cover
Contact Name
Dr. Elsina Titaley, M.Si
Contact Email
komunitas.jurnalsosiologi@gmail.com
Phone
+6281224821150
Journal Mail Official
komunitas.jurnalsosiologi@gmail.com
Editorial Address
Lantai I, Kampus FISIP Universitas Pattimura Jalan Ir. M. Putuhena - Poka, Ambon e-mail: komunitas.jurnalsosiologi@gmail.com
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Komunitas: Jurnal Ilmu Sosiologi
Published by Universitas Pattimura
Jurnal komunitas sebagai jurnal ilmu Sosiologi online diterbitkan oleh Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura. Komunitas dalam ilmu sosiologi memiliki arti sebagai sekumpulan orang berada pada lingkungan yang sama, saling mengenal dan saling sepenanggungan. Berkaitan dengan itu, Komunitas dalam jurnal online ini, mengandung makna kumpulan Sosiolog yang mempunyai rasa sepenanggungan bertanggungjawab secara akademik dalam mengembangkan ilmu sosiologi melalui penulisan-penulisan ilmiah sesuai dengan perkembangan masyarakat. Jurnal Komunitas diterbitkan pada bulan Mei 2020 dan waktu penerbitan berkala 2 (dua) kali satu tahun pada bulan Mei dan Oktober. Artikel yang diterima dan akan diterbitkan berkaitan dengan ilmu sosiologi.
Articles 64 Documents
Konflik Tanah di Negeri Batu Merah “Arema” Kecamatan Sirimau Kota Ambon Putri, Sarita; Pariela, Tonny D.; Saija, Dominggus E. B.
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol6issue2page74-86

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk melihat terkait Konflik tanah yang terjadi di Negeri Batu Merah (Arema), melihat sejarah tanah Negeri Batu Merah (Arema) ini sebelum tanah ini menjadi tanah yang berkonflik, relasi-relasi yang terjalin antar masarakat yang tergusur dan antara masyarakat Negeri Batu Merah dengan Pemilik tanah, dan mengetahui bagaimana cara masyarakat tergusur yang masih dapat bertahan di tanah yang bukan lagi milik mereka. Penelitian ini dilaksanakan di Negeri Batu Merah (Arema) Pengambilan data primer dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah informan yang dianggap terlibat didalam permasalahan konflik tanah yang terjadi di Negeri Batu Merah (Arema). Hasil Penelitian menunjukan bahwa tanah yang berada di Negeri Batu Merah (Arema) merupakan tanah yang terdapat dua pemiliknya sehingga konflik tanah ini terjadi karena pengakuan atas kepemilikan tanah ini. Namun dengan putusan pengadilan makan keluarga Piterz lah yang memenangkan tanah tersebut dengan bukti sertifikat. Tanah tersebut setelah itu dieksekusi dengan menghancurkan beberapa bangunan pada tanggal 31 januari 2023. Sebelum tanah ini menjadi tanah yang bermasalah relasi-relasi yang terjalin antar masyarakat Nageri Batu merah sangat terjalin dengan baik karena mereka telah hidup sejak usainya konflik 1999 hingga terjadinya penghancuran rumah-rumah yag mereka tempati. Namun hingga saat ini masih ada saja masyarakat yang masih menempati tanah yang bukan milik mereka dengan berbagai faktor mulai dari faktor ekonomi dan juga faktor dimana masyarakat yang masih menetap masih tergabung didalam kepengurusan pembangunan Mesjid Al-Hijrah.
Peran dan Kontribusi Perempuan Papalele Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah Latuconsina, Hamid S.; Sopamena, Junianita F.; Kaplale, R.
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol6issue2page119-129

