cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 387 Documents
Edukasi Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Luka Ketika Bencana Alam Pada Masyarakat Dadok Tunggul Hitam Kota Padang Agustika Anton; Nicen Suherlin; Sri Oktarina; Cantika Elhan; Cyintia Permata Ayu
Jurnal Abdimas Saintika Vol 8, No 1 (2026): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v8i1.31037

Abstract

Bencana alam berpotensi menimbulkan berbagai cedera yang memerlukan penanganan pertama secara cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi, kecacatan, maupun kematian. Namun, keterbatasan akses pelayanan kesehatan saat bencana menyebabkan masyarakat berperan sebagai penolong pertama sehingga memerlukan pengetahuan dan keterampilan pertolongan pertama. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penanganan pertama kegawatdaruratan luka ketika bencana alam di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, simulasi, praktik langsung, serta edukasi lanjutan melalui media WhatsApp. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti edukasi. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada luka bakar meningkat dari 54,4% menjadi 86,6%, sedangkan pengetahuan tentang pertolongan pertama pada luka sayat dan robek meningkat dari 60,0% menjadi 93,3%. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi berbasis praktik efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengendalian perdarahan, pembersihan luka, dan pembalutan yang benar. Kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung kesiapsiagaan bencana. Disimpulkan bahwa edukasi penanganan pertama kegawatdaruratan luka efektif meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai first responder sehingga berkontribusi terhadap pengurangan risiko komplikasi cedera serta penguatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana.Kata kunci: Kegawatdaruratan luka; bencana alam; pertolongan pertama; edukasi masyarakat; kesiapsiagaan bencana
PENGUATAN KAPASITAS KEGAWATDARURATAN SISWA SMKN 6 PADANG MELALUI EDUKASI BASIC LIFE SUPPORT, PERTOLONGAN PERTAMA, DAN SIMULASI BENCANA Nicen Suherlin; Dian Rahmi; Agustika Antoni; Hera Putri Jenisa; Jannatan Adzkia Putra
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.31042

Abstract

Bencana alam dan kejadian kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan sekolah. Kota Padang merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami sehingga diperlukan upaya peningkatan kapasitas siswa sebagai bagian dari pengurangan risiko bencana. Namun, sebagian besar siswa belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai mengenai Basic Life Support (BLS), pertolongan pertama, serta prosedur evakuasi saat terjadi bencana. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kegawatdaruratan siswa SMKN 6 Padang melalui edukasi Basic Life Support, pertolongan pertama, dan simulasi bencana.Metode pengabdian menggunakan pendekatan pemberdayaan melalui penyuluhan interaktif, demonstrasi, praktik langsung, simulasi bencana, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 31 siswa kelas XBU SMKN 6 Padang yang dipilih melalui koordinasi dengan pihak sekolah. Materi yang diberikan meliputi pengenalan kegawatdaruratan, penanganan korban henti jantung, teknik Hands Only CPR, penanganan perdarahan, tersedak, pingsan, serta simulasi evakuasi gempa bumi.Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan siswa dari 62,15 sebelum pelatihan menjadi 89,40 setelah pelatihan. Evaluasi keterampilan menunjukkan bahwa sebanyak 93,5% peserta mampu melakukan Hands Only CPR sesuai prosedur, 87,1% mampu melakukan pertolongan pertama pada kasus sederhana, dan 93,5% mampu mengikuti simulasi evakuasi gempa bumi sesuai prosedur. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan pembentukan Tim Emergency First Aid School sebagai tindak lanjut program kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik dan simulasi efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan maupun bencana di lingkungan sekolah.Kata kunci: Basic Life Support; Pertolongan Pertama; Kegawatdaruratan; Simulasi Bencana; Siswa.
PENGUATAN KOMPETENSI KADER KESEHATAN DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN ANAK SAAT BENCANA DI WILAYAH RAWAN BENCANA DI KELURAHAN IKUR KOTO KOTA PADANG SUMATERA BARAT Rikayoni Rikayoni; Dian Rahmi; Mariza Elsi; Hadisty Humairah; Hodiffa Hodiffa
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 2 (2024): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i2.31038

