G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Diterbitkan sebagai media publikasi hasil penelitian dan karya ilmiah dalam bidang ilmu Bimbingan dan Konseling sebagai upaya meningkatkan dan mengimplementasikan teori serta praktik layanan Bimbingan dan Konseling. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan rujukan media publikasi ini untuk menyebar luaskan hasil karya ilmiah dalam bidang bimbingan dan konseling khususnya dan bidang psikologi pendidikan pada umumnya. G-COUNS: Jurnal Bimbingan dan Konseling terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu bulan Desember dan Juli.
Articles
997 Documents
Hubungan Dukungan Suami Dengan Maternal Confidence Pada Perempuan Bekerja Pasca Melahirkan
Fakhriyyah Arsya;
Syifa Fauzia;
Devi Wulandari
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6426
Bagi seorang perempuan, berperan sebagai ibu menjadi bentuk pencapaian yang luar biasa, namun dibalik itu ibu memiliki tanggung jawab yang besar ketika harus mengurus anak serta memiliki pekerjaan di luar rumah. Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya hubungan dukungan suami dengan maternal confidence pada perempuan bekerja pasca melahirkan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan hasil uji korelasi spearman rho dengan teknik pengambilan sampling yang digunakan pada penelitian ini yaitu Non-Probability Sampling dengan menggunakan cara Convenience/Accidental Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai kategorisasi tinggi pada 95 subjek (87.2%) dalam mendapatkan dukungan suami dan pembentukan maternal confidence pada 106 subjek (97.2%), serta menghasilkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,822 > 0,001 yang berarti tujuan dari penelitian ini terpenuhi. Dukungan suami memiliki hubungan dengan maternal confidence, sehingga dampak yang ditimbulkan merupakan keyakinan diri pada perempuan yang bekerja dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan rumah tangga. Kata kunci: dukungan suami, maternal, confidence, ibu bekerja
Emotional Intelligence and Organizational Justice towards Counterproductive Work Behavior
Tiansari, Aulia Fajar;
Widiasih , Puti Archianti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6433
Counterproductive work behavior is a common phenomenon that is a problem in human resources, employee behavior itself is a topic that is interested in research because behavior itself can influence the success of an organization in achieving predetermined goals This research aims to determine the Influence of emotional intelligence and organizational justice towards counterproductive work behavior. This is a quantitative research type. The research subjects involved account officer employees. The research data sources were from primary data and secondary data. Primary data was observed using a questionnaire (Google form), while secondary data was from employee data, books, and scientific journals. The research results reveal that a significant influence between emotional intelligence and organizational justice on counter-productive work behavior was found, seen from R square, namely 0.543 or 54.3% and the rest was influenced by other variables. Keywords: emotional intelligence, organizational justice, work behavior, counterproductive
Emotional Regulation Scale: A Rasch Model Approach
Muqaffi;
Nandang Rusmana;
Ilfiandra
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6453
This study evaluates students' emotion regulation ability during the first three years of study with a qualitative experimental approach in a within group design. The instrument used was James J. Gross' Emotion Regulation, which was translated into Bahasa Indonesia. This instrument includes two main aspects: Cognitive Reappraisal (6 items) and Expressive Suppression (4 items), with a total of 10 items. The validity and reliability of the instrument were tested using Rasch modeling through the Winsteps application. The results of the validity analysis showed 8 items were valid and 2 items required revision. Instrument reliability was measured by Cronbach's Alpha, resulting in a value of 0.79 (Good category) for the overall instrument, and a value of 0.97 (Excellent category) for item reliability. These validity and reliability tests ensure that the data collected is accurate, consistent, and reliable, so that this instrument can be used to measure students' level of emotion regulation. Keywords: emotional regulation, rasch model, emotional regulation scale, college students
Konsep Diri Dan Kematangan Karier Siswa Kelas XII SMA Di Kabupaten Semarang
Febrianti, Feni;
Dewita Karema Sarajar
