cover
Contact Name
Syahrial Ayub, M.Si
Contact Email
syahrial_ayub@unram.ac.id
Phone
+6281803711284
Journal Mail Official
geoscienceed@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No. 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal)
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27232905     EISSN : 27232913     DOI : https://doi.org/10.29303/goescienceedu
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi dan Geofisika (GeoScienceEd Journal): |e-ISSN: 2723-2913, p-ISSN: 2723-2905| diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun (Peride Juni dan Desember) dan dimulai pada bulan Juni 2020 oleh Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Mataram. Artikel dapat diterima dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. GeoScienceEd merupakan wadah publikasi penelitian pendidikan, sains, geologi dan geofisika. Cakupan dari jurnal ini adalah artikel ilmiah berupa hasil penelitian yang meliputi pendidikan, sains, kebumian, geologi dan geofisika.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,100 Documents
Analysis Of Seismic Rate Change Based On Spatial Distribution Of Seismotectonics And Deformation Extension In West Nusa Tenggara Aprimanda Mulya Rizki, Rifa; Syafriani; Amir, Harman; Zulhendra, Zulhendra
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Nusa Tenggara Barat memiliki aktivitas kegempaan yang tinggi. Sebelum terjadinya suatu kejadian gempa bumi, terlebih dahulu didahului oleh keadaan seismik tenang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perubahan laju seismik yang diamati dari fenomena seismik tenang dan luas deformasi. Metode perubahan laju seismik yang digunakan adalah distribusi spasial z-value. Dan metode luas deformasi yang digunakan adalah rumusan Utsu dan Seki untuk gempa bumi M7,0 pada tanggal 5 Agustus 2018 dengan input magnitudo permukaan. Penelitian ini menggunakan data dari website USGS periode 1983-2023. Pada penelitian ini terdapat tiga zona fokus penelitian yaitu gempa bumi tahun 2009 (M6,6), gempa bumi tahun 2018 (M7,0) dan gempa bumi tahun 2018 (M6,9). Dengan menggunakan metode distribusi spasial z-value, wilayah dibagi menjadi beberapa grid. Nilai z dihitung pada setiap grid dan menggambarkan perubahan laju seismik. Fenomena tersebut dapat dilihat berdasarkan perubahan laju seismik yang telah diperoleh. Hasil yang diperoleh, pada zona pertama terjadi peningkatan aktivitas seismik sebelum gempa bumi 2009, zona kedua dan zona ketiga terjadi fenomena seismic quiescence yang mendahului gempa bumi 2018. Berdasarkan sebaran spasial z-value awal tahun 2023, terjadi fenomena penurunan aktivitas seismik di sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat. Serta terjadi deformasi sebesar 1.091,44 km2 pada gempa bumi M7,0 tanggal 5 Agustus 2018. Hal ini patut diduga sebagai awal gejala gempa bumi di masa mendatang .
Analysis Of Seismic Quiescence Precursors Before The M7.4 Earthquake Of 28 September 2018 In Central Sulawesi Based On Seismotectonic Spatial Distribution And Earthquake Fracture Lengths zu, Zurahma; Syafriani; Dwiridal, Letmi; Zulhendra, Zulhendra
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Central Sulawesi earthquake with coordinates 2°30‘S -1°50’ N and 119°0'-124°20 E magnitude 7.4 in Palu, Donggala Regency on 28 September 2018. This earthquake was a significant and destructive earthquake in Central Sulawesi. A significant earthquake is preceded by a seismic quiescence. The aim of the study was to determine when the seismic quiescence occurred and seismic activity after the earthquake alongside fracture length. The method of analysis of seismic quiescence and fracture length is z-value and Wells and Coppersmith equation. Data processed with MATLAB and Zmap were 1478 events from 1983-2023. The study area is divided into several grids with sizes of 0.1°* 0.1°. The number of earthquakes included (N = 800, 700, 600, 500, 400, 300, and 200). The z-value was calculated for each grid based on the earthquake data organized in one grid and seismic activity after earthquake. The results of the analysis of the z-value calculation in each grid show of seismic quiescence before a significant earthquake. Based on the results of the spatial distribution of z-value in Central Sulawesi, the seismic quiescence preceded the 28 September 2018 earthquake event (M 7.4) by about 21 years beginning in 1990. When cut at 2019.6, there was a decrease in seismic activity again, which indicated that an earthquake would occur, so it was thought to be a trigger factor for future earthquake precursors. While the fracture length of the 7.4 Mw earthquake of 104,232 meters shows a positive correlation between magnitude and fracture length.
A Kontribusi Geofisika dalam Eksplorasi Hidrogen Geologis (Geologic Hydrogen) di Bawah Permukaan Handoyo, Handoyo
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transisi energi ke sumber energi yang lebih ramah lingkungan sangat penting untuk mengurangi emisi karbon di atmosfer bumi. Di antara jenis energi baru yang ramah lingkungan, terdapat peningkatan kesadaran akan potensi hidrogen (H2) geologis yang terbentuk secara alami sebagai sumber energi primer yang dapat dimasukkan ke dalam pasokan energi pada masa depan. Geofisika diperkirakan akan memainkan peran penting dalam upaya tersebut. Ada dua jenis H2 geologis yang berbeda yaitu H2 alami (gold H2) yang secara konsep terakumulasi secara alami di reservoir dalam kondisi geologi tertentu. Selanjutnya adalah H2 terstimulasi (orange H2) yang diproduksi secara artifisial dari batuan sumber melalui stimulasi kimia dan fisika. Pada paper ini, kami akan membahas peranan geofisika dalam eksplorasi H2 geologis sebagai perbandingan yang kontras dengan skenario H2 biru dan hijau (blue and green H2). Kemudian, akan dibahas pentingnya metode geofisika pada eksplorasi H2 alami dan H2 terstimulasi baik dalam hal teknik eksplorasi dan pemantauan (monitoring). Dengan memberdayakan berbagai instrumen dan metode-metode geofisika terintegrasi dalam eksplorasi dan produksi hidrokarbon yang sudah ada, diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai peranan geofisika dalam eksplorasi H2 secara efektif. Secara umum, strategi eksplorasi H2 akan melibatkan peralihan sudut pandang dari pendekatan yang berpusat pada reservoir ke pendekatan yang berpusat pada batuan sumber. Terakhir, kami yakin bahwa metode geofisika yang melibatkan integrasi multi-geofisika, akuisisi data yang efisien, dan pembelajaran mesin dalam H2 geologis berpotensi memberikan pemahaman baru dan peluang signifikan untuk melanjutkan penelitian dalam beberapa mendatang.
Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berbasis Etnomatematika pada Materi Bangun Datar Kelas II di SDN 42 Mataram Aulya, Hafiana; Turmuzi, Muhammad; Nurmawanti, Iva
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.498

