cover
Contact Name
Yassyir Maulana
Contact Email
yassyir_maulana@uniska-bjm.ac.id
Phone
+6281545773317
Journal Mail Official
jieom.journal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Adhyaksa No. 2, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM)
ISSN : -     EISSN : 26208148     DOI : -
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) merupakan Jurnal Ilmiah Teknik Industri yang diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan November. Bidang fokus Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) adalah sebagai berikut : Supply Chain Management Research and Development Design Layout Quality Control Industrial Simulation Ergonomy Production Management Design Product (Tool, machine, etc) Project Management Maintenance Productivity Service Quality Management
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2024)" : 20 Documents clear
DESAIN ALAT PENGUNTIP BRONDOLAN KELAPA SAWIT DENGAN MEKANISME MANUAL MENGGUNAKAN METODE DFM (DESIGN FOR MANUFACTURE) Wulandari, Dyah Sri; Maulana, Yassyir; Trianiza, Ice; Noor, Irawan; Ramadhan, Muhammad Ashri
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.17567

Abstract

Penguntipan brondolan kelap sawit secara manual memakan waktu yang relatif lama serta membuat para pekerja merasa lebih lelah karena harus terus membungkuk selama proses penguntipan yang mengakibatkan produktivitas kerja dan hasil panen menurun, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan alat brondolan, masalah yang ditemui dilapangan adalah alat brondolan yang telah ada dan digunakan oleh berbagai industri kelapa sawit di Kalimantan Selatan dirasa masih belum maksimal dari segi kemudahan penggunaan, ukuran, bentuk dan biaya, oleh karena itu melalui penelitian ini dilakukan pembaharuan desain alat brondolan kelapa sawit dengan metode DFM (Design for Manufacture). Hasilnya setelah dilakukan analisis menggunakan metode DFM (Design for Manufacture), alat brondolan yang didesain dan dibuat memiliki keunggulan tidak lagi menggunakan sistem lempar namun menggunakan metode menguntip yang akan meningkatkan proses pengambilan brondolan sawit. Alat ini didesain dengan mengedepankan keringkasan dalam hal penggunaan dan easy assemble, agar mudah melakukan penggantian part yang mengalami kerusakan. Biaya produksi alat penguntip brondolan kelapa sawit lebih hemat dari pada alat penguntip brondolan kelapa sawit sebelumnya.Kata Kunci:  Alat penguntip Brondolan, Kelapa Sawit, Design for Manufacture
PERANCANGAN MESIN CETAK BRIKET UNTUK OPTIMALISASI PENGOLAHAN LIMBAH DI AROMA KAHURIPAN Adyatama, Achmad Reza; Yastica, Tiara Verita; Caesaron, Dino
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.15302

Abstract

Aroma Kahuripan merupakan sebuah brand yang bergerak di bidang minuman kopi siap minum di Jawa Barat. Setiap minggu, Aroma Kahuripan memproduksi konsentrat kopi untuk memenuhi permintaan dua store-nya. Setiap bulannya, Aroma Kahuripan menghasilkan sekitar 7760,5 gram limbah ampas kopi, dengan rata-rata persentase 40,64%. Limbah ini dikumpulkan dan dibuang di area produksi. Untuk mengatasi masalah ini dibutuhkan sebuah solusi yaitu merancang mesin cetak briket untuk mengoptimalkan pengolahan limbah ampas kopi menjadi briket. Metode yang digunakan adalah Quality Function Deployment (QFD) berdasarkan kebutuhan pengguna yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara. Penyebaran kuesioner QFD untuk mengukur tingkat kepuasan, kepentingan, dan harapan terhadap atribut produk dibandingkan dengan produk kompetitor. Berdasarkan hasil planning matrix didapatkan target spesifikasi dengan nilai contribution sebesar 4,95 dan nilai normalized contribution adalah 0,20 yang memfokuskan pada pengembangan penggerak produk mesin cetak briket.Kata Kunci:  Kopi, Limbah Ampas Kopi, Mesin Cetak Briket, Quality Function Deployment
PENGEMBANGAN MODEL BISNIS DENGAN PENDEKATAN LEAN CANVAS PADA KAFE TADASHI KOHI Jauhar, M. Wafi; Sulistyo, Budi; Prambudia, Yudha
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.16316