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6463
Siswa kelas XII SMA dihadapkan pilihan dalam menentukan karier. Dengan demikian, perlu memiliki konsep diri yang baik untuk mencapai kematangan karier. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan kematangan karier pada siswa kelas XII SMA di Kabupaten Semarang. Metode penelitian secara kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan data melalui kuesioner dengan skala likert pada 200 partisipan dengan Teknik quota sampling. Metode analisis data yang digunakan uji korelasi Spearman's Rho. Terdapat dua skala dalam penelitian, yaitu skala konsep diri dan skala kematangan karier. Hasil penelitian ini terdapat korelasi sebesar 0,307 dan nilai signifikansi 0.000 (p < 0,05). Hal tersebut menunjukan bahwa terdapat hubungan yang positif antara konsep diri dan kematangan karier. Artinya apabila konsep diri tinggi maka kematangan karier juga tinggi begitupun sebaliknya. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan guru BK memfasilitasi siswa dalam membentuk konsep diri yang baik sehingga dapat memiliki kematangan karier yang baik. Kata kunci: konsep diri, kematangan karier, siswa SMA
Mengukur Psychological Well-Being: Peran Body Image dan Gratitude Pada Wanita Dewasa Awal
Anisa Fitri;
Fahrul Razi Ishaq Ibrahim
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6485
Wanita seringkali menghadapi terkanan standar sosial terhadap penampilan fisik yang tidak realistis sehingga dapat merusak kesejahteraan psikologis yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah terdapat pengaruh body image dan gratitude terhadap psychological well-being pada wanita dewasa awal. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik accidental sampling denggan menggunakan google form. Responden penelitian ini sebanyak 300 wanita dewasa awal. Analisis data menggunakan perangkat software jamovi versi 2.4, dengan model regresi linear berganda yang menunjukkan bahwa: body image dan gratitude berpengaruh positif terhadap psychological well-being, body image dan gratitude berpengaruh positif secara simultan terhadap pyschological well-being sebesar 20,3 % dengan nilai F sebesar 39.1 (p<0.001). Wanita dewasa awal yang memiliki kesejahteraan mental yang baik, cenderung terpengaruhi oleh body image yang rendah, kesadaran akan rasa syukur dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kesejahteraan mental. Kata kunci: body image, gratitude, psychological well-being
Kebersyukuran dan Intensi Berselingkuh di Usia Dewasa Madya
Kusumiati, Ratriana Yuliastuti Endang;
Wahyuningrum, Enjang;
Christina, Yemima Joy;
Gratia, Yessika Sola
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 2 (2025): April 2025, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/g-couns.v9i2.6505
Perselingkuhan merupakan salah satu penyebab terkuat terjadinya perceraian. Intensi merupakan faktor motivasional yang berpengaruh besar terhadap perilaku dan dapat digunakan sebagai indikator untuk memprediksi perilaku. Kebersyukuran memiliki korelasi terhadap intensi melakukan perselingkuhan. Penelitian yang dilakukan menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengetahui hubungan antara kebersyukuran dengan intensi perselingkuhan dan uji beda untuk mengetahui perbedaan intensitas berselingkuh pada pria dan wanita. Berdasarkan hasil perhitungan uji korelasi diperoleh nilai sebesar -0,134 dengan sig. = 0,007 (p<0,05). Uji komparatif terhadap pria dan wanita tentang intensi berselingkuh menunjukkan ada perbedaan intensi berselingkuh antara pria dengan wanita dan dari kedua kelompok tersebut, intensi berselingkuh pria cenderung lebih tinggi dibanding wanita. Dengan demikian, diharapkan para pasangan dapat meningkatkan kebersyukurannya agar relasi dengan pasangan semakin baik dan kecenderungan berselingkuhnya rendah. Kata kunci: perselingkuhan, kebersyukuran, dewasa madya
Peranan Bimbingan dan Konseling Dengan Teknik Self-Control Dalam Mengatasi Kecanduan Game Online Pada Siswa
Muhammad Farhan Dwizar;
Fauziah Nasution
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6507
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan bimbingan dan konseling dengan teknik self-control dalam mengatasi kecanduan game online pada siswa di SMA Negeri 1 Batang Kuis. Peneliti ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini yaitu guru BK, wali kelas, dan 3 siswa laki-laki yang mengalami kecanduan game online. Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabasahan data pada penelitian ini dengan teknik triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan guru BK yaitu memberikan pemahaman kepada siswa yang mengalami kecanduan game online dengan melakukan pengontrolan serta pengawasan terhadap perkembangan diri siswa. Serta menerapkan teknik self-control yang meliputi kontrol perilaku, kontrol kognitif, dan kontrol pengambilan keputusan. Faktor pendukung guru BK yaitu orang tua, wali kalas, dan guru BK. Faktor penghambat guru BK yaitu adanya peraturan baru yang mengizinkan siswa untuk membawa handphone ke sekolah dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. Kata kunci: bimbingan dan konseling, teknik self-control, kecanduan game online
