cover
Contact Name
Dr. Elsina Titaley, M.Si
Contact Email
komunitas.jurnalsosiologi@gmail.com
Phone
+6281224821150
Journal Mail Official
komunitas.jurnalsosiologi@gmail.com
Editorial Address
Lantai I, Kampus FISIP Universitas Pattimura Jalan Ir. M. Putuhena - Poka, Ambon e-mail: komunitas.jurnalsosiologi@gmail.com
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Komunitas: Jurnal Ilmu Sosiologi
Published by Universitas Pattimura
Jurnal komunitas sebagai jurnal ilmu Sosiologi online diterbitkan oleh Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura. Komunitas dalam ilmu sosiologi memiliki arti sebagai sekumpulan orang berada pada lingkungan yang sama, saling mengenal dan saling sepenanggungan. Berkaitan dengan itu, Komunitas dalam jurnal online ini, mengandung makna kumpulan Sosiolog yang mempunyai rasa sepenanggungan bertanggungjawab secara akademik dalam mengembangkan ilmu sosiologi melalui penulisan-penulisan ilmiah sesuai dengan perkembangan masyarakat. Jurnal Komunitas diterbitkan pada bulan Mei 2020 dan waktu penerbitan berkala 2 (dua) kali satu tahun pada bulan Mei dan Oktober. Artikel yang diterima dan akan diterbitkan berkaitan dengan ilmu sosiologi.
Articles 62 Documents
DOLLY DAHULU DAN SEKARANG Ode Dedy Lion; Feky Manuputty; Prapti Murwani
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 1 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue1page1-13

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kehidupan dunia malam serta kesejahteraan sosial ekonomi di lokalisasi Dolly Kota Surabaya sebelum maupun sesudah ditutup. Penelitian ini dilaksanakan di Surabaya. Pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara tatap muka maupun wawancara online karena situasi pandemi Covid-19 yang melarang adanya aktivitas diluar rumah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan besar pasca ditutupnya lokalisasi Dolly di Surabaya, terutama dengan perubahan sosial ekonomi masyarakatnya dan perubahan pola interaksi terkait aktivitas seks komersil di lokalisasi Dolly. Kebijakan pemerintah yang di satu sisi menjadi keuntungan bagi kalangan tertentu namun di sisi lain menjadi kerugian untuk orang-orang yang menggantungkan hidupnya di lokalisasi dolly itu sendiri. Pelatihan kerja 3 hari dan kompensasi sebesar Lima Juta Rupiah dirasa hanya menjadi “uang hiburan sementara” bagi para eks pekerja seks komersil di wilayah eks lokalisasi Dolly. Oleh sebab itu perlu pengkajian lebih dalam dan solusi yang benar-benar mensejahterakan rakyat agar tidak terjadi kesenjangan sosial ekonomi pasca ditutupnya lokalisasi Dolly.
LEMBAGA ADAT DAN EKSISTENSI MASYARAKAT ADAT NEGERI LAFA KECAMATAN TELUTI KABUPATEN MALUKU TENGAH Jacob Serumena; Hermien Soselisa; Wellem R. Sihasale
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 1 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue1page27-44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang lembaga adat dan eksistensi masyarakat adat di Negeri Lafa Kecamatan Teluti Kabupaten Maluku Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Negeri Lafa Kecamatan Teluti Kabupaten Maluku Tengah.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan lembaga-lembaga adat dalam kehidupan masyarakat adat dapat menjadi sarana untuk mengawasi dan mengatur pola-pola perilaku seluruh anggota masyarakat adat. Namun, realitas yang tampak terjadi saat ini bahwa keberadaan lembaga-lembaga adat dalam kehidupan masyarakat adat belum mampu melaksanakan tugas dan perannya dengan baik sehingga telah menyebabkan munculnya berbagai masalah adat seperti, diantaranya masalah batas-batas tanah petuanan dan masalah pemilihan raja. Guna mengatasi dan meminimalkan berbagai masalah adat yang muncul maka perlu adanya peningkatan peran lembaga-lembaga adat dan kesadaran seluruh anggota masyarakat adat untuk lebih mengenal serta memaknai nilai-nilai yang terkandung dalam adat-istiadat yang dimiliki. Hal ini penting dilakukan supaya pola-pola perilaku seluruh anggota masyarakat adat dapat mencerminkan dan memperkokoh eksistensi masyarakat adat. Masih kurangnya peran lembaga adat dimaksud sebagaimana yang tampak pada Negeri Lafa sebagai salah satu negeri adat yang terdapat di Pulau Seram. Lembaga adat di Negeri Lafa, seperti lembaga saniri hingga saat ini belum mampu melaksanakan perannya dengan baik. Hal ini disebabkan oleh masih kurang terjalin interaksi antara anggota saniri yang terdiri dari para orang tua dan anak muda sehingga menghambat peran lembaga saniri tersebut.
INTERAKSI SOSIAL ANTAR ORANG KEI DI NEGERI PASSO KECAMATAN BAGUALA KOTA AMBON Fransiska Rahabav; Tonjti Soumokil; Christwyn R. Alfons; Jouverd F. Frans
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 1 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue1page62-77