Abstract

Kelurahan Ikur Koto, Kota Padang, Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah rawan bencana yang berpotensi mengalami gempa bumi, banjir, dan tanah longsor, sehingga anak menjadi kelompok rentan yang memerlukan penanganan kegawatdaruratan secara cepat dan tepat. Kader kesehatan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, namun kompetensi kader dalam penanganan awal kegawatdaruratan anak saat bencana masih terbatas. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat kompetensi kader kesehatan melalui edukasi, pelatihan, dan simulasi penanganan kegawatdaruratan anak pada situasi bencana. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, penyuluhan mengenai kegawatdaruratan anak dan manajemen bencana, pelatihan keterampilan bantuan hidup dasar anak, penanganan sumbatan jalan napas, pengendalian perdarahan, teknik evakuasi aman, serta simulasi berbasis skenario. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, dan lembar observasi keterampilan. Hasil yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan, keterampilan, dan kesiapsiagaan kader kesehatan dalam memberikan pertolongan pertama pada anak sebelum mendapatkan penanganan tenaga kesehatan, serta tersusunnya modul dan media edukasi sebagai sarana pembelajaran berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kader kesehatan sebagai first responder di tingkat komunitas sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dan pengurangan risiko kesakitan maupun kematian anak akibat bencana di Kelurahan Ikur Koto, Kota Padang.Kata Kunci: Kader Kesehatan; Kegawatdaruratan Anak; Bencana; Kesiapsiagaan.
EDUKASI POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER (PTSD) PADA PENYINTAS PASCA BENCANA DI PASIR PUTIH, KECAMATAN KOTO TANGAHKOTA PADANG Anisa Febristi; Nurhamidah Rahman; Alvira Dona Linda; Salwa Hafiza
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.31043

Abstract

Bencana dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, salah satunya Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai PTSD dapat menyebabkan keterlambatan dalam mengenali gejala dan mencari pertolongan, sehingga diperlukan edukasi sebagai upaya meningkatkan literasi kesehatan mental pada penyintas pascabencana.Tujuan: Mengetahui edukasi PTSD dalam meningkatkan pengetahuan penyintas pasca bencana.Metode PKM dilaksanakan pada 5 Juli 2025 di Komplek Pasir Putih, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi.Dengan Hasil Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (63,3%), berusia 36–50 tahun (43,3%), berpendidikan SMA (36,7%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (36,7%). Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 11,83 pada pretest menjadi 17,27 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 5,44 poin (±46%). Proporsi responden dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 20,0% menjadi 86,7%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 30,0% menjadi 0%..Kesimpulan: Edukasi PTSD efektif meningkatkan pengetahuan penyintas pascabencana mengenai pengertian, gejala, faktor risiko, dan penanganan awal PTSD. Edukasi kesehatan mental perlu menjadi bagian dari upaya pemulihan psikososial pascabencana untuk meningkatkan deteksi dini, mengurangi stigma, dan mendorong pencarian bantuan secara tepat waktu.Kata kunci: edukasi, Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD), penyintas bencana,kesehatan mental.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KADER KESEHATAN JIWA (KASERWA) DALAM TRAUMA HEALING PASCA BENCANA DI BATU BUSUK KOTA PADANG Dian Rahmi; Rikayoni Rikayoni; Nayla Putri Adriani; Putri Diana
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 1 (2025): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i1.31039

