cover
Contact Name
Dr. Elsina Titaley, M.Si
Contact Email
komunitas.jurnalsosiologi@gmail.com
Phone
+6281224821150
Journal Mail Official
komunitas.jurnalsosiologi@gmail.com
Editorial Address
Lantai I, Kampus FISIP Universitas Pattimura Jalan Ir. M. Putuhena - Poka, Ambon e-mail: komunitas.jurnalsosiologi@gmail.com
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Komunitas: Jurnal Ilmu Sosiologi
Published by Universitas Pattimura
Jurnal komunitas sebagai jurnal ilmu Sosiologi online diterbitkan oleh Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura. Komunitas dalam ilmu sosiologi memiliki arti sebagai sekumpulan orang berada pada lingkungan yang sama, saling mengenal dan saling sepenanggungan. Berkaitan dengan itu, Komunitas dalam jurnal online ini, mengandung makna kumpulan Sosiolog yang mempunyai rasa sepenanggungan bertanggungjawab secara akademik dalam mengembangkan ilmu sosiologi melalui penulisan-penulisan ilmiah sesuai dengan perkembangan masyarakat. Jurnal Komunitas diterbitkan pada bulan Mei 2020 dan waktu penerbitan berkala 2 (dua) kali satu tahun pada bulan Mei dan Oktober. Artikel yang diterima dan akan diterbitkan berkaitan dengan ilmu sosiologi.
Articles 62 Documents
STRATEGI INTEGRASI ORANG BUTON DAN ORANG WAKAL DI DUSUN WA HATU NEGERI WAKAL KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH Raihan Sopamena; Hermien L. Soselisa; Wellem R. Sihasale; Suleman Angkotasan
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 1 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue1page1-21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan strategi integrasi orang Buton dan orang Wakal di Dusun Wa Hatu Negeri Wakal Kecamatan Leihitu Kabupaten Mauku Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di Dusun Wa Hatu Negeri Wakal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajemukan yang terdapat pada masyarakat di Maluku yaitu kemajemukan antara warga asli dan warga pendatang. Warga pendatang tersebut terdiri dari berbagai macam suku di tanah air seperti Jawa, Bugis, Buton, Sumatera, dan suku bangsa lainnya. Para pendatang telah mengalami sebuah proses adaptasi dan interaksi dengan warga asli atau dengan sesama warga pendatang lainnya. Warga pendatang merupakan orang-orang yang datang dari luar daerah dengan berbagai macam kepentingan dan berbagai latar belakang budaya yang berbeda, tinggal serta menetap di daerah tertentu. Sebagaimana yang tampak di Negeri Wakal Kecamatan Leihutu kabupaten Maluku Tengah. Negeri Wakal, sejak dahulu telah didiami oleh suku asli. Pada tahun 1940, warga pendatang yang berasal dari Buton masuk dan mendiami daerah tersebut, khususnya pada dusun Wa Hatu. Kedatangan warga atau Orang Buton diterima dengan baik oleh seluruh warga masyarakat di Negeri Wakal. Hubungan kawin-mawin antara Orang Buton dengan warga asli merupakan salah satu bentuk dari strategi integrasi yang dilakukan supaya dapat bertahan hidup di Dusun Wa Hatu. Strategi integrasi yang dilakukan telah membawa dampak positif sebab hingga saat ini tidak pernah terjadi konflik antara masyarakat asli Negeri Wakal dengan Orang Buton. Kehidupan kedua kelompok masyarakat ini terpelihara dengan baik dan menjalani kehidupan bersama tanpa ada perpecahan diantara mereka
VATU MERAH SEBAGAI SATU SIMBOL HUBUNGAN ADE DAN KAKA ANTARA ADODO FORDATA DENGAN TANIMBAR KEI Evathalia D. O. Ratunara; Prapti Murwani; Abdul R. Malawat; Fransina Matakena
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 1 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue1page22-34

Abstract

Pada masa sekarang ini banyak pergeresan budaya dan kultur dari masyarakat akibat perkembangan sains dan teknologi. Vatu Mera merupakan sebuah prastasi budaya antara Desa Adodo Fordata dengan Tanimbar Kei. Prastasi budaya ini sebagai simbol ikatan ade dan kaka yang tidak terpisahkan dan dalam kesatuan yang utuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interaksi sebelum dan sesudah didirikannya prasasti Vatu Merah. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan adanya partisipasi Vatu Mera sangat baik di tengah masyarakat dalam menjaga dan melestarikan hubungan persaudaran yang rukun dengan hidup teratur dan menghagai atar dua etnis yang berbeda. Prasasti Vatu Mera dianggap sangat penting bagi hubungan mereka yang sudah ada sejak lama. Pandangan masyarakat terhadap prasasti Vatu Merah merupakan sebuah bukti sejarah bagi generasi muda yang akan datang, agar mereka tahu bahwa mereka memiliki ikatan ade-kaka antara Tanimbar Kei dengan Desa Adodo Fordata.
INTERAKSI WANITA BERCADAR DI KAMPUNG KISAR - KOTA AMBON Suci N. Kaplale; Feky Manuputty; Simona Ch. Litaay; Jurnie Darakay
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 1 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue1page35-44