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran dan kontribusi perempuan papalele terhadapat pendapatan rumahtangga di Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan penentuan purposive sampling sebanyak 10 responden perempuan papalele dan di kumpulkan menggunakan data primer dan data sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan: (1) Peran perempuan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga melalui papalele, dapat dilihat dari sumbangan waktu kerja yang mencapai 19 jam dalam sehari dan hanya menyisakan 5 jam untuk istirahat di waktu malam. 60 persen perempuan papalele menyumbang sebesar Rp. 120.000 – 150.000 per hari, 30 persen berkontribusi sebesar Rp. 100.000 – 120.000 per hari, dan hanya 10 persen saja yang berkontribusi sebesar Rp. 80.000 – 100.000 per hari. Artinya, perempuan papalele juga mampu berkontribusi berkisar Rp. 80.000 – 150.000 per hari. Jika diasumsikan dalam sebulan aktivitas dilakukan sebanyak 25 hari, maka penerimaan perempuan dari aktivitas papalele berkisar Rp. 2.000.000 – 3.750.000 per bulan. Sehingga rata-rata penerimaan perempuan papalele dalam sebulan mencapai Rp. 2.875.000. Ini menunjukkan bahwa penerimaan rumah tangga yang diperoleh dari usaha papalele mampu memenuhi kebutuhan rumah tangganya.(2) Alasan perempuan memilih papalele sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga karena pendapatan suami rendah sebanyak 60 persen, kebutuhan meningkat sebanyak 30 %, dan 10 % supaya mereka memiliki uang sendiri. Jika dilihat dari alasan yang disampaikan maka menunjukkan adanya pendapatan keluarga yang rendah, maka papalele dipilih sebagai alternatif oleh kaum perempuan dalam menunjang pendapatan keluarga, sehingga rumahtangga ini dapat dikatakan sejahtera karna ada sumbangsih dari peran dan kontribusi perempuan papalele (istri).
Analisis Tingkat Pendapatan Pedagang Enbal di Desa Loon Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara Ohoiledwarin, Ancelina; Kakisina, L. O.; Puttileihalat, P. M.
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 7 No 1 (2024): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol7issue1page1-9

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian adalah untuk Mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dengan tingkat pendapatan pedagang dan analisis tingkat pendapatan pedagang Enbal di Desa Loon Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Loon Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara dari bulan Agustus sampai September 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang Enbal yang berjumlah 56 orang dan jumlah sampel ditentukan secara simple random sampling dengan menggunakan rumus slovin sehingga sampel yang didapat sebesar 25 orang pedagang. Metode pengambilan data diperoleh dari data primer dan data sekunder dan teknik analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan untuk analisis pendapatan adalah digunakan analisis pendapatan (Pd = TR-TC) dan kelayakan usaha R/C dan B/C rasio. Hasil penelitian menunjukan kegiatan usaha enbal terdiri dari umur, tingkat pendidikan, lama berdagang dan hasil analisis pendapatannya adalah rata-rata sebesar Rp. 3.754.581 dan untuk kelayakan usaha nilai R/C rasio adalah 6,5 dan nilai B/C rasio sebesar 5,5 dimana kedua nilai rasionya > 1 sehingga usaha enbal layak diusahakan. Kata Kunci: Usaha, Enbal, Tingkat Pendapatan. Abstract The aim of the research is to determine the factors that influence the income level of traders and analyze the income level of Enbal traders in Loon Village, Kei Kecil District, Southeast Maluku Regency. The research location was carried out in Loon Village, Kei Kecil District, Southeast Maluku Regency from August to September 2023. The population in this study was all Enbal traders totaling 56 people and the sample size was determined using simple random sampling using the Slovin formula so that the sample obtained was 25 people. trader. The data collection method was obtained from primary data and secondary data and the data analysis technique used was the descriptive method and for income analysis, income analysis (Pd = TR-TC) and business feasibility R/C and B/C ratio were used. The research results show that enbal business activities consist of age, education level, years of trading and the results of the income analysis are an average of Rp. 3,754,581 and for business feasibility the R/C ratio value is 6.5 and the B/C ratio value is 5.5 where both ratio values are > 1 so that the enbal business is worth pursuing. Keywords: Business, Enbal, Income Level.
Persepsi dan Minat Generasi Muda Terhadap Profesi Petani Milenial di Desa Waesamu Kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat Lolonlun, Maria Lusia; Pattiselano, A. E.; Lawalata, Marfin
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 7 No 1 (2024): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol7issue1page10-18