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk-bentuk interaksi sosial antar orang Kei di Negeri Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Penelitian ini dilaksanakan di Negeri Passo Kecamatan Baguala Kota Ambon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang Kei di Negeri Passo terdiri dari kasta Mel-Mel, Ren-Ren, Iriri. Namun dalam kehidupan sehari-hari, tidak tampak perbedaan kasta di antara mereka. Mereka hidup bersama atau berkelompok dengan perbedaan yang ada namun tidak pernah terjadi masalah. Hubungan interaksi sosial di antara mereka ketiga kasta terjalin dengan sangat baik sehingga tampak rukun dan aman. Bentuk-bentuk interaksi sosial yang tampak dalam kehidupan bersama orang Kei di Negeri Passo seperti, Yelim dan Maren. Yelim dan Maren merupakan dua tradisi yang mengandung makna saling membantu dan saling menolong satu sama lain. Yelim dan Maren merupakan dua bentuk interaksi sosial yang mewujudkan serta memperkuat rasa solidaritas sosial orang Kei di Negeri Passo. Penguatan rasa solidaritas sosial orang Kei di Negeri Passo juga disebabkan oleh falsafah hidup mereka yaitu Ain Ni Ain yang artinya rasa persaudaraan yang berasal dari leluhur yang sama, suku yang sama, bahasa yang sama, adat istiadat yang sama, dan tidak membeda-bedakan latar belakang agama, kelas sosial, ekonomi, dan lain-lain.
MIGRASI ORANG MINANGKABAU KE KOTA AMBON Dominggus E. B. Saija; Elsina Titaley; Sulaiman Angkotasan
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 1 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue1page45-61

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan migrasi orang Minangkabau ke Kota Ambon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan lokasi peneitian di wilayah kecamatan Sirimau Kota Ambon. Kecamatan Sirimau adalah salah satu kecamatan dari lima kecamatan yang ada di Kota Ambon dan merupakan daerah pusat kota. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi pertama orang Minangkabau yang bermigrasi ke Kota Ambon terjadi pada tahun 1920. Migrasi generasi pertama ke Kota Ambon bukan karena kehendak diri mereka sendiri atau sukarela (Voluntary) tetapi karena adanya determinasi penjajahan Belanda di daerah mereka pada waktu itu. Generasi ke-2 orang Minangkabau yang bermigrasi ke Kota Ambon yaitu pada tahun 1950 yang hanya berjumlah sekitar 20 orang. Generasi ke-2 yang bermigrasi pada saat itu, dapat juga dikatakan karena paksaan namun bukan lagi karena suatu penjajahan tetapi lebih mengarah karena ketidakstabilan situasi yang terjadi di daerah mereka. Ketidakstabilan yang di alami daerah mereka saat itu disebabkan oleh pertentangan antara adat dan Islam merupakan dua unsur budaya yang merupakan kekuatan dimiliki orang Minangkabau. Faktor lain yang juga menjadi penyebab orang Minangkabau migrasi ke Kota Ambon adalah kondisi Kota Ambon yang sejak dahulu telah dikenal sebagai kota perdagangan dan juga sifat orang Ambon yang konsumtif sehingga tentu saja sangat sesuai dengan jiwa sebagian besar orang Minangkabau yang berprofesi sebagai pedagang. Umumnya orang Minangkabau yang bermigrasi ke Kota Ambon menjalankan profesinya sebagai pedagang. Guna mempelancar usaha perdagangan mereka maka tempat di wilayah pusat Kota Ambon menjadi prioritas utama walaupun ada juga yang memilih tempat usaha di pinggiran Kota Ambon.
EKSISTENSI SANIRI DALAM PEMERINTAHAN NEGERI SULI KECAMATAN SALAHUTU KABUPATEN MALUKU TENGAH Pieter S. Soselisa; Ivonny Y. Rahanra; Wahyu F. Chaniago; Rugayah Alhamid
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 1 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue1page14-26

