cover
Contact Name
Eliza Arman
Contact Email
pppmsyedza@gmail.com
Phone
+6282384992512
Journal Mail Official
pppmsyedza@gmail.com
Editorial Address
Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes SYEDZA Saintika Padang Jl. Prof. Dr. Hamka No. 228 Air Tawar Timur Padang - Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
jurnal abdimas saintika
ISSN : 2746797X     EISSN : 27154424     DOI : 10.30633
Core Subject : Health,
Jurnal Abdimas Saintika adalah jurnal scientific yang ditulis dalam bahasa Indonesia diterbitkan setiap Januari dan Agustus, proses submission manuscript dibuka setiap tahun. Submission manuscript dilakukan dengan metode Double Blind Peer Review dan Editorial Review sebelum diterima dan di publikasi. Jurnal Abdimas Saintika hanya menerima manuscript dalam bidang: Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB, Kebidanan Komunitas dan Reproduksi) Keperawatan (Keperawatan Anak, Medical Bedah, Jiwa, Gerontik, Komunitas, Gawatdarurat, Maternitas dan Manajemen) Ilmu Kesehatan Masyarakat (Epidemiologi Penyakit Menular dan Tidak Menular, Kesehatan Reproduksi, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Kebijakan Publik) Biomedik (Farmako Kinetik dan Farmako Dinamik) Teknologi Laboratorium Medik Managemen Informasi Kesehatan
Articles 369 Documents
EFEKTIVITAS SIMULASI MITIGASI BENCANA GEMPA BUMI MELALUI MODUL BENCANA di SDIT CEDEKIA ANDALAS PADANG Setiarini, Sari; Rahman, Nurhamidah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2133

Abstract

Secara Geografi kota Padang berada pada lokasi rawan gempa. Pada tahun 2009 terjadi gempa bumi yangterjadi di Sumatera Barat, tepatnya pada tanggal 30 September 2009yang mengakibatkan besarnyakerugian yang di timbulkan akibat bencana tersebut. SDIT Cendekia Andalas dengan memiliki gedungbertingkat dengan populasi siswa yang berjumlah 350 serta jumlah guru 35 orang dan petugas lainnya yangjuga melakukan aktifitas sehari hari dengan durasi yang cukup lama mulai dari jam 7 pagi sampai jam 4sore. Sehingga hal ini memerlukan suatu langkah untuk kesiapan simulasi mitigasi bencana gempa. Hasilpengabdian masyarakat ini dapat di ikuti oleh seluruh siswa yang berkegiatan di lantai 2 gedung sekolahdan selama proses simulasi, semua dapat berjalan dengan baik. Anak anak memahami dan antusias untukmengikuti semua arahan mulai dari awal proses sosialisasi modul dan berakhir dengan simulasi mitigasibencana yang berakhir di titik kumpul. Dari hasil kegiatan simulasi mitigasi ini dapat di tarik kesimpulanbahwa penting sekali untuk di lakukan simulasi mitigasi berbasis modul sebagai yang bisa di terapkansecara berkala, mengingat banyak nya jumlah personal yang berkegiatan di gedung Sd tersebut dengandurasi yang cukup lama. Hal ini tentu saja berdampak baik bagi seluruh populasi yang ada untuk lebih siapdalam menghadapi bencana, sehingga korban bisa di minimalisir. Saran yang tepat bagi pihak SDIT adalahbahwa penting sekali untuk terus melakukan latihan mitigasi bencana secara berkala dengan panduan modulyang sudah di bekali sebelumnya.Kata Kunci: Simulasi mitigasi, Gempa, Modul bencana
EDUKASI TENTANG SENAM KAKI DIABETES MELITUS DI RSUD PARIAMAN Minas Sari, Putri; Suryani, Dini; Novera, Milya; Diana Morika, Honesty
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2190