Abstract

Abstrak Kurangnya minat generasi muda di sektor pertanian sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presepsi, minat dan faktor-faktor yang mempengaruhi generasi muda untuk menjadi petani milenial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, dengan pendekatan kualitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive di Desa Waesamu Kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dokumentasi, pencatatan. Metode analisis data dengan reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Didapati bahwa generasi muda Desa Waesamu mempresepsikan petani sebagai pekerjaan yang kurang bergengsi serta memiliki hasil yang tidak pantas, disisi lain dianggap sebagai pekerjaan yang mulia namun cukup berat dan berhubungan dengan pekerjaan yang kotor. Dari 30 responden generasi muda hanya 8 orang yang berminat menjadi petani dan 22 lainnya tidak berminat, hal ini di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain seperti lingkungan sosial, pendidikan, serta desakan kebutuhan hidup setiap harinya karena generasi muda tidak memiliki pengalaman dan keterampilan dalam bertani. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah informasi luar desa yang membuat sehingga generasi muda Desa Waesamu tidak tertarik menjadi petani dan juga pergaulan teman sebaya dimana satu mengajak satu untuk meninggalkan desa sehingga generasi muda Desa Waesamu lebih tertarik untuk bekerja di sektor lain. Kata Kunci: presepsi; petani; milenial There is a lack of interest from the younger generation in the agricultural sector, so this research aims to determine the perceptions, interests, and factors that influence the younger generation to become millennial farmers. This research is descriptive, with a qualitative approach. The research location was determined purposefully in Waesamu Village, West Kairatu District, West Seram Regency. Data collection methods are observation, interviews, documentation, and recording. Data analysis methods include data reduction, data presentation, and drawing conclusions. It was found that the younger generation of Waesamu Village perceives farming as a job that is less prestigious and has inappropriate results; on the other hand, it is considered a noble job but is quite hard and is related to dirty work. Of the 30 young generation respondents, only 8 were interested in becoming farmers, and 22 others were not interested. This was influenced by several factors, including the social environment, education, and the pressure of daily living needs because the young generation did not have the experience and skills to farm. One of the influencing factors is information outside the village, which makes the young generation of Waesamu Village less interested in becoming farmers, and also peer interactions, where one invites another to leave the village so that the younger generation of Waesamu Village is more interested in working in other sectors. Keywords: perception; farmer; millennia
Hubungan Sosial Pedagang Pengumpul dan Petani Hortikultura di Dusun Taeno Negeri Rumah Tiga Kecamatan Teluk Ambon Wahyudin, Wahyudin; Sahusilawane, A. M.; Papilaya, E. CH.
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 7 No 1 (2024): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol7issue1page39-49

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mendasari hubungan sosial pedagang dan bagaimana hubungan sosial pedagang pengumpul dan petani hortikultura di Dusun Taeno Negeri Rumahtiga Kecamatan Teluk Ambon. Metode penelitian yang digunakan adalah kuanlitatif, data yang diperoleh langsung mewawancarai pedagang pengumpul dan petani hortikultura di Dusun Taeno Negeri Rumahtiga. Analisis data dilakukan menggunakan Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan. Faktor yang melatarbelakangi hubungan sosial pedagang pengumpul di Dusun Taeno yaitu: Aktor, Koneksi, Tujuan, Kepercayaan, Pendidikan, Ekonomi, Sosial, Interaksi Sosial, Tindakan Sosial, Kekeluargaan, Pertukaran Sosial. Hasil penelitian menunjukkan hubungan sosial petani dan pedagang pengumpul sangat baik. Sebab antara kedua bela pihak memiliki ikatan keluarga, saling percaya, dan saling membutuhkan satu sama lain. Kata Kunci: hubungan sosial; pedagang pengumpul; petani hortikultura Abstract This research aims to determine the factors that underlie the social relations of traders and what the social relations of collecting traders and horticultural farmers are in Taeno Negeri Rumahtiga Hamlet, Teluk Ambon District. The research method used was qualitative, data obtained directly from interviews with collecting traders and horticultural farmers in Taeno Hamlet, Negeri Rumahtiga. Data analysis was carried out using Data Reduction, Data Presentation and Conclusion Drawing. The factors behind the social relations of collecting traders in Taeno Hamlet are: Actors, Connections, Goals, Trust, Education, Economics, Social, Social Interaction, Social Action, Kinship, Social Exchange. The research results show that the social relations between farmers and collecting traders are very good. Because the two defending parties have family ties, mutual trust, and need each other. Keywords: social relationships; collector traders; horticultural farmer
Analisis Jaringan Komunikasi Kelompok Tani (Gapoktan) Sayur-Sayuran di Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku Puttileihalat, Paulus Melkianus
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 7 No 2 (2024): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol7issue2page62-71