Abstract

Penelitian ini berfokus pada interaksi wanita bercadar dengan masyarakat di Lorong Muhajirin Kampung Kisar, Kebun Cengkih, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan wanita bercadar dengan masyarakat di Kampung Kisar Kebun Cengkih. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kualitatif, untuk mencari data-data yang ada di lapangan maka dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi wanita bercadar dengan masyarakat di mulai dengan wanita bercadar yang memberi sapaan duluan. Hal itu juga terjadi jika mata saling bertemu, dan gerak tubuh yang mengisyaratkan untuk memulai interaksi. Hubungan masyarakat dengan wanita bercadar terjalin baik dengan adanya kegiatan sosial posyandu dan gotong royong dalam hal kerja bakti masjid
INTEGRASI SOSIAL ORANG BURU DAN ORANG JAWA DI DESA TIFU KECAMATAN LOLONG GUBA KABUPATEN BURU - MALUKU Elsina Titaley; Christwyn R. Alfons; Clementina O. Rumlus; Jouverd F. Frans
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 1 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue1page45-58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan integrasi sosial orang Buru dan orang Jawa di Desa Tifu Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan lokasi penelitian di Desa Tifu Kecamatan Lolong Guba Kabupaten Buru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Buru dan orang Jawa di Desa Tifu menjalani kehidupan bersama serta berdampingan satu dengan yang lain. Pola hidup berdampingan ini yang kemudian menciptakan terciptanya interaksi sosial yang sangat intens antar warga, di Desa Tifu. Pola hidup seperti ini juga telah menyebabkan munculnya integrasi sosial antar orang Buru dan orang Jawa di desa tersebut. Integrasi sosial tersebut seperti, integrasi interaksionis, integrasi normatif, dan integrasi fungsional. Munculnya integrasi interaksionis seperti adanya kerjasama antara orang Buru dan orang Jawa dalam bentuk kerja bakti di lingkungan tempat tinggal, kelompok usaha tani, kelompok usaha mebel, dan kerjasama penambangan emas di Gunung Botak. Integrasi normatif muncul seperti adanya kebiasaan saling kunjung mengunjungi pada saat perayaan hari-hari besar keagamaan. Sedangkkan integrasi fungsional yang muncul seperti ada hubungan-hubungan yang terjalin melalui ikatan-ikatan perkawinan di antara mereka. Ikatan-ikatan perkawinan tersebut telah terjalin antara laki-laki orang Buru dengan perempuan orang Jawa dan sebaliknya antara laki-laki orang Jawa dengan perempuan orang Buru. Realitas seperti ini menunjukkan tingginya nilai-nilai toleransi dan rasa saling menghormati, dalam dan atau antar keluarga sehingga menjadi dasar yang kuat bagi terwujudnya integrasi sosial antar mereka.
PEMERINTAHAN ADAT DAN KONFLIK INTERNAL DI NEGERI TITAWAI KECAMATAN NUSALAUT KABUPATEN MALUKU TENGAH Marthin Riruma; Tonny D. Pariela; Syane Matatula; Dominggus E. B. Saija
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 1 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue1page59-79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang pemerintahan adat dan konflik internal di Negeri Titawai Kecamatan Nusalaut Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan lokasi penelitiannya pada Negeri Titawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sebagai negeri adat maka Titawai juga mengenal sistem pemerintahan adat yang dipimpin oleh seorang raja. Raja yang memimpin pemerintahan adat tersebut sesuai aturan adat juga harus berasal dari matarumah parentah tidak boleh dari matarumah lain kecuali adat persetujuan dari matarumah parentah. Demikian maka sejak zaman leluhur mereka telah mengakui bahwa marga yang memiliki hak atau yang berkuasa untuk memerintah adalah marga Hehanussa. Adapun marga Hitijahubessy yang pernah memimpin pemerintahan atau menjadi raja di Negeri Titawai karena diangkat oleh penjajah Belanda, yang pada masa itu menangkap raja Hehanussa karena dianggap bekerja sama dengan Pattimura untuk melawan mereka. Pengangkatan marga Hitijahubessy untuk menjadi raja oleh penjajah Belanda karena dianggap dapat bekerjasama untuk memperlancar strategi politik Belanda, terutama dalam menguasai rempah-rempah di Negeri Titawai. Tindakan penjajah Belanda untuk menunjuk marga Hitijahubessy menjadi raja merupakan bentuk intervensi mereka terhadap sistem pemerintahan adat di Negeri Titawai pada saat itu. Kenyataan itu menyebabkan muculnya konflik antar laten antar kelompok masyarakat di Negeri Titawai.
BUDAYA MASOHI MASYARAKAT ADAT NEGERI SAMASURU - MALUKU Elsina Titaley; Syane Matatula
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 2 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue2page80-97