Abstract

Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah UMKM terbanyak dengan jumlah sebanyak 1,49 juta unit usaha. Menurut Open data Bandung pada tahun 2022 terdapat 1.533 usaha dalam bidang makanan dengan 1.187 yaitu berupa kafe dan resto yang mana menjadikan Kota Bandung dijuluki sebagai salah satu surga kuliner di Indonesia. Pembukaan kafe menghadapi sejumlah tantangan, hal ini menunjukkan bahwa perlu untuk merencanakan berbagai strategi agar dapat bertahan menarik minat pelanggan serta mengimbangi persaingan dalam bidang usaha yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan model bisnis untuk Kafe Tadashi Kohi guna mempersiapkan kafe yang akan dibukanya. Perancangan model bisnis diawali dengan melakukan pengumpulan data sekunder untuk selanjutnya dilakukan perancangan lean canvas. Hasil rancangan lean canvas selanjutnya akan diverifikasi guna memperkuat dasar pembuatan model bisnis. Selanjutnya dilakukan validasi dengan melakukan wawancara kepada early adopters. Solusi yang dihasilkan yaitu model bisnis yang baru sehingga pemiliki kafe lebih mengerti dan memahami apa yang perlu dipersiapkan dalam pembukaan usaha kafe baru.Kata Kunci:  Kafe Tadashi Kohi, Lean Canvas, Kopi, Pelanggan 
FRONT MATTER (COVER, DEWAN DIREKSI, KATA PENGANTAR DAN DAFTAR ISI) Jieom, Journal
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.17965

Abstract

PENJADWALAN INDUK PRODUKSI DAN IDENTIFIKASI KEADAAN KAPASITAS PRODUKSI DENGAN METODE RCCP PADA KEGIATAN PENYAMAKAN KULIT BUAYA PABRIK CV. XYZ Asaku L Tobing, Patrick Bito; Ardiansyah, Muhammad Nashir; Mutaqqin, Prafajar Suksessanno
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.16214

Abstract

Industri manufaktur adalah industri yang membantu meningkatkan nilai tambah bahan baku, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan menjadi penyumbang devisa, pajak dan bea cukai terbesar. CV. XYZ pada 2023/2024, terlihat perbedaan antara realisasi dengan permintaan produk yang mencapai 6,67 persen. Produksi berdasarkan jumlah produk diterima dari koperasi. CV. XYZ memiliki permasalahan memakai hari sabtu sebagai hari produksi. Perbaikan dilakukan dengan menjadwalkan produk melalui peramalan permintaan terlebih dahulu untuk periode mendatang di tahun 2024. RCCP digunakan untuk mengidentifikasi kapasitas produk CV. XYZ yang mencapai 73%. Kemudian total biaya produksi keseluruhan menjadi sebesar Rp 5.892.646.000, dibandingkan dengan biaya produksi eksisting menimbulkan penurunan sebesar 73%. Penjadwalan produksi baru juga mencakup penambahan jam kerja dari September 2024 hingga Desember 2024.Kata Kunci:  Jadwal Induk Produksi, Lot Sizing, Rough Cut Capacity Planning
PENERAPAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT UNTUK PENGEMBANGAN BRIKET LIMBAH AMPAS KOPI Sanjaya, Manasye Surya; Praptono, Budi; Aisha, Atya Nur
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.15300

