cover
Contact Name
Sri Suryanti
Contact Email
srisuryanti@umg.ac.id
Phone
+6281280297873
Journal Mail Official
didaktika@umg.ac.id
Editorial Address
Faculty Teacher Tranining and Education, Universitas Muhammadiyah Gresik Jl. Sumatera No. 101 GKB Kebomas Gresik Provinsi Jawa Timur
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Didaktika: Jurnal Pemikiran Pendidikan
ISSN : 16934318     EISSN : 26218941     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/didaktika
Core Subject : Education,
didaktika Jurnal Pemikiran Pendidikan memuat hasil penelitian dibidang pendidikan, baik pendidikan matematika, pendidikan bahasa inggris maupun pendidikan dasar
Articles 275 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) PADA MATERI TRIGONOMETRI DI SMA NAHDLATUL ULAMA 2 GRESIK TAHUN PELAJARAN 2009-2010 admin admin; Sarwo Edy; DWI IKE KURNIAWATI
DIDAKTIKA Vol 18 No 2 (2012)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.155 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v18i2.33

Abstract

Mathematics is one of lesson has important character, that is caused mathematics is one of lesson in Ujian Nasional (UN). Study activity need mobile character from teacher and student to study aim can reached on the other hand need to created a condition learn fun, so student has interest with study process of mathematics. One of way to study mathematics by using Cooperative Learning of Student Teams Achievement (STAD) type. Subject of this research is student in X-A class with total member 33 of stundent in Senior Hight School Nahdlatul Ulama 2 of Gresik. The purpose of this research is describes study process and teacher response in Cooperative Learning type STAD. This research is quantitative descriptive use One Short Case Study. Data colecthing method in this research by observation, interview and test. This researcher as a observer and helped by two another observers. The research instrument is paper of observation, paper of interview and paper of test. From analysis of data can be conclude that: (1) teacher and student in Senior Hight School Nahdlatul Ulama 2 of Gresik specialy X-A class has enough ability in proces to do Cooperative Learning type STAD at trigonometri matter. (2) teacher in Senior Hight School Nahdlatul Ulama 2 of Gresik specialy X-A class has good response in Cooperative Learning type STAD at trigonometri matter
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) PADA MATERI KERUSAKAN LINGKUNGAN DI KELAS IV SEKOLAH DASAR Iqnatia Alfiansyah
DIDAKTIKA Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.405 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v25i1.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar dari peserta didik setelahmengiktui pembelajaran NHT, mendeskripsikan kemampuan guru dalam menerapkanpembelajaran dan mengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran NHT. Tujuanpenelitian disesuaikan dengan pemasalahan yang telah ditemukan peneliti yaitu berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas, diantaranya yaitu peserta didik cenderung merasa bosan karena model pembelajaran kurang bervariasi, kurangnya kreatifitas guru dalam proses pembelajaran, pembelajaran masih menekankan kegiatan guru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif, yaitu untuk mendeskripsikan kejadian-kejadian yang telah terjadi, penelitian ini dilakukan selama tiga pertemuan, dua pertemuan pembelajaran dan satu pertemuan untuk melaksanakan tes hasil belajar dan mengisi lembar angket respon peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan melakukan pengamatan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran, tes hasil belajar untuk mengetahui hasil belajar peserta didik sesudah mengikuti pembelajaran, dan megisi angket respon untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pembelajaran NHT. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran NHT, rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik adalah 85,53 dengan prosentase ketuntasan klasikal 93,3% dan dapat dikatakan tuntas. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran seluruh pertemuan adalah 89,8 dapat dikatakan baik sekali. Respon peserta didik terhadap pembelajaran NHT dapat dikatakan baik dengan rata-rata 96,7%.
BERPIKIR ANALOGIS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA admin admin; Irawani Zawawi
DIDAKTIKA Vol 20 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.826 KB)

Abstract

The analogy has been widely used in real life. Analogies are often used in mathematical problem solving. Therefore, every student must learn how to use the analogy in problem solving. Especially when he was bench school, the analogy is often used to solve problems that are similar to each other or the source of the problem and the target problem. Thinking analogy in mathematical problems solving, with the following phases: 1) Encoding, which identifies existing information on the source of the problem and the problem of the target; 2) Inferring, that concludes to use concepts, formulas or definitions in resolving resource issues; 3) Mapping, ie patterns or how to resolve the problem source is mapped to resolve the target problem; 4) Applying, namely completing the target problem.
Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Model Pbl Pada Materi Persamaan Garis Lurus Santoso, Pendy
DIDAKTIKA Vol 27 No 2 (2021): Online First
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/didaktika.v27i2.2074

