cover
Contact Name
Chairunisa Ayu Saputri
Contact Email
jurnalmedfarm@gmail.com
Phone
+6287859041641
Journal Mail Official
jurnalmedfarm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
ISSN : 23548487     EISSN : 27159957     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal MEDFARM merupakan terbitan dari lembaga jurnal dibawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Akademi Analis Farmasi dan Makanan Sunan Giri Ponorogo. Topik atau pembahasan dari Jurnal MEDFARM lebih terfokus pada bidang Farmasi, Obat Tradisional, Makanan, Minuman dan Kesehatan
Articles 154 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK ETANOL DAUN ADAM HAWA (Rhoeo discolor L.Her) TERHADAP Propionibacterium Acnes, Staphylococcus Aureus DAN Staphylococcus Epidermidis Maria Ulfa; Sukriani Kursia; Mardayani Novita Sari
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.173

Abstract

Tanaman adam hawa ( Rhoeo discolor L. Her) merupakan tanaman hias yang sering kita jumpai di berbagai taman maupun pekarangan. Adapun yang menjadi ciri khas dari tanaman adam hawa ( Rhoeo discolor L. Her) ditandai dengan adanya warna pigmen merah dan pigmen hijau yang dihasilkan dari senyawa flavonoid yaitu antosianin. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa antosianin dapat digunakan sebagai agen antimikroba.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun adam hawa ( Rhoeo discolor L.Her) terhadap beberapa bakteri. Daun adam hawa ( Rhoeo discolorL.Her) diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Selanjutnya ekstrak diuji aktivitas antibakterinya menggunakan variasi konsentrasi 15%, 20% dan 25% untuk bakteri Propionibacterium acnes. Untuk bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis menggunakan variasi konsentrasi 1%, 5% dan 10%. Hasil pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes diperoleh rata-rata diameter zona hambat sebesar 6,78 mm, 7,13 mm dan 7,21 mm sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus sebesar 6,63 mm, 6,65 mm dan 6,94 mm dan pada bakteri Staphylococcus epidermidissebesar 6,58 mm, 6,64 mm dan 6,98 mm. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun adam hawa ( Rhoeo discolor L. Her) termasuk dalam kategori sedang.
OPTIMALISASI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL 70% DAUN BINAHONG TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus I Putu Gede Adi Purwa Hita; I Putu Riska Ardinata; Zainal Firdaus Wardhana
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.174

Abstract

Binahong leaf (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) contains flavonoids, alkaloids, tannins and saponins that function as antibacterial. Although antibacterial activity test of binahong leaves was done before, but not yet obtained optimum results using ethanol 70% as an extraction solvent. This study aims to determine the optimum antibacterial activity and the effect of increasing the concentration of 70% ethanolic extract of binahong leaves on Staphylococcus aureus bacteria. Binahong leaves were extracted by maceration method using ethanol 70% as solvent. The antibacterial activity was measured using the disc diffusion method and the inhibition zone obtained was also analyzed using statistical analysis. The results showed that the extract had good extract characteristics and contained a class of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. The antibacterial activity of the binahong leaf extract showed a significant p-velue <0.05 from the Kruskal Wallis test with an inhibition zone in the moderate to strong group. Based on the results of this study it was concluded that the extract had good extract characteristics and contained several classes of phytochemical compounds. For antibacterial activity, the optimum concentration of antibacterial activity of 70% ethanolic extract of binahong leaves was obtained at an extract concentration of 80% with an inhibition zone was 12.85 mm and it also performed that the higher the concentration of the extract, the higher the antibacterial activity obtained. Keywords: Phytochemical Screening, Antibacterial Activity, Staphylococcus Aureus, Anredera cordifolia (Ten.) Steenis.
PENGGUNAAN HERBAL DALAM TERAPI KOMPELEMENTER PADA HIPERTENSI. Ni Putu Aryati Suryaningsih; I Gusti Ayu Agung Agung Septiari
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 1 (2023): MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i1.177