Abstract

Permasalahan kesulitan siswa di sekolah dasar dalam memahami pembelajaran matematika ditimbulkan oleh ketidaksesuaian modul pembelajaran yang digunakan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk modul ajar Kurikulum Merdeka berbasis etnomatematika pada materi bangun datar kelas II di SDN 42 Mataram, yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE, yang meliputi 5 tahap penelitian yaitu Analyze (Analisis) Design (Desain), Development (Pengembangan) Implementation (Implementasi) dan Evaluation (Evaluasi). Tempat penelitian dilakukan di SDN 42 Mataram dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas II SDN 42 Mataram sebanyak 34 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar angket validasi ahli materi dan media, angket respon guru dan peserta didik. Hasil dari penelitian ini adalah produk modul memenuhi standar validitas dengan persentase penilaian pada tahap validasi media 92,8% dan tahap validasi materi 92% sehingga masuk dalam kategori sangat valid. Pada tahap uji kepraktisan produk modul telah memenuhi kriteria kepraktisan dengan persentase penilaian uji coba lapangan sebesar 91,9% dari siswa dengan kriteria sangat praktis dan 95% dari guru dengan kriteria sangat praktis. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan bahwa modul ajar Kurikulum Merdeka yang dikembangkan valid dan praktis
Development of Guided Inquiry-Based Student Worksheets for Optimizing Mathematical Understanding Skills Evaldus, Jenefer Delano; Sridana, Nyoman; Made Intan Kertiyani, Ni; Soepriyanto, Harry
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.500

