cover
Contact Name
Hafizh Al Fikri
Contact Email
hafizalfikri@ikj.ac.id
Phone
+6281380151716
Journal Mail Official
jurnal@senirupaikj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta Kompleks Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini Kec. Menteng Kota Jakarta Pusat, 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Senirupa Warna (JSRW)
ISSN : 23551682     EISSN : 26857618     DOI : https://doi.org/10.36806
JSRW supports the vision and mission of FSR-IKJ to publish works of a scientific nature within FSR-IKJ and beyond. Works published must discuss discourses of arts (either fine or applied) in the fields related to visual aspects, such as fine arts, design, craft, visual narratives, and forms of art that utilize the new media.
Articles 157 Documents
Etika dan Estetika Galeri Seni Rupa Universitas di Era Digital Azalia, Dea Ananda; Damayanti, Nuning Yanti; Damajanti, Irma
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.722

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara galeri seni rupa universitas memproduksi, mengkurasi, dan mengkomunikasikan karya seni. Studi ini mengkaji pergeseran etika dan estetika yang muncul dari transformasi tersebut melalui analisis komparatif RMIT Gallery dan George Paton Gallery di Melbourne serta Galeri Soemardja di Institut Teknologi Bandung. Dengan menggunakan metodologi kualitatif yang menggabungkan observasi lapangan (2019–2025), wawancara kurator, dan analisis dokumen, penelitian ini mengidentifikasi berbagai tantangan etis dalam praktik seni digital, seperti isu kepengarangan, atribusi, bias dataset, representasi, dan tanggung jawab institusional. Pada saat yang sama, digitalisasi membentuk kecenderungan estetika baru yang ditandai oleh hibriditas medium, presentasi berbasis antarmuka, format partisipatif digital, dan inovasi pengarsipan. Kebaruan penelitian ini terletak pada posisinya yang melihat galeri universitas sebagai ruang penting dalam merumuskan kerangka etika dan estetika di era digital, khususnya dalam ekosistem teknologi Indonesia yang sedang berkembang. Studi ini menyimpulkan bahwa galeri universitas perlu memperkuat literasi digital, menyusun pedoman etika, dan mengembangkan strategi kuratorial adaptif guna merespons dinamika budaya visual berbasis AI.
Autentisitas Karya Seni AI menurut Fenomenologi Martin Heidegger Lassa, Sharron Esther Michelle; Martin Suryajaya
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.731

Abstract

Dalam perspektif fenomenologi eksistensial Heidegger, karya seni yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) tidak dapat dianggap autentik karena tidak lahir dari pergulatan Dasein yang terlempar ke dunia, mengalami kecemasan eksistensial (Angst), dan tidak menghadapi kematian sebagai kemungkinan yang paling sendiri. Karya seni yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) hanyalah suatu kalkulasi atas pola-pola karya seni yang sudah ada sebelumnya. Dalam tulisan ini penulis akan menjelaskan bahwa penciptaan seni yang autentik lahir dari Dasein atas perjuangan dalam menghadapi keterlemparan dan kecemasannya sendiri. Melalui kanvas kosong, serta keharusan dalam memproyeksikan berbagai kemungkinan dalam ketiadaan menjadikan Dasein harus mengambil tanggung jawab dalam karya yang akan dibuat. Dalam era kecerdasan buatan (AI) yang instan, manusia dapat jatuh dalam hidup yang tidak autentik. Dengan berkarya melalui kegelisahan yang nyata, manusia dapat menghasilkan karya-karya yang benar-benar autentik dan tidak mengikuti suatu pola yang sudah ada. Temuan penelitian menunjukkan bahwa seni AI tidak menghadirkan proses pengungkapan makna sebagaimana dimungkinkan oleh Dasein, dan kebaruan tulisan ini terletak pada penegasan bahwa ketidakautentikan AI muncul bukan dari kualitas visualnya, melainkan dari absennya pengalaman eksistensial yang menjadi syarat penciptaan seni dalam pemikiran Heidegger. Kata kunci: fenomenologi, autentik, seni AI, kecerdasan buatan, penciptaan seni
Interpretasi Narasi Visual Dalam Karya Seni Lukis Wastra Dengan Pendekatan Analisis Formal Sanjaya, Jesslyn; Callula Manika Syaffiya; Leonel Adrian Triskanto; Nosy Rakhmatdyanti; Suy Rahel Marlentina
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.775