Abstract

Hipertensi sering kita ketahui sebagai Sillent killer karena sering tanpa keluhan. Dikatakan hipertensi ketika tekanan sistolik terukur ≥140 mmHg atau tekanan diastolik terukur ≥90 mmHg. Prevalensi penderita hipertensi di Kota Denpasar masih terbilang cukup tinggi yaitu sebanyak 177.627 diperkirakan terjadi peningkatan penderita hipertensi di Kota Denpasar dari tahun 2014 sekitar 114.421. Penatalaksanaan terapi dalam hipertensi bisa dilakukan secara farmakologi dan non farmakologi. Penggunaan herbal sebagai bagian dari pengobatan hipertensi semakin meningkat dalam beberapa decade terakhir ini. Penelitian ini mencoba melihat pola penggunaan herbal dalam terapi komplementer pada hipertensi di kota Denpasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Pasien hipertensi yang bersedia mengikuti penelitian dan menggunakaan terapi konvensional kombinasi dengan komplementer herbal di rentang usia 17-65 masuk dalam sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan laki-laki sebesar 52% dengan rentang usia 46-55 tahun sebanyak 70% merupakan kategori lanjut usia yang lebih banyak menggunakan herbal dalam terapi komplementer. Tiga terbesar herbal yang digunakanadalah Buah timun 39%, daun seledri 30% dan bawang putih 9%. Sumber informasi terkait pemanfaatan herbal ini diperoleh dari keluarga sebanyak 60 %, Teman sebanyak 38% dan Internet sebanyak 12 %. Dapat disimpulkan bahwa penederita hipertensi masih banyak yang menggunakan herbal dalam terapi komplementer yaitu buah mentimun dengan informasi terbanyak diperoleh dari keluarga. Kata kunci: terapi komplementer, hipertensi, herbal
UJI TOKSISITAS AKUT EKSTRAK KULIT BATANG SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY TEST Handayani, Fitri; Sari, Ni Putu Dyah Claudia; Fatimah, Nurul
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2024): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v13i1.179

Abstract

Selutui puka adalah salah satu tumbuhan yang secara empiris oleh masyarakat suku Dayak di Desa Karangan, Kecamatan Mook Manar Bulant, Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur digunakan sebagai obat kanker pada bagian kulit batang. Tujuan penelitian untuk mengetahui sifat toksik dan nilai LC50 ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol kulit batang selutui puka (Tabernaemontana macrocarpa Jack.) terhadap larva Artemia salina Leach. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tahapan penelitian yaitu pengambilan sampel, determinasi tumbuhan, pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol, skrining fitokimia, penetasan telur larva Artemia salina Leach dan uji toksisitas akut ekstrak n-heksana, etil asetat dan etanol terhadap larva Artemia salina Leach dengan masing-masing konsentrasi 50 ppm, 100 ppm dan 200 ppm. Diperoleh ekstrak kental n-heksana sebanyak 4,34 g (rendemen 2,17%), ekstrak etil asetat sebanyak 2,70 g (rendemen 1,35%) dan ekstrak etanol sebanyak 7,05 g (rendemen 3,53%). Hasil skrining fitokimia kulit batang selutui puka ekstrak n-heksana mengandung senyawa alkaloid dan triterpenoid. Ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid dan triterpenoid. Ekstrak etanol mengandung senyawa alkaloid, triterpenoid, flavonoid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Nilai LC50 ekstrak n-heksana 241,617 ppm (sangat toksik), ekstrak etil asetat 140,955 ppm (sangat toksik) dan ekstrak etanol 103,618 ppm (sangat toksik).
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI SETIL ALKOHOL SEBAGAI EMULSIFYING AGENT PADA SEDIAAN LOTION EKSTRAK LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm. f) Nurmalasari, Dewi Riskha; Mardani, Alya Eka Dhyra; Eryani, Mikhania Christiningtyas
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.192

Abstract

Lotion is a liquid emulsion consisting of an aqueous phase and an oil phase that is stabilized by an emulsifying agent and contains one or more active ingredients. The use of cetyl alcohol as an emulsifying agent was selected because of its properties as a softener, emulsifier, and absorbing water. Cetyl alcohol can increase the stability of the consistency and improve the texture. This study aims to determine the effect of concentration variations in cetyl alcohol on the physical properties of aloe vera extract lotion. The research design used in this study is a pre-experimental preparation formula lotion that was divided into 3 sample groups with different concentrations of cetyl alcohol, namely (2%), (3%), and (4%). Then the sample will be tested for physical properties including organoleptic tests (color, texture, flavor), pH test, spreadability test, and viscosity test, homogeneity test. The research results showed that variations in cetyl alcohol concentrations affected the physical properties of the preparations organoleptic texture, and viscosity. Lotion preparations do not affect organoleptic color, flavor, pH, and homogeneity. Formulation with concentration variation of 3% cetyl alcohol had good physical properties and met the criteria including organoleptic testing with a milky white color, slightly viscous texture, strong jasmine flower flavor, pH value of 7.16 ± 0.34, spreadability value 6.99cm ± 0.18, viscosity value 31.6 dPas ± 2.88, and homogeneous. Keywords: lotion, cetyl alcohol, Aloe vera
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAUN BIDARA LAUT (Strychnos ligustrina Biume) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Rahimah, Sitti; Salampe, Mirnawati; Syamid, Ahmad Gufairil; Ismail, Ismail; Nisa, Michrun
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.201