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keaktifan dan hasil belajar peserta didik yang rendah dalam pembelajaran matematika. Untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik, peneliti menggunakan model Problem Based Learning. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik dengan menggunakan model pembelajaran problem based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan populasi adalah peserta didik kelas VIII SMP Lentera Kasih Bali Tahun Ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data untuk keaktifan peserta didik adalah observasi dan pengisian angket keaktifan, sedangkan untuk pengumpulan data hasil belajar menggunakan tes. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: (1) Keaktifan belajar peserta didik meningkat dalam mengikuti pembelajaran dengan model problem based learning (nilai rata-rata keaktifan peserta didik berdasarkan observasi untuk siklus 1, siklus 2, dan siklus 3 berturut-turut adalah 73, 78, dan 82, sedangkan berdasarkan angket keaktifan berturut-turut adalah 69, 78, dan 82). (2) Hasil belajar peserta didik meningkat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model problem based learning pada materi persamaan garis lurus (nilai rata-rata hasil belajar peserta didik untuk siklus 1, siklus 2, dan siklus 3 berturut-turut adalah 44,8; 70,7; dan 79,6)
KESANTUNAN BERBAHASA DALAM INTERAKSI ANTARA DOSEN DAN MAHASISWA MULTIKULTURAL admin admin; Munawwir Hadiwijaya; Yahmun Yahmun
DIDAKTIKA Vol 23 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.237 KB)

Abstract

Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengungkap pola kesopanan dalam interaksi multikultural antara siswa dan guru dari kerangka teoritisprinsip-prinsip kesopanan Leech. Penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan sumber data yang diperoleh dari dialog yang muncul dalam interaksi multikultural di kalangan mahasiswa dan dosendi IKIPBudi Utomo Malang. Hasil menunjukkan ada pola umum yang biasa digunakan oleh mahasiswa dalam interaksi mereka, yaitu: penggunaan salam atau permintaan maaf ketika memulai percakapan; dalam istilah spesifiknyahonorific; dan yang terakhir adalah penggunaan ekspresi terima kasih untuk mengakhiri percakapan. Pembentukan pola khusus kesopanan berkaitan erat dengan budaya dan tradisi kampung halaman mereka. Mahasiswa Flores sering menggunakanhonorific yang termasuk dalam bidal penerimaan (approbation maxim). Mahasiswa Sumba seringmenggunakan bidal kerendahan hati (modesty maxim) untuk mengungkapkan kesopanan mereka. Mahasiswa Pontianak cenderung menggunakan keterusterangan dalam komunikasi dan sering gagal membaca situasi. Mahasiswa Jawa sering meminjam istilah dari bahasa Jawa kromo inggil untuk menunjukkan kesopanan mereka sedangkan Mahasiswa Madura sering memulai percakapan dengan menyapa dan mencium tangan dosen sebagai bentuk penghormatan kepada mereka.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA PADA MATERI LINGKARAN MELALUI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING DI KELAS VIII SMP MUHAMMADIYAH 4 KEBOMAS Dian Rusiana; Sri Uchtiawati; Nur Fauziyah
DIDAKTIKA Vol 24 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.94 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v24i2.334

Abstract

Kemampuan koneksi matematika erat kaitannya dengan kemampuan peserta didik dalammenyelesaikan masalah matematika. Melalui kegiatan menyelesaikan masalah matematikapeserta didik akan berusaha mencari konsep-konsep matematika yang memiliki keterkaitandengan masalah yang dihadapi, kemudian menghubungkan konsep-konsep tersebut untukmenyelesaikannya. Salah satu pembelajaran yang dapat digunakan untuk melatih danmeningkatkan kemampuan koneksi matematika peserta didik adalah pembelajaran inkuiriterbimbing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan koneksimatematika peserta didik berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikanmasalah matematika pada materi lingkaran melalui pembelajaran inkuiri terbimbing di KelasVIII SMP Muhammadiyah 4 Kebomas.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek pada penelitian iniadalah seluruh peserta didik kelas VIII-A SMP Muhammadiyah 4 Kebomas sebanyak 23peserta didik. Metode yang digunakan adalah metode tes dan wawancara. Instrumen yangdigunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan matematika, tes kemampuan koneksimatematika, lembar validasi soal, dan pedoman wawancara.Dari hasil analisis data, kemampuan koneksi matematika peserta didik yangberkemampuan tinggi termasuk kriteria baik dalam menyelesaikan masalah matematika padamateri lingkaran melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dengan rata-rata sebesar 68,06% danbaik dalam memenuhi ketiga indikator kemampuan koneksi matematika. Kemampuan koneksimatematika peserta didik yang berkemampuan sedang termasuk kriteria cukup baik dalammenyelesaikan masalah matematika pada materi lingkaran melalui pembelajaran inkuiriterbimbing dengan rata-rata sebesar 42,89% dan kurang dalam memenuhi indikator koneksiantar topik matematika. Kemampuan koneksi matematika peserta didik yang berkemampuanrendah termasuk kriteria sangat kurang dalam menyelesaikan masalah matematika pada materilingkaran melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dengan rata-rata sebesar 15,28 dan sangatkurang dalam memenuhi ketiga indikator kemampuan koneksi matematika.
COPING WITH THE CHALLENGES OF TEACHING ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSES TO ADULT LEARNERS Dwi Mawan Karifianto
DIDAKTIKA Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.959 KB)