Abstract

 Diabetes Melitus ( DM ) merupakan sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat dari gangguan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi salah satunya adalah terjadinya kerusakan pembuluh darah kecil yang dapat mengakibatkan ulkus diabetic maupun masalah kesehatan lainnya. Senam kaki diabetes merupakan salah satu bentuk latihan yang dapat dilakukan oleh penderita diabetes untuk memperlancar sirkulasi darah sehingga gula darah penderita diabetes dalam keadaan terkontrol. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi tentang senam kaki diabetes melitus dan cara melakukan senam kaki diabetes melitus melalui penyuluhan dan demonstrasi. Tingkat pengetahuan dan keterampilan diukur dengan membandingkan pengetahuan tentang senam kaki diabetes melitus dan cara melakukan senam DM sebelum dan setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Hasil yang didapatkan adalah terjadi peningkatan pengetahuan pasien DM/keluarga tentang senam kaki diabetes melitus dan cara melakukan senam DM setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Peserta tampak antusias, dan peserta dapat memahami senam kaki DM dan mendemonstrasikan senam kaki DM. Saran perlunya diadakan edukasi berkala di rumah sakit guna memberikan peningkatan kesehatan pasien DM.Kata Kunci: Senam, Kaki, Diabetes Melitus
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAN TIPOID AKIBAT BAKTERI Salmonella typhi PADA SISWA SMPN 43 KOTA PADANG Niken, Niken; Yusuf, Rahmi Novita; Hayu, Ramah; Sari Dewi, Ratna Indah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2072

Abstract

ABSTRAK Demam tipoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Penularan demam tifoid melalui fekal oral ketika makanan atau minuman terkontaminasi bakteri Salmonella thypi karena kurangnya kebersihan dalam penyajian makanan atau minuman. Perilku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting dalam pencegahan penularan demam tipoid ini. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang demam tipoid termasuk cara pencegahan penularan demam tipoid. Penyuluhan ini diberikan kepada siswa-siswa kelas VII SMPN 43 Kota Padang. Penyuluhan diberikan melalui presentasi, tanya jawab dan umpan balik secara daring. Umpan balik menunjukkan bahwa peserta penyuluhan dapat menerima informasi yang disampaikan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dari banyaknya pertanyaan yang diberikan oleh para siswa ketika kegiatan dilakukan. Terlihat rasa ingin tau siswa-siswa tersebut cukup tinggi terhadap kegiatan pengabdian yang dilakukanKata Kunci : Tipoid, Salmonella typhi, Infeksi ABSTRACT Typhoid fever is an infectious disease caused by the bacteria Salmonella typhi. Transmission of typhoid fever is via fecal-oral when food or drink is contaminated with Salmonella typhi bacteria due to lack of hygiene in serving food or drink. Clean and Healthy Living Behavior is very important in preventing the transmission of typhoid fever. This outreach aims to provide education about typhoid fever, including how to prevent transmission of typhoid fever. This counseling was given to class VII students of SMPN 43 Padang City. Counseling is provided through presentations, questions and answers and online feedback. Feedback shows that counseling participants can receive the information conveyed well. This is proven by the many questions asked by students when the activity was carried out. It can be seen that the students' curiosity is quite high regarding the service activities carried out. Keywords: Typhoid, Salmonella typhi, infection 
SOSIALISASI SOP SPRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA MASYARAKAT USIA MIDDLE AGE (45-59 TAHUN) WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS KOTA PADANG Rikayoni, Rikayoni; Rahmi, Dian; Antoni, Agustika
Jurnal Abdimas Saintika Vol 5, No 2 (2023): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v5i2.2138

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang masih menjadi masalahkesehatan di dunia karna memberikan komplikas-komplikasi yang fatal. The Seventh Report ofthe Join National Commite on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High Bloodpressure (JNC VII) menyatakan bahwa seseorang dikatakan hipertensi jika tekanan darahsistolik 140 mmHg atau lebih dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih (NationalInstitute of ealth, 2014). Salah satu bentuk terapi komplementer adalah terapi SpiritualEmotional Freedom Technique (SEFT) yang merupakan teknik relaksasi, merupakan salah satubentuk mind-body therapy dari terapi komplementer dan alternatif dalam keperawatan. Solusiyang dilakukan adalah sosialisasi SOP terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT)sebagai tindakan mandiri untuk menurunkan tekanan darah pada usia middle age yangmenderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas Andalas Kota Padang. Pengabdianmasyarakat ini dilakukan di aula Jati Rumah Gadang Wilayah kerja puskesmas Andalas Padangtanggal 8 Juli 2023. Diharapkan ibu usia middle age dan kader mampu untuk mempertahankantekanan darah dengan rutin melakukan SOP terapi SELF di wilayah kerja puskesamas AndalasKota Padang dengan gencar melaksanakan sosialisasi SOP tersebut. Selain itu juga perluadanya penyuluhan lanjutan terkait Hipertensi. Hal tersebut perlu dilakukan untuk melihat danmengukur sejauh mana kesadaran dan implementasi dari pencegahan komplikasi hipertensipada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas ini.Kata Kunci : Hipertensi, terapi Spiritual Emosional Freedom Technique
Peningkatan Pengetahuan Siswi SMP 43 Padang tentang SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) Yanti, Etri; Rahayuningrum, Dwi Christina; Eliza,, Eliza; Dewi, Ratna Indah Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30633