Abstract

Burns are damage or loss of skin tissue caused by contact with heat sources such as hot water, fire, chemicals, electricity, friction and radiation. Sea lotus (Strychnos ligustrina Blume) is known to contain compounds that have the potential to heal burns such as flavonoids, saponins and tannins. This study aims to determine the activity of ethanol extract of bidara de mer leaves on burn healing as a function of reduction in burn diameter, wound discoloration, edema and crust formation. This study used 5 Oryctolagus cuniculus that received 4 types of treatment after being induced by hot plate, namely wound I (bioplacenton® gel positive control), wound 2 (HPMC 5% negative control), wound 3 (extract concentration 10%) and wound 4 (concentration of extract 10%) 25%). Apply the test sample to the burns twice a day and observe the condition of the wound daily. Burn healing as a function of wound diameter was determined based on the AUC (Area Under Curve) value and statistically analyzed using SPSS 21.0. The test results showed that the mean AUC value at 10% and 25% concentrations was 0.495 cm/day and 0.532 cm/day, respectively. The results of the statistical analysis showed that the ethanol extract of bidara sea leaves gave significant results compared to the negative control. treatment (HPMC). The conclusion obtained is that the ethanolic extract of sea bidara leaves accelerates the healing process of burns in Oryctolagus cuniculus.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEINGINAN ORANG TUA UNTUK VAKSINASI COVID-19 PADA ANAK DI PULAU JAWA Utomo, Wahyu Budi; Listyani, Tiara Ajeng; Wardani, Tatiana Siska
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.211

Abstract

ABSTRAK Vaksinasi merupakan upaya kesehatan masyarakat yang dianggap paling efektif dan efisien dalam mencegah penularan penyakit yang berbahaya. Anak-anak adalah kelompok yang rentan terkena akibat kontak keluarga dekat, dan mungkin rentan terhadap infeksi silang. Vaksin sinovac sudah dinyatakan aman oleh WHO dan memiliki efek samping yang ringan serta ketersediaan nya yang mudah didapatkan. Menurut surat rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) vaksin sinovac dapat di berikan kepada anak usia 6 tahun keatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan keinginan orang tua untuk vaksinasi covid-19 anak di Pulau Jawa. Penelitian menggunakan metode non-eksperimental dengan kuesioner yang divalidasi dalam tautan formulir google yang didistribusikan online melalui platform social media (whatsapp, facebook, dan instagram) dan offline dengan metode door to door atau bertemu langsung dengan responden. Sampel responden berjumlah 100 orang responden orang tua yang memiliki anak usia 6-11 tahun, bersedia menonton video penjelasan covid-19, dan bersedia mengisi formulir kuisioner.Hasil dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara pengetahuan dan keinginan orang tua untuk vaksinasi covid-19 anak di Pulau Jawa. Uji yang dilakukan yaitu menggunakan uji korelasi pearson didapatkan hasil P=0,000 dan nilai korelasi pearson nya 0,495. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan keinginan orang tua untuk vaksinasi covid-19 dengan tingkat korelasi sedang. Kata Kunci : Vaksinasi, Pengetahuan, Keinginan orang tua, Pulau Jawa, Covid-19. ABSTRACT Vaccination is a public health effort that is considered the most effective and efficient in preventing the transmission of dangerous diseases. Children are a vulnerable group due to close family contact, and may be susceptible to cross-infection. The Sinovac vaccine has been declared safe by WHO and has mild side effects and is easily available. According to the recommendation letter from the Indonesian Pediatrician Association (IDAI), the Sinovac vaccine can be given to children aged 6 years and over. The aim of this research is to determine the relationship between knowledge and parents' desire to vaccinate children against Covid-19 on the island of Java.The study used a non-experimental method with a validated questionnaire in the Google form link which was distributed online via social media platforms (whatsapp, Facebook, and Instagram) and offline using the door to door method or meeting the respondents directly. The sample of respondents was 100 parents who had children aged 6-11 years, who were willing to watch a video explaining Covid-19, and were willing to fill out a questionnaire form.The results of this research are that there is a relationship between knowledge and parents' desire to vaccinate their children against Covid-19 on the island of Java. The test carried out was using the Pearson correlation test, the result was P=0.000 and the Pearson correlation value was 0.495. These results indicate that there is a relationship between knowledge and parents' desire to vaccinate Covid-19 with a moderate level of correlation. Keywords : Vaccination, Knowledge, Parents' wishes, Java Island, Covid-19.
KESESUAIAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN BPJS RAWAT INAP DENGAN FORMULARIUM RUMAH SAKIT DI RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Yuliana, Irma; Pratama, Kharisma Jayak; Septiarini, Anita Dwi
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.215