Abstract

The application of teacher-centered learning in one of the high schools in Mataram City resulted in low mathematical understanding skills in students. This is because teachers only use textbooks as learning tools and rarely use student worksheets. The purpose of this study was to develop valid and effective guided inquiry-based student worksheets. The type of research used is research and development using the 4D model which is carried out to the development stage. Data collection techniques used interview guidelines, learner response questionnaires, and mathematical understanding ability tests. The data analysis technique consisted of validity analysis and effectiveness analysis. The results of data analysis showed that the learner worksheet product developed obtained a score of 4.30 by 1 device expert validator with very valid criteria, then received a score of 4.71 by 1 material expert validator with very valid criteria and obtained a score of 4.44 by 1 learning expert validator with very valid criteria. Furthermore, the guided inquiry-based student worksheet is an effective learning tool because the percentage of classical completeness reached 77.78% and the percentage of student response scores was 83% with very good criteria. So, it can be concluded that the development of guided inquiry-based student worksheets is valid and effective for optimizing students' mathematical understanding skills.
Analysis of Students' Errors in Solving Mathematics Story Problems in View of Learning Styles in Class VII Students of SMP Negeri 13 Mataram Academic Year 2023/2024 Rosmala Dewi, Lale Amrini; Kurniati, Nani; Lu’luilmaknun, Ulfa; Subarinah, Sri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.501

Abstract

This study aims to describe the level of tendency and causes of students’ errors in solving mathematic story problems. Error analysis was carried out based on the Polya's procedure reviewed from the students' learning styles. This type of research is descriptive qualitative. The sampling technique used purposive sampling and consideration from the mathematics teacher so that class VII H of SMP Negeri 13 Mataram was obtained as the research subject. The sample used was 29 students. Data collection techniques using learning style questionnaires, test questions, and interviews. Data analysis techniques are data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results of data analysis obtained from test results and interviews, it can be concluded that, students of visual learning styles tend to make mistakes at the plans implementing stage with an error rate of 63% including in the high category and the recheck stage with an error rate of 86% including in the very high category. Students of auditorial learning styles tend to make mistakes at the recheck stage with an error rate of 58% including in the medium category. Students of kinesthetic learning styles tend to make mistakes at the recheck stage with an error rate of 44% including in the low category. The causes of these errors are because 1) students are less to understand the problem, 2) less careful in doing calculations, 3) not used to writing conclusions because students used the results from the previous stage as conclusions.
Analisis Tinggi Gelombang Laut di Perairan Buton Selatan Hasrifin, Hasrifin; Iskandar, Ahmad; Nanda Kharisma, Gaby; Kamur, Sudarwin
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.502

Abstract

Wave height information is very much needed by the people of South Buton, especially those who always use sea transportation, therefore this study aims to analyze the sea wave height in the waters of South Buton, using a quantitative descriptive method. The data collection technique is in the form of documentation. The data analysis technique used is a descriptive statistical analysis technique. Wave height information is very much needed by the community, especially in the shipping sector and fishermen in the waters of South Buton. The results of this study show that the wave height in South Buton varies greatly from January to December from 2019, 2020, and 2021. The months with great potential for high waves are January, February, April, and June with an average wave height of 1-3 meters with a wind speed of 4-15 knots. The lowest and moderate waves occur in March, May, July, August, September, October, November, and December. In these months, the average wave height reaches 0-2.5 meters with a wind speed of 6-15 knots.
Exploring Climate Change Problem-Solving Skills Among Junior High Students: An Empirical Analysis from Madura Nabilah, Hasna; Hariyono, Eko; Suprapto, Nadi
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.504