Abstract

Penelitian ini membahas bagaimana sebuah narasi visual dalam karya seni lukis wastra terbentuk melalui hubungan antar unsur formal seperi garis, warna, bentuk, pola, dan komposisi. Meskipun wastra sering kali dihubungkan dengan makna simbolik dan tradisi budaya, penelitian ini memfokuskan perhatian pada pendekatan analisis formal sebagai cara untuk memahami struktur visual dalam menyusun narasi. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan narasi visual yang terdapat dalam karya seni lukis wastra dengan menggunakan pendekatan analisis formal. Sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah lima karya seni lukis wastra yang dibuat oleh lima orang perupa. Indikator pilihan dari karya lukis wastra tersebut memiliki kesamaan dalam memvisualisasikan objek visual. Hasil analisis menunjukkan bahwa garis organik dan geometris, serta penggunaan palet warna yang terdiri atas warna- warna pastel ditambah dengan kontras warna primer yang dipadukan dengan aksen hijau neon dan putih sebagai outline, mampu menciptakan kesan naratif yang dapat dibaca melalui pengalaman visual. Penelitian ini juga menekankan pentingnya eksplorasi medium wastra sebagai ruang kreatif yang terus berkembang, di mana teknik tradisional dipadukan dengan pendekatan artistik. Penelitian ini membantu memperluas pemahaman tentang narasi visual dalam seni wastra serta memberikan pandangan baru bahwa narasi tidak hanya muncul dari motif atau tanda budaya, tetapi bisa datang dari struktur formal karya itu sendiri.
Fashion Styling dalam Indonesia’s Next Top Model (INTM) Produksi NET.TV Mangesti Rahayu
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.776

Abstract

Fashion tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan penampilan masyarakat sehari-hari, namun juga sangat penting dalam dunia entertainment, khususnya televisi sebagai media digital hiburan, informasi dan pendidikan. Penelitian ini mengkaji tentang konsep fashion stylist yang digunakan oleh model peserta Indonesia’s Next Top Model (INTM), yang diproduksi oleh stasiun televisi NET TV. Selain mengkaji tentang proses penentuan konsep fashion stylist dalam program TV INTM ini, penelitian ini juga mengkaji tentang peran dan keikutsertaan karya mahasiswa Program Studi Desain Produk Mode dan Busana Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta dalam program TV tersebut. Bagaimana koleksi busana karya mahasiswa IKJ terpilih untuk dikenakan oleh para peserta INTM. Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana proses penentuan konsep fashion stylist dan diharapkan mampu membangkitkan rasa percaya diri mahasiswa, bahwa karya mahasiswa berkualitas dan layak tampil dalam program TV nasional dengan lisensi internasional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dimana pengumpulan datanya dilakukan secara observasi, wawancara, dan juga literasi. Observasi dilakukan dengan mengunjungi studio NET TV, sementara wawancara dilakukan dengan menginterview tim wardrobe yang terlibat dalam penentuan konsep fashion stylist. Data literasi berupa buku, jurnal, maupun artikel diperlukan untuk mendukung dan melengkapi data saat mengkaji materi fokus penelitian.
Harmoni Tradisi Jawa: Etika dan Estetika Baru Motif Uborampe dalam Desain Busana Artwear Puji Rahayu
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.777