Abstract

Abstrak Penelitian ini menyajikan analisis jaringan komunikasi dalam kelompok tani. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi struktur komunikasi dalam jaringan komunikasi kelompok tani. (2) Mengidentifikasi dan mendeskripsikan terbentuknya klik (3) Mengidentifikasi, mendeskripsikan dan menganalisis peranan seseorang dalam jaringan komunikasi, dan (4). Menganalisis tingkat keterhubungan dan tingkat kekompakan/integrasi petani dalam jaringan komunikasi. Hasil peneltian menunjukan bahwa: (1) Struktur jaringan komunikasi berbentuk roda/memusat (2) Klik yang terbentuk dalam jaringan komunikasi kelompok tani, terdiri dari dua klik (3) Peranan khusus pada jaringan komunikasi kelompok tani terdiri dari, openion leader, bridge, gate keeper, dan isolate (4) Rata-rata tingkat keterhubungan dan kekompakan petani dalam jaringan komuikasi rendah. Kata kunci: kunci: Analisis jaringan komunikasi, keterhubungan, kekompakan Abstract This study presents an analysis of social network in farmers group. The objectives of this study were: (1) Identify the structure of communication in communication networks of famers group. (2) Identify and described to click (3) Identify, described, and analysis the role of communication network, and (4) analysis the level of connectedness and integration in communication network farmers. The results of the study revealed that: (1) The structure of communication network from radial, (2) The from of click in network communication in farmers group, consisting of two clicks, (3) The role of communication network in farmers group, consisting of; openion leader, bridge, gate keeper, dan isolate, (4) Average the level of connectedness and integration is still low. Keywords: Analysis communication network, connectedness, integration.
Institusi Lokal dan Pengelolaan Lingkungan di Negeri Amahai Kabupaten Maluku Tengah - Maluku Frans, Jouverd F.; Titaley, Elsina; Lalihun, Ishaka; Manuputty, Pieter Hendra
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 7 No 2 (2024): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol7issue2page72-82

Abstract

Abstrak Dalam dinamika dan perkembangan sosial yang terjadi dalam masyarakat di amahai pada dasawarsa saat ini, konteks perhatian lebih diarahkan pada keberadaan lingkungan. Bagi negeri adat, wilayah tempat tinggal dan petuanan merupakan sebuah lingkungan yang secara sosio-kultural merupakan ibu yang tetap ada meberikan kehidupan bagi anak-anaknya. Realitas sosial masyarakat di amahai, dalam pengelolaan lingkungan, berbasis pada institusi lokal yang telah ada dan menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat masih diterapkan sampai saat ini. Kewang dan sasi merupakan sebuah kearifan lokal yang masih ada sampai saat ini dalam pengetahuan dan tindakan sosial masyarakat. Walaupun dalam realitasnya, penggunaan sasi telah mengalami pergeseran metode penggunaannya dengan tata cara gerejawi yang lebih akrab saat ini dengan masyarakat. Akan tetapi nilai-nilai penjagaan lingkungan masih tetap pada perspektif masyarakat, yakni menjaga keberlangsungan lingkungan. Pada masa kini, pengelolaan lingkungan di Negeri Amahai, bukan hanya di kelola oleh institusi lokal semata, namun institusi atau lembaga sosial baru sesuai dengan perkembangan zaman dimana basis pengelolaan nya ada dalam partisispasi lembaga gereja, komunitas-komunitas yang dibentuk dari kesadaran masyarakat, bahkan masyarakat sendiri yang juga mengambil peran dalam pengelolaan lingkungan di Negeri Amahai, sehingga proses pengelolaan lingkungan, menjadi bagian dari seluruh tindakan sosial bersama. Kata kunci: Lingkungan, Pengelolaan, Institusi Lokal Abstract In the dynamics and social developments that occur in society in the current decade, the context of attention is more directed to the existence of the environment. For indigenous lands, the area of residence and the village is an environment that socio-culturally is a mother who remains to provide life for her children. The social reality of the community in the world, in environmental management, is based on local institutions that already exist and are part of people's lives are still applied today. Kewang and sasi are a local wisdom that still exists today in the knowledge and social actions of the community. Although in reality, the use of sasi has undergone a shift in the method of its use with ecclesiastical ordinances that are more familiar with the community today. However, the values of environmental protection still remain from the perspective of the community, namely maintaining environmental sustainability. Nowadays, environmental management in the Land of Amahai, is not only managed by local institutions, but new institutions or social institutions in accordance with the development of the times where the basis of management is in the participation of church institutions, communities formed from public awareness, even the community itself which also takes a role in environmental management in the Land of Amahai, so that the process of environmental management, to be part of all social actions together.. Keywords: Environment, Management, Local Institutions
Persepsi Generasi Muda Terhadap Minat Bekerja Pada Sektor Pertanian di Negeri Tulehu Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah Umarella, Muhammad R. U.; Girsang, W.; Puttileihalat, P. M.
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 7 No 2 (2024): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol7issue2page83-93