Abstract

 ABSTRAK Fibroadenoma Mammae (FAM) adalah tumor jinak payudara yang umum terjadi pada wanita usia remaja hingga dewasa muda dan dapat menjadi  faktor  risiko  kanker  payudara.  Deteksi  dini  melalui  Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) sangat penting untuk mengenali kelainan sejak awal. Namun, pengetahuan tentang SADARI pada siswi SMP di SMPN 43 Padang, masih rendah sehingga diperlukan intervensi pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabmasi ini bertujuan meningkatkan   pengetahuan  pada  siswi  tentang SADARI . Metode pengabmas dengan melakukan edukasi dan mengevaluasi denganmembagikan kuesioner pre test-posttest Hasil pengabmas menunjukan peningkatan pengetahuan siswsi sebelum dan sesudah dilakukan edukasi dan dari hasil Uji statistik Wilcoxon didapatkan  p value = 0,000 (< 0,05), yang berarti ada pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswi tentang SADARI. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan siswi mengenai SADARI sebagai deteksi dini Fibroadenoma Mammae. Saran: Agar sekolah secara berkala melaksanakan program pendidikan kesehatan dengan metode yang variatif dan interaktif. Kata Kunci  : Pengetahuan, siswi , SADARI  ABSTRACTFibroadenoma mammae (FAM) is a benign breast tumor that commonly occurs in women from adolescence to young adulthood and can be a risk factor for breast cancer. Early detection through breast self-examination (BSE) is crucial for early detection of abnormalities. However, knowledge of BSE among junior high school students at SMPN 43 Padang remains low, necessitating health education interventions. This community service activity aims to improve students' knowledge about BSE. The community service method involves providing education and evaluating it by distributing pre-test and post-test questionnaires. The results of the community service activity show an increase in students' knowledge before and after the education. The Wilcoxon statistical test obtained a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of health education on improving students' knowledge about BSE. Conclusion: Health education effectively improves students' knowledge about BSE as an early detection method for fibroadenoma mammae. Recommendation: Schools should regularly implement health education programs with varied and interactive methods. Keywords: Knowledge, female students, BSE
EDUKASI MANAJEMENT REGULASI EMOSI TERHADAP PENURUNAN TINGKAT PRILAKU MALADAPTIVE PADA REMAJA DI SMP N 16 KOTO TANGAH PADANG Febristi, Anisa; Suherlin, Nicen; rahman, Nurhamidah
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30685