Abstract

Limbah ampas kopi yang dihasilkan dari proses ekstraksi kopi dapat dimanfaatkan sebagai produk yang bermanfaat bila diolah dengan baik karena memiliki nilai kalor yang tinggi. Salah satu produk yang dapat dihasilkan dari pengolahan limbah ampas kopi adalah briket sebagai bahan bakar alternatif. Pengembangan briket limbah ampas kopi dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) untuk merancang briket dari limbah ampas kopi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan standar SNI. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat sepuluh atribut produk yang diidentifikasi sebagai kunci kepuasan pelanggan meliputi panas tinggi, durasi penggunaan lama, kemudahan penyalaan, kekuatan fisik baik, ketahanan terhadap kerusakan saat penyimpanan, residu minimal, penggunaan limbah daur ulang, ramah lingkungan, dan harga terjangkau. Selain itu, terdapat sepuluh technical response yang penting dalam pengembangan produk briket limbah ampas kopi beserta dengan target spesifikasi seperti nilai kalor ≥ 5000 kal/gr, laju pembakaran ≤ 0.13 gram/menit, durasi penyalaan ≤ 93 detik, kadar air ≤ 8%, komposisi perekat ≤ 10%, kadar abu ≤ 8%, kadar zat terbang ≤ 15%, kadar karbon terikat ≥ 43.98%, komposisi limbah ampas kopi ≥ 90%, dan harga ≤ Rp6000.Kata Kunci:  Limbah Ampas Kopi, Briket, Quality Function Deployment (QFD)
MINIMASI WASTE MOTION MENGGUNAKAN METODE 5S PADA PRODUKSI KONSENTRAT KOPI XYZ DENGAN PENDEKATAN LEAN MANUFACTURING Prasmita, Louisa Dhevea Kylla Putri; Yastica, Tiara Verita; Caesaron, Dino
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.15301

Abstract

Keterlambatan pengiriman pada warehouse XYZ menjadi suatu masalah dalam proses produksi konsentrat kopi XYZ. Hal ini disebabkan adanya aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah atau kegiatan pemborosan. Berdasarkan wawancara, penyebab dari keterlambatan tersebut dikarenakan kegiatan produksi belum berjalan dengan baik. Tujuan penelitian ini untuk melakukan perbaikan waste motion serta mengidentifikasi perubahan waktu setelah perbaikan. Pendekatan yang digunakan adalah Lean Manufacturing, dengan menggunakan Process Activity Mapping untuk mengidentifikasi waste yang terjadi. Didapatkan bahwa waste motion menjadi pemborosan paling banyak terjadi dengan persentase sebanyak 57% dan pemetaan menggunakan Value Stream Mapping didapatkan lead time sebesar 1079,75 detik. Perbaikan dilakukan dengan menggunakan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu, shitsuke) sehingga terdapat penurunan lead time sebesar 26%.Kata Kunci:  Keterlambatan, Lean Manufacturing Waste, Process Activity Mapping, Value Stream Mapping.
PERANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN OBAT MENGGUNAKAN METODE PROBABILISTIC CONTINUOUS REVIEW SYSTEM DAN PERIODIC REVIEW SYSTEM UNTUK MEMINIMASI STOCKOUT DI INSTALASI FARMASI RSUD TOTO KABILA Mahmud, Rahmiyanti; Saragih, Nova Indah; Muttaqin, Prafajar Seksessanno
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.16305

Abstract

RSUD Toto Kabila memiliki layanan instalasi farmasi yang bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan persediaan bahan medis mulai dari proses perencanaan hingga pendistribusian. Namun, dalam melakukan persediaan Obat Instalasi Farmasi RSUD Toto Kabila mengalami kekosongan stok obat. Stockout tersebut disebabkan oleh Instalasi Farmasi belum memiliki kebijakan mengenai pemesanan ulang, ukuran pemesanan optimal, dan tingkat persediaan maksimum. Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang diberikan yaitu melakukan perancangan sistem kebijakan persediaan obat menggunakan metode Probabilistic Continuous Review System dan Periodic Review System untuk meminimasi stockout pada Instalasi Farmasi RSUD Toto Kabila. Perancangan persediaan usulan menggunakan continuous review (s, S) akan menghasilkan kebijakan persediaan berupa titik pemesanan ulang dan tingkat persediaan maksimum, serta rancangan kebijakan persediaan usulan menggunakan periodic review (R, s, S) menghasilkan waktu interval review, titik pemesanan ulang dan tingkat persediaan maksimum. Usulan kebijakan persediaan menggunakan continuous review (s, S) dan periodic review (R, s, S) dapat meminimasi jumlah stockout obat yang awalnya berjumlah 349.406 unit menjadi 33.521 unit atau sebesar 90,4%.Kata Kunci:  Obat, Stockout, Continuous Review System, Periodic Review System
PERANCANGAN ALAT PEMETIK DAUN TEH UNTUK MENGURANGI RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS PADA PETANI Kusuma, Muhammad Rafi; Mufidah, Ilma; Martini, Sri
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.15429