Abstract

This study aims to explore the problem-solving skills of junior high school students in Madura in relation to climate change issues. Understanding these skills is crucial for preparing students to tackle environmental challenges effectively.Methodology A descriptive quantitative approach was employed, collecting data from 63 students through a set of problem-solving skill indicators. The indicators measured various aspects of students' abilities to understand, devise plans, carry out those plans, and reflect on their solutions to climate-related problems. The results indicate that 73% of students fall into the low category of problem-solving skills, while only 27% demonstrate moderate skills. Notably, no students achieved high or very high ratings. Specific analysis revealed that students exhibited a moderate understanding of problems but showed low performance in devising plans, executing those plans, and reflecting on their outcomes. These findings highlight significant gaps in students' problem-solving capabilities concerning climate change. The low proficiency across various indicators suggests a need for enhanced educational strategies to develop these essential skills. The analysis indicates that without targeted interventions, students may struggle to effectively address the complexities of climate issues.
Pembuatan Profil Udara Hembusan Pernapasan Perokok dan Non Perokok Berbasis Sensor CCS-811 dan Volatile Organic Compound Alhadawiah, Sabila; Budianto, Arif; Wirawan, Rahadi; Anggriani, Ni Ketut
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i1.506

Abstract

VOC merupakan sekelompok senyawa organik yang mudah menguap ke atmosfer dan mempunyai berbagai dampak terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. VOC merupakan faktor penting dalam pembentukan ozon troposfer dan aerosol organik sekunder, yang menjadi komponen utama pembentukan polusi udara. VOC dapat terkandung di dalam udara sisa pernapasan manusia, dengan konsentrasi yang berbeda-beda dan sangat bergantung dengan kondisi metabolisme tubuh, kebiasaan, makanan yang dikonsumsi, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi konsentrasi TVOC dari udara hembusan nafas (exhaled breath) yang kemudian dijadikan sebagai profil udara yang dapat membedakan klasifikasi perokok atau non perokok. Penelitian ini menggunakan 50 sampel nafas yang dibagi ke dalam dua klasifikasi utama, yakni perokok dan non perokok. Udara bersih terfilter digunakan sebagai variabel kontrol. Sampel nafas diukur konsentrasi VOC menggunakan sebuah e-nose berbasis sensor CCS-811 yang sudah dikalibrasi dan diuji menggunakan komparator dan beberapa gas, seperti: gas karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), etanol (C2H5OH), dan formaldehida (CH2O). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem e-nose berbasis sensor CCS-811 dapat membaca gas VOC dengan rata-rata pembacaan yang dihasilkan sebesar 0-1156 ppb dengan tingkat kesalahan relatif <50%. Keseluruhan hasil pengujian ini menunjukkan bahwa sistem cukup sensitif terhadap gas CH2O dan C2H5OH, namun tidak sensitif terhadap gas CO2 dan H2S. Berdasarkan pada hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sistem dapat secara sensitif dan selektif mendeteksi senyawa VOC pada jenis C2H5OH dan CH2O dengan nilai akurasi >50%. Hasil pembacaan sistem pada sampel nafas perokok dan non perokok dapat menghasilkan tiga zona konsentrasi TVOC yang selanjutnya menjadi profil has TVOC yang dihembuskan oleh kelompok sampel. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara konsentrasi TVOC perokok dan non perokok. Sistem dapat membedakan antara perokok dan non perokok dengan akurasi pembacaan >90%.
Analisis Literasi Sains Siswa Pada Materi Ekosistem Manzulina, Manzulina; Artayasa, I Putu; Merta, I Wayan
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 4 (2024): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i4.507

Abstract

Literasi merupakan salah satu keterampilan hidup yang penting untuk dikuasai oleh peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik kelas XI SMAN 7 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sampel dipilih menggunakan metode simple random sampling dengan teknik undian. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan literasi sains pada materi ekosistem. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik di SMAN 7 Mataram pada kategori sedang sebanyak 46% dan kategori rendah sebanyak 54%. Salah satu penyebab rendahnya kemampuan literasi sains peserta didik adalah peserta didik tidak terbiasa mengerjakan soal yang berbasis literasi sains. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik kelas XI SMAN 7 Mataram secara keseluruhan dalam kategori masih perlu ditingkatkan.

Page 18 of 110 | Total Record : 1100