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, emosional, dansosial yang kompleks. Ketidakmampuan remaja dalam mengelola emosi sering kalimenimbulkan perilaku maladaptive seperti agresivitas, menarik diri, dan kesulitan dalammenyesuaikan diri di lingkungan sekolah. Kemampuan mengendalikan diri dan mampumengontrol emosi adalah bentuk ciri individu yang memiliki kematangan emosi. Proses belajarmenuju kematangan emosi melalui proses interaksi dengan lingkungan, pada kenyataannya adajuga remaja yang tidak mampu untuk mencapai kematangan emosi tersebut.Tujuan dari programini adalah untuk mengubah emosi negatif menjadi emosi positif adalah kemampuan individuuntuk menilai dan bertanggung jawab terhadap emosi-emosi yang dirasakannya, sehinggaindividu tersebut dapat membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari. Pkm inimenggunakan desain post-test only dengan pendekatan pra-eksperimental. Sampel penelitianberjumlah 65 siswa kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensidiberikan dalam bentuk edukasi manajemen regulasi emosi melalui ceramah, video edukatif,dan diskusi kelompok yang berfokus pada kemampuan mengenali, mengekspresikan, danmengendalikan emosi secara positif. Setelah intervensi, responden diberikan kuesioner untukmenilai tingkat perilaku maladaptive. dengan menggunakan skala Maladaptive Behavior IndexVineland Adaptive Behavior Scale. dengan respon tidak pernah megalami (30%) kadangkadang dialami (48%) Sering dialami (22 %) contoh prilaku maladaptive yang dapat diutarakanoleh remaja adalah suka mengejek teman, Lebih suka menyendiri karna memiliki rasa tidak maudiganggu teman, Suka marah2, Tidak suka melihat keramaian, Tidak suka makan rame2, malasmakan suka dengan jajanan Junk Food, Suka sedih, Tidak bersemangat, malas untuk pergikesekolah, Implusif (bertindak tanpa berfikir), Suka diejek teman,suka mengejek teman(Bullying) , Berbohong , Keras kepala, Egois, Menyontek, Tidak sopan, kadang- kadang Sukabolos.Disarankan remaja dapat melakukan dan menilai yang (skrining) prilaku diri sendiri jikasudah mengarah ke maladaptive akan cepat malekukan intervensi yang sudah diajarkansehingga mampu mencegak prilaku maladaptive yang lebih berbahaya bagi masa depanyaKata Kunci: Remaja, Regulasi Emosi, Prilaku Maladaptive, edukasi.
SKRINING TUMBUH KEMBANG BALITA DI KELURAHAN BATANG KABUNG KOTA PADANG sari, silvie permata; Herayono, Febby; Nurhasanah Amir, Ade
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30610

Abstract

Latar Belakang: Masa balita merupakan periode emas (golden age) yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan. Namun, deteksi dini terhadap gangguan tumbuh kembang masih rendah akibat kurangnya pengetahuan orang tua dan belum optimalnya pelaksanaan skrining di Posyandu. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan skrining tumbuh kembang balita serta meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pentingnya pemantauan tumbuh kembang. Metode: Kegiatan dilaksanakan di kelurahan Batang Kabung kota Padang pada bulan September tahun 2025. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan sosialisasi, pemeriksaan tumbuh kembang menggunakan instrumen SDIDTK, konseling hasil, serta edukasi stimulasi tumbuh kembang. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung dan penilaian peningkatan pengetahuan peserta. Hasil: Sebanyak 25 orang balita (n=25) mengikuti skrining. Terdapat peningkatan pengetahuan orang tua tentang pentingnya deteksi dini tumbuh kembang dari skor rata-rata pre-test 60,2 menjadi post-test 87,6. Kesimpulan: Kegiatan skrining tumbuh kembang efektif meningkatkan kesadaran orang tua dan kader terhadap pentingnya deteksi dini serta stimulasi tumbuh kembang balita.Kata kunci: tumbuh kembang, balita, skrining, SDIDTK, edukasi.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KECERDASAN EMOSIONAL Rahayuningrum, Dwi Christina; Patricia, Helena; Apriyeni, Emira
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30632

Abstract

ABSTRAK Perilaku menyimpang yang terjadi dikalangan remaja disebabkan belum matangnya emosi remaja sehingga mudah terpengaruh dengan lingkungan. Upaya mengembangkan emosi remaja agar berkembang ke arah kecerdasan emosional dapat dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang kecerdasan emosional yang baik pada remaja melalui pendidikan kesehatan, layanan konseling serta pelatihan emosi.. Tujuan dari kegiatan ini meningkatkan pengetahuan remaja tentang kecerdasan emosional. Kegiatan ini dilakukan di SMKN 1 Padang. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pertanyaan seputar pengetahuan remaja mengenai fenomena kenakalan remaja. Dilanjutkan dengan memberikan materi menggunakan power point dan memberikan leaflet. Semua remaja antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan remaja dimana terlihat adanya peningkatan remaja sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari kuesioner pre dan post test yaitu sebesar 9,80 point. Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai kecerdasan emosionalKata Kunci : kecerdasan emosional, remaja, perilaku menyimpang, kenakalan remaja   ABSTRACT Deviant behavior among adolescents is caused by their immature emotions, making them easily influenced by their environment. Efforts to develop adolescents' emotions toward emotional intelligence can be achieved by providing them with a good understanding of emotional intelligence through health education, counseling services, and emotional training. The purpose of this activity is to increase adolescents' knowledge of emotional intelligence. This activity was conducted at SMKN 1 Padang. The activity began with questions about adolescents' knowledge of the phenomenon of juvenile delinquency. This was followed by a presentation using PowerPoint and leaflets. All adolescents were enthusiastic about participating in this activity, as evidenced by the numerous questions they asked. This activity was effective in increasing adolescents' knowledge, as evidenced by the increase in adolescents' scores before and after receiving counseling, as evidenced by the pre- and post-test questionnaires, which amounted to 9.80 points. This activity is the first step in providing adolescents with an understanding of emotional intelligence.Keywords: emotional intelligence, adolescents, deviant behavior, juvenile delinquency
SOSIALISASI PREMARITAL CARE DALAM PENCEGAHAN Rikayoni, Rikayoni; Rahmi, Dian
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30686