Abstract

The paper is aimed at understanding the notion of English for Specific Purposes(ESP) commonly taught to adult learners. ESP is different from general English in the waythat it is taught to meet students' specific needs or taught to learners of specific disciplines;thus, it has its special features. In addition, teaching English to adult learners presentsseveral challenges that are different from other age group of learners. English teachers needto understand the characteristics of adult learners so that they can take that intoconsideration in order to increase the effectiveness of their instruction. This paperdiscusses both issues—ESP and adult learners—and the practical implications that theybring to the English language teaching context that teachers of ESP need to know.
THE INVOLVEMENT OF PARENTS IN CHILDRENS’ LEARNING ENGLISH AT KARTIKA KINDERGARTEN OF JEMBER Eniek Yuniarti
DIDAKTIKA Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.277 KB)

Abstract

Parental involvement takes many forms including good parenting in the home, including the provision of a secure and stable environment, intellectual stimulation, parent-child discussion, good models of constructive social and educational values and high aspirations relating to personal fulfillment and good citizenship; contact with schools to share information; participation in school events; participation in the work of the school; and participation in school governance. The extent and form of parental involvement is strongly influenced. Parents involvements in education is really significant expected role,especially in the kindergarten level. It is because parents is the first place to explore their children creativity, thinking and their ability. Parental involvement is strongly positively influenced by the child’s level of attainment: the higher the level of attainment, the more parents get involved. The importance of parental involvements are used not only to get the best achievement in the school but also to help their children in their future life. The aim of this paper is to give a clear description of the involvement of parents in children’s’ learning English.
COOPERATIVE LEARNING VS COLLABORATIVE LEARNING admin admin; Khoirul Anwar
DIDAKTIKA Vol 19 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.545 KB)

Abstract

We often recognize that good teaching is capable of stimulating individual potency through optimizing the power of group learning. Many education experts also agree that the learning groups are very much beneficial for learners primarily on cognitive and affective development. Two approaches are often raised and many practitioners of education refer to the model of cooperative learning and collaborative learning. This paper further discusses the basic principles and the different uses of the two approaches. The author hopes this paper can provide appropriate information on the use of the two learning approaches.
KEMAMPUAN MENYUSUN KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA PGSD PADA MATA KULIAH BAHASA INDONESIA Arik Umi Pujiastuti
DIDAKTIKA Vol 26 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.497 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v26i1.1464

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan mendeskripsikan kemampuan menyusun karya tuis ilmiah. Adapun jenisnya adalah, menulis teks proposal penelitian pada mahasiswa PGSD angkatan 2017 kelas A dan B pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan menganalisis skor yang didapatkan mahasiswa pada hasil portofolio berupa proposal penelitian. Skor didapatkan dari penyusunan BAB I, BAB II, dan BAB III. Prosedur penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap dengan kegiatan, pembelajaran, pemberian tugas portofolio, dan analisis hasil portofolio. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar penskoran kemampuan menulis teks proposal penelitian. Adapun penilaian yang dilakukan mengacu pada hasil skor dari 6 indikator penilaian pada BAB I, 4 indikator pada BAB II, dan 7 indikator penilaian di BAB III. Adapun Data yang dianalisis adalah, persentase tiap bab pada proposal penelitian dan persentase secara klasikal. Hasil analisis menunjukkan kemampuan menulis teks proposal penelitian pada kelas A yang berjumlah 35 mahasiswa pada BAB I sebesar 66,90%, BAB II sebesar 46,78%, dan BAB III 65,10% sedangkan persentase secara klasikal sebesar 61,47%. Pada kelas B dengan jumlah 40 mahasiswa persentase BAB I sebesar 83,09%, BAB II 58,92%, dan BAB III 81,73%, dan persentase klasikal mencapai 76,13%.

Page 11 of 28 | Total Record : 275