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi etika dan estetika baru dalam seni kriya dan mode busana melalui penciptaan motif hias yang terinspirasi dari uborampe adat panggih temanten. Panggih sebuah ritual Jawa yang melambangkan pertemuan pengantin pria dan wanita setelah sah menikah. Fokus penelitian ini pada busana artwear, yang menganalisis bagaimana motif-motif tradisional seperti bunga setaman, daun sirih, bunga mawar, kembar mayang dan sebagainya, diadaptasi menjadi desain inovatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip etika budaya yang mendorong kolaborasi dengan komunitas lokal guna menghindari appropriation, serta mengembangkan estetika fusion yang menggabungkan tradisi dengan teknologi modern untuk menciptakan motif hias yang bermakna dan berkelanjutan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan pratice based research, melibatkan observasi lapangan, wawancara dengan seniman lokal, serta prototipe desain. Proses penciptaan busana menjadi integral dan metode ilmiah. Etika yang ditekankan meliputi kepekaan budaya dan kolaborasi dengan komunitas lokal, sementara estetika baru mencakup perpaduan tradisi dengan teknologi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya melestarikan warisan budaya tetapi juga mendorong kreativitas berkelanjutan, menjadikan mode sebagai medium ekspresi identitas kontemporer.
Seni Sebagai Media Dakwah: Penggunaan Seni Rupa Digital Sebagai Sarana Komunikasi Keislaman Retna Dwi Estuningtyas; Guntur Wibowo; Ahmad Syaefudin; Deny Rusanto
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.778

Abstract

Studi ini membahas seni rupa sebagai media dakwah dalam perspektif komunikasi Islam. Seiring dengan perkembangan zaman, dakwah tidak hanya disampaikan melalui teks atau lisan, tetapi juga melalui media visual yang lebih estetis, simbolik, dan mudah diterima oleh audiens. Seni rupa, termasuk kaligrafi, mural, poster edukatif, dan desain grafis, telah menjadi sarana efektif dalam menyampaikan pesan moral, spiritual, dan sosial. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka. Permasalahan dalam studi ini adalah bagaimana nilai estetika dalam seni rupa dapat memengaruhi persepsi, menguatkan pesan dakwah, serta membangun pengalaman religius yang lebih humanis. Hasilnya, studi ini menemukan bahwa seni rupa dapat menjadi media dakwah dengan menyediakan ruang bagi dai, pendidik, dan konten kreator Muslim. Impaknya, seni rupa dapat menghubungkan nilai-nilai Islam dengan konteks budaya lokal, memperluas audiens, dan mendorong kreativitas yang sesuai dengan syariat.
Revitalisasi Memori Kolektif Betawi Pinggiran Melalui Seni Mural: Kajian Kawasan Eduwisata Rumah Budaya Depok Sri Riswanti; Rehulina Apriyanti; Agus Nugroho; Arahmaini Akhirson
Jurnal SeniRupa Warna Vol. 14 No. 1 (2026): Transformasi Etika dan Estetika dalam Seni Rupa di Era Digital
Publisher : Faculty of Arts and Design, Jakarta Institute of the Arts

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v14i1.779

Abstract

Perubahan sosial akibat urbanisasi di wilayah Depok berdampak pada memudarnya perhatian terhadap budaya Betawi Pinggiran sebagai identitas lokal. Di tengah perkembangan teknologi digital dan budaya visual masyarakat, seni mural berpotensi menjadi medium dialog antar generasi sekaligus sarana revitalisasi memori kolektif. Penelitian ini mengkaji peran seni mural sebagai media dialog budaya melalui sinergi seni rupa dan platform digital di kawasan eduwisata Rumah Budaya Depok. Transformasi budaya akibat migrasi spasial mendorong pergeseran pusat aktivitas budaya ke wilayah pinggiran, sehingga mural dipilih sebagai medium ekspresif untuk merekam dan memvisualisasikan folklor, narasi historis, serta identitas komunal Betawi Pinggiran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui telaah literatur, analisis kontekstual, dan sintesis teoretis. Integrasi teknologi digital, media sosial, koran digital, serta buku saku edukatif memperluas partisipasi publik dan memperkaya pengalaman interpretatif pengunjung. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi seni mural dan teknologi digital efektif membangun dialog budaya lintas generasi serta mendukung pengembangan eduwisata dan pelestarian budaya lokal berkelanjutan.