Kadar flavonoid total ekstrak kulit dan biji mangga varietas arummanis dan manalagi berturut-turut 4,4071; 7,6601; 11,5687; 9,1103 mgEK/gram, sedangkan kadar fenolik total sebesar 53,4182 dan 102,4281 mgEAG/gram; 109,6215 dan 58,3834 mgEAT/gram. Kadar flavonoid dan fenolik total ekstrak kulit dan biji mangga masing-masing memiliki perbedaan yang signifikan pada varietas arummanis dan manalagi.

Page 6 of 16 | Total Record : 154