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi generasi muda terhadap minat bekerja di sektor pertanian di Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia, namun minat generasi muda untuk bekerja di sektor ini cenderung menurun seiring dengan semakin berkembangnya sektor industri dan teknologi. tujuan penulisan ini, yaitu; menganalisis hubungan persepsi generasi muda dengan minat bekerja pada sektor pertanian di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Negeri Tulehu. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan para pemuda setempat, observasi lapangan, serta analisis dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara petani dan non-petani dalam persepsi terhadap sektor pertanian. Petani menunjukkan minat dan keterlibatan yang lebih tinggi di sektor pertanian, yang dipengaruhi oleh persepsi positif terhadap pendapatan dan tingkat kepuasan mereka. Sebaliknya, bagi non-petani, persepsi terhadap pendapatan dan peran di sektor pertanian tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap minat mereka untuk bekerja di sektor ini. Dengan demikian, faktor seperti pendapatan dan kepuasan lebih relevan dalam mempertahankan dan meningkatkan keterlibatan petani di sektor pertanian dibandingkan menarik minat non-petani. Kata Kunci: Persepsi, generasi muda, minat bekerja, sektor pertanian Abstract This study aims to analyze the perceptions of young people regarding their interest in working in the agricultural sector in Negeri Tulehu, Salahutu District, Central Maluku Regency. The agricultural sector is one of the key sectors in Indonesia's economy; however, interest among young people in working in this sector has been declining as the industrial and technological sectors continue to grow. The purpose of this study is to analyze the relationship between young people's perceptions and their interest in working in the agricultural sector in Negeri Tulehu, Salahutu District, Central Maluku Regency. This research employs a qualitative approach with a case study in Negeri Tulehu. Data were collected through in-depth interviews with local youth, field observations, and analysis of relevant documents. The findings reveal significant differences between farmers and non-farmers in their perceptions of the agricultural sector. Farmers exhibit higher interest and involvement in the agricultural sector, driven by positive perceptions of income and satisfaction levels. In contrast, for non-farmers, perceptions of income and roles in the agricultural sector do not significantly influence their interest in pursuing work in this field. Thus, factors such as income and satisfaction are more relevant for sustaining and increasing farmers’ engagement in the agricultural sector rather than attracting the interest of non-farmers. Keywords: Perception, youth, interest in work, agricultural sector.
Masyarakat Pesisir Desa Sawai: Sumber Nafkah dan Strategi Nafkah Turukay, Martha; Sopamena, Junianita F.; Luhukay, Marcus; Pattiselanno, August E.
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 7 No 2 (2024): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol7issue2page94-103