Gambaran Psychological Well-Being Pada Caregiver Yang Merawat Pasien Stroke
Elisabeth Dian Kurnia Tantami;
Krismi Diah Ambarwati
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6514
Penelitian ini membahas mengenai Psychological well-being yang diperlukan caregiver pasien Stroke untuk menghadapi tantangan dan menjalani hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran psychological well-being pada caregiver yang merawat pasien Stroke. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang caregiver lansia yang merawat suaminya yang sakit Stroke selama 10-15 tahun melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa caregiver memiliki penerimaan diri yang baik, memiliki hubungan yang positif dengan orang lain, mampu hidup mandiri, memiliki penguasaan lingkungan yang baik, memiliki tujuan hidup yang jelas dan dapat memaknai hidupnya, mampu mengembangkan keterampilannya dalam merawat suaminya, serta menampilkan aspek spiritualitas yang berkaitan dengan tercapainya psychological well-being yang baik. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman tentang gambaran psychological well being pada caregiver pasien Stroke. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. Kata kunci: psychological well-being, caregiver, lansia
Pengaruh Mindfulness dan Religiusitas Terhadap Meningkatnya Tingkat Depresi Pada Remaja Muslim di Kota Kuningan
Mochamad Khalam Khahardika Attamimi;
Fahrul Rozi;
Muhammad Abdul Halim Sani
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6521
Remaja merupakan proses transisi usia dari anak menuju dewasa yang seringkali dihubungkan dengan perilaku negatif sehingga tidak sedikit remaja rentan mengalami kondisi emosi tidak stabil yang dapat mengakibatkan mengalami gangguan depresi. Depresi merupakan gangguan afektif yang dapat berimplikasi terhadap kondisi fisik, psikis, ataupun sosial seseorang. Sebanyak 6,1% jumlah populasi di Indonesia pada kelompok usia 15 tahun keatas terindikasi menderita gangguan mental. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara mindfulness, dan religiusitas terhadap depresi remaja akhir beragama muslim di Kota Kuningan. Pada penelitian ini metode yang dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling. Hasil menyebutkan bahwa mindfulness dan religiusitas berpengaruh simultan terhadap tingkat depresi pada remaja muslim di kota Kuningan. Maka remaja muslim di kota Kuningan yang memiliki tingkat mindfulness, religiusitas tinggi akan terhindar dari depresi. Penelitan ini dapat memberikan kontribusi yang berarti dalam upaya pencegahan dan penanganan depresi pada remaja, meningkatkan kualitas hidup mereka melalui peningkatan mindfulness dan religiusitas. Kata kunci: mindfulness, religiusitas, depresi, remaja, muslim
The Influence of Humility and Forgiveness on Bullying Behavior in Islamic Student
Gina Islamiyati;
Abu Bakar Fahmi;
M. Abdul Halim Sani
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 9 No. 1 (2024): Desember 2024. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31316/gcouns.v9i1.6532
Islamic boarding schools use a disciplinary system designed to make students accountable for their behavior. On the other hand, certain supervisors, also known as mudabbir or mudabbirah, could abuse it in order to threaten or exact revenge on students. Strict regulations and insufficient oversight create a climate that encourages bullying. Elliott's (2010) humility scale, McCullough et al TRIM-18 scale (adapted by Agung (2015)), and Shaw et al.'s (2013) bullying scale (FBS) were among the measurement instruments used. According to regression analysis, forgiveness greatly decreased bullying (p = 0.033), whereas humility did not significantly reduce bullying (p = 0.431). The entire regression model's lack of significance (p = 0.088) implies that differences in bullying behavior may not be significantly impacted by attitudes toward humility and forgiveness. This study investigates the relationship between bullying among Islamic boarding school students and attitudes of humility and forgiveness. Keywords: bullying, humility, forgiveness, islamic boarding school