Abstract

Saniri negeri merupakan lembaga yang sudah ada sejak lama dalam sistem pemerintahan negeri terutama di negeri-negeri adat (desa) di Maluku. Sebagai lembaga adat Saniri Negeri merupakan representase masyarakat negeri yang juga berfungsi menyuarakan aspirasi masyarakat. Saniri negeri juga mitra dari pemerintah negeri dalam merencanakan dan menyusun program yang akan dilakukan di dalam negeri berdasarkan kebutuhan masyarakat dan negeri itu sendiri. Pemberlakuan UU nomor 5 tahun 1979 tentang Pemerintah desa yang menyeragamkan sistem pemerintahan desa di seluruh Indonesia, telah merubah nilai-nilai budaya yang menyangkut adat istidat yang dianut dan membawa pengaruh terhadap keberadaan adat istiadat seperti halnya negeri di Maluku, termasuk kelembagaan Saniri. Namun dengan pemberlakuan UU no 32 Tahun 2004, yang memberikan ruang bagi daerah-daerah di Indonesia termasuk Provinsi Maluku yang kemudian ditindak lanjuti dengan dikeluarkannya Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2004 tentang Penetapan kembali Negeri sebagai kesatuan masyarakat Hukum Adat dalam wilayah Pemerintahan Provinsi Maluku.beserta masyarakat adatnya yang dapat menerapkan lagi dalam sistem pemerintahan yang sudah ada sejak dulu. Keberadaan Saniri Negeri diharapkan dapat menjalankan peranannya selain sebagai lembaga adat yang sudah ada sejak dulu juga saat ini sebagai bagian dan mitra dari pemerintah negeri untuk bersama-sama menjalankan pemerintahan di negeri demi kesejahteraan masyarakat. Eksistensi Saniri Negeri diharapkan dapat memainkan peran lebih karena saat ini telah ada Peraturan Daerah yang khusus tentang Saniri Negeri, termasuk di lokasi studi Negeri Suli yang mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Maluku Tengah Nomor 04 Tahun 2006 tentang Pedoman Penataan Saniri Negeri atau Badan Permusyawaratan Negeri. Dengan adanya Peraturan Daerah tersebut Saniri Negeri lebih mengetahui kedudukannnya, serta dapat melakukan peranan, fungsi dan kewenangannya dalam pemerintahan negeri.
RESPON KELUARGA TERHADAP PERUBAHAN FUNGSI POKOK KELUARGA AKIBAT COVID – 19 DI NEGERI HUKURILA KOTA AMBON Feky Manuputty; Wellem R. Sihasale
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 2 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue2page1-15

Abstract

Pandemik covid-19 memberi dampak yang sangat besar terhadap peran dan fungsi keluarga. Terjadinya penurunan ekonomi keluarga secara drastis, keterbatasan dalam bersosialisasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar, juga perubahan paradigma pendidikan. Tidak hanya secara luas, namun begitu juga bagi masyarakat di Negeri Hukurila, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan respons keluarga terhadap perubahan fungsi pokok keluarga akibat pandemik covid-19 di Negeri Hukurila. Sumber data yang digunakan melalui wawancara dan observasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima belas orang, yang dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian ini menemukan perubahan yang mencolok dalam lima fungsi keluarga, serta bagaimana respons keluarga terhadap perubahan tersebut dalam kebiasaan baru di masa pandemik covid-19. Kata Kunci: Respos Keluarga, Perubahan Fungsi Keluarga, Covid-19.
PENDATANG BARU PASCA KONFLIK SOSIAL TAHUN 1999 DI KOTA AMBON Fransina Matakena; Syane Matatula
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 2 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue2page16-26

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan dua pendekatan dalam paradigma kualitatif, penelitian naratif dan penelitian fenomenologi. yang menggambarkan tentang kondisi pendatang yang sudah menetap lama sebelum konflik sosial terjadi di Kota Ambon, dan pendatang yang datang pasca konflik sosial di Kota Ambon. Penelitian ini dilakukan pada negeri Batumerah Kecamatan Sirimau dan Waringin Kelurahan Nusaniwe Kota Ambon. Konsep Hidup Orang Basudara menjadi icon orang Maluku dalam hidup bersama, saling menyatu dalam kehidupan tanpa ada rasa curiga, saling bergandengan menuju hidup yang berdampingan satu dengan yang lain, pendatang lama yang mendiami Kota Ambon bisa berdampingan secara baik dengan masyarakat lokal serta ada dalam harmonisasi hidup orang basudara yang terangkai indah dalam kebersamaan, pendatang baru mengalami kemandekan nilai-nilai hidup orang basudara karena sulitnya beradaptasi, asimilasi bahkan akulturasi sehingga menimbulkan social distance dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pendatang baru mengalami kesulitan menginternalisasi nilai hidup orang basudara karena pendatang sulit adaptasi yang baik, masih mempertahankan kosmos daerah setempat. Kata Kunci: Konsep Hidup Orang Basudara, Pendatang Baru, Kesulitan Internalisasi.
STRUKTUR SOSIAL ORANG ARU DALAM PERSPEKTIF SOSIOKULTURAL DI KABUPATEN KEPULAUAN ARU Jurnie Darakay; Prapti Murwani
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 2 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue2page27-33