Abstract

Hipertensi adalah salah satu penyakit yang menyebabkan kesakitan pada sesorang bahkan menyebabkan kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada periode bulan Juli-Desember 2022 dan kesesuaian dengan formularium rumah sakit. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif non eksperimental dan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengolah data sekunder penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di instalasi rawat inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode bulan Juli-Desember 2022. Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa obat yang digunakan sebagai pengobatan antihipertensi adalah golongan CCB seperti: amlodipin, nicardipin, dan klonidin. Golongan beta blocker seperti: bisoprolol, dan concor®. Golongan ARB seperti: candesartan dan valsartan. Golongan diuretik loopseperti: Furosemide. Golongan aldosteron reseptor antagonis seperti: spironolacton. Golongan thiazid diuretic obatnya seperti: hidroclorotiazide. Golongan ACEI seperti: lisinopril, dan ramipril. Obat antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah golongan CCB yaitu amlodipin (26,33%), Kemudian obat kombinasi yang paling banyak digunakan adalah golongan ACEI dengan golongan beta blocker yaitu ramipril dengan bisoprolol (25,17%) dan golongan CCB dengan golongan ARB yaitu amlodipin dengan candesartan (13,91%). Kesesuaian obat antihipertensi di instalasi rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta sudah sesuai dengan formularium rumah sakit (100%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DENGAN KEPATUHAN MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT dr. SOEPRAOEN MALANG Pratiwi, Yunita Eka; Sekti, Beta Herilla; Widara, Ratih Tyas
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.222

Abstract

Jika ginjal kehilangan fungsinya secara permanen karena gagal ginjal kronis, maka memerlukan cuci darah atau transplantasi untuk menjaga kualitas hidup. Ketika fungsi ginjal hilang, terapi hemodialisis dapat digunakan sebagai penggantinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan pasien dengan kepatuhan menjalani terapi hemodialisis di RS dr Soepraoen Malang. Studi korelatif cross-sectional kuantitatif adalah bagian dari penyelidikan ini. Kuesioner CKD-KQ dan ESRD-AQ digunakan untuk mengumpulkan data. Lima puluh orang dijadikan sebagai ukuran sampel penelitian. Berdasarkan pengelompokan gender, penelitian ini menemukan bahwa 32 responden (atau 64 persen) adalah laki-laki. Terdapat 23 responden (atau 46%) orang yang berusia antara 36 dan 50 tahun. Berpendidikan sekolah dasar (32%) dan sekolah menengah atas (32%). Hasil uji korelasi rank spearman menunjukkan nilai sebesar 0,897. Penelitian ini tidak menemukan hubungan antara kesadaran pasien hemodialisis dengan tingkat kepatuhan di RS Dokter Soepraoen Malang.
UJI AKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK DAUN SIRIH CINA ( Peperomia pellucida L.) TERHADAP KADAR HDL PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR Klau, Ivan Charles S; Mufaddilah, Rahma Maulidatul
MEDFARM: Jurnal Farmasi dan Kesehatan Vol 12 No 2 (2023): Medfarm: Jurnal Farmasi dan Kesehatan
Publisher : LPPM Akafarma Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48191/medfarm.v12i2.225

Abstract

Daun sirih cina merupakan tumbuhan liar yang sering dianggap sebagai rumput liar, secara tradisional daun sirih cina telah dimanfaatkan oleh masyarakat dalam mengobati beberapa penyakit. Sirih cina mengandung senyawa kimia alkoloid,Tanin, Saponin, flavonoid, kalsium oksalat,lemak,dan minyak Atsiri polifenil,kardenolid, steroid,titerpenoid dan karbohidrat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan pemberian esktrak daun sirih cina terhadap kolesterol HDL pada dosis kelompok kontrol positif, kelompok dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 400 mg/kgBB. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif secara eksperimental yang dilakukan pada bulan Februari – juni 2023. Uji aktivitas pemberian daun ekstrak sirih cina (peperomia pellucida L.) terhadap kadar HDL pada tikus putih jantan galur wistar, dilakukan dengan melihat penurunan kadar kolestrol hewan coba setelah diberikan sediaan uji selama 14 Hari. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa esktrak daun sirih cina (peperomia pellucida L.) dengan dosis 200 mg/kgBB dan 400 mg/kgBB bisa menurunkan kadar kolestrol pada tikus putih jantan atau memiliki hasil yang optimal, sedangkan pada dosis 100 mg/kgBB menunjukkan hasil yang kurang optimal.

Page 7 of 16 | Total Record : 154