Abstract

Banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang tidak hanya mengakibatkan kerusakan fisik, tetapi juga menimbulkan dampak psikologis berupa stres, kecemasan, ketakutan, dan trauma pada masyarakat terdampak. Keterbatasan tenaga kesehatan jiwa menyebabkan pelayanan dukungan psikososial belum dapat menjangkau seluruh penyintas secara optimal. Oleh karena itu, pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa (KASERWA) menjadi salah satu strategi untuk memperkuat pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas KASERWA dalam memberikan trauma healing berbasis komunitas kepada masyarakat pascabencana. Metode yang digunakan adalah pendekatan community empowerment dengan Participatory Action Approach melalui tahapan sosialisasi, pelatihan kader, implementasi trauma healing, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Pelatihan diberikan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, simulasi, role play, dan praktik lapangan mengenai kesehatan jiwa pascabencana, Psychological First Aid, skrining psikososial, komunikasi terapeutik, teknik relaksasi, grounding, terapi bermain, serta psikoedukasi keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest, observasi keterampilan kader, dan monitoring pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan trauma healing berbasis komunitas. Kader mampu melakukan deteksi dini masalah psikososial, memberikan dukungan psikologis dasar, melaksanakan psikoedukasi keluarga, serta melakukan rujukan sesuai kewenangannya. Pelaksanaan trauma healing juga meningkatkan partisipasi masyarakat serta membantu mengurangi keluhan psikologis penyintas. Program ini menunjukkan bahwa pemberdayaan KASERWA merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam memperkuat layanan kesehatan jiwa berbasis komunitas di wilayah rawan bencana.Kata kunci: trauma healing, kader kesehatan jiwa, pemberdayaan masyarakat, kesehatan jiwa, bencana banjir.
PENGUATAN KETAHANAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA ALAM MELALUI PEMANFAATAN BAHAN ALAMI SEBAGAI SUMBER NUTRISI DI KELURAHAN IKUR KOTO KOTA PADANG Agustika Antoni; Nicen Suherlin; Rimelda Angriani; Lusi Afrianti
Jurnal Abdimas Saintika Vol 6, No 2 (2024): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v6i2.31059

Abstract

Bencana alam menimbulkan ancaman besar terhadap kesehatan masyarakat, terutama di wilayah rawan bencana seperti Kota Padang, Sumatera Barat. Penguatan ketangguhan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dan pemanfaatan sumber pangan alami lokal penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta mengurangi risiko kesehatan saat bencana. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan ketangguhan masyarakat melalui edukasi keperawatan tentang kesiapsiagaan bencana dan pemanfaatan pangan alami sebagai sumber nutrisi berkelanjutan di Kelurahan Ikur Koto. Kegiatan meliputi pre-test, pendidikan kesehatan, diskusi interaktif, demonstrasi, pembagian leaflet, post-test, serta promosi kesehatan melalui grup WhatsApp, dengan melibatkan 15 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, yaitu pengetahuan tentang sumber pangan alami meningkat dari 40,0% menjadi 93,4%, sedangkan pengetahuan mengenai pemilihan dan pengolahannya meningkat dari 54,0% menjadi 100,0%. Kolaborasi tenaga kesehatan, kader, dan aparat setempat memperkuat partisipasi serta keberlanjutan program, sehingga efektif meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan ketahanan gizi masyarakat.Kata kunci : Kesiapsiagaan bencana; Ketangguhan masyarakat; Pendidikan keperawatan; Sumber pangan alami; Gizi bencana
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG JAJANAN SEHAT ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 26 JATI UTARA KOTA PADANG Indah Komala Sari; Rahma Kurnia; Weni Sartiwi; Andika Herlina MP; Ramah Hayu; Eliza Arman
Jurnal Abdimas Saintika Vol 8, No 1 (2026): Mei Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v8i1.31076

Abstract

Konsumsi jajanan yang tidak sehat masih menjadi permasalahan pada anak sekolah dasarkarena kurangnya pengetahuan dalam memilih makanan yang aman dan bergizi. Datamenunjukkan bahwa sekitar 40–45% jajanan yang dikonsumsi anak sekolah belummemenuhi standar keamanan pangan. Sebagian anak juga cenderung membeli jajananmemilih jajanan berdasarkan rasa, warna, dan harga, tanpa memperhatikan aspek kebersihandan kandungan gizi, sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare dankeracunan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatanterhadap pengetahuan siswa tentang jajanan seha di SDN 26 Jati Utara Kota Padang tahun2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental onegroup pretest-posttest pada satu kelompok yang sama menggunakan data dependent. Sampelpenelitian berjumlah 23 siswa dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukanmenggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) diberikan edukasikesehatan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan siswa sebelum diberikan edukasi kesehatanadalah 6,87 dan meningkat menjadi 9,43 setelah diberikan edukasi. Hasil uji statistikdiperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasikesehatan terhadap pengetahuan siswa tentang jajanan sehat. Disarankan kepada pihaksekolah untuk bekerja sama dengan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi tentangjajanan sehat serta meningkatkan pengawasan terhadap jajanan yang dijual di lingkungansekolah agar siswa dapat memilih makanan yang aman dan bergizi..Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Pengetahuan, Jajanan Sehat, Anak sekolah.