Abstract

Masyarakat Negeri Samasuru sebagai masyarakat adat di Maluku yang menempati wilayah selatan Pulau Seram, di dalamnya terdapat banyak nilai budaya yang dipraktekkan termasuk nilai budaya masohi. Juga, nama Samasuru digunakan sebagai nama lambang adat beberapa negeri adat di Pulau Saparua, Pulau Haruku, pulau Nusalaut dan Pulau Ambon. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif diketahui bahwa terdapat hubungan sosial berdasarkan sejarah dari negeri-negeri yang menggunakan nama Samasuru. Pelaksanaan budaya masohi oleh masyarakat Negeri Samasuru sangat bermanfaat bagi kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang, dimana solidaritas sosial dalam masyarakat terus terbina bahkan mengalami peningkatan secara berkualitas. Saat ini pelaksanaan budaya masohi mengalami kelesuan oleh karena warga masyarakat telah memiliki fasilitas untuk menyelesaikan masalah pribadi, juga terbentuknya kelompok-kelompok di dalam masyarakat yang berkonflik sampai pada konflik fisik atas pengeruh pemerintah sebagai akibat sengketa batas wilayah kabupaten antara Kabupaten Maluku Tengah dengan Kabupaten Seram Bagian Barat. Kata Kunci: Budaya, masohi, Samasuru, solidaritas sosial, konflik. The Samasuru village community is an indigenous community in Maluku which occupies the southern region of Seram Island, in which many cultural values ​​that are practised including masohi cultural values. Also, the name Samasuru is used as the name of the traditional symbol of several indigenous villages on Saparua Island, Haruku Island, Nusalaut Island and Ambon Island. Through descriptive qualitative research methods, it is known that there are social relations based on the history of countries that use the name Samasuru. The implementation of masohi culture by the people of Samasuru village is very beneficial for both short and long-term interests, where social solidarity in society continues to be fostered and even increases in quality. At present, the implementation of masohi culture is experiencing sluggishness because members of the community already have the facilities to resolve personal problems, as well as the formation of groups within the community that are in conflict to the point of physical conflict over the influence of the government as a result of a district boundary dispute between Central Maluku Regency and Seram Regency. Keywords: Culture, masohi, Samasuru, social solidarity, conflict.
SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT NEGERI SEAKASALE DAN SUKARAJA DI KECAMATAN TANIWEL TIMUR KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Dominggus E. B. Saija; Chrisna E. Ahiyate
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 2 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue2page98-117

Abstract

Kemajemukan suatu masyarakat merupakan kelaziman yang seringkali dijumpai, dimana perbedaan-perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan bukanlah suatu hal yang baru. Kemajemukan tersebut juga dilandasi oleh nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat sehingga mereka dapat tetap hidup berdampingan dan saling menghormati serta tolong-menolong antara satu dengan yang lain. Realitas objektif tersebut sebagaimana yang juga tampak pada masyarakat Seakasale dan Sukaraja. Masyarakat Seakasale dan Sukaraja merupakan dua kelompok masyarakat yang hidup berdampingan sejak dahulu. Kedua kelompok masyarakat ini, baik Seakasale maupun Sukaraja memliki tradisi hidup yang diwariskan oleh para leluhur mereka. Tradisi saling menghormati, saling menghargai dan saling tolong menolong telah dilakukan oleh para leluhur mereka sejak dahulu dan hingga sekarang masih terus dilestarikan. Walaupun kedua kelompok masyarakat ini berbeda dalam keyakinan, yakni masyarakat Seakasale mayoritas merupakan pemeluk agama Kristen Protestan sedangkan masyarakat Sukaraja mayoritas merupakan pemeluk agama Islam tetapi tidak menjadi penghalang untuk mereka menjalin kehidupan yang harmonis. Tradisi saling tolong menolong, saling menghormati, dan menghargai serta kunjung mengunjungi bahkan hubungan kawin mawin telah menjadi landasan yang kokoh untuk termanifestasinya solidaritas sosial antara kedua kelompok masyarakat tersebut. Solidaritas sosial yang begitu kuat telah mampu menghindari dan bahkan mengatasi berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan bersama sebagai dua negeri bertetangga serta harmonis dalam persaudaraan yang rukun.
INTEGRASI ANTAR LEMBAGA SOSIAL DI NEGERI HUTUMURI KECAMATAN LEITIMUR SELATAN KOTA AMBON Maria M. Efruan; Tonny D. Pariela; Tontji Soumokil
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 2 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue2page118-127