Abstract

Struktur sosial merupakan hubungan timbal balik antara posisi sosial dan peranan-peranan sosial, yang mengacu pada suatu solidaritas sosial dan keteraturan perilaku sosial, relasi sosial dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi dan struktur sosial dalam komunitas Ursia dan Urlima di Kabupaten Kepulauan Aru, dan menganalisis tingkat aktualisasi nilai-nilai budaya dalam menciptakan peradaban baru pasca terbentuknya Kabupaten Kepalauan Aru. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dan dilaksanakan pada 7 lokasi berdasarkan pada pembagian wilayah Pemerintah Hukum Adat. Populasi dan sampel yang diteliti menggunakan teknik purporsive sampling dengan menetapkan 10 orang sebagai informan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi sosial yang terbangun dari nilai budaya sangat kuat untuk mempererat solidaritas yang cenderung bergerak kearah asosiatif dalam struktur sosial orang Aru, untuk memupuk relasi sosial dan mempererat identitas serta integritas dalam dinamika kelompok yang berorientasi pada upaya memupuk dan membina solidaritas organic maupun solidaritas mekanik serta interaksi yang continue dan lestari. Nilai-nilai sosial budaya telah ditetapkan oleh Raja Ursia dan Raja Urlima terkait hukum pidana dan hukum perdata untuk dipedomani dan dilestarikan bagi generasi selanjutnya, untuk mengekang penyimpangan terhadap norma maupun nilai-nilai budaya yang kelak akan muncul dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan begitu, mereka bukan hanya membangun relasi sosial dan solidaritas yang cukup solid maupun lestari, tapi juga menjalin interaksi timbal balik dengan etnis lainnya secara holistic dan signifikan. Kata Kunci: Struktur Sosial, Relasi Sosial, Interaksi Sosial
PERGESERAN PERILAKU ANAK USIA SEKOLAH DALAM MENGGUNAKAN BAHASA LOKAL DI NEGERI TULEHU, KECAMATAN SALAHUTU, KABUPATEN MALUKU TENGAH Pieter J. Pelupessy; Abdul R. Malawat
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 2 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue2page34-41

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa lokal di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah mengalami pergeseran terhadap penggunaan bahasa Tulehu di kalangan generasi muda disebabkan karena perilaku generasi muda sendiri yang kurang memiliki perhatian dan kepedulian untuk belajar bahasa Tulehu. Selain itu juga kurangnya sosialisasi dan pewarisan dari orang tua pada anak-anak dalam menggunakan bahasa Tulehu sehari-hari. Bahasa Tulehu tidak diajarkan sebagai muatan lokal pada lingkungan pendidikan. Kondisi ini apabila tidak ada perhatian khusus dari masyarakat dan Pemerintah Negeri Tulehu, maka pada waktu-waktu mendatang penggunaan bahasa Tulehu sebagai identitas dapat menjadi hilang. Masyarakat dan Pemerintah Negeri Tulehu perlu menghidupkan kembali penggunaan bahasa Tulehu maupun kegiatan pembinaan bahasa Tulehu pada lingkungan keluarga sebagai basis pendidikan informal, maupun penggunaan bahasa Tulehu pada lingkungan pendidikan formal di Sekolah Dasar atau yang sederajat, karena pada lingkungan pendidikan tersebut generasi muda dapat beradaptasi dengan lingkungan setempat dalam penggunaan bahasa Tulehu. Serta membangun kesadaran bersama dikalangan warga masyarakat untuk peduli terhadap penggunaan bahasa sebagai identitas. ­Kata Kunci: Bahasa, Anak, Pergeseran.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI KAMPUS STIA ALAZKA AMBON Suleman Angkotasan; Soleman Watianan
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 4 No 2 (2021): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol4issue2page42-50

Abstract

Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional bahwa pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun pula, dalam lembaga pendidikan ditemukan berbagai kendala yang mengganggu jalannya proses untuk mencapai mutu pendidikan sebagaimana yang di jumpai pada kampus STIA Abdul Aziz Kataloka Ambon yang mana belum optimalnya upaya peningkatan mutu pendidikan di kampus. Berbagai hal yang menjadi penghambat belum optimalnya peningkatan mutu pendidikan antara lain: (1) sistem manajemen yang tidak berjalan dengan baik, (2) ketidak sesuaian kurikulum yang ada dengan tuntutan kebutuhan kekinian, (3) kwalitas tenaga pendidik yang belum memadai, (4) kurangnya kedisiplinan mahasiswa, (5) serta kurang adanya kerjasama dan kekompakan antara dosen dan pegawainya. Dalam kondisi yang demikian ini dibutuhkan peran aktif pimpinan dalam mereformasi serta menata ulang sistem yang ada sehingga diharapkan terjadi perubahan kedepannya. Kata Kunci: Pendidikan, Mutu Pendidikan, Faktor yang Mempengaruhi, STIA Alazka