Abstract

Abstrak Masyarakat pesisir memiliki beragam usaha untuk memenuhi kebutuhan rumahtangga. Posisi pesisir memudahkan usaha sebagai nelayan, walau pun kondisi etrsebut tidak dapat dipastikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Masyarakat pesisir berdasarkan sumber penghidupan. Deskriptif kualitatif menjadi pilihan pendekatan penelitian. Data penelitian memberikan gambaran 26,5 % penerimaan rumahtangga disumbangkan sektor perikanan, sedangkan sektor jasa turut menyumbang 28,2 %. Sisanya disumbangkan oleh sektor pertanian.. Pilihan strategi nafkah yang dipustuskan rumahtangga adalah memanfaatkan dua sumber nafkah, kemudian tiga sumber nafkah dan satu sumber nafkah. Rumahtangga yang memanfatkan lebih banyak sumber nafkah lebih mampu bertahan menghadapi pasang surutnya usaha dibandingkan dengan rumahtangga yang memanfaatkan sedikit sumber nafkah. Kata kunci : sumber nafkah, strategi nafkah, Masyarakat pesisir Abstract Coastal communities have a variety of businesses to meet household needs. The coastal position makes it easier to do business as a fisherman, even though the condition cannot be ascertained. This study aims to analyze coastal communities based on their sources of livelihood. Qualitative descriptive is the choice of research approach. The research data provides an overview of 26.5% of household receipts contributed by the fisheries sector, while the service sector also contributed 28.2%. The rest is contributed by the agricultural sector. The choice of the maintenance strategy decided by the household is to utilize two sources of livelihood, then three sources of livelihood and one source of livelihood. Households that utilize more sources of livelihood are better able to survive the ups and downs of business compared to households that utilize few sources of income. Keywords: source of livelihood, livelihood strategy, coastal community
Diversity of Content and Diversity of Ownership: Kapitalisme, Media dan Produksi Kebudayaan dalam Program Siaran Televisi (Tinjauan Sosiologi Tentang Kewajiban Pemenuhan Program Siaran Lokal Bagi Televisi Swasta Nasional di Kota Ambon) Sapulette, Alce Albartin; Ritiauw, Benico
KOMUNITAS: Jurnal Ilmu Sosiologi Vol 7 No 2 (2024): KOMUNITAS: JURNAL ILMU SOSIOLOGI
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/komunitasvol7issue2page104-115

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk memetakan penerapan prinsip Diversity of Content dan Diversity of Ownership dalam program siaran lokal serta dampaknya terhadap proses produksi kebudayaan. Menggunakan pendekatan kualitatif, riset ini diarahkan untuk menganalisis pembentukan ruang inklusif dalam praktik penyiaran lokal, bagaimana ia menjamin keberlangsungan demokratisasi penyiaran melalui program siaran yang mengakomodasi kepentingan daerah, serta dinamika ekonomi-politik media yang memungkinkan dan atau menghambat praktik penyiaran lokal di daerah. Riset ini menemukan bahwa penerapan Diversity of Content dan Diversity of Ownership belum dilakukan secara maksimal, terkhususnya pada lembaga penyiaran swasta Nasional. Tiga aspek mendasar yang digunakan untuk melihat pola representasi lokal ke-Daerah-an yakni pemenuhan standar minimal penayangan sebanyak 10% per hari, standar minimal 30 % penayangan konten lokal pada prime time, dan kehendak untuk memperbaharui konten secara berkala. Kata kunci : Diversity of Content, Diversity of Ownership, Program Siaran Lokal Abstract This research aims to maps the application of the principle of Diversity of Content and Diversity of Ownership in local broadcast programs and its impact on the cultural production. Using a qualitative approach, this research is directed to analyze the establishment of an inclusive space in local broadcasting practice, how in guarantees the continuation of broadcasting democratization through broadcast programs that accommodate regional interest, as well as media economic-political dynamics that allow and or hinder the practice of local broadcasting in the region. This research found that the implementation of Diversity of Content and Diversity of Ownership have not been done to the maximum, especially in national private broadcasting institutions. Three basic aspect use d to see the local representation patter to the region, namely the fulfilment of minimum standards viewing as much as 10%, standard minimum 30% local content viewing on prime time, and the will to update the content periodically. Keywords: Diversity of Content, Diversity of Ownership, Local Broadcasting Program