Abstract

Integrasi dalam realitas ini merupakan proses berintegrasinya lembaga- lembaga sosial yang berbeda, yaitu lembaga pemerintah atau Raja, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan dan lembaga adat dalam komunitas kemudian menjadi kesatuan yang bulat dan utuh. Dari hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa integrasi antar kelima lembaga sosial yang ada di Negeri Hutumuri berbentuk tipe integrasi interaksionis, integrasi normatif dan integrasi fungsional. Proses integrasi antar kelima lembaga sosial terjadi karena adanya interaksi timbal-balik yang serasi, dilihat dari hubungan kerjasama yang selalu terjadi antara kelima lembaga ini lewat program-program maupun kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama. Salah satu hal mendasar yang membuat relasi antara lembaga sosial berjalan dengan baik adalah dengan cara mentransformasi pengetahuan tentang keberadaan sejarah negeri dan berbagai bentuk struktur sosial dan realitas dinamika masyarakat yang berkembang didalamnya. Transformasi pengetahuan akan sejarah negeri secara baik kepada masyarakat akan memberikan gambaran yang utuh dan kompleks kepada masyarakat agar dapat memahami konteks sosial yang ada di Negeri Hutumuri, sehingga ketika melangkah dalam mengambil keputusan di dalam sebuah lembaga yang melibatkan masyarakat banyak, tidak mengambil keputusan yang salah. Kelima lembaga sosial juga memiliki ikatan sosial yang kuat dalam artian setiap lembaga sosial memiliki sikap keterbukaan dalam bekerjasama dan kebersamaan serta rasa solidaritas kelima lembaga sosial untuk bersama membangun Negeri Hutumuri.
KEPEMIMPINAN DAN STABILITAS RELASI-RELASI SOSIAL DI NEGERI LAHA KECAMATAN TELUK AMBON KOTA AMBON Kiki Rahayu; Tonny D. Pariela; Pieter H. Manuputty
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 2 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue2page128-136

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk Mengetahui, Memahami, dan menjelaskan aspek-aspek kepemimpinan dari lembaga-lembaga sosial dan dampak kepemimpinan terhadap stabilitas relasi-relasi sosial antar lembaga atau kelompok-kelompok dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, latar belakang terjadinya konflik adalah tidak adanya transparansi dan interaksi sosial antara pemimpin dengan lembaga-lembaga (masing-masing simpul lembaga mempunyai pengikutnya masing-masing) yang ada di dalam negeri sehingga terjadinya pengelompokkan di dalam negeri. Kedua, kepemimpinan dan relasi sosial sangat erat kaitannya untuk menyangga dan menjaga stabilitas di dalam negeri.
KAUM PEREMPUAN DESA WAIMITAL KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT DI MASA PANDEMIK COVID-19 Christwyn R. Alfons; Jouverd F. Frans
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 5 No 2 (2022): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol5issue2page137-142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap realitas kehidupan kaum perempuan di masa pandemik Covid-19. Sebagaimana diketahui seluruh dunia diperhadapkan dengan situasi yang mengancam eksistensi kehidupan manusia secara khusus di Desa Waimital Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Kaum perempuan di wilayah desa transmigrasi yang penduduk umumnya etnis Jawa ini letaknya jauh dari akses Ibu Kota provinsi berupaya untuk mendapatkan berbagai informasi pencegahan, penanggulangan serta pengelolaan kehidupan keluarga melalui media-media informasi. Sebagai wilayah sentra ekonomi, kaum perempuan menunjukkan eksistensi mereka mempertahankan keberlanjutan kehidupan keluarga di tengah berbagai regulasi pembatasan sosial yang ditetapkan pemerintah terhadap realitas sosial budaya dan ekonomi. Berbagai respons yang dilakukan merupakan inisiatif kaum perempuan lewat peran ganda sebagai ibu rumah tangga yang relatif tidak dilakukan sebelum masa pandemik sesungguhnya menunjukkan eksistensi mempertahankan keberadaan keluarga menghadapi bencana sosial. Metode penelitian yang digunakan dalam menelusuri realitas objektif perempuan di 2 (dua) lokasi ini menggunakan pendekatan kualitatif.