Abstract

Pada proses pemetikannya, petani di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII sudah menggunakan mesin pemetik pucuk daun teh, namun postur tubuh dari petani saat menggunakan mesin tersebut tidak ergonomis yang dapat berisiko kepada Musculoskeletal Disorders (MSDs). Dengan itu, penelitian ini dibuat untuk membuat rancangan alat bantu mesin pemetik pucuk daun teh di PTPN VIII yang dapat mengurangi risiko MSDs. Metode yang digunakan dalam perancangan alat ini yaitu User Centered Design (UCD) di mana metode ini dapat merancang suatu produk yang berorientasi kepada pengguna dalam proses mendesainnya. Postur tubuh petani akan dinilai melalui perhitungan Rapid Upper Limb Assessment(RULA) yang mampu mengevaluasi postur tubuh terhadap risiko ergonomi yang terkait dengan MSDs. Berdasarkan hasil perhitungan RULA, didapatkan postur pada petani 1 memiliki skor RULA sebesar 7, petani 2 sebesar 6, dan petani 3 sebesar 3. Setelah dilakukan simulasi terhadap hasil rancangan dengan software Jack 8.2 didapatkan skor sebesar 3 pada petani 1 dan 2 yang memiliki risiko rendah. Hal tersebut menyatakan bahwa alat bantu mesin pemetik pucuk daun teh dapat mengurangi risiko MSDs. Kata Kunci:  Teh, Musculoskeletal Disorders, Ergonomi, User Centered Design
USULAN SISTEM PERPARKIRAN DAN PENENTUAN KEBUTUHAN LAHAN PARKIR DI UNIVERSITAS “X” DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ANTRIAN DAN SIMULASI Arisandhy, Vivi; Suhada, Kartika; Rexivio, Derys Christian; Kartawidjaja, Maria Angela; Sukwadi, Ronald
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.16079

Abstract

Penelitian mengenai sistem perparkiran dan sistem antrian telah banyak dilakukan sebelumnya. Namun penelitian yang membahas sistem perparkiran yang berpengaruh ke sistem antrian dan perhitungan kebutuhan lahan parkir belum banyak dilakukan. Panjangnya antrian mobil di depan Gerbang 2 Universitas “X” banyak dikeluhkan mahasiswa dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas depan kampus. Oleh karena itu, akan diusulkan sistem perparkiran dan penentuan kebutuhan lahan parkir di universitas tersebut. Langkah pertama yang dilakukan adalah pengujian kesamaan rata-rata untuk laju kedatangan mobil dan lama waktu parkir antar rentang waktu dan antar hari dengan SPSS. Selanjutnya dilakukan penentuan distribusi laju kedatangan mobil dan lama waktu parkir, lama waktu pelayanan manless dan loket keluar dengan Stat Fit. Kemudian dibuat model simulasi sistem antrian saat ini dan usulan dengan program Promodel. Dengan melakukan perubahan lokasi pintu masuk, posisi manless dan loket operator keluar, terjadi penurunan lama waktu menunggu sebesar 95,88% di manless Gedung A, 42,31% di manless Gedung B, 79,40% di drop-off point dan panjang antrian maksimum di depan gerbang masuk menurun sebesar 91,40%. Kebutuhan maksimum lahan parkir Gedung B adalah 394 mobil. Dengan diijinkannya parkir paralel, lahan parkir dapat menampung 392 mobil. Oleh karena kekurangan lahan hanya sebesar 2 mobil, maka lahan parkir Gedung B yang ada saat ini masih mencukupi kebutuhan.Kata Kunci:  Antrian, Lahan Parkir, Manless, Sistem Perparkiran, Simulasi

Page 2 of 2 | Total Record : 20