Abstract

Stunting adalah kondisi tinggi badan seseorang lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umunya atau yang seusia (Atikah, Rahayu, 2018). Di Indonesia menurut hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi balita yang mengalami stunting sebanyak 24,4% pada tahun 2021. Tersebar di beberapa kota. Prevalensi kejadian stunting di Indonesia tahun 2022 adalah sebesar 21,6%. Provinsi Sumatera Barat menduduki peringkat ke-14 dengan prevalensi stunting sebesar 25,2%, dimana untuk Kota Padang memiliki angka kejadian stunting sebesar 19,5% (Jurnal Sumbar, 2022). Puskesmas Anak Air menduduki urutan kedua sebesar 15,5%  setelah puskesmas Ikur Koto (Dinkes Padang, 2022). Sementara seperti diketahui pemerintah pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 menargetkan angka stunting secara nasional pada 2024 hanya di kisaran 14 persen. Solusi dari permasalahan yang akan dilakukan yaitu melakukan penyuluhan premarital care atau premarital chek up di Kota Padang sebagai upaya pencegahan stunting. Langkah kecil untuk memutus rantai stunting dengan langkah preventif yang dilakukan oleh masyarakat yang sadar akan bahaya stunting. Sosialisasi premarital care sebagai salah satu upaya pencegahan stunting ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan dengan melakukan pencegahan akan tidak terjadinya stunting khususnya diwilayah kerja puskesmas. Penyuluhan stunting diawali dengan pembukaan, dan lanjut materi dari dosen Akper Baiturrahmah. Kesimpulan kegiatan berjalan sesuai harapan, jumlah peserta 25 orang dewasa pertengahan.Kata Kunci : Premarital Care - Stunting
Gambaran Hipertensi pada Pendampingan Lansia di Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas,Kabupaten Gresik Widyaningsih, Indah; Wirawan Budianto, Nugroho Eko; Arief, Handy; Dwi Rianti, Emillia Devi
Jurnal Abdimas Saintika Vol 7, No 2 (2025): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v7i2.30546

Abstract

Hipertensi  memiliki nilai presentase terbesar dan menjadi nomor 3 dari penyakit yang ditemukan pada usia lanjut, dengan tekanan darah 140 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat yaitu, mengetahui kondisi lansia yang mengalami hipertensi pada kegiatan pendampingan lansia di desa  Sukorejo, Kecamatan Kebomas,Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat  bersifat deskriptif, dengan memberi gambaran suatu keadaan secara objektif, populasi lansia, sampel yang digunakan sebesar 33 responden atau total sampling.Hasil yang diperoleh, jenis kelamin wanita 24 orang (72,7%) responden dan 9 orang (27,3%) laki-laki, usia di atas 60 tahun yaitu sebanyak 19 orang (57,6%) dan 14 orang (42,4%)  berusia di bawah 60 tahun. Rata-rata responden mempunyai tekanan darah sebesar 131,88/78,61 mmHg, dengan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum  170/110 mmHg.Kesimpulan, kondisi lansia pada kegiatan pendampingan lansia sebanyak 33 lansia, dan berdasarkan jenis kelamin; wanita sebanyak 24 (72,7 %), laki-laki 9 (27,3%) dengan usia diatas 60 tahun sebanyak 19 (57,6%), dan tekanan darah minimum 91/58 mmHg dan maksimum  170/110 mmHg. Kondisi desa Sukorejo yang berada dipesisi laut dan luas wilayah desa Sukorejo yaitu sebesar 0,16 km2 dari luas wilayah kecamatan Kebomas 30,06 km2 .